cover
Contact Name
T Heru Nurgiansah
Contact Email
therunurgiansah@gmail.com
Phone
+6281322551635
Journal Mail Official
therunurgiansah@gmail.com
Editorial Address
Perumahan Puri Nirwana Bangunjiwo No.A-5 Dusun Kenalan Kelurahan Bangunjiwo Kecamatan Kasihan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
Location
Kab. bantul,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia
Published by CV. Rayyan Dwi Bharata
ISSN : 29646278     EISSN : 29641268     DOI : https://doi.org/10.57235
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia is a journal that publishes Focus & Scope research articles, which include: 1. Humanities and social sciences 2. Contemporary political science 3. Education science 4. Religion and philosophy 5. engineering science 6. Business and economy 7. cooperative 8. technology 9. HR Development 10. Design and media arts.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 664 Documents
Kedudukan TNI Dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia: Tinjauan Terhadap RUU TNI Berdasarkan UUD 1945 Syailendra Putra, Moody Rizqy; Anindita, Rr Pramastri Anindha; Rosanti, Admita Arifani; Syaban, Diputra
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6476

Abstract

Pada tragedi 1998 terjadi kerusuhan berskala nasional, salah satu penyebab hal tersebut adalah berlakunya Dwifungsi ABRI yang menyebabkan trauma pada masyarakat saat itu terutama golongan Mahasiswa, keterlibatan militer dalam lembaga sipil, menurunnya nilai rupiah, serta lamanya menjabat presiden saat itu. Menambah kekeruhan yang terjadi. Golongan Mahasiswa yang melakukan aksi demo mendapatkan tindakan yang tidak menyenangkan dari Aparat Penegak Hukum terutama ABRI mulai dari penganiayaan, penculikan, bahkan penembakan terjadi pada saat itu. Pasca-Reformasi terbentuklah UU No. 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia yang menegaskan bahwa TNI hanya sebatas menjaga pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia, namun pada tahun 2024 terjadi revisi pada UU No. 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia tanpa adanya urgensi yang harus diubah pada undang-undang tersebut hal ini menjadi kekhawatiran masyarakat akan terjadinya Dwifungsi militer kembali.
Pendidikan Karakter Melalui Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Dasar Syafrina, Riva; Handayani, Elza Paramitha; Rangkuti, Nabila Balkis; Fradilla, Nanda; Fransiska, Cindy; Wariyati, Wariyati
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6279

Abstract

Pendidikan karakter merupakan salah satu komponen utama dalam sistem pendidikan nasional yang bertujuan untuk membentuk peserta didik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, etika, dan kepribadian yang baik. Di tengah tantangan degradasi moral, penyimpangan perilaku, dan krisis identitas yang semakin marak pada anak usia sekolah dasar, kegiatan ekstrakurikuler hadir sebagai sarana strategis untuk menanamkan nilai-nilai karakter secara kontekstual dan aplikatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kegiatan ekstrakurikuler dalam membentuk karakter siswa sekolah dasar, mengidentifikasi nilai-nilai karakter yang dikembangkan, serta mengevaluasi faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam implementasinya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung terhadap kegiatan ekstrakurikuler, wawancara mendalam dengan guru pembina, kepala sekolah, siswa, dan orang tua, serta studi dokumentasi terhadap perencanaan dan laporan kegiatan sekolah. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV hingga VI dari lima sekolah dasar di wilayah urban dan rural yang memiliki program ekstrakurikuler aktif dan beragam. Analisis data dilakukan secara induktif dengan cara reduksi data, kategorisasi tematik, dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler secara signifikan mampu mengembangkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan. Kegiatan seperti pramuka, olahraga, seni budaya, dan kerohanian memberikan ruang nyata bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, berinteraksi dengan teman sebaya, dan menghadapi tantangan secara aktif. Guru pembina yang berperan sebagai teladan moral, dukungan manajemen sekolah, serta partisipasi orang tua berkontribusi besar dalam keberhasilan kegiatan ini.Namun demikian, terdapat berbagai hambatan dalam pelaksanaan pendidikan karakter melalui ekstrakurikuler, seperti kurangnya alokasi waktu, keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih dalam pembinaan karakter, belum adanya integrasi sistem evaluasi karakter yang sistematis, serta kurangnya pemahaman stakeholder terhadap pentingnya karakter dalam kegiatan non-akademik. Untuk mengatasi hal ini, diperlukan kebijakan sekolah yang integratif, pelatihan kompetensi guru pembina, serta pelibatan komunitas dan orang tua dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan ekstrakurikuler. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap kegiatan belajar mengajar, tetapi harus menjadi bagian integral dari kurikulum berbasis karakter. Sekolah dasar perlu merancang program ekstrakurikuler yang berorientasi pada pembentukan profil pelajar Pancasila yang mencerminkan nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, bernalar kritis, dan kreatif. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dan praktis bagi pengembangan kebijakan pendidikan karakter di tingkat sekolah dasar.
Hubungan Tingkat Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Stres pada Mahasiswa Angkatan 2021 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Riau Kurnianti, Yesi; Hidayat, Hirja; Maesaroh, Siti
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6180

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat aktivitas fisik terhadap tingkat stres pada mahasiswa angkatan 2021 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Riau. Stres pada mahasiswa semester akhir menjadi masalah umum, berdampak pada kesehatan fisik, mental, dan performa akademik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif korelasional dengan pendekatan survei. Populasi penelitian adalah seluruh mahasiswa angkatan 2021 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi, berjumlah 75 orang, yang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) short form untuk aktivitas fisik, dan Depression Anxiety Stress Scales (DASS-21) untuk tingkat stres. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment, setelah memenuhi uji normalitas Shapiro-Wilk dan linearitas uji F. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa memiliki tingkat aktivitas fisik sedang dan tingkat stres normal hingga ringan. Terdapat hubungan signifikan (p 0.05) dan negatif antara tingkat aktivitas fisik dan tingkat stres, mengindikasikan bahwa semakin tinggi aktivitas fisik, semakin rendah tingkat stres. Kesimpulan ini menguatkan pentingnya aktivitas fisik sebagai strategi efektif pengelolaan stres pada mahasiswa pendidikan olahraga.
The Influence of Education, Training and Teaching Experience on the Professionalism of Public Primary School Teachers in Segeri Sub-District, Pangkep District Asriani, Asriani; Rahmawati, Rahmawati; Sulfaidah, Sulfaidah; W, Muhammad Fahreza
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6102

Abstract

The objectives of this study are: (1) To explain the effect of education level on teacher professionalism. (2) To explain the effect of training on teacher professionalism. (3) To explain the effect of teaching experience on teacher professionalism. (4) To explain the effect of education, training and teaching experience on teacher professionalism in SDN Wilayah I, Segeri District, Pangkep Regency. Data collection used questionnaires, documentation, observation and interviews. The results of the research conducted show that (1) the level of education has a negative and significant effect on teacher professionalism in SDN Wilayah I, Segeri Subdistrict, Pangkep Regency. (2) There is a significant positive effect of training on teacher professionalism in SDN Wilayah I, Segeri Subdistrict, Pangkep Regency. (3) There is a significant positive influence between prosecution experience on teacher professionalism in SDN Wilayah I, Segeri Subdistrict, Pangkep Regency. (4) There is a simultaneous positive and significant influence between the level of education, training and teaching experience on teacher professionalism in SDN Wilayah I, Segeri Subdistrict, Pangkep Regency.
Faktor Ekonomi Dalam Penentuan Nafkah Pasca Perceraian Menurut Hukum Islam (Studi Putusan PA. Probolinggo No. 312/Pdt.G/2023) Afifah, Afifah; Qudsi, Abu Yazid Adnan; Firdausiyah, Vita
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6607

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran faktor ekonomi dalam penentuan nafkah pasca perceraian menurut perspektif hukum Islam, dengan studi kasus pada Putusan Pengadilan Agama Probolinggo No. 312/Pdt.G/2023. Dalam konteks perceraian, masih banyak ditemukan kasus di mana anak tidak menerima hak nafkah secara penuh dari orang tua, meskipun terdapat putusan pengadilan yang mengaturnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara dengan hakim dan mediator, serta analisis dokumen putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengadilan mempertimbangkan kondisi ekonomi pihak ayah dalam menetapkan jumlah nafkah, sebagaimana prinsip-prinsip keadilan dalam hukum Islam. Putusan pengadilan juga merujuk pada ketentuan dalam Kompilasi Hukum Islam dan yurisprudensi Mahkamah Agung, serta mempertimbangkan kemampuan finansial ayah dan kebutuhan anak sebagai dasar hukum. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi antara prinsip syariah dan realitas ekonomi dalam mewujudkan keadilan nafkah pasca perceraian di Indonesia.
Sanggar Tari Sebagai Wadah Pembentukan Karakter: Analisis Dinamika Kelompok pada Sanggar Siswo Langgeng Budoyo Aprilyautami, Aprilyautami; Padang, Restu Rahayani; Rahma, Silvya; Nabila, Sofia; Saribu, Tia Wahyuni Dolok; Andini, Zahra Dwi
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6251

Abstract

Dinamika kelompok mencerminkan kekuatan dari dalam diri yang memungkinkan kelompok berkembang, bergerak, dan mengalami perubahan sesuai dengan tujuan bersama. Kesenian tradisional merupakan ekspresi budaya yang tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, mengandung nilai-nilai edukatif, sosial, dan moral.  Sanggar tari merupakan sebuah wadah untuk menuangkan ekspresi dalam hal seni yang dapat dilakukan oleh siapa saja. Penelitian ini termasuk kedalam pendekatan kualitatif participant observation, dimana penulis berperan serta di dalam sanggar dan sekaligus melakukan observasi. Di dalam penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana dinamika kelompok di Sanggar Siswo Langgeng Budoyo. Hasil temuan ini memperlihatkan bahwa sanggar seni dapat memainkan peran penting dalam membentuk karakter generasi muda. Sanggar Siswo Langgeng Budoyo secara nyata menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat ditanamkan melalui kegiatan kesenian tradisional yang dilakukan secara kolektif. Interaksi yang terjadi dalam sanggar menjadi sarana pendalaman nilai-nilai seperti tanggung jawab, kedisiplinan, toleransi, dan kerja sama. Kesimpulan penelitian ini bahwa  dinamika kelompok di sanggar ini menunjukkan adanya proses pendalaman nilai budaya, kedisiplinan, solidaritas, dan komitmen yang kuat.
Implementasi Kurikulum Merdeka di SMA Model Madani Palu Kelas X Sukmawati, Sukmawati; Jamaluddin, Jamaluddin; Alanur, Shofia Nurun; Jufri, Jufri; Adellia, Triva; Nadilla, Nadilla; Fausia, Fausia; Zanniaty, Iva; Iswandi, Iswandi; Juliawati, Ni Kadek Dewi; Yani, Ni Nyoman Feny Gita; Ananda, I Made Govardana; Santjuu, Amanda; Herdalia, Ni Nyoman Ayu
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6171

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN Model Terpadu Madani Palu serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pelaksanaannya. Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan pendidikan terbaru yang menekankan pada pembelajaran berbasis projek, diferensiasi, dan pengembangan profil pelajar Pancasila. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, yang mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan siswa, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN Model Terpadu Madani Palu telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka secara bertahap, dimulai dari perencanaan, pelaksanaan pembelajaran, hingga evaluasi. Guru-guru di sekolah ini telah mengikuti pelatihan dan aktif mengembangkan perangkat ajar berbasis projek yang relevan dengan kebutuhan siswa. Siswa menunjukkan antusiasme dalam mengikuti pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan sarana prasarana, adaptasi guru terhadap perubahan paradigma pembelajaran, serta kebutuhan pendampingan berkelanjutan. Faktor pendukung utama meliputi dukungan penuh dari pihak sekolah, kolaborasi antar guru, serta keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Kurikulum Merdeka di SMAN Model Terpadu Madani Palu berjalan cukup efektif meskipun masih menghadapi beberapa tantangan. Diperlukan upaya peningkatan kapasitas guru, penyediaan fasilitas yang memadai, serta penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat agar tujuan Kurikulum Merdeka dapat tercapai secara optimal.
Pemanfaatan Press Release dalam Penyebaran Informasi di Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi Digital Arifah, Engelberg Nur; Yusalina, Yusalina
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6049

Abstract

Transformasi digital telah mendorong organisasi, termasuk instansi pemerintahan, untuk mengembangkan strategi komunikasi yang mampu menjawab kebutuhan informasi publik secara cepat dan kredibel. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan press release sebagai alat penyebaran informasi oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital Kementerian Komunikasi Digital. Penelitian diarahkan pada peran humas, proses penyusunan, serta strategi distribusi press release dalam kerangka teori komunikasi organisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humas berperan sebagai penghubung utama antara organisasi dan masyarakat, dengan tanggung jawab menyusun narasi press release yang kemudian diverifikasi secara berjenjang sebelum didistribusikan melalui berbagai kanal komunikasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi organisasi sangat dipengaruhi oleh koordinasi internal yang solid dan strategi penyampaian informasi yang adaptif terhadap dinamika media digital.
Perlindungan Hukum bagi Anak Angkat yang Memiliki Kelainan Jiwa Terhadap Warisan dari Orang Tua Angkat Sophian, Romy Prameswara; Sudirman, M; Djaja, Benny
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6570

Abstract

Pengangkatan anak (adopsi) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2007 menjamin hak anak angkat, termasuk hak atas pendidikan, perlindungan, dan warisan. Secara hukum, anak angkat memiliki kedudukan yang setara dengan anak kandung. Penelitian ini bertujuan mengkaji mengenai perlindungan hukum bagi anak angkat yang memiliki kelainan jiwa terhadap warisan dari orang tua angkat. Metode yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif analitis berdasarkan studi pustaka terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, dan putusan pengadilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi anak angkat yang memiliki kelainan jiwa terhadap warisan dari orang tua angkat dalam kasus Thomas Santoso (TS) belum mendapatkan perlindungan hukum sebagaimana diberikan oleh Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak berupa hak untuk dipenuhinya kebutuhan hidup dan perawatan medis anak tersebut menggunakan warisan yang diberikan oleh orang tua angkatnya.
Peran Pendidikan Karakter dalam Mencegah Krisis Moral di Kalangan Generasi Muda Putri, Mas Fierna Janvierna Lusie; Sulistiawati, Denti; Mumung, Kornelia Efriana
QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol 4, No 1 (2025): June 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/qistina.v4i1.6417

Abstract

The rapid development of the era of globalization has a significant impact on various aspects of life, including the morality of the younger generation. The phenomenon of moral crisis marked by increasing deviant behavior, such as misuse of technology, promiscuity, and decreasing respect for social norms and cultural values, is a serious problem that must be addressed immediately. Amid the increasing deviant behavior and moral crisis that hit the younger generation, instilling positive characters such as honesty, responsibility, empathy, and discipline is becoming increasingly relevant. This study aims to provide information on the importance of character education in preventing moral crises among the younger generation. Character education is one of the strategic solutions and forms the personality of the younger generation to have strong moral values. The results of the study show that character education is one of the main keys in preventing moral crises and forming a generation with integrity.