cover
Contact Name
Yana Priyana
Contact Email
mrpyana@gmail.com
Phone
+6282115575700
Journal Mail Official
info@westscience-press.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower, level 42 Unit G-H Jl. S Parman Kav 22-24, RT. 01 RW. 04 Kel. Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat 11480
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Published by Westscience Press
ISSN : 29867037     EISSN : 29856574     DOI : https://doi.org/10.58812/jpkws.v1i02
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Psikologi dan Konseling yang diterbitkan oleh West Science Press yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. JPKWS merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun naskah yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 234 Documents
Pengaruh Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Siswa Pada Salah Satu SMAN di Kota Bandung Fazrian Thursina
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 1 No 01 (2023): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi merubah peradaban social masyarakat. Lebih dari dua dekade terakhir, media sosial memperlihatkan peningkatan sporadis dalam kualitas, kuantitas serta kegunaannya, faktanya bukti kausal tetap langka, tingginya penggunaan media sosial dan internet berdampak baik namun berdampak buruk juga, terutama pada remaja atau siswa. Usia ini rentan mendapatkan masalah kesehatan mental dan menyebabkan kerugian kesehatan dan ekonomi. Sehingga kesehatan mental remaja disebabkan media sosial berlebihan menyebabkan kecanduan penting diperhatikan. Tujuan penelitian ini untuk melihat pengaruhnya seberapa jauh, dan bagaimana pencegahan risiko untuk menangani ini kepada remaja atau siswa di salah satu SMAN di Kota Bandung. Penelitian ini dengan pendekatan kuantitatif, tepatnya pendekatan explanatory research, teknik pengambilan sampel non-probability samping dengan purposive sampling, sampel penelitian 304 sesuai rumus slovin. Analisa data dengan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menemukan pengaruh media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesehatan mental, media sosial berlebihan menyebabkan kecemasan, stres, depresi dan kesepian pada remaja. Penelitian ini menghasilkan 53% remaja teridentifikasi kesehatan mental atau dalam kategori sedang.
Peran Eustress dan Kecerdasan Emosional Terhadap Kesejahteraan Psikologis Enterpreneur Pada UMKM Industri Fashion di Kota Bandung Agung Zulfikri
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 1 No 01 (2023): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Entrepreneur dan tantangannya selalu menarik dibahas, entrepreneur berkontribusi terhadap PDB dan lapangan kerja. Perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 membawa entrepreneur dalam persaingan bisnis kompetitif secara nasional dan global, pentingnya mengintegrasikan distress entrepreneur menjadi eustress dan memiliki kecerdasan emosional dalam persaingan untuk kesejahteraan psikologis entrepreneur. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesejahteraan psikologis entrepreneur UMKM industri fashion di Kota Bandung. Metode penelitian dengan pendekatan kuantitatif dan metode survey. Sampel penelitian adalah 150 entrepreneur UMKM industri fashion di Kota Bandung dengan quota samping. Analisa data dilakukan dengan SPSS 26. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa peran eustress, kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesejahteraan psikologis entrepreneur berdasarkan pengujian baik secara parsial dan simultan. Kesejahteraan Psikologis, eustress dan kecerdasan emosional dalam penelitian ini menerangkan 55% dan 45% dijelaskan variabel lain.
Hubungan Self-Efficacy dengan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Semester 5 Fakultas Bisnis dan Humaniora Universitas Nusa Putra (Sebuah Proposal Penelitian) Yusuf Iskandar
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 1 No 01 (2023): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prokrastinasi dipengaruhi oleh beberapa faktor mulai dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi prokrastinasi meliputi pola asuh orang tua dan lingkungan tempat dimana individu tinggal sedangkan faktor eksternal yang mempengaruhi prokrastinasi diantaranya yaitu kepercayaan diri, self-critical, self-efficacy, regulasi diri, motivasi, kesadaran diri, serta kontrol diri. Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasional (correlation research). self-efficacy menjadi faktor yang membuat prokrastinasi pada mahasiswa semakin kecil. Dengan adanya harapan dan kepercayaan akan kemampuan yang dimiliki tinggi maka prokrastinasi yang akan dilakukan mahasiswa semakin kecil kemungkinannya begitupun sebaliknya jika self-efficacy yang dimiliki oleh individu rendah maka tingkat prokrastinasi individu akan tinggi. Metode ini digunakan karena metode ilmiah yang paling cocok untuk penelitian psikologi khususnya penelitian untuk melihat hubungan antara satu aspek psikologis terhadap satu aspek yang lainnya, yaitu penelitian yang dilakukan untuk mendeteksi sejauh mana variasi-variasi pada suatu faktor berkaitan dengan variasi-variasi pada satu atau lebih faktor lain berdasarkan pada koefisien korelasi.
Prokrastinasi Akademik Ditinjau Dari Manajemen Waktu Dan Conscientiousness Pada MahasiswaDi Kabupaten Karawang Davina Alifia Guntara; Nur Ainy Sadijah; Haryanti Mustika
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2593

Abstract

Mahasiswa kerap menghadapi rutinitas akademik seperti mengerjakan tugas, namun banyak mahasiswa yang cenderung menundanya. Penundaan ini disebut juga prokrastinasi akademik, yang berdasarkan pra-penelitian tergolong tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manajemen waktu dan conscientiousness terhadap prokrastinasi akademik pada mahasiswa di Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain kausalitas komparatif, melibatkan 399 responden yang diperoleh melalui teknik snowball sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Time Management Questionnaire (TMQ) untuk mengukur manajemen waktu, Big Five Inventory-2 domain conscientiousness untuk mengukur conscientiousness, dan Tuckman Procrastination Scale (TPS). Analisis data dilakukan dengan regresi berganda menggunakan SPSS 26.0. Hasil menunjukkan bahwa secara parsial hanya conscientiousness yang berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik, sedangkan manajemen waktu tidak. Namun secara simultan, keduanya berpengaruh signifikan dengan koefisien determinasi sebesar 77,3%. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pengembangan karakter conscientiousness untuk mengurangi prokrastinasi akademik.
Pengaruh Kelekatan Orangtua Terhadap Regulasi Emosi Siswa di SMK Binakarya 1 Karawang Luthfah Syamrotul Mufidah; Nur Ainy Sadijah; Devi Marganing Tyas
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2651

Abstract

Salah satu masalah yang sering muncul di sekolah adalah siswa yang tidak dapat mengendalikan emosi mereka, seperti perilaku agresif, membolos, dan kesulitan mengendalikan diri. Hubungan antara anak dan orang tua dipengaruhi oleh regulasi emosi, salah satunya oleh ketidakhadiran orang tua. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh kelekatan orangtua terhadap regulasi emosi siswa SMK Bina Karya 1 Karawang. Dalam penelitian ini, pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausalitas yang digunakan. Penelitian ini melibatkan semua siswa kelas SMK Bina Karya 1 Karawang. Sampel sebanyak 224 siswa dipilih menggunakan metode sampling probabilitas dengan rumus Slovin. Metode penelitian yang digunakan adalah skala regulasi emosi dan skala kelekatan orangtua. Data dianalisis menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kelekatan orang tua terhadap regulasi emosi siswa, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,484 menunjukkan bahwa kelekatan orang tua memberikan kontribusi sebesar 48,4% terhadap regulasi emosi, sedangkan 51,6% dipengaruhi oleh variabel lain tidak termasuk dalam penelitian ini . Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kemampuan siswa untuk mengendalikan perasaan mereka lebih baik sehubungan dengan tingkat kedekatan orang tua.
Analisis Job Insecurity Terhadap Turnover Intention Pada Karyawan Koperasi Simpan Pinjam di Kabupaten Karawang Heron Marco Mario; Lania Muharsih; Holy Greata Singadimedja
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2677

Abstract

Turnover intention menjadi salah satu tantangan utama dalam pengelolaan sumber daya manusia, terutama pada organisasi yang menghadapi ketidakpastian kerja seperti koperasi simpan pinjam. Kondisi kerja yang tidak pasti seringkali memunculkan job Insecurity yang pada akhirnya berpotensi meningkatkan keinginan karyawan untuk meninggalkan organisasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami hubungan antara job Insecurity dan turnover Intention  di kalangan karyawan koperasi simpan pinjam di Kabupaten Karawang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui desain kausalitas. Melalui penggunaan convenience sampiling, 210 karyawan dipilih untuk berpartisipasi dalam survei. Instrumen penelitian diuji validitas dengan Aiken’s V dan reliabilitas dengan Cronbach’s Alpha, menghasilkan nilai reliabilitas 0,733 untuk job insecurity dan 0,758 untuk turnover intention. Analisis data dilakukan melalui uji normalitas, linearitas, regresi sederhana, uji ANOVA, koefisien determinasi, dan kategorisasi dengan bantuan SPSS versi 25.0. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa job insecurity memiliki pengaruh positif signifikan terhadap turnover intention dengan nilai sig atau p = 0,000 < 0,05, job insecurity memliki nilai pengaruh positif terhadap turnover intention sebesar 32,3%, sementara 67,7% sisanya dipengaruhi oleh faktor variabel yang lain. Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis yang menyatakan adanya pengaruh positif dan signifikan job Insecurity terhadap turnover Intention diterima.
Bangkit Dari Tekanan: Self-Esteem Sebagai Pondasi Resiliensi Pada Remaja di Kabupaten Karawang Rizki Suhartina Putri; Arif Rahman Hakim; Regi Ramadan
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2680

Abstract

Remaja merupakan kelompok usia yang sedang berada dalam masa transisi dan rentan terhadap berbagai tekanan psikologis serta pengalaman traumatis. Salah satu kemampuan penting untuk bertahan dalam situasi sulit tersebut adalah resiliensi. Resiliensi dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah self-esteem. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh self-esteem terhadap resiliensi pada remaja di Kabupaten Karawang. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja berusia 13-21 tahun dengan jumlah partisipan berdasarkan rumus cohen sebanyak 204 orang, terdiri dari 114 laki-laki dan 91 perempuan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif, dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data menggunakan dua skala psikologi, yaitu dari Rosenberg Self-Esteem Scale (RSE) yang di adopsi oleh peneliti dan Resilience Quotient Test (RQ Test) yang diadopsi oleh peneliti. Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi sederhana dengan bantuan software SPSS Versi 24.0 for windows 64-bit. hasil analisis data menunjukan bahwa nilai signifikan regresi sederhana dari self-esteem terhadap resiliensi sebesar Sig. 0,000. Koefisien regresi (β = 0,944 ≤ .001). Hasil menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara self-esteem dengan resiliensi pada remaja dengan koefisisensi determinasi sebesar (R² = 0,891) dengan demikian dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi self-esteem remaja maka semakin tingga pula resiliensinya.
Memahami Psychological Distress pada Emerging Adulthood: Peran Kesepian dan Dukungan Sosial Kanti Putri Febriani; Cempaka Putrie Dimala; Haryanti Mustika
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.2700

Abstract

Individu pada tahap emerging adulthood mulai membangun karier, melanjutkan studi, membentuk hubungan pribadi, dan menetapkan nilai-nilai hidup untuk mencapai kestabilan di masa depan. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk melihat bagaimana pengaruh kesepian dan dukungan sosial terhadap psychological distress. Populasi dalam penelitian ini yakni emerging adulthood di Karawang dengan rentang usia 18-25 tahun. Metode penelitian menggunakan kuantitatif dengan teknik non-probability sampling dengan jenis purposive sampling. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Cochran dengan taraf kesalahan sebesar 5% maka sampel dalam penelitian menggunakan 385 responden. Penelitian ini menggunakan 3 alat ukur psikologi yaitu Psychological distress scale (K10), UCLA Version 3, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS). Uji hipotesis dalam penelitian ini menggunakan uji regresi berganda. Hasil analisis variabel kesepian terhadap psychological distress sebesar 0,000 < 0,05 sehingga dinyatakan terdapat pengaruh, sedangkan variabel dukungan sosial memberikan hasil sebesar 0,683 > 0,05, yang artinya tidak ada pengaruh antara dukungan sosial dengan psychological distress. Berdasarkan hasil koefisien determinasi, apabila dilihat dari nilai R square sebesar 0,789 atau 78,9% memberikan sumbangsih terhadap psychological distress, selebihnya sebesar 21,1% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Efektivitas Reinforcement Positif Berbasis Self Monitoring terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa yang Sedang Menyusun Skripsi Nurhidayatun Nurhidayatun; Hera Mawadah Warohma; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3524

Abstract

Prokrastinasi akademik merupakan pola perilaku yang berulang pada mahasiswa tingkat akhir dan secara signifikan menghambat penyelesaian skripsi tepat waktu. Reinforcement positif telah banyak digunakan sebagai strategi modifikasi perilaku, namun sebagian besar penelitian terdahulu menempatkannya dalam setting konseling terfasilitasi tanpa mengintegrasikan self monitoring sebagai mekanisme kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas reinforcement positif berbasis self monitoring dalam menurunkan prokrastinasi akademik mahasiswa yang sedang menyusun skripsi di Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang. Pendekatan kuantitatif dengan desain eksperimen one group pre test-post test digunakan dalam penelitian ini. Sebanyak 31 mahasiswa semester 8 mengikuti pre test menggunakan Active Procrastination Scale Bahasa Indonesia (APS-BI) adaptasi Purwanto dan Natalya (2019). Hasil screening mengidentifikasi 15 mahasiswa dengan skor prokrastinasi akademik kategori sedang hingga tinggi yang selanjutnya 10 mahasiswa yang bersedia menerima intervensi. Intervensi dilaksanakan selama tujuh hari (10–17 Mei 2026) dengan komponen penetapan target harian yang meningkat secara bertahap, pemberian pujian verbal, dan gift reward atas pencapaian target, disertai pelaporan mandiri harian sebagai mekanisme self monitoring. Pengukuran pasca intervensi menggunakan instrumen yang sama menunjukkan penurunan rerata skor prokrastinasi yang signifikan, dari 47,40 (pre test) menjadi 28,10 (post test). Hasil uji Wilcoxon signed-rank test menunjukkan nilai signifikansi p = 0,005 (p < 0,01), yang mengindikasikan adanya perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor sebelum dan sesudah intervensi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa reinforcement positif berbasis self monitoring efektif dalam menurunkan prokrastinasi akademik pada mahasiswa yang sedang menyusun skripsi.
Pengaruh Teacher Self-Efficacy Terhadap Motivasi Mengajar Pada Anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tibawa Intan Nur&#039;Ain Akuba; Anik Indarwati; Muhammad Mursyid
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3535

Abstract

Motivasi mengajar merupakan faktor penting yang mendukung efektivitas proses pembelajaran dan kinerja guru. Salah satu faktor yang diduga memengaruhi motivasi mengajar adalah teacher self-efficacy, yaitu keyakinan guru terhadap kemampuannya dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab profesional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teacher self-efficacy terhadap motivasi mengajar pada anggota Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Tibawa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear sederhana. Populasi penelitian terdiri atas seluruh anggota KKG Kecamatan Tibawa dengan jumlah sampel sebanyak 50 guru yang ditentukan menggunakan teknik sampling jenuh. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Teacher's Sense of Efficacy Scale (TSES) dan Work Tasks Motivation Scale for Teachers (WTMST). Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk menguji pengaruh teacher self-efficacy terhadap motivasi mengajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teacher self-efficacy dan motivasi mengajar berada pada kategori sedang. Hasil uji regresi linear sederhana menunjukkan bahwa teacher self-efficacy tidak berpengaruh signifikan terhadap motivasi mengajar dengan nilai signifikansi sebesar 0,361 (p > 0,05). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,017 menunjukkan bahwa teacher self-efficacy hanya memberikan kontribusi sebesar 1,7% terhadap motivasi mengajar, sedangkan 98,3% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Dengan demikian, teacher self-efficacy bukan merupakan faktor yang secara signifikan memengaruhi motivasi mengajar pada anggota KKG Kecamatan Tibawa.