cover
Contact Name
ZAKARIA
Contact Email
zakaria.abuarfa@gmail.com
Phone
+62895328499297
Journal Mail Official
jurnalpangripta@malangkota.go.id
Editorial Address
Jl. Gedung MBO Simpang Majapahit 1 lantai 3 Malang
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
ISSN : 26205785     EISSN : 26155702     DOI : https://doi.org/10.58411/pangripta.v6i1
PANGRIPTA adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Malang. Jurnal PANGRIPTA memuat artikel hasil penelitian dan karya ilmiah lainnya yang FOKUS PADA PERENCANAAN PEMBANGUNAN untuk bidang kajian ekonomi, sumber daya alam, pembangunan manusia, pembangunan masyarakat, sosial budaya, infrastruktur, pengembangan wilayah dan inovasi daerah guna menunjang perumusan kebijakan pembangunan Kota Malang
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 159 Documents
KAJIAN PENINGKATAN FASILITAS SARANA PRASARANA PENUNJANG DESTINASI PARIWISATA Zakaria
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.581 KB) | DOI: 10.58411/0vk85414

Abstract

Fasilitas Sarana Prasarana Penunjang Destinasi Pariwisata Pemerintah Kota Malang diharapkan dapat memfasilitasi bahkan meningkatkan sarana prasarana penunjang destinasi pariwisata di Kota Malang. Tujuan dari kegiatan ini adalah menyusun Dokumen Kajian Peningkatan Fasilitas Sarana Prasarana Penunjang Destinasi Pariwisata. Kajian ini menggunakan jenis penelitian diskriptif kualitatif dengan menyimpulkan berdasarkan data, observasi lapangan dan wawancara, juga teori untuk menjelaskan gambaran tentang kondisi eksisting sarana dan prasarana. Pembangunan kawasan wisata baru harus mencermati kepentingan pelestarian lingkungan dan memperhatikan tata ruang kota yang telah diundangkan dalam peraturan daerah. Peninggalan sejarah dan budaya perlu dilindungi peraturan daerah , dengan upaya merevitalisasi, melakukan renovasi, dan upaya-upaya pelestarian. Sementara usaha mikro masyarakat dapat dikembangkan dengan berbagai kemudahan mendapatkan kredit usaha yang mendukung pariwisata. Ketiga hal ini merupakan kerangka model pengembangan pariwisata Kota Malang. Adapun beberapa rekomendasi yang ditawarkan yaitu terkait dengan Pembangunan Destinasi Wisata Alam, Pembangunan dan Perbaikan Destinasi Wisata Budaya, Pengembangan Fasilitas Pendukung, Pengembangan paket wisata, Peningkatan pangsa pasar, dan Peningkatan Sumber daya Manusia.
ADAPTASI POLA RUANG DAN PERUBAHAN IKLIM DI KOTA MALANG Subagiyo, Aris; Alim, Mifta Nurul; Rachmawati, Turniningtyas Ayu
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (337.696 KB) | DOI: 10.58411/d70dv493

Abstract

Perubahan iklim telah dirasakan di Kota Malang, ditandai dengan adanya peningkatan suhu dalam beberapa tahun terahir. Untuk menghadapi hal tersebut, strategi pemanfaatan ruang di perkotaan, baik untuk kawasan budidaya maupun kawasan lindung, perlu dilakukan secara kreatif. Dengan kata lain, perubahan iklim dapat diadaptasi dengan perencanaan tata ruang yang baik, sehingga penelitian adaptasi pola ruang Kota Malang dalam meminimalkan dampak perubahan iklim penting dilakukan. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui implementasi pola ruang Kota Malang terkait adaptasi perubahan iklim. Analisis implementasi pola ruang Kota Malang terkait perubahan iklim menggunakan analisis kemampuan dan kesesuaian lahan serta analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rencana pola ruang Kota Malang yang tidak sesuai dengan kemampuan lahan yang ada ialah ±3.236,32 ha atau sebesar ±29,4% dari luas Kota Malang sedangkan berdasarkan analisis isi diketahui bahwa terdapat beberapa variabel pola ruang yang tidak sesuai dengan literatur adaptasi perubahan iklim yaitu RTH, Hutan Kota, Sempadan Sungai, Sempadan SUTT, Sempadan rel, Pertanian, Permukiman Kumuh, serta kawasan rawan dan risiko bencana. Hal tersebut menunjukkan bahwa pola ruang Kota Malang belum adaptif terhadap perubahan iklim.
ROADMAP SMART CITY KOTA MALANG Putro, Dedy Tri Wahyudi Suryo
PANGRIPTA Vol. 2 No. 1 (2019): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (187.016 KB) | DOI: 10.58411/77xv1117

Abstract

Konsep Smart City memiliki arti sebuah pendekatan cerdas dalam membangun kota yang bersifat terintegrasi untuk mengatasi permasalahan kota yang semakin bertambah kompleks terutama seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk. Metode penelitian dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data terdiri dari data primer yang didapat langsung melalui pada lapangan dan data sekunder yang diperoleh dengan menggunakan data-data referensi terkait. Berdasarkan literatur pustaka, maka ditetapkan variabel yang akan dibahas dan diteliti dalam penelitian Roadmap Smart City Kota Malang. Indikator yang digunakan dalam smart city Kota Malang berasal dari hasil kompilasi antara Boyd Cohen, ISO, UNECE, dan disesuaikan dengan karakteristik Kota Malang. Indikator tersebut antara lain: pada smart environment terdapat energi listrik, energi terbarukan, emisi gas rumah kaca, kualitas ari, sampah, air bersih, ketahanan iklim, penataan ruang, RTH, dan permukiman. Smart economy terdapat perdagangan, koperasi, industri pariwisata, dan pengangguran. Pada Smart Living yaitu budaya tradisional, cagar budaya, smart library, kemiskinan, angka harapan hidup, angka kematian bayi, angka kematian ibu, kerentanan bencana, dan smart crime prevention. Hasil skoring/pembobotan pada score card Smart City Kota Malang yaitu terdapat 3 indikator yang digolongkan ke dalam kelas rendah (nilai skor 10) pada energi terbarukan, cakupan sensor, dan smart electricity sehingga diperlukan peningkatan kinerja (kualitas dan cakupan) dan implementasi smart (inovasi dan teknolgi) pada masyarakat.
ANALISIS KEBUTUHAN PENANGANAN LIMBAH B3 (BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN) DI KOTA MALANG Mudji, Arti; Pawestri, Arum
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1254.032 KB) | DOI: 10.58411/r6zcp274

Abstract

Di Kota Malang persoalan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) benar-benar menjadi ancaman serius masyarakat Malang. Terutama limbah B3 yang dihasilkan rumah sakit baik milik pemerintah atau swasta. Masalah ini tidak ditangani secara benar, tepatnya sejak Rumah Sakit Saiful Anwar tidak boleh lagi mengelola limbah dari luar. hingga kini masih dicari solusi mengatasi limbah B3 tersebut. Banyak pengelola rumah sakit yang tidak tahu ke mana harus membuang limbahnya sejak Rumah Sakit Saiful Anwar tidak lagi menerima limbah B3Pada kegiatan Penyusunan Analisa Kebutuhan Penanganan Limbah B3, dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif analitis untuk menjelaskan masalah-masalah aktual secara sistematis, faktual dan akurat melalui diskripsi kondisi Penanganan Limbah B3 eksisting. Sedangkan analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif dan kuantitatif.
STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN AKSES CEMOROKANDANG-TLOGOWARU, KECAMATAN KEDUNGKANDANG KOTA MALANG H, Agustina Ratri; Nanda, Indhira Dwi
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58411/4vtr4745

Abstract

Keberadaan pembangunan Jalan TOL Malang - Pandaan akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan dan pergerakan orang maupun barang di Kota Malang. Sementara kondisi eksisting menunjukkan pertumbuhan jaringan jalan masih rendah jika dibandingkan pertumbuhan kendaraan motor. Hal ini tentunya akan mengakibatkan aksesibilitas di Kota Malang terhambat. Dalam mengantisipasi dampak pembangunan Jalan TOL Malang - Pandaan di Jalan Ki Ageng Gribik diperlukan pengembangan jalan baru di sisi timur yang berdekatan dengan exit TOL. Sebelum dilakukan pembangunan jalan baru, maka perlu adanya kajian kelayakan pembangunan tersebut. Pengkajian kelayakan pembangunan jalan penghubung (Cemorokandang - Tlogowaru) memperhatikan 9 (sembilan) kebijakan yang terdapat di Kota Malang dan analisis kelayakan pembangunan. Setelah diketahui hasil kedua analisis tersebut, maka dapat ditentukan trase jalan alternatif yang layak dikembangkan melalui hasil analisis (Analytical Hierarchy Process) AHP dan scoring. Berdasarkan hasil analisis AHP pada aplikasi expert choice dan scoring menunjukkan bahwa jalan penghubung wilayah Cemorokandang-Tlogowaruyang terpilih yaitu trase alternatif 4.
KAJIAN PERILAKU PENGGUNA RUANG PUBLIK DI KOTA MALANG Putro, Dedy Tri Wahyudi Suryo; Siswanto
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (407.953 KB) | DOI: 10.58411/v9qzax24

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah: (i) mendeskripsikan motif berperilaku negatif saat menggunakan ruang publik di Kota Malang terutama para remaja ; (ii) mengeksplorasi variabel kondisi ruang publik yang menjadi pendorong perilaku negatif ; (iii) mengeksplorasi variabel kepribadian yang terkait dengan perilaku positif ; (iv) mengeksplorasi variabel yang terkait manfaat positif ruang publik di Kota Malang;(v) melakukan pengukuran variabel kondisi ruang publik yang menjadi pendorong perilaku negatif : (vi) melakukan pengukuran variabel kepribadian, yaitu perilaku negatif dan positif ; (vii) melakukan pengukuran variabel-variabel manfaat positif ruang publik di Kota Malang dan (viii) melakukan penggambaran (descriptif) dan pemetaan (mapping) perilaku pengguna ruang publik di Kota Malang. Metode penelitian ini adalah mix method, yaitu gabungan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa Pengguna ruang publik sebagian besar merupakan usia remaja yang berprofesi sebagai mahasiswa/mahasiswi. Hal tersebut dikarenakan ruang publik merupakan tempat yang tanpa biaya (gratis), lokasinya dekat serta akses yang sangat bebas dengan waktu operasional 24 jam. Kondisi ruang publik di Kota Malang bisa menjadi pendorong perilaku negatif pengguna ruang publik seperti design taman (kerindangan pohon, desain tempat duduk, smoking area, fasilitas persampahan), pencahayaan (kurangnya pencahayaan), waktu operasional, serta aparat dan fasilitas keamanan. Manfaat positif ruang publik yang dapat dirasakan oleh pengguna ruang publik didasari dengan adanya fasilitas-fasilitas di ruang publik itu sendiri maupun design ruang publik. Manfaat positif tersebut diantaranya ruang publik bermanfaat sebagai sarana edukasi dan sosialisasi (berkumpul ataupun mengerjakan tugas kelompok), sarana olahraga, rekreasi maupun relaksasi.
ANALISIS KEBUTUHAN MASYARAKAT TERHADAP TRANSPORTASI BERBASIS APLIKASI DAN KONVENSIONAL DI KOTA MALANG Januar, M. Anis; Kriswati, Lenna
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1097.186 KB) | DOI: 10.58411/ppv1yq24

Abstract

Pertumbuhan transportasi Kota Malang mengalami peningkatan pesat, kondisi ini mengharuskan pemerintah untuk melakukan penataan transportasi secara tertib, baik terhadap transportasi berbasis aplikasi/online dan transportasi konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah menjawab kebutuhan masyarakat terhadap transportasi berbasis aplikasi dan konvensional di Kota Malang. Metode yang dilakukan secara kuantitatif menyangkut aspek analisis kebutuhan masyarakat terhadap transportasi yang dilakukan dengan cara survei dan wawancara terhadap masyarakat/responden dengan Teknik random sampling sebanyak 420 responden. Hasil yang didapatkan adalah masyarakat membutuhkan moda transportasi sebagai kegiatan berpindah menuju tempat tujuan, baik menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Masyarakat cenderung memilih menggunakan moda transportasi berbasis aplikasi/online, hal ini dikarenakan terdapat pelayanan yang memberikan kepastian waktu tunggu dan waktu tempuh yang pasti. Mayoritas responden menyatakan sangat puas terhadap tingkat pelayanan pada taksi dan ojek online, menyusul pada angkot, dan terakhir pada taksi dan ojek konvensional. Diperlukan penataan regulasi terhadap pembatasan jumlah moda transportasi berbasis aplikasi/online dan penataan kawasan dalam pelayanan pada simpul-simpul transportasi. Jumlah kuota taksi yang direkomendasikan pada Kota Malang adalah sebesar 450 armada. Moda transportasi umum dan tipe pelayanan yang diharapkan akan digunakan untuk beraktivitas di Kota Malang adalah dengan memberikan pelayanan transportasi terhadap kepastian baik pada headway, travel time, travel cost, safety, dan service.
PERANCANGAN INSTALASI POMPA UNTUK KEBUTUHAN AIR BERSIH DI WILAYAH KOTA MALANG NP, Ikip Suliono; Sarbini; Sudarto
PANGRIPTA Vol. 1 No. 2 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (465.409 KB) | DOI: 10.58411/txe75z42

Abstract

Semakin meningkatnya pembangunan, laju pertumbuhan penduduk dan kebutuhan air bersih di Kota Malang, perlu dilakukan pengkajian kembali kebutuhan air bersih pada saat sekarang dan yang akan datang agar keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan distribusi air bersih dapat terpenuhi. Tujuan penulisan ini adalah untuk mengetahui kapasitas air bersih, sistem distribusi air bersih di Kota Malang sampai tahun 2025 dan menentukan spesifikasi pompa yang sesuai. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui pengambilan data secara langsung dan tidak langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) kapasitas air yang dibutuhan masyarakat Kota Malang sampai tahun 2025 yaitu 2.360 l/s, sedangkan kapasitas produksi saat ini 2.263 l/s, sehingga kapasitas tambahan yang diperlukan sebesar 97 l/s. (2) Pada jam puncak belum semua daerah dapat terlayani dengan tekanan 0,5 bar sehingga masih memerlukan perbaikan tekanan melalui pemasangan inline pump, sampai tahun 2025 perlu penambahan 3 (tiga) unit inline pump untuk wilayah Kecamatan Klojen, Kecamatan Sukun dan Kecamatan Kedungkandang. (3) spesifikasi pumpa kapasitas debit efektif 86 m3/s, debit efektif tiap pompa 3 m3/s, head 15.998,18 m, jenis pompa submersible.
PERTUMBUHAN DAN STRATEGI PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF KOTA MALANG Shofa, Ikhwanus; Nugroho, Deddy
PANGRIPTA Vol. 1 No. 1 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.057 KB) | DOI: 10.58411/x7fq7b17

Abstract

Kota malang mempunyai potensi ekonomi kreatif yang meliputi, periklanan, arsitektur, pasar barang seni, kerajinan, desain, fashion, video, film dan fotografi, permainan interaktif, Musik, seni pertunjukan, penerbitan dan percetakan, layanan komputer dan piranti lunak, televisi dan radio, riset dan pengembangan, dan kuliner. Potensi ini menjadi peluang yang menarik dengan kondisi kota malang yang merupakan kota pendidikan dan tujuan wisata. Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pertumbuhan dan strategi pengembangan ekonomi kreatif kota malang. Kajian ini dikaji dari berbagai sumber dan survei pada beberapa pelaku usaha kemudian dianalisis menggunakan analisis swot. Hasil dari analisis menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif kota malang relatif stabil. Hal ini perlu dikembangkan secara bertahap dan terus ditingkatkan.
DINAMIKA KEHIDUPAN MALAM KOTA MALANG SEBAGAI DAMPAK DARI URBANISASI Zakaria
PANGRIPTA Vol. 1 No. 1 (2018): Pangripta Jurnal Ilmiah Kajian Perencanaan Pembangunan
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Kota Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1102.16 KB) | DOI: 10.58411/nb5wgj87

Abstract

Kota Malang telah berkembang menuju kota metropolitan. Pembangunan di segi lini kehidupan sosial membawa konsekuensi yaitu datangnya gelombang mobilisasi masa, yakni urbanisasi, menuju Kota Malang. Pendidikan dan ekonomi merupakan faktor dominan yang banyak digunakan sebagai alasan kaum urban memilih Kota Malang sebagai tujuan urbanisasi. Urbanisasi di Kota Malang yang notabene menimbulkan lonjakan jumlah penduduk yang secara otomatis membangun komplesitas kehidupan sosial di Kota Malang. Salah satu kompleksitas kehidupan sosial di Kota Malang yaitu berkembangnya berbagai kehidupan malam atau aktivitas malam di Kota Malang. Kehidupan malam Kota Malang lebih banyak diwarnai oleh aktivitas-aktivitas hiburan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kehidupan sosial malam hari di Kota Malang. Selanjutnya penelitian ini diarahkan dengan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi deskriptif. Metode deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis kehidupan sosial malam hari di kota Malang. Pendekatan studi deskriptif tersebut dipilih untuk memahami arti dari suatu peristiwa dan keterkaitan yang ada di dalamnya secara lebih mendalam sesuai dengan fakta-fakta yang tampak. Pub, cafe diskotik, karaoke, warung remang-remang, prostitusi, kesenian malam yang ada di Kota Malang merupakan sisi-sisi yang diteliti dalam penelitian ini. masing-masing tempat mempunyai sistem kerja dan pangsa pasar tersendiri, namun mayoritas semua melibatkan mahasiswa sebagai objek sasaran. Berkembangnya berbagai aktivitas sosial di malam hari di Kota Malang menimbulkan dampak negatif sekaligus dampat positif. Dampak negatifnya yaitu menimbulkan pergaulan bebas yang melanggar norma, penggunaan narkoba, minumal berakohol dan gangguan kamtibmas lainnya. Dampak positifnya yaitu mampu meningkatkan penghasilan bagi masyrakat Kota Malang

Page 8 of 16 | Total Record : 159