cover
Contact Name
Laurensia Masri Perangin angin
Contact Email
raynathan@unimed.ac.id
Phone
+6281263694123
Journal Mail Official
jurnalgurukita@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara - Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JGK (Jurnal Guru Kita)
ISSN : 2548883x     EISSN : 25491288     DOI : https://doi.org/10.24114/jgk
Jurnal Guru Kita contains writings from the results of research, education, lerning, science, culture, technology, language, art, social, phenomena, and community service.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 978 Documents
Sintesis Teori Kognitif dan Behavioristik dalam Kurikulum Merdeka di Era Digital: Sebuah Kajian Teoretis-Kritis Efa Nurzazila; Nejmi Agniya Abdullah; Luthfia Amalia Mulyadi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74602

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis sintesis teori pembelajaran kognitif dan behavioristik dalam mendukung implementasi Kurikulum Merdeka di era digital. Penelitian menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap 18 sumber literatur yang terdiri atas artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan pada rentang tahun 2016–2026. Data dianalisis melalui proses identifikasi, klasifikasi, dan sintesis tematik terhadap konsep-konsep yang berkaitan dengan teori belajar, Kurikulum Merdeka, dan teknologi digital. Hasil kajian menunjukkan bahwa teori kognitif dan behavioristik memiliki fungsi yang saling melengkapi dalam pembelajaran. Teknologi digital berperan sebagai ruang konvergensi yang mengintegrasikan pengembangan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan kemandirian belajar dengan pembentukan disiplin serta keterlibatan belajar melalui mekanisme penguatan. Sintesis literatur menghasilkan model konseptual guided autonomy, yaitu pembelajaran yang memberikan kebebasan kepada peserta didik untuk mengonstruksi pengetahuan secara mandiri dengan tetap memperoleh arahan, umpan balik, dan penguatan yang terstruktur melalui lingkungan pembelajaran digital. Model ini relevan sebagai landasan konseptual implementasi Kurikulum Merdeka di era digital.
Social Media As a Platform for Informal Digital Learning of English (IDLE) : A Mixed-Methods Study on Computer Science Students Susanti Susanti
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74615

Abstract

This study explores the affects of social media as a platform for acquiring English from the perspective of Informal Digital Learning of English (IDLE). This study uses mixed-method designs with quantitative and qualitative approaches to the second semesters leaners of STMIK Pontianak, System Information program, consisted of 30 learners the academic year of 2024/2025.With the widespread and extensive use of platforms such as Instagram, Tiktok, YouTube, and other learning applications, learners are increasingly directed to real English content and real-time communication with vary people.  This paper learns how social media influences to the development of language skills, including vocabulary, listening, speaking, and intercultural competence. It also investigates learners’ behaviors, motivations, and strategies when engaging with English content online. The results indicate that social media can enrich language acquisition by delivering valuable  experience, growing motivation, and helping autonomous learning. However, weaknesses such as inconsistent language input, limited corrective feedback, and potential distractions are also undeniable.  In general this study highlights the significance of IDLE in modern language learning and reminds that social media can serve as an effective extra tool for enhancing English proficiency in an engaging way.
Conversational Differentiated Instruction: Tutor's Strategies in Fostering Learners' Participation in Non-Formal Daily Talk Sessions Nadila Lesti Ayu Difani; Putu Dian Danayanti Degeng
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74644

Abstract

This exploratory single-case study investigates the pedagogical strategies employed by a single tutor to foster learners’ participation during Daily Talk sessions at English Cafe Malang, a unique non-formal, cafe-based learning environment. Employing a qualitative design, data were collected through semi-structured interview insights coupled with direct observations of learner dynamics to ensure data triangulation. The results indicate that the tutor relies on group sharing within a conversational circle, utilizing relatable topics and a mandatory pre-speaking vocabulary module. To accommodate the highly heterogeneous language proficiency levels, the tutor implements spontaneous, “on-the-fly” conversational Differentiated Instruction (DI) alongside immediate, low-pressure translation support. Triangulated observation data reveal that these strategies successfully trigger strong emotional stability and independent cognitive strategies among participants. However, the relaxing environment presents a pedagogical trade-off, leading to behavioral distractions such as smartphone use and side-talk. While the scope of this study is limited to a single unit of analysis, it offers valuable micro-level insights into non-formal language instruction.
Integrasi Karakter Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila di Sekolah Dasar Ziyadatul Hasanah; Wakhudin Wakhudin
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74646

Abstract

Penelitian ini mengkaji integrasi nilai-nilai karakter berupa keimanan, ketakwaan dan akhlak terpuji yang di internalisasikan melalui mata pelajaran Pendidikan Pancasila Bagi peserta didiki kelas V di SD Negeri 4 Bulaksari, cilacap. Pendekatan  kualitatif dengan desain deskriptif dan metode studi kasus diterapkan dalam penelitian ini.  Pengumpulan data dilakukan melalui  observasi partisipasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi sedangkan analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan yang dilakukan secara sistematis. Temuan penelitian menunjukkan bahwa guru menerapkan tiga strategi utama, yaitu strategi pembiasaan, strategi keteladanan, dan strategi integrasi dalam perangkat pembelajaran. Adapun tantangan implementasi berasal dari tiga sumber, yaitu faktor guru, siswa, dan lingkungan sekolah. Secara umum implementasi pendidikan karakter telah berjalan cukup baik dan menunjukkan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, terutama dalam aspek religiusitas, kedisiplinan, dan kesadaran sosial. Kesimpulannya, Implikasi Praktis dari penelitian ini menegaskan bahwa efektivitas pengintegrasian pendidikan karakter sangat ditentukan oleh keselarasan antara model keteladanan pendidik dan ekosistem spiritual sekolah, yang bersama- sama membentuk karakter kultural siswa secara berkelanjutan di tingkat sekolah dasar.
Uji Validitas Instrumen Evaluasi Berbasis Zep Quiz pada Pembelajaran IPAS Sekolah Dasar Haris Maulana; Novialita Angga Wiratama; Ina Agustin
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas instrumen evaluasi berbasis Zep Quiz pada pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) di sekolah dasar. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan fokus pada tahap validasi produk. Instrumen dinilai oleh para ahli menggunakan lembar validasi yang mencakup tiga aspek, yaitu materi, media, dan bahasa. Analisis data dilakukan dengan mengonversi skor rata-rata validator ke dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek materi memperoleh skor 65%dengan kategori valid, yang menunjukkan bahwa isi instrumen telah sesuai, meskipun masih memerlukan beberapa revisi. Aspek bahasa memperoleh skor 82%dengan kategori sangat valid, yang menunjukkan bahwa bahasa yang digunakan jelas, komunikatif, dan mudah dipahami. Sementara itu, aspek media memperoleh skor 99%dengan kategori sangat valid, yang menunjukkan bahwa tampilan, penyajian, dan kemudahan penggunaan instrumen berada pada kategori sangat baik. Secara keseluruhan, instrumen evaluasi berbasis Zep Quiz dinyatakan valid dan layak digunakan sebagai alat penilaian pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Produk ini mendukung evaluasi digital yang lebih menarik, praktis, dan bermakna bagi siswa.
Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Augmented Reality (AR) Mobile Berbantuan Marker Materi Transformasi Geometri Kelas Siti Nurwahida; Sofnidar Sofnidar; Khairul Anwar
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi transformasi geometri kelas IX serta mengetahui tingkat validitas dan kepraktisannya. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) menggunakan model ADDIE yang terdiri atas tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian meliputi satu ahli materi, satu ahli media, satu guru matematika, dan sembilan murid kelas IX SMP Negeri 24 Kota Jambi. Instrumen penelitian berupa lembar validasi ahli materi, lembar validasi ahli media, dan angket praktikalitas guru serta murid. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase skor validitas dan praktikalitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media memperoleh persentase validitas sebesar 92% dari ahli materi dan 94,44% dari ahli media dengan kategori sangat valid. Hasil uji praktikalitas memperoleh persentase sebesar 88,20% dari guru dan 86,67% dari murid pada uji kelompok kecil dengan kategori sangat praktis. Berdasarkan hasil tersebut, media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR) pada materi transformasi geometri kelas IX dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam skala terbatas.
Dinamika Motivasi dan Prestasi Belajar Siswa dengan Latar Belakang Broken Home: Studi Kualitatif Deskriptif di Sekolah Dasar Agil Ary Sulistyo Nugroho; Lia Mareza
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74734

Abstract

Kondisi broken home sering kali memicu ketidakstabilan emosional anak yang berdampak pada penurunan motivasi dan prestasi belajar di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas V dari keluarga broken home. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini dilaksanakan di SDN 01 Sikapat, Banyumas, pada semester genap tahun ajaran 2025/2026. Subjek penelitian dipilih melalui teknik purposive sampling, terdiri atas lima siswa kelas V sebagai informan utama, serta guru kelas dan kepala sekolah sebagai informan pendukung. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi dan prestasi belajar siswa broken home sangat beragam. Sebagian siswa mengalami penurunan fokus dan nilai akademik, sebagian relatif stabil, dan sebagian lainnya menunjukkan peningkatan. Variasi ini dipengaruhi oleh tingkat resiliensi akademik siswa dan dukungan lingkungan. Kesimpulannya, dampak broken home tidak seragam karena sekolah mampu menjadi zona penyangga emosional yang efektif. Direkomendasikan agar guru memberikan pendampingan yang lebih personal, serta bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas lokus penelitian pada karakteristik sekolah yang lebih variatif.
Korelasi Harga Diri dan Keterbukaan Diri dalam Pelaksanaan Layanan Bimbingan Konseling di Sekolah Menengah Pertama Ana Kholisa; M. Andri Setiawan; Ririanti Rachmayanie Jamain
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74779

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui tingkat harga diri dan keterbukaan diri siswa serta mengetahui hubungan antara harga diri dan keterbukaan diri dalam pelaksanaan layanan BK di SMPN 10 Banjarmasin. Pendekatan menggunakan kuantitatif dengan jenis korelasional. Teknik penarikan sampel menggunakan probability sampling dengan metode simple random sampling. Subjek penelitian berjumlah 104 siswa. Instrumen yang digunakan berupa angket yang terdiri dari angket variabel harga diri dan keterbukaan diri. Uji korelasi Pearson Product Moment untuk teknik analisis data. Hasil penelitian pada tingkat harga diri siswa termasuk kategori tinggi dengan persentase sebesar 53% sedangkan tingkat keterbukaan siswa dalam pelaksanaan layanan BK termasuk ke dalam kategori sedang dengan persentase sebesar 49%. Hasil uji korelasi Pearson Product Moment dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi r = 0,539 yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan dengan kategori sedang antara harga diri dan keterbukaan diri. Hasil tersebut menunjukkan semakin tinggi harga diri siswa maka semakin tinggi keterbukaan diri siswa dalam pelaksanaan layanan BK. Temuan ini mengindikasikan bahwa guru BK perlu mengaplikasikan strategi layanan yang dapat meningkatkan harga diri siswa dalam melaksanakan layanan bimbingan dan konseling.
Tindak Tutur Asertif dan Ekspresif dalam Podcast Youtube Denny Sumargo “Perseteruan Dosen Dan Tetangga Di Malang”: Kajian Pragmatik Fitriana Dewi; Liza Murniviyanti; Darwin Effendi
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74794

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah terbatasnya kajian pragmatik yang menginvestigasi penggunaan tindak tutur dalam narasi konflik sosial personal di media digital. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur asertif serta ekspresif dalam podcast YouTube Denny Sumargo episode "Perseteruan Dosen dan Tetangga di Malang". Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, subjek penelitian fokus pada tuturan para pihak berseteru. Teknik pengumpulan data menerapkan metode simak dan catat, sedangkan teknik analisis data menggunakan metode padan pragmatik berlandaskan teori Searle. Alur penelitian bergerak dari transkripsi, klasifikasi data, hingga analisis kontekstual model SPEAKING. Hasil penelitian menemukan enam jenis tindak tutur asertif: menyatakan (41 data), memberitahukan (14 data), menyarankan (2 data), membanggakan (4 data), mengeluh (3 data), dan menuntut/melaporkan (43 data; paling dominan). Ditemukan pula empat jenis ekspresif: simpati (6 data), antusiasme (2 data), kekecewaan/frustrasi (27 data; paling dominan), dan harapan (1 data). Kesimpulan menunjukkan tuturan berfungsi merepresentasikan strategi pembelaan diri, klarifikasi fakta sengketa, dan penyaluran emosi subjektif.
Kesejahteraan Psikologis Guru Sekolah Dasar dalam Mengelola Beban Kerja Pembelajaran: Sebuah Studi Fenomenologi Alaina Fajriah; Aah Ahmad Syahid; Julia Julia
JGK (Jurnal Guru Kita) Vol. 10 No. 3: Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jgk.v10.i3.74805

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi kesejahteraan psikologis guru sekolah dasar dalam mengelola beban kerja perangkat pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi fenomenologi yang dilaksanakan di SDN Padasuka 1 dengan melibatkan enam guru sebagai partisipan yang dipilih secara purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengalami tiga bentuk beban kerja dalam mengelola perangkat pembelajaran, yaitu beban waktu, beban usaha mental, dan beban tekanan psikologis. Pengalaman tersebut dimaknai melalui keenam dimensi kesejahteraan psikologis menurut Ryff dan Keyes (1995), yaitu otonomi, penguasaan lingkungan, pertumbuhan pribadi, hubungan positif dengan orang lain, tujuan hidup, dan penerimaan diri. Strategi pengelolaan beban kerja yang efektif seperti kolaborasi dengan rekan sejawat, disiplin waktu, dan dukungan kepala sekolah berfungsi sebagai mekanisme koping (coping mechanisms) dan penyangga psikologis (buffers) yang membantu guru mempertahankan keseimbangan psikologisnya di tengah tekanan beban kerja. Penelitian ini menegaskan pentingnya distribusi beban kerja yang proporsional dan dukungan kelembagaan untuk menjaga kesehatan psikologis guru dan kualitas pendidikan.