cover
Contact Name
Diah Ambarwulan
Contact Email
mitrapilar.mji@gmail.com
Phone
+6282112013539
Journal Mail Official
journal@mitrajurnal.co.id
Editorial Address
Gedung Wirausaha Ruang 104, Jalan Haji R. Rasuna Said Kavling C5, RT.3/RW.1, Karet, Kecamatan Setiabudi, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12920
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi
ISSN : 29647622     EISSN : 29646014     DOI : https://doi.org/10.58797/pilar
Core Subject : Education,
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi is a scientific journal that publishes and disseminates research results, in-depth studies, innovative thoughts, or works in the fields of education, innovation, and technology application. This journal focuses on works that positively contribute to readers and fellow researchers in the field of education. Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi is published twice a year. Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi is intended as a place for quality research publications in Indonesia and Asia in the future for researchers in the field of Education, Innovation, and Applied Technology. Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi adalah jurnal ilmiah yang menerbitkan dan menyebarluaskan hasil penelitian, kajian mendalam, pemikiran inovatif, atau karya di bidang pendidikan, inovasi, dan penerapan teknologi. Jurnal ini berfokus pada karya-karya yang memberikan kontribusi positif bagi pembaca dan rekan-rekan peneliti di bidang pendidikan. Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi terbit dua kali setahun. Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi dimaksudkan sebagai wadah publikasi penelitian berkualitas di Indonesia dan Asia di masa depan bagi para peneliti di bidang Pendidikan, Inovasi, dan Teknologi Terapan
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 68 Documents
Analisis Faktor Preferensi Mahasiswa dalam Pemilihan Layanan Ride-Hailing di Kota Tegal: Studi pada Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan Aprianto, Rizal; Bahrelsi, Damar Risky; Mufid, Satria Tegar Basudewa
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0401.02

Abstract

Abstract This study examines the factors influencing the preferences of students at the Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) in choosing ride-hailing services in Tegal City. Data were collected through an online survey using a Likert-scale questionnaire consisting of 24 items and analyzed using Exploratory Factor Analysis (EFA). The EFA was conducted to group the items into six main components: Application Accessibility, Brand Loyalty and Preference, Driver Service Quality, Price and Promotions, Safety and Comfort, and Service Timeliness and Speed. The Kaiser-Meyer-Olkin (KMO) test result of 0.670 and Bartlett’s Test (p < 0.001) confirmed that the data were suitable for extraction into six main factors, which cumulatively explained 54% of the total variance. Factor extraction was based on the criterion of eigenvalues greater than 1. The most dominant factor was Brand Loyalty and Preference (highest eigenvalue ≈ 2.78), indicating that prior positive experiences and brand image are key determinants in service selection. Other factors, such as driver quality, safety, and ease of access, also played a significant role in shaping user preferences. These findings suggest that students’ decisions are driven not only by rational considerations such as price and time but also by emotional and psychological aspects such as loyalty to digital brands. This study offers strategic recommendations for ride-hailing service providers to holistically manage service aspects from promotions and app design to driver training in order to win over discerning young consumers. Abstrak Penelitian ini menelaah faktor-faktor yang memengaruhi preferensi mahasiswa Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) dalam memilih layanan ride hailing di Kota Tegal. Data dikumpulkan melalui survei daring menggunakan kuesioner skala Likert dengan total 24 item, kemudian dianalisis menggunakan Exploratory Factor Analysis (EFA). EFA dilakukan untuk mengelompokkan item ke dalam enam komponen utama, yaitu Loyalitas dan Preferensi Merek, Kualitas Layanan Pengemudi, Keamanan dan Kenyamanan, Kemudahan Akses Aplikasi, Harga dan Promo, dan Waktu dan Kecepatan Layanan. Hasil uji KMO sebesar 0,670 dan Bartlett’s Test (p < 0,001) memastikan data layak untuk diekstraksi menjadi enam faktor utama yang secara kumulatif menjelaskan 54 % total varians. Pengambilan faktor didasarkan pada kriteria eigenvalue > 1. Faktor yang paling dominan adalah Loyalitas dan Preferensi Merek (eigenvalue tertinggi ≈ 2,78), menandakan bahwa pengalaman positif sebelumnya dan citra merek menjadi penentu utama dalam pemilihan layanan. Faktor lainnya seperti kualitas pengemudi, keamanan, dan kemudahan akses juga berperan signifikan dalam membentuk preferensi pengguna. Temuan ini menunjukkan bahwa keputusan mahasiswa tidak hanya didorong oleh pertimbangan rasional seperti harga dan waktu, tetapi juga aspek emosional dan psikologis seperti loyalitas terhadap merek digital. Penelitian ini memberikan rekomendasi strategis kepada penyedia layanan ride hailing untuk mengelola aspek layanan secara holistic dari promo dan aplikasi hingga pelatihan pengemudi untuk memenangkan preferensi konsumen muda yang kritis.
Strategi Penerapan Smart Mobility untuk Mengurangi Kemacetan: Studi Komparasi di Tiga Ibu Kota Negara Asean Brezinka Ayu Perdana; Andhika Adiwidya Maheswara; Rizal Aprianto
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0401.04

Abstract

Abstract Rapid urbanization in Southeast Asia has exerted significant pressure on urban transportation systems, particularly in metropolitan cities such as Jakarta, Bangkok, and Metro Manila. These cities face structural congestion problems driven by high population mobility, heavy dependence on private vehicles, and limited intermodal integration. This article aims to analyze and compare Smart mobility strategies implemented in the three capitals to mitigate traffic congestion. The study employs a qualitative descriptive approach through a literature review, examining scientific publications, policy reports, and relevant secondary data from 2020 to 2024. The findings indicate that Jakarta excels in public transport integration through the jaklingko system; Bangkok demonstrates strengths in the application of artificial intelligence and big data-based smart transportation technologies under the Thailand 4.0 framework; while Metro Manila focuses on public transport modernization and the deployment of traffic monitoring systems based on Intelligent Transportation Systems (ITS). This comparative analysis reveals that the effectiveness of Smart mobility implementation is highly dependent on policy coherence, digital infrastructure readiness, and inter-agency coordination. The article offers strategic recommendations for strengthening smart transportation policies in the ASEAN region and highlights opportunities for future research on big data integration and real-time transportation system evaluation based on public participation. Abstrak                                                                Urbanisasi yang pesat di kawasan Asia Tenggara telah memberikan tekanan signifikan terhadap sistem transportasi perkotaan, khususnya di kota-kota metropolitan seperti Jakarta, Bangkok, dan Metro Manila. Ketiga kota tersebut menghadapi permasalahan kemacetan struktural yang dipicu oleh tingginya mobilitas penduduk, ketergantungan pada kendaraan pribadi, serta lemahnya integrasi antarmoda transportasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan strategi Smart mobility yang diterapkan di ketiga ibu kota tersebut dalam upaya mengurangi kemacetan lalu lintas. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif, melalui penelaahan dokumen ilmiah, laporan kebijakan, dan data sekunder terkini dalam rentang tahun 2020–2024. Hasil analisis menunjukkan bahwa Jakarta menonjol dalam integrasi moda transportasi publik melalui sistem JakLingko; Bangkok unggul dalam pemanfaatan teknologi transportasi cerdas berbasis kecerdasan artifisial dan big data dalam kerangka Thailand 4.0; sementara Metro Manila berfokus pada modernisasi transportasi umum serta penerapan sistem pengawasan lalu lintas berbasis Intelligent Transportation Systems (ITS). Studi perbandingan ini mengungkap bahwa keberhasilan implementasi Smart mobility sangat ditentukan oleh keterpaduan kebijakan, kesiapan infrastruktur digital, serta efektivitas koordinasi antarlembaga. Artikel ini memberikan rekomendasi strategis bagi penguatan kebijakan transportasi cerdas di kawasan ASEAN serta membuka peluang penelitian lanjutan terkait integrasi big data dan evaluasi sistem transportasi secara real-time berbasis partisipasi publik.
Pembelajaran Bermakna dalam Implementasi Deep Learning di Madrasah Ibtidaiyah: Persepsi Orang Tua Siswa Kelas VI Siti Rodiyah
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.01

Abstract

Abstract Meaningful learning is a primary objective in the implementation of the deep learning approach in Madrasah Ibtidaiyah (MI). Meaningful learning emphasizes not only mastery of subject matter but also conceptual understanding, learning independence, critical thinking skills, and the development of students’ attitudes and character. Parents play an important role in observing the impact of learning on children’s behavior and study habits at home. This study aims to describe parents’ perceptions of meaningful learning within the implementation of deep learning among sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah students. This study employed a quantitative approach using a survey method. The participants consisted of 30 parents of sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah students in Central Jakarta. Data were collected through a four-point Likert-scale questionnaire covering indicators of conceptual understanding, learning independence and activeness, critical thinking skills, attitudes and character, and the impact of learning at home. Data were analyzed using descriptive statistics, including mean scores and percentages. The results show that parents’ perceptions of meaningful learning in the implementation of deep learning fall into the very meaningful category, with an average percentage of 80.58%. These findings indicate that the implementation of deep learning contributes positively to the realization of meaningful learning among sixth-grade Madrasah Ibtidaiyah students. Abstrak Pembelajaran bermakna merupakan tujuan utama dalam implementasi pendekatan deep learning di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Pembelajaran bermakna tidak hanya menekankan penguasaan materi, tetapi juga pemahaman konsep, kemandirian belajar, kemampuan berpikir kritis, serta pembentukan sikap dan karakter siswa. Peran orang tua menjadi penting sebagai pihak yang dapat mengamati dampak pembelajaran terhadap perilaku dan kebiasaan belajar anak di rumah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Subjek penelitian terdiri atas 30 orang tua siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah di Jakarta Pusat. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert empat tingkat yang mencakup indikator pemahaman konsep, kemandirian dan keaktifan belajar, kemampuan berpikir kritis, sikap dan karakter, serta dampak pembelajaran di rumah. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif berupa perhitungan nilai rata-rata dan persentase. Hasil analisis menunjukkan bahwa persepsi orang tua terhadap pembelajaran bermakna dalam implementasi deep learning berada pada kategori sangat bermakna dengan persentase rata-rata sebesar 80,58%. Temuan ini menunjukkan bahwa implementasi deep learning berkontribusi positif dalam mewujudkan pembelajaran bermakna pada siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah.
Perbandingan Pembelajaran STEM dan Konvensional dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa SMP Tivany Pebiola; Fatrima Santri Syafri; Betti Dian Wahyuni
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.04

Abstract

Rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran matematika, yang ditandai dengan rendahnya minat belajar, kesulitan memahami konteks soal, serta hasil belajar yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mengikuti pembelajaran berbasis STEM dan pembelajaran konvensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain komparatif. Sampel penelitian terdiri atas 58 siswa kelas VII SMP Negeri 18 Kota Bengkulu, yang terbagi menjadi kelas eksperimen (29 siswa) dan kelas kontrol (29 siswa). Instrumen penelitian berupa tes kemampuan pemecahan masalah matematis yang diberikan pada tahap pretest dan posttest. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada kelas yang menggunakan pembelajaran berbasis STEM lebih tinggi dibandingkan dengan kelas yang menggunakan pembelajaran konvensional. Rata-rata nilai siswa pada kelas eksperimen meningkat dari 61,24 menjadi 75,44, sedangkan pada kelas kontrol meningkat dari 67,58 menjadi 72,48. Hasil uji hipotesis menggunakan uji-t menunjukkan bahwa nilai lebih besar dari , sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pembelajaran berbasis STEM lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa SMP dibandingkan pembelajaran konvensional.
Transformasi Pendidikan Indonesia Menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas, Inovasi, Digitalisasi, dan Penguatan Karakter di Era Global Nurullaili Malanul Hikmah; Nurhayati Muslimah; Muktiningsih Nurjayadi; Achmad Ridwan
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.02

Abstract

Abstract Adapting the national education system is fundamental to navigating the Industrial Revolution 4.0 and Society 5.0 eras, which prioritize the mastery of 21st-century skills. Despite the implementation of the Emancipated Learning policy, low PISA scores (OECD, 2019) underscore the urgent need for a comprehensive overhaul of the learning ecosystem that integrates technology with character strengthening to mitigate the risk of moral erosion (Lickona, 2004). This qualitative research aims to analyze and formulate a transformation strategy toward a sustainable Blended Learning Ecosystem through a Systematic Literature Review (SLR) methodology. Data were gathered from indexed scientific journals published between 2020 and 2025 and analyzed using content analysis and thematic synthesis techniques. The synthesis results indicate that an effective smart learning ecosystem requires an adaptive blended learning model based on data personalization, which is curricularly integrated with the graduate profile. This study concludes that the success of educational transformation in Indonesia depends on a harmonious tripartite synergy: technology as an instrument, innovation as a pedagogical strategy, and character as a moral foundation. This synergy is expected to produce a generation that is intellectually superior, digitally proficient, and possesses strong moral integrity on the global stage. Abstrak Penyesuaian sistem pendidikan nasional menjadi fundamental dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 yang berorientasi pada penguasaan keterampilan abad ke-21. Meskipun kebijakan "Merdeka Belajar" telah diimplementasikan, rendahnya capaian PISA (OECD, 2019) menunjukkan urgensi perbaikan ekosistem pembelajaran secara menyeluruh dapat mengintegrasikan teknologi dengan penguatan karakter demi meminimalisasi risiko erosi moral (Lickona, 2004). Penelitian kualitatif ini bertujuan menganalisis dan merumuskan strategi transformasi menuju Ekosistem Pembelajaran Cerdas berkelanjutan melalui metode Kajian Literatur Sistematis (Systematic Literature Review). Data dikumpulkan dari jurnal ilmiah terindeks periode 2020 -2025 dan dianalisis menggunakan teknik analisis isi serta sintesis temuan. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ekosistem pembelajaran cerdas yang efektif memerlukan model blended learning adaptif berbasis personalisasi data yang terintegrasi secara kurikuler dengan profil lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan di Indonesia bergantung pada sinergi tripartit yang harmonis: teknologi sebagai instrumen, inovasi sebagai strategi pedagogi, dan karakter sebagai fondasi moral. Sinergi ini diharapkan mampu mencetak generasi yang unggul secara intelektual, cakap digital, dan memiliki integritas moral yang kuat di kancah global.
Dampak Desentralisasi Pendidikan Terhadap Mutu Sekolah: Analisis Perbandingan Indonesia dan Jepang Priyani, Valda Tsabitha; Zeral, Lauzer; Muktiningsih Nurjayadi; Achmad Ridwan
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.03

Abstract

Abstract Decentralization of education is an important policy to improve school quality by transferring authority, resources, and responsibilities from the central government to local governments and educational units so that education management is more responsive to local needs. However, its implementation has had varying impacts due to differences in institutional capacity, resources, and educational culture. This study aims to comparatively analyze the impact of education decentralization on school quality in Indonesia and Japan by examining the regulatory framework, the level of school autonomy, and educational governance practices. The research method uses a literature review with a descriptive-comparative qualitative approach through policy analysis, official government documents, international agency reports, and relevant scientific articles. Data analysis was conducted using content and thematic analysis to identify patterns of relationships between decentralization configurations and school quality. The results show that educational decentralization in Indonesia is still dominated by the delegation of administrative authority and is highly dependent on fiscal capacity and regional institutional quality, so that its impact on improving learning quality and equalizing school quality has been inconsistent. In contrast, Japan implements decentralization within a strong national standard framework, supported by teacher professionalism, the capacity of local education councils, and a collaborative school culture, thereby maintaining high and relatively equitable education quality. This study concludes that the effectiveness of educational decentralization in improving school quality is largely determined by strengthening institutional capacity, a consistent quality assurance system, and a sustainable professional culture. Abstrak                                                                Desentralisasi pendidikan merupakan kebijakan penting untuk meningkatkan mutu sekolah melalui pengalihan kewenangan, sumber daya, dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah dan satuan pendidikan agar pengelolaan pendidikan lebih responsif terhadap kebutuhan lokal. Namun, implementasinya menunjukkan dampak yang beragam akibat perbedaan kapasitas kelembagaan, ketersediaan sumber daya, dan budaya pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komparatif dampak desentralisasi pendidikan terhadap mutu sekolah di Indonesia dan Jepang dengan menelaah kerangka regulasi, tingkat otonomi sekolah, serta praktik tata kelola pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif melalui analisis kebijakan, dokumen resmi pemerintah, laporan lembaga internasional, dan artikel ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan analisis isi dan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan antara konfigurasi desentralisasi dan mutu sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desentralisasi pendidikan di Indonesia masih didominasi oleh pelimpahan kewenangan administratif dan sangat bergantung pada kapasitas fiskal serta kualitas kelembagaan daerah, sehingga dampaknya terhadap peningkatan kualitas pembelajaran dan pemerataan mutu sekolah belum konsisten. Sebaliknya, Jepang menerapkan desentralisasi dalam kerangka standar nasional yang kuat, didukung oleh profesionalisme guru, kapasitas dewan pendidikan daerah, serta budaya sekolah yang kolaboratif, sehingga mampu mempertahankan mutu pendidikan yang tinggi dan relatif merata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas desentralisasi pendidikan dalam meningkatkan mutu sekolah sangat ditentukan oleh penguatan kapasitas kelembagaan, sistem penjaminan mutu yang konsisten, dan budaya profesional yang berkelanjutan.
Tebak, Jawab, Paham: Joyful Learning melalui Kuis Interaktif pada Materi Fluida Sebastian Pangaribuan; Fauzi Bakri; Fitriani, Wulandari
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 2 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0402.05

Abstract

Abstract Joyful Learning emphasizes the importance of creating a fun, interactive, and meaningful learning atmosphere so that students are more motivated and easily understand difficult concepts. This study aims to develop an interactive quiz on the topic of Fluids as a form of implementing Joyful Learning in physics learning to encourage collaboration, healthy competition, and active student involvement. The method used is research and development (R&D) adapted from the Dick & Carey model. Feasibility validation was carried out by media experts and learning experts, while field trials involved 22 students. The validation results showed an average feasibility score of 3.63 (good) from media experts and 4.33 (very good) from learning experts on a five-point scale. Student responses to the media and implementation of interactive quiz were also very positive with an average score of 4.30 (very good). These findings indicate that a well-designed interactive quiz can create fun learning on Fluids material while developing 21st-century skills such as collaboration.    Abstrak Pembelajaran yang menyenangkan menekankan pentingnya menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, interaktif, dan bermakna sehingga siswa lebih termotivasi dan mudah memahami konsep-konsep yang sulit. Studi ini bertujuan untuk mengembangkan kuis interaktif pada topik Fluida sebagai bentuk implementasi Pembelajaran yang Menyenangkan dalam pembelajaran fisika untuk mendorong kolaborasi, persaingan sehat, dan keterlibatan aktif siswa. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) yang diadaptasi dari model Dick & Carey. Validasi kelayakan dilakukan oleh pakar media dan pakar pembelajaran, sedangkan uji coba lapangan melibatkan 22 siswa. Hasil validasi menunjukkan skor kelayakan rata-rata 3,63 (layak) dari pakar media dan 4,33 (sangat layak) dari pakar pembelajaran pada skala lima poin. Respons siswa terhadap media dan implementasi Pembelajaran dengan menggunakan kuis interaktif yang dikembangkan juga sangat positif dengan skor rata-rata 4,30 (sangat layak). Temuan ini menunjukkan bahwa kuis interaktif yang dirancang dengan baik dapat menciptakan pembelajaran yang menyenangkan pada materi Fluida sekaligus mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti kolaborasi
Pengetahuan dan Kesiapan Guru Sekolah Dasar terhadap Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial Ambarwulan, Diah
Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi Vol. 4 No. 1 (2025): Mitra Pilar: Jurnal Pendidikan, Inovasi, dan Terapan Teknologi, Volume 4 Nomor
Publisher : MJI Publisher by PT Mitra Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58797/pilar.0401.05

Abstract

Abstract This study aims to examine the level of knowledge and readiness of elementary school teachers toward the Coding and Artificial Intelligence Curriculum (KKA). The research employed a descriptive quantitative approach using a survey method. Data were collected through a Likert-scale questionnaire measuring teachers’ knowledge and readiness in implementing KKA. The participants consisted of 25 elementary school teachers. Data were analyzed using descriptive statistics, including mean, median, standard deviation, minimum and maximum values, and quartiles. The results indicate that teachers’ knowledge of KKA is in the high category, with a mean score of 3.82, a median of 3.80, and a standard deviation of 0.43. Knowledge scores ranged from 3.00 to 4.60, suggesting that most teachers have a good understanding of the basic concepts and objectives of KKA. Meanwhile, teachers’ readiness to implement KKA is categorized as moderate to high, with a mean score of 3.59, a median of 3.60, and a standard deviation of 0.43, with scores ranging from 2.80 to 4.40. These findings indicate that teachers demonstrate initial readiness to implement KKA, although further capacity building and professional training are still required. In conclusion, while elementary school teachers generally possess adequate knowledge of the Coding and Artificial Intelligence Curriculum, their instructional readiness needs to be strengthened through continuous professional development and systematic support. Abstrak                                                                Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kesiapan guru Sekolah Dasar terhadap Kurikulum Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mencakup aspek pengetahuan dan kesiapan guru dalam pembelajaran KKA. Responden penelitian berjumlah 25 guru Sekolah Dasar. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif meliputi nilai mean, median, standar deviasi, nilai minimum, maksimum, dan kuartil. Hasil analisis menunjukkan bahwa pengetahuan guru terhadap KKA berada pada kategori tinggi dengan nilai rata-rata 3,82, median 3,80, dan standar deviasi 0,43. Skor pengetahuan guru berada pada rentang 3,00–4,60, yang mengindikasikan bahwa sebagian besar guru telah memahami konsep dasar dan tujuan KKA. Sementara itu, kesiapan guru dalam pembelajaran KKA berada pada kategori sedang menuju tinggi dengan nilai rata-rata 3,59, median 3,60, dan standar deviasi 0,43, dengan rentang skor 2,80–4,40. Temuan ini menunjukkan adanya kesiapan awal guru untuk mengimplementasikan KKA, meskipun masih diperlukan penguatan kompetensi dan dukungan pelatihan. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa meskipun guru Sekolah Dasar telah memiliki pengetahuan yang baik tentang KKA, kesiapan implementatif masih perlu ditingkatkan melalui pendampingan berkelanjutan dan pengembangan profesional guru.