cover
Contact Name
Ridha Fadila Putri
Contact Email
ridhafadila61@gmail.com
Phone
+6282285329559
Journal Mail Official
stit.q@stit-alquraniyah.ac.id
Editorial Address
Jl. Affan Bachsin No.13 Manna Bengkulu Selatan 38518 Telp.(0739) 21689
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
ISSN : 24601292     EISSN : 27462773     DOI : Prefix by Crossref
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan invites scholars, researchers, and students to contribute the result of their studies and researches in the areas related to Education, which covers textual and fieldwork investigation with various perspectives of Islamic Education, Education Policy, Learning Strategy, Management Education, Islamic Economic as well as the examination of contemporary issues in the field Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 144 Documents
Pengaruh Model Pembelajaran Project Based Learning (PJBL) Terhadap Hasil Belajar IPA Siswa Kelas V SDN 78 Kota Bengkulu Yeni Meylani; Edi Eswandi
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.89 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran PJBL terhadap hasil belajar IPA siswa kelas V SDN 78 Kota Bengkulu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan instrumen berupa soal test berbentuk pilihan ganda. Dalam penelitian ini, Kelas V A dijadikan kelas eksperimen dan kelas V B sebagai kelas kontrol. Hasil data dianalisis dengan menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan uji t-test untuk menenukan keputusan hipotesis hasil penenlitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : (1) Model pembelajaran PJBL memiliki pengaruh terhadap hasil belajar IPA dengan nilai t hitung > t tabel yakni 4,30 > 2,00
Konsep Pendidikan Islam Dalam Menumbuhkan Kemandirian Siswa Sekolah Dasar Negri 38 Bengkulu Selatan Herawati, Emy
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (614.923 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.72

Abstract

Anak yang berpestasi dan mandiri adalah harapan setiap oarang tua, dan bisa dipastikan bahwa dengan kemandirian yang mantap, yang ditanamkan sejak dini, akan memberi bekal kepada anak itu untuk menjalani kehidupan dengan penuh optimis dan lebih membuka peluang merai kesuksesan.Namun dalam kenyataan yang banyak terjadi, bahwa kemandirian anak baik di rumah maupun di sekolah seringkali diabaikan, baik oleh orang tua maupun gurunya. Adapun Permasalahan: (1) Bagaimana Kemandirian Menurut Konsep Pendidikan Islam di SD Negeri 38 Bengkulu Selatan ?; (2) Bagaimana Menumbuhkan Kemandirian Siswa Menurut Konsep Pendidikan Islam di SD Negeri 38 Bengkulu Selatan ? selanjutnya dapat ditarik Kesimpulan: Kemandirian yang ada di SD Negeri 38 Bengkulu Selatan Menurut Konsep Pendidikan Islam belum begitu tumbuh dan masih membutuhkan bimbingan dan pembinaan terhadap siswa-siswanya, Upaya menumbuhkan kemandirian anak dalam konsep pendidikan Islam adalah dengan melakukan pembinaan terhadap aspek-aspek kemandirian tersebut yang dimiliki anak sehingga aspek tersebut dapat tumbuh dan berkembang, pembinaan terhadap aspek-aspek tersebut bisa menggunakan beberapa metode, antara lain : a) adanya usaha sendiri dengan tidak bergantung pada orang lain dan hanya bergantung pada Allah SWT, b) Syaja’ah (keberanian), c) Tawakal, d) Kedisiplinan kerja, e) Kebebasan, f) Semangat kerja, g) Muhasabah (perhitungan-perhitungan). Kata Kunci : Konsep Pendidikan Islam, Upaya Menumbuhkan Kemandirian.
Keefektifan Permainan Congklak Untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak Usia 3-6 Tahun putri, ridha fadila
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.591 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.73

Abstract

Pada usia 3-6 tahun merupakan masa peka pada anak yang dimana fungsi tertentu perlu untuk dirangsang dan diarahkan sehingga tidak terhambat perkembangannya. Anak gemar untuk melakukan permainan karena dianggap wajib sekaligus menyenangkan bagi anak yang dijadikan sebagai salah satu kegiatan untuk mengembangkan motorik halusnya. Namun, permainan tradisional perlahan ditinggalkan anak padahal memberikan kontribusi pada perkembangan motorik halus anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan permainan congklak untuk meningkatkan motorik halus anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berbentuk quasi eksperiment. Data dikumpulkan melalui tes unjuk kerja oleh anak berupa lembaran pernyataan yang berisi 4 butir item pernyataan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melakukan permainan congklak lebih efektif untuk meningkatkan motorik halus anak usia 3-6 tahun dibandingkan dengan melakukan permainan beklen.
Pendidikan Gender, Ham Dan Peran Ganda Buruh Perempuan Usaha Batu Bata Dalam Perspektif Hukum Islam di Desa Purwosari, Batanghari Nuban, Lampung Timur CITRA INDAH WULANDARI
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.837 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.75

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya HAM dan Gender yang kerap menjadi suatu isu yang global dan menjadi sorotan sejumlah aktivis HAM di berbagai bidang. Permasalahan tentang HAM sering berkaitan dengan adanya persoalan terkait isu-isu gender di dalamnya. Di segala kalangan banyak pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia terutama terkait dengan permasalahan gender, dalam hal ini kaum perempuan sering menjadi korban perampasan hak. Padahal dalam islam melalui alquran, jelas sekali adanya persamaan antara kedudukan laki-laki dan perempuan dalam hukum islam, yang menjadi pembeda adalah ketakwaanya.Penelitian ini berfokus pada bagaimana peran wanita sebagai sosok ganda dengan pekerjaan kasar sebagai buruh batu bata di Desa Purwosari, Lampung Timur .Yang dimana pekerjaan ini sering dilakukan oleh kaum laki-laki tetapi disini kaum perempuan merasa bahwa tidak ada perbedaan pekerjaan apapun selagi bisa dikerjakan asalkan tidak merubah kodrat kaum perempuan sebagai seorang istri maupun seorang ibu. Penelitian ini termasuk jenis field research dengan pendekatan kualitatif. Subyek penelitian ini yaitu salah satu pekerja wanita dalam instansi sekolah swasta di Purwosari, ibu rumah tangga sekaligus pekerja buruh kasar batu bata di desa Purwosari, ibu rumah tangga sekaligus pemilik usaha batu bata desa Purwosari, bapak pemilik usaha batu bata di desa purwosari, dan Tokoh Agama di masjid Al-mutaqqin desa Purwosari.Metode pengumpulan data yang digunakan adalah obervasi, dan wawancara. Sumber datanya menggunakan sumber data primer dan sekunder. Sumber data primer yaitu sumber data langsung melalui wawancara. Sumber data sekundernya yaitu sumber data pendukung seperti buku, internet, dan jurnal yang terkait.Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: Pertama, Implikasi HAM dan Gender membuat banyak perbedaan sehingga sering terjadi kasus pelanggaran sebuah hak. Oleh karena itu pola pikir seseorang juga termasuk upaya agar penghapusan diskriminasi dan ketidakadilan struktural, baik terhadap laki-laki dan perempuan. Kedua, bagaimana peran ganda perempuan yang bekerja sebagai buruh batu bata, dandalam pekerjaan kaum perempuan yang tidak membedakan suatu hal yang boleh atau tidak boleh dilakukan asalkan konteks pekerjaan masih bisa dilaksanakan untuk memenuhi hidup dan tidak melanggar kodrat sebagai seorang perempuan.
Kompetensi Guru Dalam Memahami Gaya belajar Siswa uci purnama sari; Shance BT; Maryamah
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.276 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.76

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi Kompetensi guru merupakan hal yang sangat penting terhadap jalannya suatu proses belajar mengajar di kelas sebab di dalam kelas anak-anak memiliki berbagai macam perbedaannya masing-masing, ada yang memiliki gaya belagar visual, auditorial dan kinestetik. Tujuan Penelitian ini untuk menganalisis kompetensi guru dalam memahami gaya belajar siswa kelas IIIA di MIN 2 Bengkulu Selatan dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat guru dalam memahami gaya belajar siswa kelas III di MIN 2 Bengkulu Selatan. Metode Penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif bersifat deskriptif . Hasil Penelitian yaitu 1. Kompetensi guru dalam memahami gaya belajar siswa kelas III di MIN 2 Bengkulu Selatan antara lain penguasaan terhadap karakterisitik peserta didik dari aspek moral, eomsional dan intelektual dengan memperhatikan aspek gaya belajar visual, auditorial dan kinestetik. 2. Faktor pendukung di bagi menjadi yaitu faktor internal yang berupa keterampilan guru dan faktor eksternal berupa lingkungan sekolah, dan sarana serta prasarana.Faktor penghambat di bagi dua yaitu faktor internal berupa peserta didik dan faktor eksternal berupa lingkungan keluarga.
Penggunaan Strategi Think-Talk-Write Dalam Meningkatkan Hasil Benlajar Siswa Pada Pembelajaran SKI Kels X IPA MAN Bengkulu Selatan Astuti, Feky Fuji
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.261 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.77

Abstract

Permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu: Apakah strategi pembelajaran Think Talk Write dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran SKI MATERI POKOK PERKEMBANGAN DAKWAH RASULULLAH SAW PADA PERIODE MEKKAH SEMESTER GANJIL, KELAS X IPA DI MAN MANNA BENGKULU SELATAN TAHUN AJARAN 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom Action Research), yang dilaksanakan dalam 2 siklus. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IPA MAN MANNA BENGKULU SELATAN, pada 24 orang. Prosedur penelitian terdiri dari 4 tahap disetiap siklusnya. Yakni perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Proses pembelajaran SKI dilaksanakan dengan menggunakan strategi pembelajaran think talk write. Indikator hasil belajar pada penelitian ini berupa tercapainya ketuntasan belajar individu dan kelas. Adapun pengumpulan datanya dilakukan dengna menggunkaan metode: wawancara, observasi, dokumentasi dan tes evaluasi. Data hasil pengamatan tes evaluasi diolah dengan dianalisis deskriptif untuk menggambarkan keadaan peningkatan pencapaian keberhasilan tiap siklus dan untuk menggambarkan keberhasilan pembelajaran dengna menggunakan strategi pembelajaran think talk write. Hasil peneliti menunjukkan bahwa: hasil belajar SKI siswa melalui strategi think talk write mengalami peningkatan hasil belajar, khususnya pada materi pokok Perkembangan Dakwah Rasulullah Saw pada Periode Mekkah pada siklus I diperoleh nilai rata-rata kelas 7,4 dengan ketuntasan belajar 74,37%. Aktivitas belajar dengan siswa 55,8% dan aktivitas belajar dengan guru sebesara 69,16%, dan meningkat menjadi 8,63 dengan ketuntasan belajar 100% aktivitas belajar antar siswa 80,16% dan aktivitas belajar dengan guru 82,58% pada siklus II. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata kelas dari 7,4 menjadi 8,63 serta ketuntasan belajar dari siklus I dan siklus II sebesar 25,63% sehingga tidak perlu dilakukan siklus III.
Implementasi Zakat Pertanian Padi Studi Kasus Kecamatan Pino Raya Kermi Diasti; Salimudin
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.653 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.78

Abstract

Zakat merupakan kewajiban yang harus ditunaikan.Zakat dalam kehidupan kaum muslimin masih jauh tertinggal.Banyak faktor yang menjadi penyebabnya,diantaranya adalah akibat minimnya pemahaman masyarakat terhadap zakat dan masih kurangnya kesadaran mereka mengenai kewajiban zakat. Dilingkungan masyarakat mempunyai banyak permasalahan yang timbul dan terjadi, ketidak sesuaian antara praktik dan teori memberikan dampak terhadap akibat hukum yang ditimbulkan baik secara individu maupun kelompok, terutama pada pemahaman mereka terhadap nilai-nilai religiusitas dan nilai-nilai sosial kemasyarakatan yang terus berkembang cepat sebagai suatu nilai yang dinamakan sebagai nilai kemodernan. Masyarakat Kecamatan Pino Raya merupakan masyarakat yang sebagian besar asli suku serawai dan sebagian lagi masyarakat pendatang. Mereka menetap didaerah yang belum begitu maju.Mata pencaharian masyarakatnya beraneka ragam seperti pegawai, pedagang, petani dan sebagainya, namunmayoritas sebagai petani padi, dimana pertanian padi merupakan salah satu sumber utama pendapatan masyarakat di Kecamatan Pino Raya. Hasil penelitian yaitu: belum menunaikan zakat hasil pertanian berupa padi yang melatarbelakangi seperti masih lemahnya pengetahuan agama,kebanyakan mereka hanya tahu zakat fitrah saja sedangkan zakat hasil pertanian padi banyak belum mengetahui ada zakatnya, mulai dari nishabnya, kadarnya, dan kapan dikeluarkannya belum banyak yang tahu. Mereka menganggap hukum zakat itu sama dengan infaqatau sedekah, zakat mal dianggap sebuah keikhlasan bukan sesuatu yang wajib jadi tidak menunaikan tidak apa-apa. Faktor petani padi di Kecamatan Pino Raya Kabupaten Bengkulu Selatan belum menunaikan zakat hasil pertanian padi yaitu masih rendahnya pengetahuan agama, kurang kesadaran hukum wajib zakat,faktor kebiasaan dan kurangnya sosialisasi di Kecamatan Pino Raya tokoh agama yang paham tentang zakat dan lembaga terkait( KUA dan BAZNAS)
Pendidikan Islam (Sebuah Tinjauan Aksiologis) Rizki Ramadhani; Riolandi Akbar; Sonin
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.549 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i2.79

Abstract

Ilmu merupakan sesuatu yang paling penting bagi manusia, karena dengan ilmu semua keperluan dan kebutuhan manusia bisa terpenuhi secara lebih cepat dan lebih mudah. Namun, tidak selamanya ilmu-ilmu tersebut menjadi berkah bagi manusia. Terkadang, ilmu yang seharusnya memberikan kemaslahatan bagi kehidupan manusia malah menjadi momok yang mengerikan. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, manusia dapat menciptakan berbagai bentuk teknologi. Misalnya, pembuatan nuklir yang awalnya untuk memudahkan kerja manusia, namun kemudian menjadi malapateka. Di sinilah ilmu harus diletakkan secara proporsional dan memihak kepada nilai-nilai dan kemanusiaan. Sebab, jika ilmu tidak berpihak kepada nilai-nilai, maka yang terjadi ialah bencana dan malapetaka. Ilmu pengetahuan ibarat mata pisau, ia bisa membawa kemaslahatan sekaligus kumdharatan bagi penggunanya tergantung dengan tujuan penggunaan (aksiologi). Disinilah pentingnya pendidikan Islam dibandingkan dengan pendidikan Barat yang terkenal sekuler. Pendidikan Islam yang terikat nilai berusaha menjadikan manusia modern yang cerdas tidak hanya dalam tataran teori namun juga cerdas dalam tataran aplikatif-praktisnya, karena ilmu sejatinya tidak benar-benar bebas nilai.
Konsep dan Kedudukan Kurikulum Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Madrasah dalam UU Sisdiknas 2003 Winda, Wiwinda; Ramedlon
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.924 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v3i1.80

Abstract

Abstrak. Kurikulum menjadi suatu hal yang sangat penting dalam pelaksanaan pendidikan, baik di lembaga pendidikan formal maupun non formal. Kurikulum yang berkaitan langsung dengan rencana dan pelaksanaan pendidikan baik dalam lingkup kelas, sekolah, daerah, wilayah maupun nasional tentunya mengemban kedudukan yang sangat sentral dalam menentukan proses pendidikan. Pendidikan agama Islam merupakan upaya yang terencana untuk menyiapkan peserta didik ke arah yang lebih baik untuk memahami dan mengamalkan ajaran Islam. Oleh karena itu, adanya kurikulum PAI menjadi inti jalannya proses pembelajaran yang direncanakan sebelumnya, sehingga perlu adanya perbaikan terus- menerus untuk menempatkan posisi kurikulum tersebut sesuai jenjangnya.
Kelembagaan Pendidikan Islam Sebelum Madrasah di Timur Tengah dan Indonesia Shofwan, Arif Muzayin Shofwan
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 8 No. 2 (2022): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.515 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v3i1.81

Abstract

Seiring berjalannya waktu, kelembagaan pendidikan Islam semakin maju sesuai jaman masing-masing. Baik kelembagaan Islam di Timur Tengah maupun Indonesia terus saja melakukan pembenahan-pembenahan. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kepustakaan ini akan mengupas tentang kelembagaan pendidikan Islam sebelum madrasah di Timur Tengah dan Indonesia. Teknik analisa datanya menggunakan content analisis dengan memilah-milah data yang sesuai dengan tujuan dan masalah yang diteliti. Tulisan ini menemukan beberapa hal berikut. Pertama, beberapa kelembagaan pendidikan Islam sebelum madrasah di Timur Tengah, antara lain: maktab, sekolah istana, sekolah kedai buku, shuffah, halaqah, khan, ribath, rumah sakit, took-toko buku, perpustakaan, masjid, majelis atau salon kesusatraan. Kedua, beberapa kelembagaan pendidikan Islam sebelum madrasah di Indonesia, antara lain: surau atau langgar, meunasah, dayah atau pesantren. Ketiga, kedua kelembagaan pendidikan Islam di Timur Tengah maupun Indonesia tersebut pada dasarnya memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memajukan Islam sesuai dengan jaman masing-masing.

Page 6 of 15 | Total Record : 144