cover
Contact Name
Hasni Syahida
Contact Email
hsyahida@ulm.ac.id
Phone
+6287815460096
Journal Mail Official
homeostasis@ulm.ac.id
Editorial Address
Jalan Veteran No.128 Banjarmasin
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Homeostasis: Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter
ISSN : -     EISSN : 27224333     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Homeostasis adalah jurnal yang berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian yang memiliki fokus dan ruang lingkup di bidang kedokteran dan kesehatan. Tulisan-tulisan yang dimuat bisa dalam bentuk Original Research, Literature Review, ataupun Laporan Kasus. Homeostasis terbit tiga kali setahun pada bulan April, Agustus, dan Desember di setiap tahunnya.
Articles 481 Documents
Gambaran Karakteristik dan Penyakit Komorbid pada Pasien Konfirmasi Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin Tahun 2020 Agnes Angelina Laila Cibro; Nika Sterina Skripsiana; Noor Muthmainah; Farida Heriyani; Nani Zaitun
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.579 KB)

Abstract

Abstract: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is an irresistible sickness brought about by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). The spread of COVID-19 has turned into a worldwide wellbeing danger until May 13, 2020, there were 4 million affirmed instances of COVID-19 with 287,399 passings announced in excess of 210 impacted nations around the world. This study expects to depict the attributes old enough, orientation, instruction and occupation and comorbid infections in affirmed COVID-19 patients at Ulin Hospital Banjarmasin. This study is a  descriptive study  involving auxiliary information as understanding clinical records at the Ulin Regional General Hospital Banjarmasin period March-December 2020. Data analysis using the method sampling purposive. The number of samples is 219 people. The results showed that the dominant patient characteristics were age 50 years (60.7%), male gender (50.7%), high school education (51.4%) and self-employed (30.1%) . Meanwhile, the predominant comorbid disease was diabetes mellitus (21.6%) Keywords: COVID-19, characteristics, comorbid disease, confirmed patient.  Abstrak: Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Sindrom Pernafasan Akut Parah Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Penyebaran COVID-19 telah menjadi ancaman kesehatan di seluruh dunia hingga 13 Mei 2020, ada 4 juta kasus dikonfirmasi COVID-19 dengan 287.399  kasus kematian diumumkan di lebih dari 210 negara yang terkena dampak di seluruh dunia. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan karakteristik berdasarkan umur, jenis kelamin, pendidikan dan pekerjaan serta penyakit komorbid  pada pasien konfirmasi COVID-19 di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan data sekumder rekam medis pada pasien konfirmasi COVID-19  di RSUD Ulin Banjarmasin periode Maret-Desember 2020. Analisis data menggunakan metode sampling purposive. Jumlah sampel sebanyak 219 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik pasien yang dominan adalah usia 50 tahun (60,7%), jenis kelamin laki-laki (50,7%), pendidikan SLTA (51,4%) dan wiraswasta (30,1%). Sedangkan penyakit penyerta yang dominan adalah diabetes mellitus (21,6%) Kata-kata kunci: COVID-19, karakteristik, penyakit komorbid, pasien konfirmasi
Literature Review: Hubungan Pekerjaan dan Penghasilan Keluarga dengan Kejadian Kurang Energi Kronik Pada Ibu Hamil Dwike An Nisa Kurniawan; Triawanti Triawanti; Meitria Syahadatina Noor; Djallalluddin Djallalluddin; Nur Qamariah
Homeostasis Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.749 KB)

Abstract

Abstract: Chronic lack of energy is the condition of pregnant women who lack food intake so that they experience long-lasting poor nutritional status. A person’s condition is said to be less chronic energy if the measurement results of the circumference of his than 23,5 cm. Writing this literature review is intended to summarize what is known about the relationship between work and family income with the incidence of KEK in pregnant women. The method used is narrative review by analyzing several related journals. There are 20 journals included in the literature review. The research reviewed showed that 45% conducted research on occupational variables with KEK and 85% conducted statistical test on the relationship between family income and KEK. The results that work (66,67%) and family income (64,71%) have a relationship with KEK in pregnant women. Keywords: work, family income, lack of chronic energy, pregnant women. Abstrak: Kurang energi kronik adalah keadaan ibu hamil yang kekurangan asupan makanan sehingga mengalami status gizi buruk yang berlangsung lama. Keadaan seseorang dikatakan kurang energi kronik jika hasil pengukuran lingkar lengan atasnya kurang dari 23,5 cm. Penulisan literature review ini ditujukan untuk merangkum hal yang diketahui tentang hubungan pekerjaan dan penghasilan keluarga dengan kejadian KEK pada ibu hamil. Metode yang digunakan narrative review dengan menganalisa beberapa jurnal terkait. Ada 20 jurnal disertakan dalam literature review. Data penelitian yang direview menunjukkan 45% melakukan penelitian variabel pekerjaan dengan KEK dan 85% yang melakukan uji statistik hubungan penghasilan keluarga dengan KEK. Hasil menunjukkan bahwa pekerjaan (66,67%) dan penghasilan keluarga (64,71%) memiliki hubungan dengan KEK pada ibu hamil. Kata-kata kunci: pekerjaan, penghasilan keluarga, kurang energi kronik, ibu hamil.
Literature Review: Hubungan Depresi dengan Kadar HbA1c pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Diah Mutia Rahmawati; Sherly Limantara; Dona Marisa; Roselina Panghiyangani
Homeostasis Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.311 KB)

Abstract

Abstract: Diabetes mellitus patient tends to be at greater risk of suffering depression. Depression on diabetes patient results in poor glycemic and metabolic control, thus affecting the patient’s HbA1c level. This literature review study was made to know the correlation between depression and HbA1c level of type 2 diabetes mellitus patient. The literature search was conducted on Pubmed-MEDLINE and Google Scholar database. Furthermore, the articles used were acquired from several researches from other institutes in Indonesia. The articles used were written in either English or Indonesian, published between 2008-2020. The result of this literature review study showed that type 2 diabetes mellitus significantly caused depression to the sufferer. The result of this literature review study also found out that the depression in type 2 diabetes mellitus patient affects the HbA1c level.  Keywords: depression, HbA1c, type 2 diabetes mellitus Abstrak: Pasien diabetes melitus cenderung lebih beresiko mengalami depresi. Depresi pada pasien diabetes berakibat pada kontrol glikemik dan metabolik yang buruk, sehingga berimbas pada kadar HbA1c pasien. Literature review ini ditulis untuk mengetahui hubungan depresi dengan kadar HbA1c pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penelusuran literatur dilakukan pada database Pubmed-MEDLINE dan Google Schoolar. Selain itu, artikel-artikel yang digunakan juga diperoleh dari beberapa penelitian pada institut lain dari Indonesia. Adapun artikel yang digunakan adalah artikel yang ditulis dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang diterbitkan antara tahun 2008-2020. Hasil literature review, diabetes melitus tipe 2 secara signifikan menimbulkan depresi pada penderita. Pada hasil literature review juga, depresi pada pasien diabetes melitus tipe 2 dapat mempengaruhi kadar HbA1c. Kata-kata kunci: depresi, HbA1c, diabetes melitus tipe 2
EFEK LAMA PENYIMPANAN WHOLE BLOOD AB+ TERHADAP KADAR KALIUM SERUM DI BANK DARAH RSUD ULIN BANJARMASIN Fairuz Zetalini; Miftahul Arifin; Ida Yuliana
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Whole blood storage duration can cause alteration in various biochemical changes. This study was aimed to observe potassium changes in a stored whole blood. It was a quasi experimental study with time series design. It was a purposive sampling. The number of samples used were 2 bags of whole blood. Blood (350ml) was drawn from healthy donors and stored in 2-6oC temperature. Potassium serum level will be examined three times (triplo) at 0, 10, 20 days interval. Potassium serum level were examined using ISE method. The average of potassium serum level in day 0, 10, 20 were 2.37; 11.98; dan 13.72 mmol/L. The percentage increase of potassium serum level in day 0-10, 10-20, 0-20 were 405.5%; 14.52%; and 478.9% . It was concluded that there is a tendency to increase potassium levels after whole blood is stored for 20 days in Blood Bank Ulin Hospital Banjarmasin. Keywords: stored blood, whole blood, potassium serum. Abstrak: Penyimpanan whole blood yang lama dapat menyebabkan perubahan kadar biokimia darah di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek lama penyimpanan whole blood AB+ terhadap kadar kalium serum. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan time series design. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan adalah 2 kantong whole blood. Darah sebanyak 350 ml akan diambil dari pendonor kemudian disimpan pada suhu 2-6oC. Kadar kalium serum akan diukur sebanyak tiga kali (triplo) pada penyimpanan hari ke-0, 10, dan 20. Pemeriksaan kalium mengunakan metode ISE. Rerata kadar kalium serum pada hari 0, 10, dan 20 berturut-turut adalah 2,37; 11,98; dan 13,72 mmol/L. Persentase peningkatan kadar kalium serum hari 0-10, 10-20, dan 0-20 berturut-turut adalah 405,5%; 14,52%; dan 478,9%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat kecenderungan peningkatan kadar kalium serum setelah whole blood AB+ disimpan di Bank Darah RSUD Ulin Banjarmasin selama 20 hari. Kata-kata kunci: penyimpanan, whole blood, kalium serum.
Literature Review: Pengaruh Olahraga Aerobik terhadap Fungsi Endotel Penderita Hipertensi Nurfitria Rahmasari; Asnawati Asnawati; Fauzan Muttaqien
Homeostasis Vol 4, No 2 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (190.233 KB)

Abstract

Abstract: Aerobic exercise is recommended for non-pharmacological therapy for hypertension sufferers. Doing aerobic exercise regularly can improve endothelial function because when exercising will cause an increase in nitric oxide (NO). Writing this literature review aims to summarize the effect of aerobic exercise on endothelial function in hypertensive patients. The method is analyzing related literature obtained from the search results of medical journal databases, namely PubMed, and Google Scholar. Articles included in English and published in 2010-2020. A total of 15 articles were included in this literature review. Hypertensive patients who routinely do aerobic exercise have better endothelial function than those who don't because of enhancement NO after aerobic exercise intervention. Further research is needed to determine the ideal aerobic exercise dosage for reducing cardiometabolic risk. Keywords: hypertension, aerobic exercise, endothelial function Abstrak: Olahraga aerobik menjadi rekomendasi terapi nonfarmakologi pada penderita hipertensi. Olahraga aerobik yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan fungsi endotel karena saat berolahraga akan menyebabkan peningkatan nitric oxide (NO). Penulisan ini bertujuan untuk merangkum pengaruh olahraga aerobik terhadap fungsi endotel pada penderita hipertensi. Penulisan dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapatkan dari hasil pencarian database jurnal kedokteran, yaitu PubMed, dan Google Scholar. Artikel yang disertakan menggunakan bahasa Inggris dan dipublikasikan pada tahun 2010-2020. Sebanyak 15 artikel disertakan pada literature review ini. Penderita hipertensi yang rutin melakukan olahraga aerobik memiliki fungsi endotel yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak olahraga aerobik. Hal ini dilihat dari adanya peningkatan NO setelah diberikan intervensi olahraga aerobik. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui dosis olahraga aerobik ideal untuk mengurangi risiko kardiometabolik. Kata-kata kunci: hipertensi, olahraga aerobik, fungsi endotel.
Perbedaan Waktu Reaksi Anggota Sbrunners yang Joging Teratur dan Tidak Teratur Muhammad Nardho Pratama; Asnawati Asnawati; Ahmad Husairi
Homeostasis Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.585 KB)

Abstract

Abstract: Regular exercise has benefits for the body such as improving health, increasing attention and concentration, improving nerve function, and improving blood flow. These benefits can make a person's reaction time faster. The South Borneo Runners community has a regular jogging schedule but not all members follow the schedule. This study aims to determine whether there are differences in reaction times between South Borneo Runners members who jog regularly and irregularly. This research is an observational analytic study with cross-sectional approach. Samples were determined using a consecutive sampling technique and 41 subjects were obtained. Subjects were divided into 2 groups, the regular jogging group of 26 people and the irregular jogging group of 15 people. Measurement of reaction time using Kosinski's time reaction software. Data were analyzed using an unpaired t test and showed p = 0.202. It can be concluded that there is no difference in reaction times between South Borneo Runners members who jog regularly and irregularly. Keywords: reaction time, regular jogging, exercise. Abstrak: Olahraga teratur memiliki manfaat bagi tubuh seperti meningkatkan kesehatan, meningkatkan perhatian dan konsentrasi, memperbagus fungsi saraf, dan memperlancar aliran darah. Berbagai manfaat tersebut dapat membuat waktu reaksi seseorang semakin cepat. Komunitas South Borneo Runners memiliki jadwal olahraga joging yang teratur tetapi tidak semua anggotanya mengikuti jadwal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan waktu reaksi antara anggota South Borneo Runners yang joging teratur dan tidak teratur. Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel ditetapkan menggunakan teknik consecutive sampling dan didapatkan sebanyak 41 subjek penelitian. Subjek terbagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok joging teratur sebanyak 26 orang dan kelompok joging tidak teratur sebanyak 15 orang. Pengukuran waktu reaksi menggunakan Kosinski’s time reaction software. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan dan didapatkan nilai p=0,202. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan waktu reaksi antara anggota South Borneo Runners yang joging teratur dan tidak teratur. Kata-kata kunci: waktu reaksi, joging teratur, olahraga.
Literature Review: Hubungan Penggunaan Kontrasepsi Pil Kombinasi dengan Kejadian Hipertensi Putri Nur Aini; Dwi Laksono Adiputro; Dona Marisa
Homeostasis Vol 4, No 3 (2021)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.833 KB)

Abstract

Abstract: Hypertension is a major risk factor for cardiovascular disease which is one of the risk factors is combined oral contraceptive pills use. The purpose of this literature review is to summarize the association between combined oral contraceptive pills use and hypertension events. The reference data in the study of this article was obtained by searching using PubMed and Google Scholar published in 2010 to 2020. After the search and selection process of articles, 18 articles were included in this literature review. A total of 17 articles show that there is an association between combined oral contraceptive pills use with hypertension events, related to estrogen which affects the renin-angiotensin-aldosterone system, and progesterone which increases sodium reabsorption, lowers HDL-cholesterol levels, and increases LDL-cholesterol,  these mechanism can lead to hypertension. Only 1 article showed that the use of combination pills does not increase blood pressure. The mechanism is still unknown. In this literature review also discusses about association of factors that influence the hypertension events in combined oral contraceptive pill users. Keywords: Oral contraceptive, combined oral contraceptive pills, hypertension, blood pressure. Abstrak:Hipertensi merupakan faktor risiko mayor pada penyakit kardiovaskular dimana salah satu faktor risikonya adalah pemakaian kontrasepsi pil kombinasi. Penulisan literature review ini bertujuan untuk merangkum hubungan penggunaan kontrasepsi pil kombinasi dengan kejadian hipertensi. Data acuan dalam kajian artikel ini didapatkan dengan penelusuran menggunakan PubMed dan Google Scholar yang dipublikasikan pada tahun 2010 hingga tahun 2020. Setelah proses pencarian dan seleksi artikel, didapatkan 18 artikel yang disertakan pada literature review ini. Sebanyak 17 artikel menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara penggunaan kontrasepsi pil kombinasi dengan kejadian hipertensi, berkaitan dengan kandungan kontrasepsi pil kombinasi yaitu estrogen yang mempengaruhi sistem renin–angiotensin-aldosteron, dan progesteron yang meningkatkan reabsorbsi natrium, menurunkan kadar HDL-kolesterol, serta meningkatkan kadar LDL-kolesterol, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya hipertensi. Hanya satu artikel menunjukkan penggunaan pil kombinasi tidak meningkatkan tekanan darah. Mekanisme hal tersebut masih belum diketahui. Dalam literature review ini juga membahas mengenai hubungan faktor-faktor yang mempengaruhi dengan kejadian hipertensi pada pengguna pil kontrasepsi kombinasi. Kata-kata kunci : pil kombinasi, pil KB, hipertensi, tekanan darah
Perbedaan Tingkat Ansietas antara Pasien Penyakit Jantung Koroner yang Rutin dan Tidak Rutin Melakukan Senam Jantung Sehat Muhammad Farid Adlirrahman; Fauzan Muttaqien; Dona Marisa
Homeostasis Vol 3, No 3 (2020)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.524 KB)

Abstract

Abstrack: Anxiety is a subjective feeling of disturbing mental tension as a general reaction to the inability to overcome a problem or lack of security. Anxiety can slow healing and is associated with increased morbidity and mortality in CHD patients. Healthy heart gymnastics is one of the restorative treatments for CHD patients. Gymnastics can provide a feeling of relaxation and pleasure after doing gymnastics. Gymnastics causes an increase in GABA which inhibits anxiety. The purpose of this study was to analyze differences in levels of anxiety between patients with coronary heart disease who routinely and do not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation in South Kalimantan Branch. , as many as 24 subjects were obtained in total sampling, from 8 patients routinely doing healthy heart exercises found 6 patients with low anxiety levels and 2 patients with moderate anxiety levels, 16 patients did not routinely do healthy heart exercises found 15 patients with low anxiety levels and 1 patient with moderate anxiety. Data analysis using Fisher's test showed that there was no relationship between the level of anxiety with CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises (p = 0.249). It was concluded that there was no relationship between the level of anxiety with CHD patients who routinely and did not routinely perform healthy heart exercises at the Indonesian Heart Foundation South Kalimantan Branch. Keywords: Anxiety, Healthy Heart Gymnastics, Coronary Heart Disease. Abstrak: Ansietas adalah suatu perasaan subjektif mengenai ketegangan mental yang menggelisahkan sebagai reaksi umum dari ketidakmampuan mengatasi suatu masalah atau tidak adanya rasa aman. Ansietas dapat memperlambat penyembuhan dan berhubungan dengan peningkatan morbiditas dan mortalitas pasien PJK. Senam jantung sehat adalah salah satu perawatan restoratif untuk pasien PJK. Senam dapat memberikan perasaan rileks dan senang setelah melakukan senam. Senam menyebabkan peningkatan GABA yang menghambat terjadinya ansietas. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan tingkat ansietas antara pasien penyakit jantung koroner yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan.Penelitian ini bersifat observasional dengan rancangan cross sectional dengan pengukuran tingkat ansietas menggunakan kuesioner Zung self-rating anxiety scale, sebanyak 24 subjek didapat secara total sampling, dari 8 pasien rutin melakukan senam jantung sehat didapatkan 6 pasien dengan tingkat ansietas rendah dan 2 pasien dengan tingkat ansietas sedang, 16 pasien tidak rutin melakukan senam jantung sehat didapatkan 15 pasien dengan tingkat ansietas rendah dan 1 pasien dengan tingkat ansietas sedang. Analisis data menggunakan uji Fisher’s menunjukan tidak terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat (p=0,249), Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan antara tingkat ansietas dengan pasien PJK yang rutin dan tidak rutin melakukan senam jantung sehat di Yayasan Jantung Indonesia Cabang Kalimantan Selatan. Kata-kata kunci: ansietas, senam jantung sehat., penyakit jantung coroner
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin Khalilah Adiyani; Farida Heriyani; Lena Rosida
Homeostasis Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (210.398 KB)

Abstract

Abstract:Young women are said to be anemic if Hb levels <12 g/dl.World Health Organization >30% or 2 billion people in the world are having anemia status. Lack of micronutrients such as: iodine, vitamin A and iron in the diet can cause anemia. This study aims to determine the relationship of nutritional status with the incidence of anemia in female adolescents in PGRI 4 High School Banjarmasin in 2017. This research is analytic observational with cross sectional approach. Samples were taken with proportional stratified random sampling technique, consisted of 67 research subjects. Data analysis used chi square test. The results showed that 62.7% had anemia, 37.3% had no anemia, 9% nutritional status was poor, and 91% of nutritional status was normal overweight. The results showsed p value= 1.000 (p> 0.005). Conclusion of this research is there is no significant relationship between nutritional status with the incidence of anemia in female adolescents in PGRI 4 high school Banjarmasin. Keywords: nutritional status, anemia, female adolescent. Abstrak: Remaja putri dikatakan anemia jika Hb <12 g/dl. World Health Organization melaporkan >30% atau 2 miliar orang di dunia berstatus anemia. Kekurangan zat gizi mikro seperti: yodium, vitamin A dan zat besi dalam makanan dapat menyebabkan anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin tahun 2017. Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Sampel diambil dengan teknik proportional stratifiedrandom sampling, terdiri dari 67 subjek penelitian. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi subjek penelitian 62,7% mengalami anemia, 37,3% tidak mengalami anemia, 9% status gizi kurus, dan 91% status gizi normal gemuk. Hasil analisis data menunjukkan nilai p= 1,000 (p> 0,005). Simpulan, tidak terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi dengan kejadian anemia pada remaja putri di SMA PGRI 4 Banjarmasin. Kata-kata kunci: status gizi, anemia, remaja putri
PERBEDAAN JUMLAH MONOSIT PENGGUNA AIR SUNGAI MARTAPURA DAN PENGGUNA AIR PDAM BANDARMASIH Anindya Pujiningtyas; Huldani Huldani; Rahmiati Rahmiati
Homeostasis Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Homeostasis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The quality of water used for daily needs affects one's health. Some people in Banjarmasin use water of Bandarmasih Local Water Supply Utility and some use  water of Martapura River. This study aims to determine the difference in average number of monocytes between water users of the Martapura River and water users of Bandarmasih Local Water Supply Utility in the period of August 2018. This study was observational analytic with a cross sectional approach. A total of 30 samples were selected using the purposive sampling method for each group. The results showed that the average monocyte number of river users was 7.43%, and  water users of Local Water Supply Utility were 7.53%. Data analysis using unpaired t test showed no significant difference between the number of monocytes of the water users of the Martapura River and PDAM water users in the City of Banjarmasin (p = 0.822). Keywords: monocytes, immunity, river water, PDAM water Abstrak: Kualitas air yang digunakan untuk keperluan sehari – hari berpengaruh terhadap kesehatan seseorang. Sebagian masyarakat di Banjarmasin menggunakan air PDAM Bandarmasih dan sebagian lagi menggunakan air Sungai Martapura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan rerata jumlah monosit antara pengguna air Sungai Martapura dengan pengguna air PDAM Bandarmasih periode Agustus 2018. Penelitian yang bersifat observasional analitik ini dilakukan dengan pendekatan cross sectional. Sebanyak 30 sampel telah dipilih dengan mengggunakan metode purposive sampling untuk masing – masing kelompok. Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah monosit pengguna air sungai adalah 7.43%, dan pengguna air PDAM adalah 7.53%. Analisis data menggunakan uji t test tidak berpasangan menunjukkan, tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara jumlah monosit pengguna air Sungai Martapura  dengan pengguna air PDAM di Kota Banjarmasin (p=0.822). Kata-kata kunci: monosit, imunitas,  air sungai, air PDAM

Page 7 of 49 | Total Record : 481