cover
Contact Name
Chici Riansih
Contact Email
chichi.riansih@permataindonesia.ac.id
Phone
+6285345908685
Journal Mail Official
lppm@permataindonesia.ac.id
Editorial Address
Jl. Ringroad Utara No. 22 C, Gandok, Condongcatur, Depok, Sleman, Yogyakarta
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia
ISSN : 28087828     EISSN : 2985377X     DOI : https://doi.org/10.59737/jpmpi
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat adalah terbitan berkala nasional yang memuat artikel dari hasil diseminasi kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis research dalam bidang kesehatan. Jurnal pengabdian kepada masyarakat ini diterbitkan 2 kali dalam setahun (Maret dan Oktober) oleh Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Permata Indonesia Yogyakarta. Jurnal pengabdian kepada masyarakat merupakan jurnal peer reviwer dan open acces journal yang berfokus pada bidang kesehatan. Fokus ini dapat meliputi daerah dan ruang lingkup yang terkait dengan bidang ilmu kesehatan.
Articles 98 Documents
SOSIALISASI PROLANIS PADA POSBINDU MANGGULAN RT 06 RW 07 SANGGRAHAN DALAM RANGKA MENCEGAH TERJADINYA PENUMPUKAN RUJUKAN PENYAKIT KRONIS PADA RUMAH SAKIT (FKTL) Ahmad Yani Noor
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v3i1.220

Abstract

Chronic disease is a disease that is the main cause of death in Indonesia. The incidence of chronicdiseases in Indonesia has increased based on the results of the 2018 Basic Health Research comparedto the results of the 2013 Basic Health Research. Since 2014, the implementation of the Chronic DiseaseControl Program (hereinafter referred to as Prolanis) from the government has not gone well in severalregions. The obstacles that occur are the lack of cooperation from all parties and the community's noncompliance with Prolanis. Currently, movements, communities and community groups have emergedwith positive activities, one of which is the Manggulan Posbindu (Integrated Post) located in SanggrahanHamlet, Sleman Regency. Posbindu Mangulan in collaboration with the Yogyakarta Permata IndonesiaHealth Polytechnic created a series of activities to make Prolanis a success, including free blood sugarand blood pressure checks, as well as outreach and discussion about Prolanis. This activity is attendedby 20 participants and will be held regularly. It is hoped that the high enthusiasm of the participants inthe discussion process and a series of examination activities will make Prolanis successful and preventthe accumulation of chronic disease referrals at the hospital.
ENILAIAN STATUS GIZI UNTUK MENCEGAH MASALAH GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI WANITA USIA SUBUR (WUS) DI EXECUTIVE TAHFIZH CENTRE YOGYAKARTA Elly Naila Fauziah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 3 No 1 (2023): Volume 3 Nomor 1, Maret 2023
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v3i1.221

Abstract

Background: Energy and nutritional needs are influenced by reproductive age, activity level, andnutritional status. (Marmi, 2013) Executive Tahfizh Center (ETC) Yogyakarta is an educational institutionfor quarantine memorizing the Koran and all of its participants live in one place. The subject of thiscommunity service is all female students (19 people) aged 15-36 years. This nutritional statusassessment is important, considering the high productivity of students in implementing this quarantineprogram and to prevent nutritional and reproductive health problems for Women of Reproductive Age(WUS). Methods of implementation: Nutrition counseling on reproductive health, anthropometricexaminations in the form of measuring body weight (BB) and height (TB) to obtain a measure ofnutritional status according to Body Mass Index (BMI), as well as age observation and measurement ofupper arm circumference (LILA) to obtain measure of nutritional status according to LILA. Results anddiscussion: The results of measuring nutritional status according to the BMI classification were 16normal people, 2 people who were severely obese, and 1 person who was mildly thin. Nutritional statusaccording to LILA classification, 15 people with good nutrition, 2 people with obesity, 1 person withoverweight, and 1 person with severe nutrition. Conclusion: Community service activities throughcounseling and nutritional status assessment can increase knowledge and provide an overview ofstudents' nutritional status. Counseling and evaluating nutritional status needs to be carried out regularlyto prevent nutritional and reproductive health problems, so as to support student productivity duringquarantine.
SOSIALISASI PENGELOLAAN ADMINISTRASI KESEHATAN IBU DAN ANAK UNTUK MENINGKATKAN AKURASI DATA KEBIDANAN Sunardi, Kartika Setyaningsih; riansih, chici; Yuliasri, Tita Restu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.293

Abstract

Pengelolaan administrasi kesehatan ibu dan anak yang akurat sangat penting untuk meningkatkan kualitas layanan di Posyandu. Kader Posyandu berperan penting dalam pencatatan dan pemantauan kesehatan ibu hamil, persalinan, dan anak balita, namun sering terjadi ketidakakuratan dalam pencatatan data. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mensosialisasikan pentingnya pengelolaan administrasi yang akurat dan memberikan pelatihan kepada kader Posyandu mengenai teknik pencatatan dan pelaporan data yang benar. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan praktis, termasuk simulasi pencatatan data. Hasilnya, kader Posyandu menunjukkan peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mencatat data dengan benar, serta mengurangi kesalahan pencatatan. Kesimpulannya, pelatihan ini efektif meningkatkan akurasi pencatatan data kebidanan,  yang mendukung pemantauan kesehatan ibu dan anak serta pengambilan keputusan yang lebih tepat di tingkat masyarakat.
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN KELUARGA DALAM POLA ASUH NUTRISI PADA 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN: Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Keluarga Dalam Pola Asuh Nutrisi Pada 1000 Hari Pertama Kehidupan Di Banjar Punduh Kulit Desa Peguyangan Kaja Denpasar Ayu Mirayanti, Ni Ketut; Nova Dilisca , Ni Luh; Putra Pradnyantara, I Gusti Agung Ngurah; Wahyu Aditya, Made
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.312

Abstract

Pengabdian kepada masyarakat merupakan pelaksanaan pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni budaya langsung pada masyarakat. Upaya Pencegahan Stunting Melalui Pemberdayaan Keluarga Dalam Pola Asuh Nutrisi Pada 1000 Hari Pertama Kehidupanmerupakan upaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya untuk meningkatkan status gizi harus dimulai sedini mungkin, tepatnya dimulai dari masa kehidupan janin atau Periode 1000 HPK. Status gizi pada 1000 HPK akan mempengaruhikualitas kesehatan, intelektual, dan produktivitas balita pada masa yang akan datang. Ibu dan bayi memerlukan gizi yang cukup dan berkualitas untuk menjamin status gizi dan status kesehatan (kemampuan motorik, sosial, dan kognitif), kemampuan belajar dan produktivitas balita. Pencegahan stunting harus kita mulai dari unit terkecil dari masyarakat yaitu keluarga. Upaya yang dilakukan yaitu dengan diteksi dini kejadian stunting dan juga pemberian informasi kesehatan dan simulasi pemberian pola asuh nutrisi pada 1000 hari pertama kehidupan.Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 3 hari Di Banjar Punduh Kulit Desa Peguyangan Kaja Denpasar.
INOVASI EKSTRAK DAUN KELOR UNTUK MENINGKATKAN GIZI BALITA STUNTING: TRANSFORMASI PENGELOLAAN DATA ADMINISTRASI POSYANDU UNTUK SOLUSI GIZI SEHAT Riansih, Chichi; Yani Noor, Ahmad; Nur Seha, Harinto; Purwanti, Ratih
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.315

Abstract

Background: Stunting is a serious health problem in Indonesia that has long-term effects on children under five. Moringa leaf extract, rich in nutrients, could be a potential solution to improve under-five nutrition. In addition, conventional Posyandu data management limits the effectiveness of monitoring. The purpose of this activity is to improve the nutrition of stunted toddlers through moringa leaf extract and transform Posyandu data management with a digital system in Barukan Village, Manisrenggo, Klaten, Central Java. method: The activity was conducted on October 21, 2024 in Barukan Village, Klaten, with education and training for 55 health cadres and 1 village midwife. The results showed that moringa extract improved the nutritional status of children under five and reduced the prevalence of stunting, while the digital system facilitated monitoring and reporting. In conclusion, the combination of moringa extract and digital transformation proved effective in tackling stunting and can be scaled up across Indonesia.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN ANAK STUNTING MELALUI PLAY EXERCISE: EMPOWERING HEALTH CADRES IN IMPROVING THE GROWTH OF STUNTED CHILDREN THROUGH PLAY EXERCISE Nugrahaningtyas Wahjuning Utami, Jacoba; Riansih, Chichi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.316

Abstract

Pendahuluan: Stunting adalah masalah gizi kronis yang menghambat tumbuh kembang anak, termasuk aspek fisik dan kognitif. Salah satu solusi efektif adalah pemberdayaan kader kesehatan untuk mengedukasi pentingnya aktivitas fisik, seperti play exercise, dalam mendukung pertumbuhan optimal. Tujuan: Tujuan pengabdian ini adalah memberdayakan kader kesehatan untuk memahami dan mengimplementasikan play exercise sebagai bagian dari upaya pencegahan dan penanggulangan stunting. Metode Pengabdian Masyarakat: Pelatihan dan workshop interaktif diberikan kepada kader kesehatan, mencakup teori dan praktik play exercise sesuai usia anak, serta diskusi untuk meningkatkan pemahaman mereka tentang manfaat aktivitas fisik. Hasil: Kader kesehatan menunjukkan peningkatan pengetahuan tentang play exercise dan kemampuan mengedukasi orang tua serta masyarakat. Mereka juga mulai menerapkan play exercise dalam program kesehatan masyarakat. Kesimpulan: Pelatihan play exercise untuk kader kesehatan efektif dalam pencegahan stunting, dengan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mengintegrasikan aktivitas fisik dalam kehidupan anak untuk mendukung pertumbuhan optimal.
PEMBERDAYAAN REMAJA DALAM PENGELOLAAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK: MENINGKATKAN KESADARAN DAN KETERAMPILAN TEKNOLOGI KESEHATAN DI KOMUNITAS MUDA Rahmad Hidayat, Anas; Janis Rupita Sektriani, Aglita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.318

Abstract

Penggunaan rekam medis elektronik (RME) telah menjadi inovasi penting dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Meskipun banyak fasilitas kesehatan yang sudah menerapkan RME, pemahaman tentang sistem ini masih terbatas di kalangan remaja. Remaja memiliki potensi besar untuk mendukung penerapan dan pengelolaan RME, sehingga pemberdayaan mereka sangat penting. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan remaja dalam mengelola RME, dengan pelatihan yang mencakup pengetahuan dasar tentang RME, manfaatnya dalam pelayanan kesehatan, serta keterampilan praktis dalam pengoperasiannya. Kegiatan ini dilakukan di beberapa sekolah di Yogyakarta, dengan tujuan meningkatkan pemahaman remaja tentang peran teknologi dalam kesehatan dan mendorong mereka untuk berperan aktif dalam komunitas mereka. Di akhir kegiatan, diharapkan remaja akan lebih terampil dalam mengoperasikan RME, yang akan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih efisien dan berkualitas di masa depan.
DEMONTRASI PENGOLAHAN JAHE SEBAGAI NUTRACEUTICAL PADA ACARA POSYANDU SAKURA III DI KELURAHAN JAMBIDAN KECAMATAN BANGUNTAPAN KABUPATEN BANTUL MENJADI PRODUK COOKIES JAHE Suprasetya, Edy; Yogi Hernawan, Jarot; Christiandari, Hanita
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.319

Abstract

Nutraceutical adalah produk nutrisi yang bermanfaat juga sebagai obat. Kue jahe atau cookies jahe merupakan bagian nutriceutical yang mempunyai dampak Kesehatan. inovasi mengolah jahe dalam bentuk biscuit yang berfungsi sebagai bahan dasar masakan lezat dan juga membantu meningkatkan kesehatan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang manfaat jahe dan pengolahannya menjadi produk Nutraceutical kue jahe, serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang pemanfaatan jahe sebagai bahan makanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan di Posyandu Sakura III dusun Jambidan dengan mengundang semua anggota posyandu. Kegiatan dilaksanakan dengan metode konsultasi, demonstrasi dan evaluasi hasil pengolahan jahe menjadi biskuit jahe. Luaran dari kegiatan antara lain peningkatan pengetahuan peserta mengenai berbagai jenis jahe, manfaatnya bagi kesehatan , dan proses pengolahan menjadi kue jahe. Melalui demontrasi tersebut, para peserta memperoleh pengetahuan praktis mengolah jahe menjadi biskuit jahe, meliputi pemilihan jahe yang berkualitas, pengupasan, pemotongan, pengeringan, penyimpanan, dan pengemasan yang tepat. Kegiatan ini berpotensi menumbuhkan inovasi produk berbahan dasar jahe. Lebih lanjut, hal ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memanfaatkan potensi jahe sebagai sumber pendapatan tambahan. Diharapkan setelah kegiatan ini, para peserta mampu memulai usaha berbasis produk biskuit jahe, meningkatkan pendapatan dan berkontribusi aktif terhadap minat pasar pemenuhan produk makanan sehat yang terus meningkat.
PENTINGNYA MINDFULNESS: PELATIHAN TEKNIK RELAKSASI UNTUK REMAJA KOMUNITAS OMAH KEBON YOGYAKARTA Siswatibudi, Harpeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.320

Abstract

Mindfulness adalah alat yang kuat untuk membantu individu, terutama remaja, untuk lebih terhubung dengan diri mereka sendiri, mengurangi stres, dan meningkatkan kesejahteraan mental. Dengan meluangkan waktu untuk berlatih mindfulness, orang dapat belajar untuk menghadapi tantangan kehidupan sehari-hari dengan lebih tenang dan berdaya. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran remaja atas dirinya supaya dapat mengendalikan dan mengelola kesehatan mentalnya. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada Bulan Agustus sampai dengan September 2024 dengan sasaran Remaja Usia 15 sampai dengan 18 Tahun yang terdaftar dalam Komunitas Remaja Omah Kebon, Sleman, Yogyakarta. Peserta pendampingan berjumlah 17 (tujuh belas) remaja. Kegiatan ini terbagai dalam 2 (dua) program selama 8 minggu.
PEMANFAATAN APLIKASI ELSIMIL UNTUK PENINGKATAN MENTAL HEALTH MELALUI MODEL PENDAMPINGAN KESEHATAN OLEH TIM TPK DI DUSUN JOHO DAN SENGKAN CONDONGCATUR SLEMAN Ratnaningsih, Dwi; Riansih, Chici; Siswatibudi, Harpeni; Nugroho, Haryo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Permata Indonesia Vol 7 No 2 (2024): Volume 7 Nomor 2, Oktober 2024
Publisher : Permata Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59737/jpmpi.v7i2.321

Abstract

Pendahuluan: Masalah kesehatan mental di Indonesia, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda, sering dianggap tabu meskipun prevalensinya meningkat. Penggunaan teknologi, seperti aplikasi ELsimil, dapat menjadi solusi untuk memberikan dukungan psikologis yang mudah diakses. Pendampingan oleh Tim Pembina Kesehatan (TPK) juga penting untuk meningkatkan pemahaman dan akses terhadap layanan kesehatan mental. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkankesehatan mental masyarakat di Dusun Joho dan Sengan Condongcatur, Sleman, melalui pemanfaatan aplikasi ELsimil dan pendampingan kesehatan oleh Tim TPK. Metode: Kegiatan dilakukan dengan pendekatan edukasi dan pelatihan kepada 50 peserta dari kedua dusun, melibatkan Tim TPK dalam penggunaan aplikasi ELsimil. Evaluasi dilakukan untuk menilai dampak aplikasi terhadap peningkatan kesejahteraan mental masyarakat. Hasil: Pemanfaatan aplikasi ELsimil terbukti efektif dalammeningkatkan pemahaman peserta tentang pengelolaan stres dan kecemasan. Selain itu, pendampingan oleh Tim TPK meningkatkan kepercayaan diri masyarakat dalam mencari bantuan kesehatan mental. Kesimpulan: Kombinasi penggunaan aplikasi ELsimil dan pendampingan oleh Tim TPK efektif dalam meningkatkan kesehatan mental masyarakat. Program ini dapat dijadikan model untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan mental yang lebih mudah dan terjangkau di wilayah lain.

Page 4 of 10 | Total Record : 98