cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 450 Documents
Asesmen Kesiapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Dapur Makan Bergizi Gratis Tahap Pra-Operasional Nurul 'Afifah Hijami; Muhammad Fikri Hijami
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1319

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memerlukan fasilitas pengolahan makanan yang tidak hanya mampu menjamin keamanan pangan, tetapi juga mendukung penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Kesiapan K3 pada tahap pra-operasional penting untuk mengidentifikasi potensi risiko dan memastikan tersedianya sarana pendukung sebelum kegiatan produksi makanan dimulai. Penelitian ini bertujuan menggambarkan kesiapan K3 pada dapur MBG tahap pra-operasional. Penelitian menggunakan desain deskriptif observasional yang dilakukan pada satu dapur MBG sebelum operasional. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan instrumen asesmen yang meliputi penilaian kelayakan K3, gap analysis terhadap komponen K3, dan asesmen kesiapan manajemen K3. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk skor, persentase, tabel, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh komponen yang dinilai pada aspek fisik, mekanik dan peralatan, kimia, biologi, ergonomi, kebakaran dan kedaruratan, serta manajemen K3 telah tersedia pada tahap pra-operasional. Hasil gap analysis menunjukkan bahwa komponen struktur dan tata letak, fasilitas sanitasi, serta keselamatan kerja telah tersedia sesuai kriteria penilaian. Selain itu, komponen kebijakan, standar operasional prosedur, pelatihan, alat pelindung diri, dan safety climate juga telah dipersiapkan. Dapat disimpulkan bahwa komponen dasar K3 telah tersedia pada dapur MBG tahap pra-operasional. Evaluasi lanjutan diperlukan setelah dapur beroperasi untuk menilai implementasi K3 dan efektivitas pengendalian risiko kerja.
Hubungan Karakteristik Demografi Dengan Pengetahuan Masyarakat Tentang Regulasi Antrean Dan Kontrol JKN Berbasis Aplikasi Digital Eny Eny; Gregorius Raditya Indra Prihandana; Daviena Daviena
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1339

Abstract

Pendahuluan: BPJS telah mengembangkan sistem pelayanan terkait sistem  regulasi antrean dan kontrol pasien melalui digitalisasi via aplikasi Mobile JKN .Efektivitas  regulasi bergantung pada tingkat literasi kesehatan digital masyarakat yang dipengaruhi oleh kesenjangan demografi. Tujuan: untuk menganalisis hubungan karakteristik demografi (usia dan tingkat pendidikan) dengan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai regulasi antrean dan kontrol JKN berbasis digital. Metode: Penelitian kuantitatif deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 52 responden, menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah divalidasi. Analisis menggunakan uji Chi-Square  melalui Jamovi. Hasil: analisis univariat menunjukkan mayoritas responden pada usia 17–25 tahun (48,1%), berpendidikan SMA/SMK/MA (67,3%), dan berpengetahuan kategori Cukup (51,9%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik usia dengan tingkat pengetahuan regulasi JKN digital (p-value = 0,038 < 0,05). Sebaliknya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terakhir dengan tingkat pengetahuan JKN digital (p-value = 0,801 > 0,05). Kesimpulan: Karakteristik usia menjadi penyebab utama yang memengaruhi pemahaman masyarakat terhadap regulasi JKN digital, sementara tingkat pendidikan tidak menjadi jaminan literasi fungsional sistem kesehatan. Unit Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan faskes primer perlu mengoptimalkan edukasi terstruktur berbasis kelompok usia untuk meminimalkan hambatan administratif pasien di era digital.
Analisis Spasial Distribusi Apotek dalam Pemerataan Pelayanan Kefarmasian di Kawasan Perkotaan Wisdayanti; Riskasiswanti Riskasiswanti; Muhammad Iqbal Padli
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1364

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kefarmasian berperan penting dalam menjamin akses masyarakat terhadap obat dan layanan farmasi. Namun, distribusi apotek di kawasan perkotaan masih belum merata sehingga memengaruhi akses pelayanan kefarmasian. Tujuan: Kajian ini bertujuan menganalisis distribusi spasial apotek terhadap pemerataan pelayanan kefarmasian di kawasan perkotaan. Metode: Studi literatur dilakukan dengan menelaah penelitian terkait distribusi apotek, akses pelayanan kefarmasian, kepadatan penduduk, dan pemanfaatan Geographic Information System (GIS) dalam analisis spasial. Hasil: kajian menunjukkan bahwa distribusi apotek cenderung terpusat di wilayah urban padat penduduk, pusat aktivitas ekonomi, dan area yang dekat dengan fasilitas kesehatan. Sementara itu, wilayah pinggiran kota masih memiliki akses pelayanan kefarmasian yang terbatas akibat jumlah apotek yang lebih sedikit, jarak tempuh yang jauh, serta keterbatasan transportasi. Analisis spasial berbasis GIS dinilai efektif dalam mengidentifikasi pola persebaran apotek, tingkat aksesibilitas masyarakat, serta wilayah yang mengalami kesenjangan pelayanan. Simpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa tata ruang kota, kepadatan penduduk, dan akses transportasi memiliki pengaruh terhadap pemerataan pelayanan kefarmasian, sehingga diperlukan kajian literatur mengenai Analisis Spasial Distribusi Apotek terhadap Pemerataan Pelayanan Kefarmasian di Kawasan Perkotaan untuk memperoleh gambaran mengenai pola distribusi apotek, tingkat aksesibilitas pelayanan kefarmasian, dan faktor-faktor yang memengaruhi pemerataan pelayanan di berbagai wilayah perkotaan.
Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Aktivitas Fisik Pada Mahasiswa Keperawatan Di Universitas Sari Mulia Kristina Dwi Silva; Rifa’atul Mahmudah; Rian Tasalim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1372

Abstract

Latar Belakang: Mahasiswa keperawatan rentan mengalami stres akibat tuntutan akademik, praktikum, dan praktik klinik. Aktivitas fisik diketahui dapat membantu menjaga kesehatan mental dan menurunkan stres. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan aktivitas fisik pada mahasiswa Program Studi Sarjana Keperawatan Universitas Sari Mulia. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 168 mahasiswa yang dipilih menggunakan proportional random sampling. Tingkat stres diukur menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) dan aktivitas fisik menggunakan International Physical Activity Questionnaire-Short Form (IPAQ-SF). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil: Mayoritas responden mengalami stres sedang (60,7%), diikuti stres tinggi (30,4%) dan stres rendah (8,9%). Sebagian besar responden memiliki aktivitas fisik tinggi (88,1%), sedangkan 11,9% memiliki aktivitas fisik sedang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p=0,043 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dan aktivitas fisik. Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan aktivitas fisik pada mahasiswa keperawatan Universitas Sari Mulia. Pengelolaan stres dan peningkatan aktivitas fisik perlu ditingkatkan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental mahasiswa.
Faktor Risiko Stunting Pada Balita Di Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu Yetti Purnama; Rina Delfina; Rostika Flora; Linda Yulyani
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1388

Abstract

Latar Belakang: Kabupaten Seluma merupakan salah satu wilayah lokus percepatan penurunan stunting dengan prevalensi stunting sebesar 24,7%. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko stunting pada anak balita. Metode: Desain penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan cross-sectional. Terdapat 106 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi dalam penelitian ini. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner, data sekunder dari buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Puskesmas, dan Posyandu, serta pemeriksaan kadar hemoglobin. Data dianalisis menggunakan uji chi-square untuk variabel dengan data nominal, dan uji Kendalls-Tau untuk data ordinal. Kemudian, uji multivariat dilakukan dengan uji regresi logistik. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 106 responden penelitian, terdapat 58,5% kasus stunting. Ada beberapa faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting dalam penelitian ini, yaitu status gizi ibu saat hamil (0,000), riwayat anemia saat hamil (0,000), dan Hb ibu saat menyusui (0,000). Faktor risiko yang paling berpengaruh dalam penelitian ini adalah status gizi ibu saat hamil yang memiliki pengaruh terbesar dengan nilai Exp. B = 11,937. Kesimpulan: Dari hasil penelitian ini, diketahui bahwa faktor yang mempengaruhi kejadian stunting pada balita adalah status gizi ibu saat hamil, riwayat anemia saat hamil, dan Hb ibu saat menyusui.
Identifikasi Risiko Ergonomi Dan Program Kesehatan Pada Pekerja Pt X Industri Farmasi Hazrelia Anindya Hasibuan; Shafa Mutamayyizah; Anjani Keyla Mahari; Nico Linggi Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1414

Abstract

Pekerja industri farmasi berisiko mengalami Work-related Musculoskeletal Disorders (WMSDs) akibat postur kerja tidak ergonomis yang berlangsung dalam jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko ergonomi postur kerja pada lima posisi jabatan di PT X Industri Farmasi menggunakan instrumen GOTRAK (SNI 9011:2021) dan menyusun program kesehatan kerja berbasis hasil tersebut. Metode yang digunakan adalah observasi ergonomi deskriptif kuantitatif dengan pengukuran langsung di tempat kerja, penilaian risiko melalui matriks 5×5, dan penyusunan strategi pengendalian berbasis hierarki K3 sesuai PP No. 28 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh posisi jabatan memperoleh skor GOTRAK dalam kategori "Perlu Pengamatan" (skor 5–6), kecuali posisi Scientist yang mencapai skor 7 (kategori "Berbahaya") dengan risiko awal sangat tinggi (RR = 16). Posisi Operator Cetak Tablet, Operator Coating, dan Packer memiliki risiko awal tinggi (RR = 12), sementara Operator Cleaning berada pada risiko sedang (RR = 6). Bahaya ergonomi utama mencakup postur leher menunduk >20°, lengan tidak tertopang, pergelangan tangan menekuk, serta duduk dan berdiri dalam durasi lama. Program kesehatan kerja yang disusun mencakup upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan paliatif sesuai Pasal 233 PP 28/2024. Simpulan penelitian ini menegaskan urgensi intervensi ergonomi terpadu dan terstruktur di lingkungan industri farmasi sebagai upaya pengendalian WMSDs secara komprehensif.
Analisis Risiko Kesehatan Terkait Keberadaan Tikus di Pasar Tradisional X di Kabupaten Batubara Zalfa Syahirah; Meutia Nanda; Fazra Syahlin; Monnavia Rorisa; Fiha Fauzia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1421

Abstract

Pasar tradisional merupakan lingkungan dengan risiko tinggi penularan penyakit zoonosis, salah satunya leptospirosis yang ditularkan melalui urin tikus. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko kesehatan terkait keberadaan vektor tikus di Pasar Tradisional X Kabupaten Batu Bara. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif cross-sectional terhadap 30 kios/los yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi menggunakan lembar checklist berdasarkan Permenkes RI Nomor 17 Tahun 2020 tentang Pasar Sehat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 16 kios (53,3%) memenuhi syarat sanitasi dan 14 kios (46,7%) tidak memenuhi syarat. Komponen pencahayaan, suhu, dan kelembaban memiliki capaian tertinggi (90,0%), sedangkan fasilitas toilet dan air bersih memiliki capaian terendah (56,7%). Tanda keberadaan tikus lebih banyak ditemukan pada kios dengan kondisi sanitasi yang tidak memenuhi syarat, terutama pada kios ikan dan ayam. Faktor yang berperan terhadap keberadaan tikus meliputi pengelolaan sampah yang kurang baik, drainase yang tidak memadai, sisa pangan terbuka, dan celah pada bangunan kios. Disimpulkan bahwa kondisi sanitasi lingkungan yang kurang baik merupakan indikator risiko utama terhadap keberadaan vektor tikus sehingga diperlukan perbaikan sanitasi dan pengendalian vektor secara berkelanjutan.
Hubungan Hygiene Sanitasi Kantin Dengan Keamanan Jajanan Siswa Di MTSS Al-Washliyah Medan Krio Meutia Nanda; Fazra Ulya Syahlin; Fiha Fauzia; Monnavia Rorisa; Zalfa Syahirah Gultom
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1422

Abstract

Keamanan jajanan sekolah merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan siswa karena makanan yang tidak aman berisiko menyebabkan penyakit bawaan pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan sanitasi kantin dengan keamanan jajanan siswa di MTsS Al-Washliyah Medan Krio. Penelitian menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel berjumlah 35 siswa kelas IX-6 yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner keamanan jajanan dan lembar observasi sanitasi kantin, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 24 siswa (68,6%) mengonsumsi jajanan kategori aman dan 11 siswa (31,4%) mengonsumsi jajanan kategori tidak aman. Hasil observasi menunjukkan Kantin 1 tidak memenuhi syarat sanitasi (44,4%), sedangkan Kantin 2 memenuhi syarat sanitasi (72,2%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara sanitasi kantin dan keamanan jajanan siswa dengan nilai Pearson Chi-Square sebesar 16,086 dan p-value <0,001. Disimpulkan bahwa sanitasi kantin berhubungan dengan keamanan jajanan siswa. Oleh karena itu, diperlukan pengawasan sanitasi kantin serta edukasi keamanan pangan bagi pengelola kantin dan siswa untuk mengurangi terjadinya kontaminasi pada bahan pangan.
Optimalisasi Pencegahan Hipertensi Melalui Penerapan Gaya Hidup Sehat Pada Masyarakat Way Lima Pesawaran Muhammad Farhan Al Farisi; Kharisma Kharisma; Eko Wardoyo; Sulistia Nur
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1428

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Penerapan gaya hidup sehat menjadi salah satu upaya preventif yang efektif dalam mengendalikan faktor risiko hipertensi. Tujuan: Menganalisis hubungan penerapan gaya hidup sehat dengan perilaku pencegahan hipertensi pada masyarakat di Kecamatan Way Lima Kabupaten Pesawaran. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain analitik menggunakan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Kota Dalam Kecamatan Way Lima pada bulan Oktober 2025. Populasi penelitian berjumlah 80 penderita hipertensi dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner pola hidup sehat dan perilaku pencegahan hipertensi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α=0,05. Hasil: Responden yang menerapkan gaya hidup sehat dengan kategori baik menunjukkan kecenderungan memiliki perilaku pencegahan hipertensi yang lebih baik dibandingkan responden dengan gaya hidup kurang sehat. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara gaya hidup sehat dan perilaku pencegahan hipertensi (p<0,05). Kesimpulan: Penerapan gaya hidup sehat berperan penting dalam optimalisasi pencegahan hipertensi pada masyarakat. Upaya promotif dan preventif melalui edukasi kesehatan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung perubahan perilaku kesehatan masyarakat.
Hubungan Pola Pengawasan Orang Tua Dan Pemakaian Gadget Terhadap Perubahan Perilaku Remaja Di Lingkungan Keluarga Siti Nurrohmah; Hardin La Ramba; Shinta Prawitasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1436

Abstract

Remaja di era digital memiliki ketertarikan tinggi terhadap gadget yang berpotensi memengaruhi perilaku mereka, sementara pengawasan orang tua menjadi faktor penting dalam pengendalian perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengawasan orang tua dan pemakaian gadget terhadap perubahan perilaku remaja di lingkungan keluarga. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja di Desa Bojong Baru, dengan sampel 366 remaja yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan uji Spearman Rank dan regresi logistik multinomial. Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pengawasan orang tua dengan perubahan perilaku (r = 0,239; p = 0,000) dan antara pemakaian gadget dengan perubahan perilaku remaja (r = 0,431; p = 0,000). Namun, hasil analisis multivariat menunjukkan hanya pemakaian gadget yang berpengaruh signifikan terhadap perubahan perilaku remaja (p = 0,000), sedangkan pengawasan orang tua tidak signifikan (p = 0,103). Penelitian ini juga menemukan bahwa remaja dengan tingkat penggunaan gadget yang tinggi memiliki peluang 9 kali lebih besar untuk tetap menunjukkan perilaku normal. Kesimpulan pada penelitian ini bahwa intensitas pemakaian gadget lebih berpengaruh terhadap perubahan perilaku remaja dibandingkan pengawasan orang tua. Meskipun demikian, penggunaan gadget yang tinggi tidak selalu berdampak negatif, tergantung pada konteks dan pola penggunaannya.