cover
Contact Name
Anas Fakhruddin
Contact Email
a.fakhruddin@uinsby.ac.id
Phone
+6281332955690
Journal Mail Official
jrp@uinsa.ac.id
Editorial Address
Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University Surabaya, St. Ahmad Yani 117 Surabaya, East Java 60237, Indonesia.
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Review Politik
ISSN : 20886241     EISSN : 26156504     DOI : https://doi.org/10.15642/jrp
Core Subject : Social,
Jurnal Review Politik (JRP) is a high-quality peer-reviewed research journal published by the Department of Islamic Political Thought, Faculty of Ushuluddin and Philosophy, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya. The languages used are Indonesian and English. JRP is published twice a year, June and December. The journal focuses on the studies of Islamic Political Thought, political science, religion and politics, governance issues, and public policies in Indonesia and other Islamic countries. The journal publishes theoretical and empirical research articles to promote and disseminate the academic atmosphere in and around the regions. The journal has areas of concern that include political science, Indonesian politics, gender politics and identity, community welfare, social development, citizenship and public management, public policy, international politics & security, media, information & literacy, religion and politics, digital society and disruption, civil society movement, governance & democracy, radicalism, and terrorism.
Articles 184 Documents
Antisipasi Pertahanan dan Keamanan Cyberpolitics dengan Artificial Intelligence Pramono, Budi; Prakoso, Lukman Yudho
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.196-210

Abstract

Artificial Intelligence (AI) mejadi mengemuka akhir-akhir ini ditengah kemajuan teknologi yang sudah merambah disetiap bidang kehidupan, termasuk di dalam dunia perpolitikan. Cyberpolitics menjadi mengemuka seiring peristiwa pemilihan presiden Amerika Serikat 2016, kompetisi yang terjadi antara calon presiden memberikan potensi ancaman pertahanan dan keamanan bagi sebuah negara. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk membuat gagasan konsepsi penerapan AI untuk mengantisipasi dampak buruk dampak dari Cyberpolitics. Metode penulisan artikel ini menggunakan studi pustaka dan teori perumusan kebijakan William Dunn. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa perumusan yang dilaksanakan diamati melalui proses isu kebijakan yang di dalamnya membahas mengenai masalah, melalui penyiapan tim perumus kebijakan dan proses pra kebijakan yang didalamnya terdapat pembuatan naskah akademik. Perumusan dan penetapan kebijakan bersama aktor kebijakan melalui proses publik yang dilanjutkan dengan proses merumuskan kebijakan lalu diakhiri dengan penetapan kebijakan. Sebagai kesimpulan artikel ini adalah sebuah novelty bahwa AI ini sangat relevan dalam mengantisipasi dampak negatif Cyberpolitics, jika dampak negatif dapat dieliminir maka bangsa Indonesia akan maju. Sebagai rekomendasi artikel ini adalah semua entitas terkait harus melaksanakan transformasi jaringan keja yang efektif danefisien dan harus ada driver force, sebagai commend centre pengendalian Cyberpolitics menggunakan teknologi AI.
Penguatan Politik Islam Turki oleh Presiden Erdogan melalui Pengubahan Status Hagia Sophia Restuning Tyas, Tri; Albayumi, Fuad; Dody Molasy, Honest
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.1.93-123

Abstract

This article begins with the controversy that arose after President Erdogan decided to reopen the Hagia Sophia as a mosque after 86 years of being a museum. Hagia Sophia is a building that is also a symbol and witness to the reign shifting that have occurred in Turkey. This article will discuss the reasons behind the decision that has been taken by Presi­dent Erdogan. To answer this question, this paper uses literature studies and other secondary data. Furthermore, the data that has been obtained will be analyzed using qualitative descriptive analysis techniques. The results of the research indicate that President Erdogan's policies which have pros and cons, are one of the tools to realize several political agendas. The agendas are (1) the consolidation of Turkey's domestic politics, as well as (2) strengthening Turkish Islamic politics in the inter­national arena.
Kondisi Konflik di Indo-Pasifik: Memahami Akar Masalah dari Aukus hingga Manuver China Indrawan, Jerry
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.1.124-145

Abstract

Aliansi kerjasama pertahanan bernama AUKUS muncul di Indo-Pasifik di tengah kebangkitan China sebagai calon negara hegemoni dunia. AUKUS seakan menentang hegemoni China di kawasan karena kepentingan negara-negara yang tergabung di dalamnya pasti akan terganggu dengan bangkitnya kekuatan negeri Tirai Bambu tersebut. Sebagai salah satu negara di Indo-Pasifik, Indonesia tentu merasakan dampak dari rivalitas negara-negara hegemonistik yang berkelakuan mirip pendahulunya pada era Perang Dingin dahulu. Sebuah era yang kental dengan nuansa ancaman perang, sesuai teori Regional Security Complex. Teori ini akan menjadi landasan analisis penulis untuk membahas tentang AUKUS, khususnya dari sudut pandang potensi ancaman antara negara-negara di kawasan Indo-Pasifik sebagai aki­bat kehadiran AUKUS. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa AUKUS dibentuk oleh Australia, Inggris, dan Amerika Serikat sebagai anti-tesis manuver China di Indo-Pasifik. Selain itu, penelitian ini juga menghasilkan beberapa usulan kebijakan strategis yang bisa dila­ku­kan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif-analisis, di mana proses pengumpulan data dilaku­kan melalui studi pustaka.
Koalisi Teritorial untuk Pembentukan Daerah Otonomi Baru di Indonesia Pasca Reformasi: Kegagalan Pembentukan Provinsi Luwu Raya 1999-2014 Meliala, Fransiskus Chandra Dwiputra
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.211-228

Abstract

The establishment of a new autonomous region is an implementation of the implementation of decentralization in Indonesia. Previous studies have shown that regional expansion in Indonesia is highly motivated by elite interests. Even so, not all regional expansion efforts can be success­ful. This article explains what caused the formation of the Luwu Raya Pro­vince to not materialize even though the political movement had em­e­rged since 1999. This article finds two things: First, fragm­e­n­t­a­tion of lo­cal elites in the province candidate areas has emerged since the begin­n­ing of the struggle for the formation of a new province. Second, there are obstacles made by political actors who try to hinder efforts to form the Luwu Raya Province Pembentukan daerah otonom baru merupakan implementasi  dari pem­b­er­lakuan desentralisasi di Indonesia. Studi-studi terdahulu telah menun­jukkan bahwa pemekaran wilayah di Indonesia sangat dimoti­va­si oleh kepentingan elit. Walaupun begitu, tidak semua usaha peme­ka­r­an wilayah dapat berhasil. Artikel ini menjelaskan apa yang menye­b­a­b­kan pembentukan Provinsi Luwu Raya tidak terwujud walaupun ge­r­a­­kan politiknya sudah muncul sejak tahun 1999. Artikel ini mene­mu­kan dua hal:Pertama, fragmentasi elit lokal di wilayah calon provinsi su­­dah muncul sejak awal perjuangan pembentukan provinsi baru. Ke­dua, adanya rintangan yang dilakukan oleh aktor politik yang berusaha menghalangi upaya pembentukan Provinsi Luwu Raya.
The Strategy of Tuan Guru in the Election of the West Lombok Legislative Solihan, Solihan; Hafis Bin Amat Simin, Mohamad; Sukri, Muhammad
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.177-195

Abstract

The purpose of this research is to describe the strategy of Tuan Guru in the election of the West Lombok legislature. The research question is: What are the factors behind Tuan Guru’s entry into the world of practical politics? What is the Tuan Guru strategy in politics? What was the significant impact on the development of West Lombok in the Tuan Guru era following politics? This research uses qualitative methods based on phenomena. The finding in this research is the purpose of Tuan Guru’s involvement in politics are power and sources of power, positional power, and personal power. As for the strategy of Tuan Guru to garner support as a candidate for the legislature or executive, it is utilizing a network of students and alumni, a family network, fellow Tuan Guru, majlis ta'lim to conduct political socialization. And the last, the significant impact on the development of West Lombok in the Tuan Guru era following politics, bringing economic growth, politics, and democracy.
Strategi Kontra Terorisme di Indonesia Dua Dekade Terakhir: Pendekatan Soft dan Hard Strategy Fahmi, Muh Yusrol
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 1 (2022): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.1.39-61

Abstract

Indonesia menjadi negara yang mendapat apresiasi karena upayanya dalam memerangi terorisme. Seharusnya, apresiasi tersebut dibarengi dengan penurunan jumlah aksi terror yang signifikan, sayangnya belum. Oleh sebab itu, diperlukan tinjauan kembali mengenai strategi kontra terorisme yang telah dilakukan oleh pemerintah selama dua dekade. Penelitian ini berupaya membahas lebih lanjut mengenai bagaimana ketepatan strategi kontra terorisme yang selama dua dekade diterapkan di Indonesia. Artikel ini menjawab pertanyaan tersebut dengan menguraikan akar permasalahan terorisme di Indonesia terlebih dahulu, sehingga ketepatan strategi yang dilakukan dapat terjawab. Penelitian ini menemukan bahwa, Indonesia lebih cocok menggunakan soft strategy dibanding dengan hard strategy karena nilai sosial masyarakat Indonesia yang terkenal rukun, santun dan moderat. Berbagai kebijakan sebagai langkah prefentif dan penerapan soft strategy juga menjadi upaya yang tepat dalam menanggulangi terorisme. Selain itu, melawan kekerasan dengan kekerasan bukan aksi yang tepat. 
Kultur dan Sikap Kiai terhadap Politik Praktis: Studi di Pesantren Al-Hamidy dan Al-Amien Madura Ridho, Ali; Damanhuri, Damanhuri; Luciana, Luciana; Rahman, Mufiqur
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.229-242

Abstract

Each kiai has a different leadership style in influencing the political cul­ture of the pesantren. This study is to describe the politics of edu­c­a­t­i­on in the Al-Hamidy and Al-Amien Prenduan Islamic boarding scho­o­l­s, regarding affiliation to mass organizations and political parties. This re­­­­se­arch shows that the culture of political education at Al-Hamidy or Bany­uanyar Timur and Al-Amien Islamic Boarding Schools is carried out by the two pesantren through the kiai as a passive political figure. While the Al-Amien students behaved more passively. Santri DMI Al-Hamidy Banyuanyar in a practical political context follows kiai politics on the basis of ta'diman to teachers even though in this context there is no coercion from the kiai (dhalem) side Setiap kiai memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda dalam mem­p­e­n­­garuhi terhadap kultur politik pesantren. Kajian ini untuk mendi­s­k­ri­p­sikan politik pendidikan di pesantren Al-Hamidy dan Al-Amien Pren­d­uan, tentang afiliasi pada ormas dan partai politik. Penelitian ini men­u­n­jukkan bahwa kultur pendidikan politik Pesantren Al-Hamidy atau Bany­u­anyar Timur dan Al-Amien, dilakukan oleh kedua pesantren ter­s­ebut melalui kiai sebagai figurnya sebagai politik pasif, hal ini ber­a­k­i­bat pada santri banyuaanyar Timur relatif lebih aktif karena mengi­ku­ti pilihan kiai. Sementara santri Al-Amien bersikap lebih pasif. Santri DMI al-Hamidy Banyuanyar dalam kontek politik praktis mengikuti politik kiai dengan dasar ta’diman kepada guru walaupun dalam konteks ini tidak ada paksaaan dari pihak kiai (dhalem).
Pro dan Kontra Penerapan Sistem Informasi Partai Politik pada Pemilu 2024 di Indonesia Khairiyah, Miftahul; Rahmawati, Dian Eka; Purwaningsih, Titin
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.243-260

Abstract

This research looks at the Pros and Cons that occur due to the use of SIPOL in the Registration of Political Parties in the 2024 Election in the mass media. What substance is being debated and how are the actors involved? Qualitative descriptive research method by means of literature studies. The research findings show that the pros and cons involved actors, namely the election organizers of the KPU and Bawaslu, then political and election observers as well as election contestants, namely political parties. Actors who are pro against SIPOL think that this is a necessity as a modernization of political parties and elections following technological advances, while those who are against SI-POL focus on transparency and openness carried out by the KPU in presenting data so that it is more transparent to the public. Penelitian ini melihat Pro dan Kontra yang terjadi  karena pengunaan SIPOL dalam Pendaftaran Partai Politik pada Pemilu ta­hun 2024 di media masa. subtansi apa yang menjadi perdebatan dan bagai­ma­na keterlibatan para aktor. Metode Penelitian deskriptif kuali­ta­tif dengan cara studi literatur. Temuan penelitian bahwan pro kontra terjadi melibatkan aktor yaitu pihak penyelenggara Pe­mi­lu KPU dan BAWASLU kemudian pihak pengamat Politik dan Pemilu ser­ta Peserta Pemilu yaitu Partai Politik. Aktor Yang Pro tehadap SIPOL menggangap ini merupakan keharusan sebagai modernisasi Partai Politik dan Pemilu mengikuti kemajuan Teknologi sedangkan yang Kontra terhadap SI­POL menitikberatkan bagaimana transparansi dan keterbukaan yang dila­ku­kan KPU dalam menyajikan data agar lebih transparan kepada publik
Implementasi dan Implikasi Peraturan Daerah Kabupaten Sampang Nomor 7 Tahun 2019 tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah Ismail, Ismail; Zainullah, Zainullah; Tamam, Nurul
Jurnal Review Politik Vol. 12 No. 2 (2022): December
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2022.12.2.261-290

Abstract

This study refers to qualitative research methods, the data analysis was carried out by means of data reduction, data presentation, and veri­fica­tion and drawing conclusions. This research resulted in: (1) Implemen­tation of this regional regulation in the form of: (a) Provision of Assis­tance for Organizing Diniyah Education and Private Teachers (BPP­DGS); (b) Madrasah diniyah stakeholder synergy; and (c) Community In­vol­vement in Strategic Policy Formulation; (2) This regional regu­la­tion has implications for madrasah diniyah in the form of: (a) insti­tu­ti­onal strengthening; (b) improving the quality of learning processes and outcomes; and (c) to become an instrument for realizing the vision and mission of the Sampang government "Sampang Hebat Bermartabat". Penelitian tentang implementasi dan implikasi perda Kabupaten Sam­pang No 7 tahun 2019 tentang Madrasah Diniyah Takmiliyah mengacu pada metode penelitian kualitatif, analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan verifikasi dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini menghasilkan: (1) Implementasi kebijakan perda ini da­lam bentuk: (a) Pemberian Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Di­niyah dan Guru Swasta (BPPDGS); (b) Sinergi stake holders madrasah diniyah; dan (c) Keterlibatan Masyarakat dalam Perumusan Kebijakan Strategis; (2) Perda ini berimplikasi terhadap madrasah diniyah dalam bentuk: (a) penguatan institusi; (b) peningkatan kualitas proses dan ha­sil pembelajaran; dan (c) menjadi instrumen perwujudan visi misi pemerintah Kabupaten Sampang “Sampang Hebat Bermartabat”
Reviewing John Locke’s Concept of Power From the Perspective of Al-Maududi Latief, Mohamad; Pramono, Muhamad Fajar; Sansayto, Ide Mafaza
Jurnal Review Politik Vol. 13 No. 1 (2023): June
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jrp.2023.13.1.70-88

Abstract

The concept of power today is much influenced by the thoughts of John Locke. The power shaped by John Locke gives this country a liberal character. Individual rights are at the centre of all interests. In the history of Islam, some concepts have been very important in shaping Islamic perceptions of democracy. This research is library research because it is library research. The approach used is a historical-philosophical approach. This paper dissects John Locke's democratic thinking, which is analysed using the democratic thinking of a contemporary Muslim intellectual, namely Abu A'la Maududi. Theo-democracy is a system of government initiated by Al-Maududi by combining the concepts of monotheism and trias politica. The Al-Maududi Islamic State must be built on the basis of Islam, which is the main foundation of Tawhid. According to Maududi, power in the form of sovereignty is based primarily on God's sovereignty rather than the sovereignty of the people. The theo-democratic system is divided into three institutions: the legislature, executive, and judiciary.