cover
Contact Name
Nurul Jadid
Contact Email
nurul.jadid@its.ac.id
Phone
+6231-5953759
Journal Mail Official
editor_sewagati@its.ac.id
Editorial Address
DRPM ITS Gedung Pusat Riset Lantai L. Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya, Jawa Timur, 60111 Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Sewagati
ISSN : -     EISSN : 26139960     DOI : https://doi.org/10.12962/j26139960
Sewagati : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat disingkat dengan nama Sewagati (e-ISSN: 2613-9960) adalah jurnal khusus pengabdian kepada masyarakat (abmas) yang berfungsi sebagai media diseminasi dan sosialisasi aktivitas pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Ruang lingkup jurnal meliputi: penerapan teknologi tepat guna, aktivitas pencapaian SDGs, pemberdayaan masyarakat, penggalian potensi daerah, implementasi kebijakan, proses pelatihan dan topik lain yang bersesuaian.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 9 No 2 (2025)" : 26 Documents clear
Pelatihan Penggunaan Spherometer Bagi Siswa SMAN 1 Plaosan Magetan: Mengenal Manfaat Praktis Fisika melalui Eksperimen Sudarsono, Sudarsono; Yudoyono, Gatut; Astuti, Fahmi
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2573

Abstract

Pemahaman tentang optik sangat penting bagi siswa SMA karena materi ini tidak hanya relevan secara akademik tetapi juga memberikan banyak manfaat praktis dalam kehidupan sehari-hari. Konsep optik salah satunya akan lebih mudah dipahami melalui pelaksanaan eksperimen dimana siswa belajar cara menganalisis fenomena berdasarkan hukum fisika melalui serangkaian pengukuran. Oleh karena itu, tim pengabdi dari Departemen Fisika ITS menyelenggarakan pelatihan penggunaan spherometer bagi siswa SMAN 1 Plaosan Magetan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa dalam menggunakan spherometer sebagai alat untuk menentukan jari-jari kelengkungan lensa. Kegiatan ini dilaksanakan di SMAN 1 Plaosan Magetan, dengan peserta siswa kelas XI. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dimulai dengan penjelasan teori tentang prinsip kerja spherometer, demonstrasi penggunaan alat, serta praktik langsung oleh siswa. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa siswa mampu memahami cara kerja spherometer dan mengaplikasikannya untuk mengukur jari-jari kelengkungan lensa dengan akurasi yang baik. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan minat siswa terhadap fisika dan pemanfaatan alat-alat laboratorium. Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran berbasis praktik yang mendukung penguasaan materi fisika secara aplikatif. Siswa tidak hanya mengembangkan pemahaman akademik tetapi juga membangun keterampilan berpikir kritis dan rasa ingin tahu tentang perkembangan teknologi. Tim pengabdi akan mengadakan evaluasi berkala untuk melihat efektivitas pelatihan dan mengembangkan metode pelatihan yang lebih menarik dan relevan dengan perkembangan ilmu fisika terutama di SMAN 1 Plaosan sebagai keberlanjutan kegiatan ini.
Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Eduwisata di Kawasan Kalurahan Sumbersari, Kecamatan Moyudan, Kabupaten Sleman untuk Meningkatkan Minat Belajar Biologi dan Fisika Pada Siswa SMP dan SMA Rahayu, Lucky Putri; Suweni Muntini, Melania; Nurhidayati, Tutik; Bagus Saputro, Triono; Suyatno, Suyatno; Yuwana, Lila; Indrawati, Susilo; Fatimah, Iim; Priambodo, Joko; Rahman Aliffianto, Lutfir; Alawiyyah, Mujtahidatul
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2585

Abstract

Rendahnya minat belajar Biologi dan Fisika di kalangan pelajar menjadi tantangan serius dalam dunia pendidikan. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui pengembangan inovasi pembelajaran berbasis teknologi informasi. Program Pengabdian kepada Masyarakat yang bertajuk "Pemanfaatan Aplikasi Teknologi Informasi dalam Eduwisata di Kawasan Kalurahan Sumbersari" ini mengintegrasikan aplikasi edukatif interaktif dengan program eduwisata yang berfokus pada energi berkelanjutan. Melalui pengembangan aplikasi edukatif interaktif dan program eduwisata yang terintegrasi, kami bertujuan untuk mengatasi rendahnya minat belajar Biologi dan Fisika di kalangan pelajar. Aplikasi ini dirancang untuk menyajikan konten pembelajaran yang relevan, menarik, dan eksperimental, khususnya terkait konsep-konsep Biologi dan Fisika yang berkaitan dengan energi terbarukan, seperti Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dengan menggabungkan kunjungan lapangan, simulasi, dan workshop, program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman konsep, keterampilan berpikir kritis, serta minat belajar siswa. Hasil yang diharapkan dari program ini adalah peningkatan minat belajar dan pemahaman siswa terhadap materi Biologi dan Fisika, serta keterlibatan aktif dalam aksi iklim melalui pemanfaatan energi terbarukan. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya dalam hal pendidikan berkualitas pada tujuan 4 dan aksi iklim nomor 13. Keberlanjutan program ini akan dijaga melalui kolaborasi berkelanjutan dengan berbagai pihak, termasuk pendidik di Desa Moyudan, dan masyarakat setempat, yang diharapkan dapat menjadikannya sebagai model pembelajaran yang inovatif dan berkelanjutan.
Pengolahan dan Pengawetan Hasil Laut Dengan Metode Asap Cair Di Desa Bagan Serdang Yustira, Ayuni; Nasution, Halimatuddahliana; Harahap, Hamidah; Manurung, Renita
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2314

Abstract

Objek pengabdian kepada masyarakat ini adalah para nelayan di Desa Bagan Serdang Kecamatan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang. Pengabdian ini berfokus pada proses pengolahan dan pengawetan sumber daya alam hasil laut berupa ikan. Produktivitas ikan yang tinggi di Desa Bagan Serdang mendorong masyarakat bermata pencaharian sebagai nelayan untuk memanfaatkan sumber daya alam hasil laut yang tidak habis terjual dan tidak termanfaatkan dengan baik melalui proses pengawetan menjadi produk ikan asap yang unggul dan bernilai jual. Selama ini, sumber daya alam hasil laut tangkapan melaut hanya dijual di pasar dan sisanya tidak termanfaatkan dan dibuang begitu saja sehingga mencemari ekosistem perairan, hal ini terjadi karena mitra belum memahami bagaimana proses pengolahan dan pengawetan yang tepat untuk sumber daya alam hasil laut, tim pengabdian menawarkan proses pengawetan dengan metode asap cair. Pengolahan dan pengawetan ikan dengan metode asap cair akan menghasilkan produk ikan asap yang tahan dalam jangka panjang. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu sosialisasi dan edukasi, pelatihan teknologi pengawetan asap cair, praktik dan pendampingan, penggunaan dan perawatan peralatan, packaging dan labeling kemasan ikan asap. Manfaat yang diperoleh oleh mitra adalah memanfaatkan secara optimal ikan yang tidak termanfaatkan menjadi produk ikan asap yang bernilai jual, membentuk masyarakat yang mandiri dan kehidupan yang lebih baik, meningkatkan keterampilan kelompok mitra dalam pengolahan dan pengawetan sumber daya alam hasil laut sehingga berpengaruh terhadap peningkatan taraf hidup masyarakat serta terciptanya ketentraman dan kenyamanan dalam kehidupan bermasyarakat.
Internet of Things (IoT) Smartfarming untuk Pertanian Bawang Merah di Desa Kare, Kabupaten Madiun Ciptaningtyas, Henning; Ginardi, Raden Venantius Hari; Aunurohim, Aunurohim; Hariadi, Ridho Rahman; Hisyam, Achmad Aushaf Amrega; Fauzi, Haffif Rasya; Pasya, Muhammad Naufal; Syafa, Ilhan Ahmad; Wicaksono, M. Januar Eko; Salsabilla, Rehana Putri; Syahputra, Muhammad Harvian Dito; Fraditya, Awang
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2339

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara penghasil bawang merah terbesar di dunia, namun proses pemeliharaan tanaman bawang merah masih mengalami kendala, terutama dalam hal efisiensi sistem pengairan. Penerapan teknologi Internet of Things (IoT) menawarkan solusi yang dapat meningkatkan efisiensi pemeliharaan melalui sistem pemantauan dan pengendalian otomatis. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan sistem IoT yang terintegrasi dengan aplikasi mobile untuk membantu petani di Desa Kare, Kabupaten Madiun dalam mengelola kebutuhan air tanaman bawang merah secara lebih efektif. Sistem ini menggunakan sensor BME280 yang terhubung ke ESP32 melalui jaringan Wi-Fi untuk memantau suhu dan kelembapan lingkungan, yang selanjutnya digunakan untuk mengendalikan katup solenoid guna mengatur pengairan secara otomatis sesuai kebutuhan tanaman. Aplikasi mobile dibangun menggunakan Flutter dan menyediakan fitur dashboard yang memungkinkan petani memantau data secara real-time. Pengujian sistem dilakukan melalui user acceptance testing dan device compatibility testing untuk memastikan integrasi dan kinerja sistem. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu membantu petani dalam pengelolaan irigasi yang efisien dan menjaga kualitas tanaman, sehingga dapat mendukung peningkatan produktivitas serta hasil panen. Temuan ini penting sebagai langkah awal dalam pengembangan pertanian cerdas yang lebih berkelanjutan di Indonesia.
Pelatihan Pengembangan Infrastruktur Berkelanjutan Melalui Penerapan Konstruksi Ramping Skala UMKM Nurcahyo, Cahyono Bintang; Adi, Tri Joko Wahyu; Utomo, Christiono; Indryani, Retno; Wiguna, I Putu Artama; Rohman, Mohammad Arif; Rachmawati, Farida; Waliulu, Yusroniya Eka Putri Rachman
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2385

Abstract

Penerapan prinsip Konstruksi Ramping (Lean Construction) dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan merupakan langkah penting untuk mendorong efisiensi sekaligus meningkatkan daya saing UMKM Konstruksi. Hingga saat ini, penerapan Konstruksi Ramping pada skala UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, terutama terkait minimnya pemahaman konsep dasar dan minimnya contoh aplikasi di lapangan. Jurnal ini membahas program pelatihan pengembangan infrastruktur berkelanjutan yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan UMKM Konstruksi, dengan penekanan pada penerapan Konstruksi Ramping. Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan UMKM Konstruksi dalam mengidentifikasi dan mengatasi inefisiensi dalam proyek infrastruktur, memperkenalkan Konstruksi Ramping secara sederhana dan praktis, serta membangun kapasitas dalam pengambilan keputusan berbasis data. Berdasarkan hasil pelatihan, peserta mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam menilai pengembangan infrastruktur berkelanjutan melalui pendekatan Konstruksi Ramping. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan Konstruksi Ramping pada skala UMKM memiliki potensi besar dalam efisiensi operasi konstruksi, guna mendorong peningkatan daya saing UMKM Konstruksi, sekaligus sebagai upaya pemenuhan Sustainable Development Goals secara global.
Pelatihan Pembuatan Cool box dan Ice gel Berbasis Tepung Tapioka Meningkatkan Kualitas Ikan Hasil Tangkap Yulianto, Totok; Putranto, Teguh; Utama, Danu; Arif, Irfan Syarif; Siswantoro, Nurhadi; Hermawan, Yuda Apri; Triastuti, Warlinda Eka; Effendi, Mohammad Khoirul; Hamzah, Afan; Putra, Erzad Iskandar
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2387

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi nelayan adalah cepatnya penurunan kualitas ikan akibat suhu lingkungan yang tinggi, terutama selama proses transportasi dari kapal ke tempat pelelangan. Hal ini menyebabkan ikan mudah rusak, berbau amis, dan berkurang nilai jualnya. Untuk mengatasi masalah ini, pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada mitra mengenai pembuatan cool box, serta teknik pembuatan ice gel yang sederhana dan ekonomis. Pelatihan cool box dan ice gel ekonomis bertujuan untuk meningkatkan kualitas hasil tangkapan nelayan yang dapat meningkatkan pendapatan mereka. Penggunaan cool box dan ice gel terbukti efektif dalam menjaga kesegaran ikan dalam waktu yang lebih lama, sehingga memungkinkan nelayan menjual produk mereka dengan harga yang lebih tinggi. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan kepada mitra mengenai pembuatan cool box, serta teknik pembuatan ice gel yang sederhana dan ekonomis. Cool box dibuat berbasis cetakan kayu lalu dilapisi fiberglass pada bagian luar dalam, sedangkan Ice gel dibuat berbasis  tepung tapioka dengan bahan tambahan air, garam, dan cuka. Hasil pengabdian ini menunjukkan bahwa mitra yang mengikuti pelatihan mampu memahami proses pembuatan cool box dan ice gel dengan biaya yang terjangkau. Penggunaan alat pendingin buatan sendiri ini secara signifikan mengurangi tingkat kerusakan ikan selama proses distribusi, sehingga meningkatkan volume penjualan dan pendapatan nelayan. Selain itu, pelatihan ini juga memberikan pemahaman kepada mitra tentang pentingnya menjaga kualitas hasil tangkapan sejak proses penangkapan hingga pemasaran. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan mendorong pengembangan sektor perikanan.
Implementasi Jaringan Internet Desa untuk Mendukung Transformasi Digital di Kantor Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan Mukti, Prasetiyono Hari; Affandi, Achmad; Setijadi, Eko; Kusrahardjo, Gatot; Boedinoegroho, Hany; Rahayu, Sri; Wirawan, Wirawan; Hendrantoro, Gamantyo; Endroyono, Endroyono; Widjiati, Endang; Firmansyah, Mohammad Rifqi
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2416

Abstract

Keterbatasan akses internet di Desa Sedang, Kabupaten Pasuruan, yang menghambat masyarakat dalam mengakses informasi dan layanan digital yang semakin penting di era modern. Kondisi ini menciptakan kesenjangan digital yang berdampak pada peluang ekonomi, pendidikan, dan komunikasi masyarakat desa. Implementasi jaringan internet menjadi solusi untuk meningkatkan konektivitas dan mendukung perkembangan sosial ekonomi masyarakat setempat. Metode implementasi melibatkan pemasangan dua antena Mikrotik, yaitu antena transmitter dan receiver, untuk membangun jaringan internet yang dapat menjangkau masyarakat dengan biaya yang lebih terjangkau. Pengabdian ini mencakup proses perencanaan, instalasi, dan pengujian jaringan untuk memastikan kinerjanya sesuai dengan kebutuhan warga. Hasil menunjukkan bahwa jaringan internet desa yang diimplementasikan mampu meningkatkan konektivitas di wilayah tersebut, mempermudah akses masyarakat terhadap layanan digital, serta membuka peluang baru untuk pendidikan, bisnis, dan komunikasi. Kesimpulan dari pengabdian ini menegaskan bahwa implementasi jaringan internet desa dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi kesenjangan digital di daerah pedesaan dan mendukung perkembangan sosial ekonomi masyarakat setempat.
Penerapan Teknologi Dancing Water Berbasis Digital Controller Untuk Pengembangan Eduwisata Desa Sokobanah Daya Wahyuni, Sri; Imamah, Imamah; Rachman, Fika Hastarita
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2432

Abstract

Desa Sokobana Daya adalah desa yang terletak di kabupaten Sampang, Pulau Madura, Jawa Timur. Desa ini merupakan salah satu desa binaan dari Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang dan direncanakan untuk menjadi salah satu EduWisata di kabupaten Sampang. EduWisata berbasis teknologi adalah konsep wisata yang akan diterapkan untuk menarik minat wisatawan potensial seperti Gen Z. Iklim madura yang panas namun memiliki sumber air yang cukup, teknologi dancing water berbasis digital controller adalah teknologi yang tepat digunakan sebagai eduwisata. Wisatawan akan diberikan hiburan air mancur yang dapat bergerak seperti menari, disertai pembelajaran mengenai pengenalan konsep mekatronika sederhana dalam pengaturan gerakan dan tinggi air. Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa prototype dancing water yang merupakan miniatur pemanfaatan teknologi untuk menarik wisatawan dan dapat memperkuat identitas Desa Sokobana Daya sebagai destinasi pariwasata dan pendidikan berbasis teknologi. Hasil penerapan inovasi ini telah diserahkan kepada Dinas Pariwisata Kabupaten Sampang dan diharapkan akan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap pengembangan sektor pariwisata dan perekonomian lokal.
Pengembangan Website Desa Sebagai Pendukung Desa Digital (Studi Kasus: Desa Kudu Kecamatan Kertosono) Setiyono, Budi; Sulistyaningrum, Dwi Ratna; Darmaji, Darmaji; Sanjoyo, Bandung Arry; Widianto, Muhammad Yusuf Hakim; Viadinugroho, Raden Aurelius Andhika
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2459

Abstract

Desa digital merupakan sebuah program yang dirancang oleh pemerintah dalam mendukung smart cities, khususnya program digitalisasi di segala aspek demi meminimalkan adanya kesenjangan terhadap informasi di wilayah pedesaan dengan memanfaat teknologi informasi dan komunikasi yang telah berkembang. Platform desa digital akan berfokus pada berbagai kebutuhan informasi, pelayanan, dan perekonomian. Pemerintah sangat menganjurkan berbagai desa untuk berevolusi menjadi desa digital. Adanya internet tidak serta merta dapat mewujudkan desa digital karena ada beberapa hal yang harus dipersiapkan. Hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan menuju desa digital adalah membangun infrastruktur, membangun teknologi desa, dan menyediakan perangkat pintar yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa. Bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan di Desa Kudu berupa pengembangan website profil desa, sebagai langkah awal menuju desa digital. Website yang dibuat berisikan informasi terkait desa Kudu, potensi desa dari sisi sosial dan ekonomi. Website juga dapat dijadikan sebagai portal untuk masuk ke sistem informasi lainnya yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Langkah-langkah yang telah dilakukan menggunakan kaidah-kaidah pengembangan perangkat lunak yang meliputi: analisis kebutuhan user, desain User Interface, implementasi, coding, serta deployment di webserver. Dilakukan pula pelatihan untuk pengelolaan website yang telah dibangun, baik dari sisi konten maupun pemeliharaannya.
Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang untuk Produksi Pupuk Organik Cair: Studi Kasus Desa Mojoasem, Sidayu, Gresik Ananda, Muhammad Bagas; Rasyida, Amaliya; Pintowantoro, Sungging; Setiyorini, Yuli; Pradesar, Yusuf; Pramadewandaru, Respati Kevin
Sewagati Vol 9 No 2 (2025)
Publisher : Pusat Publikasi ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26139960.v9i2.2508

Abstract

Pengelolaan limbah perikanan, khususnya limbah cangkang kerang, merupakan tantangan lingkungan yang signifikan di Mojoasem, Sidayu, Gresik. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan inisiasi pembentukan startup untuk memproses limbah tersebut menjadi pupuk organik cair (POC) guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah organik. Metode yang diterapkan meliputi sosialisasi mengenai dampak lingkungan limbah perikanan, pelatihan proses fermentasi limbah menggunakan bioaktivator alami seperti EM4 dan molase, serta praktik langsung produksi POC. Masyarakat menunjukkan partisipasi aktif dengan antusias bertanya dan berdiskusi terkait proses produksi dan potensi pemasaran POC. Signifikansi dari hasil ini adalah potensi pengurangan limbah organik serta peningkatan pendapatan masyarakat melalui produk lokal. Proyek ini berpotensi memberikan solusi berkelanjutan untuk masalah limbah organik sekaligus memperkuat ekonomi desa Mojoasem.

Page 1 of 3 | Total Record : 26