cover
Contact Name
Anisa Sri Utami
Contact Email
anisautami95@gmail.com
Phone
+6282275004633
Journal Mail Official
redaksisalingkaabdimas@gmail.com
Editorial Address
Jl by Pass No 9, Aur Birugo Tigo Baleh, Bukittinggi, Sumatera Barat
Location
Kota padang,
Sumatera barat
INDONESIA
Jurnal Salingka Abdimas
ISSN : 28089928     EISSN : 28074564     DOI : 10.31869/jsam
Core Subject : Health,
Jurnal Salingka Abdimas hanya menerima naskah asli yang belum pernah dipublikasikan baik di jurnal dalam maupun luar negeri. Naskah dapat berupa hasil pegabdian kepada Masyaraakat yang menunjang kemajuan ilmu, pendidikan dan praktik kesehatan (keperawatan, kebidanan dan administrasi rumah sakit)
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
UPAYA PENCEGAHAN TUBERKULOSIS PARU DENGAN PENERAPAN ETIKA BATUK DAN LATIHAN PERNAFASAN Athiutama, Ari; Febriani, Indra; Erman, Imelda
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5885

Abstract

Tuberkulosis adalah penyebab utama kematian dari agen infeksius di seluruh dunia. Sepertiga dari populasi dunia telah tertular dengan perkiraan sepuluh juta infeksi baru secara global setiap tahunnya. Perlu dilakukan pencegahan penularan TB paru dengan menerapkan etika batuk dan latihan pernapasan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah penularan TB Paru dengan memberikan edukasi dasar agar masyarakat memahami TB Paru, melakukan etika batuk dan mampu melakukan latihan pernapasan dengan benar. Metode pelaksanaan dilakukan secara sistematis melalui tahapan persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Pengabdian kepada masyarakat ini mendapatkan hasil adanya peningkatan pengetahuan masyarakat dengan nilai 48,78% menjadi 90,24% memiliki pengetahuan yang baik, peningkatan kemampuan masyarakat dengan nilai 65,85% menjadi 87,80% memiliki kemampuan praktik etika batuk dan peningkatan kemampuan masyarakat dengan nilai 29,27% menjadi 73,17% memiliki kemampuan praktik latihan pernapasan yang baik. Disimpulkan terdapat tingkat pemahaman masyarakat membaik, masyarakat dapat melakukan praktik etika batuk dan masyarakat dapat melakukan praktik latihan pernapasan dengan baik. Kegiatan ini perlu dilakukan secara terus menerus agar semakin banyak yang memahami etika batuk dan latihan pernapasan sehingga dapat mengurangi penularan TB Paru utamanya di lingkungan dengan angka kejadian tertinggi.
PENERAPAN SISTEM AKUAPONIK SEBAGAI SOLUSI PANGAN UNTUK PEMENUHAN GIZI KELUARGA BERKELANJUTAN DALAM PENCEGAHAN STUNTING Ramadhan, Galang; HSB, Fatur M Ahmad; Herian, M. Fauzan Alfatin; Kesuma, Ilham Jaya; Ramadhan, Reza Mukti; Sembiring, Khairul Rasyid; Atmaja, Pramudia; Lubis, Humairah Medina Liza
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5785

Abstract

Stunting masih menjadi masalah utama di Indonesia, terutama di kalangan keluarga dengan akses terbatas terhadap pangan bergizi. Salah satu solusi yang dapat diterapkan untuk mengatasi masalah ini adalah melalui sistem akuaponik yang menjadi inovasi dalam bidang peternakan dan pertanian. Sistem akuaponik merupakan penggabungkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem tertutup. Akuaponik tidak hanya menyediakan sumber protein dari ikan, tetapi juga sayuran segar yang kaya nutrisi, menjadikannya solusi yang berkelanjutan untuk pemenuhan gizi keluarga. Artikel ini membahas penerapan sistem akuaponik sebagai solusi pangan dalam pencegahan stunting, dengan fokus pada manfaat gizi, keberlanjutan, dan keterjangkauan untuk keluarga di Indonesia. Pengabdian ini bekerja sama dengan kader desa dan perangkat desa dengan tujuan menuju desa sehat bebas stunting. Hasil pengabdian masyarakat melalui sistem akuaponik ini diharapkan efektif dalam meningkatkan asupan gizi keluarga dan berpotensi mengurangi angka stunting jika diterapkan secara luas dengan asupan protein yang tinggi yang berasal dari ikan lele dan juga asupan gizi sayuran yang berasal dari tanaman.Kata kunci: akuaponik, budidaya ikan, gizi keluarga, pangan berkelanjutan, stunting
PASEHATI” PIJAT ALOEVERA SEBAGAI TERAPI KOMPLEMENTER DALAM MENGATASI PAYUDARA BENGKAK" suciawati, Anni; Agnestiani, Maesaroh; Tusilawati, Eva; Maulidawati, Maulidawati; Amalia, Rizky Putri; irawan, ria; Barani, Siti Masita; Rohmah, Fatma Mustikaning; Fortuna, Rania Jevira
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5794

Abstract

asuhan bengkak payudara dapat diatasi secara farmakologi dan non farmakologi. Dimana terapi komplementer yang dapat diberikan pada payudara bengkak ibu nifas dengan melakukan kompres dingin gel lidah buaya pada payudara, dimana lidah buaya mengandung senyawa PGE2 yang merupakan prostaglandin yang dilepaskan oleh makrofag dan memodulasi beberapa respon radang serta meningkatkan sensitifitas nyeri.
UPAYA PEMBERDAYAAN PEER GROUP UNTUK MENCEGAH KEGAWAT DARURATAN BULLYING DI PEKANBARU Saniya, Saniya; Febrianita, Yulia; Wulandini, Putri; Nasution, Itto Nesyia; Qomariah, Siti
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5900

Abstract

ABSTRAK Bullying merupakan masalah perilaku yang umumnya terjadi pada remaja, dimana lingkungan sekolah dapat memberikan pengalaman yang menyebabkan stres untuk sebahagian anak akibat dibully oleh teman sekolahnya.. Hubungan sebaya memiliki peranan yang kuat dalam kehidupan remaja. Fokus dari hubungan sebaya adalah bagaimana seseorang dapat diterima dalam suatu pertemanan dengan teman yang memiliki kesamaan dalam usia, latar belakang ataupun nasib. Strategi pencegahan bullying yang dapat dilakukan pada remaja antara lain dengan menyadari dan terampil untuk memulai dan mengajak orang lain dalam melakukan hubungan yang positif, mencegah orang lain berperilaku bullying dan mempunyai koping yang efektif ketika dibully. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menambah pengetahuan dan informasi berupa penyuluhan kesehatan terkait bullying kepada remaja serta peran teman sebaya sebagai sosial support ketika terjadinya bullying. Kegiatan ini sudah dilaksanakan di salah satu sekolah menengah atas yang ada di Pekanbaru. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan pre test menggunakan metode focus group discussion (FGD), selanjutnya pemaparan materi dan diakhiri dengan melaksanakan post test. Hasil yang didapatkan pada kegiatan pengabdian ini adalah 96% siswa siswi memahami materi yang disampaikan. Diharapkan setelah mengikuti kegiatan pengabdian ini, siswa siswi dapat mengetahui tentang bullying dan memahami pentingnya peran teman sebaya (peer group) untuk mencegah kegawatdaruratan bullying.   Kata Kunci : Bullying, Peer Group, Remaja ABSTRACTBullying is a behavioral problem that generally occurs in teenagers, where the school environment can provide experiences that cause stress for some children due to being bullied by their school friends. Peer relationships have a strong role in the lives of teenagers. The focus of peer relationships is how a person can be accepted into a friendship with friends who are similar in age, background or destiny. Bullying prevention strategies that can be implemented in adolescents include being aware and skilled in initiating and inviting others to have positive relationships, preventing other people from behaving in bullying ways and having effective coping when being bullied. The aim of this activity is to increase knowledge and information in the form of health education regarding bullying to teenagers as well as the role of peers as social support when bullying occurs. This activity was carried out at one of the high schools in Pekanbaru. This service activity begins with a pre-test using the focus group discussion (FGD) method, then a presentation of the material and ends with carrying out a post-test. The results obtained from this service activity were that 96% of the students understood the material presented. It is hoped that after participating in this service activity, students will be able to know about bullying and understand the importance of the role of peers (peer groups) in preventing bullying emergencies.  Keywords: Bullying, Peer Group, Teenagers
PELATIHAN FIRST AID PADA GURU SERTA SISWA-SISWI SMA 5 AGUSTUS PEKANBARU Wulandini S, Putri; Febrianita, Yulia; Fitri, Ainil; Sukarni, Sukarni; Marlita, Lora; Faisal, Faisal; Putri, Retno
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5860

Abstract

Latar  belakang atau pentingnya topik pengabdian masyarakat: P3K    (First    Aid)    merupakan upaya    pertolongan     dan    perawatan sementara terhadap korban kecelakaan sebelum mendapat pertolongan yang lebih sempurna dari  dokter  atau  paramedik.  Berarti  pertolongan   tersebut bukan sebagai pengobatan atau penanganan yang sempurna, tetapi hanyalah berupa  pertolongan  sementara  yang  dilakukan  oleh  petugas  P3K  (petugas medik atau orang awam) yang pertama melihat korban. Tindakan P3K yang dilakukan dengan benar akan mengurangi cacat atau penderitaan dan bahkan menyelamatkan korban dari kematian, tetapi bila tindakan   P3K   dilakukan   tidak   baik   malah   bisa   memperburuk   akibat kecelakaan bahkan membunuh korban. Tujuan pengabdian masyarakat adalah Adapun tujuan dari kegiatan pelaksanaan ini adalah untuk memberikan pelatihan first aid untuk mencegah kecatatan dan kematian. Mitra pengabdian adalah SMK 5 Agustus . Manfaat Kegiatan adalah Menurunkan Angka kecatatan dan angka Kematian. Metode dalam pengabdian adalah dalam pengabdian kali ini yaitu di Awali dengan  pemateri dan mendemostrasikan dapat memberikan rasa kepercayaan seutuhnya. Hasil pengabdian: Setelah mendapatkan pelatihan peserta dapat memberikan bantuan awal jika ditemukan kasus yang dapat diberikan pertolongan pertama. Kesimpulan: meningkatnya kemampuan peserta dalam memberikan bantuan first aid  Saran: Diharapkan peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diterapkan pada diri sendiri maupun orang lain.
EDUKASI UPAYA PENCEGAHAN GAGAL GINJAL KRONIS PADA PASIEN HIPERTENSI DAN DIABETES MELITUS rahman, Zakiah; Atrie, Utari Yunie; Ernawati, Ernawati
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5986

Abstract

Pasien dengan hipertensi dan diabetes perlu menjaga kontrol gula darah dan tekanan darah untuk mencegah atau memperlambat perkembangan GGK. Kesadaran pasien sangat penting dalam hal ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi kontrol tersebut mencakup ketaatan pasien terhadap minum obat, persepsi positif pasien terhadap pengobatan, serta pengetahuan tentang komplikasi penyakitnya. Tujuan : meningkatkan  pengetahuan  masyarakat  tentang pencegahan gagal ginjal kronik  bagi  pasien  diabetes  melitus dan hipertensi. Metode  :  ceramah,  diskusi  dan  tanya  jawab. Kegiatan PKM dilaksanakan pada tanggal 10 Juli 2023 dengan target responden adalah perawat masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes melitus sebanyak 20 orang.  Kegiatan PKM  dievaluasi   dengan pre-test dan post-test. PKM menunjukkan  sebelum dilakukan edukasi pengetahuan peserta kategori rendah  sebanyak 16 orang (80 %) dan setelah edukasi pengetahuan peserta mayoritas tinggi 15 orang (75%). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat sebelum dan setelah  edukasi upaya pencegahan gagal ginjal kronik pada masyarakat yang mengalami diabetes melitus dan hipertensi.  Melalui upaya ini diharapkan dapat mencegah terjadinya gagal ginjal kronik dengan merubah pola hidup, kontrol kadar gula darah dan tekanan darah. Kata kunci: Edukasi, DM, GGK, hipertensi
PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA TENTANG PENCEGAHAN PENYAKIT MENULAR SEKSUAL PADA REMAJA PUTRI PANTI ASUHAN AISYIAH PAYAKUMBUH prima, Rezi; Asmaret, Desi; Halim, Syaflin; Anggraini, Yuliza; Alvira, Selsa; Irfianda, Irfianda
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5925

Abstract

Kesehatan reproduksi menjadi bagian tak terpisahkan dari jaminan hak atas kesehatan negara, Anak-anak Panti Asuhan ‘Aisyiyah perempuan yang berusia remaja belum pernah dibekali dengan pengetahuan tentang hak-hak reproduksi perempuan. Oleh sebab itu, perlu peningkatan kemandirian kesehatan dan kesadaran tentang hak-hak reproduksi dengan program berkelanjutan, Secara umum PKM ini bertujuan untuk membangun kesadaran dan memberdayakan anak-anak panti melalui proses peningkatan pengetahuan yang membawa perubahan (transformatif) nilai-nilai sosial dan kemasyarakatan serta mandiri menjaga dan memelihara kesehatan reproduksinya; tumbuhnya semangat untuk mengenal hak-hak azasi manusia, memperoleh informasi, mencapai standar tertinggi kesehatan seksual dan reproduksi, serta membuat keputusan yang tepat mengenai diri yang bebas dari diskriminasi, untuk itu langkah efektif yang kami lakukan adalah melakukan serangkaian kegiatan peningkatan pengetahuan salah satunya kegiatan penyuluhan mengenai penyakit menular seksual untuk meningkatkan pengetahuan siswa panti asuhan aisyiyah payakumbuh.
PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG MAKRO DAN MIKRONUTRIEN PADA REMAJA DI LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK MELATI AISYIYAH DELI SERDANG Purwoningsih, Emni; Lubis, Humairah Medina Liza; Malini, Fitri Nur; Salsabila, Salsabila; Noviardy, Arya; Fadillah, Akram
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5867

Abstract

Masa remaja adalah peralihan dari masa remaja ke dewasa yang merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang dinamis dan pesat secara fisik, psikologis, intelektual, sosial, tingkah laku, dan seksual yang dikaitkan dengan pubertas. Salah satu masalah nutrisi utama remaja adalah kekurangan mikronutrien, terutama anemia dan kekurangan zat besi, masalah malnutrisi, seperti kekurangan gizi, perawakan pendek, dan kekurangan gizi hingga obesitas. Masalah gizi pada remaja memiliki dampak yang signifikan pada kesehatan generasi muda, serta ekonomi dan kesehatan negara. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang makro dan mikronutrien. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui edukasi tentang cara mengukur pengetahuan remaja tentang kebutuhan gizinya. Remaja yang diberikan edukasi merupakan siswa di Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak Melati Aisyiyah Deli Serdang diberi pertanyaan untuk mengukur pengetahuan mereka tentang gizi. Sebelum intervensi pendidikan gizi, skor rata-rata pengetahuan siswa sebesar 5,89 ± 1,711, tetapi setelah intervensi skor rata-rata siswa meningkat sebesar 6,44 ± 1,977, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa tentang gizi terutama untuk makro dan mikronutrien.Kata kunci: makronutrien, mikronutrien, pengetahuan, remaja
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP BUMIL TENTANG PENCEGAHAN STUNTING MELALUI LITERASI INFORMASI 1000 HPK Annuril, Kheli Fitria; Asmawati, Asmawati; Elly, Nur
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5355

Abstract

Stunting merupakan salah satu masalah utama yang mengancam kualitas Masyarakat Indonesia di masa yang akan datang. Kota Bengkulu merupakan kota di Provinsi Bengkulu yang prevalensi stuntingnya masih diangka 12,9% pada tahun 2022, hal ini dikarenakan tingkat pengetahuan ibu yang masih rendah tentang stunting. Intervensi pencegahan stunting dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan mengenai periode 1000 HPK melalui literasi informasi. Tujuan kegiatan PkM ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai stunting melalui literasi informasi tentang 1000 HPK. Metode kegiatan PkM yang dilakukan adalah penyuluhan sosialisasi tentang 1000 hari pertama kehidupan, edukasi pada ibu hamil melalui literasi informasi dengan membaca buku secara bersama tentang stunting, pembuatan mural, pojok stunting, pemeriksaan kehamilan dan kadar Hb ibu hamil. Sasaran PkM adalah kader dan ibu hamil di wilayah Kelurahan Berkas Kota Bengkulu. Hasil yang diperoleh menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu hamil mengenai stunting dari hasil pretest dan posttest setelah diuji analisis statistic menggunakan uji paired T-test terhadap 13 responden, kegiatan ini juga dianggap berhasil karena adanya antusiasme yang tinggi dari ibu hamil saat kegiatan penyuluhan, keterbukaan dari ibu tentang kondisi kesehatannya selama ini. Nilai rata-rata pengetahuan dan sikap setelah diberikan intervensi menjadi 69.2% dan 84,6% sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap tentang stunting. Literasi informasi dapat bermanfaat untuk ibu hamil saat mencari, mengevaluasi, menggunakan dan menciptakan informasi tentang stunting.
PELATIHAN OLAHAN TELUR SEMUT RANGRANG ATAU KROTO SEBAGAI MAKANAN PENGGANTI UNTUK MENINGKATKAN PERKEMBANGAN MOTORIK DAN STATUS GIZI BALITA (MENCEGAH STUTING) Mardiyono, Mardiyono Mardiyono; sulistyowati, Dina Indrati Dyah
Jurnal Salingka Abdimas Vol 4, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/jsam.v4i2.5730

Abstract

ABSTRAKSalah satu program  SDGs atau tujuan  pembangunan berkelanjutan yang menjadi bahan sorotan tertinggi adalah setor kesehatan yaitu sebaran balita kurang gizi di Indoesia, proporsi balita pendek, status gizi anak, tingkat kematian ibu, pola konsumsi pangan pokok dan sebagainya. Salah satu budaya masyarakat Banyumas yang telah diterapkan untuk peningkatan gizi balita yaitu dengan memberikan Olahan kroto kepada balita. Hasil pemeriksaan laboratorium kandungan dalam 100gr kroto terdapat 23.48% kadar air, 2.71% abu, 24.71% protein, 39.22% lemak, 40 mg kalsium dan 9.97% karbohidrat. Periode penting dalam tumbuh kembang anak adalah masa balita. Karena pada masa ini pertumbuhan dasar yang akan mempengaruhi dan menentukan perkembangan anak selanjutnya. Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang.  Pengabdian masyarakat  ini bertujuan untuk mejelaskan pada masyarakat terutama ibu yang memiliki balita untuk mengetahui efektifitas untuk mengaplikasikan hasil riset yaitu dengan memberikan pelatihan tentang Olahan Telur Semut Rangrang Atau Kroto Sebagai Makanan Pengganti Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik  Dan Status Gizi Balita  dengan  membandingkan pre dan post test setelah diberikan intervensi  selama satu bulan. Metode pengabdian masyarakat ini dengan menyelenggarakan pelatihan tentang asupan tambahan dengan kroto dan  demostrasi. Hasil pengabdian menunjukkan adanya perubahan tingkat pengetahuan dan perkembangan status gizi anak setelah diberikan pelatihan dan pendampingan selama 1 bulan. Pemberian olahan telur semut rangrang dapat sebagai standar operasional dalam membantu meningkatkan motorik dan status gizi pada balita. Kata kunci : Kroto Atau Semut Rangrang, Status gizi, Perkembagan Motorik 

Page 1 of 2 | Total Record : 15