cover
Contact Name
Baik Nilawati Astini
Contact Email
nilawati@unram.ac.id
Phone
+6281803627606
Journal Mail Official
jmp_paud@unram.ac.id
Editorial Address
Kampus 2 Universitas Mataram Jl. Brawijaya No.22, Cakranegara Sel., Kec. Cakranegara, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83233
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Mutiara Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 28290348     EISSN : 2829033X     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Mutiara Pendidikan (JMP) merupakan wadah publikasi ilmiah bagi dosen, guru, mahasiswa, dan peneliti bidang anak usia dini, termasuk Pendidikan serta psikologis anak pada tahapan perkembangan tersebut.
Articles 154 Documents
Evaluasi Capaian Standar Isi dan Proses Penyelenggaraan PAUD di Kecamatan Satar Mese Utara Manggarai Gomes, Fransiskus De; Woda, Maria Irawati
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8637

Abstract

Penyelenggraan PAUD di Kecamatan Satar Mese Utara Kabupaten Manggarai NTT masih berkutat dengan masalah proses pembelajaran berfokus pada baca- tulis-hitung, kompetensi pendidik masih rendah, kondisi sarana dan prasarana masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi capaian standai isi dan proses penyelenggaran PAUD di Kecamatan Satar Mese Utara. Penelitian ini menggunakan evaluasi discrepancy model pada 16 Satuan PAUD. Pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, observasi, dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan: pertama, Satuan PAUD di Kecamatan Satar Mese Utara telah memenuhi standar isi yang dibuktikan dengan pengembangan muatan materi pembelajaran, daftar tema dan sub-sub tema materi pembelajaran disusun dengan memerhatikan prinsip pembelajaran PAUD. Kedua, proses pembelajaran belum memenuhi standar proses yang dibuktikan dengan: (1) ada kompetensi dasar yang telah ditetapkan dalam dokumen pengembangan muatan materi pembelajaran yang tidak terakomodir dalam Program Semester. (2) Rencana kegiatan yang dideskripsikan pada RPPM belum menunjukkan variasi ragam dan aktivitas main anak untuk menjamin kemerdekaan anak dalam bermain. (3) Sebagian indikator penilaian perkembangan anak tidak sesuai dengan aktivitas pembelajaran. (4) Proses pembelajaran belum memenuhi tahapan pendekatan saintifik secara utuh. (5) Proses pembelajaran belum sesuai dengan RPPH. (6) Kepala sekolah belum melakukan tindak lanjut dari temuan supervisi pembelajaran.
Stimulasi Perkembangan Anak Berbasis Inovasi Permainan Ber-HKI Prodi PG PAUD UNY Pamungkas, Joko; Syamsudin, Amir; Harun R
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8638

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian pengembangangan yang menghasilkan inovasi dari permainan. Permainan tersebut kemuidan ber HKI prodi PG PAUD UNY. Inovasi ini merupakan pengembangan dari rekontruksi permainan terdahulu yang diperuntukkan untuk memberikan stimulasi perkembangan anak usia dini. Perekambangan anak usia dini yang dimaksudkan adalah perkembangan motoric, Bahasa, kognitif, dan social emosional. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang pendekatan dalam penelitian ini adalah pengembangan model Addie (Analysis, Design, Development, Implementasi dan evaluation) Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah anak usia dini.Penelitian ini telah melewati berbagai rievew dan uji implementasi terhadap anak usia dini. Inoavsi permainan berbasis HKI ini merupakan salah satu upaya stimulator yang dapat digunakan untuk mengembangkan perkembangan anak usia dini. Hasil penelitian ini adalah Nekeran Biliar, Kembang kuncup, Dam kewan, Gasbalter, Dampar hewan dan buah, Jeboitit, Bazel, dancing, dan bedhekan gawe garis. yang selanjutnya di HKIkan serta permainan tersebut dapat menstimulasi perkembangan kognitif, motoric, Bahasa dan social emosiaonal anak usia dini.
Perkembangan Seni Anak Usia 5-6 Tahun Kamtini; Tanjung, Salsabila Hasiana; Tanjung, Julailanajmi Hasiholanda
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8639

Abstract

Pencapaian perkembangan seni pada anak usia 5-6 tahun yang termasuk dalam bagian tertarik dengan kegiataan seni, yaitu sebagai berikut: a) menyanyikan lagu dengan sikap yang benar b) menggunakan berbagai macam alat musik tradisional maupun alat musik lain untuk menirukan suatu irama atau lagu tertentu c) bermain drama sederhana d) menggambarkan berbagai macam bentuk yang beragam e) melukis dengan berbagai cara dan objek f) membuat karya seperti bentuk sesungguhnya dengan berbagai bahan (kertas, plastisin, balok, dll). Tujuan dari pengembangan seni untuk anak usia dini adalah untuk menumbuhkan perasaan dan jiwa halus pada diri anak, yang pada akhirnya membentuk sosok pribadi yang peka terhadap lingkungan, menumbuhkan estetika dan empati terhadap penderitaan orang lain Salah satu cara atau kegiatan yang dapat meningkatkan kemampuan seni pada anak usia dini yaitu dengan kegiatan menggambar dan mewarnai. Penelitian ini mengobservasi prilaku yang muncul pada diri anak dalam capaian perkembangan seni anak. Menemukan bahwa anak usia 5-6 tahun memiliki kemampuan sesuai indikator capaian perkembangan seni yang diharapkan.
Pengaruh Media Wayang Kertas Terhadap Keterampilan Berbicara Anak Usia 5-6 Tahun RA Islam Terpadu Thoyyibah Kerasaan I Safitri, Yuni; Srinahyanti; Rahmawati, Fitriani
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8640

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah Keterampilan berbicara yang belum optimal, pengucapan kata, kalimat, dan huruf masih banyak anak yang belum jelas pengucapannya, serta anak belum bisa menjawab apa yang telah didengarkan pada saat selesai melakukan kegiatan, Media wayang kertas belum pernah di gunakan di sekolah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh media wayang kertas terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun di RA Islam Terpadu Thoyyibah Kerasaan 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan dengan metode eksperimen dengan bentuk One-Grup Pretest-Posttest. Desain dengan bentuk Pre-Eksperimental Design yang terdapat Pretest (sebelum diberi perlakuan) dan posttest (setelah diberi perlakuan). Populasi dalam penelitian ini seluruh kelas B di RA Islam Terpadu Thoyyibah Kerasaan 1 dengan sampel 16 orang anak. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar obeservasi. Teknik analisis data menggunakan stantistik non-parametrik uji Wilcoxon. Dari hasil pengumpulan dari Pre-test terdapat nilai rata-rata 8 dengan sampel sebanyak 16 anak dan berada pada kategori Cukup. Kemudian pada perhitungan keterampilan berbicara anak dengan Post-test atau diberi menggunkan media wayang kertas terdapat nilai rata-rata 14 dengan sampel sebanyak 16 anak dan berada pada kategori Sangat Baik. Berdasarkan analisis data tersebut, maka dapat dikatakan bahwa penggunaan metode bernyanyi dalam proses kegiatan belajar terkhusus dalam mengenal huruf dapat berpengaruh signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan hipotesis pada tabel 4.4 dapat disimpulkan bahwa Jhitung < Jtabel dimana 7 < 30, dengan demikian maka hipotesis diterima. Artinya “ada pengaruh media wayang kertas terhadap keterampilan berbicara anak usia 5-6 tahun RA Islam Terpadu Thoyyibah Kerasaan 1”.
Pengaruh Metode Bercerita Terhadap Kemampuan Berbicara Anak Kelompok B Durrotunnisa; Nurainun A; Agusniatih, Andi; Awalunisah, Sita; Nurhayati
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8641

Abstract

Masalah penelitian ini adalah tentang kemampuan berbicara anak yang masih rendah dalam berkomunikasi, yang diindikasikan dengan kemampuan berbicara anak belum fasih, tidak percaya diri, takut, malu, kurang merespon, dan kosakata anak yang diucapkan belum jelas. Penelitian bertujuan untuk menguji pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan berbicara. Metode penelitian adalah kuantitatif menggunakan eksperimen semu. Subjek penelitian ada 11 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Rata-rata nilai kemampuan berbicara anak dari besaran persentase sebelum perlakuan pada kateogri BSB 0, BSH 12,12%, MB 45,46 dan BB 42,42% kemudian sesudah perlakuan dari yang paling berkembang hingga belum berkembang kategori BSH 48,49%, BSB 33,33%, MB 15,15, BB 3,03. Data diolah dengan teknik presentase dan paired sample test. Jika dilihat nilai paired sample test dapat dijelaskan nilai thitung>ttabel (15.656>2.22814) pada paired sample test pada signifikansi 0,000. Karena signifikansi < 0,05, maka disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak, artinya ada pengaruh metode bercerita terhadap kemampuan anak berbicara di kelompok B1.
Efektivitas Spinderman Game dalam Mengembangkan Metakognisi Anak Usia Dini Widyasari, Choiriyah; Asmawulan, Tri; Fitriyah, Qonitah Faizatul; Katoningsih, Sri; Wardhani, Junita Dwi; Hastuti, Isnaini Budi; Sholeha, Vera
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kognitif pada anak usia dini merupakan masa yang sangat penting dalam kemampuan anak belajar dan pada pertumbuhan secara menyeluruh. Pendekatan metakognitif telah mengalami perkembangan dan penerapan dalam pembelajaran, termasuk pada Pendidikan anak usia dini. Tujuan penelitian ini untuk menguji efektivitas spinderman game dalam mengembangkan metakognisi anak usia dini. Metode penelitian menggunakan quasi eksperiment, pre test dan post test. Subjek penelitian adalah 15 anak usia 5-6 tahun. Data yang diperoleh dari pre-test dan post-test akan dianalisis menggunakan uji T berpasangan untuk membandingkan tingkat metakognisi anak sebelum dan sesudah mendapatkan intervensi menggunakan Spinderman. Berdasarkan hasil penelitian terdapat perbedaan yang signifikan antara skor metakognisi anak sebelum dan sesudah intervensi dari skor pencapaian sebesar 69% menjadi 85%. Hal ini menunjukkan bahwa Spiderman Game efektif dalam mengembangkan metakognisi anak usia dini.
Tinjauan Literasi dan Numerasi bagi Anak Usia Dini Berkebutuhan Khusus Diana; Waluyo, Edi; Tasu'ah, Neneng
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8646

Abstract

Kemampuan literasi dan numerasi merupakan dasar dari pembelajaran seumur hidup dan partisipasi penuh dalam masyarakat. Keterampilan ini memberdayakan anak untuk membuat makna, berpikir kritis dan kreatif, dan mencapai potensi penuh mereka. Bagi anak berkebutuhan khusus pastinya memiliki strategi tersendiri dalam mengenalkan dan mengajarkan literasi dan numerasi awal. Artikel ini menggali informasi terkait dengan literasi dan numerasi bagi anak berkebutuhan khusus dengan studi literatur. Penulis menyeleksi artikel-artikel ilmiah sesuai dengan kriteria inklusif dan telah ditetapkan sebelumnya. Terdapat enam artikel yang berasal dari jurnal internasional berdasarkan pencaharian melalui Google Scholar dan Eric Journal. Berdasarkan hasil review didapatkan bahwa dalam pengajaran literasi dan numerasi untuk anak usia dini dengan kebutuhan khusus, guru di sekolah dapat menggunakan berbagai strategi dan metode yang berbeda, dilihat dari kemampuan yang dimiliki oleh anak, dengan mengulang aktivitas secara rutin dan konsisten. Selain itu juga media pembelajaran dapat membantu mempermudah anak dalam memperkenalkan literasi dan numerasi awal. Kajian ini juga mencermati bahwa keterlibatan dan dukungan orangtua di rumah dalam mengenalkan literasi dan numerasi pada anak juga sangat memberikan dampak positif, hal ini dikarenakan motivasi orangtua yang masih menginginkan anak-anak mereka sudah memiliki kemampuan literasi dan numerasi awal sebelum mereka memasuki sekolah dasar.
Meningkatkan Motorik Halus melalui Kegiatan Edu Flanel di Taman Kanak-kanak Nirwana; Sadaruddin
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8647

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi efektivitas kegiatan Edu Flanel dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan partisipan sebanyak 17 anak usia 5-6 tahun dari TK Wanda Preschool. Teknik pengumpulan data meliputi observasi partisipatif dan penggunaan Kuesioner Motorik Halus. Data dianalisis melalui analisis deskriptif kualitatif untuk mengidentifikasi perubahan dalam keterampilan motorik halus setelah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Edu Flanel efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus anak usia dini di TK Wanda Preschool. Pada siklus pertama, dari 17 anak yang diamati, sebanyak 9 anak (53%) mampu memotong kertas flanel, 10 anak (59%) mampu melipatnya, dan 11 anak (65%) mampu menempelnya. Pada siklus kedua, jumlah anak yang mampu melakukan ketiga aktivitas tersebut meningkat signifikan, yaitu 13 anak (76%) mampu memotong, 14 anak (82%) mampu melipat, dan 15 anak ( 88%) mampu menempel kertas flanel. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan motorik halus pada anak-anak selama periode pengamatan, yang dapat diinterpretasikan sebagai hasil dari intervensi atau latihan yang dilakukan selama siklus pengamatan. Penelitian ini memberikan landasan untuk penelitian lebih lanjut dan pengembangan praktik pendidikan yang mendukung perkembangan anak secara optimal. Interaksi aktif dengan materi Edu Flanel juga meningkatkan minat belajar anak-anak. Implikasi penelitian ini mendukung penggunaan kegiatan berbasis flanel dalam kurikulum prasekolah untuk merangsang perkembangan motorik halus anak-anak secara holistik.
Pengembangan Permainan Edukatif Jaq Jem Mai Mao Berbasis Kearifan Budaya Lokal di TK Sa'adatud Darain Budiman
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8648

Abstract

Berdasarkan hasil observasi yang telah dilaksanakan di TK Sa’adatud DarainWakan Lombok Tengah, ditemukan bahawa dalam pelakasanaan pembelajaranpada sentra alam tema binatang, guru belum smenggunakan permainan yangedukatif dan masih berpatokan pada buku teks, dan tidak sesuai dengan karakteristik materi dan karakteristik anak. Untuk itu salah satu alternatif untukmemecahkan masalah tersebut adalah dengan mengembangkan permainanedukatif yang sesuai dengan karakteristik lingkungan belajar anak sehingga mampu memanfaatkan sentra yang telah tersedia. Tujuan penelitian ini adalahmenghasilkan permainan edukatif berbasis kearifan budaya lokal yang dapatdimanfaatkan sebagai salah satu altrenatif media pembelajaran yang menarik,efisien dan efektif yang sesuai dengan lingkungan belajar anak. Pengembanganpermainan edukatif ini menggunakan metode pengembangan yang diadaptasi dariReiser dan Mollenda yang dikenal dengan model pengembangan ADDIE.Prosedur pengembangan permainan edukatif ini melalui lima tahap yaitu: 1)melakukan needs assessment (analisis kebutuhan), mengidentifikasi masalah(kebutuhan), 2) membuat rancangan (blueprint). merumuskan tujuanpembelajaran. 3) Pengembangan adalah proses mewujudkan blue-print aliasdesain tadi menjadi kenyataan. 4) Implementasi adalah langkah nyata untukmenerapkan system pembelajaran yang sedang kita buat.5) Evaluasi adalahproses untuk melihat apakah sistem pembelajaran yang sedang dikembangkanberhasil. Dari hasil penelitian dan pengembangan dapat disimpulkan sebagaiberikut: a) Berdasarkan data keseluruhan yang diperoleh dari ahli isi/materipedidikan anak usia dini, permainan edukatif memiliki nilai kevalidan sebesar80,55% dengan katagori valid, b) dari ahli media pembelajaran berupa permainanedukatif berbasis kearifan lokal memiliki nilai kevalidan sebesar 83,65% dengankategori valid,c) dari praktisi pendidikan dalam hal ini adalah guru kelaskelompok B memiliki kevalidan sebesar 92,24% dengan katagori valid. d) darihasil uji coba kelompok kecil, permainan edukatif “Jaq Jem Mai Mao” memilikinilai kemenarikan 93,75%, efisiensi sebesar 91,67%, dan keefektifan sebesar97,22% semuanya dalam katagori valid. e) dari hasil penelitian kelompok besaranak usia dini, permainan edukatif memiliki nilai kemenarikan sebesar 96%,efisiensi sebesar 80,67% dan efektifitas sebesar 84% semuanya dalam katagorivalid atau layak digunakan.
Tinjauan Deskriptif Pengembangan Desain Kurikulum melalui Internalisasi Nilai Estetik-Empirik Pendidikan Musik Fitriani, Yulianti
Jurnal Mutiara Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2025): Special Issue
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jmp.v5i1.8649

Abstract

Artikel ini mengetengahkan tinjauan deskriptif karya disertasi penulis yang diselesaikan pada tahun 2019 di Program Studi Pendidikan Umum dan Karakter, Universitas Pendidikan Indonesia. Topik diskusi akan memfokuskan pada ruang lingkup internalisasi nilai estetik-empirik yang merepresentasikan kapasitas calon pendidik/guru dengan tujuan utamanya adalah pengembangan desain kurikulum pendidikan musik di UPI Kampus Serang. Metode descriptive review digunakan dalam tulisan ini untuk mendeskripsikan penelitian tersebut, dengan fokus pada bagaimana penelitian tersebut dilakukan, apa yang ditemukan dan apa implikasinya terhadap konteks pendidikan, khususnya yang dilaksanakan di lokasi penelitian. Hasil yang diperoleh berupa gambaran spesifik yang menunjukkan; 1) keterlaksanaan kurikulum yang menggabungkan antara kurikulum konseptual UPI Kampus Serang dengan kurikulum aktual masyarakat, dan 2) pengembangan kurikulum terhadap pendidikan seni (musik) yang didesain dengan proses transmisi kultural dan proses integrasi personal serta digabung dengan kurikulum aktual masyarakat. Diharapkan tulisan ini dapat memantik para pengkaji lainnya agar dapat lebih memperkaya khasanah pendidikan seni musik dengan kesiapan rancangan kurikulum yang menjadi trigger utama para pendidik dan praktisi dalam pengimplementasiannya di semua tingkat satuan pendidikan.

Page 6 of 16 | Total Record : 154