cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
PENGARUH PENGGUNAAN METODE PRESENT PRACTICE PRODUCTION (PPP) TERHADAP KETERAMPILAN BERBICARA SISWA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS Ratna Haniatih; Desiani Natalina M; Hodidjah Hodidjah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 1 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (300.846 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i1.4693

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih kurang pemberian waktu dan variasi metode pembelajaran dalam pengembangan keterampilan berbicara siswa di pembelajaran bahasa Inggris. Sehingga keterampilan berbicara siswa kurang berkembang. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) untuk mengetahui bagaimana keterampilan berbicara siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris, 2) untuk mengetahui adakah pengaruh metode Present Practice Production (PPP) terhadap keterampilan berbicara siswa, 3) untuk mengetahui bagaimana dan seberapa besar pengaruh metode Present Practice Production (PPP) terhadap keterampilan berbicara siswa. Populasi dan sampel yang digunakan adalah siswa kelas V SDN Kalangsari 1. Metode yang digunakan adalah metode quasi-experimental. Dalam pengumpulan data, teknik yang digunakan yaitu teknik tes performance. Dalam pengujian hipotesis digunakan uji Wilcoxon. Adapun hasil pengolahan dan analisis data yaitu: 1) deskripsi hasil rata-rata keterampilan berbicara siswa yaitu berada di kategori rendah, 2) terdapat pengaruh metode Present Practice Production (PPP) terhadap keterampilan berbicara siswa, 3) sedangkan pengaruhnya yaitu ada peningkatan keterampilan berbicara siswa dengan bukti perbedaan hasil pretest dengan posttest dengan peningkatan sebesar 30,20%.
Puzzle sebagai Media Pembelajaran Inovatif dalam Mata Pelajaran IPS Bagi Guru di Sekolah Dasar Fibrila Neteria; Ahmad Mulyadiprana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.327 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.25809

Abstract

The process of teaching and learning IPS  in elementary schools is considered unattractive as a result many students are less interested in studying IPS subjects. IPS  learning is very monotonous. Students are less enthusiastic and cause students to learn to feel bored. Based on preliminary studies conducted at SDN Sukamenak Indah through interviews with class teachers found information that the use of media when IPS learning is still not optimal. Even, the availability of social media learning media in schools there are only IPS learning media such as maps, globes, pictures. Therefore to accelerate understanding and avoid wrong understanding needed appropriate learning media. The use of media when learning social studies is still not optimal. Learning media do not only cover electronic media but can be simple media that can be prepared by the teacher in the learning process. one of the learning media that can be used is puzzle media. Simple puzzle media are easy to make and use and can increase student activity in learning. Proses belajar mengajar IPS di Sekolah Dasar dianggap tidak menarik akibatnya banyak peserta didik yang kurang tertarik untuk mendalami mata pelajaran IPS. Pembelajaran IPS sangat bersifat monoton. Peserta didik kurang antusias dan mengakibatkan peserta didik dalam belajar merasa bosan. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di SDN Sukamenak Indah  melalui wawancara dengan guru kelas menemukan informasi bahwa penggunaan media ketika pembelajaran IPS masih kurang optimal. Begitupun ketersediaan media pembelajaran IPS di sekolah hanya terdapat media pembelajaran IPS seperti peta, globe, gambar-gambar . Oleh karena itu untuk mempercepat pemahaman serta menghindarkan pemahaman yang keliru diperlukan media-media pembelajaran yang tepat. Penggunaan media ketika pembelajaran IPS masih kurang optimal. Media pembelajaran tidak hanya mencakup media elektronik melainkan bisa berupa media sederhana yang bisa disiapkan oleh guru dalam proses pembelajaran. salah satu media pembelajaran yang bisa digunakan adalah media puzzle. Media puzzle bersifat sederhana mudah dibuat dan digunakan serta dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Concept Song di Sekolah Dasar Yunita Fitriyani; Resa Respati; Momoh Halimah
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 4 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.009 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i4.12872

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman siswa pada pembelajaran IPS, khususnya pemahaman siswa tentang tokoh  sejarah Islam di Pulau Jawa. Model pembelajaran kooperatif tipe concept song diterapkan di dalam pembelajaran IPS. Menurut Suyatno (dalam Krisdayanti 2013, hlm. 3), Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Concept Song merupakan “Model pembelajaran yang mengajak siswa untuk menyanyikan lagu yang disenangi kemudian syairnya diubah dengan materi yang disajikan”. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Model Penelitian Tindakan Kelas yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Kemmis dan Mc. Taggart, berupa model siklus. Pada setiap siklus terdiri dari empat langkah kegiatan, diantaranya: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas V SD Negeri Hegarsari Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya yang terdiri dari 20 orang siswa. Penelitian ini melibatkan satu orang guru mitra yang bertindak sebagai observer yang bertugas mengamati, mencatat, menginformasikan dan memberi masukan mengenai rencana pelaksanaan pembelajaran, maupun kegiatan yang terjadi selama proses pembelajaran mengenai aktivitas guru dan aktivitas siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek perencanaan pembelajaran mengalami peningkatan dengan nilai pada siklus I sebesar 80%, nilai siklus II sebesar 100%. Pada aspek pelaksanaan pembelajaran siklus I sebesar 60%, siklus II sebesar 94,1%.  Aspek aktivitas siswa pada siklus I sebesar 53,3%, dan pada siklus II meningkat sebesar 100%.  Rata-rata persentase hasil belajar pada siklus I sebesar 65% meningkat 75% pada siklus II. Maka,  model pembelajaran kooperatif tipe concept song terbukti dapat meningkatkan hasil belajar siswa.    
MODEL INKABER SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBACA MENULIS PERMULAAN SISWA SEKOLAH DASAR Ani Robiatul Alawiyah; Edi Hendri Mulyana; Seni Apriliya
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.724 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7246

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan yaitu rendahnya keterampilan Membaca Menulis  Permulaan (MMP) siswa Sekolah Dasar (SD). Penerapan Model Inkaber (Induktif Kata Bergambar) menjadi salah satu cara untuk meminimalisasi dan mengatasi permasalahan tersebut, yang diaktualisasikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode  PTK dengan desain penelitian yang dikembangkan oleh Kemmis dan Mc. Taggart dengan melakukan tindakan sebanyak 3 siklus. Pada penelitian yang telah dilakukan khususnya pada setiap siklus terjadi adanya suatu perbaikan dan atau peningkatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan Model Inkaber dapat meningkatkan keterampilan MMP siswa. Pada tiap siklus pembelajaran, hasil evaluasi rata-rata siswa pada siklus I  mencapai 1,8 dengan persentase 45,75%, hasil evaluasi rata-rata siswa pada siklus II mencapai 2,44 dengan persentase  61%, sedangkan siklus III mencapai 3,25 dengan persentase 81, 25%.Kata Kunci: Membaca Menulis Permulaan, Model Induktif Kata Bergambar, Model Inkaber.
Analisis Gerak Dasar Buku Cerita Fabel Peribahasa Sebagai Bahan Ajar Senam Fantasi di Sekolah Dasar Wiliani Restu Astuti; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 2 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.391 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i2.53040

Abstract

ANALISIS STRATEGI PEMBELAJARAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR Fitri Nurzakiah Fuadi; Ghullam Hamdu; Desiani Natalina
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 1 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.308 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i1.4800

Abstract

Berpikir kritis merupakan kemampuan inti yang penting sehingga guru perlu mengajarkan dan mengembangkannya dalam pembelajaran. Kemudian seiring dengan berlakunya Kurikulum 2013, kemampuan berpikir kritis ini mulai menjadi perhatian pemerintah melalui penyempurnaan pada pola pikir pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pembelajaran guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa di Sekolah Dasar Kurikulum 2013, indikator keterampilan berpikir kritis yang muncul pada siswa, dan perbedaan strategi pembelajaran guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan melibatkan guru-siswa kelas 1 dan kelas 4 dari 6 Sekolah Dasar yang yang menerapkan kurikulum 2013 di wilayah Kota Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi dengan cara perekaman pelaksanaan pembelajaran untuk memperoleh gambaran mengenai strategi guru dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa dan wawancara yang dilakukan pada 1 guru untuk mengklarifikasi data hasil observasi. Hasil menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang dilaksanakan sudah mengembangkan keterampilan berpikir kritis berdasarkan kerangka Ennis (1996), dengan persentase kemunculan 15,24% untuk guru kelas rendah dan 13,85% untuk guru kelas tinggi, ada 10 dari 12 indikator berpikir kritis yang muncul berdasarkan respon siswa, dan terdapat perbedaan strategi pembelajaran antara guru kelas rendah dan guru kelas tinggi dalam mengembangkan keterampilan berpikir kritis.
Pengembangan Media Infografis sebagai Media Penunjang Pembelajaran IPS di SD Alfin Fadila Hersita; Aan Kusdiana; Resa Respati
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 4 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.805 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i4.30132

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan, kurangnya media pada pembelajaran IPS menjadi sebuah kendala untuk siswa dalam memahami materi Pembelajaran IPS. Penggunaan media pembelajaran sebagai sumber belajar masih kurang optimal, serta ketersediaan media pembelajaran IPS belum banyak mengalami perkembangan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan dalam pengembangkan media pembelajran IPS dengan menggunakan infografis sebagai media penunjang pembelajaran. Media infografis memiliki tujuan dalam penyampaian informasi menjadi lebih praktis dan mudah dipahami. Media Infografis juga membantu mengkomunikasikan  pesan  yang kompleks menjadi lebih sederhana.. Penelitian ini merupakan penelitian DBR (Desaign By Research )dengan mengikuti model pengembangan Reeves. Dengan demikian penelitian ini bermaksud untuk mengembangkan media pembelajaran pada pokok bahasa tentang konsep letak geografis Indonesia dengan membuat media berupa media Infografis. Validasi media infografis dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Berdasarkan hasil uji validasi, media Infografis dapat menjadi salah satu alternatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran, karena menciptakan motivasi belajar dan menumbuhkan minat baca siswa. Penyediaan media infografis sebagai media penunjang memudahkan siswa menerima materi. Pembelajaran dapat menjadi lebih mudah dipahami dengan menjadikan media infografis sebagai penunjang penyampaian pembelajaran. 
Penerapan Model Direct Instruction untuk Meningkatkan Keterampilan Motorik Siswa dalam Pembelajaran Seni Tari di Sekolah Dasar Miga Nur Safitria S; Hodidjah Hodidjah; Rosarina Giyartini
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 3 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.216 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i3.13060

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran seni tari karena materi tidak tersampaikan secara keseluruhan terutama praktik dalam memperagakan gerak dan model pembelajaran yang digunakan guru belum bervariasi, sehingga dalam pembelajaran seni tari belum mengembangkan keterampilan siswa. Mengatasi hal tersebut model direct instruction dapat diterapkan dalam pembelajaran seni tari untuk meningkatkan keterampilan motorik siswa dalam memperagakan gerak tari lagu apuse. Penggunaan model tersebut karena dapat menekankan pada keterampilan siswa. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mendeskripsikan keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran seni tari memperagakan gerak tari lagu apuse sebelum dan sesudah menerapkan model direct instruction di kelas IVB SD Negeri Cibeureum Kota Tasikmalaya yang berjumlah 25 siswa. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan desain penelitian pre-experimental design dalam bentuk one-group pre-test - post-test design dan pendekatan penelitiannya yaitu pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan nilai asym sig sebesar 0,000 0,05 sehingga Ha (Hipotesis Alternatif) diterima dan H0 (Hipotesis Nol) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan terhadap keterampilan motorik siswa dalam pembelajaran seni tari memperagakan gerak tari lagu apuse dengan menerapkan model direct instruction di kelas IVB SD Negeri Cibeureum Kota Tasikmalaya.Kata Kunci: Model direct instruction, keterampilan motorik siswa, pembelajaran seni tari
Pengaruh Media Papan Flanel terhadap Hasil Belajar Siswa pada Pembelajaran IPS di Sekolah Dasar Novi Astiani; Momoh Halimah; Syarip Hidayat
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 5, No 2 (2018): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.323 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v5i2.7149

Abstract

Penggunaan media pembelajaran dalam proses pembelajaran dapat memberi kemudahan siswa dalam memahami materi yang disampaikan, salah satunya penggunaan media papan flanel. Penelitian ini menggunakan kelas kontrol dan kelas eksperimen. Hasil belajar dari kelas kontrol dan kelas eksperimen dibandingkan untuk mengetahui pengaruh media papan flanel. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media papan flanel terhadap hasil pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kurangnya penggunaan media pembelajaran oleh guru akan berdampak pada pencapaian hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian quasi eksperimental design bentuk nonequivalent control design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV A dan kelas IV B SD Negeri 2 Siluman dengan jumlah siswa 44 siswa. Kelas IV A sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B sebagai kelas kontrol. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi dan tes. Lembar observasi untuk mengetahui keterlaksanaan pembelajaran sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran. Instrumen tes pilihan ganda digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa yang telah diuji validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, dan daya pembeda. Analisis data penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji t. Hasil penelitian ditemukan bahwa kelas kontrol hasil pretest adalah 40,91, hasil posttest adalah 60,91, dan normal gain adalah 0,30. Kelas eksperimen hasil pretest adalah 38,36, hasil posttest adalah 71,09, dan normal gain adalah 0,52. Selisih normal gain sebesar  0,22 artinya terdapat pengaruh media papan flanel terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di Sekolah Dasar. Kata kunci: Media Papan Flanel, Hasil Belajar 
Penerapan Education for Sustainable Development (ESD) dalam Media Pembelajaran Elektronik di Kelas V Sekolah Dasar: Perspektif Guru Angga Salam; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 1 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (560.618 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i1.53129

Abstract