cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 542 Documents
Efektivitas Edukasi Kesehatan Menggunakan Ular Tangga Dalam Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Anak Usia Sekolah Dasar Di Desa Lalembo Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara Tahun 2025 La Ode Ahmad Saktiansyah; Jumakil Jumakil; La Ode Liaumin Azim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1141

Abstract

Diare merupkan salah satu penyakit yang paling sering menyerang anak-anak di seluruh dunia. Diare adalah kehilangan cairan dan elektrolit secara buang air besar dengan bentuk tinja yang encer atau cair lebih dari 3 kali sehari dengan atau tanpa darah atau lendir.. Diare merupakan pembunuh utama anakanak, terhitung sekitar 8% dari semua kematian pada anak di bawah usia 5 tahun di seluruh dunia. Di desa Lalembo Kec. Sawa, Kabupaten Konawe Utara. Diare merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih sering ditemukan pada anak usia sekolah dan dapat dipengaruhi oleh perilaku hidup bersih dan sehat. Di Desa Lalembo Kecamatan Sawa Kabupaten Konawe Utara masih ditemukan kasus diare pada anak yang diduga berkaitan dengan perilaku kebersihan diri dan lingkungan yang belum optimal. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pre-test dan post-test yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan menggunakan media permainan ular tangga terhadap peningkatan pengetahuan PHBS pada anak usia sekolah dasar. Penelitian dilaksanakan pada tahun 2025 dengan jumlah responden sebanyak 16 anak sekolah dasar, yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah diberikan edukasi kesehatan menggunakan media permainan ular tangga, sehingga media ini efektif digunakan sebagai sarana promosi kesehatan pada anak usia sekolah dasar
Potensi Antikanker Teripang: Tinjauan Sistematis Senyawa Bioaktif dan Mekanisme Molekuler Hisyam Abdu Rasyad; Hesti Riasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1228

Abstract

Kanker merupakan salah satu penyebab kematian utama di dunia, dan keterbatasan terapi konvensional mendorong pencarian agen antikanker baru dari sumber alam laut. Teripang (Holothuroidea) telah lama dikenal kaya akan senyawa bioaktif dengan potensi antikanker yang menjanjikan. Tinjauan sistematis ini bertujuan mengidentifikasi spesies teripang dengan aktivitas antikanker terkuat, mengkarakterisasi senyawa bioaktif yang berperan, serta mengelaborasi mekanisme molekuler yang mendasarinya. Penelusuran literatur dilakukan pada tiga basis data (ScienceDirect, PubMed, dan SINTA) untuk publikasi periode 2016–2025 menggunakan kerangka PICOC, dengan 15 studi memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa triterpen glikosida (misalnya holothurin) dan peptida bioaktif, terutama dari Holothuria scabra, Stichopus hermanni, dan Holothuria atra, memberikan efek sitotoksik poten terhadap berbagai jenis kanker, terutama kanker payudara, kolon, dan ovarium. Mekanisme utama meliputi induksi apoptosis, penghentian siklus sel, penghambatan metastasis melalui downregulasi MMP-9 dan HER2, anti-angiogenesis, dan imunomodulasi. Bukti in vivo berupa penurunan volume tumor memperkuat temuan ini, menjadikan teripang sebagai sumber potensial untuk pengembangan agen antikanker multitarget. Namun, sebagian besar bukti masih bersifat praklinis sehingga diperlukan penelitian lanjutan terkait optimasi struktur senyawa, ketersediaan bahan baku berkelanjutan, serta studi farmakokinetik dan toksikologi untuk mendukung translasi klinis.
Hubungan Motivasi Perawat Dengan Kepatuhan Dalam Penerapan Sop Pasien Resiko Jatuh Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit X Iwanda Saputra; Dewi Kusumaningsih; M. Arifki Zainaro; M. Ricko Gunawan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1314

Abstract

Latar Belakang: Kejadian pasien jatuh merupakan salah satu indikator keselamatan pasien di rumah sakit yang masih sering terjadi dan dapat menimbulkan dampak serius. Kepatuhan perawat dalam menerapkan SOP pencegahan risiko jatuh menjadi faktor penting, yang salah satunya dipengaruhi oleh motivasi perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh di ruang rawat inap Rumah Sakit X Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain survei analitik dan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 92 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner motivasi dan lembar observasi kepatuhan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar perawat memiliki motivasi sedang/rendah 48 responden (52,2%) dan tingkat kepatuhan tidak patuh 47 responden (51,1%). Hasil uji statistik diperoleh nilai p-value = 0,001 (<0,05) yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara motivasi perawat dengan kepatuhan dalam penerapan SOP pasien risiko jatuh, di mana semakin tinggi motivasi perawat maka semakin tinggi tingkat kepatuhan.
Pengaruh Terapi Afirmasi Positif Pada Remaja Dengan Harga Diri Rendah Di SMPN 26 Bandar Lampung Tahun 2025 Fenita Loveani; Eka Trismiyana; Triyoso
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1324

Abstract

Pendahuluan: Harga diri rendah (self-esteem) merupakan salah satu masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja dan dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan diri, terganggunya hubungan sosial, prestasi akademik, serta kesehatan mental. Di Provinsi Lampung, penelitian menunjukkan bahwa 78,2% remaja memiliki harga diri rendah. Hasil pra-survei di SMP Negeri 26 Bandar Lampung juga menunjukkan bahwa 46,1% siswa mengalami harga diri rendah. Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena dapat menghambat perkembangan psikologis remaja. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk meningkatkan harga diri remaja adalah terapi afirmasi positif, yaitu pemberian kalimat-kalimat positif secara berulang untuk membangun keyakinan dan penilaian positif terhadap diri sendiri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi afirmasi positif terhadap peningkatan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah di SMP Negeri 26 Bandar Lampung Tahun 2025. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental melalui pendekatan one-group pretest-posttest. Populasi penelitian berjumlah 253 siswa, dengan sampel sebanyak 20 siswa kelas VIII yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran tingkat harga diri dilakukan sebelum dan sesudah pemberian terapi afirmasi positif, kemudian dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14 tahun sebanyak 12 responden (60%) dan berjenis kelamin laki-laki sebanyak 12 responden (60%). Rata-rata skor harga diri sebelum diberikan terapi afirmasi positif sebesar 18,82 dan meningkat menjadi 23,00 setelah intervensi. Hasil uji Wilcoxon Signed Rank Test menunjukkan nilai p-value sebesar 0,003 (p<0,05), yang berarti terdapat peningkatan harga diri yang signifikan setelah pemberian terapi afirmasi positif. Kesimpulan : Terapi afirmasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan harga diri pada remaja dengan harga diri rendah di SMP Negeri 26 Bandar Lampung. Terapi ini dapat dijadikan sebagai salah satu intervensi dalam program bimbingan konseling maupun promosi kesehatan jiwa di sekolah guna membantu meningkatkan harga diri dan kesehatan mental remaja.
Persepsi Siswa Terhadap Pertolongan Pertama Sinkop Pada Siswa Kelas Viii Di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Bojonggede Erlita Dianty; Hardin La Ramba; Shinta Prawitasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1337

Abstract

Sinkop merupakan kehilangan kesadaran sementara akibat berkurangnya aliran darah ke otak yang sering terjadi pada usia sekolah. Kurangnya pengetahuan dan pengalaman siswa dapat memengaruhi tindakan pertolongan pertama yang diberikan saat kejadian sinkop di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi siswa terhadap pertolongan pertama pada kejadian sinkop di SMPN 1 Bojonggede. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Partisipan berjumlah 20 siswa kelas VIII SMPN 1 Bojonggede yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam menggunakan pedoman wawancara semi terstruktur dan dianalisis menggunakan metode analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu pengetahuan siswa mengenai sinkop, pengetahuan tindakan pertolongan pertama, pengalaman siswa terhadap pertolongan pertama sinkop, sikap dan respons siswa saat melihat korban sinkop, serta keyakinan untuk menolong. Sebagian besar siswa memahami sinkop sebagai kondisi kehilangan kesadaran akibat kelelahan, kurang makan, kurang istirahat, dan paparan panas. Siswa juga mengetahui tindakan dasar pertolongan pertama seperti membaringkan korban, meninggikan kaki, melonggarkan pakaian, serta memanggil bantuan. Namun, sebagian siswa masih merasa ragu untuk memberikan pertolongan karena takut melakukan kesalahan. Dapat disimpulkan bahwa persepsi siswa terhadap pertolongan pertama sinkop tergolong cukup baik, namun masih diperlukan edukasi dan pelatihan yang terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri siswa dalam memberikan pertolongan pertama.
Gambaran Posttraumatic Growth (PTG) Pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Negeri Gorontalo Siti Hajar Salawali; Nanang Roswita; Anisa Zubaedi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1384

Abstract

Pendahuluan: Mahasiswa kesehatan berisiko mengalami berbagai peristiwa traumatis yang dapat memengaruhi kesehatan mental. Namun, tidak semua individu mengalami dampak negatif karena sebagian dapat mengalami Posttraumatic Growth (PTG), yaitu perubahan psikologis positif setelah menghadapi trauma. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran Posttraumatic Growth pada mahasiswa kesehatan Universitas Negeri Gorontalo. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 307 mahasiswa dari Program Studi Kedokteran, Keperawatan, Farmasi, dan Kesehatan Masyarakat yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner karakteristik responden, paparan kejadian traumatis, dan Posttraumatic Growth Inventory (PTGI). Analisis data dilakukan secara univariat dengan penyajian distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Mayoritas responden berusia 18–21 tahun (96,7%) dan berjenis kelamin perempuan (85,0%). Jenis trauma yang paling banyak dialami adalah kehilangan orang yang dicintai (31,7%). Sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat PTG rendah (52,8%), sedangkan 47,2% berada pada kategori tinggi. Domain PTG dengan proporsi kategori tinggi terbesar adalah Relating to Others (47,6%). Simpulan: Mahasiswa kesehatan Universitas Negeri Gorontalo menunjukkan kecenderungan PTG yang masih rendah, meskipun sebagian telah mengalami pertumbuhan psikologis positif setelah peristiwa traumatis.
Pengaruh Survival Clues Game Terhadap Pengetahuan Mitigasi Angin Puting Beliung Pada Remaja Pondok Pesantren Erlistya Bunga Nur Tantri; Isni Lailatul Maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1387

Abstract

Pendahuluan: Angin puting beliung merupakan bencana hidromeorologi yang sering terjadi di Indonesia dan dapat menyebabkan kerugian fisik,sosial,serta psikologis.Rendahnya pengetahuan remaja mengenai mitigasi bencana berpotensi meningkatkan risiko kepanikan dan tindakan yang tidak tepat saat bencana terjadi. Menganalisis pengaruh edukasi Survival Clues Game terhadap pengetahuan remaja tentang mitigasi bencana angin puting beliung di Pondok Pesantren Wali Songo Lamongan. Metode: penelitian ini menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pendekatan desain pretest-posttest control group.Sampel penelitian adalah 60 remaja yang terdiri atas 30 remaja kelompok intervensi dan 30 remaja kelompok kontrol dengan menggunakan total sampling. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner yang meliputi tujuh indikator,yaitu pengertian mitigasi bencana,pengertian angin puting beliung,tanda angin puting beliung,penyebab angin puting beliung,mitigasi sebelum bencana,mitigasi saat bencana, dan mitigasi setelah bencana.Data dianalisis menggunakan paired sampel t-test dan independent sample t-test. Hasil: Rata-rata skor pengetahuan kelompok intervensi meningkat dari 69,33 menjadi 91,33 setelah pemberian edukasi survival clues game dengan p-value (p<0,000),sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna. Diskusi: Survival clues game efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai mitigasi bencana angin puting beliung dan bisa menjadi media edukasi kebencanaan berbasis permainan digital di lingkungan pendidikan kebencanaan
Hubungan Kebisingan Kamar Mesin dengan Stres Kerja Teknisi: Dasar Penyusunan Program Kesehatan Kerja PT X Nur Alfaiz; Gabriel Yesa Agustin Napitupulu; Nico Linggi Pongmasangka
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1391

Abstract

Kamar mesin kapal kargo merupakan lingkungan kerja dengan risiko paparan kebisingan tinggi yang berpotensi menimbulkan stres kerja pada teknisi. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan paparan kebisingan di kamar mesin kapal kargo PT X dengan indikator stres kerja teknisi serta menyusun program kesehatan kerja berbasis HIRADC. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan lima informan yang dipilih secara purposive, meliputi Chief Engineer, teknisi kamar mesin, dan petugas QSHE (Quality, Safety, Health, and Environment). Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi pada tahun 2026 serta telaah pengukuran kebisingan sekunder tahun 2020 yang diposisikan sebagai baseline teknis historis, bukan estimasi pajanan personal terkini. Hasil pengukuran historis menunjukkan seluruh titik yang diukur di area kamar mesin melampaui NAB 85 dBA, dengan nilai tertinggi 100,5 dBA. Analisis HIRADC mengidentifikasi dua proses kerja berkategori Extreme Risk dan dua proses berkategori High Risk. Triangulasi data mengindikasikan keterkaitan kontekstual antara kebisingan dan keluhan kelelahan, gangguan tidur, tinnitus, gangguan komunikasi, serta potensi penurunan konsentrasi; namun kesenjangan waktu data dan ketiadaan dosimetri personal terkini membatasi penarikan kesimpulan kausal. Berdasarkan temuan tersebut, disusun Hearing Conservation Program dan Program Medical Surveillance yang terintegrasi dalam lima pilar upaya kesehatan kerja sesuai PP No. 28 Tahun 2024 guna mendukung penurunan risiko secara berkelanjutan.
Pengaruh Edukasi VIDSION (Video and Simulation) Terhadap Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Dalam Penanganan Tersedak Balita Nabella Ayu Dwi Jayanti; Isni Lailatul Maghfiroh; Aprelia Afidatul Hanafi
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1394

Abstract

Pendahuluan: Tersedak merupakan kondisi kegawatdaruratan pada balita yang dapat menyebabkan kematian apabila tidak ditangani secara cepat dan tepat. Rendahnya pengetahuan dan keterampilan ibu dalam memberikan pertolongan pertama memerlukan edukasi yang efektif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi VIDSION (Video and Simulation) terhadap pengetahuan dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 51 ibu yang memiliki balita di Desa Jubel Kidul, Kecamatan Sugio, Kabupaten Lamongan, dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi keterampilan. Data dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil: Edukasi VIDSION meningkatkan rerata pengetahuan ibu dari 61,96 menjadi 87,25 dan keterampilan dari 11,3 menjadi 84,6. Hasil uji paired t-test menunjukkan perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada pengetahuan dan keterampilan (p-value = 0,000; p<0,05). Simpulan : Edukasi VIDSION efektif meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu dalam penanganan tersedak pada balita melalui kombinasi media video dan simulasi yang memberikan pemahaman visual serta pengalaman praktik secara langsung.
Tingkat Pengetahuan Penggunaan Antibiotik Pada Siswa SMA Negeri 4 Palangka Raya Ahmad Irawan; Ferayani; Defilia Anogra Riani; Shavira Alpasa Hakim
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1401

Abstract

Pendahuluan: Antibiotik berperan penting dalam pengobatan infeksi bakteri. Penggunaan  yang tidak tepat dapat meningkatkan risiko resistensi. Pengetahuan siswa mengenai penggunaan antibiotik penting untuk mencegah penggunaan obat yang tidak rasional. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat pengetahuan penggunaan antibiotik pada siswa SMA Negeri 4 Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan rancangan cross-sectional. Populasi pada penelitian adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Palangka Raya, dengan jumlah sampel sebanyak 109 siswa Pengumpulan data menggunakan kuesioner tertutup yang terdiri atas 10 pertanyaan mengenai indikasi, dosis, resistensi, efek samping, penyimpanan, dan cara penggunaan antibiotik. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase menggunakan Microsoft Excel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa tentang penggunaan antibiotik berada pada kategori cukup sebanyak 50 siswa (45,87%), rendah sebanyak 41 siswa (37,61%), dan tinggi sebanyak 19 siswa (16,51%). Simpulan: Pengetahuan siswa mengenai penggunaan antibiotik masih bervariasi dan sebagian besar berada pada kategori cukup. Edukasi kesehatan berkelanjutan di sekolah perlu ditingkatkan untuk mendukung penggunaan antibiotik yang tepat.