cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 612 Documents
Aplikasi Sistem Informasi Geografis Untuk Evaluasi Sistem Jaringan Drainase Di Sub DAS Kota Malang Hafid Nuri Rochman; Ussy Andawayanti; Jadfan Sidqi FIdari
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.10

Abstract

Malang city is an area that has a fairly development. The condition of the city has undergone many changes. Changes in land use Environmental and land use conditions switch functions into enclosed areas and reduce green area. This condition exacerbates drainage problems in the area as a result of inundation and flooding problems that can harm humans. Drainage is an important part of planning an area, especially urban areas. Urban drianage network systems can take advantage of emerging technologies such as Geographic Information Systems (GIS) in the form of spatial and geographic data in terms of evaluation of existing drainage channels and drainage channel planning.In this study, an evaluation of drainage channels using several data including rain data, dimensions of existing drainage channels, topographic and land use data at the study site. Calculation of the design flood discharge using Q10 with rational methods. The determination of Q10 used based on historical innundation. The results of the flood calculation are used to evaluate the condition of the drainage channel.The results of this study were obtained from 43 channels at the study site obtained 8 channels that were unable to accommodate the amount of design discharge so that alternative handling was needed. Alternative handling used is changes in the dimensions of channels, detention ponds, and rainwater harvester.Kota Malang merupakan daerah yang memiliki perkembangan yang cukup tinggi. Keadaan Kota Malang sudah banyak mengalami perubahan. Perubahan penggunaan lahan Keadaan lingkungan dan tata guna lahan mengalami peralihan fungsinya sebagai area tertutup dan meminimalisir lahan terbuka hijau. Kondisi inilah yeng memperburuk persoalan drainase di daerah tersebut akibatnya timbul masalah genangan dan banjir yang dapat merugikan manusia. Drainase merupakan bagian penting dalam perencanaan suatu kawasan khususnya daerah perkotaan. Sistem jaringan drianase pada perkotaan bisa menggunakan pemanfaatan teknologi yang saat ini mengalami perkembangan yaitu Sistem Informasi Geografis (SIG) berupa data spasial dan geografi dalam hal evaluasi saluran drainase yang ada dan perencanaan saluran drainase.Pada penelitian ini, dilakukan evaluasi saluran drainase yang menggunakan beberapa data diantaranya data hujan, dimensi saluran drainase eksisting, data topografi dan tata guna lahan di lokasi studi. Perhitungan debit banjir rancangan menggunakan kala ulang 10 tahun dengan metode rasional. Penentuan kala ulang yang digunakan berdasarkan genangan historis yang pernah terjadi. Hasil perhitungan debit digunakan untuk mengevaluasi kondisi saluran drainase.Hasil dari studi ini didapatkan dari 43 saluran yang ada pada lokasi studi dengan proyeksi debit air kotor selama 10 tahun ke depan didapatkan 8 saluran yang tidak mampu menampung besarnya debit rancangan sehingga diperlukan alternatif penanganan. Alternatif penanganan yang digunakan adalah perubahan dimensi saluran, kolam detensi, dan alat pemanen air hujan pada pemukiman.
Studi Perencanaan Konstruksi Bendungan Cijurey Tipe Beton Padat Gilas Gravitasi Kecamatan Sukamakmur Kabupaten Bogor Jawa Barat Muhammad Rafi Fazjrin; Suwanto Marsudi; Very Dermawan
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.09

Abstract

The design of the Cijurey Dam with Gravity Roller Compacted Concrete Type aims to hold back the flow, drain the water, and raise the water level. The spillway built in the Cijurey Dam is an overflow type located in the middle of the dam. The initial stage of this study is calculating the curvature of the reservoir capacity which is then used for flood routing on the spillway. The result of flood routing is in the form of outflow which will be used as the basis for planning the width of the spillway, the water level profile, and the planning of the stilling basin. Then an analysis of the stability of the overflow and non-overflow dam body was carried out, and the retaining wall on the spillway and stilling basin. Next is the calculation of the load for determining the diameter of the reinforcement in the structure. From this study it was found that the spillway on the Cijurey Dam can flow Q100th and Q1000th discharges. Then for the retaining wall on the spillway and stilling basin, it is designed to use a cantilever type retaining wall. Furthermore, the analysis of the stability of rolling, shearing, and bearing capacity on the Cijurey Dam and retaining walls on the spillway and stilling basin have met the requirements. In the construction of dams and retaining walls, concrete with a quality of f'c = 25 MPa and fy = 400 MPa is used.Perencanaan Bendungan Cijurey Tipe Beton Padat Gilas Gravitasi bertujuan untuk membendung aliran, mengalirkan air, dan meninggikan muka air. Pelimpah yang dibangun di Bendungan Cijurey berjenis overflow yang berada di tengah bendungan. Tahapan awal dari studi ini yaitu menghitung lengkung kapasitas waduk yang selanjutnya digunakan untuk flood routing pada pelimpah. Hasil dari flood routing berupa outflow yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan lebar pelimpah, profil muka air, serta perencanaan peredam energi. Kemudian dilakukan analisis stabilitas tubuh bendungan bagian overflow dan non – overflow, dan dinding penahan pada peluncur dan peredam energi. Selanjutnya adalah perhitungan pembebanan untuk penentuan diameter tulangan pada struktur. Studi ini menghasilkan analisis bahwa pelimpah pada Bendungan Cijurey dapat mengalirkan debit Q100th dan Q1000th. Kemudian untuk dinding penahan pada peluncur dan peredam energi didesain menggunakan dinding penahan tipe cantilever. Selanjutnya analisis stabilitas guling, geser, dan daya dukung pada Bendungan Cijurey dan dinding penahan pada peluncur serta peredam energi telah memenuhi persyaratan. Pada konstruksi bendungan dan finding penahan digunakan beton dengan mutu  f'c = 25 MPa dan fy = 400 MPa.
STUDI EVALUASI DAN PENANGANAN GENANGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SWMM 5.1 PADA SISTEM DRAINASE DARMO KALI KOTA SURABAYA Muhhammad Alfyan Rachmana Putra; Ussy Andawayanti; Rahmah Dara Lufira
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.11

Abstract

Abstract: The Darmokali drainage system is located in Wonokromo Subdistrict, Surabaya City. Inundation often occurs in the area due to changes in land use from an agricultural area to a residential area. Hence, it is necessary to analyze the drainage system using the SWMM 5.1 application. The analysis conducted was to change the existing rain data into hourly intensity using the mononobe method. In addition, the distribution of sub-catchment areas and the creation of a drainage network model according to the conditions in the field were carried out. The modeled result was calibrated using RMSE. The result was 0.2605, indicating that the error between the calculated and measured discharge was relatively small. It can be seen that inundation occurred in five channels, including C16, C19, C20, C24, and C33. Therefore, alternative solutions for inundation management used 2 methods, namely rain harvesting and channel dimension improvement. Rain Harvesting owned the highest reduction rate of 100% at C34 with a discharge of 1.86 m3/s and required a fee of Rp 5.897.071.595. In the meantime, channel dimension enhancement had the highest reduction level at C19 with a water level of 0.36 m and required a cost of Rp 1.514.665.912.Keywords: Drainage, Inundation, SMWW 5.1.Abstrak: Sistem drainase Darmokali terletak di Kota Surabaya, tepatnya pada Kecamatan Wonokromo. Daerah tersebut merupakan daerah yang sering terjadi genangan dikarenakan adanya perbahan tata guna lahan yang semula daerah pertanian menjadi daerah pemukiman, oleh karena itu perlu dilakukan analisa sistem drainase menggunakan aplikasi SWMM 5.1. Analisa yang dilakukan yaitu merubah data hujan yang ada menjadi intensitas hujan jam – jaman menggunakan metode mononobe, selain itu dilakukan juga pembagian subcatchment area serta pembuatan model jaringan drainase sesuai dengan keadaan di lapangan. Hasil dari pemodelan tersebut akan di kalibrasi menggunakan RMSE dan di dapatkan hasil sebesar 0,2605 yang menunjukkan bahwa kesalahan antara debit terhitung dan terukur relatif kecil. Dari hasil pemodelan dapat diketahui bahwa terjadi genangan pada 5 saluran diantaranya C16, C19, C20, C24, dan C33, oleh karena itu dilakukan alternatif solusi penanganan genangan menggunakan 2 cara yaitu dengan Rain Harvesting dan perbaikan dimensi saluran. Untuk Rain Harvesting memiliki tingkat reduksi tertinggi sebesar 100% pada C34 dengan debit sebanyak 1,86 m3/dt dan membutuhkan biaya sebesar Rp. 5.897.071.595 sedangkan perbaikan dimensi saluran memiliki tingkat reduksi tertinggi pada C19 dengan ketinggian air setinggi 0,36 m dan membutuhkan biaya sebesar Rp. 1.514.665.912Kata kunci: Drainase, Genangan, SWMM 5.1
Studi Evaluasi Instalasi Pengolahan Air Limbah pada Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Haryoto Kabupaten Lumajang Sandy Galang Prihatino; Emma Yuliani; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.13

Abstract

Hospital wastewater contains many harmful and pathogenic substances. This study aimed to determine wastewater quality in 2020 and predict the amount of wastewater generated in 2025. This study used a quantitative descriptive method using primary and secondary data. Primary data was obtained through direct observation of the WWTP and wastewater quality testing. At the same time the secondary data obtained from the study of the document at the hospital. Domestic waste parameters used were BOD5, COD, TSS, PO4 and the presence of  E.coli bacteria. From the result of the stud, the values of  BOD5 = <25 mg/L, COD= 10 mg/L, TSS= 26 mg/L, PO4= 1 mg/L and E.coli bacteria = 290 MPN/100 ml. Meanwhile, the amount of water discharge produced in 2020 and 2025 is 211,316 m3/day and 259,280 m3/day. The amount of wastewater discharge in 2020 has met the existing conditions of the WWTP. In 2025 it does not meet, so it is necessary to increase the capacity of the WWTP to accommodate the wastewater discharge in 2025.Air limbah rumah sakit  banyak mengandung zat berbahaya dan bersifat patogen. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kualitas air limbah tahun 2020 dan memprediksi jumlah debit air limbah yang dihasilkan pada tahun 2025. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan menggunakan data primer dan data sekunder. Data primer didapatkan melalui observasi langsung pada IPAL dan pengujian kualitas air limbah. Sedangkan data sekunder didapatkan dari studi dokumen pada rumah sakit. Parameter limbah domestik yang digunakan adalah BOD5, COD, TSS, PO4 dan keberadaan bakteri E.coli. Dari hasil penelitian didapatkan nilai BOD5= <25 mg/L, COD= 10 mg/L, TSS= 26 mg/L ,PO4= 1 mg/Ldan Bakteri E.coli= 290 MPN/100ml. Sedangkan jumlah debit air limah yang dihasilkan tahun 2020 dan 2025 berturut turut adalah 211,316 m3/hari dan 259,28 m3/hari. Jumlah debit air limbah tahun 2020 telah memenuhi kondisi eksisting IPAL dan tahun 2025 tidak memenuhi, sehingga perlu adanya penambahan kapasitas IPAL untuk menampung debit air limbah pada tahun 2025.
Kajian Efektivitas Kolam Retensi Dalam Mereduksi Banjir Jalan Raya Porong Kabupaten Sidoarjo dengan Storm Water Management Model Ahmad Hirson Khoiri; Ussy Andawayanti; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.12

Abstract

An effectiveness study needed to determine the ability of the retention pond built in the Sidoarjo Mud flow affected area to reduce flooding that occurs especially around Porong Highway area. This problem occurred due to geological deformation in the form of land subsidence, precisely in the area around Porong Highway and caused flooding that spread to the surrounding environment flooded several villages. Several retention ponds were built in the area as one of the strategic steps to deal with the flooding that occurred. To simulate the flooding that occurred, a rainfall intensity with a 5-year return period was used which was simulated using EPA SWMM 5.1 software with catchment area of 148,31 hectares which divided into 27 subcatchments. From the simulation results, the volume of runoff from surrounding villages and Porong Highway is 126,000 m3, with an existing pond capacity of 94373,9 m3 the effectiveness of the pond in reducing flooding is 74,48% and with an alternative pond capacity of 151415,5 m3 effectiveness pond is 120,17%. Furthermore, standard operating procedures are prepared as an effort to maximize the effectivity of the pond.Diperlukan kajian efektivitas untuk mengetahui kemampuan kolam retensi yang dibangun pada daerah terdampak semburan Lumpur Sidoarjo dalam mereduksi banjir yang terjadi khususnya sekitar Jalan Raya Porong. Permasalahan ini terjadi diakibatkan oleh deformasi geologi berupa penurunan muka tanah tepatnya pada daerah sekitar Jalan Raya Porong dan menyebabkan banjir dan menyebar ke lingkungan sekitar serta membanjiri beberapa desa. Dibangunan beberapa kolam retensi pada daerah tersebut sebagai salah satu langkah strategis penanganan banjir yang terjadi. Untuk mensimulasikan banjir yang terjadi digunakan intensitas hujan dengan kala ulang 5 tahun yang disimulasi menggunakan software EPA SWMM 5.1 dengan area penelitian seluas 148,31 hektar yang dibagi menjadi 27 subcatchment. Dari hasil simulasi didapatkan besaran volume limpasan dari desa sekitar dan Jalan Raya Porong sebesar 126.000 m3, dengan kapasitas kolam eksisting sebesar 94373,9 m3 efektivitas kolam dalam mereduksi banjir adalah sebesar 74,48% dan dengan kapasitas kolam alternatif dengan volume 151415,5 m3 efektivitas kolam adalah sebesar 120,17%. Selanjutnya standar operasional prosedur disusun sebagai bentuk upaya untuk memaksimalkan kemampuan effektivitas kolam.
Studi Manajemen Pelaksanaan Konstruksi Bendung Pltm Prafi Kecamatan Warmare Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat dengan Menggunakan Microsoft Project Manager 2013 Mandasari, Fetri; Marsudi, Suwanto; Sholichin, Moh.
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.01.08

Abstract

The Prafi PLTM Dam is located in Prafi Village, Warmare District, Monokwari Regency, West Papua Province. The condition of the PTLM Prafi Dam, which is classified as very high hazard or classified as high hazard, requires rehabilitation measures included in the Dam Operation Improvement and Safety Project (DOISP) program with the aim of improving the safety and function of large dams. Based on the scheduling results, the implementation of the permanent construction of the Prafi PLTM with a duration of 13.5 months obtained a budget plan of Rp. 49,420,000,000.00 (forty nine billion four hundred twenty million rupiah). After accelerating the project schedule using additional working hours and heavy equipment, a project schedule with a duration of 12 months was obtained with a planned budget of Rp. 47,280,000,000.00 (Forty Seven Billion Two Hundred Eighty Million Rupiah). While the acceleration of the project schedule with the alternative of adding heavy equipment with a duration of 10 months with a planned budget of Rp. 49,100,000,000.00 (Forty Nine Billion One Hundred Million Rupiah).Bendung PLTM Prafi yang terletak di Desa Prafi, Kecamatan Warmare, Kabupaten Monokwari, Propinsi Papua Barat. Kondisi Bendung PTLM Prafi yang masuk dalam klasifikasi very high hazard atau masuk kelas bahaya tinggi sehingga memerlukan tindakan rehabilitasi yang masuk dalam program Dam Operation Improvement and Safety Project (DOISP) dengan tujuan meningkatkan keamanan dan fungsi bendungan besar. Berdasarkan hasil penjadwalan, pelaksanaan konstruksi permanen PLTM Prafi dengan durasi 13,5 bulan didapatkan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 49.420.000.000,00 (Empat Puluh Sembilan Milyar Empat Ratus Dua Puluh Juta ibu Rupiah). Setelah dilakukan percepatan jadwal proyek menggunakan alternatif penambahan jam kerja dan alat berat, didapatkan jadwal proyek dengan durasi 12 bulan dengan rencana anggaran biaya sebesar Rp. 47.280.000.000,00 (Empat Puluh Tujuh  Milyar Dua Ratus Delapan Puluh  Juta Rupiah).Sedangkan Percepatan jadwal proyek dengan alternatif penambahan alat berat dengan durasi 10 bulan dengan rencana anggaran biaya Rp. 49.100.000.000,00 (Empat Puluh Sembilan Milyar Seratus Juta Rupiah).
Kajian Perilaku Aliran pada Pelimpah Samping Bendungan Sepaku Semoi Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur dengan Skala 1:50 Ainul Crisna; Very Dermawan; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.15

Abstract

To meet the need for raw water at the IKN (National Capital City) in North Panajem Paser Regency, the Sepaku Semoi Dam was built. This study aims to determine the hydraulic behavior of the physical model test of the Sepaku Semoi Dam with a scale of 1: 50. The study of hydraulics was carried out on the spillway, side channel, transition channel, launch channel, energy absorber, and downstream energy absorber based on the results of the physical model test as control over the count approach. In the study of hydraulics on the physical model, water level profile analysis, the discharges studied are Q100th , Q¬1000th , and QPMF , with secondary discharge data. The study was carried out on the spillway using the Iwasaki and USBR methods, for analysis on the side channel using the momentum equation, for hydraulic analysis on the transition channel and the launch channel using the energy equation with standard step calculations. Meanwhile, for the calculation of the hydraulic analysis of the USBR type II energy reducer, the momentum and continuity equations are used. For the calculation of the basic material motion using the momentum equation and corrections are made with the shield graph. From the results of this study, the results of the original design conditions on the physical model and final design, as well as the results of the calculation approach on the components of the dam building were obtained. Untuk memenuhi kebutuhan air baku di IKN (Ibu Kota Negara) di Kabupaten Panajem Paser Utara maka dilakukan pembangunan Bendungan Sepaku Semoi. Studi ini bertujuan untuk mengetahui perilaku hidrolika uji model fisik Bendungan Sepaku Semoi dengan skala 1 : 50. Kajian hidrolika dilakukan pada pelimpah, saluran samping, saluran transisi, saluran peluncur, peredam energi, dan hilir peredam energi yang yang didasarkan pada hasil pengujian model fisik sebagai kontrol terhadap pendekatan hitungan. Dalam kajian hidrolika pada model fisik, analisis profil muka air, debit yang dikaji yaitu Q100th , ­Q­1000th , dan QPMF , dengan data debit sekunder. Kajian yang dilakukan pada pelimpah menggunakan metode Iwasaki dan USBR, untuk analisa pada saluran samping menggunakan persamaan momentum, untuk analisa hidrolika pada saluran transisi dan saluran peluncur menggunakan persamaan energi dengan perhitungan tahapan standar. Sedangkan untuk perhitungan analisa hidrolika peredam energi USBR tipe II menggunakan persamaan momentum dan kontuinitas. Untuk perhitungan gerak material dasar menggunakan persamaan momentum dan dilakukan koreksi dengan grafik shield. Dari hasil penelitian ini didapatkan hasil kondisi original design pada odel fisik dan final design, serta hasil pendekatan hitungan pada komponen bangunan bendungan.
Analisa Banjir Akibat Keruntuhan Bendungan Prijetan di Kabupaten Lamongan Menggunakan Aplikasi Zhong Xing HY21 Irsyad Musthofa Yahya; Pitojo Tri Juwono; Runi Asmaranto
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.17

Abstract

The Prijetan Dam was the first dam built in Indonesia in 1910 – 1916 by the dutch east indies government. This dam was built on the Prijetan River which is located in Sumbergempol Village, Kedungpring District, Lamongan Regency, East Jawa Province. Considering the age of the Prijetan Dam which is more than 100 years old, further analysis are needed on the impact of the dangers that can be caused by the break of the Prijetan Dam. Dams break is the collapse of part or all of the main dam causing the dam to be unable to function again. Dam breaks mostly occur due to overtopping or piping. From the simulation of the dam break of the Prijetan Dam using the Zhong Xing HY21 software, it was found that the largest floods occurred in the bottom piping scenario with the condition of the floodwater level reservoir. The area of the floods reached 26,607 km2 with a maximum flood depth of 6,880 m. The floodsspread to 38 villages located downstream of the Prijetan Dam with an estimated 11.412 people at risk Bendungan Prijetan merupakan bendungan pertama yang dibangun di Indonesia pada sekitar tahun 1910 - 1916 oleh pemerintahan Hindia Belanda. Bendungan ini berdiri diatas Sungai Prijetan yang terletak di Desa Sumbergempol, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur. Mengingat usia Bendungan Prijetan yang lebih dari 100 tahun, maka diperlukan analisa lebih lanjut mengenai dampak bahaya yang dapat ditimbulkan oleh kegagal Bendungan Prijetan. Kegagalan bendungan yang dimaksud ialah runtuhnya sebagian atau seluruh tubuh bendungan yang menyebabkan bendungan tersebut tidak dapat berfungsi kembali. Kegagalan atau keruntuhan bendungan paling banyak terjadi akibat overtopping ataupun piping. Dari hasil simulasi keruntuhan Bendungan Prijetan menggunakan software Zhong Xing HY21, didapatkan banjir terbesar terjadi pada skenario piping bawah dengan kondisi tampungan waduk muka air banjir (MAB). Luas genangan banjir yang terjadi mencapai 26,607 km2 dengan kedalaman maksimum 6,880 m. Genangan banjir menyebar ke 38 desa yang berada di bagian hilir Bendungan Prijetan dengan perkiraan 11.412 penduduk terkena risiko.
Evaluasi Rasionalisasi Pos Hujan dengan Metode Stepwise dan Standar WMO pada DAS Telomoyo Kabupaten Kebumen Bagus Aji Nugrahanto; Lily Montarcih Limantara; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.16

Abstract

The Telomoyo watershed is included in the category of mountainous areas and tropical plains. In term of fulfilling the need for adequate water infrastructure, good quality rain data is needed. The methods that can be used are stepwise rationalization and evaluation based on WMO guidance. The stepwise method is chosen in order to check the correlation between the rainfall data and debit data based on multi-correlated statistics and the WMO guidance are used to complete the minimum requirement of the number of rainfall stations in a watershed according to geographical aspects. It was found that the Telomoyo watershed has met the minimum WMO standards, namely with 9 rainfall stations, but it is still considered irrational due to the uneven distribution of rainfall station as seen from the range of influence in each rainfall station. Meanwhile, from the stepwise analysis, it is found that the combination of 4 rainfall stations is considered rational and meets WMO standards. However, this study only provides recommendations for the most statistically rational rainfall station combinations. It is also permissible to move or choose another rainfall station that has more strategic locations so that the influence area of the rainfall stations is more evenly distributed. DAS Telomoyo memiliki luas sebesar 553,22 km2 dan termasuk dalam kategori daerah pegunungan serta dataran tropis. Dalam pemenuhan akan kebutuhan infrastruktur bangunan air yang memadai, diperlukan data hujan dengan kualitas baik yang salah satu caranya yaitu melihat keterkaitan data hujan yang ada dengan data debit yang didapatkan di lapangan. Metode yang dapat digunakan adalah rasionalisasi metode stepwise dan evaluasi berdasarkan standar WMO. Metode stepwise dipilih untuk mengecek korelasi data hujan dengan data debit berdasarkan statistika multi korelasi dan standar WMO digunakan untuk melengkapi ketentuan minimum dari jumlah pos hujan suatu DAS menurut aspek geografi. Didapatkan bahwa DAS Telomoyo sudah memenuhi standar minimum WMO yaitu dengan 9 stasiun curah hujan serta 2 AWLR, namun hal ini masih dirasa belum rasional karena persebaran pos hujan yang kurang merata yang menurut luas pengaruh area setiap stasiun curah huan. Sedangkan dari analisis stepwise diperoleh bahwa gabungan 4 pos hujan sudah rasional serta memenuhi standar WMO. Namun studi ini hanya memberikan rekomendasi kombinasi pos hujan yang paling rasional secara statistik. Diperbolehkan juga melakukan pemindahan atau pemilihan pos lain yang memiliki lokasi lebih strategis sehingga luas pengaruh pos hujan lebih merata lagi.
Studi Potensi Air Tanah dan Karakteristik Hidrokimia Di Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo Bima Aji Pangestu; Runi Asmaranto; Emma Yuliani
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2022.002.02.18

Abstract

Pelem Village, Bungkal District, Ponorogo Regency is a location that is affected by drought during the dry season and relies on rain for irrigation needs. The research was conducted to determine the geological structure, potential of groundwater, hydrochemical characteristics, and quality of groundwater for irrigation from these problems. The data used are primary geoelectrical and chemical groundwater data secondary data used are geological map data, hydrogeology, groundwater basin maps (CAT), and elevation model data (DEM). The method used is the geoelectric Schlumberger configuration, Darcy, DHL, SAR, %Na, and RSC. The results show that the geological layers are tuff, clay, breccia, and sandstone. The discharge potential on track 1 is 2,748 l/s and line 2 is 4.236 l/s. The characteristics of anions and cations exhibit various hydrochemical characteristics. DHL's analysis shows a moderate to high-quality hazard. For the calculation of soil, water sodium is still in a good class and is allowed for irrigation. For the analysis of the sodium absorption ratio (SAR) method, the research site is still in the water class which is very good for irrigation, while the sodium carbonate residue (RSC) method at the study site cannot be used for irrigation because the risk of increasing salt levels is very high.Desa Pelem, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo adalah lokasi yang terdampak kekeringan pada saat musim kemarau dan mengandalkan hujan untuk kebutuhan irigasi. Dari permasalahan tersebut maka dilakukan penelitian untuk mengetahui struktur geologi, potensi air tanah karakteristik hidrokimia dan kualitas air tanah untuk irigasi. Data yang digunakan merupakan data primer geolistrik dan kimia air tanah untuk data sekunder yang digunakan adalah data peta geologi, hidrogeologi, peta cekungan air tanah (CAT) dan data elevasi model (DEM). Metode yang digunakan adalah metode geolistrik schlumberger, darcy, DHL, SAR, %Na dan RSC Hasil penelitian menunjukkan lapisan geologi berupa tufa, lempung, breksi, dan batu pasir. Potensi debit pada lintasan 1 sebesar 2.748 l/det dan lintasan 2 sebesar 4.236 l/det. Karakteristik anion dan kation menunjukkan berbagai karakteristik hidrokimia. Analisa DHL menunjukkan bahaya salitas sedang sampai tinggi. Untuk perhitungan sodium air tanah masih ada di kelas yang baik dan diizinkan untuk irigasi. Untuk analisa metode rasio serapan natrium (SAR) lokasi penelitian masih di kelas air yang sangat baik untuk irigasi sedangkan pada metode residu natrium karbonat (RSC)  pada lokasi penelitian tidak dapat digunakan untuk irigasi karena resiko peningkatan kadar garam sangat tinggiÂ