cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi11@gmail.com
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
riggs@universitaspahlawan.ac.id
Editorial Address
Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai Jl. Tuanku Tambusai No.23, Bangkinang, Kec. Bangkinang, Kabupaten Kampar, Riau 28412
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business
ISSN : 29639298     EISSN : 2963914X     DOI : https://doi.org/10.31004/riggs.v1i1
Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) is published by the Department of Digital Business, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai in helping academics, researchers, and practitioners to disseminate their research results. RIGGS is a blind peer-reviewed journal dedicated to publishing quality research results in the fields of business and engineering. All publications in the RIGGS Journal are open access which allows articles to be available online for free without any subscription. RIGGS is a national journal with e-ISSN: 2963-914X, and is free of charge in the submission process and review process. Journal of Artificial Intelligence and Digital Business (RIGGS) publishes articles periodically twice a year, in January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 8,292 Documents
Paradigma Relasi Manusia dengan Alam dalam Pemikiran Mulyadhi Kartanegara: Telaah Filsafat Islam sebagai Landasan Pengembangan Pendidikan Islam Roihan Akbar; Sudarman Sudarman; Yuberti Yuberti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11110

Abstract

Krisis lingkungan global yang semakin kompleks menunjukkan perlunya rekonstruksi paradigma relasi manusia dengan alam melalui pendekatan filosofis yang dapat menjadi landasan pengembangan pendidikan Islam berbasis nilai-nilai tauhid dan kesadaran ekologis. Penelitian ini bertujuan menganalisis paradigma relasi manusia dengan alam dalam pemikiran Mulyadhi Kartanegara melalui telaah filsafat Islam serta merumuskan relevansinya sebagai landasan pengembangan pendidikan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) melalui pendekatan filosofis-konseptual dan hermeneutika tokoh (objective hermeneutics), dengan sumber data primer berupa karya-karya Mulyadhi Kartanegara serta didukung berbagai literatur ilmiah yang relevan, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan content analysis yang dipadukan dengan interpretasi hermeneutis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paradigma relasi manusia dengan alam dalam pemikiran Mulyadhi Kartanegara berlandaskan prinsip tauhid yang menempatkan Tuhan, manusia, dan alam sebagai satu kesatuan ontologis, didukung oleh epistemologi mistiko-filosofis yang mengintegrasikan indera, akal, hati, dan wahyu dalam memahami realitas, sehingga menghasilkan paradigma ekologis yang holistik, spiritual, dan berorientasi pada tanggung jawab kekhalifahan. Temuan penelitian menegaskan bahwa pemikiran Mulyadhi tidak hanya mengkritik paradigma antroposentris dan sekularistik, tetapi juga menawarkan rekonstruksi konseptual pendidikan Islam melalui integrasi nilai tauhid, amanah, mīzān, dan akhlak ekologis sebagai dasar pembentukan insan kāmil yang religius, berilmu, dan berwawasan lingkungan. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa paradigma tersebut dapat dijadikan landasan filosofis dalam pengembangan kurikulum, proses pembelajaran, serta pendidikan karakter di lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan dimensi intelektual, spiritual, moral, dan ekologis guna membentuk generasi yang mampu menjaga harmoni hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan secara berkelanjutan.
Memahami Manajemen Perubahan Organisasi di Era Transformasi Digital: Tinjauan Literatur Sistematis Nadhila Putri Ridarman; Samsir Samsir; Jumiati Sasmita
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11111

Abstract

Transformasi digital telah mendorong perubahan mendasar pada strategi, struktur, proses kerja, budaya, dan identitas organisasi. Kondisi tersebut menuntut penerapan manajemen perubahan yang tidak hanya berorientasi pada teknologi, tetapi juga memperhatikan kesiapan sumber daya manusia dan kemampuan organisasi untuk beradaptasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor utama yang menentukan keberhasilan manajemen perubahan organisasi di era transformasi digital. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review dengan menelaah 20 artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan pada periode 2018–2025 dan relevan dengan kepemimpinan transformasional digital, budaya organisasi, kelincahan organisasi, model manajemen perubahan, kesiapan kecerdasan buatan, serta strategi sumber daya manusia. Data dianalisis melalui proses identifikasi, evaluasi, pengelompokan, dan sintesis tematik. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional digital dan budaya yang kolaboratif berperan penting dalam mengurangi resistensi karyawan serta membangun kesiapan terhadap perubahan. Model perubahan seperti Kotter, Lewin, dan ADKAR menjadi lebih efektif ketika diterapkan secara adaptif dan dipadukan dengan kelincahan organisasi. Kajian ini juga menemukan bahwa transformasi digital berbeda dari perubahan teknologi informasi konvensional karena mencakup perubahan proposisi nilai, identitas organisasi, tata kelola data, pola rekrutmen, dan kompetensi tenaga kerja. Dengan demikian, keberhasilan transformasi digital bergantung pada penyelarasan sistem teknis dan sosial, komunikasi yang partisipatif, pembelajaran berkelanjutan, serta penguatan kapabilitas digital di seluruh tingkat organisasi. Temuan ini memberikan landasan praktis bagi organisasi dalam merancang perubahan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Pengaruh Online Promotion dan Product Quality terhadap Repurchase Intention melalui Customer Satisfaction pada Produk Skincare Peeling Serum Elformula Eva Aulia Ramadhani; Avira Budianita; M. Adhitya Wardhana
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11112

Abstract

Perkembangan industri skincare yang pesat di Indonesia mendorong perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi perilaku pembelian ulang konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh online promotion dan product quality terhadap repurchase intention dengan customer satisfaction sebagai variabel mediasi pada produk Skincare Peeling Serum Elformula. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online kepada 100 responden yang merupakan pengguna produk Peeling Serum Elformula di Indonesia. Teknik analisis data menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa online promotion tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap repurchase intention maupun customer satisfaction. Selanjutnya, product quality terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap repurchase intention serta customer satisfaction. Selain itu, customer satisfaction terbukti berpengaruh positif terhadap repurchase intention. Pada pengujian pengaruh tidak langsung customer satisfaction secara signifikan memediasi pengaruh online promotion dan product quality terhadap repurchase intention. Temuan ini menegaskan bahwa kepuasan konsumen memegang peran strategis dalam mendorong niat beli ulang, sehingga perusahaan perlu mengoptimalkan strategi promosi digital serta menjaga kualitas produk secara konsisten guna meningkatkan loyalitas konsumen.
Analisis Efisiensi Biaya Operasional Kendaraan Dinas Menggunakan Metode Activity Based Costing (ABC) Aghi Fauzan Fadhillah; Elga Elfrida Syarif Hidayatullah; Soleh Soleh; Muhammad Akhdiyatul Aein; Saleh Purnama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11114

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas utama dan cost driver yang memengaruhi biaya operasional kendaraan dinas, menghitung biaya operasional kendaraan per kilometer menggunakan metode Activity-Based Costing (ABC), serta menganalisis potensi distorsi biaya yang muncul apabila perusahaan menggunakan metode pembebanan biaya tradisional. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain studi kasus pada sebuah perusahaan manufaktur plastik di Kabupaten Karawang. Data diperoleh melalui dokumentasi biaya operasional kendaraan dan wawancara dengan pihak yang terlibat dalam pengelolaan armada. Analisis dilakukan melalui identifikasi cost pool, penentuan cost driver, pembebanan biaya menggunakan Activity-Based Costing, serta perbandingan dengan metode biaya tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya operasional kendaraan dibentuk oleh tiga aktivitas utama, yaitu mobilisasi kendaraan, pemeliharaan kendaraan, dan pengelolaan pengemudi. Aktivitas mobilisasi menjadi penyerap biaya terbesar dengan proporsi biaya sebesar Rp101.040.165 dari total biaya operasional Rp114.206.000. Perhitungan ABC menghasilkan biaya operasional yang berbeda pada setiap kendaraan, yaitu berkisar antara Rp14.155/km hingga Rp17.227/km. Perbandingan dengan metode tradisional menunjukkan bahwa ABC menghasilkan informasi biaya yang lebih representatif karena mencerminkan konsumsi aktivitas aktual setiap kendaraan. Selain itu, metode tradisional menimbulkan distorsi biaya berupa undercosting dan overcosting pada beberapa kendaraan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan ABC dapat meningkatkan akurasi informasi biaya dan mendukung pengelolaan armada kendaraan yang lebih efektif.
Pengaruh Influencer dan Electronic Word Of Mouth terhadap Keputusan Pembelian Produk Parfum Mykonos pada Media Sosial Tiktok Surabaya Yotam Teguh Imanuel
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11117

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Influencer dan Electronic Word of Mouth (E-WOM) terhadap keputusan pembelian parfum Mykonos melalui TikTok Shop di Surabaya. Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, telah mengubah perilaku konsumen dalam mencari informasi produk dan melakukan pembelian secara online. Influencer dan E-WOM menjadi faktor yang berperan dalam membentuk persepsi serta keputusan pembelian konsumen terhadap suatu produk. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner menggunakan Google Form kepada 75 responden yang berdomisili di Surabaya dan pernah membeli parfum Mykonos melalui TikTok Shop. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Analisis data dilakukan dengan bantuan program SPSS melalui uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi (R²). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Influencer berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian parfum Mykonos di TikTok Shop Surabaya. Electronic Word of Mouth (E-WOM) juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, secara simultan Influencer dan E-WOM berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian parfum Mykonos. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas influencer dan semakin positif informasi yang disebarkan melalui E-WOM, maka semakin tinggi pula keputusan pembelian konsumen terhadap parfum Mykonos.
Pengaruh Work Life Balance dan Stres Kerja terhadap Produktivitas Karyawan Gen Z pada Perusahaan Manufaktur (Studi pada PT. XYZ di Sidoarjo) Mohammad Faricho Alvi Hidayat; Dijah Julindrastuti
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11118

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh work-life balance dan stres kerja terhadap produktivitas karyawan Generasi Z pada perusahaan manufaktur, dengan objek penelitian PT. XYZ yang berlokasi di Sidoarjo. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin besarnya peran Generasi Z dalam dunia kerja serta pentingnya menjaga tingkat produktivitas karyawan di tengah tuntutan pekerjaan yang semakin kompleks. Selain itu, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan serta kemampuan dalam mengelola stres kerja menjadi faktor yang dinilai berperan dalam mendukung kinerja dan produktivitas karyawan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Populasi dalam penelitian ini terdiri atas seluruh karyawan Generasi Z yang bekerja di PT. XYZ sebanyak 60 orang. Karena jumlah populasi relatif terbatas, teknik sensus digunakan sehingga seluruh anggota populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner yang disusun menggunakan skala Likert. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis regresi linier berganda, uji koefisien determinasi (R²), dan uji t. Hasil analisis menunjukkan bahwa work-life balance memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan Generasi Z di PT. XYZ. Sebaliknya, stres kerja terbukti berpengaruh negatif dan signifikan terhadap produktivitas karyawan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,528 mengindikasikan bahwa sebesar 52,8% variasi produktivitas karyawan dapat dijelaskan oleh variabel work-life balance dan stres kerja, sedangkan 47,2% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan temuan tersebut, perusahaan perlu memperhatikan upaya peningkatan work-life balance serta melakukan pengelolaan stres kerja secara optimal agar produktivitas karyawan Generasi Z dapat terus ditingkatkan dan mendukung pencapaian tujuan organisasi.
Analisis Kesiapan Dan Penerimaan UMKM Kota Jambi Terhadap Perkembangan Social Commerce Dengan Technology Readiness And Acceptance Model (TRAM) Khairunisa, Khairunisa; Mutamassikin, Mutamassikin; Bangsa, Mhd. Theo Ari
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 4 No. 2 (2025): Mei - Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v4i2.1112

Abstract

Revolusi industri 4.0 telah mendorong tranformasi digital di berbagai sektor, termasuk sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang menjadi pilar penting perekonomian Indonesia. Salah satu bentuk pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan bisnis adalah social commerce, yang memungkinkan pelaku usaha memasarkan produksi melalui platform media sosial seperti TikTok. Namun, tingkat adopsi social commerce di Provinsi Jambi, khususnya di Kota Jambi, masih tergolong rendah dibandingkan daerah lain di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan pelaku UMKM Kota Jambi dalam mengadopsi social commerce dengan menggunakan pendekatan Technology Readiness Acceptance Model (TRAM), yang menggabungkan aspek kepribadian pengguna terhadap teknologi dengan model penerimaan teknologi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada pelaku usaha Mikro, serta analisis data mengggunakan Teknik Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimism belum cukup kuat untuk membentuk perceived ease of use dan perceived usefulness TikTok, sedangkan innovativeness berpengaruh signifikan terhadap kedua persepsi tersebut. Faktor negatif seperti discomfort dan insecurity tidak menunjukkan pengaruh signifikan, mengindikasikan bahwa hambatan psikologis terhadap penggunaan teknologi relatif rendah di kalangan pelaku UMKM Kota Jambi. Pada aspek niat menggunaan, hanya perceived usefulness yang berpengaruh signifikan terhadap intention to ise TikTok, sementara perceived ease of use tidak berpengaruh secara langsung. Temuan ini mendukung teori TAM lanjutan yang menyatakan bahwa manfaat yang dirasakan lebih berpengaruh dibandingkan sekedar kemudahan penggunaan. Implikasi dari penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemerintahan dan pelaku industri dalam merancang strategi peningkatan literasi digital dan pemberdayaan UMKM melalui platform social commerce.
Pengaruh Work Life Balance, Beban Kerja, dan Lingkungan Kerja terhadap Turnover Intention pada Karyawan Generasi Z di Surakarta Felixza Faimica Arsetyafna; Muhammad Rifqy Ananda; Nurul Aprilia Fitri; Rizky Ramadhan Aprian Aditama
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11123

Abstract

Tingginya turnover intention pada karyawan Generasi Z menjadi perhatian penting bagi organisasi karena berpotensi meningkatkan biaya rekrutmen dan pelatihan serta mengganggu stabilitas sumber daya manusia. Generasi Z cenderung menempatkan keseimbangan kehidupan kerja, fleksibilitas, beban kerja yang proporsional, dan kenyamanan lingkungan sebagai pertimbangan dalam mempertahankan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh work life balance, beban kerja, dan lingkungan kerja terhadap turnover intention pada karyawan Generasi Z di Surakarta. Landasan penelitian menggunakan Social Exchange Theory, teori Turnover Intention, dan Job Demands-Resources Theory. Penelitian menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert kepada 100 karyawan Generasi Z yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dianalisis melalui uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance berpengaruh signifikan terhadap turnover intention dengan nilai t sebesar 4,554 dan signifikansi 0,000. Beban kerja juga berpengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 4,577 dan signifikansi 0,000, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh signifikan dengan nilai t sebesar 0,350 dan signifikansi 0,727. Secara simultan, ketiga variabel berpengaruh signifikan dengan nilai F sebesar 16,169 dan signifikansi 0,000. Nilai Adjusted R-square sebesar 0,315 menunjukkan bahwa model menjelaskan 31,5% variasi turnover intention. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan work life balance dan beban kerja secara proporsional untuk membantu organisasi mengendalikan kecenderungan perpindahan karyawan Generasi Z.
Relevansi Profesi Hukum pada Era AI (Artificial Intelligence) Aryuda Muhammad Naufal Rizqi; Athala Radja Diksana; Siska Nur Azqia; Zahra Fauziah
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11124

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor hukum. Kehadiran teknologi AI mampu meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data, analisis dokumen hukum, penelitian hukum, hingga penyelesaian berbagai pekerjaan administratif yang sebelumnya dilakukan secara manual. Kondisi ini menimbulkan berbagai pandangan mengenai masa depan profesi hukum dan relevansinya di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis relevansi profesi hukum pada era AI serta mengkaji peluang, tantangan, dan strategi adaptasi yang perlu dilakukan oleh para profesional hukum dalam menghadapi transformasi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Data diperoleh melalui berbagai sumber literatur seperti buku, jurnal ilmiah, artikel akademik, peraturan perundang-undangan, dan publikasi yang berkaitan dengan perkembangan AI dan profesi hukum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mampu membantu pelaksanaan berbagai tugas teknis dalam bidang hukum, seperti pencarian data, analisis kontrak, dan prediksi putusan berdasarkan data historis. Namun demikian, AI tidak dapat sepenuhnya menggantikan profesi hukum karena masih terdapat aspek-aspek yang membutuhkan pertimbangan moral, etika, empati, interpretasi hukum, serta kemampuan argumentasi yang hanya dapat dilakukan oleh manusia. Oleh karena itu, profesi hukum tetap memiliki relevansi yang tinggi pada era AI dengan syarat mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi. Integrasi antara kompetensi hukum dan pemahaman teknologi menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas layanan hukum di masa depan. Dengan demikian, AI seharusnya dipandang sebagai alat pendukung yang memperkuat kinerja profesi hukum, bukan sebagai pengganti peran manusia dalam penegakan keadilan.
Pelaksanaan Alternatif Penyelesaian Sengketa Tanah Ulayat di Desa Kuanheun Kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang Hadit Nehemia Lanus; Norani Asnawi; Rizal Simon Thene
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.11125

Abstract

Tanah ulayat merupakan bagian penting dalam kehidupan masyarakat hukum adat karena tidak hanya memiliki nilai ekonomis, tetapi juga mengandung nilai sosial, budaya, dan historis yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam praktiknya, tanah ulayat sering menjadi objek sengketa akibat adanya perbedaan klaim kepemilikan, batas wilayah, serta pemahaman yang berbeda mengenai aturan adat yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pelaksanaan alternatif penyelesaian sengketa tanah ulayat dalam Kasus Nomor 140/009/DKH/VII/2025 di Desa Kuanheun, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, serta mengetahui faktor-faktor yang menjadi hambatan dalam proses penyelesaiannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian empiris dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pihak-pihak yang terlibat, yaitu pemerintah desa, lembaga adat, kepala suku, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan masyarakat adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa tanah ulayat di Desa Kuanheun dilakukan melalui mekanisme alternatif penyelesaian sengketa (APS) dengan mengutamakan musyawarah dan mufakat. Tahapan penyelesaian meliputi penerimaan laporan, pemanggilan para pihak, mediasi, serta rapat penyelesaian yang melibatkan pemerintah desa dan lembaga adat. Penerapan APS bertujuan menjaga hubungan kekeluargaan, mempertahankan nilai adat, serta menciptakan penyelesaian yang dapat diterima bersama tanpa melalui proses peradilan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa perbedaan pemahaman mengenai hak atas tanah ulayat, keterbatasan bukti kepemilikan tertulis, serta perbedaan pandangan antar pihak yang bersengketa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan peran lembaga adat dan pemerintah desa dalam memberikan pemahaman hukum serta menjaga keberlanjutan penyelesaian sengketa berbasis kearifan lokal.

Page 70 of 830 | Total Record : 8292