cover
Contact Name
Heri hermawan
Contact Email
herihermawan@unismuh.ac.id
Phone
+6285274902693
Journal Mail Official
gps@fkip.unismuhmakassar.ac.id
Editorial Address
https://jurnal.fkip.unismuh.ac.id/index.php/gurupencerahsemesta/about/editorialTeam
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
ISSN : 29858712     EISSN : 29859239     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Guru Pencerah Semesta atau disingkat JGPS merupakan wadah publikasi hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dikelola dalam lingkup Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Makassar melalui Unit Program Pemantapan Profesi Keguruan (P2K). Jurnal ilmiah ini mempublikasikan artikel melalui proses peer review dan terbit 4 (empat) kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juli, Nopember. Jurnal pengabdian ini memuat artikel terkait dengan penelitian dan pengabdian masyarakat pada ranah pendidikan usia dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah dan atas serta pendidikan non-formal di lingkungan masyarakat.
Articles 141 Documents
Penerapan Metode Driil Method Dan Demonstrasi Untuk Meningkatkan Kreatifitas Berkarya Seni Rupa Siswa Kelas X SMAN 3 Pangkep Jannah, Raodahtul; Hajra; Nasir; Wardan. AH, Luthfia
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.714

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas siswa dengan menerapkan metode driil method dan demonstrasi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan siklus yang terdiri dari lima kali pertemuan, setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 3 Pangkep pada kelas X Tahun Pelajaran 2021/2022. Jumlah keseluruhan siswa sebanyak 108 siswa diantaranya 67 siswa perempuan dan 41 siswa laki-laki Teknik pengumpulan data dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dan tes. Hasil penelitian melalui Penelitian Tindakan Kelas ini menunjukkan bahwa setelah mengaplikasikan metode ekspresi bebas, terjadi perubahan positif dan signifikan yaitu siswa lebih tertarik untuk belajar meningkatkan kualitas pengkaryaan seni rupa dalam seni budaya.  
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPA Al-Jazari SMA Negeri 2 Pangkep Paida, Andi; Auliyah, Tazkiyah; Hasyim, Nurhasana
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.722

Abstract

ABSTRACT This research is motivated by observational data which shows that the acquisition of student learning outcomes in Indonesian material is low. To respond to that, the researchers conducted classroom action research which aimed to improve student learning outcomes. The objectives to be achieved in this study include: (1) knowing the implementation of the discovery learning method in improving student learning outcomes, (2) knowing the increase in student learning outcomes with the discovery learning method for students. This research was conducted in class XI IPA JAZ SMA Negeri 2 Pangkep with a total of 28 students. This study measures all domains that exist in learning outcomes, namely: cognitive, affective, and psychomotor. The results showed an increase in each domain in each cycle. This can be seen from the increase in learning outcomes in cycles I and II. In cycle I, there were still 8 or 27. 59 percent of students who did not pass the KKM and 20 or 72.41 percent of students passed KKM 72 with an average student learning achievement of 77.39. It increased in cycle II, all students passed the KKM with an average score of 86.61. The uses discovery learning method students get direct learning experience so that students are active in the learning process so that learning is more interesting and can improve student learning outcomes. Keywords: learning outcomes, discovery learning method.
Penerapan Metode Problem Based Learning (PBL) Pada Pelajaran Bahasa Inggris Terhadap Siswa Kelas XI Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Pangkep Afifah. R, Nur; Al Fahros, Rijalul Haq; Saputra, Fachrul Achsan; Alan, Juswan; Sulvahrul
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.729

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir secara kritis siswa serta bersama-sama memecahkan suatu masalah di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Pangkep kelas XI dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan kelas XI IPA 2 sebagai objek yang diteliti. Untuk mendapatkan sample, peneliti menggunakan purposive sampling dan menggunakan metode observasi dengan instrument checklist dan tes untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan PBL untuk mengajar berbicara yang telah digunakan oleh guru bahasa Inggris. Hal ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan dalam proses belajar mengajar berbicara kepada siswa kelas XI. Penelitian tindakan kelas (PTK) digunakan untuk mempelajari tentang proses belajar mengajar berbicara yang berpusat pada komponen bahasa (tata bahasa, kosa kata, pengucapan, dan kelancaran) dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran berbicara melalui PBL. Penelitian tindakan kelas terdiri dari siklus-siklus yang menyatu menuju peningkatan pemahaman situasional dan pelaksanaan tindakan. Hasil yang didapatkan menunjukkan sebagai berikut: (a) Penerapan model PBL dalam pembelajaran Bahasa Inggris mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena dalam siklus 1 presentasi skor untuk observasi guru 84% berubah menjadi 90% dan observasi siswa yang awalnya 70% berubah menjadi 84%, (b) nilai rata-rata evaluasi mandiri pada siklus 1 67,13 dan presentasi ketuntasan 62,50% dan berubah menjadi 77,88% dan presentasi ketuntasan 87,50%. Jadi, indicator keberhasilan berhasil dicapai dengan yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 85%. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi yang sangat baik untuk meningkatkan minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir secara kritis siswa serta bersama-sama memecahkan suatu masalah di Sekolah Menengah Atas Negeri 4 Pangkep kelas XI dalam pembelajaran Bahasa Inggris melalui penerapan model Problem-Based Learning (PBL). Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dan kelas XI IPA 2 sebagai objek yang diteliti. Untuk mendapatkan sample, peneliti menggunakan purposive sampling dan menggunakan metode observasi dengan instrument checklist dan tes untuk mengumpulkan data. Penelitian ini dimaksudkan untuk memanfaatkan PBL untuk mengajar berbicara yang telah digunakan oleh guru bahasa Inggris. Hal ini diharapkan dapat mengatasi kesulitan dalam proses belajar mengajar berbicara kepada siswa kelas XI. Penelitian tindakan kelas (PTK) digunakan untuk mempelajari tentang proses belajar mengajar berbicara yang berpusat pada komponen bahasa (tata bahasa, kosa kata, pengucapan, dan kelancaran) dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran berbicara melalui PBL. Penelitian tindakan kelas terdiri dari siklus-siklus yang menyatu menuju peningkatan pemahaman situasional dan pelaksanaan tindakan. Hasil yang didapatkan menunjukkan sebagai berikut: (a) Penerapan model PBL dalam pembelajaran Bahasa Inggris mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa karena dalam siklus 1 presentasi skor untuk observasi guru 84% berubah menjadi 90% dan observasi siswa yang awalnya 70% berubah menjadi 84%, (b) nilai rata-rata evaluasi mandiri pada siklus 1 67,13 dan presentasi ketuntasan 62,50% dan berubah menjadi 77,88% dan presentasi ketuntasan 87,50%. Jadi, indicator keberhasilan berhasil dicapai dengan yang diharapkan yaitu sekurang-kurangnya 85%. Sehingga peneliti menyimpulkan bahwa penerapan Problem Based Learning (PBL) merupakan strategi yang sangat baik untuk meningkatkan minat belajar siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Ceramah Siswa Kelas XI Gregor Mendel SMAN II Pangkep Laksari , Ega; Asmawani, Nur Syakiah; Munirah
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.749

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti kemampuan menulis teks ceramah dengan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas XI Gregor Mendel SMA 11 Pangkep. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan 2 siklus., setiap siklus terdiri dari: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Tindakan Kelas ini ini dilaksanakan di UPT SMA Negeri 11 Pangkep yang beralamat di Kelurahan Paddoang Doangan, Kec. Pangkajene, Kab. Pangkep, Prov. Sulawesi Selatan.. Subyek Penelitian ini adalah peserta didik kelas XI Gregor Mendel dengan jumlah seluruh siswa sebanyak 34 siswa. 23 siswa perempuan dan 11 siswa laki-laki. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus hingga 18 Oktober 2022. Teknik pengumpulan data dan alat pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan tes. Hasil penelitian melalui Penelitian Tindakan Kelas ini menunjukkan bahwa setelah mengaplikasikan model pembelajaran Problem Based Learning, terjadi perubahan positif dan signifikan yaitu kemampuan siswa dalam menulis teks ceramah.
Efektivitas Penggunaan Metode Diskusi Kelompok Dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Pembelajaran PPKN Di SMA Negeri 11 Pangkep Bhubha, Juwita; Faturrachman, Muh. Awaluddin; Rukman, Auliah Andika
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.751

Abstract

Kemampuan berpikir kritis menjadi landasan baru dalam pembelajaran di era modern, yang merupakan kemampuan penting bagi seseorang sebagai modal dalam dunia pendidikan dan kehidupan di masyarakat. Berdasarkan observasi dan wawancara peneliti menemukan masalah pada siswa saat  meyampaikan pendapat, siswa ragu-ragu dalam menjawab pertanyaan, lama berpikir dan kurangnya kosakata. Terdapat beberapa metode yang dilakukan dalam pembelajaran salah satunya metode diskusi kelompok. Oleh karena itu, peneliti ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas metode diskusi kelompok dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa melalui pembelajaran PPKn di SMA Negeri 11 Pangkep dengan subjek penelitian kelas XI al-khawarizmi. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) untuk mengukur dampak metode diskusi kelompok dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian pada siklus 1 dan siklus 2 Rata-rata nilai siswa pada siklus 1 adalah 80,37, nilai tertinggi 96, nilai terendah 60, dan persentase ketuntasan belajar adalah 71%. Artinya pada siklus pertama belajar siswa tidak mencukupi ketuntasan belajar minimum 75%. Dilanjutkan lagi dengan siklus kedua, rata-rata nilai siswa yaitu 89,42. perolehan nilai tertinggi 100, nilai terendah 70. Dengan persentase nilai ketuntasan belajar 89% dari nilai ketuntasan belajar minimum 75%. Artinya pada siklus kedua, peneliti menemukan kemampuan berpikir kritis meningkat. Dengan demikian peneliti menyarankan kepada guru menggunakan metode diskusi agar siswa lebih aktif dalam pembelajaran PPKn di kelas. Kata kunci : Efektivitas,  Metode diskusi kelompok, Kemampuan berpikir kritis Abstract                   The ability to think critically is a new foundation in learning in the modern era, which is an important ability for a person as capital in the world of education and life in society. Based on observations and interviews, researchers found problems with students when expressing opinions, students hesitated in answering questions, thought long and lacked vocabulary. There are several methods used in learning, one of which is the group discussion method. Therefore, this researcher aims to determine the effectiveness of the group discussion method in improving students' critical thinking skills through Civics learning at SMA Negeri 11 Pangkep with research subjects in class XI al-Khwarizmi. This type of research is Classroom Action Research (CAR) to measure the impact of the group discussion method in improving students' critical thinking skills. The results of the research in cycle 1 and cycle 2. The average student score in cycle 1 was 80.37, the highest score was 96, the lowest score was 60, and the percentage of learning completeness was 71%. This means that in the first cycle of student learning, the minimum learning mastery of 75% is not sufficient. Followed again with the second cycle, the average student score is 89.42. obtaining the highest score of 100, the lowest score of 70. With a percentage of 89% mastery learning value of the minimum 75% mastery learning score. This means that in the second cycle, researchers found that critical thinking skills increased. Thus the researchers suggested to the teacher to use the discussion method so that students were more active in learning Civics in class.  
Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing terhadap Hasil Belajar Biologi siswa kelas XI IPA SMA Negeri 2 Pangkep khaeri , Ummul; Nazar, Ikhtiar; Paida, Andi; Zainudin
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.760

Abstract

Pendidikan dapat dilakukan dalam dua proses: belajar dari orang lain dan belajar sendiri. Atau, itu bisa disebut belajar mandiri. Ada tiga. sistem pendidikan di Indonesia, satu sistem pendidikan formal, yaitu pendidikan yang diterima dari meja, dan yang kedua adalah sistem pendidikan informal, yaitu pendidikan untuk linkungan. Dan terakhir, sistem pendidikan nonformal dengan pendidikan dari masyarakat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri yaitu (1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. Dari hasil observasi yang dilakukan selama dua siklus dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan banyak perubahan pada peserta didik antara lain: 1. Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar 2. Peserta didik merasa senang dengan model yang diterapkan 3. Peserta didik merasa lebih akrab dengan teman-temannya 4. Peserta didik mempunyai kepercayaan dalam menyampaikan argumen saat proses pemecahan masalah Di awal pertemuan terdapat kendala yang terjadi dalam proses pembelajaran yaitu masih adanya peserta didik yang tidak mempunyai keberanian dalam menjawab pertanyaan, kurang percaya diri dalam menyampaikan argumen masing-masing, dan masih sulit untuk mengerjakan soal-soal yang sifatnya soal aplikasi. Tapi hal ini tidak berlangsung lama karena d akhir siklus I sudah terjadi perubahan pada peserta didik tersebut. Pada siklus II kendala yang ditemukan di siklus I sudah terkendali terlihat dari semakin meningkatnya minat belajar peserta didik dan mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh peneliti, pada siklus I skor rata-rata yang dicapai peserta didik pada siklus I 64,65 meningkat menjadi 76,75 pada siklus II. Berdasarkan pada indikator keberhasilan, peserta didik dikatakan tuntas apabila memperoleh skor minimal 75% dari skor ideal dan tuntas belajar secara klasikal apabila 80 % dari jumlah peserta didik telah tuntas belajar. Dari data yang diperoleh setelah perlakuan dapat ditunjukkan bahwa pada siklus I ada beberapa peserta didik yang belum tuntas sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan sehingga peserta didik yang belum tuntas hanya ada 8 orang. Dengan melihat dari persentase ketuntasan belajar tersebut mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan aktivitas proses belajaran mengajar Biologi SMA Negeri 2 Pangkep 2. Dari hasil observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini dibuktikan pada analisis Ulangan Harian peserta didik yakni pada siklus I persentase ketuntasan peserta didik hanya 20,00% dengan skor rata-rata 64,65. Sementara pada siklus II meningkat dengan presentasi ketuntasan peserta didik mencapai 60,00% dengan skor rata-rata 76,75. 3. Dengan menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pelajaran Biologi yang biasanya dianggap sulit dan membosankan bagi sebagian peserta didik menjadi lebih menyenangkan. Pendidikan dapat dilakukan dalam dua proses: belajar dari orang lain dan belajar sendiri. Atau, itu bisa disebut belajar mandiri. Ada tiga. sistem pendidikan di Indonesia, satu sistem pendidikan formal, yaitu pendidikan yang diterima dari meja, dan yang kedua adalah sistem pendidikan informal, yaitu pendidikan untuk linkungan. Dan terakhir, sistem pendidikan nonformal dengan pendidikan dari masyarakat Pembelajaran Inkuiri Terbimbing berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri. Sasaran utama kegiatan pembelajaran inkuiri yaitu (1) keterlibatan siswa secara maksimal dalam proses kegiatan belajar (2) keterarahan kegiatan secara logis dan sistematis pada tujuan pembelajaran dan (3) mengembangkan sikap percaya pada diri siswa tentang apa yang ditemukan dalam proses inkuiri. Dari hasil observasi yang dilakukan selama dua siklus dengan menerapkan model pembelajaran inkuiri terbimbing memberikan banyak perubahan pada peserta didik antara lain: 1. Peserta didik lebih termotivasi untuk belajar 2. Peserta didik merasa senang dengan model yang diterapkan 3. Peserta didik merasa lebih akrab dengan teman-temannya 4. Peserta didik mempunyai kepercayaan dalam menyampaikan argumen saat proses pemecahan masalah Di awal pertemuan terdapat kendala yang terjadi dalam proses pembelajaran yaitu masih adanya peserta didik yang tidak mempunyai keberanian dalam menjawab pertanyaan, kurang percaya diri dalam menyampaikan argumen masing-masing, dan masih sulit untuk mengerjakan soal-soal yang sifatnya soal aplikasi. Tapi hal ini tidak berlangsung lama karena d akhir siklus I sudah terjadi perubahan pada peserta didik tersebut. Pada siklus II kendala yang ditemukan di siklus I sudah terkendali terlihat dari semakin meningkatnya minat belajar peserta didik dan mampu menyelesaikan soal-soal yang diberikan oleh peneliti, pada siklus I skor rata-rata yang dicapai peserta didik pada siklus I 64,65 meningkat menjadi 76,75 pada siklus II. Berdasarkan pada indikator keberhasilan, peserta didik dikatakan tuntas apabila memperoleh skor minimal 75% dari skor ideal dan tuntas belajar secara klasikal apabila 80 % dari jumlah peserta didik telah tuntas belajar. Dari data yang diperoleh setelah perlakuan dapat ditunjukkan bahwa pada siklus I ada beberapa peserta didik yang belum tuntas sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan sehingga peserta didik yang belum tuntas hanya ada 8 orang. Dengan melihat dari persentase ketuntasan belajar tersebut mengalami peningkatan. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing dapat meningkatkan aktivitas proses belajaran mengajar Biologi SMA Negeri 2 Pangkep 2. Dari hasil observasi memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan dari siklus I ke siklus II. Hal ini dibuktikan pada analisis Ulangan Harian peserta didik yakni pada siklus I persentase ketuntasan peserta didik hanya 20,00% dengan skor rata-rata 64,65. Sementara pada siklus II meningkat dengan presentasi ketuntasan peserta didik mencapai 60,00% dengan skor rata-rata 76,75. 3. Dengan menerapkan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pelajaran Biologi yang biasanya dianggap sulit dan membosankan bagi sebagian peserta didik menjadi lebih menyenangkan.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis Canva Sebagai Media Pembelajaran Pada Mata Pelajaran Ipa Di SMA Negeri 20 Pangkep Nurlailah; Mario; Muhajir
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.768

Abstract

Artikel ini bermaksud untuk menjelaskan tentang pemanfaatan dari penggunaan aplikasi canva sebagai media pembelajaran IPA di sekolah menengah. Globalisasi membawa perubahan besar dalam tatanan hidup masyarakat. Perubahan tersebut di dorong oleh semakin berkembangknya IPTEK. Yang membawa dampak dalam berbagai sektor kehidupan termasuk diantaranya yaitu pada bidang pendidikan. Perancangan media pembelajaran pada saat ini tidak hanya memanfaatkan benda yang dapat ditemukan pada kehidupan sehari-hari namun juga memanfaatkan dunia digital. Canva merupakan suatu aplikasi yang dapat dikembangkan dalam proses pembuatan media pembelajaran IPA yang sangat membutuhkan adanya media sebagai pengantar informasi dari muatan materi pembelajaran yang bersifat abstrak. Aplikasi canva menyediakan berbagai macam fitur menarik yang dapat memudahkan guru dalam pembuatan media pembelajaran salah satunya yaitu dengan tersedianya beragam template yang dapat digunakan dalam proses mendesain media pembelajaran salah satunya yakni mata pelajaran IPA di SMA. Pada pelaksanaan penelitian kali ini, digunakan metode literatur review, yaitu dengan proses meletakan, mendapatkan, membaca, serta mengevaluasi berbagai literatur penelitian terkait atau berhubungan dengan persoalan yang akan di teliti. Data yang dideskripsikan yaitu hasil penelitian yaitu mengenai manfaat dari penggunaan aplikasi canva yang telah dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya.   Kata kunci : Media Pembelajaran, Aplikasi Canva, Mata Pelajaran IPA SMA.   ABSTRACT This article intends to explain the utilization of the use of the Canvas application as a medium for learning science in secondary schools. Globalization brings major changes in the order of people's lives. These changes are driven by the development of science and technology. which has an impact on various sectors of life including in the field of education. don't learn media at this time not only utilize objects that can be found in everyday life but also take advantage of the digital world. canva is an application that can be developed in the process of making science learning media which really needs media as an introduction to information from abstract learning material content. the canva application provides a variety of interesting features that can make it easier for teachers to create learning media. One of them is the availability of various templates that can be used in the process of designing learning media, one of which is science subjects in high school. During the implementation of this research, the literature review method is used, namely the process of placing, obtaining, reading, and evaluating various research literature related to or related to the issue to be studied. the data described is the result of the research regarding the benefits of using the Canva application that has been carried out by previous researchers.    
Penerapan Model Pembelajaran Learning Cycle Pada Pembelajaran Matematika Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X SMKS Muhammadiyah Bungoro Nurfadillah; Muhlisa, Nurul; Akram; Samaniah
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.785

Abstract

Pentingnya belajar matematika tidak terlepas dari kaitannya dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa akan mampu menerapkan matematika dalam konteks yang berguna bagi siswa, baik dalam kehidupan sehari-hari ataupun dalam dunia kerja kelak. Penguasaan materi matematika menjadi suatu keharusan bagi siswa mangingat urgensi dan keterlibatan matematika pada ilmu pengetahuan dan menjadi dasar dari ilmu lainnya. . Namun kenyatannya, mayoritas siswa di kelas menganggap bahwa pelajaran matematika itu sulit dan membosankan. Hal ini sesuai dengan hasil pengamatan di kelas yang menunjukkan bahwa kebanyakan siswa kurang berminat pada matematika, hal ini dipengaruhi oleh persepsi siswa tentang matematika yang sulit serta adanya kecenderungan bahwa yang ditampilkan oleh guru kepada siswa adalah deretan rumus-rumus abstrak dan membosankan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK), dengan sampel penelitian kelas X Las 2 SMKS Muhammadiyah Bungoro. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh selama 2 siklus dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran Learning Cycle lebih baik efektif . Dibuktikan dengan rata-rata hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan disiklus I sebesar 58,54, aspek keterampilan 47,5 dan aspek sikap 59,58. Pada siklus ke II rata-rata hasil belajar siswa pada aspek pengetahuan sebesar 76,48, aspek keterampilan 71,25 dan aspek sikap sebesar 63,5.
Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review (PQ4R) Pada Pelajaran Bahasa Indonesia Dikelas X IPS 1 SMAN 9 Pangkep Hadizha, Aulya; Hamid, Muhammad Akbar; Ratnawati; Daddi, Herlina
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.791

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, pada siswa kelas X IPS 1 SMAN 9 Pangkep  Kecamatan Ma'rang. Dengan menggunakan metode pembelajaran PQ4R Preview, Question, Read, Reflect, Recite, Review). Subjek dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X IPS 1 SMA 9 Pangkep yang berjumlah 22 siswa, terdiri dari 12 laki-laki dan 9 perempuan Instrument yang digunakan adalah tes dan format observasi. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif yaitu data hasil belajar siswa. jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) penelitian ini dipilih untuk memperbaiki kekurangan-kekurangan dalam pembelajaran di kelas dalam bentuk Tindakan nyata yang akan dilakukan dengan menggunakan metode PQ4R. Penelitian ini fokus pada proses dan hasil belajar siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, tes hasil belajar siswa dan dokumentasi. Nilai rata-rata pada Hasil penelitian siklus I yaitu 73 dan nilai rata-rata pada siklus II 93,1 telah mencapai indikator yang telah ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dalam menerapkan metode pembelajaran PQ4R dapat meningkatkan hasil belajar pada materi Teks Anekdot pada siswa kelas X IPS 1 SMA 9 Pangkep.
Enhance students' speaking skills in learning English using the Know, Want to Know, and Learned (KWL) Strategy for eleventh graders of Ibnu Sina SMAN 11 Pangkep Yunus, Siti Fathin Faizah Yunus; Pelu, Siti Runi; Jufri , St. Harnita; Munirah
Jurnal Guru Pencerah Semesta Vol 2 No 3 (2024): Jurnal Guru Pencerah Semesta (JGPS)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56983/jgps.v2i3.794

Abstract

Menurut pengamatan SMAN 11 Pangkep, permasalahannya adalah para guru tidak menggunakan metode yang efektif, kemampuan berbicara siswa masih rendah, dan mereka menunjukkan sedikit semangat untuk berbicara. Pendekatan KWL sedang digunakan oleh para peneliti untuk mengajarkan keterampilan berbicara. Hal ini bertujuan sebagai strategi alternatif untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan siklus penelitian terdiri dari (1) perencanaan (2) tindakan (3) observasi (4) refleksi. Untuk mengumpulkan informasi, peneliti mengumpulkan berbagai data. Yang pertama datang dari pra-dan pasca-tes. Yang kedua ditemukan melalui survei. Kedua jenis data tersebut diperoleh untuk menghitung skor setelah melakukan penelitian. Peneliti melakukan analisis deskriptif dengan menggunakan metode skor rata-rata dan rumus indikator keberhasilan untuk menentukan skor keterlibatan, keterampilan, dan kemampuan berbicara siswa. Pre-test, post-test, dan angket merupakan instrumen penelitian yang valid dan reliabel yang digunakan untuk mengumpulkan data. Untuk memperoleh hasil faktual tentang keterampilan berbicara melalui KWL, tes akhir dan angket diberikan selama siklus 1 dan 2. Temuan penelitian ini secara meyakinkan menunjukkan bahwa KWL dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berbicara siswa. Selain itu, terlihat dari analisis persentase kuesioner bahwa teknik KWL secara signifikan meningkatkan motivasi berbicara siswa. According to SMAN 11 Pangkep's observations, the issue is that the teachers do not employ an effective method, the pupil's speaking abilities are still low, and they show little enthusiasm for speaking. The KWL approach is being used by researchers to teach speaking skills. It aims as an alternative strategy for raising students'' speaking. This research uses classroom action research (CAR) with the cycle of the research consisting of (1) planning (2) action (3) observation (4) reflection. To gather information, the researcher collected a variety of data. The first one came from pre-and post-test. The second one was discovered through the questionnaire. Both two types of data were acquired to calculate the scores after doing the study. The researcher conducted a descriptive and quantitative analysis utilizing the mean score method and success indicator formula to determine the student's involvement, skill, and speaking ability scores. To obtain factual results on speaking skills through KWL, the post-tests and the questionnaire were given throughout cycles 1 and 2. The findings of this study conclusively show that KWL can be used to improve students' speaking skills. In addition, it is evident from the percentage analysis of the questionnaire that the KWL technique significantly increases students’ motivation to speak.

Page 11 of 15 | Total Record : 141