cover
Contact Name
Yusmaniarti
Contact Email
yusmaniarti8@gmail.com
Phone
+6281368411554
Journal Mail Official
journal.jpki2.ppmi@gmail.com
Editorial Address
Alamat Redaksi: Perum taman Asri 1 Blok B12 RT 31 RW 06 Gandus Palembang Sumatera Selatan 30149
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS
Published by CV ALINA
ISSN : -     EISSN : 29863104     DOI : https://doi.org/10.59407/jpki2.v1i1.6
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS (JPKI2) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Ekonomi, Hukum,Teknik, kedokteran, Pertanian, Keguruan dan Ilmu Pendidikan,Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Komputer, Ilmu Kesehatan Masyarakat,Kehutanan, Ilmu Budaya, Peternakan,Psikologi.
Articles 632 Documents
PEMBERDAYAAN PADA CATIN UNTUK MENCEGAH ANEMIA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS KESEHATAN PRAKONSEPSI IBU DAN ANAK Putri, Syke Shelia; Telembanua, Siska Wulandari; Ningsih Gulo , Wendi Idol Surya; Azizah, Nur; Simbolon , Marlina
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1969

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja dan calon pengantin mengenai pencegahan anemia serta persiapan kehamilan yang sehat guna menurunkan risiko komplikasi pada kehamilan dan persalinan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan diskusi interaktif, yang dilengkapi dengan media edukasi berupa poster dan leaflet. Peserta diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan setelah sesi pemaparan guna memperdalam pemahaman mereka. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pentingnya konsumsi tablet tambah darah, pola makan sehat, dan istirahat yang cukup dalam mencegah anemia. Analisis data dengan bantuan software SPSS menunjukkan nilai signifikansi (P-value) sebesar 0.000, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan antara pemberian tablet tambah darah dengan peningkatan kesadaran kesehatan reproduksi bagi calon pengantin. Selain itu, peserta memahami dampak anemia terhadap kehamilan, termasuk risiko perdarahan, kelahiran prematur, dan stunting pada bayi. Simpulan,  kegiatan psikoedukasi ini efektif dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman calon pengantin tentang pencegahan anemia melalui pemberian tablet tambah darah, pola makan bergizi, serta perbaikan pola istirahat. Diharapkan peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga kesehatan prakonsepsi ibu dan anak. Kata Kunci: Pencegahan Anemia, Psikoedukasi, Calon Pengantin, Tablet Tambah Darah, Kesehatan Prakonsepsi
PEMBERDAYAAN ANAK REMAJA MELALUI EDUKASI TENTANG PENCEGAHAN KEHAMILAN USIA DINI Barus, Emika Berliana Br; Pretty, Clara Maha; Syariah, Gusni; Meiranada, Alfrina; Sinaga, Kamelia
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1970

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada remaja mengenai bahaya kehamilan di usia muda dan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Metode yang diterapkan dalam kegiatan ini menggabungkan ceramah dan tanya jawab. Ceramah memberikan penjelasan tentang dampak kehamilan di usia muda serta pentingnya menjaga pergaulan yang sehat di kalangan remaja. Sesi tanya jawab dilaksanakan untuk memastikan peserta memahami materi dan dapat mengatasi kebingungannya terkait topik tersebut. Selain itu, pelayanan kesehatan berupa pengukuran tinggi badan, berat badan, dan pemeriksaan Hb juga diberikan untuk mendukung kesehatan fisik remaja. Penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 Mei 2024 di SMK Yayasan Pendidikan Raksana, yang diikuti oleh tiga kelas dengan total 60 peserta. Hasil penyuluhan menunjukkan bahwa para remaja memahami dampak kehamilan usia muda dan risikonya terhadap kesehatan, seperti defisiensi gizi dan anemia. Kehamilan di usia muda sering kali disebabkan oleh perilaku pergaulan bebas, yang dapat menyebabkan komplikasi serius pada kehamilan. Faktor internal dan eksternal, seperti kurangnya pengetahuan dan pengaruh lingkungan, turut memengaruhi keputusan remaja dalam menjalani hubungan seksual. Simpulan, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman remaja mengenai pencegahan kehamilan di usia muda. Di harapkan, kegiatan ini dapat mengubah pola pikir remaja untuk menjaga pergaulan yang sehat dan menghindari perilaku yang dapat merugikan kesehatan reproduksi mereka, seperti seks bebas. Dengan demikian, penyuluhan ini memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesadaran remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menghindari kehamilan yang tidak diinginkan. Kata Kunci: Kehamilan Usia Muda, Pencegahan Kehamilan, Pendidikan Reproduksi, Remaja, Pergaulan Sehat, Pelayanan Kesehatan, Seks Bebas, Kesehatan Reproduksi, Penyuluhan
EDUKASI PENANGANAN DAN PENCEGAHAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RANTANG KOTA MEDAN TAHUN 2024 Marpiani, Marpiani; Margaretha, Margaretha; Ginting, Siska Suci Triana; Mediana Br. Sembiring; Riska Susanti Pasaribu
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1971

Abstract

Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman ibu hamil mengenai pentingnya pemberian tablet Fe dalam pencegahan anemia serta meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yang dikombinasikan dengan penyuluhan langsung kepada ibu hamil yang melakukan kunjungan antenatal care (ANC). Kegiatan penyuluhan disertai dengan penggunaan media edukasi berupa leaflet yang berisi informasi mengenai pencegahan anemia, konsumsi tablet Fe, serta pola makan sehat. Selain itu, pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Easy Touch GCHb dilakukan untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil secara langsung. Hasil dari kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa jumlah ibu hamil yang mengalami anemia meningkat setiap bulan sepanjang tahun 2023, dengan total kasus anemia mencapai 47% dari seluruh populasi ibu hamil yang terdata dalam program ANC. Peningkatan kasus anemia terutama terjadi pada paruh kedua tahun 2023, yang menunjukkan pentingnya intervensi pencegahan yang lebih intensif pada periode tersebut. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap tingginya angka kejadian anemia antara lain pola makan yang kurang memperhatikan zat besi dan kepatuhan rendah terhadap konsumsi tablet tambah darah. Simpulan, kegiatan ini memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesadaran ibu hamil tentang pentingnya pencegahan anemia melalui pemberian tablet Fe dan pemeriksaan hemoglobin rutin. Fasilitas kesehatan perlu terus mendukung program ini dengan menyediakan layanan pemeriksaan dan suplementasi zat besi serta asam folat. Selain itu, edukasi tentang pentingnya kunjungan ANC secara berkala sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi kehamilan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Kata Kunci: Pencegahan Anemia, Ibu Hamil, Tablet Fe, Pemeriksaan Hemoglobin, Antenatal Care (ANC), Edukasi, Kesehatan Ibu, Suplementasi Zat Besi
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN PUDING CUCUBITA MOSHATA DALAM MENCEGAH STUNTING DI DESA KUTA MBELIN KECAMATAN TIGA PANAH KABUPATEN KARO Ginting, Astaria Br; Tambun, Mastaida; Simbolon, Rolasnih Lilista; Wahyuni, Retno; Sinaga, Asnita; Andriani, Luwes Rizky; Hutabarat, Yosefania Agatha
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1986

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat, khususnya ibu hamil, dalam pencegahan stunting melalui edukasi mengenai pemanfaatan cucurbita moschata. Metode yang digunakan adalah pendampingan pendidikan kesehatan dengan penyuluhan mengenai TRIAD KRR (seksualitas, HIV/AIDS, dan NAFZA), menggunakan media lembar balik dan permainan ular tangga yang berisi pertanyaan tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini dilaksanakan dalam tiga tahap: edukasi berbasis keluarga, pengumpulan data pelaksanaan stunting, dan evaluasi kegiatan. Edukasi dilakukan selama dua minggu, dengan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap peserta. Sebanyak 20 ibu hamil trimester III mengikuti edukasi ini, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta terhadap pencegahan stunting. Rata-rata nilai pre-test pengetahuan peserta meningkat dari 5,2 menjadi 8,5 pada post-test, sedangkan nilai sikap meningkat dari 5,4 menjadi 8,35. Sebagian besar peserta, yakni 17 orang (85%), berhasil memahami penggunaan cucurbita sebagai bahan pangan dalam pencegahan stunting. Kegiatan ini mendapat penilaian positif dari peserta, dengan lebih dari 90% menilai kegiatan edukasi ini sangat baik. Dengan demikian, kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola makan sehat dan pemanfaatan cucurbita dalam mencegah stunting. Kata Kunci: Edukasi Kesehatan, Stunting, Cucurbita Moschata, Peningkatan Pengetahuan, Pencegahan Stunting
PENDAMPINGAN KADER DAN ORANG TUA DALAM POLA ASUH CEGAH TANTRUM PADA ANAK DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG TIRAM KEC. TANJUNG TIRAM KAB. BATU BARA Munthe, Juliana; Rista, Henny; Seriati, Tetti; Mandala, Ninsah; Situngkir, Monica; Bakara, Putri; Astuti, Zaitun
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1987

Abstract

Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan edukasi kepada kader dan orang tua dalam upaya mencegah tantrum pada anak di wilayah kerja Puskesmas Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara. Metode kegiatan dilakukan dalam tiga tahap: pertama, edukasi berbasis keluarga yang dilaksanakan selama dua minggu berturut-turut. Pada tahap ini, dilakukan pre-test untuk mengukur pengetahuan dan sikap, dilanjutkan dengan pemberian materi edukasi mengenai pola asuh anak yang tepat untuk mengelola tantrum. Pada minggu kedua, dilakukan post-test untuk menilai perubahan pengetahuan dan sikap peserta setelah edukasi. Tahap kedua adalah pengumpulan data mengenai kejadian tantrum pada anak pasca edukasi, yang melibatkan Puskesmas Tanjung Tiram sebagai mitra dalam mendokumentasikan kejadian tersebut. Tahap ketiga adalah pengolahan dan evaluasi data untuk menilai keberhasilan program. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan sikap peserta, dengan rata-rata skor pre-test pengetahuan meningkat dari 5,2 menjadi 8,5 pada post-test, dan skor sikap meningkat dari 5,4 menjadi 8,35. Sebanyak 85% peserta melaporkan manfaat yang signifikan dari program ini, dan lebih dari 90% peserta memberikan penilaian positif terhadap kegiatan. Penerapan aplikasi Kasling sebagai alat pendukung juga mendukung efektivitas edukasi ini. Meskipun ada tantangan terkait akses teknologi, mayoritas peserta merasa lebih siap untuk menerapkan pola asuh yang tepat untuk mencegah tantrum. Simpulan, program Pendampingan Kader dan Orang Tua dalam Pola Asuh Cegah Tantrum pada Anak telah berjalan dengan efektif, dengan hasil yang positif dalam peningkatan pengetahuan dan perubahan sikap peserta. Program ini dapat menjadi model untuk pelaksanaan kegiatan serupa di wilayah lain, dengan strategi peningkatan aksesibilitas dan teknologi yang lebih baik. Kata Kunci: Pendampingan Kader, Orang Tua, Pola Asuh, Tantrum Anak, Edukasi Berbasis Keluarga, Puskesmas Tanjung Tiram, Pre-Test, Post-Test, Aplikasi Kasling, Perubahan Sikap, Pengelolaan Tantrum
KELAS EDUKASI TENTANG ABDOMINAL STRETCHING EXERCISE TERHADAP PENURUNAN NYERI DISMENORE PADA MAHASISWI MITRA HUSADA MEDAN Damanik, Lisa Putri Utami; Sari, Febriana; Adethia, Kismiasih; Pitaloka, Diah; Barus, Magdalena; Sianipar, Yesica Geovany; Tobing, Nadya Elsany L
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1990

Abstract

Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh abdominal stretching exercise terhadap penurunan nyeri dismenore pada mahasiswi STIKes Mitra Husada Medan pada tahun 2022. Pengabdian dilakukan pada 60 orang mahasiswi, dengan 40 di antaranya mengalami dismenore. Sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dipilih menggunakan teknik purposive sampling, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen yang mengikuti abdominal stretching exercise dan kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan tersebut. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung sebelum dan sesudah perlakuan dengan menggunakan pretest dan posttest. Hasil pengabdian menunjukkan penurunan yang signifikan pada intensitas nyeri dismenore di kelompok eksperimen setelah melakukan abdominal stretching exercise, sementara kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan. Edukasi mengenai dismenore, teknik abdominal stretching, serta manfaatnya terhadap peningkatan kenyamanan selama menstruasi juga disampaikan selama kegiatan. Sebagian besar peserta melaporkan penurunan nyeri, peningkatan kualitas tidur, dan rasa percaya diri yang lebih tinggi dalam mengelola nyeri menstruasi. Berdasarkan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa abdominal stretching exercise efektif dalam mengurangi nyeri dismenore pada mahasiswi STIKes Mitra Husada Medan dan bisa dijadikan alternatif pengelolaan nyeri secara alami dan aman. Ke depan, program ini diharapkan dapat terus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas kesehatan reproduksi perempuan. Kata Kunci: Abdominal Stretching Exercise, Penurunan Nyeri Dismenore, Mahasiswi, Kesehatan Reproduksi, STIKes Mitra Husada Medan, Pengelolaan Nyeri Menstruasi
PEMBERDAYAAN REMAJA REMAJA DENGAN PERILAKU TIGA ANCAMAN DASAR KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA (TRIAD KRR) DI DESA SUKA MAKMUE KECAMATAN SUKA MAKMUE KABUPATEN NAGAN RAYA PROVINSI ACEH Manurung, Herna Rinayanti; Suryati, Cut; Surbakti, Imran Saputra; Carel, Carel; Manurung, Bony; Manurung, Theresia
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.1991

Abstract

Kegiatan pendampingan pendidikan kesehatan di Desa Suka Makmue, Kecamatan Makmue, Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, difokuskan pada pemberdayaan remaja dengan penyuluhan tentang tiga ancaman dasar kesehatan reproduksi remaja (TRIAD KRR), yaitu seksualitas, HIV/AIDS, dan narkoba (NAPZA). Metode yang digunakan adalah penyuluhan interaktif dengan teknik pemberian informasi melalui media lembar balik dan permainan edukatif ular tangga yang berisi pertanyaan terkait kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan memahami berbagai risiko yang berhubungan dengan seks bebas, penyalahgunaan narkoba, serta penularan HIV/AIDS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan ini berhasil meningkatkan pemahaman remaja tentang TRIAD KRR, dengan diskusi aktif yang terjadi selama sesi penyuluhan. Informasi yang diberikan mempengaruhi sikap remaja terhadap masalah kesehatan reproduksi, dengan sebagian besar remaja menunjukkan peningkatan sikap positif terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Namun, sikap mereka terhadap HIV/AIDS masih tergolong rendah. Keterlibatan remaja dalam diskusi interaktif dan permainan edukatif memfasilitasi pemahaman yang lebih baik mengenai risiko-risiko kesehatan yang mereka hadapi. Simpulan, kegiatan pendampingan ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja tentang TRIAD KRR. Oleh karena itu, kegiatan serupa sebaiknya dilakukan secara berkelanjutan di berbagai desa lainnya dan melibatkan narasumber yang ahli di bidangnya. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan mencegah ancaman-ancaman yang membahayakan kesehatan mereka. Kata Kunci: Pemberdayaan Remaja, TRIAD KRR, Kesehatan Reproduksi, Seksualitas, HIV/AIDS, Narkoba (NAPZA), Penyuluhan Kesehatan, Diskusi Interaktif, Pendidikan Kesehatan, Remaja Suka Makmue
OPTIMALISASI LITERASI ANAK MELALUI PROGRAM TERAS BELAJAR DI DESA SIMBANG, KABUPATEN MAROS Basri, Syamsuriana; Akhmad, Nur Amaliah; Idamayanti, Reski; Yusdarina; Rahmawati; Bilal, M. Ahmad; Rezqi, Fathur
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.2007

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi anak melalui program teras literasi. Sasaran program adalah 22 orang anak berusia 7-12 tahun di Dusun Garantiga , Desa Simbang, Maros, Sulawesi Selatan yang memiliki kemampuan literasi rendah. Program dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu 1)persiapan dan perencanaan, 2)pelaksanaan, dan 3)evaluasi. Tahap persiapan dan perencanaan meliputi Focus Group Discussion (FGD) dan survey awal untuk mengetahui kemampuan awal. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan membaca bersama, menulis kreatif, diskusi dan permainan literasi yang menyenangkan, serta sosialisasi mengenai pentingnya peran orang tua dalam mendukung anak membangun budaya membaca di rumah. Selanjutnya tahap evaluasi, yang meliputi: 1) wawancara dengan anak-anak dan orang tua, 2) observasi perubahan sikap anak-anak, 3) observasi dan wawancara perubahan dalam budaya membaca anak. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam minat membaca dan keterampilan literasi anak-anak. Data dari pre-test dan post-test menunjukkan bahwa anak-anak mulai aktif memilih buku untuk dibaca, dengan persentase meningkat dari 40,90% menjadi 86,36%. Selain itu, kemampuan membaca anak-anak, seperti merangkai kata dan membaca suku kata, juga meningkat, dari 22,73% menjadi 72,73%. Aktivitas membaca bersama teman dan orang tua di rumah juga meningkat, dengan persentase dari 31,82% menjadi 81,82%. Diskusi tentang materi bacaan dengan teman mengalami peningkatan signifikan, dari 13,64% menjadi 68,18%, hal ini menunjukkan bahwa anak-anak mulai memahami dan mendalami materi yang dibaca. Selain itu, kecenderungan untuk memilih membaca daripada menonton TV juga meningkat, dari 20% menjadi 59,09%. Dengan demikian, program Teras Belajar telah berhasil mengembangkan kebiasaan membaca yang menyenangkan dan kemampuan literasi yang meningkat.
EDUKASI BERBASIS KELUARGA TENTANG PEMBERIAN ASI EKSLUSIF UNTUK PENCEGAHAN STUNTING PADA BAYI DI KELURAHAN PERDAGANGAN III KECAMATAN BANDAR KABUPATEN SIMALUNGUN TAHUN 2024 Marliani, Marliani; Siboro, Roulina Renta; Sinuhaji, Lidya Natalia Br; Murdianto, Eko; Bakara, Sri Muliana Putri; Rumondang, Rumondang
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.2012

Abstract

Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman ibu mengenai pentingnya ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, serta meningkatkan keterampilan ibu dalam teknik menyusui yang benar. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan individual melalui pengukuran pengetahuan menggunakan kuesioner. Tahapan kegiatan meliputi evaluasi awal, edukasi dengan penyampaian materi, sesi tanya jawab, demonstrasi teknik menyusui, dan evaluasi akhir. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya ASI eksklusif serta kesiapan mereka dalam menerapkan praktik menyusui yang benar. Sebanyak 11 orang (55%) mengalami peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi, sementara 9 orang (45%) menunjukkan tingkat pengetahuan yang tetap. Selain itu, program ini juga menekankan pentingnya dukungan keluarga, terutama peran suami dalam keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Sebagai tindak lanjut, kader posyandu akan melakukan pemantauan rutin dan konseling laktasi bagi ibu menyusui, serta memperluas sosialisasi melalui media cetak dan digital. Dengan adanya edukasi berkelanjutan dan dukungan dari lingkungan sekitar, diharapkan angka pemberian ASI eksklusif di wilayah ini meningkat, sehingga risiko stunting dapat ditekan secara signifikan. Kata Kunci: ASI Eksklusif, Edukasi, Ibu Menyusui, Stunting, Kesehatan Ibu Dan Anak  
PENDAMPINGAN ORANG TUA PADA AKSES MEDIA TERHADAP PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMA 6 TAKENGON KECAMATAN SILIH NARA KABUPATEN ACEH TENGAH TAHUN 2022 Sinaga, Siti Nurmawan
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i1.2013

Abstract

Pendampingan orang tua dalam mendidik remaja merupakan faktor penting dalam membentuk sikap dan perilaku, termasuk dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua tentang pola asuh yang tepat serta memberikan edukasi kepada remaja mengenai dampak perilaku seks bebas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, diskusi, serta pendampingan langsung kepada orang tua dan remaja di SMA 6 Takengon, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini berlangsung dari Maret hingga Agustus 2024, dengan dukungan dana dari Yayasan Mitra Husada Medan dan melibatkan mahasiswa sebagai fasilitator. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dari 31 remaja yang menjadi responden, sebanyak 18 remaja (58,1%) memiliki orang tua dengan pola asuh otoriter, sementara 13 remaja (41,9%) memiliki orang tua dengan pola asuh yang lebih terbuka. Pola asuh otoriter cenderung membatasi kebebasan anak dalam mengemukakan pendapat dan membuat keputusan, yang dapat memengaruhi sikap mereka terhadap pergaulan dan perilaku seksual. Selain itu, penelitian ini juga menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara orang tua dan anak berperan dalam mencegah perilaku seksual berisiko. Keterbukaan dalam komunikasi dapat meningkatkan kesadaran remaja akan pentingnya menjaga diri serta memahami konsekuensi dari perilaku seksual bebas. Simpulan, menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan orang tua melalui penyuluhan berdampak pada penerapan pola asuh yang lebih mendukung dan edukatif. Kata Kunci: Pendampingan Orang Tua, Pola Asuh, Komunikasi, Perilaku Seksual Remaja, Edukasi Seks