cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi No. 1 Gedung Manterawu Lt. 5
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Art & Design
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559349     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian Art & Design. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 2,043 Documents
PENATAAN KAMERA FILM PENDEK LAYU SEBAGAI MEDIA EDUKASI TERHADAP KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KERJA Alexander Daniel Arifin; Muchammad Zaenal Al Ansory; Lingga Agung
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Isu kekerasan berbasis gender di lingkungan kerja, khususnya terhadap perempuan, masih menjadipersoalan kompleks yang kerap dinormalisasi dalam kehidupan sehari-hari. Perempuan yang bekerja di sektorinformal seperƟ peternakan sering mengalami keƟmpangan upah, beban kerja ganda, hingga pelecehan non-verbalakibat sistem kerja yang patriarkal. Melalui perancangan ini, penulis merancang penataan kamera dalam Įlm pendekLAYU sebagai media edukasi sekaligus representasi isu tersebut, dengan menekankan tekanan sosial dan psikologisyang dialami tokoh utama. Perancangan dilakukan menggunakan metode kualitaƟf deskripƟf, melalui wawancara,observasi lapangan, studi pustaka, serta referensi visual dari Įlm-Įlm bertema serupa. Gaya visual mengacu padapendekatan semi-realis, dengan pencahayaan natural, teknik kamera handheld dan sƟll, serta framing tertutup untukmembangun kesan tertekan dan terasing. Hasil perancangan menunjukkan bahwa Įlm pendek dapat menjadimedium yang kuat dalam menyampaikan isu sosial secara emosional dan reŇekƟf, serta membantu mendorongkesadaran penonton terhadap bentuk-bentuk kekerasan yang sering kali Ɵdak kasat mata namun berdampak nyata.Kata Kunci: Penataan Kamera, Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Lingkungan Kerja, Representasi Visual,SinematograĮ, Semi-Realisme.
PENATAAN KAMERA FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR Muhammad Rifqi Al Ariq; Lingga Agung; Anggar Erdhina Adi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil teh terbesar di dunia, namunmasih menghadapi masalah kesejahteraan bagi para pekerja perkebunan teh.Perancangan ini mengangkat kondisi pekerja di perkebunan teh Maleber, Cianjur, JawaBarat, yang terdampak oleh alih fungsi lahan menjadi tambang pasir, sehinggamengurangi luas kebun dan hasil panen. Film pendek Pergi Petik Pulang dibuat sebagaimedia visual untuk menggambarkan tantangan tersebut dan menyampaikan pesan sosialtentang pentingnya kesejahteraan pekerja serta keberlanjutan industri teh. Prosesperancangan dilakukan melalui observasi lapangan dan observasi karya sejenis denganpendekatan analisis tematik dan konten. Tahapan produksi dimulai dari pra produksidengan observasi lokasi, penyusunan shotlist dan storyboard, hingga persiapan alat. Saatproduksi, pengambilan gambar dilakukan sesuai konsep visual dengan memperhatikanangle, shot size, movement, dan composition. Pada tahap pasca produksi, penata kameraberperan dalam penyelarasan visual melalui camera report dan membantu proses editingseperti color grading. Hasil perancangan menunjukkan bahwa pendekatan sinematografiyang terarah dan sesuai konteks dapat memberikan representasi yang kuat, serta menjadimedia edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu kesejahteraanpekerja teh.Kata kunci: Kesejahteraan, Teh, Film pendek, Penata kamera
Brown, B. (2016). Cinematography: Theory and PracƟce (3rd ed.). Focal Press. Ramadhan, A., & Adi, A. E. (2016). SinematograĮ dalam Film Pendek. Jakarta: Akademika. Rosandi, A., & Adi, A. E. (2018). Dasar-Dasar Penataan Kamera. Yogyakarta: Andi Publisher. Habib Nurdi Pramana; Sri Dwi Astusti Al Noor; Wibisono Tegar Guna Putra
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada Penelitian ini berfokus membahas tentang kecanduan game online menjadipermasalahan serius di kalangan remaja, khususnya di Kota Bandung. Fenomena ini berdampakpada perilaku sosial, kesehatan mental, dan kualitas hidup remaja. Tugas akhir ini bertujuan untukmerancang penataan kamera pada film pendek bergenre fiksi ilmiah berjudul “Alt+F4 Shutdown”yang menyampaikan pesan tentang bahaya dan dampak negatif kecanduan game online sebagaibentuk penyadaran kepada remaja. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif denganjenis analisis deskripsi dan analisis matriks komparatif untuk mendapatkan acuan gambar untukmenata kamera dalam film pendek ini. teknik pengumpulan data melalui observasi langsung danstudi dokumen. Selain itu, dilakukan analisis deskriptif dan analisis matriks komparatif terhadapkarya film sejenis untuk memperkuat dasar visual dan sinematik film. Hasil perancangan beradapada aspek penataan kamera yang memiliki peran penting dalam membentuk ekspresi visual danemosional karakter. Melalui pendekatan visual yang kuat, film pendek ini diharapkan mampumenjadi media reflektif sekaligus edukatif bagi remaja agar lebih sadar dan bijak dalam mengaturwaktu bermain game online..Kata kunci: Kecanduan Game Online, Penata Kamera, Fiksi Ilmiah, Film Pendek
PENYUNTINGAN FILM DOKUMENTER OBSERVASIONAL BERJUDUL OH DARLING MENGENAI UPAYA WARGA KAMPUNG CIBUNUT DALAM PENANGGULANGAN SAMPAH Muhammad Barlian Rachman Maula; Yosa Fiandra; Sri Dwi Astuti Al Noor
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertumbuhan jumlah penduduk berpengaruh terhadap peningkatanjumlah dan jenis sampah yang dihasilkan. Tingginya volume sampah di wilayahperkotaan terutama di Kota Bandung, hal ini mengindikasikan bahwa sebagian besarsampah masih belum bisa dimanfaatkan secara maksimal. Sistem pengelolaansampah saat ini masih belum bisa terbilang efektif untuk mengurangi volumesampah tersebut. Namun, terdapat satu wilayah di tengah Kota Bandung yangbernama Kampung Cibunut Berwarna yang berhasil mengelola sampah secara baikmelalui program yang inovatif dan efektif yaitu, program KANG PISMAN (Kurangi,Pisahkan, Manfaatkan). Penelitian dan perancangan ini menggunakan metodekualitatif dengan cara pengumpulan data melalui studi pustaka, studi visual,observasi, kuesioner, dan wawancara. Dengan hasil output akhir berupa filmdokumenter yang menggabungkan gaya penyajian observasional dan ekspositorisebagai media informasi yang dapat digunakan untuk memperkenalkan KampungCibunut Berwarna dan program pengelolaan sampahnya ke kalangan umum. Dalamperancangan ini, penulis berperan sebagai penyunting gambar yang bertanggungjawab dalam menyusun alur cerita visual, memilih footage yang relevan, sertamengatur atmosfer dan narasi film agar pesan film bisa tersampaikan secara efektif. Kata kunci: Lingkungan, Sampah, Pengelolaan sampah, Film Dokumenter, Penyuntingan film dokumenter.
PENYUTRADARAAN FILM DOKUMENTER BERJUDUL "OH DARLING" TENTANG PENGELOLAAN SAMPAH DI RW 07 KAMPUNG CIBUNUT BERWARNA Mochamad Jami Trisandiaz; Yosa Fiandra; Sri Dwi Astuti Al Noor
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sampah merupakan isu global yang juga menjadi perhatian di Kota Bandung. Denganjumlah penduduk lebih dari 2,5 juta jiwa, timbulan sampah di kota ini mencapai sekitar 500ribu ton per tahun (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, 2024) Sayangnya,tingginya produksi sampah belum diimbangi pengelolaan yang optimal, sehinggamenimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, ekonomi, dan kesehatan. Dibutuhkan mediapenyampaian informasi yang bisa mengedukasi masyarakat dalam melakukan pengelolaansampah, terutama di level rumah tangga. Maka dari itu, penulis merancang sebuah filmdokumenter yang mengangkat cerita warga Kampung Cibunut Berwarna sebagai contoh nyatapengelolaan sampah mandiri. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif denganpendekatan metode etnografi melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan kuesioner.Hasil dari perancangan ini dibuat dalam bentuk film dokumenter, di mana penulis berperansebagai sutradara. Karya ini diharapkan dapat menjadi media edukatif sekaligus inspiratif bagimasyarakat dalam membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yangberkelanjutan.Kata Kunci: Sampah, Kampung Cibunut Berwarna, Pengelolaan Sampah, Penyutradaraan FilmDokumenter.
PENYUTRADARAAN FILM PENDEK LAYU SEBAGAI MEDIA MEDIA EDUKASI TERHADAP KEKERASAN BERBASIS GENDER DI LINGKUNGAN KERJA Agisni Nurlatifah; Muchammad Zaenal Al Ansory; Lingga Agung
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan berbasis gender masih menjadi tantangan besar yang sulitdiatasi di Indonesia, terutama karena budaya patriarki yang sudah mengakar kuat dalamkehidupan masyarakat. Budaya ini menempatkan laki-laki pada posisi dominan,sementara perempuan sering kali mengalami diskriminasi dan ketidakadilan dalamberbagai aspek kehidupan, baik sosial maupun ekonomi. Kondisi ini tidak hanyamerugikan perempuan, tetapi juga menghambat kemajuan masyarakat secarakeseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakattentang dampak kekerasan berbasis gender. Penelitian ini menggunakanpenyutradaraan film pendek sebagai media edukasi untuk mengubah persepsi stereotipgender, khususnya di lingkungan pedesaan. Dengan metode kualitatif deskriptif yangmelibatkan wawancara, observasi, dan studi literatur, penelitian ini bertujuanmendorong partisipasi aktif perempuan dalam berbagai bidang kehidupan sosial danekonomi. Hasil penelitian menunjukkan masih banyaknya kasus kekerasan, diskriminasi,dan ketidakadilan yang dialami perempuan, sehingga edukasi melalui film pendekdiharapkan dapat menjadi langkah efektif untuk meningkatkan kesadaran danmendorong perubahan positif di masyarakat.Kata kunci: Film Pendek, Kekerasan Berbasis Gender, Penyutradaraan.
PENYUTRADARAAN FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR Faza Auliaurrachman; Lingga Agung; Anggar Erdhina Adi
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki sekitar 97.560 hektar perkebunan teh dan merupakan salah satuprodusen teh terbesar di dunia, dengan Jawa Barat menyumbang dua pertiga produksinasional. Namun, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pekerjateh, terutama pemetik dan petani skala kecil. Di Perkebunan Maleber, Cianjur, upah yangrendah, penyusutan lahan akibat alih fungsi, serta stereotip pekerjaan menyebabkanminimnya regenerasi tenaga kerja. Hal ini mendorong perlunya media komunikasi yangmampu menyuarakan realitas tersebut secara efektif dan emosional. Untuk itu, dirancangsebuah film fiksi dengan pendekatan penyutradaraan formalis yang menggambarkankondisi kesejahteraan pekerja teh secara naratif dan visual. Proses perancangan meliputipra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, yang didahului oleh observasi lapangan danwawancara sebagai dasar penyusunan konsep cerita dan gaya penyutradaraan. Teknikanalisis tematik digunakan untuk menyusun struktur naratif yang relevan dengan isusosial, sedangkan teori formalisme diterapkan dalam pendekatan penyutradaraan. Hasilperancangan menunjukkan bahwa film fiksi mampu membangun empati terhadap isukesejahteraan, meskipun keterbatasan durasi dan kompleksitas isu menjadi tantangantersendiri. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai mediaedukasi dan informasi.Kata Kunci : Kesejahteraan, Pekerja teh, Pemetik, Alih fungsi lahan, Film Pendek,Penyutradaraan
PENYUTRADARAAN FILM ‘JAM WAJIB BELAJAR’ TENTANG GENERATION GAP TERHADAP PERUBAHAN CARA BELAJAR ANAK Putti Naswa Az Zahra Azwardi; Ardy Aprilian Anwar; Muchammad Zaenal Al Ansory
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan zaman mengubah cara anak-anak menikmati proses belajar. Pada masakini, anak-anak cenderung belajar secara interaktif melalui aktivitas berbasis minat.Sementara itu, sebagian orang tua masih memegang pandangan konvensional bahwabelajar harus dilakukan secara formal. Perbedaan pandangan ini memunculkangeneration gap dalam keluarga yang dapat menghambat komunikasi dan pemahamanterhadap proses belajar anak. Kondisi ini mendorong hadirnya media yang dapatmenyuarakan isu tersebut sebagai bentuk refleksi. Film memiliki kekuatan untukmerekam dan menampilkan realitas, sekaligus memicu dialog antar generasi. Oleh karenaitu, perancangan film pendek fiksi dengan pendekatan realisme dipilih untukmenggambarkan generation gap, dengan mempertimbangkan latar sosial dan budayasetempat. Proses perancangan dilakukan melalui tahap Pra-produksi, Produksi, danPasca-produksi dengan metode observasi lapangan, wawancara, studi literatur, sertaanalisis karya sejenis. Analisis tematik digunakan dalam merumuskan konsepperancangan. Pendekatan realisme AndrÈ Bazin diterapkan dalam teknik visual danpenyutradaraan. Hasil perancangan menunjukkan bahwa film pendek fiksi pendekatanrealisme mampu merepresentasikan realitas sebagai sarana refleksi bagi penontonnya. Kata Kunci : Generation Gap, Perubahan Belajar Anak, Era Digital, Film Pendek, Penyutradaraan, Realisme
PERANCANGAN STORYBOARD UNTUK ANIMASI 3D BALAS KANAN TERKAIT JURU PARKIR LIAR YANG DIPENGARUHI OLEH LINGKUNGAN SOSIAL Muhammad Rafly Aunandi; Irfan Dwi Rahadianto; Pebriyanto Pebriyanto
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena juru parkir liar masih menjadi persoalan sosial yang kompleks dan sulitdiatasi, terutama di kawasan perkotaan padat. Banyak pelaku berasal dari latarbelakang ekonomi yang kurang mampu dan lingkungan sosial yang tidak mendukung,sehingga mendorong mereka untuk terlibat dalam praktik ini. Remaja sebagaigenerasi penerus sering kali kurang memahami dampak negatif, baik secara sosialmaupun hukum, dari aktivitas tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk merancangmedia edukatif berupa storyboard animasi 3D yang dapat menarik perhatiansekaligus membangun kesadaran remaja terhadap isu ini. Penelitian menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasilapangan, wawancara, dan studi literatur. Perancangan storyboard mengedepankanpendekatan naratif yang memuat pesan emosional dan nilai sosial secara kuat. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa media visual berbasis animasi 3D mampu menjadisarana edukasi yang efektif, interaktif, dan mudah dipahami oleh remaja. Karya inidiharapkan dapat berkontribusi dalam penyampaian pesan sosial melalui mediakreatif yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi.Kata kunci: animasi 3D, edukasi remaja, juru parkir liar, lingkungan sosial, storyboard
PERANCANGAN 2D ANIMATE DALAM FILM ANIMASI BERJUDUL “TURNING POINT” TENTANG DAMPAK POSITIF DARI FENOMENA FOMO OLAHRAGA LARI Benly Ridwan; Arief Budiman; Muhammad Adharamadinka
eProceedings of Art & Design Vol. 13 No. 1 (2026): Februari 2026
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesehatan fisik masyarakat Indonesia saat ini masih tergolong rendah, di mana sebagian besartermasuk dalam kategori tidak bugar. Namun, situasi ini mulai berubah setelah munculnya fenomenaFear of Missing Out, atau FOMO. Dalam konteks olahraga, FOMO ternyata memberikan dampakpositif, seperti meningkatkan semangat untuk berolahraga di kalangan usia 18 hingga 25 tahun danmendorong seseorang untuk mencoba aktivitas fisik baru, misalnya lari. Penelitian ini akan membuatsebuah animasi pendek yang menggambarkan dampak positif dari FOMO sebagai cerita utamanya.Tujuan dari penelitian ini adalah memberikan edukasi sekaligus inspirasi bagi orang-orang yang sedangdalam usia produktif untuk mulai mengubah gaya hidup yang kurang aktif menjadi gaya hidup lebihsehat, dengan memanfaatkan adanya fenomena FOMO. Penelitian ini menggunakan metode kualitatifdengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan studi literatur. Data dianalisissecara deskriptif untuk mengetahui pola perilaku seseorang terkait FOMO dalam olahraga sertaefektivitas animasi sebagai media dalam mengubah persepsi mereka. Hasil penelitian menunjukkanbahwa media sosial memiliki peran penting dalam membentuk tren lari berbasis FOMO. Selain itu,penelitian juga menemukan bahwa pemahaman tentang audiens target, penggunaan cerita yangmenarik dan padat, serta teknik visualisasi animasi yang tepat sangat penting dalam membuat filmanimasi sebagai media edukasi mengenai fenomena FOMO dalam olahraga lari.Kata Kunci: FOMO, olahraga lari, animasi, media edukasi, dewasa awal