cover
Contact Name
Ahmad Kholiqul Amin
Contact Email
choliqamin@gmail.com
Phone
+6285648732677
Journal Mail Official
lppm@ikippgribojonegoro.ac.id
Editorial Address
Jalan Panglima Polim No.46 Bojonegoro
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat)
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : 25811320     EISSN : 25812572     DOI : http://dx.doi.org/10.30734
The aim of this journal publication is to disseminate the conceptual thoughts or ideas that have been achieved in the area of community services. J-ABDIPAMAS, particularly focuses on the main problems in the development of the sciences of community services areas as follows: Community Services Training, Marketing, Appropriate Technology, Design; Community Empowerment, Social Access; Student Community Services; Education for Sustainable Development.
Articles 430 Documents
Pelatihan Pengolahan Minuman Herbal untuk Meningkatkan Nilai Tambah Tanaman Obat Secara Ekonomi Nugraheni Hadiyanti
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3077

Abstract

ABSTRACTThe use of medicinal plants continues to grow along with the increasing awareness of natural products. This community service activity is a collaboration of lecturers and students that aims to increase the added value of medicinal plants into herbal drinks that are healthy and economically prospective. The activities was carried out in Dusun Ganggang Malang, RT 04 TW 08, Sumengko Village, Sukomoro District, Nganjuk Regency. Implementation methods include observation, socialization and counseling, training in herbal beverage processing (liquid, powder), and activity evaluation. The result of this community service activity is that the people in Ganggang Malang Hamlet, RT 04 RW 08, Sumengko Village, Nganjuk Regency, are familiar with various medicinal plants and have used them for cooking spices and herbal medicines. This herbal drink processing training was an interesting activity and received a positive response from the people of Sumengko Hamlet. The manufacture of medicinal plants into healthy and nutritious herbal drinks to increase added value economically. The activity evaluation shows that the understanding of the types, benefits, methods of making herbal drinks (liquid and powder), packaging methods, and business opportunities is quite good, above an average of 70%. This activity is a means of transferring technological innovation from academics to the community.Keywords: herbal drinks, added value, medicinal plant ABSTRAKTanaman obat terus berkembang pemanfaatannya seiring semakin meningkatnya kesadaran terhadap produk alamiah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini merupakan kolaborasi dosen dan mahasiswa yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah tanaman obat menjadi minuman herbal yang sehat dan prospektif secara ekonomi. Kegiatan dilakukan di Dusun Ganggang Malang RT 04 TW 08 Desa Sumengko Kecamatan Sukomoro Kabupaten Nganjuk. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah observasi, sosialisai dan penyuluhan, pelatihan pengolahan minuman herbal cair dan serbuk, serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan adalah masyarakat di Dusun Ganggang Malang RT 04 RW 08 Desa Sumengko Kabupaten Nganjuk cukup mengenal berbagai tanaman obat dan telah memanfaatkan untuk bumbu dapur dan obat herbal. Pelatihan pengolahan minuman herbal ini sebagai kegiatan yang menarik dan mendapat respon positif dari masyarakat. Pengolahan tanaman obat menjadi minuman herbal yang sehat dan bergizi untuk meningkatkan nilai tambah secara ekonomi. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan pemahaman terhadap jenis, manfaat, cara pembuatan minuman herbal (cair dan serbuk), cara pengemasan dan peluang usaha cukup bagus diatas rata-rata 70%. Kegiatan ini menjadi sarana transfer inovasi teknologi dari akademisi kepada masyarakat.Kata Kunci: minuman herbal, nilai tambah, tanaman obat 
Pemanfaatan Ikan Ekonomis Rendah Menjadi Tepung Ikan di Pesisir Teluk Banten Adi Susanto; Suherna Suherna; M. Ana Syabana; Rifki Prayoga Aditia; Hery S. Nurdin
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2837

Abstract

ABSTRACTOne of the problems in the apollo fisheries in Banten Bay is the utilization of by-catch. By-catch is non taget species in apollo fishing gear which has a relatively small size and low price. By-catch are generally used as animal feed or bait for traps. This activity aims to introduce technology and increase community capacity in processing by-catch into fish meal. The activity was conducted in stages, starting with the build of drying houses, purchasing of fish meal equipment, training and trials of processing by-catch into fish meal. To produce one kilo gram of fish meal, 3.5 kg of by-catch are needed as raw materials. KUB Sedayu buys by-catch from fishermen for Rp. 1,000 per kg. Processing of by-catch into fish meal can increase the added value of by-catch by Rp. 1,285 per kg. Intensive assistance still needs to be done so that fish meal production can run in a sustainable manner with maintained quality.Keywords: Apolo, assistance, low economic fishes, value added ABSTRAKSalah satu permasalahan dalam perikanan apolo di Teluk Banten pemanfaatan ikan Hasil Tangkapan Sampingan (HTS). Ikan HTS merupakan jenis ikan yang tertangkap pada alat tangkap apolo yang memiliki ukuran relatif kecil dan harga yang murah. Ikan HTS umumnya dimanfaatkan secara terbatas sebagai pakan ternak atau umpan alat tangkap bubu. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan introduksi teknologi dan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengolahan ikan HTS menjadi tepung ikan. Kegiatan dilakukan secara bertahap diawali dengan pembuatan rumah pengering, pembelian alat penepung, pelatihan dan uji coba pengolahan ikan HTS menjadi tepung ikan. Untuk menghasilkan satu kilo gram tepung ikan, dibutuhkan bahan baku 3,5 kg ikan HTS. KUB Sedayu membeli ikan HTS dari nelayan seharga Rp. 1.000 per kg. Pengolahan ikan HTS menjadi tepung ikan mampu meningkatkan nilai tambah ikan HTS sebesar Rp. 1.285 per kg. Pendampingan secara intensif masih perlu dilakukan sehingga produksi tepung ikan dapat berjalan seara berkelanjutan dengan mutu yang terjaga. Kata Kunci: Apolo, ikan ekonomis rendah, nilai tambah, pendampingan 
Optimalisasi Whatsapp Business untuk Meningkatkan Penjualan Mitra Samira Travel Moh. Chairil Asmawan; Suranto Suranto; Rochman Hadi Mustofa; Habil Azhar Hendrawan; Kartika Thoyibbah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3058

Abstract

One of the problems faced by Samira Travel's partners is marketing and skills in utilizing technology, especially WhatsApp business. This social media is very popular in Indonesian society, but not all Indonesian people, especially Samira Travel partners, know this application. For this reason, there needs to be a training activity so that Samira Travel partners can take full advantage of this application. This activity was carried out using the Training of Trainner (TOT) method which was carried out for approximately 6 hours which was divided into 2 sessions, lecture sessions and hands-on practice. The activity was held at the Samira Travel Soloraya branch office which was attended by the head of the Samira Travel Soloraya branch and 30 partners of Samira Travel. The purpose of this training activity is that Samira Travel's partners can implement strategies to take advantage of digital marketing through the WhatsApp business. The results of this training activity showed that 97% of those present already had a WhatsApp business account and 3% did not have a WhatsApp business account because cellphones were not supported. Samira Travel partners have proven to understand the use or management of whatsapp business as a sales medium. In addition, Samira Travel's partners feel that there is an increase in their skills on how to optimize various features in WhatsApp business. Suggestions from training activities are the need for follow-up activities with different materials, namely how to create promotional contentSalah satu permasalahan yang dihadapi oleh mitra Samira Travel adalah pemasaran atau marketing dan ketrampilan dalam memanfaatkan teknologi khususnya whatssapp business. Sosial media ini sangat popular di masyarakat Indonesia, namun tidak semua maysrakat Indonesia khususnya mitra Samira Travel mengetahui aplikasi ini. Untuk itu, perlu ada suatu kegiatan pelatihan agar mitra Samira Travel dapat memanfaatkan apliaksi ini secara maksimal. Kegiatan ini dilaksanakan dengan Metode Training of Trainner (TOT) yang dilaksanakankurang lebih selama 6 jam yang dibagi menjadi 2 sesi, sesi ceramah dan praktik secara langsung. Kegiatan dilaksakan di kantor cabang Samira Travel Soloraya yang dihadiri oleh kepala cabang Samira Travel Soloraya dan mitra Samira Travel yang berjumlah 30 mitra. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah mitra Samira Travel dapat menerapkan strategi untuk memanfaatkan digital marketing melalui whtassapp business. Hasil dari kegiatan pelatihan ini menunjukkan bahwa 99% yang hadir telah memiliki akun whatssapp business dan 1% belum memiliki akun whatsssapp business dikarenakan handphone tidak support. Mitra Samira Travel terbukti sudah memahami dalam penggunaan ataupun pengelolaan whatsapp business sebagai media penjualan. Selain itu, mitra Samira Travel merasakan adanya peningkatan ketrampilan tentang cara mengoptimalkan berbagai fitur yang ada di whatssapp business. Saran dari kegiatan pelatihan adalah perlunya kegiatan tindak lanjut dengan materi yang berbeda yaitu bagaimana cara membuat konten promosi
Pendampingan Pembuatan LKPD menggunakan platform Liveworksheets untuk Meningkatkan Kompetensi Pengajar Pembelajaran Daring Hermanto Hermanto; Meliyana Aini; Mita Akbar Sukmarini; Harliana Harliana
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3257

Abstract

ABSTRACTThe role of elementary school teachers is required to be more creative and innovative so that learning can run well. Therefore, in improving the competence of elementary school teachers, an alternative to making interactive LKPD (Learner Worksheets) is needed to support the online learning process. The community service at SDN 3 Buluagung aims to assist in making LKPD online with liveworksheet to improve the competence of elementary school teachers to be more creative in using online media. Liveworksheet is an online learning platform that allows teachers to use e-worksheets or worksheets that can be done online and send answers to the teacher. On this platform, teachers can create interactive exercises such as multiple choice, short form, term order, and others. The results of observations made by the research are interviews, questionnaires, questionnaires and writing directly on paper. Materials for the implementation of the service in the form of laptops, computers and cellphones while the research material is the introduction of the liveworksheet platform as an alternative to making interactive LKPD. ABSTRAKPeran pengajar Sekolah Dasar dituntut untuk lebih kreatif dan berinovasi agar pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Oleh karena itu dalam meningkatkan kompetensi pengajar Sekolah Dasar maka diperlukan alternatif pembuatan LKPD (Lembar Kerja Peserta Didik) yang interaktif untuk menunjang proses pembelajaran secara daring. Pada pengabdian masyarakat di SDN 3 Buluagung bertujuan untuk mendampingi Pembuatan LKPD secara online dengan liveworksheet untuk meningkatkan kompetensi pengajar Sekolah dasar untuk lebih kreatif dalam penggunaan media daring. Liveworksheet merupakan sebuah platform pembelajaran daring yang memungkinkan guru mnggunakan e-worksheet atau lembar kerja yang dapat dikerjakan secara online dan mengirimkan jawaban pada guru. Pada platform ini, pengajar dapat membuat latihan interaktif seperti pilihan ganda, isian singkat, urutan istilah, serta lain-lain. Hasil observasi yang di lakukan penelitian yaitu dengan wawancara, angket, kuesioner dan penulisan secara langsung di kertas. Bahan untuk pelaksanaan pengabdian berupa laptop, komputer dan handphone sedangkan materi penelitian adalah pengenalan platform liveworksheet sebagai alternatif pembuatan LKPD interaktif.
Literasi Digital dan Merdeka Belajar: Pelatihan Pembuatan Media Pembelajaran Video pada Guru TK di Gunung Pati Semarang Testiana Deni Wijayatiningsih; Eko Andy Purnomo; Riana Eka Budiastuti; Dian Candra Prasetyanti; Dodi Mulyadi; Afni Izzatul Jannah; Rendy Adityansah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2945

Abstract

ABSTRACTBased on a survey at the Dabin Gunung Pati Semarang Kindergarten school, only 32% of the 50 teachers were skilled in digital information literacy and ICT. In addition, the learning media used by teachers is still limited to what's apps, social media, video recordings, and limited face-to-face meetings. In addition, teaching skills in implementing digital literacy need to be improved, and teachers' knowledge in the DABIN TK/PAUD group is limited. Besides, Merdeka Belajar's implementation in kindergarten needs to be appropriately implemented. Based on the problems encountered, the service team designed solutions: Training and Workshop on Making Learning Video Media, Digital Literacy Training and Workshop, and the third solution are Independent Curriculum Workshop. The result shows that there is an increase in the skills of the teacher group at DABIN Gunung Pati in teaching by creating media and methods relevant to the digital literacy-based independent curriculum. In addition, this knowledge transfer motivates Kindergarten/young learners teachers to innovate when carrying out the teaching and learning process in their respective classes.Berdasarkan survei di lokasi sekolah-sekolah TK kelompok Dabin Gunung Pati Semarang hanya 32 % dari 50 guru di Kecamatan tersebut yang sudah terampil dalam literasi informasi digital dan TIK. Selain itu, media pembelajaran yang digunakan oleh para guru masih terbatas dengan social media whats app, video rekaman, dan tatap muka terbatas.. Selain itu keterampilan guru dalam mengimplementasikan literasi digital belum memadai dan terbatasnya pengetahuan guru-guru di Kelompok DABIN TK/ PAUD , serta implementasi kurikulum merdeka di TK belum terimplementasi dengan baik. Berdasarkan masalah yang dihadapi, tim pengabdi merancang solusi yakni sebagai berikut; Pelatihan dan Workshop Pembuatan Media Video Pembelajaran, Pelatihan dan Workshop Literasi Digital, dan solusi ketiga adalah Workshop kurikulum merdeka. Solusi tersebut menghasilkan peningkatan keterampilan kelompok guru di DABIN Gunung Pati dalam mengajar dengan membuat media dan metode yang relevan dengan kurikulum merdeka berbasis literasi digital. Selain itu, transfer ilmu ini mendorong motivasi guru TK/AUD dalam berinovasi ketika melaksanakan proses belajar mengajar di kelas masing-masing.
Workshop Pembuatan Asesmen Numerasi dalam Kurikulum Merdeka bagi Guru Sekolah Dasar Iyan Rosita Dewi Nur; Anik Yuliani; Hanifah Nurus Sopiany; Darso Sugiono
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2973

Abstract

Assessment is a form of assessment that is used to measure cognitive abilities or student learning outcomes at the primary, secondary and equivalent levels. The minimum competency assessment is used to see how the deficiencies are mapped in learning activities so that improvements can be made in subsequent activities which in the end can obtain the skills or abilities of Indonesian students as a whole. The main objective in carrying out this activity is to improve the ability of teachers to make in-depth assessments of the independent curriculum so that in the end it is expected to improve students' abilities in learning mathematics. This activity was carried out in the form of a workshop with material on training in making assessments in the independent curriculum. This activity involved 25 participants who were elementary school teachers in Curug village, Klari district, Karawang district. This community service activity uses the method of carrying out lectures related to the National Assessment, minimum competency assessment, providing training in compiling assessment questions related to numeracy literacy, assigning assignments, and discussing. -mathematical assessment questions. The response of the workshop participants to the material provided was very good, especially in terms of the urgency of the material, the scope of the training material, the time it was held and the competence of the resource persons. Post-training assistance is carried out 1 time after 3 weeks of workshop activities.Asesmen merupakan salah satu bentuk penilaian yang digunakan dalam mengukur kemampuan kognitif atau hasil belajar siswa di tingkat dasar, menengah dan yang sederajat. Asesmenkompetensi minimum digunakan dalam melihat bagaimana pemetaan kekurangan-kekurangan yang berada di dalam kegiatan pembelajaran sehingga dapat dilakukan perbaikan dalam kegiatan selanjutnya yang pada akhirnya bisa didapatkan kecakapan atau kemampuan siswa Indonesia secara utuh. Tujuan Utama dalam pelaksanaan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan kemampuan para guru membuat asesmendalam kurikulum merdeka sehingga pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar matematika. Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk workshop dengan materi tentang pelatihan pembuatan asesmen dalam kurikulum merdeka. Kegiatan ini melibatkan 25 peserta yang merupakan guru sekolah dasar di desa Curug kecamatan Klari kabupaten Karawang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode pelaksanaan ceramah terkait Asesmen Nasional,  asesmen kompetensi minimum, memberikan pelatihan penyusunan soal-soal asesmen  terkait literasi numerasi, pemberian tugas, dan diskusi Dari pemberian tugas mandiri yang diberikan kepada peserta, di atas 90% guru mampu menyusun soal-soal asesmen matematika. Respon para peserta workshop terhadap materi yang diberikan sangat bagus, terutama pada segi aspek urgensi materi, cakupan materi pelatihan, waktu penyelenggaraan dan kompetensi narasumber. Pendampingan pasca pelatihan dilakukan 1 kali setelah 3 minggu kegiatan workshop selesai dilaksanakan.
Empowerment of Tourism Potential and Information Technology-Based MSMEs in Sumbergedang Village
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.3120

Abstract

ABSTRACTThe community service implementation team of Sumbergedang Village, located in Pandaan District, Pasuruan Regency, was responsible for carrying out some different work programs. These programs included the development of tourism potential as well as information technology-based MSMEs. The problem that needs to be solved is empowering the potential of the tourism village community and the creative economy as its support. This project aims to build motivation and develop the potential of the village community to build and create a clean, beautiful, and comfortable tourist village. Additionally, it seeks to improve the creative economy of the Sumbergedang village community. Keywords: community service, empowerment, information technology, MSME, tourism.  ABSTRAKKelompok kegiatan pengabdian masyarakat desa Sumbergedang Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, tim pelaksanaan pengabdian masyarakat melakukan beberapa program kerja, antara lain prngembangan potensi wisata dan UMKM Berbasis Teknologi Informasi. Permasalahan yang dihadapi yaitu pemberdayaan potensi masyarakat desa wisata dan ekonomi kreatif sebagai pendukungnya. yang bertujuan untuk membangun motivasi dan mengembangkan potensi masyarakat desa untuk membangun dan menciptakan desa wisata yang bersih, indah, dan nyaman dan juga meningkatkan ekonomi kreatif masyarakat desa Sumbergedang. Kata Kunci: pengabdian masyarakat, pemberdayaan, teknologi informasi, UMKM, pariwisata
Pelatihan Pemanfaatan Sampah Organik sebagai Upaya Menumbuhkan Gerakan Peduli Lingkungan Joko Setiyono; Masnuatul Hawa; Sutrimah Sutrimah; M Alfin Fathoni
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 1 (2023): April 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i1.2846

Abstract

MI Mambaul Huda Ngraseh is a private school located in Ngraseh Village, Dander District, Bojonegoro Regency. This school is located approximately 100 meters from the village market Ngraseh MI mambaul Huda has a large number of students, approximately in grades 1-6 there are 400 students. The number of students, of course, also makes the trash in the school environment also more and more. Therefore, this study aims to: (1) disseminate information about the types of organic and non-organic waste; (2) instill awareness and care for a clean environment to the students; and (3) conduct training that supports the use of organic waste for composting. The research method used are presentation and practice. The subjects of this study were 30 students of MI Mambaul Huda Ngraseh, consisting of 15 male students and 15 female students. The results of study showed that the enthusiasm of MI Mambaul Huda students was high. This can be seen through the results of student responses in questionnaire to the training on the use of organic waste, namely the satisfaction indicator for the topic material in which 20 students answered very interesting; for the clarity of material, there were 16 students answered very interesting; for the media, there were 15 students answered very interesting, and for the material practice indicators, there were 20 students answered very interesting. MI Mambaul Huda Ngraseh merupakan sekolahan swasta yang terletak di Desa Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Sekolahan ini terletak kurang lebih 100 meter dari pasar desa Ngraseh MI mambaul Huda memiliki jumlah siswa yang banyak, kurang lebih kelas 1-6 ada sejumlah 400 siswa. Banyaknya mahasiswa tentunya juga membuat sampah yang ada dilingkungann sekolah juga semakin banyak. Oleh sebab itu penelitian ini bertujuan untuk: (1) melakukan sosialisasi tentang jenis sampah organik dan nonorganik; (2) menanamkan sikap sadar dan peduli lingkungan bersih pada siswa; dan (3) melakukan pelatihan yang mendukung pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan pupuk kompos. Metode penelitian yang digunakan adalah metode presentasi dan praktik. Subyek penelitian ini adalah  30 siswa MI Mambaul Huda Ngraseh, yang terdiri dari 15 siswa laki-laki dan 15 siswa perempuan. Hasil penelitian meunjukkan antusiasme siswa MI Mambaul Huda yang tinggi hal ini dapat dilihat melalui hasil angket respon siswa terhadap pelatihan pemanfaatan sampah organik, yaitu indikator kepuasan topik materi 20 siwa menjawab sangat menarik, kejelasan materi 16 siswa menjawab sangat menarik, media 15 siswa menjawab sangat menarik, dan pada indikator praktik materi 20 siswa menjawab sangat menarik.  
Evaluasi Diri Guru Bahasa Jepang terhadap Penguasaan Modul Ajar dan ATP berdasarkan Kurikulum Merdeka Dwi Puspitosari; Ai Sumirah Setiawati; Heni Hernawati
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.3600

Abstract

ABSTRACTThis series of service activities has been carried out in collaboration between the service team and the Japanese Language MGMP of Central Java province. A preliminary study was conducted to find out the latest information regarding the urgent needs of Japanese language teachers in Central Java. Based on the information obtained, the problem faced is the lack of assistance from teaching practitioners in creating teaching modules and the flow of learning objectives which must be adapted to the Merdeka Curriculum. Assistance in creating teaching modules and seminars was carried out in 3 meetings. During mentoring, participants are given an understanding of the differences between the old curriculum and the Merdeka Curriculum in terms of competency achievements and the roles of teachers and students in teaching and learning activities. It is hoped that this activity can help Japanese teachers in the initial process of teaching to learning evaluation. Seminar activities regarding the differences in the application of the Merdeka Curriculum in high schools and universities are expected to equip high school students and teachers to prepare to continue learning Japanese at the tertiary level, as well as equip Japanese Language Education students and lecturers who will guide PLP, so that they can become more familiar with the application of the Merdeka Curriculum in Senior High School. Keywords: Teaching Module, Flow of Learning Objectives, Merdeka Curriculum, Japanese language learning ABSTRAKSerangkaian kegiatan pengabdian ini telah dilaksanakan dengan kerja sama antara tim pengabdian dan MGMP Bahasa Jepang provinsi Jateng. Studi pendahuluan dilakukan untuk mengetahui informasi terkini mengenai kebutuhan mendesak para guru bahasa Jepang di Jawa Tengah. Berdasarkan informasi yang didapat masalah yang dihadapi adalah minimnya pendampingan dari praktisi pengajar dalam pembuatan modul ajar dan alur tujuan pembelajaran yang harus disesuaikan dengan Kurikulum Merdeka. Pendampingan pembuatan modul ajar serta seminar dilaksanakan dalam 3 kali pertemuan. Saat pendampingan, peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan kurikulum lama dan Kurikulum Merdeka dalam hal capaian kompetensi dan peran guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu guru bahasa Jepang dalam proses awal pengajaran hingga evaluasi pembelajaran. Kegiatan seminar tentang perbedaan penerapan Kurikulum Merdeka di SMA dan Perguruan Tinggi diharapkan membekali siswa dan guru SMA untuk persiapan melanjutkan pembelajaran bahasa Jepang di tingkat perguruan tinggi, serta membekali mahasiswa dan dosen Pendidikan Bahasa Jepang yang akan membimbing PLP, agar dapat lebih mengenal penerapan Kurikulum Merdeka di SMA. Kata Kunci: Modul Ajar, Alur Tujuan Pembelajaran, Kurikulum Merdeka, Pembelajaran bahasa Jepang
Media Pembelajaran Interaktif Virtual Bitmoji Scene di Mi Miftahul Ulum 02 Honggosoco Muhammad Misbahul Munir; Harminto Mulyo; Fira Nadliratul Afrida; Irma Nur Af’idah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 7, No 2 (2023): Oktober 2023
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v7i2.2829

Abstract

ABSTRACTTechnological advances involve renewal and innovation in various aspects, one of its is in learning. Technology-based interactive media need to be developed to support the learning process. In this case, the role of educators is very important in developing media. But in reality, there are still many educators who have not been able to create and innovate learning media development. This will certainly affect the learning interest of students because learning is monotonous and boring. The solution offered is based on the description of the problem, namely by assisting in the creation of technology-based interactive learning media. One of the technology-based interactive media that can be developed to improve the quality of education is Virtual Bitmoji Scene. Virtual Bitmoji Scene is an effective interactive learning media by applying animated characters that can be adapted to the age background of SD/MI students. This assistance is able to help educators create interactive learning media so that it is hoped that learning objectives will be more easily achieved. Based on the results of the mentoring and training activities carried out from the four assessed aspects, namely the understanding and skills of educators in using technology-based learning media as well as the understanding and ability of educators to create interactive learning media Virtual Bitmoji Scene, an average increase of 65.55% was obtained. . So it can be concluded that there is improvement of educators understanding and skill regarding interactive learning media based on Virtual Bitmoji Scene technology. Keywords : Technology, Interactive, Virtual Bitmoji Scene  ABSTRAKKemajuan teknologi mengharuskan adanya pembaruan dan inovasi di berbagai aspek, salah satunya dalam pembelajaran. Media interaktif berbasis teknologi perlu dikembangkan untuk menunjang proses pembelajaran. Dalam hal ini, peran pendidik sangat penting dalam mengembangkan media. Namun pada kenyataannya, masih banyak pendidik yang belum mampu berkreasi dan berinovasi dalam mengembangkan media pembelajaran. Hal ini tentu akan berpengaruh pada minat belajar peserta didik dikarenakan pembelajaran yang monoton dan membosankan. Solusi yang ditawarkan berdasarkan uraian permasalahan tersebut yaitu dengan pendampingan pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis teknologi. Salah satu media interaktif berbasis teknologi yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yaitu Virtual Bitmoji Scene. Virtual Bitmoji Scene merupakan media pembelajaran interaktif yang efektif dengan menerapkan karakter animasi yang dapat disesuaikan dengan latar belakang usia peserta didik SD/MI. Pendampingan ini mampu membantu pendidik membuat media pembelajaran interaktif sehingga diharapkan tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Berdasarkan hasil kegiatan pendampingan dan pelatihan yang dilakukan  dari ke empat aspek yang dinilai, yaitu pemahaman dan keterampilan pendidik dalam menggunakan media pembelajaran berbasis teknologi serta pemahaman dan kemampuan pendidik membuat media pembelajaran interaktif Virtual Bitmoji Scene, diperoleh hasil rata-rata peningkatan sebesar 65,55%. Sehingga dapat disimpulkan terjadi peningkatan pemahaman dan keterampilan pendidik mengenai media pembelajaran interaktif berbasis teknologi Virtual Bitmoji Scene. Kata Kunci : Teknologi, Interaktif, Virtual Bitmoji Scene