cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
PENGARUH METODE DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN SISWA DALAM MENGIDENTIFIKASI UNSUR-UNSUR INTRINSIK CERITA PENDEK Dewi Alpiani; Hodidjah Hodidjah; Nana Ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 2 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.065 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i2.5868

Abstract

Salah satu pembelajaran bahasa Indonesia yang harus dikuasai oleh siswa kelas V SD yaitu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek. Berdasarkan hasil observasi awal yang peneliti lakukan di kelas V SDN Cikeusal II, siswa belum mampu mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek yang meliputi tema, tokoh, latar, amanat. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode pembelajaran yang dianggap tepat. Adapun metode pembelajaran yang dipilih yaitu metode discovery learning. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh metode discovery learning terhadap kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode eksperimen dalam bentuk pre-eksperimen dengan design one group pretest-posttest, dengan jumlah sample sebanyak 30 siswa. Adapun alat yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa tes dengan bentuk tes uraian. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial. Perolehan hasil analisis keseluruhan pretest dan posttest pada mata pelajaran bahasa Indonesia dalam materi mengidentifikasi unsur-unsur cerita pendek terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah menggunakan metode discovery learning. Dengan demikian, ada peningkatan antara sebelum menggunakan metode discovery learning dengan sesudah menggunakan metode discovery learning. Hal ini menujukkan bahwa penggunaan metode discovery learning berpengaruh terhadap tingkat kemampuan siswa dalam mengidentifikasi unsur-unsur intrinsik cerita pendek
Pengembangan Rubrik Penilaian Menulis Puisi di Sekolah Dasar Rosa Rahmawati; Seni Apriliya; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 3 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (847.48 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i3.39236

Abstract

Pembelajaran menulis puisi dilakukan di sekolah dasar bertujuan agar peserta didik mampu menuangkan ide dan gagasannya menggunakan kata-kata dan rima yang hampir sama. Alat penilaian yang digunakan pada kegiatan menulis puisi yaitu rubrik. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan rubrik penilaian menulis puisi di sekolah dasar kelas IV yang tidak lepas dari subjektivitas. Secara umum penelitian ini merupakan penelitian pengembangan rubrik penilaian menulis puisi sebagai referensi dalam meningkatkan kualitas penilaian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Focus Group Discusion (FGD), pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap yaitu pertama mengidentifikasi masalah dengan melakukan studi literatur dan studi pendahuluan dilapangan, kemudian tahap kedua melakukan kegiatan diskusi untuk menemukan solusi dari masalah yang ditemukan dengan proses 1) Identifify Goal/Objective; 2) Identify Questions; 3) Identify People; 4) Select Time, place/enviorment; 5) Conduct Research; 6) Evaluate Finding/data; dan 7) Report. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada guru sekolah dasar kelas IV dan expert judgemen kepada ahli assesment. Partisipan pada penelitian ini yaitu kelompok mahasiswa yang memiliki ketertarikan sama terhadap topic penelitian. Hasil dari  diskusi kelompok terarah ini yaitu  ketetapan alat penilaian yang digunakan untuk menilai puisi karya peserta didik serta inovasi alat penilaian yang dikembangkan berupa rubrik penilaian  yang lebih spesifik dalam menilai puisi peserta didik, sesuai dengan indikator dan dapat menilai puisi secara objektif sehingga peserta didik mendapatkan penilaian yang adil. Berdasarkan validasi yang dilakukan oleh ahli assessmen, pengembangan rubrik penilaian menulis puisi di sekolah dasar kelas IV dinyatakan layak digunakan.
Permainan Tradisional untuk Menumbuhkan Karakter Anak Nova Helvana; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.25623

Abstract

This paper purpose to provide an overview of the benefits of traditional games as an effort to grow children's character. This paper is based on a literature study to describe the growth of children's characters through traditional games. An important character is owned by elementary school age children as a provision in the future. Character is the characteristic of someone who distinguishes himself from others. The growth of elementary school age children characters is very effective through games because the child's world is a world of play. Games that are suitable for growing competent and virtuous character of children are with traditional games. Traditional games are games that have existed for a long time which contain cultural values or are closely related to culture. Traditional games in Indonesia are very many including games such as cim-ciman, sunda manda, bentengan, kontrakol, gobag sodor, and congklak. Playing cim-ciman for children has many benefits, namely to instill and shape cultural values and build children's character such as honesty, discipline, creative, independent, responsibility, social care, hard work, enthusiasm, respect for achievement, friendly or communicative, peace-loving, and deliberations. Besides that, the game of sunda manda, bentengan, contractol, gobag sodor contain values that reflect the love of the motherland and also in it there are characters of responsibility, patience, discipline, perseverance, democratic. Traditional games can also be used as learning media such as the congklak game, there are nine character values contained in the congklak game if used as a medium for learning mathematics, namely the value of honesty, discipline, hard work, creative, curiosity, independent, communicative, responsibility answer and appreciate achievement.  Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang manfaat permainan tradisional sebagai upaya penumbuhan karakter anak. Tulisan ini didasarkan pada studi pustaka untuk mendeskripsikan penumbuhan karakter anak melalui permainan tradisional. Karakter penting dimiliki oleh anak usia Sekolah Dasar sebagai bekal di masa depan. Karakter merupakan sifat atau watak khas seseorang yang membedakan dirinya dengan orang lain. Penumbuhan karakter anak usia Sekolah Dasar sangat efektif dilakukan melalui permainan karena dunia anak adalah dunia bermain. Permainan yang cocok untuk menumbuhkan karakter anak yang kompeten dan berbudi luhur yaitu dengan permainan tradisional. Permainan tradisional adalah permainan yang sudah ada sejak dulu yang mengandung nilai-nilai budaya atau erat hubungannya dengan budaya. Permainan tradisional di Indonesia sangatlah banyak diantaranya ada permainan cim-ciman, sunda manda, bentengan, kontrakol, gobag sodor, dan congklak. Bermain cim-ciman bagi anak memiliki banyak manfaat yaitu untuk menanamkan dan membentuk nilai-nilai budaya dan membangun karakter anak seperti jujur, disiplin, kreatif, mandiri, tanggungjawab, kepedulian sosial, kerja keras, semangat, menghargai prestasi, bersahabat atau komunikatif, cinta damai, dan musyawarah. Selain itu, permainan sunda manda, bentengan, kontrakol, gobag sodor mengandung nilai-nilai yang mencerminkan cinta tanah air dan juga didalamnya terdapat karakter tanggungjawab, kesabaran, kedisiplinan, ketekunan, demokratis. Permainan tradisional juga bisa digunakan sebagai media pembelajaran seperti permainan congklak, terdapat sembilan nilai-nilai karakter yang terdapat di dalam permainan congklak jika digunakan sebagai media pembelajaran matematika yaitu nilai kejujuran, disiplin, kerja keras, kreatif, rasa ingin tahu, mandiri, komunikatif, tanggung jawab dan menghargai prestasi. 
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE MAKE A MATCH TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI PERISTIWA PROKLAMASI KEMERDEKAAN Liestiani Agustin Permana; sumardi sumardi; Momoh Halimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 2 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.439 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i2.7275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap hasil belajar siswa pada materi peristiwa proklamasi kemerdekaan di SDN 1 Parakannyasag. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dan desain penelitian menggunakan nonequivalent control grup design. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match dengan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran biasa pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada materi peristiwa proklamasi kemerdekaan. Dari hasil pengolahan dan analisis data terdapat informasi mengenai perbedaan hasil belajar siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional (kelas kontrol) dengan yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe make a match (kelas eksperimen). Hal ini terbukti pada rata-rata posttest kelas kontrol dan rata-rata posttest kelas eksperimen. Rata-rata posttest kelas kontrol 68,21 dengan kategori tinggi dan rata-rata posttest kelas eksperimen 88,93 dengan kategori sangat tinggi. Normal gain kelas kontrol dan kelas eksperimen berbeda. Rata-rata Normal gain kelas kontrol 0,26 dengan kategori tidak efektif dan rata-rata normal gain kelas eksperimen 0,73 dengan kategori cukup efektif. Hal ini menunjukan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe make a match di SDN 1 Parakannyasag berpengaruh terhadap hasil belajar siswa pada materi peristiwa proklamasi kemerdekaan.
Penggunaan Media Gambar Seri sebagai Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Ekspositoris Ryan Purnama Graha; Dian Indihadi; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.928 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7277

Abstract

Penelitian ini difokuskan pada keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris siswa kelas III-B dengan menggunakan perlakuan sebuah media Gambar Seri. Hal ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil perbandingan antara keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris siswa sebelum menggunakan media Gambar Seri dan setelah menggunakan media Gambar Seri. Menulis karangan merupakan bagian dari keterampilan berbahasa, ketika siswa mampu menulis sebuah karangan maka siswa tersebut mampu menggunakan bahasa dan mampu mengomunikasikan buah pikiranya dalam sebuah tulisan. Setelah dilaksanakan studi pendahuluan di kelas III-B SDN Mancogeh kecamatan Cipedes kota Tasikmalaya ditemukan kesenjangan keterampilan siswa kelas III-B SDN Mancogeh dalam menuangkan ide atau gagasan dalam menulis karangan narasi ekspositoris serta belum dimaksimalkan media pembelajaran Gambar Seri serta bahan ajar  sebagai komponen penting dalam penyampaian pembelajaran menulis karangan narasi ekspositoris. Digunakan metode penelitan pre eksperimen dengan melakukan perbandingan hasil pre-test dan post-test untuk memperoleh hasil dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik tes tulis berupa soal esai. Analisis data digunakan data kuantitatif dengan menggunakan bantuan program SPSS 20.0. Sehingga ditemukanlah peningkatan keterampilan menulis karangan narasi ekspositoris setelah digunakannya media Gambar Seri pada siswa kelas III-B SDN Mancogeh Kota Tasikmalaya dibuktikan dengan diperoleh nilai asymp sig sebesar 0,000 0,05 sehingga diterimnya Ha (hipotesis alternatif)dan ditolaknya H0 (hipotesis nol).
Pengembangan Media Puzzle berbasis Make A Match pada Materi Negara ASEAN dalam Pembelajaran IPS Kelas VI SD Serli Utami; Sumardi Sumardi; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1121.294 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41749

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah terbatasnya penggunaan media pembelajaran pada mata pelajaran IPS menyebabkan peserta didik mengalami kejenuhan karena proses pembelajaran kurang menyenangkan. Pembelajaran IPS masih didominasi oleh guru yang mengakibatkan kurangnya interaksi antar peserta didik saat mengikuti proses pembelajaran. Tujuan penelitian untuk mengembangkan desain produk berupa media puzzle berbasis make a match yang baik diterapkan pada pembelajaran sebagai media pembelajaran IPS materi negara ASEAN kelas VI SD. Jenis penelitian ini adalah pengembangan menggunakan metode penelitian Design Based Research (DBR) dengan model yang dikembangkan oleh Reeves, yang cocok digunakan untuk mengembangkan sebuah media yaitu media puzzle berbasis make a match tentang negara ASEAN. Subyek uji coba produk yaitu siswa kelas VI SD. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulan data menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif yang diperoleh melalui teknik wawancara, observasi, penilaian para ahli, dan angket. Berdasarkan uji coba di lapangan sebanyak 2 kali, hasil penelitian menunjukkan bahwa pada uji coba tahap 1 memperoleh rata-rata persentase 98,4% dan uji coba tahap 2 memperoleh rata-rata persentase 99,4%, dimana hal ini menunjukkan adanya peningkatkan sebesar 1% sehingga kesimpulannya media puzzle berbasis make a match pada materi negara asean dalam pembelajaran IPS ini sangat layak digunakan dalam proses pembelajaran IPS di kelas VI SD.
Buku Cerita Tempat Bersejarah “Plangon” sebagai Sumber Belajar Kearifan Lokal untuk Anak Sekolah Dasar Anggi Norantica; Aan Kusdiana; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 3 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (471.304 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i3.25883

Abstract

Penelitian yang dilakukan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya bahan ajar membaca yang bermuatan kearifan lokal yang berguna bagi siswa sebagai sumber belajar. Hal tersebut dikaitkan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar dalam kurikulum 2013 yang menganut pembelajaran terpadu, sehingga pembelajarannya (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) harus diintergrasikan dalam suatu tema, bersama dengan mata pelajaran lainnya. Dalam hal ini, peneliti membuat produk buku cerita tempat bersejarah “Plangon” sebagai sumber belajar kearifan lokal pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang diintergrasikan dengan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di kelas IV sekolah dasar yang terdapat pada Tema 1 “Indahnya Kebersamaan”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil dan bentuk buku cerita tempat bersejarah “Plangon” sebagai sumber belajar kearifan lokal untuk anak sekolah dasar. Dalam pembuatan buku cerita tempat bersejarah “Plangon” ini selain diharapkan dapat menarik siswa untuk minat membaca, siswa juga dapat lebih mengenal tempat bersejarah “Plangon” yang merupakan salah satu kearifan lokal dari Cirebon. Bahan ajar yang bermuatan kearifan lokal sangat penting bagi pengetahuan luas serta penanaman karakter yang kuat bagi siswa. Maka dari itu, peneliti membuat cerita tempat bersejarah “Plangon” dengan bahasa yang lugas, komunikatif yang dibantu dengan ilustrasi gambar yang menarik tetapi tanpa menghilangkan makna dari pembuatan buku dan esensi cerita.  Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan Design Based Research (DBR). Berdasarkan hasil penelitian, Buku Cerita Tempat Bersejarah “Plangon” mendapatkan kelayakan dan memenuhi kriteria yang diinginkan untuk dijadikan sebagai sumber belajar kearifan lokal bagi siswa sekolah dasar.
Pengaruh Model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition Terhadap Kemampuan Siswa Dalam Menulis Paragraf Deskripsi di Sekolah Dasar Haifa Fatin Fauziyyah; Hodidjah Hodidjah; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.84 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.12641

Abstract

Kurangnya kemampuan menulis siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia menjadi latar belakang dilakukannya penelitian ini, khususnya dalam pembelajaran menulis paragraf deskripsi. Kurangnya ide atau gagasan, sulit mengungkapkan pikiran, sering mengalami kesulitan-kesulitan seperti dalam menyusun kalimat di tengah proses menulis. Dilakukannya penelitian adalah dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition terhadap kemampuan siswa dalam menulis paragraf deskripsi di sekolah dasar. Untuk mengatasi masalah-masalah peneliti menganggap bahwa model tersebut dapat dijadikan suatu alternatif dalam pembelajaran menulis siswa. Karena pembelajaran kooperatif ini siswa akan belajar merencanakan, menyusun, merevisi dan menyunting karangan yang dibuatnya berupa paragraf deskripsi. Penelitian ini dilakukan di satu Sekolah Dasar, yaitu SDN 1 Kalangsari sebagai populasi penelitian, untuk sampel penelitian adalah 15 siswa kelas IV A sebagai kelas kontrol dan 15 siswa sebagai kelas eksperimen. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan bentuk quasi eksperimental design. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan cara dilakukan kegiatan pretest dan posttest berupa tes unjuk kerja menulis sebuah paragraph deskripsi yang dilakukan di kelas kontrol dan kelas eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil uji t menggunakan Independen sample T-test dan Paired Sample T Test, dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa kelas kontrol dan kelas eksperimen adalah sama, karena tidak terdapat perbedaan rata-rata yang signifikan diantara kedua kelas tersebut.  Sedangkan untuk hasil akhir atau posttest, kedua kelas tersebut menunjukkan peningkatan setelah diberikan treatment, dengan perolehan rata-rata posttest 27,40 untuk kelas eksperimen dan 19,13 untuk kelas kontrol. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Cooperative Learning Tipe Cooperative Integrated Reading And Composition baik dibandingkan dengan pembelajaran yang tidak menggunakan model tersebut.
Pengaruh Pendekatan Pemecahan Masalah terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa pada Penyelesaian Soal Cerita Matematika Rida Yanti; Sumardi Sumardi; Yusuf Suryana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 1 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i1.7154

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pengembangan kemampuan berpikir kritis siswa pada penyelesaian soal cerita matematika di Sekolah Dasar. Salah satu alternatif untuk mengatasi hal tersebut adalah menerapkan pendekatan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa yaitu pendekatan pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menjelaskan: 1) Kemampuan berpikir kritis siswa sebelum pembelajaran; 2) proses pembelajaran menerapkan pendekatan pemecahan masalah; 3) kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran; 4) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa; 5) pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen bentuk nonequivalent control group design. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang diperoleh meliputi: 1) Kemampuan awal berpikir kritis siswa berada pada kategori sedang. Skor rata-rata kelas eksperimen 64,45 dan kelas kontrol 66,32; 2) proses pembelajaran menerapkan pendekatan pemecahan masalah melatih kemampuan berpikir kritis siswa melalui langkah-langkah pemecahan masalah; 3) kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen setelah pembelajaran lebih baik dari pada kelas kontrol. Skor rata-rata kelas eksperimen 93,36 dengan kategori sangat tinggi dan kelas kontrol 76,36 dengan kategori tinggi; 4) peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas eksperimen lebih baik dari pada peningkatan kemampuan berpikir kritis kelas kontrol. Nilai gain kelas eksperimen 0,54 dengan kategori sedang dan kelas kontrol 0,17 dengan kategori rendah; 5) ada pengaruh pendekatan pemecahan masalah terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.
Analisis Kebutuhan Buku Cerita Situs Gunung Padang Berbasis Profil Pelajar Pancasila di Kelas Tinggi Sekolah Dasar Siti Vina Luthpiana; Dian Indihadi; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 4 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (509.629 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i4.41897

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh belum tersedianya buku cerita mengenai kearifan lokal di SDN Cibantala 1 Cianjur.  Padahal, Cianjur memiliki potensi kearifan lokal yang dapat dikembangkan menjadi buku cerita situs gunung Padang. Situs tersebut juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi buku cerita yang memperkenalkan karakter pancasila. Hal ini didasari pada sejarah situs gunung padang yang menarik untuk dibahas dan dikemas kedalam karakter pancasila melalui tindakan tokoh dalam cerita, sehingga dapat menumbuhkan karakter pancasila pada anak saat membaca buku cerita Situs Gunung Padang.Dikarenakan dalam cerita situs gunung padang memuat karakter pancasila nantinya buku cerita tersebut juga dapat dijadikan sebagai media pengajaran karakter sebagai upaya penguatan karakter kepada anak. Tulisan ini berisi pemaparan hasil analisis kebutuhan buku cerita situs gunung padang berbasis profil pelajar pancasila untuk kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kebutuhan buku cerita situs gunung padang berbasis profil pelajar pancasila. Penelitian dilakukan dengan wawancara dan kajian literature dengan menggunakan teknik analisis data kualitatif. Penelitian ini menghasilkan sebuah simpulan adanya kebutuhan buku cerita mengenai kearifan lokal di SDN Cibantala 1 Cianjur. Hal ini ditunjukan dengan belum tersedianya buku cerita situs Gunung Padang berbasis profil pelajar pancasila. Hasil penelitian ini sebagai referensi dalam pembuatan buku cerita situs gunung padang berbasis profil pelajar pancasila.