cover
Contact Name
Adhe Anniza
Contact Email
jurnalabdimasicsada@gmail.com
Phone
+628979004327
Journal Mail Official
jurnalabdimasicsada@gmail.com
Editorial Address
Jln. Dr. Wahidin No. 68A Kepatihan Bojonegoro
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal HUMANIS
ISSN : 25985124     EISSN : 25990098     DOI : -
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Humanis adalah kumpulan dari jurnal pengabdian masyrakat yang diterbitkan oleh lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM) ISTeK insan cendekia husada bojonegoro sebagai wahana komunikasi dalam penerapan ilmu dan memenuhi tugas dalam tri darma perguruan tinggi salah satunya adalah pengabdian kepada masyarakat, Jurnal Humanis diterbitkan secara berkala dua kali setahun (Februari dan Agustus)
Articles 121 Documents
PEMBINAAN KADER LANSIA DENGAN METODE KIE (KOMUNIKASI, INFORMASI DAN EDUKASI) DAN PELATIHAN KETRAMPILAN PEMERIKSAAN TTV DALAM UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA Retno Issroviatiningrum; Kurnia Wijayanti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Semakin bertambahnya jumlah penduduk lansia berhubungan dengan angka harapan hidup seseorang khususnya di Indonesia, dan akan memberikan pengaruh seorang lansia tersebut dalam menjalani kehidupannya, memberikan dampak pada aspek kebutuhan sosialnya dalam menjalin hubungan dengan orang lain, aspek ekonominya dan secara tidak langsung akan berpengaruh pada kesehatannya karena dengan semakin bertambahnya usia, akan terjadi penurunan fungsi organ tubuh baik karena faktor alamiah maupun karena penyakit. Melihat fenomena tersebut harus ada beberapa penanganan yang tepat untuk segera dilakukan untuk mencegah dampak – dampak yang akan terjadi pada Lansia. Posyandu Lansia merupakan salah satu pelayanan kesehatan pada usia lanjut yang bertujuan untuk menjaga dan mempertahankan tingkat kesehatan lansia. Posyandu Lansia yang berkualitas dapat terwujud jika terdapat SDM didalamnya, salah satunya adalah kader posyandu untuk mendapingi lansia sebagai tenaga kesehatan dalam memantau kesehatannya secara berkala. Tujuan dari dilaksanakannya pengabdian masyarakat dalam meberikan pembinaan kader lansia dengan metode KIE ini adalah meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kader tentang pelayanan kesehatan lansia. Metode yang diberikan adalah pelatihan yang dilakukan dengan metode ceramah,diskusi, dan melakukan demonstrasi keterampilan dalam pemeriksaan tekanan darah pada lansia. Hasil pembinaan ini didapatkan hasil mayoritas terjadi peningkatan pengetahuan tentang peran kader dan keterampilan kader lansia mengenai bagaimana melakukan pelayanan kesehatan lansia yang berkualitas.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT MELALUI COMMUNITY BASED HYPERTENSION CONTROL PROGRAM Mohamad Roni Al Faqih; Ferawati; Angger Anugerah Hadi Sulistyo; Ahmad Zainal Abidin; Ainul Mufidah
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Hipertensi adalah gangguan yang melibatkan 2 sistem yaitu pengaturan keseimbangan air garam dan fungsi kardiovaskular (Drummond, dkk, 2019). Menurut AHA (American Heart Association) di Amerika tekanan darah tinggi ditemukan satu dari setiap tiga orang atau 65 juta orang terkena hipertensi dan 28% atau 59 juta orang mengidap pre-hipertensi (Muhammadun, 2010: 14). Berbagai pendekatan telah dilakukan untuk menurunkan angka pengidap hipertensi juga mengontrol hipertensi. Pendekatan seperti promosi kesehatan minum obat, modifikasi diet, terapi komplementer dan program pencegahan hipertensi telah banyak dilakukan (None, 2021). Sehingga dibutuhkan suatu pendekatan yang berbeda khusus untuk penanganan dan pencegahan penyakit hipertensi, salah satunya dengan pendekatan Community-based Hypertension Control Program. Community-based Hypertension Control Program merupakan suatu modifikasi kegiatan peningkatan Kesehatan masyarakat yang berfokus pada pencegahan dan control terhadap hipertensi. Program yang menggabungkan edukasi, pendampingan, dan social support system diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap pencegahan hipertensi dan komplikasi hipertensi pada warga. Jumlah keluarga yang didampingi sebanyak 14 KK di RT 32 RW 06 sebanyak 5 KK dan RT 35 RW 06 sebanyak 9 KK. Kondisi kesehatan lingkungan Desa Ngampel berdekatan dengan perusahan produksi minyak dan gas yaaitu Pertamina EP 4 field Sukowati. Lansia yang mengalami hipertensi sebanyak 40 lansia. Metode pelaksanaan pada program Community-Based Hypertension Control Program meliputi tahap perencanaan, pra-pelaksanaan, pelaksanaan program, dan evaluasi dengan menggunakan form deteksi dini Penyakit Tidak Menular (PTM). Dari 30 peserta yang mengikuti senam hipertensi hanya 10 peserta yang mengalami penurunan tekanan darah, perlunya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya pencegahan hipertensi agar masyarakat mampu mengontrol dan merubah pola hidup supaya lebih sehat.
"ATTACK MOSQUITOES" DEMAM BERDARAH MASYARAKAT DESA NGAMPEL KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO Bayu Akbar Khayudin; Mei Fitria Kurniati; Errix Kristian Julianto; Ikha Ardianti; Yusuf Efendi
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Tanda gejala meliputi demam mendadak, sakit kepala, nyeri belakang bola mata, mual dan manifestasi perdarahan seperti uji tourniquet (rumple lead) positif, bintik merah di kulit (petekie), mimisan, gusi, berdarah dan lain sebagainya. Pada tahun 2020 terdapat penurunan yaitu 78 kasus dan 1 meninggal dunia. Manajemen pengendalian vektor secara umum yang telah diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 374/MENKES/PER/III/2010 tentang Pengendalian Vektor. Mengingat obat dan untuk mencegah virus Dengue hingga saat ini belum tersedia, maka cara utama yang dapat dilakukan sampai saat ini adalah dengan pengendalian vector penular (Aedes aegypti). Pengabdian masyarakat ini sebagai bentuk intervensi dan inovasi dalam mendorong masyarakat agar siap bermitra dalam menyelesaikan masalah kesehatan yang di alaminya secara mandiri. Kemandirian dalam batas intervensi dasar yang dapat di lakukan oleh orang awam. Masyarakat sehat dan cerdas adalah dampak yang diharapkan terwujud dengan di lakukannya program PerSaga secara terus menerus. Dalam hal ini masyarakat akan diberikan program inovasi untuk mencegah perkembang biakan nyamuk di rumah. Program ini dinamakan Ovitrap, yang merupakan jebakan nyamuk yang digunakan dengan alat dan bahan yang sederhana. Dengan inovasi ini diharapkan akan dapat mencegah terjadinya penyakit DBD di desa Ngampel, Kapas, Bojonegoro. Metode yang dilakukan adalah dengan memberikan sosialisasi terlebih dahulu ke mahasiswa sebagai pelaksana atau tim yang terlibat dalam program abdimas serta maping lokasi yang akan menjadi sasaran keluarga binaan. Keluarga yang didampingi sejumlah 11 keluarga binaan. Pelaksanaan pendampingan akan dilaksanakan berdasarkan POA (Planning Of Action) yang telah dibuat. Dosen bersama mahasiswa akan mengunjungi keluarga binaan sesuai dengan kontrak waktu yang telah disepakati sebelumnya. Pendampingan keluarga yang dilakukan menunjukkan kepedulian kepada masyarakat untuk mengetahui sejauh mana mampu melakukan perawatan diri terutama pada lingkup keluarga. Dalam hal ini adalah pencegahan penyakit demam berdarah yang ada di Kota Bojonegoro dengan metode ovitrap. Sehingga keluarga memahami tentang kebutuhan dan kemampuan meningkatkan derajat kesehatan keluarga dan melakukan pencegahan pada penyakit.
PELATIHAN PENGENALAN DAN PENANGANAN TANDA-TANDA BAHAYA KEHAMILAN PADA IBU HAMIL DAN KELUARGA DALAM UPAYA MENURUNKAN KASUS KEMATIAN IBU DI DESA DANDER KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Frenty RSN; Lia Hartanti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Angka Kematian Ibu (AKI) termasuk salah satu indikator penting dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganan (tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidental) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42 hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilannya per 100.000 kelahiran hidup. Menurut hasil penelitian Women Research Institute (2010) yang diolah dari Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, penyebab utama kematian ibu tertinggi adalah pendarahan (28%), seperti juga data SDKI 2012 menunjukkan akibat kematian ibu tertinggi adalah pendarahan (42%). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014, Pelayanan antenatal terpadu sebagaimana dimaksud pada ayat (3) merupakan pelayanan kesehatan komprehensif dan berkualitas yang dilakukan melalui: deteksi dini masalah, penyakit dan penyulit/komplikasi kehamilan; melibatkan ibu hamil, suami, dan keluarganya dalam menjaga kesehatan dan gizi ibu hamil, menyiapkan persalinan dan kesiagaan bila terjadi penyulit/komplikasi. Pada tahap awal yang dilakukan yaitu merencanakan kegiatan yang akan dilakukan. Hal ini akan memudahkan kegiatan karena akan terstruktur dan terjadwal sesuai dengan waktu dan tempat yang disepakati. POA dibuat terdiri dari waktu dan tempat pelaksanaan, jenis kegiatan, indikator, sasaran, tujuan dan alat yang dibutuhkan. Jadwal kegiatan tersebut dibuat menyesuaikan dengan tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu menemukan masalah kesehatan klien/keluarga. Disimpulkan masih ditemukannya ibu – ibu dengan kategori risiko terhadap bahaya kehamilan berupa usia dibawah 20 tahun dan hasil pemeriksaan kadar haemoglobin masih ditemukan ibu dengan kadar haemoglobin kurang dari normal. Hasil evaluasi dari kegiatan penyuluhan dengan menggunakan beberapa metode terdapat peningkatan pengetahuan ibu.
PEMBERDAYAAN KADER KESEHATAN MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN “GOLDEN AGE PERIOD FOR GOLDEN GENERATION SEBAGAI UPAYA PENIGKATAN KUALITAS BANGSA” PADA KADER KESEHATAN DI DESA DANDER KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Fitria Rizky Kurniawati; Niken Yuli Astuti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LP2M STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Golden age period adalah masa-masa dimana otak anak berkembang sangat pesat dan paling cepat dalam menyerap informasi. Periode emas merupakan suatu periode yang sangat vital atau sesuatu yang sangat penting dalam suatu siklus. Periode emas pada anak yaitu masa-masa penting dimana otak atau kecerdasan anak sangat berkembang pesat. Periode emas berada pada batas umur anak 0-3 tahun. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi kepada masyarakat: kader kesehatan, ibu bayi/balita, serta keluarga (ayah, nenek, kakek) akan pentingnya masa emas pertumbuhan. Kegiatan yang dilakukan secara community relation melalui penyuluhan dan pelatihan “Golden Age Period for Golden Generation”. Hasil pengabdian masyarakat ini yaitu peningkatan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran tentang Golden Age Period. Perkembangan otak adalah perkembangan yang tidak kasat mata seperti perkembangan fisik anak, oleh karena itu perkembangan otak anak sering sekali diabaikan oleh orang tua. Dalam perkembangan otak anak pada periode emas ini sangat diperlukan peran serta orang tua dalam mendukung perkembangan anak agar perkembangan otaknya menjadi optimal. peran orang tua sangat penting pada masa periode emas anak. Jika orang tua mengetahui betapa pentingnya periode emas tersebut untuk perkembangan otak anak secara optimal maka orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya, karena mempunyai anak yang cerdas adalah dambaan setiap orang tua apalagi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa. Kegiatan dilaksanakan pada periode bulan April - Agustus 2022. Lokasi kegiatan adalah di Wilayah Puskesmas Kanor Kabupaten Bojonegoro. Metode kegiatan adalah community relation melalui penyuluhan kesehatan dan training atau pelatihan kepada kader kesehatan. Hasil kegiatan ini peserta penyuluhan sangat antusias dengan materi yang diberikan, adanya buku panduan dan leaflet sangat membantu untuk dapat dibaca kembali di rumah. Kegiatan dapat berjalan dengan baik dan mendapat dukungan dari berbagai pihak, dilakukan demonstrasi selama pelatihan dapat meningkatkan pemahaman peserta, buku modul dapat menjadi sumber belajar yang lebih selain yang disampaikan oleh pembicara dan dapat dibaca kembali di rumah.
PENDAMPINGAN MASA NIFAS DENGAN PENDEKATAN O-MOMS (ONE MOTHER ONE MIDEWIFERY) Fela Putri Hariastuti; Devi Endah Saraswati
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 1 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masa nifas merupakan masa yang rawan untuk ibu karena pada masa ini 60% kematian ibu terjadi setelah melahirkan dan hampir 50% dari kematian pada masa nifas terjadi pada 24 jam pertama setelah melahirkan, diantaranya disebabkan adanya komplikasi pada masa nifas. Pada masa ini pemantauan oleh tenaga kesehatan pada ibu sangat penting. Pemberian pelayanan kebidanan seharusnya dilakukan secara berkesinambungan (continuity of care), hal ini dilakukan dalam rangka memenuhi kebutuhan kebutuhan adaptasi ibu selama periode kehamilan, persalinan, dan nifas baik dari aspek fisik, psikologi dan social.. Monitoring ibu nifas terbukti berhubungan dengan kejadian morbiditas nifas karena dapat memonitor keluhan atau kejadian morbiditas ibu. Ibu yang diberikan kunjungan rumah, juga memiliki kemampuan regulasi diri yang lebih baik dibandingkan ibu yang mengunjungi fasilitas kesehatan. Mahasiswa berperan melakukan deteksi dini dan memantau perkembangan ibu nifas serta memberikan asuhan sesuai dengan kebijakan nasional sehingga dapat mencegah komplikasi dan mencegah kematian ibu di masa nifas. Program pendampingan ibu nifas oleh mahasiswa bertujuan untuk menerapkan konsep kebidanan dalam memberikan asuhan kebidanan secara professional dan efektif bagi klien, kegiatan ini dimulai sejak ibu setelah melahirkan sampai 42 hari masa nifas. Berdasarkan hal tersebut diatas maka penulis tertarik untuk melakukan pengabdian masyarakat tentang pendampingan pada ibu nifas. metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan one mother one midwifery (O-MOMS) dengan memberikan pendampingan dan penyuluhan kepada ibu nifas beserta keluarganya secara door to door dalam hal perawatan selama masa nifas pada ibu. Kegiatan pengabdian masyarakat pendampingan ibu nifas melalui program O-MOMS di Desa Ngumpakdalem Kec. Dander dan Desa Tikusan Kec. Kapas Kabupaten Bojonegoro dapat dilaksanakan dengan baik dengan hasil seluruh ibu nifas dapat mengatasi permasalahan.
“PROGRAM PERMATA” (PENINGKATAN PERILAKU MENCEGAH STUNTING) Ikha Ardianti; Angger Anugerah Hadi Sulistyo; Mohamad Roni Al Faqih; Ainul Mufidah
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia 2021, Bojonegoro memiliki prevalensi stunting sebesar 23,9 %. Hal ini menjadikan Bojonegoro urutan ke 13 dari 38 kabupaten dan kota tertinggi penderita stunting di jawa timur. Stunting yang tidak ditangani secara dini akan memberikan dampak perkembangan fisik dan kognitif bagi anak kedepannya. Oleh karenanya, pendampingan keluarga dengan resiko stunting sangat diperlukan. Langkah pertama adalah edukasi, pengukuran dan edukasi stunting di PAUD. Langkah pertama betujuan untuk mengkaji dan mengedukasi stunting di desa Ngampel Kecamatan Kapas Bojonegoro. Program ini dilakukan di paud desa Ngampel. Pendekatan ini dinilai efektif guna meningkatkan pemahaman orang tua terkait stunting. Pihak yang ikut memberikan support pada kegiatan kami adalah Yatim Mandiri (YM). YM merupakan Lembaga amil zakat nasional milik masyarakat yang berkhidmat mengangkat harkat social kemanusiaan yatim duafa. Kesehatan Keliling merupakan salah satu upaya YM dalam meningkatkan status Kesehatan bagi yatim dan duafa meliputi pemeriksaan gratis dan pemberian dukungan pemberian makanan tambahan. status kesehatan rumah didapatkan hasil 75% dengan kategori rumah tidak sehat dan 25% dengan kategori rumah sehat. Pengetahuan ibu tentang gizi seimbang didapatkan hasil pretest kategori cukup 50%, hasil post test didapatkan hasil kategori baik sebanyak 100%. Pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang didapatkan hasil pre test kategori cukup 50% dan baik 50%, hasil post test didapatkan kategori baik sebanyak 100%. Hasil pengukuran perkembangan balita dengan Denver didapatkan hasil 100% balita dengan perkembangan normal, PHBS rumah tangga didapatkan 80% keluarga telah melakukan PHBS rumah tangga, indikator yang kurang meliputi merokok dalam rumah, makan sayur setiap hari, terdapat ventilasi tetapi tidak dibuka.
PELAKSANAAN SENAM HAMIL SEBAGAI UPAYA MEMPERSIAPKAN FISIK DAN PSIKOLOGIS DALAM ENGHADAPI PERSALINAN DI PUSKESMAS KANOR Frenty RSN
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Keberhasilan pembangunan kesehatan sesuai dengan tujuan dari pembangunan millennium. Kematian ibu dapat dicegah hingga 22% yaitu melalui antenatal care yang teratur, mendeteksi dini adanya komplikasi dalam kehamilan, hidup sehat, pelaksanaan inisiasi menyusui dini, serta pelaksanaan senam hamil secara teratur. Salah satu kegiatan dalam pelayanan selama kehamilan yang bertujuan untuk mempersiapkan fisik dan mental ibu hamil adalah senam hamil. Selama masa kehamilan ibu hamil mengalami perubahan fisik dan psikologis yang dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Gangguan psikologis pada ibu hamil juga dapat berpengaruh buruk terhadap perkembangan janin. Pada ibu hamil yang mengalami stress yang berkepanjangan dapat menimbukan hambatan perkembangan pada janin. Salah satu intervensi yang dapat dilakukan adalah latihan fisik. Latihan fisik yang dapat dilakukan selama masa kehamilan salah satunya adalah senam hamil. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan kampanye praktik senam hamil untuk mengatasi ketidaknyamanan dan kecemasan.Sasaran penyuluhan senam hamil adalah ibu hamil warga Desa Dander Kec. Dander, Kab. Bojonegoro yang mengikuti pengabdian masyarakat sebanyak 15 orang . Jadwal kegiatan tersebut dibuat menyesuaikan dengan tujuan pelaksanaan kegiatan yaitu menemukan masalah kesehatan klien/keluarga.Hasil dari kegiatan ini bahwa Masyarakat kurang menyadari pentingnya mempersiapkan fisik dan psikologisnya menghadapi persalinan. Membiarkan ketidaknyamanan yang dirasakan dan menganggap itu adalah hal yang wajar dalam kehamilan yang tidak memerlukan intervensi. Cemas yang dirasakan tidak diakomodir dengan baik sehingga yang seharusnya ibu hamil tenang menunggu detik-detik persalinan menjadi kaku dan ini berdampak pada otot jalan lahir.
PENCEGAHAN PENYAKIT TBC DENGAN PUZZLE SIMULATOR TB Bayu Akbar Khayudin; Mei Fitria Kurniati; Mohamad Roni Al Faqih; Yusuf Efendi; Errix Kristian Julianto
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desa Bulu yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Balen memiliki 3 Dusun, yaitu Dusun banaran, bangle, Ngantulan. Di Desa Bulu program pencegahan penyakit menular khusunya TBC belum berjalan dengan baik, berdasarkan informasi dari kader kesehatan, belum optimalnya program ini di Desa tersebut selain karena faktor jarak yang terlalu jauh antara tempat tinggal dan lokasi dikarenakan pendidikan, kualitas pengetahuan, sikap perilaku dan lingkungan kesehatan masyarakat. Hal ini dapat memicu ketidaktahuan masyarakat tentang penyakit menular. Kejadian penyakit menular yang paling banyak pada saat ini adalah penyakit TBC. Masyarakat harus memiliki Tindakan dari segi pengetahuannya, penyebabnya, pencegahannya dan minimal mengetahui cara penangangannya, sehingga dengan kapasitas masyarakat yang adekuat dalam menggapi permasalahan yang terjadi dilingkungan sekitarnya. Ada beberapa cara yang umum digunakan untuk mencegah penularan penyakit, diantaranya adalah mengoptimalkan penyuluhan dengan media yang berbeda yaitu dengan puzzle simulator TBC. Kegiatan ini dilakukan pada 16 KK Di Desa Bulu. Kegiatan ini dilakukan selama 6 kali pertemuan atau kunjungan, dimulai dengan pengkajian, pembuatan PoA, menyusun intervensi dan melaksanakan implementasi serta evaluasi.
PENDAMPINGAN IBU HAMIL DENGAN RESIKO TINGGI DI DESA BULU KECAMATAN BALEN KABUPATEN BOJONEGORO Andin Ajeng Rahmawati; Devi Endah Saraswati; Fela Putri Hariastuti
Jurnal Humanis ( Jurnal Pengabdian Masyarakat ISTeK ICsada Bojonegoro) Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal HUMANIS
Publisher : LPPM STIKes ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehamilan risiko tinggi adalah keadaan yang dapat mempengaruhi keadaan ibu maupun janin pada kehamilan yang dihadapi. Ibu hamil yang mengalami gangguan medis atau masalah kesehatan akan dimasukan kedalam kategori risiko tinggi, sehingga kebutuhan akan pelaksanaan asuhan pada kehamilan menjadi lebih besar. Dampak dari kehamilan risiko tinggi ini dapat dicegah melalui pemeriksaan kehamilan (antenatal care) secara teratur yang bertujuan untuk menjaga ibu agar sehat selama masa kehamilan, persalinan, dan nifas serta mengusahakan bayi yang di lahirkan sehat, memantau kemungkinan adanya risiko kehamilan, dan merencanakan penatalaksanaan yang optimal terhadap kehamilan risiko tinggi serta menurunkan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi. Kegiatan dilaksanakan di Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro. Dengan menggambarkan kehamilan risiko tinggi dan keteraturan antenatal care diharapkan ibu hamil dengan risiko tinggi kehamilan dapat secara rutin melakukan pemeriksaan antenatal care secara terpadu sehingga dapat mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi. Hasil dari pengabmas kami menyimpulkan bahwa Continuity of Care dalam pelayanan kebidanan merupakan layanan melalui model pelayanan berkelanjutan pada perempuan sepanjang masa kehamilan, kelahiran serta masa post partum. Karena semua perempuan berisiko terjadinya komplikasi selama masa prenatal, natal dan post natal. Dari dua ibu hamil yang KEK mengalami peningkatan LILA, dan satu ibu hamil dengan signal PE+, mengalami penurunan tekanan darah.

Page 7 of 13 | Total Record : 121