cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Permata Indonesia
ISSN : 20869185     EISSN : 2985976X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpi
Core Subject : Health,
Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah kesehatan merupakan open access and peer-reviewed journal yang memuat artikel penelitian di bidang kesehatan (Kebidanan, Farmasi, Administrasi Rumah Sakit, Rekam Medis dan Informasi Kesehatan dan Teknologi Kesehatan). Jurnal Permata Indonesia : Jurnal Ilmiah Kesehatan diterbitkan oleh Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta dengan Frekuensi terbit dua kali dalam setahun (Mei dan November)
Articles 173 Documents
AKTIVITAS ANTIINFLAMASI EKSTRAK ETANOL DAUN SEMANGGI AIR (Marsilea crenata) PADA MENCIT PUTIH (Mus musculus L.) DENGAN INDUKSI KARAGENIN Siti Fatimah; edy suprasetya; Jarot Yogi Hernawan
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.289

Abstract

Inflammation is a complex biological response to stimulation that damages tissue with signs such as erythema (redness), dolor (heat), edema (swelling) and pain. Water clover (Marsilea crenata) has phytochemical compounds in the form of reducing sugars, steroids, carbohydrate content, and flavonoids as antioxidant agents. The aim of the research was to determine the anti-inflammatory activity of ethanol extract of water clover leaves (Marsilea crenata) as a natural antioxidant in white mice (Mus musculus L.) with carrageenin induction. The samples in this study were water clover leaves (Marsilea crenata) and were tested on white mice with different extract doses. The research was experimental using a completely randomized design (CRD) with different concentrations of extract doses and the movement of mice was observed. The stretching data was analyzed statistically using the one way ANOVA test with a confidence level of 95% (α=0.05) if there was significance, followed by the Tukey test to determine the differences between concentration treatments. The results showed that the percentage of anti-inflammatory protection from the negative control group was 61.14%, the 50 mg/kgBB dose group was 22.82%, the 100 mg/kgBB dose extract group was 37.14%, and the 200 mg/kgBB dose group was 70.15%. %. From these results it is known that the antioxidant activity of the ethanol extract of water clover (Marsilea crenata) with an extract dose of 200 mg/kgBW showed the best activity compared to other doses. Keyword : water clover, anti-inflammatory, percent protection
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN KADER KESEHATAN BERDASARKAN ANALISIS DATA PADA BALITA STUNTING MELALUI INOVASI PUDING DAUN KELOR DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Riansih, Chici; W Utami, Nugrahaningtyas; Yani Noor, Ahmad; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.294

Abstract

Background: Stunting in toddlers has an impact on child development. Empowering health cadres through stunting data analysis and nutritional innovations such as moringa pudding is important for stunting prevention. Objective: To assess the relationship between health cadres' knowledge of stunting data and the application of moringa pudding. Methods: Cross-sectional quantitative study on 50 cadres in Manisrenggo, Klaten. Data were collected by interview and questionnaire, analyzed using Chi-Square test. Results: 46% of cadres had good knowledge and 54% had fair knowledge. All cadres with good knowledge implemented moringa pudding. Chi-Square test results showed a significant association (p = 0.000). Conclusion: Cadre knowledge of stunting data is associated with the application of moringa leaf pudding in stunting prevention.
HUBUNGAN PERAN INOVASI DAN STRATEGIS MANAJEMEN TIM PENDAMPING KELUARGA (TPK) MENDUKUNG KESIAPAN MENURUNKAN ANGKA STUNTING DI YOGYAKARTA Chici Riansih; Candra; Nugrahaningtyas W Utami
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.299

Abstract

Latar Belakang : Stunting adalah gagal tumbuh dan berkembangnya anak 1000 hari dihitung dari bertemunya sel sperma dan sel telur sampai anak menginjak usia 2 tahun, anak tersebut dapat dibilang stunting apabila tidak mengalami perkembangan otak atau tinggi badan yang rendah. Tujuan: mengetahui peran inovasi dan strategis manajemen tim pendamping keluarga (TPK) mendukung kesiapan menurunkan angka stunting di Yogyakarta Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu kadet Tim Pendamping Keluarga (TPK) di wilayah Glondong Mlati, Sleman, Yogyakarta yaitu berjumlah 30 orang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah total sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil : Berdasarkan hasil analisis bivariat pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dengan p-value 0.000 <0.05 antara peran kader tim pendamping keluarga dengan kejadian stunting. Kesimpulan : Anak yang mengalami stunting dapat diperbaiki apabila terjadi ketika anak berusia 2 tahun pertama, namun setelahnya stunting akan sulit untuk diatasi sehingga diperlukan kerjasama dalam pencegahan stunting. Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari Bidan, Kader PKK dan Kader KB bertugas mengawal keluarga berisiko terutama dalam hal pencegahan stunting.
STRATEGI PENINGKATAN AKREDITASI RUMAH SAKIT KHUSUS IBU DAN ANAK ARVITA BUNDA Sevi Ocha Trimulya; Ahmad Yani Noor; Harpeni Siswatibudi; Kartika Setyaningsih Sunardi; Tita Restu Yuliasri
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.300

Abstract

Latar Belakang : Salah satu upaya dalam meningkatkan kualitas mutu pelayanan rumah sakit adalah dengan melakukan akreditasi rumah sakit. Peningkatan status akreditasi Rumah Sakit tidak lepas dari strategi-strategi yang telah diterapkan. RSKIA Arvita Bunda termasuk Rumah Sakit yang telah berhasil meningkatkan status akreditasinya menjadi tingkat Utama. Analisis SWOT merupakan metode yang dapat mengetahui strategi-srategi khususnya peningkatan akreditasi RSKIA Arvita Bunda. Tujuan : Mengetahui strategi peningkatan akreditasi RSKIA Arvita Bunda menggunakan analisis SWOT. Metode : Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah 3 orang yaitu 1 staff Kesekretariatan, 1 Kepala Unit Humas Marketing, dan 1 Kepala Bidang Umum dan Keuangan RSKIA Arvita Bunda. Hasil : Strategi Peningkatan Akreditasi RSKIA Arvita Bunda antara lain Strategi SO (Strengths-Opportunities) yaitu meningkatkan kualitas pelayanan anak dan kandungan, menjalin kerjasama dengan rumah sakit dan pihak ketiga dalam pengelolaan limbah, optimalisasi pelayanan berlandaskan SOP yang tepat, serta penerapan SIMRS dan RME. Strategi ST (Strengths-Threats) yaitu memaksimalkan ketersediaan dokter spesialis untuk meningkatkan daya saing. Strategi WO (WeaknessesOpportunities) yaitu melakukan perbaikan fasilitas sarana prasarana rumah sakit, menambah fasilitas sarana prasarana, serta penyusunan deadline pengumpulan berkas akreditasi. Strategi WT (Weaknesses-Threats) yaitu meningkatkan promosi dengan membentuk bagian pemasaran yang berfokus pada sosial media. Kesimpulan : Strategi-strategi peningkatan akreditasi pada RSKIA Arvita Bunda sudah mencakup pemanfaatan antar aspek Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats.
EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PENYAKIT ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS PLAYEN 2 PERIODE JANUARI- DESEMBER 2022 Seviona Della Puspita; Ratih Purwanti; Chici Riansih
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.301

Abstract

Antibiotik merupakan obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Penggunaan antibiotik yang berlebihan atau kurang tepat dapat menyebabkan dampak buruk bagi pasien yaitu resistensi atau kekebalan bakteri terhadap antibiotik. Pencegan tingginya resistensi menggunakan indikator POR Nasional yang menetapkan persentase penggunaan antibiotik dan memperhatikan kriteria rasional yang terdiri dari tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat lama pemakaian, tepat rute pemberian dan tepat kewaspadaan efek samping obat.Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui persentase penggunaan antibiotik, tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat dosis, tepat lama pemakaian obat, tepat rute pemberian dan persentase tepat kewaspadaan efek samping pada penyakit ISPA Non Pneumonia. Penelitian ini menggunakan deskriptif retrospektif dengan pengumpulan data melalui resep dan data rekam medis diagnosa tunggal Sinusitis Akut, Tonsilitis Akut, Common Cold, dan ISPA Multiple Area Tak Tentu. Hasil penelitian untuk Persentase Anitbiotik (%AB) Common Cold 15% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 16%. Persentase tepat indikasi Sinusitis Akut 95%, Tonsilitis Akut 89%, Common Cold 85% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Pemilihan Obat Sinusitis Akut 97%, Tonsilitis Akut 94%, Common Cold 85%, dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Dosis Sinusitis Akut 94%, Tonsilitis Akut 94%, Common Cold 85% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Lama Pemakaian Obat Sinusitis Akut 91%,Tonsilitis Akut 85%, Common Cold 85% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 84%. Persentase Tepat Rute Pemberian Obat Sinusitis Akut 100%, Tonsilitis Akut 100%, Common Cold 100%, dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 100%. Persentase Tepat Kewaspadaan Efek Samping Obat pada Sinusitis Akut 100%, Tonsilitis Akut 100%, Common Cold 100% dan ISPA Multiple Area Tak Tentu 100%. Hasil ini menunjukkan bahwa persentase penggunaan antibiotik sesuai dengan PORNAS kurang dari 20% dan persentase 6 kriteria masih ditemukan penggunaan antibiotik yang kurang sesuai dengan acuan PORNAS.
FORMULASI SEDIAAN KAPSUL PENAMBAH NAFSU MAKAN EKSTRAK KUNYIT (Curcuma Domestica) Jarot Yogi Hernawan; Hanita Christiandari; Febliana Putri
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.302

Abstract

Kapsul penambah nafsu makan sebagai salah satu cara mengatasi sulit makan anak. Tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai kapsul penambah nafsu makan adalah tanaman kunyit (Curcuma domestica). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil fisik formulasi sediaan kapsul penambah nafsu makan ekstrak kunyit (Curcuma domestica). Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental, dengan perbedaan konsentrasi ekstrak kunyit (Curcuma domestica) FI (30 %), FII(40 %), FII (50 %). Evaluasi fisik kapsul penambah nafsu makan yang dilakukan meliputi organoleptis, homogenitas, keseragaman bobot. Uji fisik kapsul penambah nafsu makan pada organoleptis menghasilkan FI warna kuning muda, FII kuning kecoklatan, FIII kuning tua, berbentuk serbuk, bau khas kunyit, dan rasa pahit. Hasil homogenitas pada FI, FII, FIII sediaan kapsul penambah nafsu makan tidak menujukan adanya partikel kasar pada sediaan. Hasil keseragaman bobot pada FI, FII, FIII sediaan kapsul penambah nafsu makan menujukan bahwa tidak ada 2 kapsul yang bobotnya menyimpang lebih dari 7,5 % dan tidak ada satupun yang bobotnya menyimpang lebih dari 15 % dari bobot rata-ratanya. Formulasi sediaan kapsul penambah nafsu makan dapat disimpulkan bahwa formulasi I, formulasi II, formulasi III dengan konsentrasi 30 %, 40 %, 50 % menghasilkan sediaan yang baik. Pada formulasi II memenuhi evaluasi fisik pada organoleptis berwarna kuning kecoklatan, homogenitas tidak adanya partikel kasar pada sediaan, keseragaman bobot.
Review Autentikasi Informed Consent Prosedur Eksisi Tumor di Rumah Sakit DKT dr. Soetarto Yogyakarta Harinto Nur Seha; Selvi Imelda Putri; Athika Ayu Andrianty; Ahmad Yani Noor
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.303

Abstract

Pengisian lembar informed consent pasien neoplasma dengan tindakan exici tumor masih belum lengkap, padahal untuk menjaga mutu pelayanan rekam medis harus lengkap 100%. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan salah satu aspek analisis kuantitatif terhadap kelengkapan pengisian informed consent yaitu reviu autentikasi. Penelitian ini merupakanpenelitian deskriptif kuantitatif. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sensus/sampling total yaitu sebanyak 85 berkas rekam medis pada lembar informed consent di Rumah Sakit TK III 04.06.03 dr. Soetarto Yogyakarta. Reviu autentikasi dari 85 sampel didapatkan 48% pengisian informed consent tidak lengkap. Komponen yang paling banyak mendukung ketidaklengkapan terdapat pada penulisan nama saksi (33,6%) maupun jam dan tanggal persetujuan tindakan (7,3%). Hal ini dapat mempengaruhi aspek legalitas dari tindakan yang dilakukan oleh dokter sehingga perlu adanya peran aktif dari berbagai pihak yang saling terkait untuk mewujudkan angka kelengkapan catatan medis 100%. Tercapainya angka tersebut merupakan bentuk dari penerapan kebijakan standar pelayanan minimal rekam medis.
FAKTOR- FAKTOR PENYEBAB KELUHAN SUBYEKTIF KELELAHAN MATA (ASTENOPIA) PADA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT CONDONGCATUR SLEMAN Osa Nadya Salsabila; Haryo Nugroho; Athika Ayu Andriyanti
Jurnal Permata Indonesia Vol 15 No 1 (2024): Volume 15, Nomor 1 Tahun 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v15i1.304

Abstract

Latar Belakang: Kelelahan mata adalah kondisi dimana terjadinya kelelahan otot mata, akibat tegangan yang terus-menerus pada mata. Kondisi kerja sangat berperan terhadap gangguan kesehatan pekerja serta dapat mempengauhi secara langsung keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk beban kerja dan waktu kerja yang lama ditambah lagi kurangnya istirahat mata. Di Rumah Sakit Condongcatur setiap pelaksanaan pelayanan rekam medis yang dilaksanakan sudah menggunakan sistem komputerisasi seperti pada kegiatan koding, indexing, dan pelaporan serta lama waktu petugas berada di depan komputer rata-rata enam sampai tujuh jam per harinya. Oleh karena itu, petugas rekam medis di Rumah Sakit Condongcatur Sleman sangat berpotensi mengalami kelelahan mata. Tujuan mengetahui faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata terhadap pada petugas rekam medis. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, subjek dalam penelitian ini petugas rekam medis variabel penelitian yaitu faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata di Rumah Sakit Condongcatur. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengguna komputer mengalami keluhan kelelahan mata <8 jam sebanyak 100%. Tidak sesuai jarak standar <60 cm sebanyak 60%, penerangan tidak sesuai standar di rumah sakit hanya 179 lux, masa kerja lamanya >3 tahun sebanyak 50 % dan tidak lama bekerja < 3 tahun sebanyak 50 %. Kesimpulan faktor faktor penyebab keluhan subyektif kelelahan mata pada petugas rekam medis terdapat 3 faktor, faktor internal meliputi jarak pada layar monitor, faktor pekerjaan meliputi durasi penggunaan komputer, masa kerja, dan istirahat mata, faktor lingkungan kerja meliputi penerangan.
ANALISIS KEBUTUHAN PEREKAM MEDIS BERDASARKAN BEBAN KERJA PADA UNIT REKAM MEDIS MENGGUNAKAN METODE FTE DI RUMAH SAKIT PANTI NUGROHO Putri Hapsari, Dini; Rahmad Hidayat, Anas; Nur Seha, Harinto
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.322

Abstract

Ketidaksesuaian antara jumlah kebutuhan petugas dengan jumlah petugas yang tersedia. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala rekam medis yang dilakukan pada 13 Januari 2024 diketahui bahwa jumlah petugas rekam medis berjumlah 15 orang dengan waktu kerja 7 jam, namun dengan jumlah petugas yang ada, masih terdapat petugas yang sering kali bekerja melebihi jam kerja normal dan harus mengambil alih tugas tambahan, kepala rekam medis juga mengungkapkan bahwa adanya ketidakseimbangan antara beban kerja dengan jumlah petugas yang tersedia. Tujuan dari penelitian untuk menghitung jumlah kebutuhan tenaga kerja rekam medis yang dibutuhkan di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho dengan metode FTE. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah petugas di unit rekam medis yang berjumlah dua orang dan objek dalam penelitian ini adalah jumlah kebutuhan perekam medis berdasarkan beban kerja. Berdasarkan perhitungan menggunakan metode FTE didapatkan hasil bahwa total kebutuhan tenaga kerja pada unit rekam medis di Rumah Sakit Panti Nugroho yaitu 18 orang petugas. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu total Kebutuhan SDM di unit rekam medis Rumah Sakit Panti Nugroho adalah 18 orang petugas, sedangkan di Rumah Sakit Panti Nugroho memiliki 15 orang petugas sehingga perlu ditambahkan 3 orang petugas.
EVALUASI SIFAT FISIK MINYAK RAMBUT DARI GEL LIDAH BUAYA (Aloe vera (L.) Burm f) DENGAN VARIASI KONSENTRASI EKSTRAK Yahya, Riski; Purwanti, Ratih; Tri Susilani, Amalina
Jurnal Permata Indonesia Vol 16 No 2 (2024): Volume 16, Nomor 2, November 2024
Publisher : Politeknik Kesehatan Permata Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpi.v16i2.324

Abstract

Lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) dapat digunakan dalam hair styling terutama untuk rambut kriting dan rambut yang susah dirapikan. Gel lidah buaya mengandung vitamin A, vitamin B, dan asam amino untuk mengatasi ketombe dengan menurunkan tanda gejala. Pomade adalah produk kosmetika yang digunakan untuk rambut, sejenis minyak rambut yang terbuat dari bahan berminyak dan bahan lilin, digunakan untuk menata rambut. Penelitian ini bertujuan Mengetahui sifat fisik minyak rambut dari gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) dengan variasi konsentrasi ekstrak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental dengan menggunakan gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) dengan variasi konsentrasi 0%, 5%, 7,5%, dan 10%. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f), sementara variabel terikat adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, dan uji pH. Hasil penelitian menunjukan bahwa F0 dengan konsentrasi 0% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH rata-rata 6,50 ± 0,20, dan daya sebar rata-rata 5,00 ± 0,00. Hasil F1 dengan konsentrasi 5% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH rata-rata 6,50 ± 0,10, dan daya sebar rata-rata 5,16 ± 0,28. Hasil F2 dengan konsentrasi 7,5% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH ratarata 6,50 ± 0,00, dan daya sebar rata-rata 5,50 ± 0,50. Hasil F3 dengan konsentrasi 10% berwarna putih kekuningan, memiliki tekstur setengah padat, beraroma vanila, homogen, pH rata-rata 6,36 ± 0,15, dan daya sebar rata-rata 5,83 ± 0,28. Sediaan minyak rambut dengan konsentrasi gel lidah buaya (Aloe vera (L.) Burm f) 5% memiliki sifat fisik yang baik dan memenuhi syarat.