cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 3 (2024)" : 25 Documents clear
Penerapan On Grid Photovoltaic pada Mesin Pasteurisasi Kejut Listrik guna Mengurangi Biaya Operasional Kelompok Ternak Kambing Perah Etawa Plosoklaten, Kediri Pamuji, Feby Agung; Riawan, Dedet Candra; Soedibyo, Soedibyo; Suryoatmojo, Heri; Ashari, Mochamad
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.483

Abstract

Perkembangan industri peternakan semakin meningkat baik usaha peternakan skala kecil maupun skala besar. Kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi dari hasil produksi peternakan baik dari daging maupun susu. Produksi susu dalam negeri hanya mampu mencapai angka 21% dari konsumsi nasional, sedangkan 79% sisanya merupakan pasokan produk dari luar negeri atau import. Susu kambing menjadi salah satu produk peternakan yang umum dikonsumsi oleh masyarakat, karena susu kambing memiliki tingkat manfaat yang banyak khususnya untuk kesehatan manusia. Dalam proses produksi susu kambing, setelah diperas, susu kambing harus dimasak serta diaduk dengan suhu yang tinggi. Proses masak tersebut bertujuan untuk menghilangkan bakteri yang ada di dalam larutan susu. Secara umum, proses ini masih menggunakan kompor gas yang membuat proses ini cukup lama dan cukup memberatkan dari segi biaya operasional. Di sisi lain, potensi energi terbarukan berupa energi matahari sangat besar di kawasan peternakan. Oleh karena itu dirancanglah inovasi alat pasteurisasi bertenaga matahari. Pada sistem ini, alat pasteurisasi beroperasi dengan energi listrik, ketika susu dimasukkan ke alat pasteurisasi, susu akan diberikan kejut listrik sehingga bakteri pada susu kambing secara instan akan mati dan susu siap dikonsumsi, hal ini memiliki keuntungan dari segi waktu jika dibandingkan dengan proses masak. Untuk suplai elektris, sumber energi dari matahari akan dikonversi menjadi energi listrik dan disalurkan menuju alat pasteurisasi untuk menghidupkan alat. Dengan adanya inovasi ini, diharapkan dapat mengenalkan kepada masyarakat mengenai penerapan energi baru terbarukan di bidang peternakan dan dapat meningkatkan produktivitas peternak susu kambing di daerah Plosoklaten, Kediri.
Pemetaan UMKM Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur Firmansyah, Fendy; Susetyo, Cahyono; Handayeni, Ketut Dewi Martha Erli; Syafitri, Rivan Aji Wahyu Dyan; Jatayu, Anoraga; Pratomoatmojo, Nursakti Adhi; Kurniawan, Akbar; Hayati, Noorlaila
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.517

Abstract

Pandemi Covid-19 yang terjadi sejak tahun 2020 mendorong munculnya beragam regulasi yang membatasi mobilitas masyarakat di Indonesia. Hal ini berdampak pada lumpuhnya sektor ekonomi karena banyaknya penutupan usaha (sementara maupun permanen), khususnya para pemilik Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang kesulitan beradaptasi secara cepat dengan kondisi ini. Pengabdian masyarakat ini telah memetakan kondisi terkini UMKM di Kecamatan Singosari pasca Covid-19 melalui pemetaan berbasis spasial menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pemanfaatan SIG dapat digunakan untuk memberikan informasi terkait karakteristik dan kondisi UMKM dengan tampilan data yang representatif melalui visualisasi peta, sehingga dapat mendukung merumuskan strategi pengembangan UMKM kedepannya. Tahapan yang dilakukan yakni sosialisasi, survei primer dan wawancara terstruktur menggunakan kuisioner, pengolahan data, pembuatan peta, pembuatan database spasial atau geodatabase, dan pembuatan prototype Webgis. Hasilnya diketahui bahwa 95,2% UMKM adalah UMKM di bidang kuliner, dimana sebanyak 31,5% UMKM mengalami penurunan jumlah produksi, 51,9% UMKM mengalami penurunan penjualan dan 63% UMKM menghadapi kendala kenaikan biaya produksi selama masa pandemi. Sebanyak 50,9% UMKM di Kecamatan Singosari masih menggunakan media konvensional dalam memasarkan produknya. Teknologi SIG dapat digunakan pula untuk mendukung upaya digitalisasi sektor UMKM melalui pengembangan Webgis dan startup untuk sektor UMKM di Kecamatan Singosari.
Penerapan On Grid Photovoltaic pada Mesin Pembuat Pakan Udang untuk Mengurangi Biaya Operasional Kelompok Ternak Udang Glagah, Lamongan Pamuji, Feby Agung; Riawan, Dedet Candra; Soedibyo, Soedibyo; Suryoatmojo, Heri; Ashari, Mochamad
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.805

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara produsen udang terbesar di duina. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan andalan Indonesia yang sangat potensial untuk diekspor. Sebagai salah satu komoditas unggulan nasional udang selalu menjadi pilihan untuk bisa dilibatkan dalam upaya peningkatan pendapat negara dan menggapai target kenaikan produksi hingga 250% pada tahun 2024 mendatang. Jawa Timur menempati urutan ketiga dengan produksi udang terbanyak. Salah satu daerah di Jawa Timur yang aktif memproduksi udang adalah Kabupaten Lamongan, tepatnya di Kecamatan Glagah. Biaya pakan udang tidaklah murah sehingga banyak peternak udang yang mengeluhkan besarnya pengeluaran mereka untuk membeli pakan udang. Oleh karena itu dirancanglah inovasi mesin pembuat pakan udang bertenaga sinar matahari. Pada sistem ini, alat pembuat pakan udang akan dioperasikan menggunakan listrik bertenaga matahari. Listrik yang dihasilkan oleh panel surya dapat menghemat pengeluaran listrik untuk operasi mesin pembuat pakan udang ini. Penggunaan panel surya juga dapat mendukung akselerasi penggunaan energi baru terbarukan guna mewujudkan energi yang bersih dan murah di kalangan masyarakat. Inovasi alat ini bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat mengenai penerapan energi baru terbarukan di bidang peternakan, membantu peternak untuk mandiri dalam penyediaan pakan, dan dapat mengurangi biaya pengeluaran para peternak di daerah Glagah Lamongan. Kegiatan abmas ini sudah berhasil terlaksana dan alat inovasi kami berhasil di terapkan. Alat inovasi kami berdampak kepada penurunan biaya pakan udang di daerah Glagah Lamongan.
Mesin Pengering Hasil Pertanian Bertenaga Hybrid dan Portabel pada Pemukiman Terpencil di Desa Broto, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jawa Timur Al Kindhi, Berlian; Aliffianto, Lutfir Rahman; Wicaksono, Ilham Agung; Farid, Imam Wahyudi; Adhim, Fauzi Imaduddin; Priambodo, Joko; Khothib, Abdurrohman Al; Khatulistiwa, Savero Janus; Prakoso, Reno Radix; Brillianto, Muhammad Rakha; Nasrulloh, Fikri Ahmad Dwi; Ghiffari, Muhammad Ilham; Utama, Harris Fikri Satria; Pramudhita, Alfian Samudra
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.807

Abstract

Desa Broto, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo merupakan salah satu desa yang terletak di ujung paling selatan perbatasan antara Ponorogo dan Pacitan, Jawa Timur. Lokasinya yang berada di pegunungan dan jauh dari pusat kota menjadikan petani adalah mata pencaharian utama penduduk disana. Pada saat panen padi, untuk memisahkan biji padi dari sekamnya harus dijemur dan dikeringkan terlebih dahulu. Selama ini proses penjemuran beras dilakukan secara manual sehingga memakan banyak waktu dan tenaga. Selain itu,cuaca di pegunungan tidak menentu, terkadang sinar matahari tertutup kabut walaupun di musim panas, mengakibatkan proses pengeringan beras menjadi lebih lama. Oleh karena itu kami mengusulkan desain alat pengering beras dan produk pertanian lainnya dengan tenaga hybrid dan portable. Mesin pengering yang kami usulkan memiliki sumber energi dari listrik PLN maupun listrik dari tenaga surya. Dengan adanya penyimpanan energi dari tenaga surya ke dalam baterai, alat yang diusulkan menjadi mudah di mobilisasi ke area-area sawah tanpa perlu memikirkan sumber listrik. Melalui pemanfaatan mesin pengering bertenaga hybrid ini, hasil padi kering di Desa Broto menjadi 3-5% lebih banyak dibandingkan pengeringan cara manual dengan perhitungan seluruh hasil panen dan penambahan satu mesin tenaga hybrid.
Sosialisasi Serta Pembuatan Buku Panduan Mengenai Bahaya dan Mitigasi Petir Guna Mengurangi Resiko Tersambar Petir di Desa Ngendut, Ponorogo Asfani, Dimas Anton; Negara, I Made Yulistya; Hernanda, I Gusti Ngurah Satriyadi; Handayani, Puji; Suryani, Titiek; Kuswidiastuti, Devy; Setijadi, Eko; Nugraha, Yurid Eka; Fahmi, Daniar
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.840

Abstract

Sambaran petir merupakan salah satu bencana alam yang dapat menyebabkan korban jiwa dan kerugian material. Desa Ngendut, Ponorogo merupakan salah satu desa yang sering dilanda sambaran petir. Untuk mengurangi risiko tersambar petir di desa ini melalui skema pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan Laboratorium Tegangan Tinggi Departemen Teknik Elektro ITS turut menjawab permasalahan tersebut dengan melakukan sosialisasi bahaya dan mitigasi sambaran petir serta pembuatan buku penangkal petir sederhana guna mengurangi risiko tersambar petir di Desa Ngendut, Ponorogo. Materi sosialisasi meliputi bahaya sambaran petir, dan cara menghindari sambaran petir, serta membuat buku panduan bahaya petir dan prosedur keselamatannya untuk memudahkan warga desa dalam memahami materi sosialisasi. Sasaran kegiatan penyuluhan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para Warga Desa Ngendut, Kabupaten Ponorogo. Hasil dari sosialisasi ini telah meningkatkan kesadaran Warga Desa Ngendut bahaya sambaran petir dan meningkatkan kemampuan mereka dalam melakukan mitigasi sambaran petir.
Model Pelatihan Kelayakan Finansial dan Pasar untuk UMKM Konstruksi dan Usaha Pendukungnya Utomo, Christiono; Nurcahyo, Cahyono Bintang; Rachmawati, Farida; Wiguna, I Putu Artama; Rohman, M. Arif; Indriyani, Retno; Adi, Tri Joko Wahyu; Putri, Yusronia Eka
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.848

Abstract

Studi Kelayakan adalah salah satu tahap dalam pengembangan proyek yaitu setelah tahap ide dan penyempurnaan ide melalui riset pasar. Ketika ide pengembangan proyek akan diujudkan diperlukan suatu keputusan apakah proyek tersebut memungkinkan untuk dikembangkan. Beberapa tinjauan diantaranya adalah aspek sistem dan teknologi, operasional, legal, pasar, dan finansial. Dalam menjalankan bisnisnya, sebuah perusahaan konstruksi akan membuat pertimbangan bisnis dan proyek berdasarkan tinjauan tersebut. UMKM memiliki kepentingan untuk meningkatkan pemahaman dan memiliki kemampuan kelayakan proyek dalam hal keunggulan kinerja. Kebutuhan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dapat dipenuhi melalui kegiatan pelatihan dan pengembangan. Pelatihan pengabdian masyarakat dan KKN mahasiswa ini dilakukan setiap tahun oleh Laboratorium Manajemen Konstruksi DTS ITS. Untuk tahun ini adalah pelatihan pengembangan pengetahuan dan ketrampilan studi kelayakan dengan tiga fokus bahasan utama adalah kelayakan pasar, finansial, dan studi kasus penyusunan. Ada 29 peserta dari 16 UMKM konstruksi dan usaha pendukungnya di Surabaya. Sebagian besar peserta adalah project owner. Pelatihan dilaksanakan dengan model problem-based learning. Diharapkan kegiatan dapat berkelanjutan dan menghasilkan rumusan kerjasama pengabdian masyarakat dalam jangka panjang melalui terdesiminasinya keilmuan kelayakan proyek bagi UMKM konstruksi di Surabaya.
Pengembangan Jalur Wisata Budaya Majapahit, Trowulan, Kabupaten Mojokerto Berbasis Network Strategy Nurlaela, Siti; Siswanto, Vely Kukinul; Santoso, Eko Budi; Setyaningsih, Yuni; Prasetyo, Fadil Handika; Saputro, Reppy Agung; Dyaksa, Gde Abhichanika Pranata; Pramesti, Galuh Ajeng; Kurniawan, Agil Achmad
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.851

Abstract

Potensi destinasi wisata bersejarah di Kecamatan Trowulan menjadikan wilayah ini ditetapkan sebagai situs cagar budaya nasional serta prioritas pertama pembangunan kawasan strategis pariwisata berdasarkan RPJMD Kabupaten Mojokerto Tahun 2021-2026. Sayangnya, pengembangan objek daya tarik wisata (ODTW) yang ada di Kecamatan Trowulan belum merata dan terintegrasi secara penuh. Melalui network analysis yang diintegrasikan dengan metode cluster analysis, pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu menghasilkan output dalam pengembangan jalur wisata. Pengembangan prioritas akan berfokus pada cluster yang terpusat sebagai rencana pengembangan lima tahun pertama, meliputi sepuluh objek daya tarik wisata (ODTW) di Kecamatan Trowulan. Kesepuluh ODTW ini akan dihubungkan dengan rute feeder. Feeder sendiri merupakan angkutan umum yang direncanakan beroperasi secara berkala dan disesuaikan dengan jam operasional ODTW yang ada. Sementara itu, penentuan titik transit didasarkan atas keterjangkauan antar ODTW dengan toleransi jarak kurang dari 500 m pelayanan sehingga menghasilkan 6 titik transit dan 1 pemberhentian utama. Indikator waktu yang didapat melalui kecepatan fungsi jalan dan kondisi traffic eksisting menjadi input dalam estimasi waktu tempuh feeder yang nantinya digunakan dalam penentuan jumlah kapasitas feeder yang beroperasi. Melalui pendekatan stakeholder yang dilakukan dalam pengabdian ini, diharapkan pemerintah setempat memiliki gambaran mengenai pemetaan dan rencana program yang akan dilakukan dalam pengembangan pariwisata yang ada.
Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi bagi Guru Sekolah Penggerak PKG Bunga Harapan Ngoro-Jombang untuk mendukung Pengembangan Pendidikan Daerah secara Berkelanjutan Rahmawati, Shade; Mukhtasor, Mukhtasor; Pratikto, Agoes; Ikhwani, Hasan; Wardhana, Wisnu; Zikra, Muhammad; Pratikno, Herman; Handayanu, Handayanu; Frestiqauli, Santi
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.904

Abstract

Guru Penggerak sebagai salah satu komponen utama dalam Program Sekolah Penggerak dalam hal ini agar dapat memaksimalkan perannya, haruslah ditunjang dengan kompetensi yang dibutuhkan. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini, objek difokuskan pada Guru untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Kondisi nyata menunjukkan bahwa Guru PAUD memiliki variasi yang beragam secara kualifikasi maupun kompetensi. Di sisi lain, Program Sekolah Penggerak menuntut adanya SDM yang kompeten untuk mengimplementasikan pembelajaran paradigma baru berbasis berbagai digital platform dengan tujuan untuk mengurangi kompleksitas, meningkatkan efisiensi, menambah inspirasi, dan pendekatan yang customized. Berkaca pada kebutuhan dan kondisi yang ada, maka diperlukan pelatihan dan pendampingan bagi Guru PAUD utamanya dalam Kompetensi Teknologi Infomasi dan Komunikasi (TIK). Pada laporan ini disampaikan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang berjudul “Peningkatan Kompetensi Teknologi Informasi bagi Guru Sekolah Penggerak untuk mendukung Pengembangan Pendidikan Daerah secara Berkelanjutan”, dengan lokasi kajian Desa Jombok, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Kegiatan utama dan penyiapan luaran dilaksanakan pada rentang waktu bulan Mei hingga September 2023.
Sistem Monitoring dan Kontrol Otomatis Terintegrasi IoT pada Vertical Crab House untuk Meningkatkan Potensi Hidup Kepiting Bakau di PT. Crab Crab Aquatic Mujiyanti, Safira Firdaus; Raditya, Murry; Nugroho, Dwi Oktavianto Wahyu; Darwito, Purwadi Agus; Septyaningrum, Erna; Zein, Muhammad Ikhsanuddin; Lokeswara, Rajendra; Rishwanda, Muhammad Akmal; Darmawan, Tiffany Rachmania; Rohid, Abdul; Nanta, Tepy Lindia
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.914

Abstract

Budidaya kepiting bakau dengan Vertical Crab House menjadi alternatif pembesaran kepiting dengan lahan terbatas untuk memenuhi permintaan di perkotaan. Namun masih banyak resiko kematian kepiting bakau disebabkan proses pengendalian kualitas air masih manual dalam mengendalikan kualitas air sirkulasi. Hal ini membutuhkan tenaga manusia dan waktu ekstra untuk memastikan kualitas air sirkulasi sesuai dengan kondisi lingkungan pertumbuhan kepiting bakau. Ditambah lagi metode Vertical Crab House tidak dapat mengidentifikasi kondisi kualitas air secara tepat, tidak dapat mengecek kondisi kualitas air secara real-time, dan tidak dapat mengecek kondisi temperatur, salinitas, amonia, dan pH secara simultan. Kondisi lingkungan yang tidak sesuai dengan parameter dan tidak termonitor membuat resiko kematian kepiting bakau masih sangat tinggi sehingga menyebabkan pembudidaya mengalami kerugian yang cukup besar. Permasalahan tersebut menjadi dasar terciptanya sistem otomatisasi pengendalian kualitas air untuk mengoptimalkan proses budidaya kepiting bakau dengan metode Vertical Crab House. Proses pengendalian kualitas air tersebut dilakukan dengan memasang sensor, kontroler, dan aktuator yang diintegrasikan sehingga proses pengendalian kualitas air dapat berjalan terus-menerus untuk memastikan air yang tersirkulasi sesuai dengan lingkungan yang optimal bagi pertumbuhan kepiting bakau. Selain itu, kualitas air sirkulasi pada budidaya dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi smartphone.
Identifikasi dan Pengendalian Potensi Bahaya K3 dan Ergonomi pada Proses Produksi Batik Ecoprint UMKM Omah Ecoprint Dewi, Ratna Sari; Rizkiyah, Ega; Istighfarin, Rahmatul; Widyaningrum, Retno; Sudiarno, Adithya; Rahman, Arief; Dewi, Dyah Santhi; Maryani, Anny; Amardhani, Athaa Faishal; Sholah, Adam Fajrus; Bimantara, Alvin; Cahyaningratri, Amina Jasmine; Putri, Malfa Liya; Devi, Priesta Mayestika Karunia; Ariyanto, Renaldi Jafras; Hikmah, Syafaqoh Mahdiyatul
Sewagati Vol 8 No 3 (2024)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v8i3.915

Abstract

Industri batik ecoprint adalah salah satu sektor usaha yang mengalami pertumbuhan ekonomi, terutama karena penggunaan teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan. Omah Ecoprint merupakan usaha kreatif Ibu PKK RW 4 Perumahan ITS yang berjalan hampir 3 tahun. Selama ini proses produksi dilakukan secara manual. Proses manual ini menyebabkan keluhan fisik yang mempengaruhi keselamatan dan kesehatan kerja. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini akan melakukan identifikasi potensi bahaya proses produksi batik ecoprint. Metode Hazard Identification, Risk Assessment, and Risk Control (HIRARC) digunakan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko bahaya ergonomi dan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Hasil identifikasi bahaya menunjukkan 21 bahaya yaitu 7 bahaya ergonomi, 6 bahaya K3, 5 bahaya kimia, 2 bahaya kebakaran dan 1 bahaya uap panas. Hasil penilaian risiko menunjukkan 14 medium risk dan 7 high risk. Aktivitas kerja yang memiliki risiko tinggi adalah penempatan corak ke kain, penggilingan kain dengan roller cor semen, penggulungan dan pengikatan kain, dan pengukusan kain. Tindakan kontrol mengikuti hirarki penanganan risiko dan diutamakan pada risiko tinggi. Rekomendasi yang diberikan adalah substitusi penggunaan bahan kimia yang ramah lingkungan, \textit{engineering} dengan desain meja kerja yang ergonomis, administrasi pembutan SOP pelaksanaan kerja dan APD menggunakan alat pelindung diri yang sesuai (masker, sarung tangan dan alas kaki).

Page 1 of 3 | Total Record : 25