cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 164 Documents
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR KETERLAMBATAN PROYEK KONSTRUKSI BANGUNAN DAN JALAN KOTA SAMARINDA Agung, Onaka Gordon; Gultom, Tiopan H. M; Haryanto, Budi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i2.16127

Abstract

Dalam pelaksanaan proyek konstruksi, waktu (time) adalah salah satu elemen penting di samping elemen lainnya seperti biaya (cost) dan kualitas (quality). Keterlambatan proyek akan berdampak pada aspek lain dalam proyek. Sebagai contoh, sebuah kontraktor yang sedang menangani sebuah proyek konstruksi mengalami keterlambatan dari jadwal yang telah direncanakan, sehingga hal ini menyebabkan terjadinya peningkatan biaya sebagai upaya mempercepat dan menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Dampak lain yang juga sering terjadi adalah penurunan kualitas karena pekerjaan yang terburu-terburu atau terpaksa dilakukan lebih cepat dari yang seharusnya sehingga memungkinkan beberapa hal teknis dilanggar demi mengurangi keterlambatan proyek.Dalam penelitian ini, digunakannya program aplikasi komputer yaitu SPSS (Statistical Program for Social Science) yang dipakai untuk analisa statistika atau mengolah data. Dengan mengunakan metode aplikasi SPSS (Statistical Program for Social Science) ini dapat memudahan dalam pengoperasiannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian survey yaitu penelitian yang mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data.Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan system random sampling yaitu setiap individu dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Kusioner disebarkan kepada  perusahaan kontraktor konsultan yang berada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda. Metode analisis yang digunakan adalah mean, standar deviasi dan Uji T. Dari hasil analisis mean dan standar deviasi kita dapat mengetahui hasil dampak dan jenis-jenis pengaruh faktor yang sering terjadi mana yang paling berpengaruh pada pelaksanaan proyek gedung maupun proyek jalan. Pada hasil analisis uji-T mengenai peryataan antara responden proyek konstruksi g edung dan proyek jalan , didapatkan kesamaan atau tidak terdapat perbedaan yang cukup signifikan pada dampak dan risiko yang sering terjadi antara pelaksanaan proyek konstruksi gedung dan jalan, nilai signifikan > 0.05 yang berarti terdapat persamaan antara dampak risiko dan risiko yang sering terjadi pada pelaksanaan proyek infrastruktur jalan dan bangunan gedung.
PENGARUH PEMANFAATAN LIMBAH SERBUK KAYU SEBAGAI BAHAN SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN BAHAN TAMBAH SUPERPLASTICIZER PADA BETON Mayanti, Trie; Jamal, Mardewi; Alkas, Muhammad Jazir
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i2.16129

Abstract

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak penelitian yang telah dilakukan untuk memperbaiki sifat-sifat beton terutama dari segi kekuatannya menahan beban dan kemudahan pengerjaannya. Beton umumnya tersusun dari empat bahan penyusun utama yaitu semen, pasir, agregat, dan air. Usaha untuk mengefisienkan biaya tanpa mengurangi mutu dan kuat tekan diantaranya dengan menggunakan serbuk kayu dan bahan tambah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi serbuk kayu terhadap volume agregat halus dengan bahan tambah superplasticizer dan menentukan  kuat tekan maksimumnya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan perlakuan berupa serbuk kayu 1,5 %, 3 %, 6 %, 9 %, 12 % dan 15 % dengan umur perawatan 28 hari. Benda uji terdiri dari 24 silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Perencanaan adukan beton menggunakan metode SNI 7656-2012 dengan mutu beton yang direncanakan sebesar 20 MPa. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan beton normal sebesar 18,26 MPa. Kuat tekan maksimum terjadi pada variasi beton normal yang ditambahkan superplasticizer 1% yang mengalami kenaikan sebesar 24,48 % terhadap nilai kuat tekan beton normal dengan nilai kuat tekan sebesar 22,73 MPa. Kemudian beton dengan variasi serbuk kayu 1,5 %, 3 %, 6 %, dan 9 % berturut-turut meningkatkan nilai kuat tekan yaitu 21,05 MPa, 19,39 MPa, 18,79 MPa, dan 18,67 MPa. Sedangkan pada beton dengan variasi serbuk kayu 12 % dan 15 % mengalami penurunan nilai kuat tekan yaitu 16,35 MPa dan 15,35 MPa.
Pengaruh Kondisi Lingkungan Samarinda terhadap Ketahanan Jangka Panjang Struktur Beton Ariani, Indra; Azizah, Anisah
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i2.17663

Abstract

Kondisi lingkungan di Samarinda yang meliputi curah hujan tinggi, suhu lembap, serta paparan polutan berpotensi mempercepat kerusakan struktur beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh kondisi lingkungan Samarinda terhadap ketahanan jangka panjang struktur beton. Uji ketahanan dilakukan pada berbagai sampel beton yang ditempatkan di lokasi strategis dalam kurun waktu tertentu. Faktor-faktor yang diteliti meliputi laju penyerapan air, korosi tulangan, serta kekuatan tekan beton. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton di Samarinda mengalami penurunan kekuatan yang signifikan dalam waktu lebih cepat dibandingkan di lingkungan yang lebih kering. Paparan polutan dari aktivitas industri dan kendaraan bermotor memperburuk kondisi, terutama pada beton yang terpapar langsung. Penurunan ketahanan ini terutama disebabkan oleh kelembapan tinggi yang meningkatkan laju korosi tulangan. Dengan memahami kondisi ini, diperlukan strategi pemeliharaan dan penggunaan material tahan polusi dan kelembapan untuk memperpanjang umur struktur beton di Samarinda. Penelitian ini memberikan rekomendasi desain dan perawatan khusus yang sesuai dengan kondisi iklim dan lingkungan Samarinda untuk memastikan ketahanan jangka panjang struktur bangunan.Kata Kunci: Struktur beton, kondisi lingkungan, ketahanan jangka panjang, korosi, Samarinda.
TIME COST TRADE OFF ANALYSIS UNTUK PENGOPTIMALAN WAKTU DAN BIAYA PADA PROYEK PEMBANGUNAN WTP DI DESA PULAU PINANG KEC. KEMBANG JANGGUT KAB. KUTAI KARTANEGARA Hutajulu, Dean Mangasi Akiraka; Jamal, Mardewi; Sari, Dharwati P.
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i2.16566

Abstract

Proyek merupakan suatu usaha atau aktivitas yang kompleks, tidak rutin, dibatasi oleh waktu, anggaran, resources, dan spesifikasi performansi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Proyek pembangunan Water Treatment Plant (WTP) tepatnya di Desa Pulau Pinang kapasitas 50L/SPAM mempengaruhi akses di bawah jalanan umum. Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mempercepat waktu proyek dengan metode Time Cost Trade Off Analysis (TCTO). TCTO adalah metode analisis yang digunakan untuk mempercepat waktu penyelesaian proyek dengan cara kompresi jadwal untuk mendapatkan proyek yang lebih menguntungkan dari segi waktu (durasi), dan biaya. Analisis TCTO menggunakan metode Crashing yang dibantu software Microsoft Project 2016. Hasil penelitian menunjukkan waktu normal untuk menyelesaikan proyek adalah 180 hari, kemudian setelah dilakukan percepatan dengan waktu Crashing minimal waktu penyelesaian proyek menjadi 147 hari, sedangkan percepatan dengan waktu Crashing maksimal penyelesaian proyek menjadi 140 hari. Alternatif perbaikan berdasarkan hostpot kritis penelitian ini menggunakan Crashing maksimal. Hal ini dibuktikan dengan besaran efisiensi penurunan total biaya proyek secara keseluruhan sebesar 0,36% yaitu Rp 27.190.625,43 dan besaran efisiensi penurunan total waktu proyek secara keseluruhan sebesar 22,2% yaitu sebanyak 40 hari.
Metode Pengendalian Suhu Beton Massa Pekerjaan Pengecoran Pile Cap Jembatan dengan Pengaliran Air Laut Menggunakan Pipa-pipa PVC didalam Beton Studi Kasus : Pengecoran Pile Cap Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek Simbolon, Ruminsar ok; Sutanto, Heri
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 2 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i2.17755

Abstract

Pengecoran konstruksi beton volume besar dan tebal yang diklasifikasikan sebagai beton massa perlu perlakuan khusus, mulai dari proses persiapan dan pelaksanaan. Maksimum temperature puncak dibatasi sampai sebesar 70 ºC dan perbedaan temperature ≤ 20 ºC. Pada umumnya perbedaan suhu (lebih dari 20℃) diantara layer beton akan menyebabkan retak thermal. Pile cap pondasi Jembatan Pulau Balang Bentang Pendek termasuk jenis beton massa karena ukuran Ketebalan lebih dari 4 kaki atau 1,3 m (ACI,2010). Berdasarkan hasil analisa temperature puncak yang terjadi sebesar 78.860C melebihi temperature maksimum beton 700C, sehingga perlu dilakukan system pendingin beton pada pile cap. Sistem pendingin yang digunakan adalah metode penyiraman agregat dan pengaliran air melalui pipa-pipa didalam beton. Dari hasil pengamatan thermocouple, suhu dilapisan atas tertinggi yang terjadi mencapai 56 ºC, sedangkan suhu dilapisan tengah tertinggi mencapai 67ºC, dan suhu lapisan bawah adalah 61ºC. hal ini masih masuk dalam syarat maksimum temperature puncak sebesar 70 ºC dan perbedaan temperature ≤ 20 ºC
EVALUASI TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN SEBAGAI DASAR PENENTUAN PERBAIKAN JALAN PADA RUAS JALAN SULTAN SULAIMAN Ghina, Husnul Afifah; Arifin, Triana Sharly P.; Haryanto, Budi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19176

Abstract

Jalan merupakan prasarana yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya yang memiliki peran penting pada kelancaran kegiatan ekonomi maupun sosial. Jalan Sultan Sulaiman merupakan jalur yang menghubungkan Kecamatan Sambutan, Samarinda dengan Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. Jalan ini memiliki lebar 6 m. Peningkatan jumlah penduduk yang melewati jalur ini membuat volume lalu lintas terus meningkat tiap tahunnya, sehingga mengakibatkan perkerasan jalan menurun, ditambah kerusakan kecil yang dibiarkan membuat kerusakan yang terjadi semakin parah. Oleh karena itu, perlu dilakukannya penelitian ini untuk mengetahui nilai kondisi permukaan jalan. Penilaian kondisi perkerasan pada ruas Jalan Sultan Sulaiman menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), dan International Roughness Index (IRI) untuk dilakukan perbandingan penilaian dan penanganannya berdasarkan nilai kondisi jalan. Nilai PCI didapat dengan melakukan survei secara langsung di lapangan dengan mengukur panjang dan lebar total suatu jenis kerusakan pada lokasi penelitian, sedangkan nilai IRI diperoleh dengan survei menggunakan mobil dan memanfaatkan aplikasi Roadroid. Roadroid merupakan salah satu aplikasi ponsel pintar berbasis Android yang dikembangkan oleh perusahaan di Swedia yang berfungsi untuk mengukur ketidakrataan jalan (road roughness). Pengukuran dilakukan sepanjang 6,7 km dengan dibagi atas segmen-segmen. Panjang satu segmennya yaitu 200 m, maka akan dilakukan pada 34 segmen. Nilai kondisi kerusakan berdasarkan hasil survei Pavement Condition Index (PCI) yang telah dilakukan analisis diperoleh nilai PCI rata-rata arah Samarinda – Makroman yaitu 73,7 dengan kondisi sangat baik dan arah Makroman – Samarinda yaitu 89,1 dengan kondisi sempurna, kedua arah tersebut mendapatkan jenis penanganan yaitu pemeliharaan rutin. Dan nilai kondisi kerusakan berdasarkan hasil survei International Roughness Index (IRI) diperoleh nilai IRI rata-rata arah Samarinda – Makroman yaitu 4,19 dengan kondisi sedang, dimana jenis penanganannya yaitu pemeliharaan berkala, untuk arah Makroman – Samarinda yaitu 3,65 dengan kondisi baik, dimana jenis penanganannya yaitu pemeliharaan rutin.
EVALUASI HARGA SATUAN TERKONTRAK PADA PEKERJAAN GEDUNG BALAI MONITORING SAMARINDA havidsha, nindi; Rahman, Tamrin; Sari, Dharwati P
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.18988

Abstract

Untuk merencanakan suatu anggaran proyek, estimator harus mempunyai pedoman metode yang ekonomis dan jelas berlaku di Indonesia. Keuntungan yang diperoleh seorang estimator tergantung pada kecakapannya membuat perkiraan biaya. Bila penawaran harga yang diajukan di dalam proses lelang terlalu tinggi, kemungkinan besar estimator akan mengalami kekalahan. Sebaliknya bila memenangkan lelang dengan harga terlalu rendah, akan mengalami kesulitan di belakang hari. oleh karena itu perkiraan biaya memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek untuk merencanakan dan mengendalikan sumber daya seperti material, tenaga kerja, pelayanan maupun waktu. Di Indonesia terdapat metode untuk merencanakan harga satuan biaya anggaran proyek yaitu BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI 2008, AHSP 2021 dan Harga Lapangan. Kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan analisa yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa BOW (Burgelijke Openbare Werken), SNI 2008, AHSP 2021 dan harga lapangan dari kontraktor tersebut. Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan analisa mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode apa yang paling ekonomis dan untuk menjadi acuan para estimator merencanakan biaya konstruksi dengan metode yang berlaku di Indonesia tidak dengan metode yang di analisa sendiri. Dalam perhitungan rencana anggaran biaya Pembangunan Gedung Balai Monitoring Samarinda dengan menggunakan 4 metode maka diperoleh metode Harga Terkontrak lebih ekonomis yaitu Rp 2.461.096.000. SNI 2008 merupakan urutan kedua yang paling ekonomis yaitu sebesar Rp 3.421.554.000, lalu metode AHSP 2021 sebesar Rp3.512.540.000 dan yang paling mahal metode BOW sebesar Rp3.965.206.000.
IDENTIFIKASI RISIKO KETERLAMBATAN DALAM PEMBANGUNAN PERUMAHAN CLUSTER VERDI SUMMARECON Devedo, Mochamad Gaharu Dida; Ismail, Ardhan; NADHIRAWATY, RIZQI
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19872

Abstract

Risiko dalam proyek merupakan hasil dari kombinasi antara bahaya, tingkat paparan, dan dampak yang ditimbulkan. Umumnya, risiko dikaitkan dengan hal-hal negatif seperti kerugian atau keterlambatan. Proyek pembangunan perumahan, termasuk Cluster Verdi Summarecon, memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi, sehingga rentan terhadap berbagai jenis risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta mengevaluasi faktor-faktor risiko yang berpotensi menyebabkan keterlambatan, menentukan pekerjaan yang paling berisiko tertunda, serta mengetahui jenis risiko yang paling sering terjadi selama pelaksanaan proyek. Metode yang digunakan mencakup pemetaan struktur pekerjaan (Work Breakdown Structure), observasi lapangan, dan wawancara. Penilaian risiko dilakukan dengan pendekatan risk = likelihood × consequence dan divisualisasikan dalam matriks risiko. Hasilnya menunjukkan bahwa pekerjaan atap memiliki tingkat risiko keterlambatan tertinggi dengan nilai rata-rata 6,75. Dari total risiko yang teridentifikasi, risiko kategori rendah paling dominan sebanyak 96 kasus, disusul risiko sedang sebanyak 56 kasus.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penggunaan Angkutan Umum Bagi Mahasiswa Universitas Mulawarman Samarinda Gultom, Tiopan Henry M.; Jamal, Mardewi; Fatah, Muhammad Khairul
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.18993

Abstract

Mahasiswa Universitas Mulawarman memiliki potensi besar sebagai pengguna angkutan umum di Samarinda. Berbagai faktor seperti kenyamanan, biaya, waktu perjalanan, dan preferensi pribadi mempengaruhi keputusan mereka untuk menggunakan angkutan umum. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor tersebut dengan menggunakan regresi logistik melalui perangkat lunak SPSS. Kuesioner dibagikan kepada mahasiswa sebagai sampel acak, dan analisis melibatkan deteksi multikolinieritas, estimasi parameter dengan Maximum Likelihood Estimation (MLE), serta uji signifikansi. Hasil menunjukkan bahwa jarak tempat tinggal dan waktu perjalanan secara signifikan mempengaruhi penggunaan angkutan umum, sedangkan biaya, aksesibilitas, dan kepemilikan kendaraan pribadi tidak berpengaruh signifikan secara parsial.
KONSULTAN PENGAWAS SEBAGAI ALAT PENGENDALI PADA PELAKSANAAN PEMBANGUNAN JALAN NASIONAL Simbolon, Ruminsar ok; Sutanto, Heri
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 9, No 1 (2025): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v9i1.19891

Abstract

Jasa konsultan pengawas konstruksi digunakan pada proyek berskala kecil, menengah dan besar, dimana konsultan pengawas konstruksi berperan untuk mengelola proyek, sehingga pekerjaan memenuhi terhadap aspek mutu waktu dan biaya. Meskipun demikian, penggunaan jasa konsultasi ini tidak menjamin tujuan suatu proyek berjalan dengan lancar. Justru berbagai permasalahan dalam tahap pelaksanaan sering terjadi. Oleh karena itu, perlu ditinjau apa saja peranan konsultan pengawas konstruksi dan bagaimana implementasi peranan tersebut di lapangan. Sebagai wakil pemilik proyek, konsultan pengawas konstruksi mempunyai wewenang untuk bertindak atas nama pemilik proyek dan bertindak sebagai pemimpin dari pada tim. Konsultan pengawas konstruksi dapat berperan sebagai penasehat, pembantu, dan partner. Keterlibatan konsultan pengawas diharapkan dapat memberikan informasi terpercaya kepada pemilik proyek. Pada tahap pelaksanaan konstruksi, konsultan pengawas melakukan koordinasi terhadap pengadaan material, peralatan juga terhadap seluruh proses pembangunan. Proyek pembangunan konstruksi longsoran ruas jalan Tanjung Selor - Malinau, khususnya pada pekerjaan struktur menunjukkan adanya keterlambatan waktu pelaksanaan yang di sebabkan beberapa factor antara lain, kurangnya tenaga kerja, kurangnya koordinasi di lapangan, keterlambatan mobilisasi alat bor, dan gangguan cuaca. Sehingga pada realisasinya pekerjaan sering mengalami keterlambatan