cover
Contact Name
Hadi Riyadi
Contact Email
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Phone
+628984223735
Journal Mail Official
jurnalgizidietetik@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, Institut Pertanian Bogor Jl. Kamper, Kampus IPB Dramaga, Bogor, Indonesia, 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik
ISSN : -     EISSN : 28300890     DOI : -
Core Subject : Health, Agriculture,
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik (Journal of Nutritional Science and Dietetics) merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan berbagai artikel penelitian tentang ilmu gizi dan dietetik, yang berhubungan dengan aspek biokimia gizi, gizi klinik, gizi masyarakat, gizi olahraga, dietetik, komponen pangan untuk kesehatan, suplementasi dan fortifikasi gizi, ketahanan pangan dan gizi, pendidikan dan konseling gizi, serta aspek sosioekonomi dan budaya gizi, termasuk regulasi dan informasi gizi dan dietetik.
Articles 140 Documents
Aktifitas Fisik, Gizi Lebih, Konsumsi Buah, Sayur, Natrium, dengan Hipertensi Lansia di Palung Raya: Physical Activity, Over Nutrition, Fruit, Vegetables and Sodium Consumption, Hypertension of The Elderly in Palung Raya Afrinis, Nur; Safitri, Yenny; Satira, Mardiah
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.236-243

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik, gizi lebih, konsumsi buah, konsumsi sayur dan konsumsi natrium dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Palung Raya. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Februari-Mei 2023 dengan jumlah sampel sebanyak 52 orang yang diambil dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner recall aktivitas fisik 24 jam, microtoise, timbangan digital, kuesioner food recall 1x24 jam, Food Frequency Questionnaire (FFQ), dan tensi meter digital. Data dianalisis secara univariat dan bivariate dengan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 48,1% responden memiliki tingkat aktivitas ringan, sebanyak 71,2% responden tidak gizi lebih, 63,5% responden kurang mengonsumsi buah, 59,6% responden kurang mengonsumsi sayur, 63,5% responden memiliki kategori konsumsi natrium yang tidak baik, dan 67,3% responden mengalami hipertensi. Terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik (p=0,030), konsumsi buah (p=0,028), konsumsi sayur (p=0,029), konsumsi natrium (p=0,044) dengan kejadian hipertensi pada lansia, namun tidak terdapat hubungan siginifikan antara status gizi lebih dengan kejadian hipertensi pada lansia (p=0,18). Berdasarkan penelitian ini diharapkan responden rutin melakukan aktivitas fisik secara teratur rutin, meningkatkan konsumsi buah dan sayur, serta membatasi konsumsi bahan makanan sumber natrium seperti garam dapur.
Formulasi Crackers Berbasis Tepung Umbi Bit dan Tepung Ikan Patin sebagai Kudapan Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil: Formulation of Crackers Based on Beetroot Flour and Patin Fish Flour as a Snack for Preventing Anemia in Pregnant Women Septianingsih, Alfini; Yunieswati, Wilda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.252-267

Abstract

Berdasarkan RISKESDAS prevalensi ibu hamil anemia pada tahun 2013 adalah sebesar 37,1% dan pada tahun 2018 prevalensi ibu hamil anemia meningkat 48,9%. Alternatif crackers dengan penambahan tepung umbi bit dan tepung ikan patin, dapat menjadi produk makanan selingan yang tinggi zat besi dan protein serta dapat menjadi peluang usaha. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi dari produk crackers. Penelitian experimental menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan. Uji organoleptik menggunakan metode pengujian sensori. Uji statistik menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitneyy. Pada uji mutu hedonik formula terpilih yaitu F1 yaitu memiliki mutu warna coklat kekuningan, aroma lemah, tekstur renyah dan rasa hambar sedikit gurih serta uji hedonik F1 dengan nilai kesukaan keseluruhan 3,83 (agak suka atau netral). Kandungan gizi crackers per 100 g zat besi (Fe) 5,1 mg, kadar abu 4,23%, energi dari lemak 168,25 kkal, kadar lemak total 18,69%, kadar air 5,3%, energi total 455 kkal, karbohidrat 60,39% dan kadar protein 11,38%.
Pengembangan Bakso Daging Sapi dan Kerang Darah sebagai Camilan Sumber Protein dan Zinc untuk Anak Usia Sekolah: Development of Blood Clam Meatballs as a Snack as a Source of Protein and Zinc for School-Age Children Annisa, Risva Fadhilah; Nasution, Zuraidah; Setiawan, Budi
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.229-235

Abstract

School-age children need adequate nutritional intake to support learning activities at school. Meatballs contain high protein and are quite popular among children in Indonesia. In addition to protein, micronutrients such as minerals must also be met. This study aimed to develop beef meatballs with blood cockle substitution as an alternative source of protein and zinc for school-age children. This study used a Completely Randomized Design (CRD) with four treatments (substitution of beef with blood clam as much as 0, 10, 20, 30%). Data from the physicochemical properties of blood clam meatballs were analyzed using the ANOVA test and continued with the Tukey test. The results showed that the substitution of beef with blood clam results in a significant difference (p<0.05) in organoleptic acceptance (color, aroma, texture, taste, aftertaste, overall acceptance) and zinc levels. The selected meatball was F2 with 10% blood clam substitution. F2 was chosen as the best formulation based on the results of organoleptic tests and analysis of nutrient content, especially protein and zinc. This formula produces meatballs with a protein content of 13.6 g/100 g, zinc 2.28 mg/100 g, and calcium 98.18 mg/100 g. The content of macronutrients and minerals, especially zinc, from the selected formula meets the nutrient contribution of one snack to the AKG of school-age children (7-9 and 10-12 years). The serving size of blood clam meatballs was determined to be 200 g or 10 pieces. This serving size has a contribution value of 12.06% (7-9 years), 9.95% (10-12 years boys), and 10.47% (10-12 years girls) to energy. Meatballs from this selected formula can also be claimed as a source of protein and zinc. The results of this study indicate that blood clams can be used as an alternative raw material in beef-based products to improve their nutritional profile.
Peran Snacking, Aktivitas Fisik, dan Asupan Zat Gizi terhadap Risiko Kejadian Obesitas Siswa di SDN Pondokcina 1 Depok: The Role of Snacking, Physical Activity, and Nutrition Intake in the Risk of Obesity among Students at SDN Pondokcina 1 Depok Tanziha, Ikeu; Ramadhina, Salsabil Firdausy
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.268-277

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan dan pengaruh karakteristik subjek dan sosial ekonomi keluarga, kebiasaan snacking, pemilihan snack, aktivitas fisik, dan asupan zat gizi pada siswa di SDN Pondokcina 1 Depok antara status gizi obese dan normal. Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dengan jumlah subjek 60 anak. Data kebiasaan snacking diukur menggunakan kuesioner semi quantitative food frequency questionnaire, pemilihan snack menggunakan food choices questionnaire, aktivitas fisik dan asupan makanan menggunakan recall 2x24 jam. Hasil menunjukkan perbedaan signifikan pada nilai tengah frekuensi snacking, jenis snack camilan, aktivitas fisik weekday, tingkat kecukupan zat gizi energi, protein, lemak, dan karbohidrat, serta nilai tengah asupan serat antara subjek normal dan obese (p<0,05). Tidak terdapat perbedaan signifikan jenis snack minuman dan makanan sepinggan, kategori frekuensi snacking, faktor pemilihan snack, dan tingkat kecukupan serat (p>0,05). Faktor yang memengaruhi kejadian obesitas, yaitu tingkat kecukupan karbohidrat (OR=6,14). Tingkat kecukupan karbohidrat yang berlebih menyebabkan obesitas. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain studi case control dan matching subjek untuk memperkuat hubungan antara faktor yang memengaruhi dengan kejadian obesitas.
Pengembangan Media Edukasi Mia-Card serta Dampaknya terhadap Pengetahuan dan Sikap terkait Anemia pada Remaja Putri: The Development of Mia-card Education Media and Its Impact on Knowledge and Attitudes Related to Anemia in Adolescent Girls Syahuda, Syahuda; Martianto, Drajat; Rachman, Purnawati Hustina
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.244-251

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Mia-card melalui FGD, menganalisis dampaknya terhadap pengetahuan dan sikap, serta tingkat penerimaannnya. Desain penelitian menggunakan FGD dan quasy experimental study with pre-test post-test control group. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2024 di SMPN 3 Jakarta dan SMPN 33 Jakarta. Subjek penelitian intervensi sebanyak 48 siswi kelas VIII yang terbagi menjadi kelompok kontrol (leaflet) dan kelompok intervensi (Mia-card). Hasil FGD didapatkan model Mia-card yang sesuai dengan karakteristik subjek. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan signifikan pengetahuan dan sikap antara sebelum dengan sesudah intervensi pada kedua kelompok, serta antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi saat sebelum dan sesudah intervensi (p<0,05). Terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dengan sikap setelah intervensi pada kelompok kontrol (p<0,05). Namun, tidak terdapat hubungan signifikan sebelum intervensi pada kedua kelompok dan sesudah intervensi pada kelompok intervensi (p>0,05). Mayoritas subjek penelitian intervensi sangat menyukai Mia-card (54,2%). Mia-card lebih efektif untuk meningkatkan pengetahuan dibandingkan leaflet.
Potensi Kerugian Ekonomi Akibat Stunting pada Balita di Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022: Potential Economic Losses due to Stunting at Underfive Years Old Children in West Sumatera Province in 2022 Zahra, Alifa; Aries, Muhammad
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.312-326

Abstract

Indonesia memiliki potensi kerugian ekonomi yang besar akibat stunting. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis potensi kerugian ekonomi (penurunan produktivitas dan biaya perawatan) serta anggaran penanggulangan stunting balita, dan perbandingannya di dataran rendah dan dataran tinggi Provinsi Sumatera Barat tahun 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan konsep proyeksi keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas dan biaya perawatan pada balita stunting di dataran rendah Provinsi Sumatera Barat tahun 2022 adalah sebesar Rp291,00 miliar–Rp1.310,00 miliar (0,13%-0,59% PDRB) dan Rp500,00 miliar–Rp705,00 miliar (0,23%-0,32% PDRB), sedangkan di dataran tinggi adalah Rp79,00 miliar–Rp355,00 miliar (0,13%-0,57% PDRB) dan Rp135,00 miliar–Rp190,00 miliar (0,21%-0,30% PDRB). Tinggi rendahnya kerugian ekonomi akibat penurunan produktivitas dipengaruhi oleh prevalensi stunting dan jumlah kelahiran, sedangkan biaya perawatan akibat stunting dipengaruhi oleh prevalensi stunting dan jumlah balita stunting. Selain itu, potensi kerugian ekonomi per kapita akibat penurunan produktivitas di wilayah dataran rendah yang lebih besar juga disebabkan oleh PDRB per kapita yang lebih tinggi di wilayah tersebut.
Efek Konsumsi Yogurt Buah Naga Merah terhadap Penurunan Tekanan Darah Sistolik pada Lansia Hipertensi di Kampung Kayutangan Kelurahan Kauman Kota Malang: The Effect of Consuming Red Dragon Fruit Yogurt on Reducing Systolic Blood Pressure in Hypertensive Elderly in Kayutangan Village, Kauman Subdistrict, Malang City Andika, Venny Kurnia; Khandy, Evanda Ratna Thalia; Agustina, Yolanda
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.295-305

Abstract

Hipertensi merupakan bentuk ekspresi klinis yang terjadi akibat proses penuaan dimana terjadi pengerasan pada arteri. Perubahan pola hidup dianjurkan bagi penderita hipertensi dengan menerapkan pola hidup yang sehat seperti meningkatkan aktivitas fisik dengan olahraga, membatasi konsumsi natrium harian, serta mengkonsumsi makanan yang sehat seperti yogurt dengan tambahan buah yang memiliki khasiat dalam menurunkan tekanan darah tinggi. Yogurt merupakan makanan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dengan tekstur yogurt yang mudah ditelan dan nyaman dikonsumsi oleh kelompok lansia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian yogurt yang ditambahkan buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) terhadap penurunan tekanan darah pada lansia penderita hipertensi di Kampung Kayutangan. Desain penelitian menggunakan eksperimen kuasi dengan teknik purposive sampling. Sebanyak 60 subjek dilibatkan dalam penelitian, 30 subjek sebagai kontrol yang tidak diberi intervensi dan 30 subjek mendapatkan intervensi selama 14 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi penurunan tekanan darah sistolik pada subjek yang mendapatkan intervensi. Terdapat pengaruh intervensi terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok eksperimen. Hasil uji Wilcoxon kelompok intervensi diperoleh p-value=0,000, bermakna terdapat pengaruh intervensi terhadap penurunan tekanan darah sistolik pada kelompok uji. Terdapat perbedaan antara subjek kelompok kontrol dan subjek kelompok intervensi dengan nilai p-value=0,000 (p-value (sig)<0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah pemberian yogurt buah naga merah diketahui dapat menurunkan tekanan darah sistolik pada lansia penderita hipertensi di Kampung Kayutangan Kelurahan Kauman Kota Malang.
Faktor Risiko Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak, Kualitas Tidur, Aktivitas Fisik Kaitannya dengan Obesitas Sentral pada Pegawai UPN “Veteran” Jakarta: Risk Factor of Sugar, Salt, and Fat Consumption, Sleep Quality, Physical Activity in Relation to Central Obesity in Employees of UPN “Veteran” Jakarta Putri, Destianti Ardyana; Wahyuningsih, Utami; Marjan, Avliya Quratul
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.278-285

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan konsumsi Gula, garam, lemak (GGL), kualitas tidur, dan aktivitas fisik terhadap obesitas sentral pada pegawai tenaga pendidik di UPN “Veteran” Jakarta. Populasi penelitian adalah pegawai berusia 23 sampai 58 tahun, dengan proporsi jenis kelamin lebih banyak laki-laki (67,1%) dibandingkan perempuan. Penelitian ini merupakan studi obeservasional dengan desain penelitian crossectional yang dilakukan pada bulan Mei-Juni 2024. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode Simple Random Sampling dengan jumlah subjek sebanyak 82 orang pegawai. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner dan pengukuran antropometri. Konsumsi GGL diukur dengan melakukan wawancara SQ-FFQ pada setiap subjek, kualitas tidur diukur menggunakan kuesioner PSQI (Pittsburgh Sleep Quality Index), sedangkan aktivitas fisik diukur menggunakan kuesioner IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) yang mengklasifikasikan aktivitas fisik ke dalam dua kategori, yaitu aktivitas fisik rendah dan cukup. Analisis data dilakukan menggunakan uji statistik Chi-Square. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara obesitas sentral dengan konsumsi gula (p-value=0,603), konsumsi garam (p-value=1,000), konsumsi lemak (p-value=0,545), kualitas tidur (p-value=0,603), dan aktivitas fisik (p-value=0,983). Penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi GGL, kualitas tidur, dan aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap obesitas sentral pada pegawai tenaga pendidik di UPN “Veteran” Jakarta.
Hubungan Kepatuhan Diet, Kualitas Diet, dan Aktivitas Fisik dengan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Melitus Tipe 2: Correlation between Diet Compliance, Diet Quality, and Physical Activity with Blood Glucose Levels in Patients with Type 2 Diabetes Mellitus Elya, Riza Sativa; Nurdin, Naufal Muharam
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.286-294

Abstract

Perubahan gaya hidup merupakan langkah utama bagi penderita diabetes melitus tipe 2 dalam mengontrol kadar glukosa darah, salah satunya dengan pengelolaan diet yang baik dan rutin beraktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan diet, kualitas diet, dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus tipe 2. Desain penelitian menggunakan cross sectional study dengan melibatkan 54 subjek diabetes mellitus. Kepatuhan diet menggunakan Perceived Dietary Adherence Questionnaire (PDAQ) dan aktivitas fisik menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ-SF) serta glukosa darah puasa diukur dengan metode finger prick. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51,9% telah mematuhi diet yang dianjurkan dan memiliki kualitas diet dalam kategori perlu perbaikan (need improvement), 48,1% memiliki kualitas diet yang buruk, 55,6% subjek tergolong dalam kategori diabetes tidak terkontrol (GDP ≥126 mg/dL), dan 46,3% memiliki status gizi obesitas. Sebagian besar (77%) subjek memiliki massa lemak tubuh tergolong obese. Aktivitas fisik yang dilakukan subjek dalam seminggu terakhir tergolong sedang (61,1%). Terdapat hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet dengan kadar glukosa darah (p=0,003). Tetapi tidak ditemukan hubungan kualitas diet dan aktivitas fisik dengan kadar glukosa darah (p>0,005).
Hubungan Pengetahuan dan Status Gizi Ibu dengan Anemia Kehamilan di Puskesmas Johar Baru, Jakarta Pusat: The Relationship between Knowledge and Nutritional Status of Mothers with Anemia in Pregnance at Johar Baru Health Center, Central Jakarta Laili, Wasilatul; Novianty, Asry
Jurnal Ilmu Gizi dan Dietetik Vol 3 No 4 (2024)
Publisher : Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB dan PERGIZI PANGAN Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jigd.2024.3.4.306-311

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan status gizi ibu dengan anemia kehamilan di Puskesmas Johar Baru Jakarta Pusat. Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan desain cross sectional. Subjek dalam penelitian ini 65 orang dengan teknik pengambilan subjek purposive sampling. Data univariat dan bivariat dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara anemia kehamilan dengan pengetahuan ibu (p<0,01) dan status gizi (p<0,05). Kesimpulan dalam penlitian ini yaitu Pengetahuan dan status gizi ibu berhubungan dengan kejadian anemia kehamilan di Puskesmas Kecamatan Johar Baru Jakarta Pusat Tahun 2023.

Page 11 of 14 | Total Record : 140