cover
Contact Name
Rizki Rahmah Fauzia
Contact Email
kikirahmah88@gmail.com
Phone
+6285315718481
Journal Mail Official
kikirahmah88@gmail.com
Editorial Address
Jalan Perjuangan Nomor 10a, Kelurahan Karyamulya, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon 45131, Indonesia
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
ISSN : 25982583     EISSN : 26861062     DOI : https://doi.org/10.58365
Core Subject : Health,
Praeparandi Journal, Journal of Pharmacy and Science (ISSN print 2598-2583, e-ISSN: 2686-1062) is a scientific publication covering pharmacology and clinical pharmacy, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmaceutical and pharmaceutical preparation technology, social pharmacy, and pharmaceutical services . published by the YPIB Cirebon College of Pharmacy twice a year, namely in July-August and January-February. This praeparandi is intended as a publication medium to display quality research articles in the categories of original research articles, scientific views/literature reviews, reviews, and case reports related to the health sector, especially pharmaceutical science. All submissions will be reviewed by experts
Articles 102 Documents
REVIEW JURNAL : PENERAPAN NANO EMULSI DALAM UPAYA PENURUNAN KASUS TINGKAT TUBERKULOSIS Wahyuni, Nisa Sri; Baety, Shelly Siti Nour; Alwia, Nisa; Rizkita, Aden Dhana; Hafidz, Muhammad Rafi
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.217

Abstract

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme cepat korosif, tuberkulosis dapat ditularkan dengan adanya tetesan yang mengandung basil, dan bergantung pada jumlah tuberkel yang terhirup dan daya tahan tubuh seseorang yang terinfeksi tuberkulosis. Dengan adanya peningkatan penyakit TBC pasar farmasi mengembangkan pengobatan pada teknologi pembentukan formulasi dalam bentuk nano yang memiliki banyak keunggulan diantaranya dapat mengurangi degradasi enzimatik dan dapat mengontrol laju pelepasan obat. Akibatnya, aksesibilitas obat dapat dibuat menjadi nanoemulsi. Nanoemulsi adalah kerangka pembawa obat sebagai emulsi dan memiliki ukuran molekul 20-500 nm. Senyawa allicin dapat menghambat Mycobacterium tuberculosis, dan curcumin berhasil memberantas TB mikroorganisme. Tujuan review jurnal ini untuk memberikan informasi mengenai pembuatan nanoemulsi dari bahan alam ekstrak umbi daun bawang putih (Alliun sativum) dan daun kelor (Moringa oleifera Lamk) yang dapat menghambat dan memberantas penyakit tuberkulosis. Pembuatan nanoemulsi menggunakan beberapa metode antara lain ekstraksi, homogenisasi, dan maserasi. Bahan yang digunakan pada ekstrak daun kelor adalah propilen glikol, etanol 96%, VCO, tahap air pendukung fosfat. Sedangkan pada ekstrak umbi bawang putih adalah PEG 400, Virgin Coconut Oil (VCO), Tween 80, etanol 96%, dan aquadest. Surfaktan dan pelarut yang digunakan untuk kedua ekstrak tersebut adalah tween 80 dan 96% etanol. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nanoemulsi pada ekstrak umbi bawang putih (Allium sativum) dengan menggunakan hasil konsentrasi Virgin Coconut Oil (VCO) 8%. Dari ketiga susunan formulasi pada pengujian stabilitas nanoemulsi, tidak ada perubahan pada pengujian organoleptik, pada uji pH formulasi I dan II tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan dalam hasil yang ditunjukkan pada nilai p-Value 1.000 dan 0,225 (>0,05). Pada formulasi III menghasilkan perbedaan secara signifikan yang ditunjukkan pada nilai p-Value 0,038 (0,05). Sedangkan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera Lamk) sebanyak 20% menghasilkan nanoemulsi yang lebih baik dibandingkan konsentrasi 30%, pada perlakuan campuran antara kecepatan 30.000 rpm, dengan suhu ruang sekitar (27-30°C) dan waktu pengadukan selama 20 menit. Pada uji coba kedua ekstrak tersebut, setelah dilakukan pengujian didapatkan hasil nanoemulsi yang stabil dan memiliki kelarutan yang baik.
KARAKTERISTIK DAN TERAPI ANTIANEMIA PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUMAH SAKIT PKU MUHAMMADIYAH BANTUL Adnan, Adnan; Virti, Salsabila Julia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.214

Abstract

Sebanyak 80-90% pasien yang mendapatkan terapi hemodialisis akan mengalami anemia. Kekurangan hormon eritropoietin menjadi penyebab terjadinya anemia pada pasien penyakit ginjal kronik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran karakteristik dan terapi antianemia pada pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Bantul. Jenis penelitian adalah observasional deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling adalah purposive sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang dilakukan secara retrospektif. Sebanyak 58 sampel data rekam medis pasien PGK yang menjalani hemodialisis di RS PKU Muhammadiyah Bantul periode tahun 2020. Terdapat 58 sampel, berdasar usia, ≥ 55 tahun ada 32 (60,3%), jenis kelamin laki- laki 31 (53,4%), pendidikan terakhir SMA ada 35 (60,3%), pekerjaan karyawan swasta 30 (51,7%), penyakit penyerta hipertensi (37,9%), mayoritas lama pasien menjalani hemodialisis selama 24 bulan (51,7%), dan frekuensi terapi hemodialisis sebanyak 2x seminggu (100%). Terapi EPO tunggal 21 antianemia yang paling banyak diberikan yaitu terapi kombinasi berupa EPO + Asam Folat (44,8%).
REVIEW JURNAL : ENKAPSULASI GELATIN TULANG IKAN LELE Rizkita, Aden Dhana; Gibran, Syahrul Syah; Rohman, Ayu Andini Rizki Lestari; Saldaw, Antan; Yohanes, Kon
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.218

Abstract

Sediaan yang mengandung satu jenis obat atau lebih dan dimasukkan ke dalam cangkang disebut kapsul. Cangkang kapsul dapat terbuat dari gelatin. Gelatin dapat ditemukan pada kulit atau tulang beberapa hewan, seperti sapi dan ikan. Tulang ikan lele juga dapat digunakan sebagai sumber gelatin. Oleh karena itu, review artikel ini dibuat untuk memberikan informasi berbagai hasil penelitian mengenai bagaiman membuat dan melakukan evaluasi cangkang kapsul dari tulang ikan lele Clarias garepinus. Metode penelitian yang digunakan untuk enkapsulasi gelatin tulang ikan lele menggunakan metode asam menghasilkan bubuk gelatin dari tulang ikan lele. Uji gelatin menunjukkan pH 4,85 dan kadar air 13,5%. Setelah mengubah jumlah gelatin yang digunakan, gelatin yang dihasilkan kemudian dipisahkan menjadi dua formula (formula I mengandung 25 gram gelatin dan formula II mengandung 35 gram gelatin). Dari uji yang di dapatkan formula 1 menghasilkan cangkang kapsul yang rapuh dan formula 2 menghasilkan cangkang kapsul yang tidak rapuh. Dalam uji coba kerapuhan di dapatkan hasil bahwa cangkang kapsul formula 2 memenuhi standar karena cangkang kapsul yang di hasilkan tidak rapuh. Setelah di lakukan penelitian dari beberapa jurnal dapat di simpulkan bahwa gelatin tulang ikan lele hampir memenuhi standar dan cangkang kapsul yang terbuat dari tulang ikan lele memenuhi standar.
PENGARUH PENAYANGAN VIDEO SWAMEDIKASI OBAT BATUK TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN MASYARAKAT DESA JATISEENG, KECAMATAN CILEDUG, KABUPATEN CIREBON Wati, Tiara Diyana; Fauzia, Rizki Rahmah; Sundari, Retno Tresno
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.216

Abstract

Batuk adalah gejala penyakit yang pengobatannya dapat dilakukan secara swamedikasi oleh masyarakat. Kesalahan dalam pengobatan akan terjadi pada swamedikasi jika tidak didasari oleh pengetahuan yang baik. Oleh karena itu diperlukan media edukasi yang menarik untuk meningkatkan pengetahuan swamedikasi obat batuk. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penayangan video swamedikasi obat batuk terhadap tingkat pengetahuan masyarakat desa Jatiseeng sebelum dan sesudah penayangan video. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan pre-experimental design type one group pretest-posttest (tes awal - tes akhir kelompok tunggal) dengan, pengambilan sampel menggunakan simple random sampling sebanyak 98 orang dan instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner pretest-posttest dan video animasi sebagai sarana media edukasi. Hasil pengujian menunjukkan terdapat pengaruh penayangan video swamedikasi obat batuk terhadap pengetahuan masyarakat Jatiseeng dimana tingkat pengetahuan masyarakat meningkat setelah adanya penayangan video dengan nilai pretest 69,27% dan posttest 83,39%.
FORMULASI DAN UJI EVALUASI SEDIAAN POMADE DARI EKSTRAK ETANOL DAUN PARE YANG DIKOMBINASIKAN DENGAN LIDAH BUAYA Maulana, Ilham; Firmasyah, Azhari; Saputra, Reza Pratama; Ananda, Resa Aulia
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.208

Abstract

Kosmetik pomade digunakan oleh pria pada rambutnya agar terlihat lebih menawan. Namun terkadang dapat terjadi kemerahan, rontok, kering dan berketombe jika tidak cocok dengan produknya. Oleh sebab itu perlu dilakukan formulasi pomade dari daun pare (Momordica charantia) dan lidah buaya (Aloe vera var. chinensis) yang dapat menggantikan penggunaan bahan-bahan kimia sintetis pomade sebagai zat aktifnya serta menguji evaluasi sediaannya yang merupakan tujuan penelitian ini. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental, yaitu berupa formulasi pomade dengan ekstrak daun pare dan lidah buaya segar. formulasi 1 dengan perbandingan 10%:15%, formulasi 2 dengan konsentrasi 15%:20% dan formulasi 3 dengan konsentrasi 20%:20%. Daun pare dan lidah buaya segar dilakukan ekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut etanol. Selanjutnya dilakukan uji evaluasi sediaan yang terdiri dari tiga uji yaitu uji homogenitas, uji pH dan uji organoleptis. Hasil yang didapat adalah sebuah pomade berbentuk semi padat beraroma harum dan homogen. Diantara ketiga formulasi, formulasi 2 dan 3 memiliki hasil yang lebih baik dan memenuhi syarat evaluasi sediaan.
REVIEW ARTIKEL : NANOEMULSI PERAK KOMBINASI KAYU MANIS DAN APLIKASINYA SEBAGAI LOZANGE NR Selay, Risma Eka Putri; Rizkita, Aden Dhana; Ananda, Lintang Tri; ismiati, Silfia; Maulidian, Yuda
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 1 (2023): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i1.212

Abstract

Nanoemulsi perak combain kayu manis dan aplikasinya sebagai lozange dengan menggunakan tumbuhan ekstrak kayu manis yang bisa menjadi inhibitor terhadap reseptor asetilcolin nicotinate yang terkandung dalam nikotin. Kayu manis (Cinnamomum verum) merupakan salah satu tanaman yang kulit batang, cabang, dan dahannya dapat digunakan sebagai bahan rempah-rempah dan merupakan salah satu komoditas eksport Indonesia serta dapat memiliki nilai lebih jika dibuat dalam bentuk sediaan hard candy lozange . Oleh karena itu, review artikel ini dibuat untuk memberikan informasi berbagai hasil penelitian bahwa nanoemulsi perak combain kayu manis dengan menggunakan tumbuhan ekstrak kayu manis dapat menghambat reseptor asetilkolin nikotinat yang terkandung dalam nikotin. Ekstrak kulit kayu manis ini didapat dengan proses metode maserasi dan metode ultrasonic. Selanjutnya nanoemulsi ekstrak kayu manis yang sudah terbentuk itu dilakukan karakterisasi berdasarkan ukuran partikel potensial zeta dan gugus fungsi. Dilakukan pengujian fitokimia pada ekstrak kayu manis diantaranya pengujian alkaloida, flavonoid, tannin, saponin, steroid dan triterpenoid. Selain dilakukan pengujian fitokimia, terdapat pengujian interaksi kayu manis dengan reseptor yang terdapat dalam nikotin yaitu asetilkolin nikotinat. Terdapat sembilan ligan yang terdapat dalam kayu manis, tetapi setelah diuji menggunakan analisa docking di autodock hanya tiga ligan yang memiliki afinitas yang tinggi yaitu sisquiterpen, fenol dan linalool yang dapat menghambat nAChRy3 (4zk4) dan nAChRy7 (3sq9) sebagai reseptor peran nikotin.
TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG TOGA DENGAN PEMANFAATAN TOGA PADA IBU YANG MEMILIKI ANAK STUNTING TW, Siti Pandanwangi; Wahyuni, Yenny Sri; Zuniarto, Ahmad Azrul; Akbar, Rai Fadiilah; Suhada, Tatik Sofiyani
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i2.259

Abstract

Pengetahuan tentang tanaman obat keluarga sudah ada sejak jaman dahulu. Diantara manfaat dan kegunaannya baik untuk upaya peningkatan kesehatan, mencegah dari penyakit, penyembuhan penyakit dan pemulihan. Berdasarkan hasil laporan nasional Riset Kesehatan Dasar tahun 2018, proporsi pemanfaatan TOGA di Indonesia sebesar 24,6%. Pemanfaatan TOGA untuk kesehatan balita dapat diawali dari tanaman yang ada di pekarangan rumah atau di lingkungan tempat tinggal. Dengan pengetahuan yang benar tentang pemanfaatan TOGA bagi kesehatan balita akan mendorong peningkatan pengobatan balita yang sakit maupun mencegah sakit dengan meningkatkan daya tahan tubuh balita. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif metode observasional analitik dengan jenis penelitian cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 50 responden ibu anak stunting. Data dikumpulkan melalui kuesioner penelitian. Hasil uji tingkat pengetahuan tentang TOGA terdapat 44 responden dengan pengetahuan baik (88%). Perilaku pemanfaatan TOGA dengan kategori cukup 26 responden (52%). Hasil analisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman terdapat hubungan tingkat pengetahuan tentang TOGA dengan perilaku pemanfaatan TOGA pada ibu anak stunting dengan nilai p-value sebesar 0,001, korelasi sedang (0,455) dengan arah korelasi positif.
PENGARUH PEMUTARAN VIDEO SWAMEDIKASI OBAT MAAG TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DI PUSKESMAS LOMBOK TENGAH Wahyuni, Yenny Sri; Kardisin, Bambang; Rodiah, Saifatul Husna
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i2.209

Abstract

Penyakit maag merupakan penyakit yang umum terjadi di masyarakat dan salah satu penyakit yang dapat diobati dengan cara swamedikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pemutaran video swamedikasi obat maag terhadap tingkat pengetahuan pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif yang bersifat deskriptif dengan sampel 118 pasien. Insrumen yang digunakan berupa kuesioner pretest dan post test serta video sebagai media edukasi. Analisis statistik dilakukan menggunakan uji T paired sample test dengan nilai sig (2-tailed) <0,05. Hasil uji T paired sample test memberikan nilai sig (2-tailed) sebesar 0,000. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh penggunaan video terhadap pengetahuan swamedikasi obat maag pada pasien di Puskesmas Kabupaten Lombok Tengah dimana tingkat pengetahuan pasien meningkat setelah adanya penayangan video dengan rata-rata nilai pretest dan posttest adalah 60,72 (kategori cukup) dan 83,51 (kategori baik).
The Effect of Media Posters PENGARUH MEDIA POSTER TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN DAGUSIBU OBAT PADA KELUARGADI DESA KRAMATMULYA KABUPATEN KUNINGAN Santoso, Aman Budi; Fauziah, Alvina Iza; Fauzia, Rizki Rahmah
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i2.256

Abstract

DAGUSIBU obat usaha untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai signifikansi dalam memahami penggunaan obat secara bijaksana tujuannya untuk menyokong wawasan dan pemahaman diri masyarakat mengenai pentingnya pemakaian obat yang rasional. Penelitian ini memiliki dua tujuan utama. Pertama, untuk memahami tingkat pengetahuan tentang DAGUSIBU obat sebelum dan setelah diberikan informasi dengan media poster. Kedua, untuk menilai dampak dari penyampain informasi dengan menggunakan media poster terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terkait obat DAGUSIBU dalam keluarga di Desa Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Cara pengambilan sampel yang digunakan yakni Purposive sampling yang diterapkan terhadap 84 responden masyarakat di Desa Kramatmulya Kabupaten Kuningan, serta alat penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Analisa data yang dilakukan dengan Uji statistik Chi Square. Hasil menunjukkan adanya peningkatan tingkat pengetahuan masyarakat setelah pemberian poster obat DAGUSIBU dari 53,09% (pengetahuan cukup) menjadi 76,96% (pengetahuan baik). Berdasarkan hasil analisis data Uji T (Paired Sample Test) menunjukkan sig (0,00>0,05) sehingga terdapat perbedaan penegtahuan antara sebelum dan sesudah menggunakan media poster. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian poster terhadap tingkat pengetahuan masyarakat terhadap DAGUSIBU di Desa Kramatmulya, Kabupaten Kuningan
ANALISIS DRPs PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 PADA PELAYANAN RAWAT INAP DI RSUD X KABUPATEN KUNINGAN Karsidin, Bambang; TW, Siti Pandanwangi; Joharudin, Ade; Mariya, Arum; Setriyadi, Dedy; Nuari, Ris Ayu
Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains Vol 7 No 2 (2024): Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains
Publisher : Praeparandi : Jurnal Farmasi dan Sains

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58365/ojs.v7i2.220

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan gangguan sekresi insulin yang progresif yang menyebabkan terjadinya resistensi insulin. Ini terjadi karena tetapi insulin tidak bisa membawa glukosa masuk ke dalam jaringan karena terjadi resistensi insulin yang merupakan turunnya kemampuan insulin untuk menghambat produksi glukosa oleh hati, sehingga mengakibatkan rentan terjadinya Drug related problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui persentase kejadian dari masing-masing DRPs yang meliputi ada indikasi tanpa obat, ada obat tanpa indikasi, ketidaktepatan pemilihan obat, dosis rendah, dosis tinggi, interaksi obat, efek samping obat dan tingkat kepatuhan pasien dalam terapi pengobatan pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan. Penelitian ini bersifat non eksperimental dengan rancangan penelitian deskriptif dan pengambilan data rekapitulasi medik secara retrospektif. Dari 254 pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan, jumlah sampel yang diambil sebanyak 72 pasien yang mmemenuhi kriteria inklusi. Analisis kejadian DRPs dilakukan dengan membandingkan hasil penelitian dengan buku standar secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan ada kejadian Drug related problems pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD X Kabupaten Kuningan. Persentase kejadian DRPs kategori indikasi tanpa obat tidak terdapat kasus yang terjadi, obat tanpa indikasi terdapat 1 kasus (1,4%), ketidaktepatan pemilihan obat sebanyak 5 kasus (6,9%), dosis rendah sebanyak 4 kasus (5,6%), dosis tinggi sebanyak 4 kasus (5,6%), interaksi obat sebanyak 21 kasus (29,1%), kategori efek samping 35 kasus (48,6%), dan tingkat kepatuhan pasien rendah sebanyak 37 kasus (51,4%).

Page 10 of 11 | Total Record : 102