cover
Contact Name
Darah Ifalahma
Contact Email
darah_ifa@udb.ac.id
Phone
+6282223455008
Journal Mail Official
sikesnas@udb.ac.id
Editorial Address
JL. KH. SAMANHUDI NO. 93 SONDAKAN LAWEYAN SURAKARTA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional
ISSN : -     EISSN : 2964674X     DOI : https://doi.org/10.47701/sikenas.vi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional (SIKesNas) adalah prosiding ilmiah di Bidang Kesehatan yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa surakarta. Prosiding ini digunakan sebagai media bagi para akademisi dan peneliti untuk melakukan diseminasi hasil penelitian dan mempublikasikan karya ilmiahnya serta menjadi sumber referensi bagi pengembangan ilmu dan pengetahuan bidang kesehatan. Prosiding ini terbit satu kali dalam setahun, memuat artikel hasil penelitian, review article/ literature review, ataupun case report, yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya.
Articles 306 Documents
TINJAUAN STRES KERJA, MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT ISLAM YARSIS SURAKARTA TAHUN 2024 Cahyaningrum, Nopita; Saryadi, Saryadi; Tilottama, Zahra Zakya
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/df3raz74

Abstract

Pelayanan rekam medis yang efektif sangat dipengaruhi oleh kondisi kerja petugas, termasuk tingkat stres dan motivasi. Rumah Sakit Islam Yarsis Surakarta telah mengadopsi sistem rekam medis elektronik, namun masih menghadapi tantangan seperti keterbatasan ruang dan beban kerja tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran stres kerja, motivasi kerja, dan kinerja petugas rekam medis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan metode kuantitatif dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian adalah seluruh petugas rekam medis berjumlah 15 orang. Instrumen pengumpulan data berupa kuesioner, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan seluruh responden mengalami stres kerja tingkat sedang, motivasi kerja tinggi, dan kinerja tinggi. Meskipun berada dalam tekanan kerja sedang, mayoritas petugas mampu menunjukkan kinerja baik, yang ditunjang oleh motivasi kerja yang cukup tinggi. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa manajemen stres kerja dan penguatan motivasi merupakan langkah penting untuk mempertahankan serta meningkatkan kinerja petugas rekam medis di rumah sakit. Disarankan kepada manajemen agar melakukan evaluasi beban kerja dan menyediakan lingkungan kerja yang lebih mendukung.
PROSPEKTIF KOHORT SINGKAT STUDI PHAROS-HF TERHADAP INTERAKSI OBAT MAYOR PASIEN HEART FAILURE Apriliawan, Hidayah; Harsono, Samuel Budi; Biyansari, Falenissa Inca
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/nwba8448

Abstract

Heart Failure seringkali harus mengonsumsi banyak obat sekaligus. Kombinasi obat bisa menimbulkan efek interaksi hingga memperburuk kondisi pasien. Interaksi obat berisiko tinggi gagal jantung terjadi karena banyaknya regimen terapi. Penelitian bertujuan melihat demografi, tatalaksana mengikuti apakah ada dampak interaksi PK-PD resiko tinggi dengan outcome klinis dan kejadian readmisi pasca rawat inap 0-90 hari. Metode penelitian menggunakan analisis observasi kohort singkat dengan studi Pharos-HF. Pharos-HF adalah registri prospektif yang dirancang untuk mempelajari demografi, tatalaksana, dan luaran outcome klinis pasien gagal jantung RS Akademik kota Surakarta. Interaksi obat di identifikasi menggunakan database (Medscape, Drug.com, Lexidrug). Hasil populasi 89 pasien, masuk dalam kriteria inklusi interaksi 54 pasien. Interaksi obat Mayor dengan 2 outcome klinis (kreatinin, kalium) terhadap readmisi 30-60-90 hari mempunyai pengaruh yang signifikan P<0,05. Terjadinya Interaksi Obat PK-PD mayor dan outcome klinis (tekanan darah, ejeksi fraksi) terhadap kejadian readmisi 30-60-90 hari tidak memiliki pengaruh yang signifikan P>0,05 dengan nilai P lebih dari 0,05. Selain itu Interaksi farmakokinetika-farmakodinamika (PK-PD) obat mayor mempunyai peluang lebih besar terhadap kejadian Readmisi (Rehospitalisasi pada 0 – 90 hari pasca rawat inap) dengan nilai OR > 1 serta RR > 1.
FORMULASI DAN EVALUASI MUTU FISIK SABUN ANTIBAKTERI ECO ENZIM TERHADAP Staphylococcus aureus ATCC 25923 Cahyani, Natalia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/a5d4s438

Abstract

Eco enzim adalah cairan yang dihasilkan dari proses fermentasi sisa sayuran dan buah-buahan dengan subtract gula merah atau molase selama minimal tiga bulan, cairan eco enzim ini diduga memiliki sifat sebagai antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk memformulasi cairan eco enzim dalam sedian sabun mandi cair dan melihat stabilitas fisiknya, sabun mandi cair eco enzim dibuat menjadi empat formula yaitu F0 (mengandung eco enzim 0%), F1 (mengandung eco enzim 15%), F2 (mengandung eco enzim 10%), dan F3 (mengandung eco enzim 5 %). Uji stabilitas mutu fisik sabun mandi cair meliputi pemeriksaan organoleptis, homogenitas, pH, uji daya busa, uji viskositas, dan uji hedonik. Uji aktivitas antibakteri sabun Antiseptik eco enzim dengan metode disc diffusion terhadap bakteri Staphylococcus aureus ATCC 25923, hasil uji anti backteri F0,F+,F1, F2, F3, berturut- turut adalah 0,2mm ;6,5mm; 14,81mm ;16,90 mm; 20,65mm, dari ketiga formulasi sabun cair eco enzim memiliki sifat anti bakteri yang kuat. Hasil uji homogenitas menunjukkan bahwa semua formula yang dibuat homogen dan tidak memisah setelah enam minggu penyimpanan. Sabun mandi cair eco enzim stabil secara fisik selama penyimpanan enam minggu dan memenuhi syarat sediaan sabun antibakteri cair
HUBUNGAN KOMUNIKASI INTERNAL DENGAN EFEKTIVITAS KINERJA PETUGAS ADMINISTRASI RUMAH SAKIT Sari, Devi Pramita; Fanny, Nabilatul; Khasanah, Nur
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/n75arp64

Abstract

Komunikasi internal petugas administrasi rumah sakit merupakan kemampuan petugas administrasi rumah sakit dalam menjalin pertukaran informasi secara efektif di lingkungan kerja, terutama dalam menunjang operasional dan pengelolaan administrasi rumah sakit. Komunikasi internal yang baik diyakini mampu mempengaruhi efektivitas kinerja petugas administrasi rumah sakit. Berdasarkan survei pendahuluan, terdapat 2 petugas administrasi rumah sakit yang memiliki komunikasi internal baik dan efektivitas kinerja yang efektiv. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi internal dengan efektivitas kinerja petugas administrasi rumah sakit. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel diambil secara total sampling, yaitu seluruh petugas administrasi di Rumah Sakit Islam Tunas Harapan Salatiga yang berjumlah 7 responden. Pengumpulan data menggunakan instrumen kuesioner dan analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara komunikasi internal dan efektivitas kinerja petugas administrasi rumah sakit (p = 0,03 < 0,05), sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak. Dengan demikian, disimpulkan bahwa komunikasi internal berhubungan secara signifikan dengan efektivitas kinerja petugas administrasi rumah sakit. Saran dari penelitian ini adalah agar rumah sakit memperkuat komunikasi internal di antara petugas administrasi untuk mendukung efektivitas kinerja mereka.
STUDI LITERATUR:KONTRIBUSI REKAM MEDIS ELEKTRONIK DAN CLINICAL DECISION SUPPORT SYSTEM DALAM MENDUKUNG PENGAMBILAN KEPUTUSAN KLINIS Nurhayati, Nurhayati; Suryadi, Agung; Pasa, Ike Yunia; Purwanto, Muhammad Ardi
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2025: SIKesNas 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/4w91rx73

Abstract

Rekam Medis Elektronik (RME) merupakan komponen penting dalam sistem informasi rumah sakit yang mendukung pelayanan dan pengambilan keputusan klinis. Penelitian ini bertujuan mengkaji kontribusi RME dalam memperkuat keputusan klinis berbasis data melalui studi literatur tahun 2020–2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa RME meningkatkan efektivitas diagnosis dan terapi, mendukung sentralisasi data pasien, memperkuat kolaborasi antar tenaga medis, menurunkan risiko kesalahan, dan meningkatkan efisiensi layanan. Integrasi RME dengan Clinical Decision Support System (CDSS) mempercepat dan mempersonalisasi pengambilan keputusan melalui analisis data medis dan kecerdasan buatan. Namun, tantangan seperti kehilangan data, pencatatan tidak konsisten, ketidaksesuaian algoritma, serta isu etika dan privasi dapat menghambat efektivitas sistem. Oleh karena itu, peningkatan kualitas data melalui keterlibatan tenaga medis dan kolaborasi dengan pengembang sistem menjadi kunci keberhasilan. Simpulan kajian ini adalah RME dan CDSS meningkatkan pengambilan keputusan medis, namun efektivitasnya bergantung pada kualitas data dan kolaborasi antara tenaga medis dan pengembang sistem.
TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN SWAMEDIKASI JERAWAT PADA REMAJA DI RW 01 DESA CIMANGGU 01 KABUPATEN BOGOR PERIODE OKTOBER 2022 - MEI 2023 Ningsih, Niken Rahmawati; Ely, Aprilia Fatma; Totong, Julia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3866

Abstract

Gangguan kulit seperti halnya jerawat sering dianggap sebagai kondisi kulit yang fisiologis. Jerawat “vulgaris” adalah kondisi peradangan kulit yang berlangsung lama dan memiliki proses perkembangan yang rumit. Jerawat dapat mempengaruhi kelenjar sebasea, menyebabkan pertumbuhan bakteri yang berlebihan, menyebabkan respons imunologis, dan mengakibatkan peradangan. Insiden jerawat selama masa remaja meningkat secara signifikan, dengan angka berkisar antara 47% hingga 90%. Timbulnya jerawat, acapkali terjadi antara usia 12 dan 15 tahun, dan mencapai puncak keparahannya antara usia 17 dan 21 tahun. Remaja menggunakan swamedikasi sebagai pendekatan alternatif untuk mengatasi jerawat. Namun pada kenyataannya, kesalahan dalam swamedikasi dapat muncul sebagai akibat dari terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi yang komprehensif tentang penggunaan obat yang tepat. Pengetahuan seseorang akan mempengaruhi perilakunya dalam hal penggunaan obat. Kendala yang melekat pada pengobatan sendiri untuk jerawat adalah durasi pengobatan yang lama, yang sering kali mengakibatkan terapi yang berkepanjangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana pemahaman dan keterlibatan dalam praktik swamedikasi jerawat di kalangan remaja yang tinggal di RW 01 Desa Cimanggu 01, Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan non-eksperimental, dengan metode observasional deskriptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi cross-sectional dan teknik purposive sampling dalam pengambilan sampelnya, adapun sampel penelitian ini yaitu remaja pria dan wanita dengan rentang usia 17-21 tahun. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode kuesioner. Data yang dikumpulkan adalah data primer, yaitu data yang diterima langsung dari responden, dan kemudian dianalisis dengan menggunakan SPSS 20 untuk mendapatkan temuan penelitian. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tingkat pengetahuan remaja di RW 01 dikategorikan baik yaitu sebanyak 43 orang (86%) dan kurang baik sebanyak 7 orang (14%), sedangkan tindakan swamedikasi dikategorikan tepat sebanyak 34 orang (68%) dan tidak tepat sebanyak 16 orang (32%). Dapat disimpulkan bahwa berdasarkan uji chi square tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi jerawat dengan nilai P-value 0,834 > 0,05
PENTINGNYA KOLABORASI INTERPROFESI TENAGA KESEHATAN DALAM PELAYANAN FISIOTERAPI Dewangga, Mahendra Wahyu; Fitriyah, Oktaviani; Lestari, Sulis; Adhi, Wisnu Prasetyo; Muryanto, Satroda; Jati, Daru Kumoro Cipto; Arif, Akbar Maulana; Kasumbung, M Tasa; Yuda, Wanda Kurnia; Dewi, Annisa Fitri; Arianto, Fransiska Ike Natalia; Viandara, Dewa Made Krisna
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3867

Abstract

Kolaborasi interprofesi (interprofessional collaboration) dalam pelayanan kesehatan merupakan pendekatan yang integral untuk meningkatkan kualitas perawatan pasien. Dalam konteks fisioterapi, kolaborasi ini melibatkan berbagai tenaga kesehatan seperti dokter, perawat, ahli gizi, dan pekerja sosial yang bekerja sama untuk mencapai tujuan rehabilitasi pasien. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya kolaborasi interprofesi dalam pelayanan fisioterapi serta dampaknya terhadap hasil klinis dan kepuasan pasien. Metode penelitian yang digunakan meliputi tinjauan literatur dari berbagai jurnal ilmiah yang relevan serta studi kasus implementasi kolaborasi interprofesi di beberapa pusat rehabilitasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kolaborasi interprofesi yang efektif dapat meningkatkan efisiensi perawatan, mempercepat pemulihan pasien, dan mengurangi risiko kesalahan medis. Selain itu, interaksi antarprofesi juga meningkatkan pemahaman dan penghargaan terhadap peran masing-masing profesi, yang pada akhirnya berkontribusi pada perbaikan kualitas pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Kesimpulannya, kolaborasi interprofesi merupakan komponen krusial dalam pelayanan fisioterapi yang harus terus didorong dan diintegrasikan dalam sistem pelayanan kesehatan untuk mencapai perawatan pasien yang optimal
PENGARUH TERAPI HIP-BATH TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPUING KOTA BENGKULU TAHUN 2023 Darma, Dimas Dewa; Indaryani, Indaryani; Yani, Sutri
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3868

Abstract

Hipertensi merupakan tekanan darah tinggi abnormal yang diukur setidaknya tiga kali dalam tekanan darah sistolik ≥140mmHg dan tekanan darah diastolik ≥90. Prevalensi hipertensi di Indonesia terjadi peningkatan sekitar 13,6%, hanya 12,5% yang diobati dengan baik. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh Hip-Bath terhadap penurunan tekanan darah penderita hipertensi. Jenis penelitian adalah pra eksperimental dengan desain one group pretest-postest. Sampel adalah penderita hipertensi ringan dengan usia 20-54 tahun yang berjumlah 30 orang dengan menggunakan teknik Simple Random Sampling. Analisa data menggunakan uji Paired T-test dengan α 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dilakukan Hip-Bath adalah 149 mmHg dan 95 mmHg. Tekanan darah sistolik dan diastolik setelah dilakukan terapi adalah 129 mmHg dan 89 mmHg. Ada penurunan tekanan darah sistolik yang signifikan setelah pemberian terapi Hip-Bath sebanyak 20 mmHg (p=0,000). Ada penurunan tekanan darah diastolik yang signifikan setelah pemberian terapi Hip-Bath sebanyak 13 mmHg (p=0,000).
PENGARUH TRADITIONAL DANCE TERHADAP CARDIORESPIRATORY FITNESS PADA LANSIA :LITERATURE REVIEW Arianto, Fransiska Ike Natalia
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3871

Abstract

Proses degeneratif pada lansia menyebabkan berkurangnya fungsi fisiologis pada seluruh sistem organ, salah satunya adalah sistem cardiovascular dan respirasi. Intervensi tari merupakan salah satu bentuk aktifitas fisik yang dapat di jadikan alternatif latihan untuk meningkatkan Cardiorespiratory Fitness. Untuk itu di perlukan sebuah penelitian tinjauan sistematis untuk mengetahui pengaruh intervensi tari . Kajian pustaka menggunakan PRISMA statement sebagai acuan mencari artikel dari dua database yaitu Scopus dan Google Schoolar. Artikel yang di gunakan adalah artikel yang terbit 5 tahun terakir dengan konten bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, sampel yang di gunakan adalah kategory elderly dengan rentang usia di atas 65 tahun. Terdapar 2 artikel terpilih yang di gunakan pada litertaure review ini.. Berdasarkan dua artikel tersebut dapat di simpulkan bahwa intervensi tari dapat memberikan manfaat untuk meningkatkan aktifitas fisik yang berdampak pada peningkatan Cardiorespiratory Fitness.
PENGARUH ZIGZAG RUN UNTUK MENINGKATKAN KELINCAHAN Lestari, Sulis
Prosiding Seminar Informasi Kesehatan Nasional 2024: SIKesNas 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Duta Bangsa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47701/sikenas.vi.3872

Abstract

Olahraga merupakan aktivitas fisik yang terencana dan terstruktur dengan tujuan meningkatkan kebugaran jasmani. Kondisi fisik atlet dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk perkembangan usia, faktor genetik, mekanisme koordinasi sistem saraf pusat, serta motivasi dan kemauan individu. Kelincahan, sebagai salah satu komponen penting dalam olahraga, melibatkan koordinasi, tenaga, kekuatan, kelenturan, dan kecepatan. Latihan zigzag run, yang melibatkan lari dengan rintangan kerucut, diketahui dapat meningkatkan kelincahan dengan melatih keseimbangan dan ketangkasan. Dari tinjauan literatur yang dilakukan, penelitian menunjukkan bahwa latihan zigzag run memiliki pengaruh signifikan dalam meningkatkan kelincahan atlet, terutama dalam sepak bola dan futsal. Komponen latihan seperti intensitas, set, pengulangan, volume, pemulihan, interval, durasi, ritme, dan frekuensi berkontribusi terhadap peningkatan kemampuan fisik atlet. Dengan demikian, latihan zigzag run dapat diintegrasikan secara efektif dalam program latihan kelincahan.