cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,361 Documents
Peran Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya Dalam Penataan Pasar Tradisional Di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Sulisdiani, Indah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya dalam penataan pasar tradisional, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya. Latar belakang penelitian ini adalah kondisi pasar yang mengalami perkembangan pesat namun tidak diiringi dengan penataan yang memadai, sehingga menyebabkan pedagang meluber hingga ke badan jalan KH. Abdurrahman Wahid dan mengganggu arus lalu lintas. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah sebagai regulator belum berjalan optimal karena lemahnya implementasi kebijakan dan munculnya aktor informal yang mengambil alih fungsi pengelolaan pasar. Sebagai fasilitator, pemerintah telah membangun Pasar Bahagia sebagai bentuk relokasi, namun pasar tersebut belum memenuhi kebutuhan pedagang karena keterbatasan infrastruktur dan lokasi yang kurang strategis. Peran sebagai dinamisator baru tampak setelah aktivitas pasar berjalan, dengan adanya pelatihan dan pemberdayaan pedagang yang bersifat reaktif. Faktor pendukung dalam proses penataan adalah keberadaan Perda No. 10 Tahun 2013, pembangunan Pasar Bahagia, dan kesadaran sebagian pedagang terhadap legalitas lokasi usaha. Adapun faktor penghambat meliputi minimnya fasilitas pendukung, lemahnya partisipasi pedagang, resistensi terhadap relokasi, dan belum optimalnya penegakan aturan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan regulasi, penyempurnaan sarana pasar, pelibatan aktif pedagang, serta pengembangan kelembagaan pasar secara partisipatif dan berkelanjutan.
Tantangan Adopsi Produksi Bank Syariah: Persepsi dan Pengalaman Umat Jureid, Jureid; Adelina, Selvi; Damayanti, Evika; Nurhifdah, Thalita; Mardana, Yahya
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5026

Abstract

Adopsi produk perbankan syariah di kalangan umat Islam masih menghadapi berbagai hambatan yang bersifat multidimensional, meliputi aspek literasi keuangan, kesiapan teknologi dan infrastruktur, serta tingkat kepatuhan terhadap prinsip-prinsip Islam. Rendahnya tingkat penerimaan produk perbankan syariah sebagian besar disebabkan oleh keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai karakteristik, mekanisme, dan keunggulan produk keuangan syariah yang memiliki sistem dan akad berbeda dari perbankan konvensional. Kompleksitas konsep akad, sistem bagi hasil, serta persepsi bahwa produk syariah kurang praktis dan kurang kompetitif turut memengaruhi minat masyarakat dalam menggunakannya. Selain itu, perkembangan transformasi digital dalam sektor perbankan syariah menghadirkan tantangan baru, seperti integrasi sistem teknologi informasi, perlindungan keamanan siber, serta tuntutan inovasi produk yang tidak hanya modern dan mudah diakses, tetapi juga tetap sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Tantangan tersebut semakin diperkuat oleh kendala internal lembaga perbankan syariah, termasuk kesiapan sumber daya manusia, kapasitas manajemen, serta kemampuan institusi dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan pasar. Di sisi lain, regulasi yang relatif ketat juga menjadi faktor penghambat dalam pengembangan dan perluasan layanan perbankan syariah. Oleh karena itu, diperlukan upaya strategis yang terintegrasi melalui peningkatan literasi keuangan syariah, penguatan infrastruktur digital, pengembangan inovasi produk, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia guna mendorong penerimaan dan pemanfaatan produk perbankan syariah secara lebih luas dan berkelanjutan.
Pengaruh Komunikasi Internal terhadap Kepuasan Kerja Karyawan PT Pelindo Jasa Maritim Makassar Panimba, Riska; Sambara, Kordiana; Rasinan, Djusniati
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5028

Abstract

Komunikasi internal merupakan faktor krusial dalam menciptakan kepuasan kerja karyawan di organisasi modern. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh komunikasi internal terhadap kepuasan kerja karyawan pada PT Pelindo Jasa Maritim Makassar, sebuah anak perusahaan PT Pelabuhan Indonesia yang bergerak di bidang jasa maritim. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori dan teknik sensus terhadap 40 karyawan tetap. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur lima dimensi komunikasi internal yaitu kejelasan informasi, keterbukaan, umpan balik, keteraturan informasi, dan hubungan interpersonal, serta lima dimensi kepuasan kerja meliputi kepuasan terhadap gaji, pekerjaan itu sendiri, kesempatan promosi, supervisi, dan hubungan dengan rekan kerja. Analisis data menggunakan koefisien korelasi Pearson, koefisien determinasi, dan uji t dengan bantuan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi internal berada pada kategori baik dan kepuasan kerja karyawan termasuk kategori tinggi. Nilai koefisien korelasi sebesar 0,83 mengindikasikan hubungan yang kuat dan positif antara kedua variabel. Koefisien determinasi menunjukkan komunikasi internal berkontribusi sebesar 69,7% terhadap kepuasan kerja, sedangkan 30,3% dipengaruhi faktor lain di luar model penelitian. Uji t membuktikan komunikasi internal berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja dengan nilai t hitung (9,03) lebih besar dari t tabel (1,30) pada tingkat signifikansi α = 0,10. Penelitian ini menegaskan pentingnya membangun sistem komunikasi internal yang efektif, transparan, dan partisipatif untuk meningkatkan kepuasan kerja karyawan dalam industri jasa maritim. Implikasi praktis mencakup pentingnya pengelolaan komunikasi dua arah, peningkatan mekanisme umpan balik, dan penguatan hubungan interpersonal sebagai strategi manajemen sumber daya manusia.
Akibat Yuridis Ketidakpatuhan Legal Tender Rupiah terhadap Perlindungan Konsumen Pradnyani, Putu Sri Widari; Sukmaningsih, Ni Komang Irma Adi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5029

Abstract

Digitalisasi sistem pembayaran melalui penerapan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) telah mendorong perubahan signifikan dalam pola transaksi masyarakat Indonesia menuju sistem pembayaran non-tunai. QRIS dikembangkan oleh Bank Indonesia sebagai standar nasional pembayaran digital untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan inklusi keuangan. Namun, dalam praktik ditemukan kebijakan pelaku usaha yang menerapkan pembayaran non-tunai secara eksklusif dan menolak pembayaran menggunakan Rupiah tunai. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan yuridis terkait kepatuhan terhadap kewajiban penerimaan Rupiah sebagai alat pembayaran yang sah (legal tender). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis akibat yuridis ketidakpatuhan terhadap kewajiban penerimaan Rupiah dalam implementasi QRIS serta implikasinya terhadap kepastian hukum dan perlindungan konsumen. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual, melalui penafsiran hukum secara gramatikal, sistematis, dan teleologis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan Rupiah tunai oleh pelaku usaha bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang dan berpotensi melanggar ketentuan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Praktik tersebut menimbulkan ketidakpastian hukum, berpotensi diskriminatif terhadap konsumen, serta melemahkan efektivitas prinsip legal tender Rupiah. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual dengan menempatkan penolakan Rupiah dalam transaksi QRIS sebagai pelanggaran norma imperatif hukum mata uang sekaligus pelanggaran hak konsumen. Oleh karena itu, digitalisasi sistem pembayaran harus diposisikan sebagai instrumen pelengkap yang tetap menjamin keberlakuan Rupiah dan perlindungan konsumen.
Pengaruh Strategi Pemasaran Digital dan Metode Pembayaran Melalui Sea Bank Terhadap Perilaku Konsumen Di Shopee Dhani, Nova Rahma; Kusmayati, Nindya Kartika; Kurniawati, Yuli
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.503

Abstract

Menggunakan strategi pemasaran digital untuk menarik orang untuk membeli dari situs e-commerce seperti Shopee adalah salah satu aspek terpenting di era digital ini. Salah satu marketplace terpopuler di Indonesia, Shopee, terus menghadirkan ide – ide baru untuk meningkatkan loyalitas dan kenyamanan pelanggan. Menambahkan Seabank, bank digital yang terafiliasi dengan grup Sea, sebagai opsi pembayaran baru dalam aplikasinya adalah salah satu pengembangan tersebut. Studi ini bertujuan untuk menyelidiki bagaimana campuran strategi pemasaran digital dan pilihan pembayaran SeaBank memengaruhi perilaku pelanggan Shopee di Surabaya. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode kuesioner, penelitian ini melibatkan 61 responden yang merupakan pengguna aktif Shopee di Wilayah Surabaya dan juga menggunakan SeaBank dalam bertansaksi. Data dianalisis menunjukan bahwa variabel metode pembayaran memiliki pengaruh yang kuat dan lebih dominan 0,703, teknik pemasaran digital tidak mempengaruhi yang signifikan 0,613. 4,269 memiliki nilai konstan model. SeaBank dapat meningkatkan insentif dan layanan pengguna, sementara Shopee harus memaksimalkan pendekatan pemasarannya. Memperluas wilayah dan menggabungkan faktor – faktor di sarankan oleh penelitian tambahan. Aplikasi SPSS yang memungkinkan peneliti untuk memproses dan menafsirkan data secara metodis dan benar, digunakan untuk membantu proses analisis data untuk penelitian ini. Temuan ini menunjukan bahwa sebaiknya lebih berkonsentrasi dalam menciptakan sistem pembayaran digital yang sederhana, cepat, dan dapat diandalkan untuk mendoorng keputusan pembelian konsumen.
Pengaruh Brand Awareness dan Brand Image Terhadap Purchase Decision Pada Konsumen Texas Chicken Indonesia Djamin, Rofialdi Ramadhan; Arafah, Willy
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5030

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand awareness dan brand image terhadap purchase decision pada konsumen Texas Chicken Indonesia di tengah persaingan industri restoran cepat saji yang semakin ketat. Persaingan yang tinggi mendorong perusahaan untuk tidak hanya berfokus pada kualitas produk, tetapi juga pada kekuatan merek dalam membentuk persepsi dan purchase decision konsumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori untuk menjelaskan hubungan kausal antarvariabel yang diteliti. Data penelitian dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen Texas Chicken Indonesia, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Instrumen penelitian diukur menggunakan skala Likert lima poin. Analisis data dilakukan melalui analisis deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis regresi linear berganda. Seluruh proses pengolahan dan analisis data dilakukan dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 29 untuk menguji pengaruh parsial dan simultan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase decision, demikian pula brand image yang terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase decision. Selain itu, hasil pengujian simultan menunjukkan bahwa brand awareness dan brand image secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap purchase decision.
Implementasi Kebijakan Konservasi Arsitektur Kolonial pada Kawasan Kota Tua Studi Kasus Museum Fatahillah Abdillah, Hernandino Romanito; Maftuh, Ade; Syarifudin, Iman
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.5031

Abstract

Pelindungan dan pengelolaan bangunan cagar budaya di lingkungan perkotaan bersejarah menghadirkan persoalan yang bersifat kompleks dan lintas dimensi, sebagaimana tercermin pada kawasan Kota Tua Jakarta. Museum Fatahillah, sebagai representasi utama arsitektur kolonial, memiliki posisi strategis dalam merekam perjalanan sejarah kota sekaligus membentuk identitas kultural masyarakat Jakarta. Penelitian ini diarahkan untuk mengevaluasi sejauh mana pelaksanaan kebijakan konservasi mampu menjaga keaslian nilai historis, mempertahankan keutuhan elemen arsitektural, serta mengakomodasi penyesuaian fungsi bangunan sebagai sarana edukasi dan tujuan wisata berbasis budaya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus tunggal, melalui pengumpulan data berupa observasi lapangan secara berulang, penelaahan dokumen kebijakan dan perencanaan, serta penelusuran tahapan implementasi konservasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa kebijakan konservasi telah mendorong pelaksanaan pemugaran fisik bangunan, penerapan konsep adaptive reuse pada ruang internal, serta penataan kawasan Taman Fatahillah sebagai ruang publik bernuansa sejarah. Meskipun karakter utama arsitektur kolonial relatif terjaga, efektivitas pelaksanaan kebijakan masih dibatasi oleh kompleksitas birokrasi dan keterbatasan sumber daya. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan, peningkatan keterlibatan masyarakat, serta penerapan strategi adaptif yang mempertimbangkan dimensi sosial dan budaya heritage secara berkelanjutan. Kontribusi kajian ini terletak pada integrasi perspektif arsitektur dan kebijakan publik dalam memahami dinamika konservasi warisan budaya di tengah proses transformasi urban kontemporer.
Pengaruh Celebrity Endorser, Citra Merek dan Kesesuaian Diri Terhadap Minat Beli Konsumen Produk Skintific di Tiktok Shop Devega, Like; Tamonsang, Matheous
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5032

Abstract

Penelitian ilmiah ini digagas dengan tujuan utama untuk menguji, mengevaluasi, sekaligus menganalisis secara komprehensif mengenai besarnya pengaruh Celebrity Endorser, Citra Merek, dan Kesesuaian Diri terhadap Minat Beli konsumen pada produk perawatan wajah merek Skintific melalui platform TikTok Shop. Subjek penelitian difokuskan secara spesifik pada kelompok masyarakat dari kategori Generasi Z yang berdomisili di wilayah Kota Surabaya. Selain bertujuan untuk menguji signifikansi pengaruh secara parsial, studi ini juga dirancang untuk mengidentifikasi variabel manakah yang memberikan kontribusi paling dominan dalam memengaruhi niat calon pembeli di media sosial. Metodologi yang diterapkan dalam kajian ini adalah pendekatan kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data primer dari 100 orang responden melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Seluruh data mentah yang diperoleh kemudian diolah menggunakan teknik analisis regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak statistik IBM SPSS versi 25 untuk menjamin tingkat akurasi hasil. Berdasarkan hasil analisis data yang mendalam, ditemukan fakta bahwa variabel Celebrity Endorser dan Kesesuaian Diri terbukti memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap Minat Beli. Sebaliknya, ditemukan temuan unik pada variabel Citra Merek yang ternyata tidak menunjukkan pengaruh signifikan dalam konteks penelitian ini. Hasil uji statistik lebih lanjut menegaskan bahwa variabel Kesesuaian Diri menjadi faktor paling dominan dengan nilai kontribusi mencapai 58,4%. Hal ini mengindikasikan bahwa bagi kelompok Generasi Z di Surabaya, kecocokan fungsional maupun psikologis produk dengan citra diri mereka merupakan faktor yang jauh lebih krusial dibandingkan aspek lainnya dalam membentuk keputusan pembelian di ekosistem social commerce TikTok Shop.
Perancangan Model Bisnis ”Kursus Membuat Kue XYZ” Kauni, Shofia
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5034

Abstract

Perkembangan tren membuat kue sangat berkembang pesat, terutama pada industri pembuatan kue dengan pola yang lebih sehat dan kreatif. Menurut hasil survei, melakukan kegiatan memanggang atau membuat kue tidak hanya mengasah keahlian. Namun, kegiatan ini dapat meringankan stres sebesar 80%. Tidak hanya untuk menghilangkan stres tetapi kebiasaan ini juga dapat mengasah kreatifitas dengan cara mengeksplorasi berbagai resep kue dari berbagai negara. Sementara itu, industri kuliner semakin berkembang secara baik dari sisi kreasi dan inovasi. Seiring berkembangnya pola fikir masyarakat, kuliner adalah salah satu tren industri yang banyak diminati masyarakat dan sukses membuat masyaarakat merubah pola hidup.  Penelitian ini bertujuan untuk merancang model bisnis kursus membuat kue dan mengalanisis kelayakan bisnis secara finansial. Metode yang digunakan adalah mix method dan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan survei. Data yang diperoleh digunakan sebagai acuan pembuatan konsep model bisnis kursus membuat kue. Hasil pengumpulan data dijelaskan melalui peta empati pelanggan potensial, analisis kompetitor, analisis sumber daya kunci dan kanvas model bisnis. Hasil kelayakan finansial bisnis kursus membuat kue berdasarkan perhitungan NPV (Net Present Value) sebesar Rp1.251.783.501, IRR (Internal Rate of Return) sebesar 58%, dan PP (Payback Period) selama 1 Tahun 2 Bulan. Nilai positif dari kelayakan finansial, menyimpulkan bahwa rencana bisnis kursus membuat kue XYZ layak dijalankan secara finansial.
Pre-formulations Study of Active Pharmaceutical Ingredients Amiodaron in the Development of Oral Tablet Pharmaceutical Preparations as an Anti-Arrhythmia Drug Anindya, Nisrina Raya; Fadiya, Refeyfa Najwa; Palupi, Anindya Taruni; Jannah, Aisa Zahratul; Deandrea, Helena Jessie; Sopyan , Iyan
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 4 (2026): November - January
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i4.5035

Abstract

Amiodaron is a broad-spectrum antiarrhythmic drug that is widely used in the management of various cardiac rhythm disorders, including ventricular and supraventricular arrhythmias. Despite its therapeutic effectiveness, Amiodaron presents complex physicochemical characteristics that pose significant challenges in the development of oral solid dosage forms, particularly tablet preparations. Therefore, a comprehensive pre-formulation study is essential to ensure the development of stable, safe, and effective pharmaceutical products. This study aims to examine the pre-formulation aspects of Amiodaron hydrochloride as a scientific basis for tablet formulation development. The research method employed was a literature-based study focusing on the physicochemical properties of Amiodaron, including ionization constants (pKa), partition coefficients (log P), solubility, dissolution behavior, polymorphism, chemical and physical stability, as well as particle and powder characteristics. Relevant data were obtained from scientific journals, pharmacopeias, and authoritative pharmaceutical references. The results indicate that Amiodaron hydrochloride is classified as a Biopharmaceutics Classification System (BCS) class II drug, characterized by low aqueous solubility and high membrane permeability. The compound is highly lipophilic, weakly basic, and sensitive to environmental factors such as light, heat, and alkaline pH conditions, which may lead to degradation. Furthermore, Amiodaron powder exhibits poor flowability and compressibility, making direct compression during tablet manufacturing difficult. Based on these findings, appropriate formulation strategies are required, including the use of inclusion complexes, hydrophilic polymers, granulation techniques, and careful selection of excipients to enhance solubility, stability, and bioavailability. This pre-formulation study is expected to provide a strong scientific foundation for the development of optimal Amiodaron tablet formulations.