cover
Contact Name
Achmad Riyanto
Contact Email
ariyanto@ub.ac.id
Phone
+62341-562454
Journal Mail Official
jtresda@ub.ac.id
Editorial Address
Jl. MT. Haryono No.167, Ketawanggede, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur 65145
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 27982386     EISSN : 27983420     DOI : https://doi.org/10.21776/ub.jtresda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air is a scientific journal published regularly twice per year by Water Resources Engineering Department, Universitas Brawijaya. The paper submitted in this journal covers the fields of Water Resources Information System, Water Resources Conservation, Water Resources Utilization and Efficiency, Water Structure Engineering Planning and Water Resources Engineering Basic Knowledge. The submitted paper can be a summary of research reports or scientific literature review. The language used in this journal is either English or Indonesian.
Articles 624 Documents
Studi Penjadwalan Pelaksanaan Pembangunan Proyek Penanganan Pasca Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Bumiaji Kota Batu Devi, Agung Ayu Gayatri; Pitojo Tri Juwono; Evi Nur Cahya
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.059

Abstract

Bencana banjir bandang yang sempat melanda Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada tanggal 4 November 2021 pukul 14.00, sehingga mengakibatkan kerusakan talud dan alur sungai pada Sungai Kricik. Menanggapi hal tersebut, maka diperlukan adanya penanganan terutama pada pengamanan tebing dan saluran. Namun, dalam penanganan proyek ini sempat terjadi keterlambatan dikarenakan beberapa faktor. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan waktu, sumber daya, dan alat berat yang digunakan dengan biaya proyek yang paling efisien dengan menggunakan aplikasi Microsoft Project. Salah satu pendekatan yang digunakan adalah dengan meningkatkan durasi jam kerja dan jumlah alat berat yang digunakan. Permasalahan ini dianalisis melalui evaluasi jadwal pekerjaan, dengan solusi alternatif yang fokus pada percepatan proyek melalui peningkatan penggunaan alat berat dan jam kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa durasi normal proyek adalah 122 hari kerja. Melalui penjadwalan alternatif yang paling optimal, yaitu dengan penambahan durasi jam kerja, rencana anggaran biaya dapat dikurangi sebesar Rp. 1.146.214.952 atau 3,06%, dan durasi proyek dapat dipercepat selama 3 hari atau 2,52%. A flash flood occurred in Bumiaji Subdistrict, Batu City on November 4, 2021 at 14:00, causing damage to the embankment and river channel of the Kricik River. To address this situation, it is essential to take action, particularly in securing the cliffs and channels. However, there were delays in implementing this project due to various factors. Consequently, the aim of this study is to optimize the project's time, resources, and heavy equipment usage while achieving the most cost-efficient outcome using the Microsoft Project application. One strategy employed involves extending the working hours and increasing the number of heavy equipment used. The problem was analyzed by evaluating the project schedule, and alternative solutions were proposed to expedite the project by maximizing the utilization of heavy equipment and working hours. The analysis revealed that the normal project duration was 122 working days. By implementing the most optimal alternative schedule, which includes extending the working hours, the planned budget can be reduced by Rp. 1,146,214,952 or 3.06%, and the project duration can be shortened by 3 days or 2.52%.
Uji Model Hidrolika Pelimpah Samping Bendungan Surumana Dhitaisma, Elsya; Dermawan, Very; Prasetyorini, Linda
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.003

Abstract

Pembangunan Bendungan Surumana di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah diprioritaskan untuk mensuplai kebutuhan air untuk irigasi, air baku untuk rumah tangga, industri, dan sebagai pembangkit listrik. Salah satu prosedur dalam perencanaan Bendungan Surumana adalah melakukan uji model hidrolika. Uji model hidrolika dilakukan pada approach channel, pelimpah, side channel, saluran transisi, saluran peluncur, peredam energi, escape channel, dan hilir Bendungan Surumana. Dalam perencanaan pelimpah sesuai standar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, penting untuk memperhatikan perilaku aliran pelimpah pada debit Q1000th. Maka dari itu, tujuan dari kajian ini adalah untuk menganalisis hidrolika aliran pelimpah pada debit Q1000th. Analisis ini menggunakan uji model hidrolika sebagai kontrol untuk membandingkan hasil dengan perhitungan teoritis. Sebagai hasil dari pengujian model hidrolika, pelimpah Bendungan Surumana mampu mengalirkan aliran dengan debit Q1000th tanpa menyebabkan overtopping. Hasil perhitungan teoritis terhadap profil muka air mendekati dengan hasil pengujian model hidrolika pada debit Q1000th. Bendungan Surumana pada debit Q1000th aman terhadap bahaya kavitasi baik dari hasil perhitungan maupun dari pengukuran pada bacaan piezometer model hidrolika. Pada hilir escape channel ditemukan adanya gerusan lokal terdalam. Pendekatan metode teoritis yang hasilnya mendekati hasil saat pengujian model hidrolika adalah dengan menggunakan rumus Zimmerman dan Maniak.
Kajian Hidrolika Pelimpah Samping Dilengkapi Pintu Geser Bendungan Cabean Kabupaten Blora Model Tes Skala 1:25 Jayanti, Nurul Dwi; Heri Suprijanto; Dian Sisinggih
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.004

Abstract

Pembangunan bendungan Cabean ditujukan utama sebagai upaya konservasi air di lokasi tersebut khususnya pada sektor pertanian yang membutuhkan suplai air yang cukup, maka direncanakan bendungan Cabean yang berlokasi di Sungai Galuk DAS Juana Desa Karanganyar Kecamatan Todanan Kabupaten Blora Jawa Tengah. Untuk penyempurnaan desain rencana, maka diperlukan model test (uji fisik) pada bangunan pelimpah samping dengan 2 pintu geser) untuk menyelidiki atau mengetahui perilaku hidraulika dan untuk menguji keamanan bangunan Pelimpah Bendungan Cabean. Pengukuran ini dilakukan 3 kali pengulangan yaitu seri 0 (original design), seri 1 (modifikasi design) dan seri 2 (final design). Analisis hidrolika dilakukan untuk melihat bagaimana kondisi aliran pada model pelimpah dan melihat kondisi gerusan lokal pada hilir sungai yang nantinya akan dibandingkan antara hasil pengukuran model, perhitungan analitis dan numerik menggunakan iRIC Nays2Dh 3.0. Hasil pengujian final design menunjukkan bahwa bangunan telah aman dari bahaya kavitas, aliran getar dan kondisi gerusan sungai telah ditangani dengan penambahan perkuatan bronjong pada tebing sungai.
Analisis Hidraulika Uji Model Fisik Kantong Lumpur Bendung Gerak Karangnongko Kabupaten Bojonegoro Provinsi Jawa Timur Kristanto, Stefanus Wim; Suwanto Marsudi; Dian Sisinggih
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.050

Abstract

Pembangunan Bendung Gerak Karangnongko merupakan salah satu upaya dari Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo dibawah Kementerian PUPR untuk meningkatkan efisiensi jaringan irigasi di Indonesia. Peningkatan efisiensi saluran irigasi dapat dilakukan dengan meminimalisir jumlah sedimen yang masuk ke dalam jaringan irigasi. Kantong Lumpur Bendung Gerak Karangnongko direncanakan untuk mengendapkan sedimen dan membuang sedimen kembali ke Sungai Bengawan Solo sehingga saluran irigasi pada DI (Daerah Irigasi) Karangnongko Kanan yang memiliki luas daerah pengaliran seluas 5.203 ha terbebas dari bahaya sedimentasi. Desain awal kantong lumpur telah dibuat oleh konsultan perencana, namun untuk menyempurnakan desain tersebut, maka diperlukan pemodelan fisik hidraulik agar kondisi hirdaulika aliran dapat diketahui dan nilai efektivitas flushing maksimal dapat dicapai. Pemodelan fisik hidraulik ini dilakukan di Laboratorium Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Terpadu Universitas Brawijaya. Setelah dilakukan berbagai upaya untuk menyempurnakan desain, kondisi hidraulika aliran pada model seri 1 (final design) sudah dalam kondisi yang sangat baik. Selain itu, efektivitas flushing reratanya sudah mencapai 91,58% dengan efektivitas flushing maksimal terjadi pada kompartemen 4 dengan persentase sedimen yang tergelontor mencapai 95,75%. The Karangnongko Barrage construction is one of the efforts made by the Ministry of Public Works through Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo to increase the efficiency of irrigation channel in Indonesia. To increace the efficiency of irrigation channel, it can be done by minimizing the amount of sediment that enters the irrigation channel. Karangnongko Barrage Settling Basin is planned to let the sediment settles and to flush sediment that enters the irrigation channel so that the irrigation channel on Karangnonko Kanan Irrigation Area is free from sediment. With an area of 5.203ha for the Karangnongko Kanan Irrigation Area, it is necessary to build a settling basin to minimize the amount of sediment entering the irrigation channel. A hydraulic model test is needed to improve the initial design made by the planning consultant so that the hydraulic conditions of the flow can be known and the maximum flushing effectiveness value can be achieved. The hydraulic model test is constructed in University of Brawijaya PSDA Terpadu Laboratory. After the design improvement is done, the hydraulic condition of the final design (series 1) flow is in good condition. The average flushing effectiveness has reached 91,58% with the maximum flushing effectiveness occuring at the compartment 4 with the percentage of sediment being flushed reaching 95,75%.
Rehabilitasi dan Peningkatan Infrastruktur Jaringan Irigasi Jengkol di Kabupaten Subang Salman Ainun Wahab; Tri Budi Prayogo; Hari Siswoyo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.051

Abstract

Pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jaringan irigasi dibutuhkan untuk meningkatkan kinerja operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi. Pekerjaanini berguna untuk mencukupi angka kebutuhanpangan yang semakin bertambah. Pada Daerah Irigasi Jengkol diketahui 60% kondisi talud saluran berupa tanah, serta terdapat 13 dari 28 bangunan irigasi mengalami kerusakan. Nilai indeks kondisi fisik jaringan irigasi Jengkol adalah 36% meliputi 14% nilai indeks saluran dan 22% nilai indeks bangunan.Berdasarkan Indeks Kinerja Sistem Irigasi tahun 2015 nilai indek yang kurang dari 60% perlu dilakukan pekerjaan rehabilitasi. Rehabilitasi yang dilakukan adalah perbaikan pasangan batu dan pergantian pintu-pintu pengatur. Biaya yang dibutuhkan dalam pekerjaan rehabilitasi ialah sebesar Rp 47.981.029.000.Sehingga angka kebutuhan nyata operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi Jengkol pada tahun pertama adalah sebesar Rp 49.034.784.000. Sedangkan besaranbiaya operasi dan pemeliharaan setiap tahunnya adalah sebesar Rp 1.053.755.000 pertahun. Dan biaya untuk operasi dan pemeliharaan perhektar adalah Rp 341.000 pertahun.
Studi Erosivitas pada Tanah Kuarsa Menggunakan Rainfall Simulatordengan Blower Keong Hartoyo, Rego; Jadfan Sidqi Fidari; Ussy Andawayanti
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untukuntuk mengetahui pengaruh variasi intensitas hujan terhadap erosilimpasan yang dihasilkan, indeks erosivitas hujan,besar perbandingan laju erosi limpasan rainfall simulator dan dengan metode USLE, dan blower sebagai media angin karena ingin mengetahui faktor klimatologi akan memberikan seberapa besar dampak angin.Sampel tanah merupakan tanah kuarsa yang sudah tersedia di Laboratorium Hidrologi Teknik Penagiran, Kabupaten Malang. Hasilnya, nilai erosivitas dengan kemiringan 5%, hasil dari perhitungan indeks erosivitas hujan dengan intensitas 1 liter/menit atau 3 cm/jam adalah 7.57 ton.m.cm/ha. Kemudian perhitungan ini dapat dilanjutkan dengan intensitas 2 liter/menit adalah 16.76 ton.m.cm/ha dan intensitas 3 liter/menit adalah 26.54 ton.m.cm/ha. Terjadi sedikit perbedaan antaralaju erosi pada limpasan yang dihasilkan dari pengujian laboratorium dan perhitungan menggunakan metode Universal Soil Loss Equation (USLE). Perbedaan tersebut disebabkan oleh penggunaan hujan buatan melalui alat simulasi hujan (rainfall simulator) yang hanya mendekati kondisi hujan alami. Percikan air dari nozzle pada alat simulasi tersebut tidak terdistribusi dengan sempurna secara maksimal.Kemudian pengaruh penggunakan blower keong pada alat rainfall simulatoradalahkondisiimenggunakan angin erosi limpasan yang terjadi itu lebih besar daripada kondisi yang tanpa angin. Hal ini menunjukkan bahwa waktu yang diperlukan untuk terjadinya erosi menggunakan kondisi dengan angin itu lebih lama daripada kondisi tanpa angin.
Studi Evaluasi Sistem Drainase Air Limpasan Permukaan Di Site Gurimbang Mine Operation PT Berau Coal Secilia, Melinda Priskila; Bisri, Mohammad; Andawayanti, Ussy
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 3 No. 2 (2023): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2023.003.02.061

Abstract

Site Gurimbang Mine Operation (GMO) ialah site penambangan oleh PT Berau Coal yang menerapkan metode penambangan terbuka. Metode ini akan menyebabkan terbentuknya cekungan yang luas sehingga berpotensi menjadi daerah tampungan air saat terjadi hujan. Air tidak dapat dialirkan di luar wilayah dapat menggangu kegiatan operasional penambangan, oleh karena itu aspek hidrologi harus sangat diperhatikan. Evaluasi sistem drainase di GMO sejauh ini menggunakan software HEC-RAS untuk menghitung kapasitas tampung salurannya. Studi ini ditujukan untuk melakukan pemodelan software SWMM sebagai terobosan baru dalam melakukan evaluasi sistem drainase. Dilakukan evaluasi terhadap kapasitas tampung saluran ditinjau dari teknologi drainase yang digunakan dan kerapatan aliran memanfaatkan pemodelan software HEC-RAS 6.2 serta SWMM 5.2. Serta analisa perbandingan hasil running simulasi antara HEC-RAS dan SWMM, sehingga nantinya dapat diketahui kekurangan dan kelebihan dari kedua software tersebut. Kedua software tidak menunjukan kapasitas saluran drainase dengan skala angka, namun kedua software tersebut menggambarkanya dalam bentuk simulasi yang berbeda pada setiap titik saluran yang dimodelkan. Pada HEC-RAS fitur view disajikan melalui fitur view cross section, view profiles, view 3d multiple cross section plot. Sedangkan pada SWMM terdapat fitur view profiles, view time series plot, fitur halaman map,dan fitur query. Hasil running kedua software tidak dapat dibandingkan karena menghasilkan tabel dengan output yang berbeda. hasil running simulasi software HEC-RAS saluran dinyatakan aman pada saat nilai W.S. Elev (elevasi muka air saluran) dibawah nilai Ground (elevasi tinggi tanggul saluran). SWMM menyatakan saluran aman atau tidak meluap ketika nilainya Max/Full Depth (tinggi maksimum saluran hasil simulasi) tidak melebihi dari tinggi saluran eksisting, atau bisa juga dilihat melalui fitur query Namun dari berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh SWMM dapat disimpulkan bahwa secara penggunaan SWMM jauh lebih praktis dari pada HEC-RAS dalam memodelkan sistem drainase tambang yang ada.
Analisis Kapasitas Saluran Drainase Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar menggunakan EPA SWMM 5.1 Cahyo Trilaksono; Runi Asmaranto; Riyanto Haribowo
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.005

Abstract

Perubahan lahan terbuka hijau menjadi kawasan permukiman di Kelurahan Kalipang  mempengaruhi kemampuan lahan dalam menyerap air. Salah satu dampak yang ditimbulkan oleh hal tersebut yaitu meningkatnya limpasan permukaan,sehingga menyebabkan saluran meluap dan terjadi genangan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis kapasitas saluran drainase eksisting yang ada di Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Dalam studi ini digunakan aplikasi SWMM 5.1 untuk membantu simulasi hujan menjadi limpasan permukaan dan melakukan analisis kapasitas saluran. Dari hasil analisis didapatkan total limpasan yang terjadi dengan menggunakan hujan rancangan kala ulang 5 tahun yaitu sebesar 126.98 103m3. Hasil simulasi menunjukan terdapat 9 Daerah Pengaliran Saluran (subcatchment)  (S2, S4, S6, S19, S35, S38, S42, S43 dan S48) menghasilkan limpasan permukaan yang besar dengan nilai debit limpasan lebih besar dari 0.5 m3/detik. Analisis terhadap kapasitas tampungan saluran menunjukan terdapat 27 saluran yang tidak mencukupi dan mengakibatkan luapan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dilakukan perencanaan pengembangan dengan melakukan perubahan dimensi terhadap saluran yang meluap 27 dan 4 saluran sekitarnya. Saluran yang telah dilakukan perubahan memiliki dimesi tinggi 0.5-1 m dan lebar 0.5-1 m.  Solusi lainnya dengan merencanakan penambahan 3 saluran baru dan 2 penambahan outfall dilakukan untuk mengurangi debit limpasan pada saluran eksisting.
Perencanaan Sistem Distribusi Air Baku di Desa Galeo Baru dengan menggunakan Aplikasi WaterCAD V8i Nuryatim, Moch Rendy Dwi Laksana; Ussy Andawayanti; Linda Prasetyorini
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.028

Abstract

Desa Galeo Baru terletak pada pulau Kalimantan lebih tepatnya di Kecamatan BarongTongkok Kabupaten Kutai Barat, dalam rutinitas sehari-hari kebutuhan air baku masyarakat di Desa Galeo Baru sangat mengandalkan sumber air tanah, namun tidak semua masyarakat memilikinya. Dengan adanya sungai Goohaq nantinya dapat dijadikan suplai air baku guna memenuhi kebutuhan air baku di Desa Galeo Baru. Tujuan dari studi ini merupakan untuk merencanakan sistem jaringan air baku dari sungai Goohaq ke Desa Galeo Baru, meliputi kuantitas air, hidrolika dan rencana anggaran biaya. Untuk perencanaan jaringan dan perhitungan hidrolika menggunakan aplikasi WaterCAD V8i. Dari hasil analisa didapatkan kondisi hidrolis jaringan pipa masih memenuhi persyaratan teknis yang ditentukan, untuk kecepatan sebesar 0,100 m/dt – 2,5 m/dt, tekanan 0,5 atm – 10 atm, headloss gradient 0 m/km – 15 m/km. Dengan total rencana anggaran biaya (RAB) untuk perencanaan distribusi air baku di Desa Galeo Baru Kecamatan BarongTongkok Kabupaten Kutai Barat dengan nilai proyek sebesar Rp. 713.177.000.
Studi Perubahan Karakteristik Hidrologi (Debit Puncak dan Waktu Puncak) Akibat Perubahan Tata Guna Lahan di DAS Citanduy Doni Arianto; Lily Montarcih Limantara; Sri Wahyuni
Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air Vol. 4 No. 1 (2024): Jurnal Teknologi dan Rekayasa Sumber Daya Air (JTRESDA)
Publisher : Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jtresda.2024.004.01.006

Abstract

Perubahan penggunaan lahan pada daerah mampu mempengaruhi karakteristik hidrologinya dan oleh karena itu dapat menjadi kriteria penentuan apakah daerah tersebut kritis secara hidrologis. Perubahan penggunaan lahan di suatu DAS juga mempengaruhi debit puncak, yang merupakan indikator penggunaan lahan yang lebih baik atau lebih buruk di suatu DAS. Peningkatan limpasan terbesar di DAS disebabkan oleh berkurangnya lahan resapan air akibat alih fungsi lahan yang tidak direncanakan serta tanpa berwawasan lingkungan. disebabkan oleh berkurangnya luas Berdasarkan pengaruh suatu fungsi lahan sebagai pengatur siklus hidrologi, maka perubahan tata guna lahan terhadap karakterisitik hidrologi perlu dikaji lebih lanjut. Penggunaan karakteristik hidrologi terhadap stud ini berupa luas DAS, panjang sungai utama, Lc, koefisien kekasaran DAS, kemiringan,dan koefisien limpasan. Parameter lainnya meliputi penggunaan tata guna lahan di wilayah DAS Citanduy (Sub DAS Pataruman) pada tahun pengamatan 2017-2018.