cover
Contact Name
Ni Putu Ayu Kartika Sari Dewi
Contact Email
ayukartikasari21@gmail.com
Phone
+6281916172012
Journal Mail Official
fpbsikipsaraswati@gmail.com
Editorial Address
IKIP Saraswati, Tabanan Jl. Pahlawan No 2 Tabanan
Location
Kab. tabanan,
Bali
INDONESIA
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya
WACANA SARASWATI : Majalah Ilmiah tentang Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya publishes manuscripts on research in language teaching, literature, and linguistics. This journal accepts submissions of manuscripts that will be published within the scope:  Linguistics; phonology, morphology, syntax, discourse analysis, psycholinguistics, sociolinguistics, and critical discourse analysis. Literature: local literature studies, Indonesian literature, foreign literature studies, children literature, popular literature, comparative literature, and postcolonial literature. Indonesian Language and Literature Learning: curriculum development, learning methods, learning materials, learning media, assessment, Indonesian language learning across curricula, information and communications technology in Indonesian language learning, language skills, and other Indonesian language learning analyses.
Articles 94 Documents
THE DESCRIPTION OF CHARACTER EDUCATION ON SCIENTIFIC APPROACH IN ENGLISH LEARNING TO THE STUDENTS OF SMP NEGERI 1 KERAMBITAN Gusti Ayu Gede Sukraningsih; Galuh Kusuma Wardani
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.836 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.221

Abstract

The purpose of national education contains human values utilized as the source in the development of character education which is developed at every level of education. This research is aimed at describing character education in English learning to the students of SMP Negeri 1 Kerambitan. This research used descriptive qualitative research method. The data were collected by utilizing the techniques of observation, interview, and documentation. The data analysis were conducted with qualitative data analysis including data reduction, data display, conclusion, and verification. The result of this research showed that: (1) Character education was implemented in learning process in the phases of observing, questioning, collecting data, associating, and communicating (2). The values of character appeared in scientific approach were developing diligence, discipline, coriousity, creativity, having good reading habit, independence, responsibility, and communication. In the implementation, some students were still not able to run the character values well. The conclusion of this research is character education on scientific approach in English learning is implemented quite well considering that some students were still not able to adjust the values of charcter well. Therefore, it is recommended that the learning activities need to be carried out more interactively, inspiring, challenging, and motivating learners to be actively participated in learning process.
MENGAJAR DENGAN SENANG Ni Made Sueni; Desak Nyoman Alit Sudiarthi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.222

Abstract

Bagaimana mengajar dengan senang? Kita tahu bahwa sekolah – sekolah zaman sekarang telah mengalami perubahan yang dramatis. Murid dan orang tua zaman sekarang berbeda, bukan hanya perbedaan khusus secara etnis, tetapi juga dalam konteks yang lebih luas, seperti keluarga, komunitas dan masyarakat. Guru zaman sekarang tidak lagi berpikir “apa yang saya ajarkan” melainkan “apa yang dipelajari siswa – siswa saya”. Itulah pekerjaan yang paling menantang bagi guru. Tentu itu bukanlah hal yang menyenangkan. Akan tetapi, dibalik tekanan, kesulitan dan tantangan tersebut, bahwa masih ada hal yang menyenangkan dalam mengajar, antara lain, dengan mengajar melihat apa yang dibutuhkan siswa dan melihat diri siswa itu sendiri. Melihat perubahan tingkah laku dan karakter siswa yang berbeda-beda. Profesi guru sangat identik dengan peran mendidik, seperti membimbing, membina, mengatur ataupun mengajar. Melihat peran tersebut sudah menjadi kemutlakan bahwa guru harus memiliki integritas dan kepribadian yang baik dan benar. Hal ini sangat mendasar karena tugas guru bukan hanya mengajar tetapi juga menanamkan nilai – nilai dasar pengembangan karakter siswa.
SALAH KAPRAH DALAM PEMAKAIAN BAHASA INDONESIA I Wayan Subaker; Ni Putu Ayu Kartika Sari Dewi; I Made Suparta
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 21 No 1 (2021): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (358.412 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.223

Abstract

Dalam forum resmi, pemakai bahasa Indonesia diharapkan memakai bahasa Indonesia sesuai dengan kaidah yang berlaku, baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Sesuai dengan realitas, dewasa ini masih ditemukan pemakaian bahasa Indonesia yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar atau disebut juga dengan bahasa baku. Hal ini memotivasi penulis untuk untuk mengkajinya, dengan harapan bahwa dengan tulisan ini, pemakai bahasa Indonesia mendapatkan pengetahuan dan memahami kaidah pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar. Metode yang digunakan dalam mendapatkan data adalah metode observasi dengan teknik catat. Selanjutnya, data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif interpretatif. Berdasarkan analisis data, dapat diketahui bahwa dalam pemakaian Bahasa Indonesia terdapat bentuk-bentuk bahasa yang salah kaprah, seperti kalimat rancu, kontaminasi, salah diksi, dan salah nalar. Berkaitan dengan hal tersebut, maka penulis sarankan kepada pemakai bahasa Indonesia agar tetap memperhatikan dan mematuhi kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk mewujudkan bahasa yang bermartabat serta bangga menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.
PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK BERBASIS TEMA DALAM PEMBENTUKAN JATI DIRI Ni Putu Parmini
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.822 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.224

Abstract

Tujuan kajian ini untuk mengetahui pembentukan jati diri melalui pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia dengan pendekatan saintifik berbasis tema. Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan saintifik berbasis tema pada siswa kelas VII SMP di Ubud. Dengan materi yang dibahas bertemakan cinta tanah air, khasiat daun kelor dengan langkah – langkah, mengamati, menanya, menghubungkan, mengasosiasikan dengan materi Bahasa dan Sastra Indonesia yang menjadi materi pokok, dan mengkomunikasikan dalam bentuk wacana, prosa maupun puisi dari materi yang dibahas. Dengan cara itu berdampak positif terhadap pembentukan jati diri siswa.
MENGAJAR DENGAN SENANG Ni Made Sueni; Desak Nyoman Alit Sudiarthi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.043 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.227

Abstract

Bagaimana mengajar dengan senang? Kita tahu bahwa sekolah – sekolah zaman sekarang telah mengalami perubahan yang dramatis. Murid dan orang tua zaman sekarang berbeda, bukan hanya perbedaan khusus secara etnis, tetapi juga dalam konteks yang lebih luas, seperti keluarga, komunitas dan masyarakat. Guru zaman sekarang tidak lagi berpikir “apa yang saya ajarkan” melainkan “apa yang dipelajari siswa – siswa saya”. Itulah pekerjaan yang paling menantang bagi guru. Tentu itu bukanlah hal yang menyenangkan. Akan tetapi, dibalik tekanan, kesulitan dan tantangan tersebut, bahwa masih ada hal yang menyenangkan dalam mengajar, antara lain, dengan mengajar melihat apa yang dibutuhkan siswa dan melihat diri siswa itu sendiri. Melihat perubahan tingkah laku dan karakter siswa yang berbeda-beda. Profesi guru sangat identik dengan peran mendidik, seperti membimbing, membina, mengatur ataupun mengajar. Melihat peran tersebut sudah menjadi kemutlakan bahwa guru harus memiliki integritas dan kepribadian yang baik dan benar. Hal ini sangat mendasar karena tugas guru bukan hanya mengajar tetapi juga menanamkan nilai – nilai dasar pengembangan karakter siswa.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DALAM MATA KULIAH ENGLISH GRAMMAR PRODI PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS Ni Putu Meri Dewi Pendit; Ni Luh Nanik Puspadi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.118 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v20i2.228

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Basic English Grammar mahasiswa program studi Pendidikan bahasa Inggris IKIP Saraswati dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di IKIP Saraswati, subjek penelitian ini adalah mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan jumlah 17 mahasiswa. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa mahasiswa memperoleh rata-rata 53 dalam pretest, kemudian mengalami peningkatan pada test kedua yang dilakukan dalam siklus satu yaitu 70.8, dan pada siklus kedua, rata-rata nilai mahasiswa adalah 78. Ketuntasan klasikal pada skor dasar 23.5% (4 mahasiswa). Pada test siklus I, terjadi peningkatan ketuntasan menjadi 64.7% (11 mahasiswa). Pada test siklus II, ketuntasan klasikal meningkat menjadi 88% (15 mahasiswa). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) dapat meningkatkan hasil belajar Basic English Grammar mahasiswa.
HAKEKAT, PENGGOLONGAN DAN PEMBENTUKAN KATA BAHASA INDONESIA: Sebuah Kajian Pustaka I WAYAN SOPER; I Wayan Mawa; I Wayan Nardi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 20 No 2 (2020): Wacana Saraswati
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.899 KB) | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v22i1.229

Abstract

Jika kita membicarakan tentang kata pada umumnya, kita mendeskripsikan tentang bentuk dan fungsi kata seperti kita membahas tentang klas atau kategori kata yang meliputi kata kerja, kata benda, kata sifat, kata keterangan, kata ganti dan lain sebagainya. Kita tahu dalam pembentukan kata seperti infleksi dan derivasi, di mana kedua proses itu termasuk proses afiksasi. Di sisi lain, deskripsi tentang kata dari sudut semantik tidaklah sederhana. Banyak aspek tentang kata mesti dipertimbangkan seperti dari sudut fonologis, morfologis dan sintaksis dan sebagainya
MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN JARAK JAUH: SUATU KAJIAN PUSTAKA Desak Nyoman Alit Sudiarthi
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 21 No 2 (2021): WACANA SARASWATI
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v21i1.375

Abstract

The current phenomenon indicates the quality of learning or the quality of education in general is a challenge during the corona pandemic or covid-19. It can be seen that teaching and learning activities between educators and students which were originally conducted through direct interaction in the classroom are not able to be carried out. Face-to-face or direct interaction in class should be limited or even eliminated in order to prevent the spread of the virus. It means that the health protocol requires each individual to practice social and physical distancing in conducting teaching and learning interactions. Due to the pandemic, teaching and learning activities suddenly have to be implemented by a distance learning system via the internet/online learning network. In fact, not all educators and students meet the eligibility requirements for conducting online learning activities. To address it, we invite all education stakeholders to participate in finding solutions and anticipating these problems. The solution is the concept of innovative learning media requiring to be developed in designing learning, understanding the distance learning system, and maximizing the use of innovative learning media in carrying out teaching and learning activities. Key words: Innovative Learning Media, Distance Learning
INTERFERENSI PENGGUNAAN BAHASA INDONESIA PADA SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 UBUD TAHUN 2021 Ni Putu Parmini
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 21 No 2 (2021): WACANA SARASWATI
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v21i1.377

Abstract

The purpose of this study was to determine the factors that cause interference among VII grade students of SMP Negeri 1 Ubud in 2021. The expectation of using Bahasa Indonesia properly and correctly has often been carried out. The use of Bahasa Indonesia among junior high school students, especially VII grade students, found that there were many deviations both inside and outside the classroom. Those deviations were found by the authors when observing during the learning process in class and during breaks outside the classroom. In addition, the results of the interview also showed that interference occurs and the causes of interference. The causes of interference in VII grade students of SMP Negeri 1 Ubud in 2021 were prestigious motives, waning loyalty to Indonesian, bilinguality on students, loss of vocabulary, the need to clarify speech, tendency to use foreign languages ​​and carry over of habits in local languages. This should be overcome by familiarizing and monitoring student communication in Bahasa Indonesia, both in the Bahasa Indonesia language learning process and other fields of study. Key words: Interference, Use of Bahasa Indonesia, VII Grade Students
TRANSLATION EQUIVALENCE OF INDONESIAN VERBREDUPLICATION INTO ENGLISH NI PUTU AYU KARTIKA SARI DEWI
Wacana Saraswati Majalah Ilmiah Tentang Bahasa Sastra Dan Pembelajarannya Vol 21 No 2 (2021): WACANA SARASWATI
Publisher : FAKULTAS PENDIDIKAN BAHASA DAN SENI IKIP SARASWATI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46444/wacanasaraswati.v21i1.378

Abstract

In terms of morphology, reduplication is called unique because it duplicates the similar words twice or more. In Indonesia, reduplication is often used in daily communication. It can make Indonesian language sound unique. It is possible to say “kecil-kecil” to emphasize “something (plural) in small size”. On the other hand, when Indonesian reduplication is translated into English, it is impossible to find “*small-small” as its translation. This paper aims to investigate about translation equivalence of Indonesian verb reduplication into English. The Natural Semantic Metalanguage approach proposed by Wierzbicka (1996) was used to find translation equivalence of Indonesian verb reduplication meaning and its translation into English. By using descriptive qualitative methods in analyzing data, the finding shows that verb reduplication emphasizes on reciprocal meaning, iterative meaning, and the meaning of doing something for happiness. Translating Indonesian verb reduplication into English means transferring the message or emphasizes meaning rather than preserving their unique form. Keywords: Reduplication, Translation Equivalence, NSM Approach

Page 3 of 10 | Total Record : 94