cover
Contact Name
Mardewi Jamal
Contact Email
jtsunmul@gmail.com
Phone
+6282352281157
Journal Mail Official
jtsunmul@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Kampus Gunung Kelua Jalan Sambaliung No.9 Samarinda 75119
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 22527613     EISSN : 29645212     DOI : http://dx.doi.org/10.30872/
Core Subject : Engineering,
Jurnal teknologi Sipil diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil. Jurnal ini diperuntukan khusus untuk pengembangan teknologi Sipil di Lingkungan Tropis juga ilmu yang relevan dengan Ilmu Teknik Sipil, seperti Transportasi, manajemen Konstruksi, Struktur dan Lingkungan Binaan pada umumnya
Articles 164 Documents
PEMANFAATAN LIMBAH FLY ASH UNTUK BAHAN TAMBAH PEMBUATAN BATU BATA RINGAN Putri Yemima, Anggy Guspita Mega; Abdi, Fachriza Noor; Haryanto, Budi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13188

Abstract

Di Indonesia penggunaan limbah fly ash masih kurang optimum. Fly ash dapat digunakan sebagai fillerkarena ukuran partikel yang sangat lembut sehingga dapat sebagai pengisi rongga antar agregat. Salah satucara dalam mengatasi masalah tersebut yaitu dengan menggunakan kembali limbah fly ash pada pembuatanbata ringan Cellular Lightweight Concrete (CLC).Berkaitan dengan hal tersebut, diadakan penelitian yang menggunakan limbah fly ash sebagai bahan tambahpada campuran bata ringan dengan variasi sebesar 15%, 30%, 45%, 60% dan variasi 0% sebagai kofisienpembanding terhadap berat semen. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengujian kuattekan dengan dimensi benda uji 5 cm x 5 cm x 5 cm; pengujian kuat tarik belah dengan dimensi benda ujiberdiameter 10 cm dan tinggi 20 cm; dan pengujian kuat tarik belah dengan dimensi benda uji 40 cm x 40cm x 5 cm pada waktu 28 hari.Hasil dari pengujian pada penelitian ini yaitu kuat tekan tertinggi berada pada variasi 15% dengan nilairata-rata 8,73 MPa; nilai kuat tarik belah tertinggi berada pada variasi 15% dengan nilai rata-rata 0,53 MPadan untuk nilai permeabilitas tertinggi berada pada variasi 0% dengan nilai 0,164 mm/menit. Berdasarkanhasil tersebut, maka penambahan fly ash pada pembuatan benda uji sangat berpengaruh terhadap hasilpengujian kuat tekan, kuat tarik belah dan permeabilitas.
ANALISIS KARAKTERISTIK KECELAKAAN LALU LINTAS PADA TITIK BLACKSPOT di RUAS JALAN AHMAD YANI KILOMETER 21, JALAN WAHID HASYIM II dan JALAN CIPTO MANGUNKUSUMO SAMARINDA Nurtisty, Muhammad Reza; E. Simangunsong, Johannes; P. Arifin, Triana Sharly; Budi Haryanto, Budi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13184

Abstract

Tingginya angka kecelakaan di Kota Samarinda dan salah satu kecelakaan tertinggi di Samarinda yaitupada Jalan Ahmad Yani KM. 21, Jalan Wahid Hasyim II dan Jalan Cipto Mangun Kusumo. Untukmengatasi permasalahan kecelakaan lalu lintas pada tiga jalan tersebut, maka dilakukan penelitianmengenai analisis karakteristik faktor kecelakaan lalu lintas pada jalan tersebut. Berdasarkan Hasil Surveypenyebab kecelakaan yang terjadi di Jalan Ahmad Yani Km 21 yakni karena adanya faktor manusia (67%),Jalan Wahid Hasyim II (83%), Jalan Cipto Mangunkusumo (100%). Dari hasil analisis angka kecelakaanmenggunakan metode EAN, BKA dan UCL bahwa pada Jalan Ahmad Yani Km 21 pada titik 1(EAN=24>BKA=24,4 UCL=22,4) pada titik 5 (EAN=40>BKA=24,4, UCL=24,62). Pada Jalan WahidHasyim II pada titik 4 (EAN=21>BKA=19,26, UCL=18,39) pada titik 11 (EAN=44>BKA=19,26,UCL=22,93). Pada Jalan Cipto Mangunkusumo pada titik 2 (EAN=24>BKA=22,88 UCL=20,76) pada titik13 (EAN=32>BKA=22,88, UCL=22,07).
PENGARUH PENAMBAHAN ABU CANGKANG KELAPA SAWIT PADA BATA RINGAN Azizah, Rizkyka Nur; Abdi, Fachriza Noor; Haryanto, Budi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13189

Abstract

Batu bata merupakan material sturuktur dinding untuk konstruksi yang banyak digunakan, namun seiringberjalannya waktu terdapat perubahan pada batu bata konvensional antara lain yaitu bata ringan. Bataringan digunakan karena berat jenis bata ringan lebih ringan tetapi lebih kuat dari batu bata padaumumnya sehingga membuat struktur pondasi bangunan akan menerima beban yang lebih kecil. AbuCangkang Kelapa sawit adalah salah satu bahan material yang memiliki berat jenis yang rendah. Dengandigunakannya batu apung pada campuran, maka diharapkan dapat membawa pengaruh sebagai bahantambah pada bata ringan.Penelitian ini dimulai dengan melakukan pengujian terhadap masing-masing bahan penyusun campuranbata ringan dan membuat rancangan bata ringan berdasarkan metode SNI 03-6882-2014 menggunakanabu cangkang kelapa sawit sebagai bahan tambah dengan variasi 0%, 5%, 8%, 10% dan 15%. Pengujianbata ringan meliputi kuat tekan, kuat tarik dan permeabilitas. Total benda uji sebanyak 50 buah bataringan dengan ukuran yang berbeda-beda menyesuaikan pengujian bata ringan, dalam perawatan selama28 hari.Hasil penelitian kuat tekan bata ringan pada umur 28 hari rata-rata variasi 0% menghasilkan kuat tekan5,63 MPa, pada variasi 5% menghasilkan kuat tekan 7,02 MPa, pada variasi 8% menghasilkan kuat tekan7,41 MPa, pada variasi 10% menghasilkan kuat tekan 7,88 MPa dan pada variasi 15% menghasilkan kuattekan 8,21 MPa. Terjadi penambahan kekuatan pada kuat tekan sebesar 0,52%. Hasil kuat tarik belahrata-rata dari bata ringan umur 28 hari variasi 0% adalah 0,46 MPa, pada variasi 5% adalah 0,46 MPa,pada variasi 8% adalah 0,56 MPa, pada variasi 10% adalah 0,63 MPa dan pada variasi 15% adalah 0,69MPa. Terjadi penambahan kekuatan pada kuat tarik sebesar 0,011% Berdasarkan hasil penelitianpermeabilitas didapatkan nilai tertinggi pada variasi 0% (0,236 mm/menit) dan terendah pada variasi 15%(0,154 mm/menit).
ANALISIS PENGGUNAAN MATERIAL TANAH DAN MATERIAL PASIR LAUT PADA BEBAN PRELOADING TERHADAP WAKTU PELAKSANAAN DAN BIAYA Alfhat, Muhmmad; Widiastuti, Masayu; Jamal, Mardewi
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13185

Abstract

Dalam dunia proyek, waktu dan biaya merupakan tolak ukur keberhasilan suatu proyek. Semakin singkatpenyelesaian suatu proyek dan semakin murah biaya yang dikeluarkan, tanpa memperburuk mutu dankualitas hasil dari pekerjaan proyek, maka semakin berhasil proyek tersebut terjalankan. Namun padakenyataan di lapangan saat ini, banyak proyek – proyek konstruksi yang menjadi tidak menguntungkankarena berbagai macam faktor. Pada studi kasus pekerjaan proyek yang diambil kali ini terdapat beberapahal yang dirasa menarik mulai dari Manajemen Proyek hingga penggunakan material pada prosespreloading itu sendiri yang pada perencanaannya menggunakan material dari laut (pasir laut). Penelitianini bertujuaan untuk mengetahui perbedaan waktu dan biaya pada penggunaan material tanah dan pasir laut.Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis yang telah dilakukan terhadap material tanah dan pasir laut padapelaksanaan proyek. Durasi waktu pelaksanaan timbunan material tanah dengan volume pekerjaan76.432,72 m3 adalah 100 hari sedangkan durasi waktu pelaksanaan timbunan material pasir laut denganvolume pekerjaan 69.229,64 m3 adalah 91 hari. Sehingga perbedaan selisih waktu pada material tanah danpasir laut adalah selama 9 hari atau 9,00%. Biaya pelaksanaan timbunan dengan material tanah adalahRp.11.413.706.749,00 sedangkan biaya pelaksanaan timbunan dengan material pasir laut adalahRp.11.391.072.018,00. Sehingga perbedaan selisih biaya pada material tanah dan pasir laut adalahRp.22.634.731. atau 0,19%.
PENGARUH SUBSTITUSI AGREGAT HALUS DENGAN SERBUK CANGKANG KERANG DARAH TERHADAP KUAT TEKAN BETON Tansera, Pali Celine; Abdi, Fachriza Noor; P. Arifin, Triana Sharly
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13190

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk memanfaatkan limbah cangkang kerang sekaligusmenyelamatkan lingkungan pantai dari pencemaran sekaligus mencari inovasi baru padateknologi beton, dan ingin mengetahui bagaimana pengaruhnya sebagai bahan substitusiagregat halus pada campuran beton.Substitusi cangkang kerang halus dengan variasi 5%, 10%, 15%, 20% dan 25% darivolume agregat halus, dengan FAS 0,4 dan sampel berbentuk silinder 15 cm x 30 cmmasing-masing 5 buah sehingga berjumlah 35 sampel. Sampel-sampel tersebut akandilakukan pengujian setelah berumur 28 hari. Pengukuran slump pada masing-masingcampuran menunjukkan nilai slump yang bervariasi : beton normal = 14 cm, betonsubstitusi 5% = 17 cm, beton substitusi 10% = 14 cm, beton substitusi 15% = 14 cm,beton substitusi 20% = 18 cm, dan beton substitusi 25% = 15 cm.Hasil pengetesan beton diperoleh kuat tekan sebesar: 21,31 MPa, 16,14 MPa, 20,31Mpa, 20,55 MPa, 22,63 MPa, dan 25,05 MPa. Dari hasil di atas dapat disimpulkanbahwa substitusi cangkang kerang 25% meningkatkan kuat tekan maksimum (25,05 %)dari beton normal, sedangkan substitusi cangkang kerang 10%, 15%, dan 20%memenuhi kuat tekan rencana beton, maka substitusi serbuk cangkang kerang 10%,15%, 20%, dan 25% dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kuat tekanbeton , sedangkan substitusi 5% mengalami penurunan kuat tekan sebesar 5,17 % daribeton normal
ANALISIS TARIF ANGKUTAN KOTA TRAYEK K RUTE SAMARINDA SEBERANG – LOAJANAN ILIR BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) Veronica, Vera; Gultom, Tiopan H. M; Sutanto, Heri
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 7, No 2 (2023): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v7i2.13186

Abstract

Transportasi berkembang sangat cepat saat ini. Hal ini disebabkan kemajuan teknologi dan peningkatantaraf hidup masyarakat. Salah satu moda transportasi yang paling mudah tersedia dan banyak digunakanadalah angkutan umum. Samarinda merupakan salah satu kota di Indonesia yang umumnya tidak terlepasdari sektor transportasi. Hal ini menyebabkan peningkatan jumlah kendaraan yang tinggi dan signifikansetiap tahunnya. Pada umumnya masyarakat menginginkan angkutan umum yang aman, cepat, murah, dannyaman. Tarif adalah biaya yang harus dibayar oleh pengguna jasa angkutan umum per satuan berat ataupenumpang per km yang dinyatakan dalam rupiah. Pemerintah daerah menetapkan besarnya tarif denganmenetapkan batas atas (tarif maksimum) dan batas bawah (tarif minimum) yang disesuaikan denganbesarnya biaya kendaraan. sehingga diharapkan agar besarnya tarif yang akan dikenakan kepadapenumpang tidak memberatkan atau sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta memberi keuntungan wajarkepada pihak penguasa angkutan. Maka hal tersebut menjadi dasar penulis melakukan penelitian terhadappenentuan tarif angkutan kota.Tahapan penelitian yang dilakukan, ialah survei pendahuluan. Lalu dilanjutkan dengan pengambilan dataprimer yaitu dengan melakukan survei pada dua perusahaan angkutan kota trayek k yaitu PT.Arung MandiriJaya dan CV. Kalung mas. Lalu pengambilan data sekunder didapatkan melalui Dinas Perhubungan KotaSamarinda. Survei untuk mendapatkan data primer dilakukan selama 4 hari, yaitu 2 hari weekday dan 2hari weekend. Pada saat survei di lapangan dilakukan pengambilan data naik turun penumpang sehinggadidapatkan load factornya. Lalu dilakukan survei wawancara dengan pihak sopir angkutan kota trayek kguna mendapatkan harga-harga dari komponen biaya operasional kendaraan. Setelah itu menghitung tarifberdasarkan SK.687/AJ.206/DRJD/2002 guna dapat membandingkan tarif yang berlaku dilapangandengan tarif biaya operasional kendaraan.Berdasarkan hasil survei diketahui tarif saat pandemi adalah Rp.5.000-Rp.6.000. Okupansi selama 4 harisurvei diketahi adalah 45%, dengan rata-rata jarak perjalanan per penumpang adalah 6 Km. Berdasarkananalisis biaya operasional kendaraan diketahu tarifnya adalah Rp.6.600/penumpang-km. Tarif ini masihdiatas biaya operasional kendaraan dengan load factor ideal 70% yaitu 4.200/penumpang-km. Selamapandemic operator angkutan kota mengalami kerugian sebesar Rp.1.600/penumpang-km.
ANALISIS TARIKAN PERJALANAN GEDUNG INSPEKTORAT WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Utami, Afyza Gita; E. Simangunsong, Johannes; Widiastuti, Masayu
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i1.16021

Abstract

Pembangunan gedung Inspektorat Wilayah Provinsi Kalimantan Timur akan menimbulkan peningkatan bangkitan dan tarikan terhadap lalulintas, sehingga perlu dilakukan analisis pada masa konstruksi, masa operasional dan model tarikan perjalanannya. Data diambil dari survey langsung di lapangan dan kuesioner yang dibagikan kepada pegawai yang kemudian diolah menggunakan Program SPSS Statistics 23. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besaran tarikan perjalanan yang terjadi dan mendapatkan model tarikan perjalanan pada gedung Inspektorat Wilayah Provinsi Kalimantan Timur. Hasil dari penelitian pada masa konstruksi didapat bangkitan sebesar 62,1 smp/hari dan tarikan sebesar 67,9 smp/hari. Pada masa operasional didapat bangkitan sebesar 52,4 smp/hari dan tarikan sebesar 39,8 smp/hari. Model tarikan perjalanan dengan regresi linear berganda menunjukkan model tarikan perjalan Y = – 0,339 + 0,263 (X1) + 0,546 (X8).
EVALUASI TINGKAT KONDISI LAPISAN PERMUKAAN JALAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE SURFACE DITRESS INDEX (BM 2011) DAN METODE BINA MARGA 1990 (STUDI KASUS RUAS JALAN PAHLAWAN) Khoriana, Nana; Alkas, M. Jazir; Budiman, Ery
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i1.16027

Abstract

Jalan Pahlawan di Samarinda merupakan jalan kolektor yang artinya jalur yang penting untuk angkutan barang dan penumpang. Jumlah kendaraan yang meningkat serta adanya hambatan samping berupa banyaknya kendaraan yang parkir di badan jalan , dan keadaan permukaan jalan yang kurang baik pada Jalan Pahlawan membuat arus kendaraan tersebut tidak dapat bergerak dengan lancar. Dengan melakukan analisis kondisi lapis permukaan menggunakan metode Surface Distress Index (SDI) Manual Konstruksi dan Bangunan No.001-01/M/BM/2011 dan metode Bina Marga 1990 Tata Cara Penyusunan Program Pemeliharaan Jalan Kota No.018/T/BNKT/1990 oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Serta metode perbaikan yang digunakan adalah Manual Perbaikan Standar untuk Pemeliharaan Rutin Jalan No. 001-02/M/BM/2011. Guna mengetahui kondisi jalan dan kerusakan serta penanganan apa saja yang terjadi pada ruas Jalan Pahlawan sepanjang tahun hingga saat ini. Berdasarkan hasil analisis kondisi lapis permukaan Jalan Pahlawan dengan kedua metode didapatkan hasil untuk nilai SDI berupa rata – rata sebesar 15 dan nilai untuk Bina Marga 1990 berupa rata – rata sebesar 7 dengan nilai kondisi jalan pada kondisi baik, dengan perbaikan pemeliharaan rutin. Kerusakan yang mendominasi pada ruas jalan tersebut adalah kerusakan cacat permukaan dan pelepasan butir dengan jenis penanganan yang bisa dilakukan adalah pengaspalan, pengisian retak, penambalan lubang dan perataan jalan.
Pengaruh Penggunaan Geotextile terhadap nilai Faktor Keamanan Lereng pada konstruksi Dinding Penahan Tanah kantilever Studi Kasus : Ruas Jalan Nasional Tanjung Selor – Malinau STA 88+140 Simbolon, Ruminsar; Sutanto, Heri
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i1.16022

Abstract

Badan Jalan pada struktur tanah berbentuk lereng dengan kemiringan yang curam dapat mengalami kelongsoran. Apabila sudah terjadi longsor, maka diperlukan penanganan perkuatan lereng yang dapat berupa konstruksi dinding penahan tanah dengan bored pile dikombinasi dengan geotekstil. Geotekstil sering digunakan karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain mudah dalam pelaksanaan serta dapat meningkatkan stabilitas lereng. Penggunaan konstruksi bored pile dikombinasi dengan geotekstil dilakukan di ruas Jalan Nasional Tanjung Selor – Malinau STA 88+140. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan factor keamanan lereng yang menggunakan konstruksi dinding penahan tanah dengan bored pile sebelum dan setelah diberi perkuatan geotekstil.  Stabilitas lereng dianalisa dengan metode Elemen Hingga dengan dibantu Program Plaxis 2D. Dari hasil perhitungan didapat nilai faktor keamanan pada kondisi awal sebelum terjadi longsor sebesar 1,024. Nilai faktor keamanan pada saat longsor sebesar 1,00 yang diperoleh dengan analisis balik (back analisis). Nilai factor keamanan lereng dengan konstruksi bored pile sebesar 1,43 masih lebih kecil dari factor keamanan yang disyaratkan sebesar 1.5, dan Nilai factor keamanan setelah menggunakan perkuatan geotekstile sebesar 1,53. Maka dapat disimpulkan bahwa geotekstile dapat meningkatkan kestabilan lereng dengan memberikan sumbangan factor keamanan sebesar 0,10 (7%).  
KARAKTERISTIK SIFAT FISIK DAN MEKANIS CLAYSHALE PADA KAWASAN KEMENKO 2 IKN Putri, Adelia Rahmi; Gultom, Tiopan H. M; Widiastuti, Masayu
Teknologi Sipil : Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 8, No 1 (2024): JTS TEKNOLOGI SIPIL
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ts.v8i1.16028

Abstract

Batuan merupakan mineral atau paduan mineral yang membentuk bagian utama kerak bumi. Batuan penyusun kerak bumi berdasarkan kejadian, tekstur, dan komposisi mineral, salah satunya adalah batuan sedimen. Banyak pembangunan infrastruktur di Kabupaten Penajam Paser Utara yaitu sekarang menjadi ibu kota negara baru. Dalam perencanaan suatu konstruksi pondasi bore pile  harus dilakukan klasifikasi tanah terutama sifat-sifat tanah yang mempengaruhi daya dukung tanah dan dilakukan juga pengujian mekanis yakni pengujian slake durability untuk mengetahui ketahanan terhadap pelapukan dan point load test untuk mengetahui kekuatan suatu batuan. Pada hasil pengujian point load test didapatkan hasil low strength. Dari hasil pengujian slake durability didapatkan hasil Id(2) pada kedalaman 2,5 m yaitu 61,27, pada 5 m yaitu 77,56, pada 10 m yaitu 83,53, pada 15 m yaitu 93,75, pada 20 m yaitu 95,53 dan pada 30 m yaitu 95,67 sehingga pada masing-masing kedalaman memiliki klasifikasi medium durability hingga medium high durability dan pada hasil pengujian klasifikasi tanah dengan menggunakan metode USCS Berdasarkan sifat fisiknya pada titik boring 1 memiliki klasifikasi tanah berbutir halus dan memiliki batas cair <50% maka hasil klasifikasi tanah ialah lempung dengan plastisitas rendah (CL), pada kedalaman 10 m memiliki simbol ganda yaitu lempung berlanau dengan plastisitas rendah (CL-ML). Sedangkan pada titik boring 3 masuk kedalam tanah berbutir kasar dengan presentase lolos saringan No. 4 yaitu lebih dari 12% memiliki simbol ganda maka masuk kedalam klasifikasi pasir berlanau-pasir berlempung (SM-SC).