cover
Contact Name
Ghullam Hamdu
Contact Email
ghullamh2012@upi.edu
Phone
+6285294819001
Journal Mail Official
pedadidaktika.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jalan Dadaha Nomor 18 Kota Tasikmalaya
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Core Subject : Education, Social,
Bahasa SD, Matematika SD, IPA SD, PKN SD, IPS SD, Seni SD, Penjaskes SD, Karakter SD, serta Bimbingan dan Konseling SD
Articles 465 Documents
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SCIENTIFIC PADA SUBTEMA GAYA DAN GERAK Iir Iryanti; Rustono W.S; Asep Saepulrohman
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 1, No 2 (2014): Pedadidaktika
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (785.168 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v1i2.4973

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan peneliti menemukan guru jarang menggunakan media pembelajaran dengan baik serta learning obstacle bersifat etimologis yang dialami siswa. Pendekatan yang peneliti gunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode Penelitian Desain Didaktis terdiri atas tiga tahap, yaitu Prospektif Analysis, Metapedadidaktik Analysis, dan Retrosfektif Analysis. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IV Negeri 3 Benteng Kecamatan Ciamis dan SD Negeri 1 Cijeungjing Kecamatan Cijeungjing Kabupaten Ciamis. Teknik pengumpulan data dilakukan peneliti melalui proses triangulasi. Hasil penelitian diperoleh beberapa learning obstacle siswa yang disebabkan belum baiknya penggunaan media dan desain media pembelajaran untuk mengatasi learning obstacle siswa pada subtema Gaya dan Gerak pembelajaran kesatu. Desain media pembelajaran disusun berdasarkan learning obstacle siswa dan sesuai dengan komponen HLT. Desain awal media pembelajaran dapat mengurangi learning obstacle siswa sebesar 12,103%, dan desain pengembangan media pembelajaran dapat mengurangi learning obstacle siswa sebesar 16,18%.
Desain Didaktis Keliling Belah Ketupat melalui Model Pembelajaran SPADE Shelvia Nurilfatihah; Epon Nur’aeni L; Lutfi Nur
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 1 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.609 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i1.32896

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil studi pendahuluan yang mengindikasikan adanya hambatan belajar yang dialami siswa terkait keliling belah ketupat. Adanya hambatan belajar tersebut berakibat pada kurangnya pemahaman siswa terhadap materi keiling belah ketupat. oleh karena itu guru harus mampu merancang suatu pembelajaran yang dapat meminimalisir ataupun mengatasi hambatan belajar yang dialami oleh siswa dengan mempertimbangkan karakteristik, kebutuhan dan perkembangan kognitif siswa sekolah dasar. berdasarkan hal tersebut, desain didaktis keliling belah ketupat melalui model pembelajaran SPADE dapat digunakan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi keliling belah ketupat. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan: learning obstacle siswa dalam memahami matei keliling belah ketupat, desain pembelajaran keliling belah ketupat menggunakan model pembelajaran SPADE, implementasi pembelajaran keliling belah ketupat dengan menggunakan model pembelajaran SPADE, respon siswa terhadap pembelajaran keliling belah ketupat menggunakan model pembelajaran SPADE. Metode penelitian yang digunakan berupa penelitian desain didaktis (Didactical Design Research) yang terdiri dari tiga tahapan, yakni prospective analysis, analisis metapedadidaktik dan retrospective analysis. penelitian ini dilakukan Bangunharja Kecamatan Cisaga Kabupaten Ciamis. Hasil akhir dari penelitian ini berupa desain didaktis alternative yang dapat digunakan untuk meminimalisir hambatan belajar pada materi keliling belah ketupat di kelas IV Sekolah Dasar
Analisis Pelaksanaan Pembelajaran Literasi dan Numerasi di Sekolah Dasar Nabila Ajeng Indah L; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 9, No 3 (2022): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.501 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v9i3.53452

Abstract

PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA SISWA BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK PADA SUBTEMA MACAM-MACAM SUMBER ENERGI Fitriani Nursyaripah; Karlimah Karlimah; Ghullam Hamdu
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 3, No 2 (2016): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.862 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v3i2.5153

Abstract

Pengembangan Lembar Kerja Siswa (LKS) ini dilatarbelakangi oleh tuntutan kurikulum 2013 yang menghendaki pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan saintifik. Dalam pendekatan saintifik, siswa dituntut untuk lebih aktif beraktivitas dalam pembelajaran. Salah satu perangkat pembelajaran yang dapat digunakan untuk mewujudkan keaktifan siswa adalah Lembar Kerja Siswa (LKS). LKS yang dimaksud dalam penelitian ini berupa pedoman untuk memandu aktivitas belajar siswa yang memuat berbagai kegiatan siswa dalam pembelajaran. Ketersediaan LKS dalam pembelajaran masih kurang. Belum terdapat LKS yang terpisah secara khusus, kalaupun ada hanya berupa petunjuk praktikum. LKS yang digunakan masih kurang memenuhi syarat maupun komponen LKS. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud untuk menghasilkan Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Macam-Macam Sumber Energi dengan menggunakan metode penelitian Design Based Research. Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa kelas IV. Rancangan produk divalidasi oleh tiga orang ahli. Setelah divalidasi dan direvisi, dilakukan ujicoba produk sebanyak dua kali. Uji coba pertama dilaksanakan di SDN 1 Angkasa dengan jumlah siswa 20 orang, sedangkan ujicoba kedua dilaksanakan di SDN 2 Cibeureum dengan jumlah siswa 30 orang. Hasil uji coba LKS menunjukkan bahwa produk mendapat respon positif dari siswa maupun guru. LKS juga mengalami perbaikan dari aspek didaktis, konstruktif dan teknis dari ujicoba pertama dan ujicoba kedua. Produk akhir yang dihasilkan berupa Lembar Kerja Siswa Berbasis Pendekatan Saintifik pada Subtema Macam-Macam Sumber Energi yang mencakup mata pelajaran IPA dan Bahasa Indonesia.
Analisis Pembelajaran Online Matematika di masa Pandemi Covid-19 Dina Salamah; Yusuf Suryana; Oyon Haki Pranata
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35336

Abstract

Penelitian ini berjudul “Analisis Pembelajaran Online Matematika di masa Pandemi Covid-19”. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hasil observasi yang dilakukan di Sekolah Dasar. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pembelajaran yang terjadi dimasa pandemi covid-19, perasaaan dan tanggapan peserta didik mengenai pembelajaran secara online yang sedang dilaksanakannya. Adapun tujuan yang hendak dicapainya adalah mengetahui bagaimana proses yang dilakukan guru dalam melaksanakan proses pembelajaran online matematika di masa pandemi covid-19, dan mengetahui perasaan serta tanggapan peserta didik mengenai proses pembelajaran yang dilakukannya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu penelitian Deskriptif Kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan angket. Hasil dari wawancara yang dilakukan kepada guru di Sekolah Dasar tersebut menghasilkan jawaban proses pembelajaran yang dilakukan yaitu dengan menggunakan bantuan aplikasi whatsaap dengan memberikan informasi apa-apa saja yang harus dikerjakan lalu dikumpulkan keesokkan harinya oleh orang tua ke sekolah. Sedangkan untuk menjawab pertanyaan perasaan dan tanggapan peserta didik mengenai pembelajaran online yang telah dilakukannya dapat di simpulkan bahwasanyya peserta didik tidak senang dengan pembelajaran yang dilakukan secara online, dan tanggapan yang diberikan peserta didik yaitu peserta didik mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru. Hal ini menunjukkan bahwa peserta didik dan guru tidak senang dengan proses pembelajaran secara daring ataupun belajar online di rumah masing-masing.
Pengaruh Narasumber Sebagai Sumber Belajar terhadap Keterampilan Menulis Cerita Fiksi Siswa Novita Sri Wahyuni; Dian Indihadi
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 6, No 1 (2019): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v6i1.15864

Abstract

Latar belakang dilakukannya penelitian ini dikarenakan masih rendahnya keterampilan siswa dalam menulis cerita fiksi serta siswa mengalami kesulitan dalam berimajinasi dan mengembangkan sebuah cerita. Selain itu, masih kurangnya sumber belajar yang digunakan sehingga tujuan pembelajaran kurang tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh Narasumber sebagai sumber belajar terhadap keterampilan siswa menulis cerita fiksi siswa. Peneliti memberikan alternatif dalam memecahkan permasalahan tersebut, yaitu dengan menggunakan Narasumber sebagai sumber belajar. Narasumber dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki keahlian dalam suatu bidang tertentu. Penggunaan Narasu mber sebagai sumber belajar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki manfaat diantaranya memberikan pengalaman secara langsung sehingga dapat meningkatkan imajinasi siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pre-eksperimen tipe one group pre-test post-test design, dengan sampel penelitian siswa kelas VB SD Negeri 4 Kertasari Kabupaten Ciamis yang berjumlah 25 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan jumlah rata-rata hasil keterampilan menulis cerita fiksi siswa pada saat pre-test dan post-test dimana jumlah rata-rata pre-test sebesar 21,76 dan post-test sebesar 38,64. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Narasumber sebagai sumber belajar berpengaruh terhadap keterampilan menulis cerita fiksi siswa. Hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil analisis Uji-T dengan perolehan nilai thitungttabel (-12,4012,064) dengan signifikansi 0,05 (0,0000,05) dengan demikian H0 ditolak dan Ha diterima.
BERPIKIR KRITIS MAHASISWA DALAM DEBAT CAPRES CAWAPRES BEM REMA UPI KAMPUS TASIKMALAYA 2014 Medita Ayu Wulandari; Hodidjah Hodidjah; Desiani Natalina Muliasar
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 2, No 1 (2015): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.562 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v2i1.5242

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keingintahuan peneliti terhadap kemampuan berpikir kritis mahasiswa PGSD di Tasikmalaya. Berdasarkan studi pendahuluan hanya 30% mahasiswa yang memahami berpikir kritis namun belum diketahui apakah mahasiswa sudah berpikir kritis dan komponen yang muncul. Kemampuan berpikir kritis pada mahasiswa dapat dilihat dalam kegiatan berpolitik melalui kegiatan debat Capres Cawapres BEM. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis mahasiswa dan komponen berpikir kritis yang muncul dalam debat Capres Cawapres BEM REMA UPI Kampus Tasikmalaya 2014. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, metode studi kasus. Penelitian ini dilaksanakan di UPI Kampus Tasikmalaya. Subjek penelitian adalah empat mahasiswa PGSD yang mencalonkan diri sebagai Capres Cawapres BEM REMA UPI Kampus Tasikmalaya 2014. Pengumpulan data menggunakan observasi melalui perekaman untuk memperoleh gambaran mengenai berpikir kritis pada debat Capres Cawapres BEM REMA UPI Kampus Tasikmalaya 2014 dan wawancara untuk mengklarifikasi data hasil observasi. Hasil penelitian menunjukan beberapa komponen berpikir kritis yang dikemukakan oleh Gubbins (Sternberg, 1986, hal. 33) muncul yaitu pemecahan masalah (mengidentifikasi masalah utama; menjelaskan masalah; merumuskan hipotesa dan memilih solusi terbaik), membuat keputusan (merumuskan tujuan yang diinginkan; merumuskan hambatan untuk mencapai tujuan dan  menentukan beberapa kemungkinan), acuan muncul (kemampuan berpikir induktif: menentukan sebab akibat dan membuat acuan), kemampuan berpikir yang berbeda (membangun banyak ide), dan evaluasi kemampuan berpikir (mengenali hal yang mendasari anggapan). Dari 51 aspek, 11 aspek muncul dan 40 aspek tidak muncul.
Portal Rumah Belajar sebagai Media Pembelajaran Materi Bahasa Indonesia Kelas VI SD: Tinjauan Literatur Sistematis Muhammad Insan Muttaqien; Dian Indihadi; E Kosasih; Ani Agustini; Resah Resah; Cica Nastika
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 8, No 2 (2021): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.957 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v8i2.35399

Abstract

Portal Rumah Belajar merupakan platform teknologi pendidikan dikelola oleh Kemendikbud. Portal Rumah Belajar adalah platform teknologi pendidikan yang populer digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk pembelajaran jarak jauh di sekolah dasar sebagai sumber belajar dan media pembelajaran, salah satunya pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kesenjangan diantara penelitian terbaru dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2020 tentang Portal Rumah Belajar Sebagai Sumber Belajar dan Media Pembelajaran pada Bahasa Indonesia Kelas VI SD dari berbagai jurnal dengan menggunakan Systematic Literature Review (SLR). Metode ini memiliki tiga tahapan yaitu eksternal, internal, dan empat penilaian kualitas (QA). Hasil akhir, setelah melalui tiga tahapan tersebut, diperoleh 6 artikel dari 251 artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian. Artikel yang sesuai dengan tujuan penelitian, ditinjau dan mendapatkan hasil penelitian secara umum para peneliti fokus membahas langkah-langkah pembelajaran untuk desain pembelajaran, keuntungan meningkatkan hasil belajar, dan menggunakan aplikasi mudah dijangkau. Secara khusus, membahas penggunaan Portal Rumah Belajar dalam pembelajaran jarak jauh.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa isnayati bahagiani; yusuf suryana; nana ganda
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4, No 1 (2017): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (893.178 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v4i1.7281

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan daya pikir siswa pada kemampuan berpikir kreatif siswa. Salah satu alternative untuk mengatasi hal tersebut dengan memilih dan menggunakan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournaments (TGT). Alasan penggunaan model pembelajaran kooperatif Teams Games Tournaments (TGT ) ada tiga alasan mendasar dipilihnya tipe tersebut sebagai alternative solusinya. Pertama, didasarkan pada pendapat bahwa siswa sekolah dasar sangat menyenangi berbagai bentuk permainan. Kedua menurut keterangan dari guru kelas IV SD Negeri 1 Sindangrasa Ciamis, model ini belum pernah digunakan,  khususnya dalam membelajarkan siswa pada materi pelajaran matematika tentang menyelesaikan soal cerita materi bilangan pecahan. Ketiga,  perlunya solusi untuk mengatasi kesulitan siswa kelas IV SD Negeri 1 Sindangrasa Ciamis dalam rangka mencapai tingkat berpikir kreatif siswa yang lancar (fluency), luwes (flexibility), original (originality), dan terperinci (elaboration), termasuk dalam memecahkan persoalan-persoalan yang berkaitan langsung maupun tidak langsung dengan materi pelajaran matematika. Metode yang digunakan adalah quasi eksperimen yaitu Nonequivalent Control Group Design yaitu pemilihan kelompok eksperimen maupun kelompok control tidak dipilih secara random. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu tes, dan pengamatan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: 1) Sebelum pembelajaran, kelas eksperimen memperoleh rata-rata 10,2, sedangkan kelas control memperoleh rata-rata 9,64. Setelah diterapkan, perlakuan pada kelas eksperimen memperoleh rata-rata 19,88, sedangkan kelas control 16,68. Jadi setelah pembelajaran, kemampuan berpikir kreatif siswa kelas eksperimen cenderung tinggi, sedangkan kelas control cenderung sedang; 2) Pelaksanaan pembelajaran membutuhkan waktu yang relatif lama serta kemandirian dan kerjasama siswa. Secara umum siswa menjadi lebih aktif dalam pembelajaran.
Pengenalan Pembelajaran Irama Model Eurhytmic di Sekolah Dasar Chairunnisaa Chairunnisaa; Resa Respati; Ahmad Mulyadiprana
PEDADIDAKTIKA: Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 7, No 2 (2020): PEDADIDAKTIKA
Publisher : Program Studi PGSD UPI Kampus Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (462.223 KB) | DOI: 10.17509/pedadidaktika.v7i2.26380

Abstract

Memiliki sensibilitas pada irama dalam belajar seni musik merupakan salah satu faktor meningkatkan musikalitas seorang anak. Seorang guru di Sekolah Dasar dapat menerapkan banyak cara untuk memberikan pemahaman pada anak tentang irama. Namun dengan monotonnya pembelajaran irama pada seni musik dinilai monoton sehingga anak tidak memiliki pengalaman langsung untuk melatih sensibilitasnya terhadap irama. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model euritmik sebagai sarana mendapatakan pengalaman anak di sekolah dasar untuk meningkatkan sensibilitasnya dalam belajar irama. Model Euritmik yang dikemukakan oleh Dalcroze mampu menjadi cara meningkatkan sensibilitas anak terhadap irama karena disajikan melalui pengalaman langsung. Telah dijelaskan bahwa semua aktivitas tubuh — detak jantung, denyut nadi, dan pernapasan — adalah ritmis, dan karenanya, kelas Dalcroze yang khas terlibat dengan koordinasi yang sederhana, improvisasi gerakan tubuh yang dibuat dengan irama musik sebagai sarana ekspresi diri. Guru dalam penerapannya dapat membantu anak-anak mengembangkan pemahaman tentang musikal dasar konsep melalui gerakan ke musik.