cover
Contact Name
Nurul Hidayah
Contact Email
hiragi2016@gmail.com
Phone
+6282350203789
Journal Mail Official
hrji@wpcpublisher.com
Editorial Address
Jl. Kelapa Gading, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Indonesia
Location
Kota banjarbaru,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Health Research Journal of Indonesia
ISSN : -     EISSN : 29647592     DOI : -
Core Subject : Health,
Health Research Journal of Indonesia (HRJI) merupakan media publikasi penelitian orisinil dan review article di bidang Kesehatan meliputi Kesehatan Masyarakat, Farmasi, Keperawatan, Kebidanan, dan bidang Kesehatan lainnya yang berfokus pada topik promosi kesehatan, manajemen kesehatan, pelayanan kesehatan komunitas, kesehatan reproduksi, ibu dan anak, kesehatan lingkungan, serta farmasi komunitas.
Articles 450 Documents
Meta-Analisis: Hubungan Kepuasan Kerja, Dukungan Supervisi, Lingkungan Kerja dengan Turnover Intention Pada Tenaga Kesehatan Dinta Lestari; Endang Nifatna Sari; Irpan Irpan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1558

Abstract

Turnover intention pada tenaga kesehatan merupakan permasalahan yang dapat mempengaruhi keberlangsungan organisasi serta mutu pelayanan kesehatan. Kepuasan kerja, dukungan supervisi, dan lingkungan kerja merupakan faktor organisasi yang diduga berhubungan dengan turnover intention. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan ketiga faktor tersebut dengan turnover intention pada tenaga kesehatan melalui systematic review dan meta-analisis. Penelitian dilaksanakan berdasarkan pedoman PRISMA melalui penelusuran literatur pada basis data PubMed, ScienceDirect, Google Scholar, dan ProQuest. Sebanyak 15 studi cross-sectional yang diterbitkan pada periode 2014–2025 memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan Review Manager (RevMan) versi 5.4. Hasil meta-analisis terhadap 15 studi yang melibatkan 10.340 tenaga kesehatan menunjukkan bahwa ketidakpuasan kerja berhubungan dengan peningkatan turnover intention (aOR = 2,79; 95% CI = 1,74–4,49; p < 0,0001). Kurangnya dukungan supervisi juga berhubungan dengan peningkatan turnover intention (aOR = 1,71; 95% CI = 1,34–2,18; p < 0,0001), demikian pula ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja (aOR = 1,74; 95% CI = 1,36–2,22; p < 0,0001). Dengan demikian, ketidakpuasan kerja, kurangnya dukungan supervisi, dan ketidakpuasan terhadap lingkungan kerja merupakan faktor yang berhubungan secara signifikan dengan peningkatan turnover intention pada tenaga kesehatan.
Pengaruh Pemberian Media Edukasi Gizi terhadap Pengetahuan Isi Piringku dan Produktivitas Kerja pada Karyawan Sarah Nur Aqila; Ratih Kurniasari
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1575

Abstract

Produktivitas merupakan hubungan antara beberapa output yang dihasilkan dan berapa input yang dibutuhkan untuk memproduksi output tersebut. Faktor lain yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja adalah gizi. Gizi kerja adalah salah satu syarat untuk tercapainya derajat kesehatan yang optimal, khususnya bagi para pekerja. Gizi kerja diperlukan oleh pekerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dengan jenis pekerjaan. Asupan zat gizi yang baik dibutuhkan oleh seorang pekerja hendaknya menghasilkan produktivitas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruh media pada peningkatan pengetahuan isi piringku dan produktivitas kerja menggunakan bantuan media edukasi pada karyawan. Penelitian ini menggunakan quasi experimental design. Rancangan penelitian ini pretest-posttest design yang diaplikasikan dengan metode penelitian intervensi. Populasi pada penelitian ini adalah karyawan PT X di wilayah Cikarang Selatan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden. Uji statistik yang digunakan adalah Uji Wilcoxon dan Paired T Test menggunakan SPSS Versi 26. Hasil penelitian menunjukkan media booklet dan media inovatif (kalender) meningkatkan rata-rata skor pengetahuan dan produktivitas kerja, tetapi tidak signifikan secara statistik. Media video tidak meningkatkan pengetahuan isi piringku, namun meningkatkan produktivitas kerja secara signifikan (p=0,005). Disimpulkan bahwa media video lebih efektif dalam meningkatkan produktivitas kerja dibandingkan booklet dan kalender, sedangkan peningkatan pengetahuan isi piringku belum menunjukkan perbedaan yang bermakna.
Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kepatuhan Ibu dalam Pemberian Zink pada Balita Diare Diva Mayjesti Osborn Seubelan; Magdarita Riwu; Nurul Fatmawati Pua Upa; Audrey Gracelia Riwu
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1607

Abstract

Diare masih menjadi salah satu masalah kesehatan utama pada balita. Pemberian zink selama sepuluh hari direkomendasikan sebagai pengobatan diare, namun kepatuhan ibu dalam memberikan zink sesuai anjuran masih menjadi tantangan. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan ibu dalam pemberian zink pada balita yang mengalami diare di UPTD. Puskesmas Sikumana. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif observasional analitik dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 31 ibu balita diare dan dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square, Fisher’s Exact Test, dan Fisher-Freeman-Halton Exact Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18 responden (58,1%) tidak patuh, sedangkan 13 responden (41,9%) patuh dalam pemberian zink. Pengetahuan berhubungan secara signifikan dengan kepatuhan ibu (p=0,013). Sebaliknya, usia (p=0,875), tingkat pendidikan (p=0,271), jumlah anak (p=0,676), status pekerjaan (p=0,470), akses pelayanan kesehatan (p=0,275), status ekonomi (p=0,137), sikap (p=0,245), dukungan keluarga (p=1,000), dan dukungan tenaga kesehatan (p=0,493) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Sebagian besar ibu belum patuh terhadap anjuran pemberian zink, dan pengetahuan ibu merupakan faktor utama yang berhubungan dengan kepatuhan tersebut.
Hubungan Frekuensi Konsumsi Makanan Minuman Manis dengan Siklus Menstruasi Pada Siswi SMK Batik 2 Surakarta Anggi Eka Mulyandari; Siti Zulaekah; Farida Nur Isnaeni
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1610

Abstract

Latar Belakang: Menstruasi merupakan proses fisiologis yang dapat mengalami gangguan apabila siklusnya tidak teratur. Pola makan menjadi salah satu faktor yang memengaruhi siklus menstruasi. Konsumsi makanan dan minuman manis berlebihan dapat meningkatkan glukosa darah dan memicu resistensi insulin, yang berpotensi mengganggu keseimbangan hormon reproduksi melalui hipotalamus hipofisis ovarium, sehingga memengaruhi ovulasi dan menyebabkan ketidakteraturan siklus menstruasi. Tujuan: Mengetahui hubungan frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional. Populasi penelitian adalah remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta dan sampel berjumlah 74 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Frekuensi konsumsi makanan dan minuman manis dikumpulkan menggunakan kuesioner FFQ, sedangkan siklus menstruasi menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil: Sebagian besar responden memiliki siklus menstruasi teratur pada konsumsi makanan manis kategori jarang (87%) dan sering (89%), serta minuman manis kategori jarang (89%) dan sering (86%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara konsumsi makanan manis (p=1,000) dan minuman manis (p=0,732) dengan siklus menstruasi (p>0,05) Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan konsumsi makanan dan minuman manis dengan siklus menstruasi pada remaja putri di SMK Batik 2 Surakarta.
Identifikasi Bakteri Nosokomial Pada Tempat Tidur Pasien Ruang Perawatan Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda Reva Medyana; Tiara Dini Harlita; Nursalinda Kusumawati; I Gede Andika Sukarya
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1635

Abstract

Pendahuluan: Infeksi yang didapatkan saat pasien menerima perawatan di fasilitas medis dikenal sebagai infeksi nosokomial, atau infeksi terkait perawatan kesehatan (HAIs). Terutama di bangsal pediatrik tempat anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang belum matang berada, tempat tidur pasien dapat berfungsi sebagai reservoir bagi mikroorganisme yang menyebabkan infeksi. Tujuan: Mengidentifikasi bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial pada permukaan tempat tidur pasien di Ruang Perawatan Anak RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Metode: Penelitian observasional deskriptif menggunakan 40 sampel swab permukaan kasur yang diambil dengan teknik total sampling. Identifikasi bakteri dilakukan melalui kultur pada media Blood Agar dan MacConkey Agar, dilanjutkan pewarnaan Gram dan uji biokimia. Hasil: Seluruh sampel (100%) menunjukkan pertumbuhan pada Blood Agar, sedangkan (57,5%) tumbuh pada MacConkey Agar. Bakteri Gram negatif lebih dominan (57,5%) dibandingkan Gram positif (42,5%). Spesies yang ditemukan meliputi Pseudomonas sp. (30%), Staphylococcus aureus (22,5%), Klebsiella sp. (12,5%), Streptococcus sp. (10%), Bacillus sp. (10%), Acinetobacter sp. (7,5%), dan Citrobacter sp. (7,5%). Simpulan: Permukaan tempat tidur pasien di ruang perawatan anak terkontaminasi berbagai bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi nosokomial, dengan dominasi Pseudomonas sp.
Efektivitas Latihan Peregangan Terhadap Penurunan Nyeri Leher Ringan Dan Sedang Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi Daru Ikhwan Maulana; Patrick William Gading; Hasna Dewi; Lailan Lailan; Zilzikridini Wijayanti; Esa Indah Ayudia
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1637

Abstract

Latar Belakang: Nyeri leher merupakan keluhan muskuloskeletal yang sering dialami mahasiswa kedokteran akibat tingginya aktivitas akademik, penggunaan perangkat digital dalam waktu lama, serta postur tubuh yang kurang ergonomis. Latihan peregangan (stretching exercise) merupakan intervensi nonfarmakologis yang berpotensi mengurangi nyeri leher. Tujuan: Mengetahui efektivitas latihan peregangan terhadap penurunan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025. Metode: Penelitian quasi-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest design melibatkan 22 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Intervensi berupa tujuh jenis peregangan dilakukan tiga kali per minggu selama enam minggu. Analisis menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test (p<0,05). Hasil: Dari 22 responden, 13 (59,1%) perempuan dan 9 (40,9%) laki-laki. Rerata skor NRS menurun dari 3,00 ± 1,633 (median 2,50) menjadi 1,09 ± 1,109 (median 1,00) setelah intervensi, dengan perbedaan bermakna secara statistik (p<0,001). Kesimpulan: Latihan peregangan efektif menurunkan nyeri leher ringan dan sedang pada mahasiswa Kedokteran Universitas Jambi angkatan 2023–2025 serta berpotensi direkomendasikan sebagai intervensi nonfarmakologis yang aman, mudah, dan ekonomis. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan kelompok kontrol dan jumlah sampel yang lebih besar untuk memperkuat bukti efektivitasnya.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Menggunakan Video Animasi terhadap Peningkatan Pengetahuan Mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Peserta BPJS di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi Nur Shadrina Azizah; Armaidi Darmawan; Patrick William Gading; Erny Kusdiyah; Budi Justitia; Huntari Harahap
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1643

Abstract

Tingkat pemahaman masyarakat mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan faktor yang sangat penting dalam memastikan bahwa informasi dan regulasi kesehatan tersampaikan dengan baik serta dapat diimplementasikan secara tepat. Untuk mengoptimalkan penyampaian informasi tersebut, diperlukan metode edukasi kesehatan yang inovatif. Penyuluhan menggunakan media audiovisual, khususnya video animasi, diyakini menjadi solusi yang efektif dalam menyampaikan informasi JKN secara interaktif, menarik, dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penyuluhan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan mengenai JKN pada peserta BPJS di Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pra-eksperimental menggunakan pendekatan one-group pre-test post-test. Sampel penelitian terdiri atas 100 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data tingkat pengetahuan responden dikumpulkan menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank nonparametrik. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan yang nyata pada nilai rata-rata (mean) pengetahuan responden, dari 11,56 sebelum intervensi (pre-test) menjadi 14,68 setelah diberikan intervensi edukasi (post-test). Kategori umum tingkat pengetahuan peserta juga mengalami peningkatan yang signifikan setelah intervensi. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank, diperoleh nilai p < 0,001 (p < 0,05), yang menunjukkan penolakan terhadap hipotesis nol (H₀). Terdapat pengaruh yang sangat signifikan dari penyuluhan menggunakan media video animasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Media video animasi terbukti menjadi instrumen edukasi yang efektif untuk menyampaikan informasi regulasi JKN yang kompleks, sehingga sangat direkomendasikan untuk digunakan sebagai standar dalam sosialisasi kesehatan kepada masyarakat di masa mendatang.
Karateristik Pola Luka Korban KDRT Terhadap Perempuan Dewasa Berdasarkan Hasil Visum Et Repertum di RS Bhayangkara Jambi Tahun 2020-2024 Radhin Naufal; Erni Situmorang; Mirna Iskandar; Shalahudden Syah; Ahmad Syauqy; Huntari Harahap
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1645

Abstract

Pendahuluan: Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius dan berdampak luas, baik secara hukum maupun medis. Visum et Repertum berperan penting dalam menyediakan bukti medis yang objektif atas luka yang dialami korban. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik pola luka pada korban perempuan dewasa KDRT berdasarkan Visum et Repertum di RS Bhayangkara Jambi periode 2020–2024. Metode: Penelitian menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data rekam medis berupa Visum et Repertum. Sampel berjumlah 86 korban perempuan dewasa KDRT yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil: Mayoritas korban berada pada rentang usia 18–40 tahun, yaitu sebanyak 75 orang (87,2%). Berdasarkan jenis kekerasan, luka akibat trauma mekanik tumpul merupakan temuan terbanyak dengan 85 kasus (98,8%). Berdasarkan distribusi lokasi anatomis, ekstremitas atas merupakan regio yang paling sering mengalami luka, yaitu sebesar 37,3%. Simpulan: Sebagian besar korban perempuan dewasa KDRT termasuk kelompok usia 18–40 tahun dan dominan mengalami trauma tumpul, dengan lokasi luka terbanyak pada ekstremitas atas yang merupakan gambaran luka tangkis.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kejadian Anemia Pada Remaja Putri MTS Darussalam Lamongan Hariyani Hariyani; Dwi Evi Diyan Sari; Dian Mustofani; Rosa Juwita Hesturini; Desi Kusumawati; Henni Wati
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1647

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Pencegahan perlu dilakukan sejak dini karena anemia dapat memengaruhi prestasi belajar dan kesehatan remaja putri. Tingkat pengetahuan tentang anemia berperan dalam membentuk perilaku pencegahan yang dapat memengaruhi risiko terjadinya anemia. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kejadian anemia pada remaja putri di MTs Darussalam Kecamatan Turi Kabupaten Lamongan. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswi sebanyak 87 responden dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan dan pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat digital Easy Touch GCHb. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-square melalui SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada responden yang sudah mengalami menstruasi, sebanyak 24 responden (35,8%) mengalami anemia dan 43 responden (64,2%) tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang 20%, sedang 43%, dan baik 37% dengan p-value 0,003 (p<0,05). Pada responden yang belum mengalami menstruasi, sebanyak 30,0% mengalami anemia dan 70,0% tidak mengalami anemia. Tingkat pengetahuan responden yaitu kategori kurang 10%, sedang 65%, dan baik 25% dengan p-value 0,633 (p>0,05). Hasil tersebut menunjukkan terdapat hubungan signifikan pada responden yang sudah mengalami menstruasi, namun tidak pada responden yang belum mengalami menstruasi.
Model Edukasi Kritis Etnofarmasi dan Stunting Berbasis Budaya Dawan di SMP Kristen 3 Soe Barbara Azalya Sarifudin; Sonni Maurit Benu; Yohanes Karolus Tokan
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1745

Abstract

Stunting berakar dari masalah gizi remaja yang diperparah oleh kurangnya literasi dan mitos kesehatan. Penelitian kualitatif deskriptif ini mengeksplorasi implementasi edukasi kritis kesehatan reproduksi dan gizi berbasis budaya lokal Dawan di SMP Kristen 3 Soe dengan 26 siswi kelas IX sebagai informan. Pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya transformasi pemahaman kognitif yang mendalam, terutama dalam mengurai miskonsepsi mitos stunting dari 34,6% menjadi internalisasi 88,5%. Aspek sikap informan menunjukkan pergeseran positif berupa kebanggaan mengonsumsi pangan lokal hingga 100%, yang termanifestasi dalam konsistensi tindakan nyata menjaga kebersihan reproduksi, mengonsumsi sayur hijau kaya zat besi, dan kepatuhan minum tablet tambah darah. Simpulan penelitian ini membuktikan bahwa pendekatan edukasi berbasis ilmu farmasi dan kearifan lokal Dawan berhasil membangun kesadaran kritis serta perilaku preventif remaja putri sebagai strategi solutif memutus mata rantai stunting.