cover
Contact Name
Erni Yusnita Lalusu
Contact Email
lemassehat@gmail.com
Phone
+6285298735414
Journal Mail Official
lemassehat@gmail.com
Editorial Address
Jalan Imam Bonjol, No. 101, Kelurahan Bungi, Kecamatan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Kode Post 94712
Location
Kab. banggai,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Buletin Kesehatan MAHASISWA
ISSN : -     EISSN : 29647630     DOI : https://doi.org/10.51888/jpmeo
Core Subject : Health,
Buletin Kesehatan MAHASISWA adalah media publikasi ilmiah yang menyajikan hasil penelitian (research paper) ataupun laporan kasus (case report) di bidang kesehatan masyarakat yang meliputi kajian Epidemiologi, Kesehatan Lingkungan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Promosi Kesehatan & Ilmu Perilaku, Gizi Kesmas, Kesehatan & Keselamatan Kerja, Biostatistik dan Kependudukan, serta kajian ilmiah lainnya bagi mahasiswa Fakultas Kesehatan.
Articles 56 Documents
Efektivitas Ekstrak Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) terhadap Mortalitas Larva Culex Sp.: Effectiveness of Castor Leaf Extract (Ricinus communis linn) on the Mortality of Culex sp. Larvae Makka, Asmaul Husna; Dwicahya, Bambang; Syahrir, Muhammad; Kanan, Maria; Utama, Deddy Alif
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.397

Abstract

Nyamuk Culex sp. merupakan salah satu vektor penyakit menular seperti filariasis yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Larva Culex sp. hidup di perairan yang mengandung bahan organik dan aktif memakan mikroorganisme serta kotoran organik. Upaya pengendalian larva umumnya menggunakan larvasida kimia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat menimbulkan resistensi dan dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan alternatif larvasida alami yang lebih aman dan ramah lingkungan, salah satunya berasal dari tanaman jarak kepyar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak daun jarak kepyar terhadap mortalitas larva Culex sp. Penelitian menggunakan metode eksperimen sejati dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Sampel berupa larva Culex sp. instar III dan IV sebanyak 25 ekor per kelompok perlakuan. Ekstrak daun jarak kepyar dibuat dengan metode maserasi dingin dan diuji pada dua konsentrasi, yaitu 138 ppm dan 453 ppm, serta disertai kontrol positif dan negatif. Data mortalitas dianalisis menggunakan uji ANOVA dan Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mortalitas larva meningkat seiring peningkatan konsentrasi, yaitu pada instar III sebesar 5,33% (138 ppm) dan 10,67% (453 ppm), sedangkan pada instar IV sebesar 4% (138 ppm) dan 8% (453 ppm). Analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi > 0,05, yang berarti tidak terdapat perbedaan nyata antar konsentrasi maupun antar instar. Kesimpulannya, ekstrak daun jarak kepyar belum efektif sebagai larvasida terhadap larva Culex sp. karena tingkat kematian masih di bawah nilai LC₅₀ dan LC₉₀. Disarankan penelitian lanjutan dengan konsentrasi ekstrak lebih tinggi, waktu paparan lebih lama, serta uji fitokimia untuk mengidentifikasi senyawa aktif yang berpotensi sebagai larvasida nabati. Culex sp. mosquitoes are one of the vectors of infectious diseases such as filariasis, which remains a public health problem in Indonesia. Culex sp. larvae live in waters containing organic matter and actively feed on microorganisms and organic waste. Larvae control efforts generally use chemical larvicides, but long-term use can cause resistance and negative impacts on the environment. Therefore, safer and more environmentally friendly natural larvicides are needed, one of which is derived from the castor bean plant. This study aims to determine the effectiveness of castor bean leaf extract on the mortality of Culex sp. larvae. The study used a true experimental method with a Posttest Only Control Group Design. Samples were 25 instar III and IV Culex sp. larvae per treatment group. The castor bean leaf extract was prepared using the cold maceration method and tested at two concentrations, namely 138 ppm and 453 ppm, and accompanied by positive and negative controls. Mortality data were analyzed using ANOVA and Mann–Whitney U tests. The results showed that larval mortality increased with increasing concentration, namely in instar III by 5.33% (138 ppm) and 10.67% (453 ppm), while in instar IV by 4% (138 ppm) and 8% (453 ppm). Statistical analysis showed a significance value > 0.05, which means there was no significant difference between concentrations or between instars. In conclusion, castor bean leaf extract is not yet effective as a larvicide against Culex sp. larvae because the mortality rate is still below the LC₅₀ and LC₉₀ values. Further research is recommended with higher extract concentrations, longer exposure times, and phytochemical tests to identify active compounds that have the potential as botanical larvicides.
Hubungan Kondisi Sarana Sanitasi Dasar dengan Kejadian Stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Totikum Selatan Tahun 2025: The Relationship between Basic Sanitation Facilities Conditions and the Incidence of Stunting in the South Totikum Community Health Center Work Area in 2025 Kundondung, Jeinlavenia; Lalusu, Erni Yusnita; Dwicahya, Bambang
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.398

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang ditandai dengan tinggi badan anak lebih rendah dibandingkan usia standarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kondisi sarana air bersih, kondisi sarana jamban, kondisi sarana tempat sampah, kondisi sarana pembuangan air limbah dengan kejadian stunting di wilayah kerja Puskesmas Totikum Selatan Tahun 2025. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain case control serta Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu proportional sampling. Sampel dalam penelitian ini adalah kepala keluarga sebanyak 110 responden. Analisis data yang digunakan adalah analisis bivariat menggunakan uji Chi Square dan multivariat menggunakan regresi logistik dengan metode Backward LR. Hasil analisis bivariat menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sarana jamban (p=0,007) dan kondisi sarana tempat sampah (p=0,023) dengan kejadian stunting. Sedangkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kondisi sarana pembuangan air limbah (p=0,074) dengan kejadian stunting. Analisis multivariat menggunakan Regresi logistik dengan metode Backward LR yaitu metode yang dilakukan secara bertahap dengan mengeluarkan variabel yang tidak signifikan hingga diperoleh model akhir. Hasil analisis multivariat menunjukan bahwa Kondisi sarana jamban adalah variabel yang paling berpengaruh terhadap kejadian stunting dengan nilai (P=0,005, OR=3,110). Sanitasi dasar secara tidak langsung memengaruhi gizi balita. Sanitasi yang buruk dapat menimbulkan penyakit infeksi pada balita seperti diare dan cacingan yang dapat mengganggu proses pencernaan dalam proses penyerapan nutrisi, jika kondisi ini terjadi dalam waktu yang lama dapat mengakibatkan masalah stunting. Stunting is a chronic nutritional problem characterized by a child’s height being lower than the standard age. The purpose of this study was to determine the relationship betwen the condition of clean water facilities, the condition of toilet facilities, the condition of trash can facilities, the condition of wastewater disposal facilities with the incidence of stunting in the working area of the South Totikum Commuity Health Center in 2025. The type of research used was quantitative with a case control design and the sampling technique used was proportional sampling. The sample in this study was the head of the head of the family as many 110 respondents. Data analysis used was bivariate analysis using the chi square test and multivariate using logistic regression with the Backward LR method. The results of the bivariate analysis showed a significant relationship between the condition of toilet facilities (p=0,007) and the condition of trash can facilities (p=0,023) with the incidence of stunting. Meanwhile, there was no significant relationship between the condition of wastewater disposal facilities (p=0,074) with the incidenci of stunting. Multivariate analysis used logistic regression with the Backward LR method, a method carried out in stages by removing insignificant variables until the final model was obtained. The results of the multivariate analysis showed that the condition of toilet facilities was the most influential variable on stunting incidence, with a value of (p=0,005, OR=3,110). Basic sanitation indirectly affects toddler nutrition. Poor sanitation can cause infectious diseases in toddler, such as diarrhea and worms, which can interfere with the digestive process and nutrient absorption. If this condition persists for a long time, it can lead to stunting.
Hubungan Antara Kepemimpinan Transformasional dengan Kepuasan Kerja Pegawai di RSUD Otanaha: The Relationship Between Transformational Leadership and Employee Job Satisfaction at Otanaha Regional Hospital Umar, Basri; Handayani, Lilis; Kaharu, Rosdiana; Bilondatu, Maimun I.; Maga, Ninda S.
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.400

Abstract

Rumah sakit merupakan lembaga pelayanan kesehatan yang melaksanakan pelayanan secara menyeluruh, meliputi rawat jalan, rawat inap, gawat darurat, dan laboratorium. Hubungan kepemimpinan dengan kepuasan kerja merupakan cara seorang pemimpin dalam memengaruhi dan mengarahkan individu untuk bersama-sama mencapai tujuan organisasi. Permasalahan yang ditemukan menunjukkan bahwa sebagian pegawai masih mengeluhkan cara pemimpin dalam menangani keluhan pegawai, seperti ketidaksesuaian antara gaji dan beban kerja serta lamanya proses pengangkatan menjadi pegawai tetap. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepemimpinan transformasional dengan kepuasan kerja pegawai di RSUD Otanaha. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Populasi penelitian berjumlah 387 pegawai, dengan sampel sebanyak 80 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Hasil uji statistik korelasi Rank Spearman menunjukkan nilai p = 0,004 < 0,05 dengan koefisien korelasi sebesar 0,318 yang berada pada kategori korelasi rendah. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa pegawai di RSUD Otanaha merasa cukup puas terhadap kepemimpinan transformasional. Saran penelitian ini adalah agar pihak rumah sakit melakukan evaluasi secara berkala terhadap kepuasan kerja pegawai terkait hubungan kepemimpinan dengan kinerja. Hospitals are healthcare service institutions that provide comprehensive services, including outpatient care, inpatient care, emergency services, and laboratory services. The relationship between leadership and job satisfaction refers to the way a leader influences and directs individuals to collectively achieve organizational goals. The problems identified indicate that some employees still complain about the way leaders handle employee grievances, such as the mismatch between salary and workload and the lengthy process of appointment as permanent employees. This study aims to determine the relationship between transformational leadership and employee job satisfaction at RSUD Otanaha. This research is a quantitative study using an associative approach. The research population consisted of 387 employees, with a sample of 80 respondents determined using the Slovin formula. The research instrument used was a questionnaire. The results of the Spearman Rank correlation statistical test showed a p-value of 0.004 < 0.05, with a correlation coefficient of 0.318, which falls into the low correlation category. The conclusion of this study indicates that employees at RSUD Otanaha are moderately satisfied with transformational leadership. This study recommends that hospital management conduct regular evaluations of employee job satisfaction related to the relationship between leadership and performance.
Gambaran Gangguan Pendengaran pada Karyawan di PT Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Luwuk : Description of Hearing Loss in Employees at PT Luwuk Diesel Power Plant Service Unit (ULPLTD) Irwan, Fitri Ramadani; Kanan, Maria; Tongko, Mirawati; Sakati, Sandy Novriyanto; Balebu, Dwi Wahyu; Salamat, Ferdy
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.401

Abstract

Gangguan pendengaran akibat kebisingan merupakan salah satu dampak lingkungan kerja yang tidak aman dan menjadi isu penting dalam keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Data WHO (2023) menunjukkan sekitar 430 juta orang mengalami gangguan pendengaran dan diperkirakan meningkat hingga 700 juta pada tahun 2050. Industri pembangkit listrik termasuk sektor dengan tingkat kebisingan tinggi yang berisiko menimbulkan gangguan pendengaran pada pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gangguan pendengaran pada karyawan PT Unit Layanan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (ULPLTD) Luwuk. Penelitian menggunakan desain observasional deskriptif dengan teknik total sampling terhadap 66 pekerja aktif. Pemeriksaan pendengaran dilakukan menggunakan hearing test berbasis frekuensi suara (Pitch/Hz) dan audiometri tutur, kemudian dianalisis secara univariat. Hasil menunjukkan bahwa pada telinga kanan, sebagian besar pekerja memiliki pendengaran normal (78,6%), sedangkan 16,1% mengalami gangguan pendengaran ringan dan 5,4% sedang. Pada telinga kiri, 87,5% pekerja memiliki pendengaran normal, 10,7% mengalami gangguan ringan, dan 1,8% sedang. Secara keseluruhan, terdapat 19,7% pekerja yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga sedang pada salah satu atau kedua telinga. Pemeriksaan audiometri tutur menunjukkan seluruh pekerja masih mampu mengenali dan memahami suara dengan baik. Gangguan pendengaran diduga berkaitan dengan paparan kebisingan yang melebihi Nilai Ambang Batas 85 dBA. Oleh karena itu, perusahaan disarankan melakukan deteksi dini secara berkala, pengendalian kebisingan, serta meningkatkan kepatuhan penggunaan alat pelindung diri. Noise-induced hearing loss is one of the impacts of unsafe working environments and remains an important issue in occupational health and safety. According to the World Health Organization (2023), approximately 430 million people worldwide experience hearing impairment, and this number is projected to increase to 700 million by 2050. Power generation industries are among the sectors with high noise exposure, placing workers at risk of hearing disorders. This study aimed to describe the occurrence of hearing disorders among employees at the Diesel Power Plant Service Unit (ULPLTD) Luwuk. A descriptive observational study was conducted using a total sampling technique involving 66 active workers. Hearing assessments were performed using frequency-based hearing tests (Pitch/Hz) and speech audiometry. Data were analyzed using univariate analysis. The results showed that in the right ear, 78.6% of workers had normal hearing, while 16.1% experienced mild hearing loss and 5.4% had moderate hearing loss. In the left ear, 87.5% of workers had normal hearing, 10.7% had mild hearing loss, and 1.8% had moderate hearing loss. Overall, 19.7% of workers experienced mild to moderate hearing loss in one or both ears. Speech audiometry indicated that all workers (100%) were still able to recognize and understand speech sounds. Hearing disorders were suspected to be associated with noise exposure exceeding the permissible exposure limit of 85 dBA. Therefore, regular early detection, effective noise control measures, and strict use of personal protective equipment are strongly recommended.
Efek Larvasida Daun Jarak Kepyar (Ricinus communis linn) pada Organisme non-target : Larvicidal Effect of Castor Leaves (Ricinus communis linn) on non-Target Organisms Dwicahya, Bambang; Arsin, A. Arsunan; Ishak, Hasanuddin; Hamid, Firdaus
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.405

Abstract

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, termasuk Indonesia. Tanaman jarak kepyar telah diketahui memiliki sifat larvasida terhadap larva nyamuk aedes pada beberapa penelitian, namun perlu dilakukan studi tentang pengaruh efek residu larvasida daun jarak kepyar untuk mengevaluasi risiko potensial dan efek jangka Panjang dan peninjauan ekstrak daun jarak kepyar terhadap organisme non-target. Metode penelitian  larvasida ekstrak daun jarak kepyar dilakukan menggunakan metode maserasi. Pembuatan ekstrak daun jarak kepyar menggunakan 4 jenis pelarut yang berbeda. Bahan Daun Jarak Kepyar dibagi menjadi dua yaitu daun muda dan daun tua. efek pada organisme non-target dilakukan pengamatan sampai pada hari ke-7 setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan efek ekstrak daun jarak (menggunakan 4 pelarut) baik daun muda maupun daun tua terhadap organisme non-target (ikan guppy) tidak menimbulkan mortalitas pada ikan selama 3 kali percobaan. Kesimpulan dalam penelitian ini yaitu ekstrak daun jarak kepyar tidak menimbulkan efek mortalitas pada ikan guppy. Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is still a significant health problem, including in Indonesia. The castor plant has been known to have larvicidal properties against aedes mosquito larvae in several studies, but a study is needed on the effect of residual effects of castor leaf larvicidal to evaluate potential risks and long-term effects and review of castor leaf extract on non-target organisms. Research method: castor leaf extract larvicidal was carried out using the maceration method. The manufacture of castor leaf extract used 4 different types of solvents. Castor leaf material was divided into two, namely young leaves and old leaves. the effect on non-target organisms was observed until the 7th day after treatment. The results showed that the effect of castor leaf extract (using 4 solvents) both young leaves and old leaves on non-target organisms (guppy fish) did not cause mortality in fish during 3 trials. The conclusion in this study is that castor leaf extract does not cause mortality in guppy fish.
Analisis Insidensi Kecelakaan Lalu Lintas (Road Traffic Accident) di Kota Luwuk Kabupaten Banggai: Analysis of Road Traffic Accidents Incidences in Luwuk City, Banggai Regency Tongko, Mirawati; DM, Andi Munafri; Mahmud, Siska
Buletin Kesehatan Mahasiswa Vol. 4 No. 2 (2026): Buletin Kesehatan MAHASISWA
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Tompotika Luwuk Banggai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51888/jpmeo.v4i2.415

Abstract

Kecelakaan lalu lintas merupakan salah satu permasalahan utama keselamatan transportasi yang berdampak signifikan terhadap kesehatan masyarakat, sosial, dan ekonomi. Tingginya tingkat fatalitas dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, tetapi juga berdampak pada penurunan produktivitas, beban sistem kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat perkotaan. Kota Luwuk sebagai mengalami peningkatan mobilitas dan pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor dari tahun ke tahun. Untuk itu, diperlukan kajian komprehensif mengenai karakteristik dan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Kota Luwuk. Tujuan penelitian untuk menganalisis karakteristik, pola, dan faktor penyebab kecelakaan lalu lintas di Kota Luwuk Kabupaten Banggai berdasarkan data kejadian dan lokasi. Metode penelitian deskriptif kuantitatif yang didukung oleh analisis spasial. Data yang digunakan berupa data sekunder kecelakaan lalu lintas yang diperoleh dari Kepolisian, fasilitas pelayanan kesehatan meliputi waktu kejadian, lokasi, karakteristik korban, dan tingkat keparahan kecelakaan. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan trend kasus di tahun 2024 yaitu 135 kasus road traffic accident di Kota Luwuk kabuapten Banggai. Mayoritas pengendara yang mengalami insiden keceakaan lalu lintas berjenis kelamin laki-laki (60 %), berada dalam kelompok usia produktif (70 %) dan berlatarbelakang pendidikan menengah (82 %). mayoritas pengguna jalan yang mengalami kecelakaan memiliki perilaku berkendara unsafety yaitu sebanyak 80,3%. pengguna jalan yang mengalami kecelakaan terjadi pada ruas area kerawanan kecelakaan (blackspot) yang cukup tinggi yaitu sebesar 60 orang (44,4 %). Pengguna jalan yang mengalami kecelakaan mengalami luka berat dengan presentasi tinggi yaitu sebesar 49 % atau sejumlah 66 korban. Faktor penyebab kecelakan paling tinggi yaitu kelompok jenis kecelakan tidak memberikan prioritas Ran lain sebanyak 35 orang (25,63%). Saran berdasarkan hasil peneltiian ini diharapkan pemangku kepentingan yang terlibat dapat meningkatkan strategi keselamatan trasnportasi sebagai upaya mitigasi kecelakaan lalu lintas (road traffic accident)