cover
Contact Name
Yana Priyana
Contact Email
mrpyana@gmail.com
Phone
+6282115575700
Journal Mail Official
info@westscience-press.com
Editorial Address
Grand Slipi Tower, level 42 Unit G-H Jl. S Parman Kav 22-24, RT. 01 RW. 04 Kel. Palmerah Kec. Palmerah Jakarta Barat 11480
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Published by Westscience Press
ISSN : 29867037     EISSN : 29856574     DOI : https://doi.org/10.58812/jpkws.v1i02
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Psikologi dan Konseling yang diterbitkan oleh West Science Press yang bertujuan untuk publikasi karya ilmiah, studi literatur, studi kasus, dan laporan hasil penelitian. JPKWS merupakan wadah bagi peneliti, staf pengajar (dosen dan guru pembimbing/Konselor) dan pihak-pihak yang berkepentingan untuk mengembangkan khasanah keilmuan dalam bidang Psikologi dan Konseling serta ilmu-ilmu yang berkaitan. Adapun naskah yang diterbitkan pada jurnal ini adalah hasil penelitian yang fokus pada masalah persepsi, sikap, kognisi, dan perilaku manusia terutama dalam dunia pendidikan. Hal lainnya adalah penelitan pengembangan baik instrumen, program BK, bahan atau materi bimbingan, strategi atau teknik BK, model BK, media BK dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kajian keilmuan bimbingan dan konseling.
Articles 234 Documents
Hubungan Father Involvement dengan Self-Esteem pada Perempuan Dewasa Awal di Kabupaten Gorontalo Zafirah H. Manoppo; Lenny Syamsuddin; Sri Ayu Mutmainah Kurniawati
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3536

Abstract

Penelitian ini didasari oleh pentingnya peran keterlibatan ayah dalam mendukung perkembangan psikologis anak, terutama dalam pembentukkan self-esteem pada perempuan dewasa awal. Selain itu, penelitian mengenai hubungan antara father involvement dan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara father involvement dengan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo. Penelitian ini menggunkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo. Sampel penelitian berjumlah 381 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Setelah dilakukan proses penyaringan data, sebanyak 62 responden tidak memenuhi kriteria penelitian sehingga dikeluarkan dari analisis, sehingga jumlah sampel akhir yang dianalisis sebanyak 319 responden.  Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala father involvement yang dikembangkan oleh Lamb (1985) dan skala self-esteem berdasarkan Coopersmith Self-Esteem Inventory (CSEI) yang telah memenuhi persyaratan validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman's Rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara father involvement dan self-esteem pada perempuan dewasa awal di Kabupaten Gorontalo dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = 0,470 dan p = 0,001, yang menunjukkan tingkat hubungan pada kategori sedang. Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi keterlibatan ayah dalam kehidupan anak perempuan, maka semakin tinggi pula self-esteem yang dimiliki pada masa dewasa awal.
Hubungan Antara Forgiveness Dengan Kualitas Persahabatan Pada Remaja MAN 1 Kota Gorontalo Mutiara Kasim; Lenny Syamsuddin; Muhammad Mursyid
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara forgiveness dengan kualitas persahabatan pada remaja di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kota Gorontalo. Forgiveness merupakan kemampuan individu untuk mengurangi motivasi menghindar dan membalas kesalahan serta meningkatkan niat baik terhadap pihak yang melakukan pelanggaran. Kemampuan ini penting dalam kehidupan remaja karena dapat membantu menjaga hubungan sosial yang sehat, menyelesaikan konflik secara konstruktif, serta memperkuat kualitas persahabatan yang terjalin dengan baik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 1.428 siswa, sedangkan sampel penelitian sebanyak 312 siswa kelas XI yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan rumus slovin. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala forgiveness berdasarkan aspek yang dikemukakan oleh Michael E. McCullough dan skala kualitas persahabatan yang mengacu pada Friendship Quality Scale (FQS). Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Spearman’s Rho  untuk menguji hubungan antar variabel penelitian secara lebih mendalam dan sistematis. Hasil analisis menunjukan bahwa rata-rata skor forgiveness sebesar 77,39 dengan standar deviasi 8,356, sedangkan rata-rata skor kualitas persahabatan sebesar 66,66 dengan standar deviasi 8,099. Sebagian besar responden berada pada kategori sedang pada variabel forgiveness yaitu sebesar 74%, sedangkan pada variabel kualitas persahabatan sebesar 83%. Hasil tersebut menunjukan bahwa siswa telah memiliki kemampuan memaafkan dan kualitas hubungan persahabatan yang cukup baik. Hasil uji hipotesis menunjukan adanya hubungan positif dan signifikan antara forgiveness dengan kualitas persahabatan (r = 0,311; p = 0,000 < 0,05). Temuan ini menunjukan bahwa semakin tinggi kemampuan memaafkan yang dimiliki siswa, maka semakin baik pula kualitas persahabatan yang terjalin. Dengan demikian, forgiveness berperan penting dalam menciptakan hubungan sosial yang harmonis, positif, dan saling mendukung bagi perkembangan sosial remaja dilingkungan sekolah maupun kehidupan sehari-hari secara berkelanjutan.
Validasi Awal Instrumen Spiritual Coping pada Mahasiswa Menggunakan Confirmatory Factor Analysis Berbasis CB-SEM Fawwaz Adzansyah Islamy; Herdian Herdian; Retno Dwiyanti
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan validasi awal Instrumen Spiritual Coping Mahasiswa menggunakan Confirmatory Factor Analysis berbasis Covariance-Based Structural Equation Modeling (CB-SEM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain validasi instrumen. Partisipan penelitian berjumlah 162 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen awal terdiri atas 24 item yang disusun berdasarkan empat dimensi teoritis, yaitu Personal, Religius, Sosial, dan Eksistensial. Validitas isi diuji menggunakan Aiken’s V, sedangkan validitas konstruk dianalisis melalui CFA berbasis CB-SEM dengan bantuan SmartPLS. Hasil uji validitas isi menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai Aiken’s V antara 0,81 sampai 1,00, sehingga dinyatakan layak secara isi. Hasil CFA awal menunjukkan bahwa model empat dimensi belum memenuhi kriteria goodness of fit secara memadai. Setelah dilakukan evaluasi indikator, dimensi Personal dikeluarkan dari model karena tidak memiliki dukungan loading yang cukup. Model akhir terdiri atas tiga dimensi, yaitu Religius, Sosial, dan Eksistensial, dengan masing-masing tiga indikator. Model akhir menunjukkan goodness of fit yang memadai, dengan nilai Chi-square/df = 1,828, RMSEA = 0,071, SRMR = 0,055, GFI = 0,944, TLI = 0,917, dan CFI = 0,945. Seluruh indikator akhir memiliki loading di atas 0,50 dan validitas diskriminan terpenuhi berdasarkan HTMT. Namun, reliabilitas dan validitas konvergen pada dimensi Religius dan Sosial belum sepenuhnya memenuhi kriteria ideal. Dengan demikian, Instrumen Spiritual Coping Mahasiswa menunjukkan bukti awal yang menjanjikan, tetapi masih memerlukan revisi item dan validasi lanjutan sebelum digunakan secara luas.
Peran Big Five Personality Terhadap Perilaku Phubbing Pada Generasi Z di Kota Gorontalo Seruni Pantulu; Salahuddin Liputo; Sitti Rojiyah N.I Puhi
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3566

Abstract

Penggunaan Smartphone yang berlebihan pada Generasi Z berpotensi menurunkan kualitas interaksi sosial langsung, salah satunya melalui perilaku phubbing yakni tindakan mengabaikan lawan bicara karena terfokus pada smartphone. Faktor kepribadian telah terbukti memengaruhi berbagai perilaku sosial, termasuk phubbing, namun penelitian empiris dalam konteks Indonesia khususnya Kota Gorontalo, masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran peran Big Five Personality terhadap perilaku Phubbing pada Generasi Z di Kota Gorotnalo. Penelitian menggunakan metode kuantitiatif dengan populasi Generasi Z berusia 20-24 tahun yang berdomisili di Kota Gorontalo berjumlah 18.700 jiwa. Sampel berjumlah 377 responden dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan Generic Scale of Phubbing (GSP), Big Five Inventory (BFI) adaptasi Bahasa Indonesia, dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Hasil uji F simultan menunjukan Big Five Personality secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap perilaku phubbing (F = 21,958; p < 0,05) dengan kontribusi sebesar 24,2%. Secara parsial, conscientiousness berperan sebagai faktor protektif (β = -1.277; p <0,05) dan neuroticism sebagai faktor prediktor resiko (β = 1.282; p <0,05), sedangkan extraversion, agreeableness, dan openness to new experience tidak berpengaruh signifikan. Kebaruan dalam penelitian ini terletak pada pengujian peran Big Five Personality terhadap perilaku phubbing secara langsung pada Generasi Z dalam konteks sosial budaya lokal Gorontalo yang memperluas kajian sebelumnya yang mayoritas dilakukan di luar Indonesia. Temuan ini mengimplikasikan bahwa pengelolaan emosi dan penguatan kontrol diri perlu menjadi fokus dalam program intervensi phubbing, serta perlunya penelitian lanjutan yang mempertimbangkan variabel mediator Fear of Missing out (FoMo) dan smartphone addiction.
Efektivitas Penerapan Self-Management Ivy Lee Methods dalam Menurunkan Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Berorganisasi Rivalzaky Echa Ramadhan; Asti Arinta Septiana; Muhammad Jamaluddin
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3569

Abstract

Mahasiswa yang aktif berorganisasi rentan mengalami prokrastinasi akademik akibat konflik peran antara tuntutan akademik dan aktivitas organisasi. Data menunjukkan bahwa sekitar 74–75% mahasiswa berorganisasi berada pada kategori prokrastinasi akademik sedang hingga tinggi, sementara kemampuan manajemen waktu mereka masih didominasi kategori rendah hingga sedang. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya intervensi yang praktis, mandiri, dan berkelanjutan untuk membantu mahasiswa mengelola tugas akademik secara lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Self-Management Ivy Lee Method dalam menurunkan prokrastinasi akademik pada mahasiswa berorganisasi. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif eksperimental dengan desain true experimental pre-test–post-test control group design. Populasi penelitian adalah mahasiswa aktif Program Studi Psikologi Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang aktif berorganisasi. Sampel ditentukan melalui purposive sampling dengan kriteria mahasiswa aktif berorganisasi dan memiliki tingkat prokrastinasi akademik sedang hingga tinggi. Sebanyak 30 partisipan dibagi secara acak ke dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, masing-masing 15 orang. Instrumen penelitian menggunakan Multidimensional Academic Procrastination Scale (MAPS-15) versi adaptasi Indonesia dengan reliabilitas Cronbach’s Alpha sebesar 0,744. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smirnov, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan kelompok eksperimen mengalami penurunan skor prokrastinasi yang signifikan dari rata-rata 32,86 menjadi 23,86 (p = 0,000), sedangkan kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan signifikan (p = 0,618). Kebaruan penelitian terletak pada penerapan Ivy Lee Method sebagai teknik self-management berbasis prioritas harian pada mahasiswa berorganisasi. Temuan ini menunjukkan bahwa Ivy Lee Method efektif sebagai alternatif intervensi sederhana dan efisien untuk menurunkan prokrastinasi akademik melalui peningkatan kemampuan manajemen waktu.
Hubungan Fear of Missing Out (Fomo) Dengan Kecemasan Siswa-Siswi SMAN 5 Kota Jambi Dalam Menggunakan Instagram Story Muhammad Alfahim Yuri Lubis; Bunga Tian Fitriani; Athaya Salsabila; Beny Rahim; Jelpa Periantalo; Muhammad Ilham; Dinda Agraiza
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3592

Abstract

Penelitian ini bermula dari fenomena meningkatnya penggunaan media sosial, khususnya Instagram Story di kalangan remaja yang berpotensi munculnya Fear of Missing Out (FoMO) serta berdampak pada kondisi psikologis remaja. FoMO ditandai dengan kekhawatiran yang berlebihan ketika individu merasa tertinggalnya informasi atau pengalaman, hal tersebut dalam jangka panjang dapat memicu kecemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat FoMO dengan kecemasan siswa di SMAN 5 Kota Jambi dalam penggunaan Instagram Story. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian terdiri dari siswa yang aktif menggunakan Instagram, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstandar untuk mengukur tingkat FoMO dan kecemasan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara FoMO dan kecemasan siswa. Artinya, semakin tinggi tingkat FoMO yang dialami siswa, semakin tinggi pula tingkat kecemasan yang dirasakan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya literasi digital dan pengelolaan penggunaan media sosial secara bijak guna menjaga kesehatan mental remaja.
Pelatihan Lindungi Diri untuk Mencegah Kekerasan Seksual pada Siswa Sekolah Dasar Zakiah Ulya; Febby Indri Rezkyana; Rika Fitri Ramadhani; Rahmat Fahmi; Cici Oktaviani; Raudha Nur Hidayah Al Jannah
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3607

Abstract

Kekerasan seksual pada anak merupakan krisis kemanusiaan yang membutuhkan langkah preventif berbasis pendidikan di tingkat dasar. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas program "Pelatihan Lindungi Diri" di SDN 030 Pulau Permai, sebuah sekolah dengan kerentanan geografis di wilayah perkebunan. Metode penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimen one-group pretest-posttest terhadap 37 siswa. Intervensi dilakukan melalui empat modul pelatihan yang didukung oleh media e-comic "Aku dan Tubuhku". Hasil analisis kuantitatif menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan secara statistik (Z = -4,828; p < 0,001). Secara kualitatif, hasil diskusi mengungkap adanya peningkatan kesadaran metakognitif siswa dalam mendeteksi upaya manipulasi (grooming) dan keberanian dekonstruksi konsep kepatuhan buta terhadap figur otoritas. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa pelatihan proteksi diri yang kontekstual dan menggunakan media ramah anak efektif dalam memitigasi risiko kekerasan seksual di lingkungan sekolah yang terisolasi.
Silent Users di Ruang Digital: Pengaruh Social Media Fatigue terhadap Perilaku Lurking pada Remaja Akhir Amalia Fajar Rahmadini; Nila Audini Oktavia
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3620

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan remaja akhir, tetapi intensitas penggunaan yang tinggi dapat memunculkan social media fatigue yang berdampak pada perubahan pola partisipasi pengguna di ruang digital. Salah satu bentuk perubahan tersebut adalah perilaku lurking, yaitu kecenderungan pengguna untuk mengamati aktivitas di media sosial tanpa berpartisipasi secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh social media fatigue terhadap perilaku lurking pada remaja akhir pengguna media sosial.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 272 remaja akhir berusia 18–21 tahun yang aktif menggunakan media sosial dalam enam bulan terakhir. Data dikumpulkan menggunakan Social Media Fatigue Scale dan skala lurking behavior, kemudian dianalisis menggunakan regresi linear sederhana dengan bantuan IBM SPSS Statistics 23. Hasil analisis menunjukkan bahwa social media fatigue berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku lurking (β = 0,719; p < 0,001) dengan kontribusi sebesar 51,7%. Semakin tinggi social media fatigue yang dialami remaja akhir, semakin tinggi kecenderungan mereka untuk melakukan perilaku lurking. Temuan ini menunjukkan bahwa kelelahan media sosial berperan penting dalam membentuk pola partisipasi pengguna dan perlu diperhatikan dalam upaya menciptakan pengalaman bermedia sosial yang lebih sehat.
Mindfulness di Platform Digital dan Implikasinya Terhadap Kelelahan Pengguna Remaja Media Sosial Nila Audini Oktavia; Amalia Fajar Rahmadini
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3622

Abstract

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari remaja, baik untuk berkomunikasi, mencari hiburan, maupun memperoleh informasi. Tingginya intensitas penggunaan media sosial dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kelelahan media sosial (social media fatigue). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara mindfulness dengan kelelahan media sosial pada pengguna remaja akhir media sosial. Metode yang digunakan adalah korelasional dengan teknik pengambilan sampel time sampling dengan teknik analisis data Regresi Linier Sederhana. Hasil penelitian yang melibatkan 180 responden pengguna media sosial pada rentang usia remaja akhir (18-21 tahun) menunjukkan bahwa sig. < 0,05 dengan nilai koefisien regresi (B) sebesar -0,042. Artinya, terdapat korelasi negatif yang signifikan antara mindfulness dengan social media fatigue. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi orang remaja akhir dalam menggunakan media sosial secara lebih sehat, sekaligus menjadi masukan bagi pengembang platform media sosial untuk lebih memperhatikan kesejahteraan psikologis para penggunanya.
Fleksibilitas Kerja Remote sebagai Kebebasan dan Risiko Overwork: Studi Fenomenologi pada Pekerja di Era Digital Puspita Sari; Rr Setyawati
Jurnal Psikologi dan Konseling West Science Vol 4 No 02 (2026): Jurnal Psikologi dan Konseling West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpkws.v4i02.3624

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna fleksibilitas kerja remote bagi pekerja di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi dengan melibatkan tiga partisipan yang memiliki pengalaman bekerja secara remote. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan analisis tematik fenomenologis. Hasil penelitian menemukan lima tema utama, yaitu fleksibilitas sebagai kebebasan mengatur waktu dan tempat kerja, pembentukan kemandirian dan kontrol diri, dukungan terhadap work-life balance, tantangan kaburnya batas kerja dan kehidupan pribadi, serta fleksibilitas sebagai proses pembelajaran hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa fleksibilitas kerja remote dimaknai secara ambivalen: memberi otonomi, kenyamanan, dan keseimbangan hidup, tetapi juga berisiko memicu overwork dan kesulitan melepaskan diri dari pekerjaan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kontrol diri, pengelolaan batas, dan dukungan organisasi dalam menciptakan praktik kerja remote yang sehat.