cover
Contact Name
Siful Arifin
Contact Email
saifuleman@gmail.com
Phone
+6282333101186
Journal Mail Official
jurnalkariman@gmail.com
Editorial Address
Kompleks PP Al-Karimiyyah Beraji Gapura Sumenep
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman
ISSN : 2303338X     EISSN : 25498487     DOI : https://doi.org/10.52185/kariman
Core Subject : Religion, Education,
Focus and Scope The journal focuses its scope on the issues of Education and Islamic Studies. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Education and Islamic Studies. Education: Islamic Education, Philosophy of Education, Education Policy, Gender and Education, Comparison of Education, Education and Science, Nusantara Education, Pesantren Education, Education and Social Transformation, Leadership of Education, Figure of Education, Education Management, Curriculum of Education, Innovation of Education, Madrasah Education Islamic Studies: Covering all aspects of Islam and the Islamic world in the fields of philosophy, history, religion, political science, international relations, psychology, sociology, anthropology, economics, the environment.
Articles 223 Documents
Transformasi Pendidikan Jiwa Ibnu Sina: Menjawab Tantangan Era Digital Fitria, Nur Annisa; Huriyah, Lilik
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 12 No. 2 (2024): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v12i2.572

Abstract

This research aims to examine Ibn Sina’s thoughts on how to face the challenges of the digital era in terms of mental education. The method in this research uses character research with library research in the form of descriptive data. The result of this research show that Ibn Sina’s intellectual history gave birth to various philosophical concepts, one of which is education in the soul. Then formulated so that it remains relevant in facing the dynamics of modern education by emphasizing the importance of balance between spiritual, moral and intellectual aspects in education. In the digital era, information is now abundant, and ethical challenges are increasingly complex, so the principles of mental education offered by Ibnu Sina can be used as a reference in forming ethical character and developing critical thinking skills. An emphasis on mental health and emotional balance is also an important focus, considering the negative impact social media can have on individuals. Through this research, the mental education proposed by Ibnu Sina has the potential to provide an effective solution for forming a generation that is not only academically intelligent, but also has strong human values.
Peran Pesantren Lansia Darus Syifa’ Jombang Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Fisik Dan Mental Lansia Erisa Veriany Nur Annisa; Kusumawati, Ita Rahmania; Noho, Muhammad Dzikirullah H.
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 12 No. 2 (2024): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v12i2.575

Abstract

Senior Islamic boarding schools represent an innovative approach to elderly empowerment that can enhance the quality of life for older adults. This study aims to explore the role of Darus Syifa' Senior Islamic Boarding School in Jombang in improving the physical and mental well-being of elderly individuals. Using a qualitative research approach with a case study method, the research involved  elderly participants. Data was collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation. The findings reveal that Darus Syifa' Senior Islamic Boarding School significantly contributes to improving elderly welfare through religious guidance programs, social activities, and holistic health support. The boarding school's programs effectively enhance the elderly's quality of life across spiritual, psychological, and social dimensions. The research concludes that the Islamic boarding school-based elderly empowerment model can serve as an effective alternative for improving elderly well-being in Indonesia.
Model Pendekatan dan Strategi Guru dalam Membentuk Karakter Peserta Didik: Systematic Literature Review Maqhfiroh, Firdanti; Kusuma Wardani, Tanti Yusviva
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.589

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis strategi guru dalam membentuk karakter peserta didik melalui pendekatan yang efektif di lingkungan pendidikan. Dengan metode systematic literature review, penelitian ini mengidentifikasi dan mengevaluasi strategi pembentukan karakter yang diterapkan oleh guru. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa pendekatan utama yang digunakan guru adalah pembelajaran aktif, keteladanan, pembiasaan positif, pendekatan sosio-emosional, relasi positif, dan pemanfaatan teknologi. Pembelajaran aktif yang melibatkan peserta didik secara langsung dapat memberi pengalaman nyata dan berharga. Keteladanan guru yang diiringi dengan pembiasaan positif dapat membangun karakter yang kuat secara berkelanjutan karena peserta didik mendapat contoh perilaku positif secara nyata. Pendekatan sosio-emosional membantu peserta didik dalam mengenali dan meregulasi emosi dalam konteks interaksi sosial. Relasi positif antara guru, peserta didik dan orang tua juga turut memperkuat dukungan emosional yang penting bagi perkembangan karakter. Selain itu, kemajuan teknologi juga menjanjikan kemudahan dalam mengakses materi moral yang menarik dan interaktif, meningkatkan minat peserta didik pada nilai-nilai positif. Secara keseluruhan, strategi-strategi ini jika diterapkan secara terintegrasi maka akan efektif dalam membentuk karakter peserta didik yang berintegritas.
Integrasi Filsafat, Teologi, dan Tasawuf: Relevansinya dalam Membentuk Karakter Peserta Didik Yang Holistik Muktamiroh, Ririn; Rossidy, Imron
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan integrasi filsafat, teologi, dan tasawuf dan relevansinya dalam membentuk karakter peserta didik yang holistik, dengan menyeimbangkan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur sebagai pengumpulan datanya. Analisis dilakukan dengan membandingkan konsep-konsep utama dalam filsafat, teologi, dan tasawuf, serta relevansinya terhadap pengembangan karakter bagi peserta didik dalam konteks pendidikan modern. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa filsafat, teologi dan tasawuf memiliki relevansi dalam pembentukan karakter secara holistik. Filsafat berkontribusi terhadap pengembangan IQ, dengan mengajarkan peserta didik untuk berpikir kritis, analitis, dan logis. Sementara itu, teologi berkontribusi terhadap pengembangan EQ, yang memperkenalkan nilai-nilai moral dan etika yang membimbing individu dalam memahami hubungan mereka dengan Tuhan dan sesama makhluk sosial. Sedangkan tasawuf berkontribusi terhadap pengembangan SQ, yang mengajarkan peserta didik tentang kedalaman spiritual, pengendalian diri, dan pencarian makna hidup yang lebih dalam.
Problem dan Solusi Madrasah Diniyah: (Kajian Manajemen dan Kebijakan Madin dalam Permenag Nomor 13 Tahun 1964) Musayyidi, Musayyidi
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.630

Abstract

Salah satu hasil yang mengembirakan bagi tranformasi pendidikan Islam di zaman orde reformasi adalah hasil amandemen ke-4 pasal 31 UUD 1945 dan diundangkannya UU No. 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas serta diberlakukannya PP. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan pendidikan keagamaan, dengan demikian eksistensi pendidikan Islam semakin diakui dalam tatanan pendidikan nasional. Madrasah diniyah dianggap sebagai pusat pendidikan keagamaan. Perkembangan Madrasah diniyah telah mengalami kemajuan pesat, namun dibalik itu, Perkembangan Madrasah diniyah masih mangalami berbagai kendala, baik dalam sistem Kurikulum, Metode, Pendanaan, Ketenagaan dan lain sebagainya. Dalam sejarah Awal Lahirnya Madrasah Diniyah Yang Diatur Dalam Permenag No 13 Tahun 1964 Serta Potret Madrasah Diniyah Hingga Problema Dan Solusi Madrasah Diniyah. Berdasarkan Undang-undang Pendidikan dan Peraturan Pemerintah, Madrasah Diniyah adalah bagian terpadu dari pendidikan nasional untuk memenuhi Permintaan masyarakat tentang pendidikan agama. Madrasah Diniyah termasuk ke dalam pendidikan yang dilembagakan dan bertujuan untuk mempersiapkan peserta didik dalam penguasaan terhadap pengetahuan agama Islam. Kebijakan Madrasah Diniyah dalam permenag no 13 tahun 1964, pengelolaanya masih sederhana, dibagi menjadi tiga jenjang: ula (4) tahun, wustha (3) tahun, ulya (3) tahun. Dari tiap-tiap jenjang tersebut hanya 10 jam perminggu UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang ditindaklanjuti dengan disyahkannya PP No. 55 Tahun 2007 tentang pendidikan agama dan keagamaan memang menjadi babak baru bagi dunia pendidikan agama dan keagamaan di Indonesia. Karena itu berarti negara telah menyadari keanekaragaman model dan bentuk pendidikan yang ada di Indonesia. Keberadaan peraturan perundangan tersebut telah menjadi ”tongkat penopang” bagi madrasah diniyah yang sedang mengalami krisis identitas. Karena selama ini, penyelenggaraan pendidikan diniyah ini tidak banyak diketahui bagaimana pola pengelolaannya. Tapi karakteristiknya yang khas menjadikan pendidikan ini layak untuk dimunculkan dan dipertahankan eksistensinya.
Developing Islamic Character and Understanding of the Islamic Religion Through the MABIT-Based Pondok Syawal Activity Program Aji Saputra, Mochammad Ronaldy; Ali, Mukti; Wahyuni, Ekowati
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.631

Abstract

This research aims to analyze the Pondok Syawal activity program based on Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) in cultivating Islamic character and understanding of the Islamic religion in students at MAN 2 Malang City. This activity program was carried out at the Al-Hayatul Islamiyah Islamic Boarding School, Malang City. This research uses a mixed method (quantitative-qualitative) sequential exploratory design. Data collection was carried out through surveys, in-depth interviews, and participant observation. The research subjects were students at MAN 2 Malang City who took part in the Pondok Syawal program in 1445 H, totaling 20 participants. The research results show that program is effective in cultivating Islamic character and understanding of the Islamic religion in students. This program contributed to the Islamic character of 92.8% (very good) and understanding of the Islamic religion of 78.4% (good). This program provides meaningful and contextual learning experiences for students, so they can understand and practice Islamic teachings better. Then students become more disciplined, have good morals, and understand Islamic teachings better. The findings of this research provide important implications for the implementation of Islamic education programs in madrasas. The MABIT-based Pondok Syawal program can be an alternative Islamic education program that is effective and beneficial for students.
Konsep Ilmu Sosial Profetik dan Relevansinya dalam Pendidikan Agama Islam: Studi Analisis Pemikiran Kuntowijoyo Fery, Muhammad; Supriyatno, Triyo; Hambali, Muh
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.659

Abstract

Kajian ini berujuan untuk menganalisis bagaimana pemikiran Kuntowijoyo mengenai konsep ilmu sosial profetik dan relevansinya terhadap pembelajaran pendidikan agama islam. Kajian ini dilakukan berdasarkan peninjauwan dari peneliti tentang keadaan pendidikan di masa sekarang. Yang mana dampak dari gampangnya arus informasi diera globalisasi disaat ini mengharuskan masyarakat  dalam memilih dan memilih informasi secara kritis dan pentinya implementasi secara optimal hasil belajarnya dalam aktivitas sehari-harinya. Metode yang dipakai dikajian ini adalah jenis penelitian kepustakaan (library Research), sedangkan pendekatannya memakai kualitatif. dalam kajian ini sumber data yang dipakai ada dua sumber data primer, dan sumber data sekunder. Sumber data primer dalam kajian ini menggunakan buku dari Kuntowijoyo yang berjudul pradigma islam dan islam sebagai ilmu. dan karya Kuntowijoyo dan karya karya lainnya. Untuk sumber data sekunder peneliti menggunakan karya ilmiah seperti halnya jurnal, skripsi, tesis, dan lain sebagainya yang berkaitan dengan tema dalam kajian ini. Hasil dari kajian adalah bahwa ilmu sosial profetik memiliki tiga pilar yang (1) humanisasi, yang mana berhubungan dengan membentuk perilaku, dan akhlak maupun pribadi seseorang agar meminimalisir tindakan kekerasan. (2) liberasi yakni membebaskan untuk bisa membuka cakrawala pikiran dari siswa. (3) transendensi, menuju sebuah keinginan profetik yang didambakan Kuntowijoyo, serta mengembalikan asal insan kepada tuhannya dengan melalui metode pendidikan agama islam dengan memakai cara bertauhid agar menjadi insan yang memiliki tanggung jawab, sebab tiga konsep ini direlevansikan terhadap pendidikan agama Islam.
Representasi Pendidikan Agama Islam dari Masa Ke Masa dan Prakarsa Menuju Perubahan Berkelanjutan di Kota Magelang Auliya, Muhammad Fahmi Ridho
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.661

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggali perjalanan sejarah pendidikan agama Islam di Kota Magelang sekaligus mengkaji berbagai inisiatif dan inovasi yang mendorong terjadinya perubahan berkelanjutan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui metode wawancara dan studi dokumentasi, penelitian ini mengulas beragam tantangan, strategi, serta peran lembaga pendidikan Islam dalam beradaptasi dengan dinamika zaman, termasuk menghadapi era digital dan revolusi industri 5.0. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengembangan kurikulum yang responsif, peningkatan mutu pembelajaran, optimalisasi metode pengajaran, serta penguatan nilai-nilai karakter menjadi kunci utama dalam proses transformasi pendidikan Islam. Diharapkan hasil ini dapat memberikan sumbangsih bagi perumusan strategi pengembangan pendidikan agama Islam yang relevan dan berkelanjutan di masa yang akan datang.
Eksplorasi Kepribadian Sanguinis Melankolis dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Agama Islam di Era Digital Samsul Arifin
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.663

Abstract

Transformasi digital dalam dunia pendidikan membawa tantangan baru bagi pembelajaran Agama Islam, terutama dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik kepribadian siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi keterkaitan antara tipe kepribadian sanguinis dan melankolis dengan keterlibatan siswa dalam pembelajaran Agama Islam di era digital. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan analisis literatur relevan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan kepribadian sanguinis lebih menyukai pendekatan pembelajaran yang interaktif, dinamis, dan memungkinkan ekspresi sosial, sementara siswa melankolis cenderung lebih terlibat dalam pembelajaran yang terstruktur, sistematis, dan mendalam secara reflektif. Perbedaan ini menuntut pendidik untuk merancang strategi pengajaran yang menyesuaikan dengan kecenderungan psikologis masing-masing tipe kepribadian. Penyesuaian ini berpotensi meningkatkan keterlibatan siswa secara emosional dan intelektual dalam proses internalisasi nilai-nilai keislaman.
Kebijakan Sekolah dalam Menangani Pelaku Bullying Yang Berstatus Anak di Bawah Umur Handayani, Fitri; Cahyani, Tiyas Hashinah; Lestari, Agus
Kariman: Jurnal Pendidikan Keislaman Vol. 13 No. 1 (2025): Pendidikan dan Keislaman
Publisher : Institut Kariman Wirayudha Sumenep

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52185/kariman.v13i1.671

Abstract

Bullying di lingkungan sekolah merupakan permasalahan yang kompleks, terlebih ketika pelakunya adalah anak di bawah umur yang tidak dapat dikenai sanksi hukum secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pandangan siswa terhadap kebijakan penanganan bullying yang diterapkan di sekolah, serta menilai efektivitasnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara semi-terstruktur terhadap dua siswa yang pernah mengalami atau menyaksikan bullying. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bullying masih terjadi, baik secara verbal maupun sosial, dan memberikan dampak psikologis negatif terhadap korban. Kebijakan sekolah dinilai belum berjalan maksimal, terutama dalam hal transparansi, ketegasan sanksi, dan keberpihakan guru. Temuan juga menunjukkan bahwa siswa cenderung mendukung pendekatan edukatif seperti konseling dan skorsing untuk pelaku. Kesimpulannya, penanganan bullying memerlukan strategi yang tidak hanya fokus pada hukuman, tetapi juga pendidikan karakter, keterlibatan guru, dan kolaborasi antara sekolah dan orang tua.