cover
Contact Name
Zulhendri
Contact Email
jpion.org@gmail.com
Phone
+6282385927972
Journal Mail Official
zulhendripoenya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang, Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia
ISSN : 29619386     EISSN : 29619386     DOI : https://doi.org/10.31004/jpion.v1i1
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia is to provide a research medium and an important reference for the advancement and dissemination of research results that support high-level research in the fields Culture of Education and Social Science Research . Original theoretical work and application-based studies, which contributes to a better understanding all fields of Education and Social Science Research. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia provides a platform for researchers, academicians, professional, practitioners, and students to impart and share knowledge in the form of high quality empirical and theoretical research papers, and case studies. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia welcomes and acknowledges high quality theoretical and empirical research papers, case studies, review papers, analytical and simulation models in any topic of education areas. Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia publish publications four a year.
Articles 40 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2025)" : 40 Documents clear
Perilaku Shopaholic sebagai Tantangan Global dalam Perspektif Teori Difusi Inovasi Haryani, Yunita
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.344

Abstract

The phenomenon of shopaholic behavior, or compulsive buying, has emerged as a growingglobal challenge in the digital era. Advances in information technology, the convenience ofonline shopping, and constant exposure to social media have accelerated the diffusion ofconsumerist lifestyles across cultures and generations. This study aims to analyze shopaholicbehavior through the lens of Diffusion of Innovation Theory developed by Everett M. Rogers(2003). Using a qualitative approach based on literature review, the article explores howtechnological innovations are rapidly diffused within global society and contribute to thenormalization of excessive consumption behavior. The findings indicate that the innovationadoption process, through adopter categories (from innovators to laggards), strengthenscompulsive buying tendencies, especially among young users and those with low financialliteracy. Therefore, mitigation efforts must include consumer education, digital platformregulation, and the promotion of mindful consumption values through the same diffusionchannels. This study recommends cross-sector collaboration to address the negative impactsof innovation diffusion on global consumer behavior.
Analisis Inovasi dan Perubahan dalam Organisasi Pendidikan Yulia, Yulia; Ismail, Fajri; Astuti, Mardiah
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.346

Abstract

Sebuah organisasi harus selalu melakukan inovasi karena inovasi memiliki peran penting dalam mengembangkan kualitas pendidikan yang relevan dengan perkembangan zaman. Dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi yang pesat, kebutuhan akan pembaruan dalam sistem pendidikan menjadi semakin mendesak. Oleh karena itu, agar organisasi pendidikan tetap relevan dengan dinamika zaman, diperlukan kepekaan terhadap perubahan lingkungan, proses yang tersistem dengan baik, serta kemampuan untuk mengambil keputusan yang tepat dan strategis sesuai dengan visi dan misi organisasi pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk memahami konsep inovasi dan perubahan dalam organisasi pendidikan, termasuk kepekaan terhadap tantangan baru, proses inovatif yang berkelanjutan, dan pengambilan keputusan yang mendukung kemajuan lembaga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Teknik analisis dilakukan melalui pengumpulan data, membaca literatur, mencatat, menganalisis isi, serta menyimpulkan jurnal-jurnal yang relevan tentang inovasi dalam konteks organisasi pendidikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa inovasi merupakan elemen kunci dalam pengembangan sistem pendidikan yang adaptif dan progresif. Berbagai bentuk keputusan Inovasi dan perubahan dalam organisasi pendidikan terdiri dari aspek keputusan opsional, keputusan inovasi kolektif, keputusan inovasi otoritas dan keputusan kontigensi. Dengan adanya inovasi, diharapkan organisasi pendidikan mampu tumbuh, menjawab tantangan zaman, serta mencetak alumni yang kreatif, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi dalam menghadapi tantangan global.
Inovasi Pembelajaran Ips Yang Inklusif Melalui Pemanfaatan Kampung Adat Cikondang Sebagai Laboratorium Alam Dan Budaya Handani, Sari Sri; Mustika, Dena; Supriatna, Nana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.348

Abstract

Cikondang Traditional Village has a rich culture and local wisdom that still maintains traditions, customs and cultural practices. This research aims to develop an inclusive social studies learning model by utilizing Cikondang Traditional Village as a natural and cultural laboratory. The method in this research uses a mixed methods approach, which is a combination of qualitative and quantitative methods. This approach allows researchers to obtain comprehensive and in-depth data on the effectiveness of the developed learning model. The results showed that integrating the local potential of Cikondang Traditional Village into social studies learning can provide a more contextual, authentic, and meaningful learning experience for students. In addition, social studies learning currently also faces problems of inequality of access and inclusiveness. Students with different social, economic and cultural backgrounds often do not get equal opportunities to participate and understand the subject matter well. Thus, innovation is needed in social studies learning that not only makes the subject matter more relevant and contextual, but also inclusive for all learners through natural and cultural laboratories that actually exist in the community, namely the Cikondang traditional village.
Implementasi Learning Management System Sebagai Media Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Smp Al-Azhar 52 Kota Bengkulu (Studi Kasus Kelas VII A) Khoerunisya, Riyani; Khermarinah, Khermarinah; Juni Astuti, Dina Putri
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.351

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi Learning Management System sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas VII A SMP Islam Al-Azhar 52 Kota Bengkulu serta mengidentifikasi keunggulan-keunggulan Learning Management System dalam mendukung proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dan peserta didik kelas VII A. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Learning Management System telah diimplementasikan dengan cukup baik sebagai media pembelajaran. Guru memanfaatkan Learning Management System untuk menyampaikan materi, memberikan tugas, serta berinteraksi melalui fitur diskusi. Adapun keunggulan Learning Management System yang ditemukan dalam penelitian ini antara lain fleksibilitas waktu dan tempat, kemudahan akses terhadap materi ajar, peningkatan partisipasi peserta didik, dan efisiensi dalam pengelolaan administrasi pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan Learning Management System terbukti mendukung peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP, khususnya dalam konteks digitalisasi pendidikan.
Peran Peserta Didik Dalam Mewujudkan Visi Misi Sekolah Guna Meningkatkan Mutu Pendidikan Asliha, Nur; Afriantoni, Afriantoni; Ardiansyah, Ardiansyah; Mafiroh, Ana
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.352

Abstract

Artikel ini membahas bagaimana peserta didik dapat berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai aspek kehidupan sekolah. Dengan memahami visi dan misi sekolah, peserta didik akan lebih termotivasi untuk berpartisipasi dalam kegiatan akademik maupun non-akademik, serta membangun lingkungan belajar yang kondusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan dan menganalisis peran peserta didik dalam mendukung pencapaian tujuan pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan peserta didik dalam kegiatan sekolah, seperti organisasi siswa, kegiatan ekstrakurikuler, dan disiplin akademik, berdampak positif terhadap peningkatan kualitas mutu pendidikan. Selain itu, pemahaman peserta didik terhadap visi dan misi sekolah mendorong mereka untuk lebih bertanggung jawab dan proaktif dalam proses pembelajaran. Namun, terdapat beberapa tantangan dalam implementasi peran peserta didik, seperti kurangnya pemahaman siswa terhadap visi dan misi sekolah, keterbatasan sumber daya, serta kurangnya motivasi. Untuk mengatasi tantangan ini, diperlukan strategi seperti peningkatan sosialisasi visi dan misi, pengembangan program ekstrakurikuler yang menarik, serta kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa dalam menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif. Dengan demikian, peran peserta didik sangat krusial dalam mewujudkan tujuan pendidikan yang berkualitas. Keterlibatan aktif mereka tidak hanya meningkatkan prestasi akademik, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan. Oleh karena itu, sekolah perlu terus mendorong dan memfasilitasi peran peserta didik dalam berbagai aspek pendidikan.
Pengaruh Pengetahuan Penggunaan Kosmetika Terhadap Perilaku Tata Rias Wajah Sehari-Hari Bagi Siswi di SMAN 6 Jakarta Ramadhanti, Rossa Farahdiba; Arum, Aniesa Puspa; Atmanto, Dwi
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.354

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh pengetahuan penggunaan kosmetika terhadap perilaku tata rias wajah sehari-hari di kalangan siswi SMAN 6 Jakarta. Tren penggunaan kosmetika yang meningkat di kalangan remaja seringkali tidak diimbangi dengan pemahaman yang memadai tentang cara penggunaan yang tepat dan aman. Menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei, penelitian melibatkan 85 siswi yang dipilih melalui simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan penggunaan kosmetika tidak berpengaruh signifikan terhadap perilaku tata rias wajah sehari-hari (signifikansi 0,875 > 0,05; R² = 0,000). Meskipun memiliki pengetahuan yang rendah, mayoritas siswi tetap aktif menggunakan kosmetika dalam keseharian mereka. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor eksternal seperti tren sosial, pengaruh lingkungan, dan media digital lebih berperan dalam membentuk perilaku tata rias wajah dibandingkan pengetahuan tentang kosmetika.   Kata kunci: Pengetahuan Kosmetika, Perilaku Tata Rias, Remaja, SMAN 6 Jakarta
Studi Deskriptif Tentang Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Menengah Atas Afriantoni, Afriantoni; Nadiyah, Nadiyah; Nurhidayah, Laura Septa; Rosalia, Rosalia
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.355

Abstract

Pendidikan menengah atas (SMA) memegang peran penting dalam sistem pendidikan nasional Indonesia, dengan tujuan untuk membentuk karakter, kompetensi, dan kesiapan siswa menghadapi tantangan global. Mutu pendidikan yang baik tidak hanya bergantung pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan keterampilan dan karakter siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan mutu pendidikan di SMA dapat tercapai melalui integrasi yang baik antara kinerja pendidik, fasilitas yang mendukung, dan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan abad 21. Upaya peningkatan ini memerlukan sinergi antara kepala sekolah, guru, dan seluruh komponen sekolah untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan berkualitas.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Profesionalisme Guru Dalam Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan Kholifah, Kholifah; Afriantoni, Afriantoni; Sapitri, Marini; Nurhasanah, Adinda
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.357

Abstract

Penelitian ini menggunakan metode penelitian literature dengan jenis deskristif. Tektik pengumpulan data yang digunakan yaitu mengumpulkan buku-buku, jurnal, majalah, dan tesis. Teknik analisis data yang dipakai yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan. Uji keabsahan data penelitian dengan triangulasi sumber, dan triangulasi tektik. Setelah dilakukan penelitian dihasilkan bahwa bagaimana Kepala Sekolah dalam Kepemimpinannya Upaya Peningkatan Mutu Pendidikan yaitu dengan cara sebagai motivator untuk semua peserta didik yang ada disekolah, dan juga menjadi teman untuk mereka. Dan juga Sebagai seorang Guru yang memiliki kewajiban untuk Profesional di Sekolah, Guru juga memiliki kesibukan lain di keseharian seperti rapat brefing atau tugas –tugas yang lainnya belum lagi tugas umum dari Sekolah. Untuk itu Profesionalisme Guru di tuntut untuk mampu menyesuaikan dan membagi waktu yang ada sehingga tugas dan tanggung jawab tidak terbengkalai. Pelaksanaan Kepemimpinan Kepala Sekolah dan Proefesialisme Guru, memperhatikan kesesuaian waktu pelaksanaan kegiatan, dampak kegiatan terhadap siswa dan menentukan cara menangani kendala kegiatan. Keberhasilan pendidikan di sekolah ditentukan oleh kemampuan kepala sekolah mengelola tenaga kependidikan. Kepala sekolah adalah salah satu komponen pendidikan yang berpengaruh dalam meningkatkan kinerja guru. profesionalisme mengandung arti yang berkualitas tinggi dalam hal teknis, kemampuan guru dalam beberapa bagian, kemampuan merencanakan pengajaran, kemampuan melaksanakan prosedur mengajar kemampuan melaksanakan hubungan dengan siswa. Kemudian guru itu ahli dalam bidang yang diajarkan dan ahli dalam tugas mendidik Dengan demikian, kepemimpinan kepala sekolah dan profesionalisme guru bukan hanya sekadar elemen komplementer,melainkan determinan kunci dalam upaya berkelanjutan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.
Implementasi Kebijakan Pemerintah Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Di Sekolah Dasar Agustian, Kiki; Afriantoni, Afriantoni; Agustina, Dian; Olyvia, Alda
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.359

Abstract

Implementasi kebijakan pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah dasar merupakan langkah strategis untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas kebijakan pendidikan, seperti Kurikulum Merdeka, peningkatan kompetensi guru, serta penyediaan sarana dan prasarana pendidikan. Hasil menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi sangat dipengaruhi oleh koordinasi antar pemangku kepentingan, ketersediaan anggaran, serta partisipasi aktif masyarakat dan sekolah. Meskipun kebijakan telah dirancang dengan baik, tantangan seperti ketimpangan akses pendidikan, keterbatasan pelatihan guru, dan kurangnya infrastruktur masih menjadi kendala utama. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan perencanaan matang, evaluasi berkelanjutan, dan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Kesimpulannya, implementasi kebijakan yang efektif dapat meningkatkan kualitas pendidikan dasar secara signifikan, namun memerlukan komitmen dan kolaborasi yang konsisten dari berbagai pihak.  
Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa Sekolah Dasar Melalui Model Pembelajaran Student Centered Learning (SCL) Nuhandini, Risma Shafa; Aini, Nurul; Alfiah, Zhaharani; Iskandar, Sofyan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jpion.v4i1.361

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa Sekolah Dasar melalui model pembelajaran Student Centered Learning (SCL). Model pembelajaran Student Centered Learning (SCL) menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran, sehingga siswa dapat terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Melalui model pembelajaran Student Centered Learning (SCL) siswa diharapkan mampu meningkatkan aktivitas belajarnya melalui kerjasama dan pemecahan masalah sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan motivasi belajar, pengetahuan dan keterampilan pada siswa yang menggunakan model pembelajaran Student Centered Learning (SCL).

Page 3 of 4 | Total Record : 40