cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Mapping Value Co-Creation in Human Resource and Digital Service Systems: A Systematic Literature and Bibliometric Review Andaru, Rizka Kurnia Andaru; Maulida, Nesya Nandini; Urfina, Yasyifa Dian; Syiam, Nazilatus
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1188

Abstract

This study aims to systematically explore the scholarly development surrounding value co-creation over the past decade. Particular emphasis is placed on understanding the literature's conceptual structure and thematic directions, especially within the framework of service-dominant logic, digital transformation, and the active engagement of actors in value-creation processes. A Systematic Literature Review (SLR) was conducted following the PRISMA protocol, complemented by bibliometric analysis using data sourced from the Scopus database. A total of 75 journal articles published between 2015 and 2025 were examined through the Bibliometrix R package. The analysis reveals a stable growth in academic output, with most contributions originating from the United Kingdom, the United States, and Australia. Key focal points include actor-to-actor engagement, resource integration, the role of artificial intelligence in organizational transformation, and co-production within service ecosystems. The reviewed literature indicates a significant shift from traditional firm-centric perspectives to collaborative, ecosystem-based models involving human and technological actors. These findings offer valuable insights for practitioners and policymakers in designing service strategies grounded in collaboration, fostering digital engagement platforms, and innovating actor-centric business models. Furthermore, the study enhances our understanding of how value is increasingly shaped by stakeholder participation and the mediating role of advanced technologies.
Peran Fan Engagement dalam Memediasi Identity Salience terhadap Keputusan Pembelian Merchandise JKT48 (Survei pada Fans JKT48 Pengguna Twitter/X di Kota Sukabumi) Putri Nadila; Kokom Komariah; Nor Norisanti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11881

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh Identity Salience terhadap Keputusan Pembelian Merchandise JKT48 melalui Fan Engagement sebagai variabel mediasi. Perkembangan budaya pop di era digital telah membawa perubahan signifikan terhadap cara penggemar berinteraksi dengan idola. Media sosial tidak lagi hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga menjadi ruang bagi individu untuk membangun identitas, mengekspresikan diri, serta memengaruhi perilaku konsumsi Fenomena tersebut dapat diamati pada komunitas penggemar JKT48 di Indonesia Penggunaan metode dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksplanatori. Adapun populasi penelitian ini adalah penggemar JKT48 pengguna Twitter/X di Kota Sukabumi dengan sampel sebanyak 169 responden menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis penelitian menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil analisis menunjukkan bahwa Identity Salience memiliki koefisien jalur sebesar 0,206 (p-value = 0,038) terhadap Keputusan Pembelian Merchandise, koefisien jalur sebesar 0,266 (p-value = 0,004) terhadap Fan Engagement, serta pengaruh tidak langsung melalui Fan Engagement sebesar 0,083 (p-value = 0,024). Dengan demikian, identitas sebagai penggemar tidak hanya memengaruhi keputusan pembelian secara langsung, tetapi juga melalui keterlibatan aktif dalam komunitas fandom. Semakin tinggi keterlibatan penggemar dalam berbagai aktivitas fandom, semakin kuat pengaruh Identity Salience terhadap Keputusan Pembelian Merchandise JKT48.
Kajian Teori Hukum Progresif tentang Konversi Pidana Penjara sebagai Alternatif Pengembalian Kerugian Keuangan Negara dalam Tindak Pidana Korupsi (Analisis terhadap Beberapa Putusan Pengadilan Tipikor di NTT) Raden Haris Prastyo; Aksi Sinurat; Orpa Ganefo Manuain
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11882

Abstract

Penelitian ini mengkaji Penegakan hukum korupsi di Indonesia belum optimal dalam pemulihan kerugian keuangan negara akibat paradigma legalistik-positivistik yang kaku. Hakim dan Jaksa sering kali bertindak hanya sebagai "corong undang-undang" tanpa mempertimbangkan aspek keadilan substantif dan kemanfaatan pemidanaan bagi pemulihan ekonomi negara berdasarkan prinsip hukum progresif. Penelitian yuridis normatif ini menggunakan bahan hukum sekunder dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus melalui analisis beberapa putusan Pengadilan Tipikor Kupang di Nusa Tenggara Timur. Pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan studi pustaka, lalu dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengkaji konversi pidana penjara sebagai alternatif pengembalian kerugian keuangan negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola berhukum klasik di persidangan memberikan kelonggaran bagi terpidana untuk mengonversi kewajiban finansialnya menjadi hukuman badan subsidair, sehingga memicu tingginya tunggakan eksekusi. Temuan ini menegaskan urgensi terobosan hukum progresif (rule breaking) oleh Hakim untuk mengoptimalkan eksekusi pidana tambahan uang pengganti secara mutlak demi mewujudkan pemulihan keuangan negara dan menjamin keadilan substantif masyarakat. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Konversi pidana penjara sebagai alternatif pengembalian kerugian keuangan Negara melalui uang pengganti dalam tindak pidana korupsi merupakan suatu keniscayaan, namun dalam praktiknya para penyelenggara hukum terutama Hakim dan Jaksa belum bersinergitas menerapkan hukum untuk mengantarkan kepentingan mayarakat kepada kehidupan yang adil, sejahtera dan Bahagia serta Formulasi hukum progresif yang dapat mewujudkan pidana penjara sebagai alternatif pengembalian kerugian keuangan Negara dalam tindak pidana korupsi oleh penyelenggara hukum belum mengimplementasikan hukum untuk suatu kebutuhan utama bagi tujuan pemidanaan tindak pidana korupsi. 
Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Ukuran Perusahaan terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Pertambangan yang Terdaftar di BEI Periode 2019-2023 Riyanti Umanailo; Meliana Meliana; Sheila Kusumaningrum; Firman Rato Risky
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11883

Abstract

Pengaruh Pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Ukuran Perusahaan Terhadap Profitabilitas (Studi Empiris Pada Perusahaan Pertambangan Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2019-2023). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pengungkapan Environmental, Social, and Governance (ESG) yang terdiri atas dimensi environmental, social, dan governance, serta ukuran perusahaan terhadap profitabilitas perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2019–2023. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan (annual report) dan laporan keberlanjutan (sustainability report) perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan teknik purposive sampling sehingga diperoleh 8 perusahaan dengan total 40 observasi. Analisis data dilakukan menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews 12. Secara parsial, pengungkapan environmental, social, dan governance tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Temuan ini menunjukkan bahwa pengungkapan ESG pada perusahaan pertambangan selama periode penelitian belum mampu meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba karena masih cenderung berorientasi pada pemenuhan regulasi dan belum sepenuhnya dipandang sebagai faktor utama dalam pengambilan keputusan investor. Sementara itu, ukuran perusahaan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap profitabilitas, yang mengindikasikan bahwa semakin besar ukuran perusahaan tidak selalu diikuti oleh peningkatan efisiensi dalam pengelolaan aset dan perolehan laba. Namun demikian, secara simultan pengungkapan ESG dan ukuran perusahaan berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Pengaruh Solvabilitas, Modal Kerja, dan Pertumbuhan Penjualan terhadap Profitabilitas pada Sektor Consumer Non-Cyclicals yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022-2024 Ni Kadek Sri Kurnia Dewi; I Putu Julianto; I Gd Nandra Hary Wiguna
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11884

Abstract

Perusahaan sektor consumer non-cyclicals merupakan perusahaan yang terdaftar di BEI. Meskipun sektor consumer non-cyclicals dikenal memiliki stabilitas tinggi karena menyediakan produk kebutuhan pokok yang selalu dikonsumsi masyarakat, kinerja keuangan di perusahaan-perusahaan di sektor ini menunjukkan ketidakkonsistenan sepanjang tahun 2022 hingga 2024. Hal ini tercermin dari perbedaan signifikan antara perusahaan seperti PT Mayora Indah Tbk yang mencatat lonjakan laba bersih, dan PT Andira Agro Tbk yang justru mengalami penurunan laba secara signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh solvabilitas, modal kerja, dan pertumbuhan penjualan terhadap profitabilitas perusahaan sektor consumer non-cyclicals yang terdaftar di BEI periode 2022-2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan purposive sampling, menghasilkan 109 perusahaan sampel dan 275 data observasi. Analisis dilakukan menggunakan uji statistik deskriptif, uji asumsi klasik, dan uji regresi linear berganda melalui SPSS. Hasil secara parsial menunjukkan solvabilitas (DER) berpengaruh negatif dan signifikan, modal kerja (WCT) berpengaruh positif dan signifikan, sedangkan pertumbuhan penjualan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas (ROE). Secara simultan, Hasil uji koefisien determinasi menunjukkan bahwa ketiga variabel tersebut mampu menjelaskan 52,6% variasi profitabilitas perusahaan sektor consumer non-cyclicals, sedangkan sisanya sebesar 47,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar penelitian ini. Hal ini mengindikasikan bahwa masih terdapat variabel lain yang turut berkontribusi terhadap naik turunnya profitabilitas perusahaan yang belum dikaji dalam penelitian ini.
Pengaruh Gig Work Challenges terhadap Employee Well-Being Ojek Online: Moderasi Job Engagement Muhammad Ihsan; Btari Mariska Purwaamijaya; Adam Hermawan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11886

Abstract

Pertumbuhan gig economy di Indonesia menempatkan pengemudi ojek online sebagai kelompok pekerja yang rentan terhadap ketidakpastian pendapatan, tuntutan kerja, dan minimnya perlindungan ketenagakerjaan, sehingga kesejahteraan mereka menjadi isu penting untuk dikaji. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh gig work challenges terhadap employee well-being pada pengemudi ojek online di Kota Bandung dengan job engagement sebagai variabel moderasi dalam kerangka Job Demands-Resources (JD-R) Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif terhadap 200 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Variabel penelitian diukur menggunakan Gig Work Challenges Inventory (GWCI), Utrecht Work Engagement Scale versi sembilan item (UWES-9), dan WHO-5 Well-Being Index. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gig work challenges tidak berpengaruh signifikan terhadap employee well-being (β = -0,015; p = 0,392). Sebaliknya, job engagement berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi prediktor dominan employee well-being (β = 0,968; p = 0,000). Job engagement juga terbukti memoderasi hubungan gig work challenges dan employee well-being (β = 0,147; p = 0,000) melalui efek penyangga (buffering). Model penelitian mampu menjelaskan 74,1% variasi employee well-being. Temuan ini menegaskan dominasi jalur motivasional dalam JD-R Model dan menunjukkan bahwa peningkatan keterlibatan kerja dapat menjadi strategi penting bagi platform serta pemerintah untuk mendukung kesejahteraan pekerja gig.
Pengaruh Tata Letak, Lingkungan Kerja, dan Fasilitas terhadap Efisiensi Operasional pada Aktivitas Pemeliharaan Pejantan Sapi di BBIB Singosari Naufaldi Zakwanalie Fitrawan; Mulyono Mulyono; Wahju Wulandari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11888

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tata letak, lingkungan kerja, dan fasilitas terhadap efisiensi operasional pada aktivitas pemeliharaan pejantan sapi di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan karakter eksplanatori dan desain cross-sectional. Populasi penelitian mencakup seluruh pegawai atau staf yang terlibat langsung dalam aktivitas pemeliharaan pejantan sapi. Penentuan sampel menggunakan teknik total sampling sehingga diperoleh 30 responden. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dengan skala Likert 1-5, serta didukung wawancara singkat dan pengamatan lapangan terbatas untuk memahami konteks operasional. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan SmartPLS 4 melalui evaluasi model pengukuran dan model struktural. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata letak tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi operasional dengan p-value 0,333. Lingkungan kerja juga tidak berpengaruh signifikan dengan p-value 0,499, sedangkan fasilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional dengan p-value 0,006. Nilai R-square sebesar 0,921 menunjukkan bahwa tata letak, lingkungan kerja, dan fasilitas secara bersama-sama memiliki kemampuan penjelasan yang tinggi terhadap efisiensi operasional yang dipersepsikan responden. Meskipun demikian, hasil parsial perlu ditafsirkan secara hati-hati karena ditemukan multikolinearitas tinggi antarvariabel prediktor. Temuan penelitian menegaskan bahwa penguatan fasilitas pendukung, khususnya sarana sanitasi, ketersediaan air, peralatan kandang, dan sarana mobilisasi, perlu menjadi prioritas, sementara tata letak dan lingkungan kerja tetap dipelihara sebagai komponen sistem operasional yang saling berkaitan.
Analisis Kompetensi SDM TKBM terhadap Aktivitas Bongkar Muatan di Pelabuhan Probolinggo Heryanto, Muh Dhio Oktavio; Dahri, Muh.; Nurdiansari, Henna; Arisusanty, Dian Junita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1189

Abstract

Pelabuhan memegang peran penting dalam sistem logistik nasional sebagai penghubung moda transportasi laut dan darat. Efisiensi proses bongkar muat sangat menentukan kelancaran perdagangan, namun sering terhambat oleh rendahnya kompetensi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), khususnya di Pelabuhan Probolinggo. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh kompetensi SDM terhadap efisiensi operasional dan keselamatan kerja, serta faktor-faktor yang memengaruhinya. Penelitian ini memperkuat hasil penelitian sebelumnya (Pamujianto et al., 2025; Gultom et al., 2022; Setiono & Prasetyo, 2020) yang menyebutkan bahwa rendahnya kesadaran K3, lemahnya implementasi SOP, dan kurangnya pembinaan menjadi faktor struktural masalah TKBM terhadap aktivitas bongkar muatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama enam bulan (Agustus 2023–Februari 2024) di Pelabuhan Probolinggo. Analisis data mengacu pada model Miles and Huberman, meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar TKBM memiliki latar belakang pendidikan rendah (58,95% tamat SD) dan usia di atas 45 tahun (40,53%). Rendahnya tingkat pendidikan, usia lanjut, minimnya pelatihan, serta kurangnya sertifikasi kompetensi berdampak pada lambatnya proses bongkar muat, tingginya risiko kecelakaan kerja, dan rendahnya kedisiplinan. Indikator ET/BT hanya mencapai rata-rata 64% selama 2024, masih di bawah standar nasional (70%). Selain itu, kasus kecelakaan kerja terjadi setiap tahun, termasuk dua korban meninggal pada 2021. Temuan ini diperlukan strategi peningkatan kompetensi melalui pelatihan berkala, regenerasi tenaga kerja, dan sinergi antara KSOP dan koperasi TKBM untuk meningkatkan efisiensi, keselamatan kerja, serta daya saing pelabuhan Indonesia.
Analisis Komparasi Efektivitas Digital Marketing Tiktok dan Instagram pada UMKM Preloved Hcneyed Amellia Nurhaliza; Siti Alhamra Salqaura; Indawati Lestari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11892

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Komparasi Efektivitas Digital Marketing Tiktok Dan Instagram Pada UMKM Preloved Hcneyed. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pembeli Preloved Hcneyed , dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling Pengambilan jumlah sampel memakai rumus Cochran dengan jumlah sampel sebanyak 96responden. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada responden yang memenuhi kriteria penelitian. Data diolah menggunakan alat analisis SPSS Dalam penelitian ini uji validitas dilakukan menggunakan program Statistical Package for Social Sciences (SPSS). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara efektivitas digital marketing melalui platform TikTok dan Instagram pada UMKM Preloved Hcneyed. Hal ini dibuktikan melalui hasil uji Independent Samples Test yang menunjukkan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga hipotesis alternatif ditolak dan hipotesis nol diterima. Dengan demikian, kedua platform media sosial dinilai sama-sama efektif dalam mendukung aktivitas pemasaran digital UMKM. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa TikTok dan Instagram memiliki keunggulan masing-masing dalam menarik perhatian konsumen, meningkatkan interaksi, serta mendukung promosi produk secara digital. Karakteristik responden yang didominasi oleh perempuan, generasi muda, serta pelajar dan mahasiswa turut memengaruhi efektivitas kedua platform karena kelompok tersebut merupakan pengguna aktif media sosial. Oleh sebab itu, penggunaan TikTok dan Instagram secara bersamaan dapat menjadi strategi yang tepat bagi UMKM Preloved Hcneyed dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan engagement konsumen.
Analisis Perbandingan Metode Clustering Untuk Seleksi Penerima Bantuan Pendidikan Berbasis Data Mining Fajrin Fajrin; Apriani Apriani; Ria Rismayati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11894

Abstract

Penentuan penerima bantuan pendidikan yang masih dilakukan secara manual rentan menimbulkan subjektivitas dan ketidaktepatan sasaran akibat keterbatasan dalam mengolah data siswa secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja lima metode clustering, yaitu K-Means, Fuzzy C-Means, Gaussian Mixture Model, Spectral Clustering, dan Agglomerative Hierarchical Clustering, dalam mengelompokkan calon penerima bantuan pendidikan berdasarkan kondisi sosial ekonomi, serta menentukan metode terbaik. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif komparatif dengan dua dataset, yaitu data siswa SMKN 1 Lambu sebanyak 1.241 data sebagai objek utama dan dataset Academic Performance Retention dari Kaggle sebanyak 574 data sebagai pembanding. Atribut yang digunakan meliputi jenis tempat tinggal, alat transportasi, jumlah saudara, pekerjaan dan pendapatan orang tua, serta jarak rumah ke sekolah. Tahapan penelitian meliputi pembersihan data, transformasi, normalisasi menggunakan RobustScaler, reduksi dimensi dengan Principal Component Analysis, penerapan lima metode clustering dengan tiga cluster, serta evaluasi menggunakan Silhouette Score dan Davies-Bouldin Index. Hasil menunjukkan Agglomerative Hierarchical Clustering memberikan performa terbaik pada dataset utama dengan Silhouette Score 0,652852 dan Davies-Bouldin Index 0,597686, mengungguli K-Means, Fuzzy C-Means, Gaussian Mixture Model, dan Spectral Clustering. Metode ini menghasilkan cluster yang lebih kompak dan terpisah antarkelompok, sehingga direkomendasikan sebagai dasar sistem pendukung keputusan penentuan penerima bantuan pendidikan yang lebih objektif dan tepat sasaran.