cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
ANALISIS PENGETAHUAN ORANG TUA TERHADAP PERILAKU PEMILIHAN OBAT SIRUP TERKAIT DENGAN ADANYA KASUS GAGAL GINJAL PADA ANAK Zahra, Mutiara; Marlina, Dewi; tedi, Tedi; Sarmadi, Sarmadi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2612

Abstract

Latar Belakang: Dilaporkan bahwa banyak anak menderita gagal ginjal akut (GGA) dan banyak memakan korban jiwa, obat cair dan sirup yang diduga menyebabkan gagal ginjal akut pada anak mengandung zat berbahaya bernama etilen glikol dan dietilen glikol. Pengetahuan orangtua mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat hubungan pengetahuan dan perilaku pemilihan obat sirup terkait dengan adanya kasus gagal ginjal pada anak. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan pengetahuan dan perilaku orangtua terhadap pemilihan obat sirup yang aman. Data diperoleh langsung dari orangtua dengan wawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Analisi korelasi pengetahuan terhadap perilaku pemilihan obat sirup diuji menggunakan teknik uji korelasi chi square. Hasil: Hasil uji menunjukkan bahwa nilai P Value antara pengetahuan dan perilaku adalah 0,000 yang artinya bahwa Ho ditolak sehingga dapat diartikan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan perilaku orangtua SD Negeri 136 Palembang terhadap pemilihan obat sirup yang aman. Pengetahuan yang tinggi akan mempengaruhi perilaku orangtua terhadap pemilihan obat sirup dibandingkan dengan pengetahuan orangtua yang rendah Kesimpulan: Pengetahuan orangtua SD Negeri 136 Palembang berhubungan dengan perilaku orangtua mengenai pemilihan obat sirup yang aman. Kata kunci : Obat sirup, pengetahuan, perilaku
EVALUASI WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP RACIKAN DAN NON RACIKAN PASIEN RAWAT JALAN DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT BHAYANGKARA PALEMBANG Rulianti, Mona Rahmi; Dinta, Siti Rahma; Simamora, Sarmalina
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2613

Abstract

Latar Belakang : Rumah Sakit Bhayangkara Palembang memiliki berbagai pelayanan, salah satunya yaitu pelayanan resep di instalasi farmasinya yang berperan penting dalam pelayanan resep racikan dan non racikan khususnya pada pasien rawat jalan. Standar waktu tunggu pelayanan resep yang ditetapkan di Permenkes Nomor 129 tahun 2008 yaitu pada resep racikan ≤60 menit dan resep non racikan ≤30 menit. Evaluasi terhadap waktu tunggu ini penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit dan menjamin kepuasan pelayanan bagi pasien. Metode : Penelitian inni menggunakan metode deskriptif non-eksperimental dengan pengamatan langsung di instalasi farmasi Rumah Sakit Bhayangkara Palembang. Sampel yang digunakan adalah seluruh resep racikan dan non racikan pasien rawat jalan yang memenuhi kriteria inklusi. Data yang dianalisis mencakup waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan serta kesesuaian pemberian obat pada pasien. Hasil : Rata-rata waktu tunggu untuk pelayanan resep racikan yaitu 54 menit yang telah sesuai dengan standar, dan resep non racikan yaitu 33 menit yang belum sesuai dengan standar. Selain itu, terdapat 1,55% ketidaksesuaian pemberian obat kepada pasien yang dapat memberikan pengaruh pada keamanan pasien. Kesimpulan : Waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan serta kesesuaian pemberian obat pada Rumah Sakit Bhayangkara Palembang sebagian besar telah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, akan tetapi perlu dilakukan perbaikan lagi dalam kinerjanya agar dapat meningkatkan mutu pelayanan rumah sakit dan menjamin kepuasan bagi pasien.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK UMBI BAWANG DAYAK (Eleutherine palmifolia (L). Merr) TERHADAP BAKTERI Shigella dysentriae Sapada, Edy; Amilia, Ilma; Asmalinda, Wita
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2619

Abstract

Latar Belakang: Pemberian antibiotika yang tidak tepat diduga kuat dapat menyebabkan resistensi pada miroorganisme patogan Efek samping pengunaan antibiotika yang tidak tepat menyebabkn kerusakan organ. Tanaman herbal sebagai antibakteri yaitu bawang dayak Tujuan penelitian ini adalah menguji efektifitas anti bakteri ekstrak Umbi Bawang dayak (Eleutherine palmifolia (L). Merr) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Metode: Design penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratorium dengan kelompok pembanding. Sampel yang digunakan adalah ekstrak umbi bawang dayak sebanyak 500 gram. Variabel independen adalah Konsentrasi ekstrak umbi bawang dayak (Eluetherine palmifolia), untuk KHM 20%, 30%, 40%, 50% dan 60%. untuk KBM 20%, 30%, 40%, 50%, dan 60%. Variabel Dependent adalah Aktivitas antibakteri ekstrak umbi bawang dayak (Eluetherine palmifolia) terhadap bakteri Shigella dysenteriae. Data hasil pegujiaan antibakteri dianalisis mengunakan uji ANOVA (Analysis of variant) dengan tingkat kepercayaan 95%. Jika ada perbedaan yang signifikan dilanjutkan dengan uji TukeyHSD untuk mengetahui pada konsentrasi ekstrak bawang dayak yang dapat memberikan pengaruh berbeda. Hasil: Pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa Ekstrak umbi bawang dayak positif mengandung golongan senyawa fenolik, flavonoid dan terpenoid. Bahwa pada konsentrasi 40% sudah mulai menunjukan adanya perubahan warna atau Konsentrasi Hambat Minimun (KHM). Pada konsentrasi 20% sudah menujukkan adanya zona bening dengan diameter rata-rata pada bakteri Shigella dysentriae 8,9 mm.. Kesimpulan: Berdasarkan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa konsentrasi hambat minimum ekstrak umbi bawang dayak terhadap bakteri Shigella dysentriae adalah sebesar 40% dan konsentrasi bunuh minimum atau kekuatan antibiotikaa pada ekstrak umbi bawang dayak terhadap bakteri Shigella dysentriae adalah 60% dengan rerata diameter zona bening sebesar 19,7 mm. Background: Inappropriate antibiotic administration is strongly suspected to cause resistance in pathogenic microorganisms. Side effects of inappropriate antibiotic use cause organ damage. Herbal plants as antibacterials, namely Dayak onions. This study aimed to test the antibacterial effectiveness of Dayak onion bulb extract (Eleutherine palmifolia (L). Merr) against Shigella dysenteriae bacteria. Method: The design of this study was an experimental laboratory study with a comparison group. The sample used was 500 grams of Dayak onion bulb extract. The independent variable is the concentration of Dayak onion bulb extract (Eluetherine palmifolia), for MIC 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. For MBC 20%, 30%, 40%, 50%, and 60%. The dependent variable is the antibacterial activity of Dayak onion bulb extract (Eluetherine palmifolia) against Shigella dysenteriae bacteria. The antibacterial test result data were analyzed using ANOVA (Analysis of Variance) with a 95% confidence level. If there is a significant difference, it is continued with the Tukey HSD test to determine the concentration of Dayak onion extract that can provide different effects. Results: This study found that Dayak onion bulb extract positively contains phenolic, flavonoid, and terpenoid compounds. At a concentration of 40%, it has begun to show a change in color or Minimum Inhibitory Concentration (MIC). At a concentration of 20%, it has shown a clear zone with an average diameter of 8.9 mm in Shigella dysentriae bacteria. Conclusion: Based on data analysis, it can be concluded that the minimum inhibitory concentration of Dayak onion bulb extract against Shigella dysentriae bacteria is 40% and the minimum bactericidal concentration or antibiotic strength of Dayak onion bulb extract against Shigella dysentriae bacteria is 60% with an average clear zone diameter of 19.7 mm.
PENGARUH PEMBERIAN TERIPANG PASIR (HOLOTHURIA SCABRA) TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL PADA MENCIT PUTIH JANTAN KOLESTEROL sartika, lili; Yanti, Masyitah Novia; Rahardiantini, Ikha
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2630

Abstract

Latar Belakang: Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, berwarna kekuningan dan berupa seperti lilin, yang diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Jika terlalu tinggi kadar kolesterol seseorang di dalam darah maka akan semakin meningkat faktor resiko terjadinya penyakit arteri koroner. Tingginya kadar kolesterol di dalam darah merupakan permasalahan yang serius karena merupakan salah satu faktor risiko dari berbagai macam penyakit tidak menular. Teripang pasir (Holothuria scabra J) merupakan salah satu komoditas perikanan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena dapat dimanfaatkan sebagai biofarmaka dan sebagai makanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Pemberian Teripang Pasir (Holothuria Scabra) Terhadap Penurunan Kadar Kolesterol Pada Mencit Putih Jantan Kolesterol Metode: Metode yang digunakan true experimental. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan penurunan kadar kolesterol darah mencit pada setiap kelompok uji. Kesimpulan: terdapat penurunan pemberian ektrak teripang pasir (Holothuria Scabra) Terhadap Penurunan Kadar kolesterol darah Pada Mencit Putih Jantan hiperkolesterol.
Breast Cancer: Current Insights into Epidemiology, Molecular Mechanisms, and Therapeutic Approaches Mangunsong, Sonlimar; Rachmadhini, Aninditha Rachmah; Simamora, Sarmalina
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2632

Abstract

Breast cancer is the most commonly diagnosed cancer and a leading cause of cancer-related mortality among women worldwide. Despite significant advancements in molecular understanding and the development of targeted therapies, the management of this disease remains challenging, particularly in low-resource settings. This article reviews the global and regional epidemiology of breast cancer, highlighting its increasing incidence and the disparities in outcomes between high- and low-income countries. It also examines the molecular mechanisms underlying tumor growth, focusing on genetic mutations, hormone receptor status, and HER2 expression. Furthermore, the article explores innovative therapeutic strategies, including targeted therapies, immunotherapy, and combination treatments, which offer promising results for improving patient outcomes. The role of predictive tools, such as Oncotype DX and Mammaprint, in personalizing treatment strategies is also discussed. By examining tumor heterogeneity, biomarker-based approaches, and advances in early detection, this research aims to provide a comprehensive perspective on the evolving landscape of breast cancer management and the potential for more effective and individualized therapies.
ANTIBIOTIC RESISTANCE IN CIMANUK RIVER, GARUT REGENCY, WEST JAVA Syamsudin, Raden Aldizal Mahendra Rizkio; Sudjana, Shifa Nisrina; Nuari, Doni Anshar
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2633

Abstract

Background: Antibiotic resistance could causing infectious treatment by antimicrobial agent become not effective anymore. This could result in longer care and higher cost for patient. This research aimed to understand antimicrobial resistance from microbe isolated from Cimanuk River, Garut Residence, West Java Province. Methods: Antibiotic resistance testing in river water was conducted by isolating bacteria into enrichment TSB media and then Blood Agar and also MacConkey Agar by spread plate method. Sample then incubated in 37 °C for 24 hours to gain growing bacterial colony. Colony identification and antibiotic resistance testing was done using BD Phoenix 50. Results: Result showed that 50% E. coli bacterial isolate from Cimanuk River already developed resistance to Ampicillin, Piperacillin-Tazobactam, and Tetracycline antibiotic. Conclusion: Antibiotic resistance already occurred in E. coli bacteria isolated from Cimanuk River
FORMULASI DAN EVALUASI GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH JERUK RIMAU GERGA (Citrus reticulata Blanco) verawaty, Verawaty; Dewi, Irene Puspa; Agustin, Utria Leoni
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2634

Abstract

Latar Belakang: Jeruk rimau gerga (Citrus reticulata Blanco) banyak mengandung vitamin C dan pada kulit jeruk rimau gerga (Citrus reticulata Blanco) terdapat minyak atsiri yang mengandung senyawa antioksidan, flavonoid, senyawa peptin yang dapat berfungsi sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan kulit jeruk rimau gerga (Citrus reticulata Blanco) menjadi sediaan gel. Metode: Metode penilitian adalah eksperimental dimana pada formulasi gel ekstrak etanol kulit jeruk rimau gerga menggunakan gelling agent Carbopol 940 dan dengan konsentrasi ekstrak kulit buah jeruk Rimau Gegara yaitu 1%, 1,5%, 2,5%. Selanjutnya dilakukan evaluasi yaitu evaluasi fisik dan evaluasi mikrobiologi. Pada uji mikrobioligi menggunakan media Nutrient Agar dengan bakteri baktelri Prolpiolnibactelrium acnels. Hasil: Pada hasil uji Evaluasi fisik meliputi uji warna, bau, bentuk, dan homogenitas yang dinyatakan stabil. Pada pengujian pH setelah dilakukan penyimpanan selama 21 hari pH sediaan berada pada range kulit (4,5-6,5), dimana F0 = 5,57; F1 = 5,58; F2 = 5,41 dan F3 = 5,50. Sedangkan pada uji daya sebar setelah dilakukan penyimpanan selama 21 hari sediaan juga berada pada konsistensi sediaan semi padat pada range daya sebar yaitu 5 – 7 cm. Pada uji daya hambat bakteri menunjukkan hasil semakin tinggi konsentrasi ekstrak kulit buah jeruk Rimau Gegara memberikan daya hambat semakin besar, dimana pada konsentrasi 2,5% memiliki daya hambat setengah kali dari kontrol positif (+). Kesimpulan: ekstrak etanol kulit jeruk rimau gerga (Citrus reticulata Blanco) dapat dibuat dalam bentuk gel dengan basis Carbopol dan memberikan hasil evaluasi fisik dan mikrobiologi yang baik.
INOVASI KOSMETIK BAHAN ALAM DARI EKSTRAK KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana L.) SEBAGAI KRIM TABIR SURYA Aulianshah, Vonna; Haliza, Yosie; Juwita, Putri Rusma; Alviona, Sapta; Yamara, Putri; Pamudi, Berwi Fazri; Chairunnisa, Chairunnisa
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2639

Abstract

Latar Belakang: Pemanfaatan herbal sebagai bahan aktif kosmetik dipercaya oleh sebagaian masyarakat lebih aman jika dibandingkan dengan senyawa kimia sintetik. Manggis (Garcinia mangostana L.) diketahui dari beberapa penelitian memiliki aktifitas antioksidan. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk memformulasikan ekstrak kulit manggis menjadi sediaan krim tabir surya sebagai inovasi perkembangan kosmetik bahan alam yang sesuai persyaratan SNI. Metode: Formulasi krim ekstrak kulit manggis dibuat dengan 3 variasi kosentrasi yaitu 1%; 3% dan 5%, sedangkan sebagai kontrol digunakan basis krim tanpa penambahan ekstrak. Selanjutnya dilakukan evaluasi organoleptik, pH, viskositas dan sun Protecting Factor (SPF) sesuai persayaratan SNI 16-4399-19965. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh hasil bahwa semua formula memenuhi syarat homogenitas. Nilai pH sediaan berkisar antara 4,6 sampai 6,3. Nilai Viskositas menujukkan nilai antara 7.299 – 14.133 mPa.S. Pada uji penentuan nilai SPF hanya krim dengan konsentrasi 3% dan 5% yang memenuhi syarat nilai SPF (>4) masing-masing dengan nilai 8,3 dan 13,4. Kesimpulan: Maka dapat disimpulkan bahwa esktrak kulit manggis dengan konsentrasi 3% dan 5% dapat diformulasikan sebagai krim tabir surya sesuai dengan persyaratan SNI.
IDENTIFIKASI SENYAWA AKTIF TANAMAN INDONESIA SEBAGAI POTENSI BARU ANTIVIRUS SARS COV-2 DENGAN METODE VIRTUAL SCREENING Kurniawan, Muhammad Rizki
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2640

Abstract

Daya tahan tubuh tidak hanya tidak mudah terserang infeksi, namun juga mempercepat proses penyembuhan dan pemulihan setelah sakit. Sistem kekebalan tubuh dapat ditingkatkan dengan mengonsumsi makanan bergizi dan sumber bahan bioaktif yang memiliki aktivitas antivirus dan imunomodulator/imunostimulan. Indonesia kaya akan berbagai jenis bahan pangan yang kaya nutrisi dan kaya akan bahan bioaktif fungsional. Rempah-rempah dan tanaman obat (herbal) seperti jahe, kunyit, dan temulawak sebagai minuman untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Penelitian ini mengidentifikasi potensi senyawa bioaktif sebagai agen antivirus Covid-19 dari database produk alami, melakukan skrining virtual senyawa bioaktif terhadap makromolekul protein SARS-CoV-2. Metode Penelitian, Database Produk Alami, Preparasi, optimasi, simulasi, analisis, dan visualisasi ligan dan protein menggunakan virtual screening. Hasil : Studi skrining virtual menunjukkan lima senyawa aktif tumbuhan Indonesia memiliki aktivitas penghambatan terhadap ligan pembanding SARS CoV-2 (6y2g) dan Favipiravir dengan nilai energi pengikat rata-rata masing-masing 7,40 kkal/mol dan 2,93 kkal/mol. Kesimpulan:Senyawa fenil kumarin dan 6-hidroksi-8-metoksi-flavanon memberikan nilai makromolekul target terendah, sehingga memungkinkan afinitas, stabilitas, dan interaksi yang kuat dengan situs aktif asam amino dengan jarak ikatan <3,0
KESESUAIAN WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP BPJS RAWAT JALAN DI RS X JAKARTA Utama, M. Fathan Nugrah; Brahmono, Umul Angga; -, Dwi Febriyanti
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2644

Abstract

Latar Belakang: Menurut Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129 tahun 2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit bahwa untuk resep racikan adalah ≤ 60, dan untuk resep non racikan adalah ≤ 30. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian waktu tunggu pelayanan resep racikan dan non racikan pasien rawat jalan di Instalasi Farmasi RS X Jakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan metode observasional terhadap resep racikan dan non racikan pasien rawat jalan yang masuk di Instalasi Farmasi RS X Jakarta bulan Februari 2024. Data yang diperoleh berupa waktu tunggu pelayanan resep yang kemudian di analisis menggunakan MS Excel . Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu tunggu pelayanan resep di Instalasi Farmasi RS X Jakarta Resep racikan adalah 42 menit, sedangkan Resep non racikan adalah 28 menit Kesimpulan: hasil penelitian terhadap waktu tunggu pelayanan resep BPJS rawat jalan di Instalasi Farmasi RS X Jakarta bulan Februari 2024 untuk Resep obat jadi (Non Racikan ) adalah 95,53% yang sesuai dan untuk Resep Racikan dengan persentase 92,63% yang sesuai.

Page 9 of 13 | Total Record : 122