cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 450 Documents
Hubungan Ketahanan Pangan Keluarga Dengan Asupan Kalsium Pada Ibu Balita Di Kecamatan Selo, Boyolali Hani Meilani Putri; Luluk Ria Rakhma; Pramudya Kurnia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1480

Abstract

Badan Pusat Statistik tahun 2022 melaporkan angka kemiskinan sebanyak 26,16 juta jiwa (9,54% dari populasi), yang menempatkan mereka pada risiko kerawanan pangan. Ketahanan pangan didefinisikan sebagai akses rumah tangga terhadap pangan yang memadai, aman, dan bergizi. Penelitian ini mengkaji hubungan antara ketahanan pangan rumah tangga dan asupan kalsium pada ibu yang memiliki anak di Kecamatan Selo, Boyolali. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan melibatkan 108 responden ibu yang telah tinggal di wilayah penelitian selama minimal 5 tahun dan berperan dalam konsumsi pangan rumah tangga. Ketahanan pangan rumah tangga dinilai menggunakan Household Food Insecurity Access Scale (HFIAS), sedangkan asupan kalsium dinilai menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan perangkat lunak NutriSurvey. Skor rata-rata HFIAS adalah 3,90 ± 4,34 dan rata-rata asupan kalsium adalah 113,85 ± 76,46% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG). Sebanyak 51,9% rumah tangga mengalami kerawanan pangan, dan 50,9% ibu memiliki asupan kalsium yang memadai. Asupan kalsium berkorelasi secara signifikan dengan ketahanan pangan rumah tangga (p=0,004; r=-0,276). Disarankan untuk mempromosikan edukasi gizi dan diversifikasi pangan guna meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga serta asupan kalsium.
Dampak Pernikahan Anak pada Kesehatan Mental: Scoping Review Mengenai Dampak Psikologis dan Emosional Lintang Qusnul Budi Setiawati; Muthmainnah Muthmainnah; Yuli Puspita Devi; Elok Dzul Afifah; Alifia Irbah Imtinani; Rachel Amanda; Roma Yuliana; Ikrimah Nafilata
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1482

Abstract

Praktik pernikahan anak masih menjadi perhatian dalam aspek kesehatan masyarakat karena berbagai dampaknya pada anak yang menikah di usia dini. Pernikahan anak didefinisikan sebagai pernikahan baik secara formal maupun informal sebelum usia 18 tahun yang saat ini masih menjadi isu global dengan berbagai dampaknya pada kesehatan mental pengantin muda, khususnya perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplor dan mensintesis bukti dampak kesehatan mental yang berhubungan dengan pernikahan dini dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mendasari munculnya dampak tersebut. Penelitian ini merupakan scoping review menggunakan diagram PRISMA untuk mengidentifikasi artikel yang relevan dari PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Sebanyak 11 artikel di analisis dalam studi ini. Hasil sintesis dari 11 artikel terpilih menunjukkan bahwa pernikahan dini berhubungan dengan kondisi psikologis termasuk meningkatkan risiko stres, depresi, dan kecemasan akibat dari kehilangan otonomi, terbatasnya akses pendidikan, permasalahan ekonomi, dan konflik keluarga. Pengantin muda lebih rentan terhadap kekerasan yang mana memperburuk masalah kesehatan mental yang mereka alami. Temuan penilitian ini menegaskan pentingkan intervensi yang komprehensif untuk mengatasi dampak kesehatan mental dari pernikahan anak.
Pemberian Foot Massage Menggunakan Minyak Zaitun Terhadap Perubahan Tingkat Kelelahan Pada Pasien CKD ON HD Ajeng Irma Riana Dewi; Faried Rahman Hidayat; Taufik Septiawan; Rusni Masnina
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1483

Abstract

Pendahuluan: Pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sering mengalami kelelahan akibat anemia, akumulasi toksin uremik, serta gangguan fisiologis dan metabolik yang berdampak pada kualitas hidup dan aktivitas sehari-hari. Intervensi keperawatan nonfarmakologis seperti foot massage dengan minyak zaitun dapat menjadi alternatif untuk mengurangi kelelahan. Tujuan : Mengetahui efektivitas pemberian terapi foot massage menggunakan minyak zaitun dalam menurunkan tingkat kelelahan pada pasien Chronic Kidney Disease (CKD) yang menjalani hemodialisis sebagai intervensi keperawatan komplementer Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan asuhan keperawatan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis. Intervensi berupa foot massage menggunakan minyak zaitun diberikan selama tiga sesi, masing-masing 30 menit. Tingkat kelelahan diukur menggunakan Fatigue Assessment Scale (FAS) sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Evaluasi menunjukkan penurunan tingkat kelelahan secara bertahap, ditandai dengan penurunan skor FAS dari kategori kelelahan berat menjadi kelelahan ringan setelah tiga kali intervensi. Simpulan: Foot massage menggunakan minyak zaitun efektif menurunkan kelelahan pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis dan berpotensi menjadi intervensi keperawatan komplementer untuk meningkatkan kenyamanan serta kualitas hidup pasien.
Hubungan Status Gizi dan Kejadian Anemia pada Remaja Putri di Desa Paku, Sulawesi Utara Mastia Tongkinoto; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1487

Abstract

Anemia pada remaja putri masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup tinggi di Indonesia. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian anemia adalah status gizi yang kurang. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status gizi berdasarkan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LiLA) dengan kejadian anemia pada remaja putri di Desa Paku, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 40 remaja putri yang dipilih secara total sampling. Status gizi berdasarkan IMT diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, sedangkan LiLA diukur menggunakan pita LiLA. Kejadian anemia ditentukan berdasarkan kadar hemoglobin (Hb). Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki status gizi normal berdasarkan IMT (57,5%) dan LiLA normal (62,5%). Prevalensi anemia pada remaja putri sebesar 52,5%. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan IMT (p=0,02) maupun LiLA (p=0,007) dengan kejadian anemia. Status gizi merupakan faktor penentu yang sangat signifikan terhadap kejadian anemia pada remaja putri. Meskipun mayoritas responden memiliki indikator gizi normal, prevalensi anemia tetap tinggi (lebih dari separuh populasi), yang dipicu secara kuat oleh kondisi tubuh yang kurus (IMT Rendah) dan risiko Kekurangan Energi Kronis (LiLa rendah). Oleh karena itu, perbaikan status gizi perlu menjadi salah satu strategi utama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan anemia pada remaja putri.
Hubungan Pola Makan dengan Kekambuhan Dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro Malang Zahwa Khoirul Armelia; Musthika Wida Mashitah
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1504

Abstract

Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang sering kambuh dan dapat mengganggu aktivitas serta kualitas hidup penderitanya. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap kekambuhan dispepsia adalah pola makan yang tidak teratur. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan pola makan dengan kekambuhan dispepsia di Praktek Dokter Bersama Sekarpuro, Malang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 60 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling pada April–Mei 2026. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pola makan dan kekambuhan dispepsia yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki pola makan tidak teratur (60,0%) dan sering mengalami kekambuhan dispepsia (53,3%). Responden dengan pola makan tidak teratur sebagian besar sering mengalami kekambuhan dispepsia (77,8%), sedangkan responden dengan pola makan teratur sebagian besar jarang mengalami kekambuhan (54,2%). Uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pola makan dan kekambuhan dispepsia (p=0,017). Pola makan yang tidak teratur berhubungan dengan meningkatnya risiko kekambuhan dispepsia.
Hubungan Kepatuhan Obat dan Gaya Hidup dengan Parameter Laboratorium Pasien Prolanis Di Puskesmas Maya Hapsari; Titi Agni Hutahaen; Ria Indah Kusuma Pitaloka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1511

Abstract

Hipertensi dan diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang untuk mencegah komplikasi. Keberhasilan pengendalian penyakit tidak hanya ditentukan oleh terapi farmakologis, tetapi juga dipengaruhi oleh kepatuhan obat dan gaya hidup pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan obat dan gaya hidup dengan parameter laboratorium pada pasien Prolanis hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Soko. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data kepatuhan obat dikumpulkan menggunakan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS-5), gaya hidup menggunakan Healthy Lifestyle Questionnaire (HLQ), sedangkan data tekanan darah, gula darah puasa (GDP), dan HbA1c diperoleh dari rekam medis. Analisis data dilakukan menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat kemaknaan p<0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan obat berhubungan signifikan dengan tekanan darah (p=0,013), GDP (p=0,045), dan HbA1c (p=0,005). Gaya hidup juga berhubungan signifikan dengan tekanan darah (p=0,000), GDP (p=0,022), dan HbA1c (p=0,000). Disimpulkan bahwa kepatuhan obat dan gaya hidup memiliki hubungan signifikan dengan pengendalian tekanan darah, GDP, dan HbA1c pada pasien Prolanis hipertensi dan diabetes melitus di Puskesmas Soko.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Tekanan Darah pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Se-Kota Jambi Tahun 2026 Andi Aliyah Nurul Munawwarah; Yulinda Fetritura; Mirna Marhami Iskandar; Erny Kusdiyah; Rina Nofri Enis; Fitriyanti Fitriyanti
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1519

Abstract

Pendahuluan: Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia yang prevalensinya terus meningkat setiap tahun. Kualitas tidur yang buruk diduga berhubungan dengan peningkatan tekanan darah melalui aktivasi sistem saraf simpatis. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kualitas tidur dengan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Se-Kota Jambi Tahun 2026. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional pada 118 responden di 20 puskesmas. Sampel dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Kualitas tidur diukur menggunakan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), sedangkan tekanan darah diperoleh melalui pengukuran langsung. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki kualitas tidur buruk (59,3%). Tekanan darah responden didominasi kategori prehipertensi dan hipertensi derajat 1 (33,9%). Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah (p=0,010). Responden dengan kualitas tidur buruk memiliki risiko 1,14 kali lebih besar mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan responden dengan kualitas tidur baik (PR=1,14). Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kualitas tidur dan tekanan darah pada pasien hipertensi tahun 2026.
Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi Pada Lansia Novida Nengsih; Masrina Naomi Wulantari Simanjuntak; Dormina Dormina
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1543

Abstract

Hipertensi Merupakan Salah Satu Masalah Kesehatan Yang Umum Terjadi Pada Lansia Dan Beresiko Menyebabkan Komplikasi Serius Jika Dikendalikan. Salah Satu Intervensi Non Farmakologis Untuk Menurunkan Tekanan Darah Adalah Teknik Relaksasi Progresif. Tujuan Penelitian Ini Untuk Mengetahui Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Penurunan Tekanan Darah Hipertensi Pada Lansia. Penelitian Ini Adalah Penelitian Kuantitatif Dengan Desain Penelitian Pre Eksperiment Pre Test And Post Test Design. Penelitian Dilakukan Di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi. Populasi  Pada Penelitian Ini Aadalah Seluruh Lansia Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Aur Duri Kota Jambi Sebanyak 210 Responden, Sampel Sebanyak 32 Responden Dengan Teknik  Purposive Sampling Dengan Menggunakan Uji Wilcoxon. Hasil Penelitian Didapatkan Tekanan Darah Lansia Hipertensi Sebelum Dilakukan Progressive Muscle Relaxation Berada Dalam Hipertensi Stage 1 Yaitu Sebanyak 18 (56,3%) Responden, Sesudah Dilakukan Progressive Muscle Relaxation Berada Dalam Pre Hipertensi Yaitu Sebanyak 20 (62,5%) Responden. Ada Pengaruh Progresive Muscle Relaxation Terhadap Penurunan Tekanan Darah Lansia (Ρ Value = 0,000). Teknik Relaksasi Otot Progresif Efektif Dalam Menurunkan Tekanan Darah Pada Lansia Penderita Hipertensi. Intervensi Ini Dapat Dijadikan Salah Satu Alternatif Non Farmakologis Dalam Pengelolaan Hipertensi.
Analisis Biomedik Gejala Hearing Loss: Efek Akumulatif Stres Mekanika-Akustik Berdasarkan Usia dan Masa Kerja Penyelam Tradisional Nur Chabibah; Luluk Dewita Sari; Dhian Satya Rachmawati; Taufan Agung Prasetya; Taukhid; Sapto Dwi Anggoro
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1548

Abstract

Pendahuluan: Aktivitas penyelaman tradisional dengan menggunakan kompresor ban dihadapkan pada risiko paparan ganda berupa bising kronis dan tekanan hidrostatik ekstrem yang mengancam fungsi auditori. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko biofisika, karakteristik individu, dan manifestasi gejala klinis dominan yang memicu kejadian hearing loss pada penyelam tradisional. Metode: Metode penelitian menggunaka studi kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 98 penyelam tradisional di Wilayah Pantai Utara Gresik, Jawa Timur. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan pemeriksaan rinne test (garputala 512 Hz). lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square serta Regresi Logistik Berganda (metode Enter). Hasil: Hasil penelitian didapatkan dari analisis bivariat menunjukkan kedalaman menyelam (ρ=0,021), usia (ρ=0,001), masa kerja (ρ=0,003), serta gejala tinnitus (ρ=0,003), otalgia (ρ=0,001), sulit mendengar (ρ=0,011), dan berteriak saat bicara (p=0,0001) berhubungan dengan kejadian hearing loss. Hasil uji multivariat mengonfirmasi bahwa Usia >40 tahun merupakan faktor dominan  dengan nilai Adjusted Odds Ratio (AOR) sebesar 2,764 (95% CI=1,066–7,164; ρ=0,036). Kesimpulan: Penuaan biologis bertindak sebagai akumulator final yang melipatgandakan dampak destruktif dari paparan stres mekanika-akustik harian. Intervensi kesehatan kerja maritim yang berfokus pada pembatasan usia kerja dan proteksi telinga sangat direkomendasikan.
Hubungan Efektivitas Terhadap Interaksi Obat Antihipertensi Golongan ARB Dengan NSAID Dirumah Sakit X Banjarbaru Novianty Amelia; Sari Wahyunita; Syahrizal Ramadhani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1549

Abstract

Interaksi obat merupakan salah satu penyebab utama reaksi merugikan akibat obat (adverse drug interaction), yang terjadi ketika suatu obat memengaruhi farmakokinetik atau farmakodinamik obat lain sehingga mengubah efeknya. Kombinasi Angiotensin Receptor Blocker (ARB) dengan Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID) berpotensi memengaruhi keberhasilan terapi hipertensi. Penelitian ini bertujuan mengetahui angka kejadian, mekanisme, tingkat keparahan, serta hubungan efektivitas terhadap interaksi obat ARB–NSAID di Rumah Sakit X Banjarbaru. Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis Januari–Desember 2024 pada 60 pasien rawat inap, terdiri atas 30 pasien yang menerima terapi ARB dan 30 pasien yang menerima kombinasi ARB–NSAID. Data yang dianalisis meliputi tekanan darah pasien hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi obat pada pasien yang menerima kombinasi ARB–NSAID. Seluruh interaksi termasuk mekanisme farmakodinamik dengan tingkat keparahan moderate (100%). Hasil uji Chi-square menunjukkan hubungan yang signifikan antara interaksi obat ARB–NSAID dan efektivitas terapi antihipertensi (p = 0,001; p < 0,05). Disimpulkan bahwa kombinasi ARB–NSAID berpotensi menurunkan efektivitas terapi antihipertensi sehingga penggunaannya memerlukan pemantauan klinis.