cover
Contact Name
Ferawati Suzalin
Contact Email
ferawati@poltekkespalembang.ac.id
Phone
+6281377677902
Journal Mail Official
jpharm@poltekkespalembang.ac.id
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Palembang Jurusan Farmasi Jl. Sukabangun 1 No.1159, Suka Bangun, Kec. Sukarami, Kota Palembang, Sumatera Selatan 30151
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Farmasi
ISSN : 28293711     EISSN : 28292162     DOI : https://doi.org/10.36086/jpharm.v4i2.1238
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kesehatan Farmasi JKPharm diterbitkan oleh Jurusan Farmasi Politeknik Kesehatan Kemenkes Palembang
Articles 122 Documents
Antibacterial activity test of etanol extract of bandotan leaves Ageratum connizoides againts Salmonella typhi Handayani, Tatik; Andari, Susilowati; Anggraini, Destiya
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesian people have long utilized plants as traditional medicine. One of them is bandotan leaves (Ageratum conyzoides L), which is known to have active compounds such as flavonoids and saponins with potential as antibacterial against Salmonella typhi bacteria. The purpose of this study was to determine the antibacterial effectiveness of ethanol extract of bandotan leaves against Salmonella typhi bacteria.Abstract topics include: introduction (1-2 sentences), the objective of study (1 sentences), maximum 200 word abstract in English in italics with Times New Roman 11 point, single space. Abstract should be clear, descriptive, and should provide a brief overview of the problem studied. Methods: The research was conducted using maceration method to obtain ethanol extract of bandotan leaves with concentration of 5%, 10%, 20%, 40%, and 80%. Antibacterial activity was tested using the diffusion method with paper discs. The zone of inhibition was measured and statistically analyzed using one-way ANOVA. Results: The research was conducted using maceration method to obtain ethanol extract of bandotan leaves with concentration of 5%, 10%, 20%, 40%, and 80%. Antibacterial activity was tested using the diffusion method with paper discs. The zone of inhibition was measured and statistically analyzed using one-way ANOVA. Conclusion: The ethanol extract of bandotan leaves has strong potential as an antibacterial against Salmonella typhi, especially at 80% concentration. Keywords : Bandotan leaf extract, salmonella typhi, inhibition
EVALUASI KERASIONALAN PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DI INSTALASI RAWAT INAP RS X TAHUN 2022 Suzalin, Ferawati; Sholikhah, Mar'atus
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 6 No 2 (2024)
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v6i2.2709

Abstract

Demam tifoid merupakan suatu penyakit yang menyerang saluran pencernaan dan disebabkan oleh bakteri salmonella typhi. Terapi pada demam tifoid menggunakan antibiotik bertujuan untuk mencapai keadaan bebas demam dan gejalah, mencegah komplikasi, dan menghindari kematian serta mencegah pada kekambuhan. Metode: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kerasionalan antibiotik pada pasien demam tifoid di Instalasi Rawat Inap RS X Tahun 2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian non eksperimental dengan rancangan analisa secara deskriptif. Data diperoleh dari bagian Rekam Medik Pasien Demam Tifoid di Instalasi Rawat Inap RS X Tahun 2022. Data yang diambil yaitu diagnosis penyakit, usia, jenis kelamin, beberapa keluhan yang dialami pasien, obat yang diberikan kepada pasien, serta dosis lama pemberian obat Hasil: Dari penelitian diperoleh hasil bahwa penggunaan antibiotik yang tepat 100% adalah kriteria tepat indikasi, tepat pemilihan obat, tepat cara pemberian, tepat interval waktu pemberian, waspada terhadap efek samping, dan juga terdapat ketidak rasionalan pada ketepatan dosis dan ketepatan lama pemberian obat. Kata kunci : Kerasionalan,Antibiotik, Tifoid
UJIAKTIVITAS ANTIBAKTERI GRANUL EFFERVESCENT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Escherichia coli Listiani, Putu Ayu Ratih; Dewi, I Dewa Ayu Eka Purnama
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2657

Abstract

Background: Diarrheal disease in Indonesia continues to increase every year, this has resulted in the use of drugs that continues to increase. Processing of papaya seeds (Carica papaya L.) which is formulated into effervescent granules that can act as a complementary medicine that functions to inhibit the growth of Escherichia coli bacteria that causes diarrhea. Methods: The research method is to test the antibacterial extract and effervescent granule preparationsthat have been formulated with papaya seed extract in inhibiting the growth of Escherichia coli. Results: Papaya seed extract contains alkaloids, flavonoids, saponins, terpenoids and tannins which are capable of providing antibacterial activity in inhibiting the growth of Escherichia coli bacteria. Effervescent granules with concentrations of 1.5%, 2% and 2.5% had inhibition capacities of 18.5 mm, 14 mm and 19.5 mm, respectively.Conclusion: The largest inhibition zone on effervescent granules of papaya seed extract is formulation 3, replication 2.
PROFIL PENYIMPANAN HIGH ALERT MEDICATION DI INSTALASI FARMASI RUMAH SAKIT X NUSA DUA Oviani, Gusti Ayu; Indraswari, Putu Ika Indah; Dewi, Anak Agung Istri Puspita
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2661

Abstract

Latar Belakang: Obat-obat yang perlu diwaspadai (high alert medication) merupakan kelompok obat yang berisiko tinggi mengakibatkan kesalahan serius (sentinel event) dan Reaksi Obat yang Tidak Diinginkan (ROTD) sehingga penanganan dan pengawasannya lebih ketat, terutama selama proses penyimpanan. Tujuan dari penelitian ini untuk menggambarkan profil penyimpanan high alert medication di Instalasi Farmasi RS X Nusa Dua ditinjau dari Panduan Pengelolaan High Alert Medication di RS X Nusa Dua. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan jumlah sampel sebanyak 64 item yang ditentukan secara total sampling. Item dibandingkan dengan Panduan Pengelolaan High Alert Medication di RS X Nusa Dua dan dianalisis kesesuaiannya dalam persentase. Hasil: Beberapa high alert medication yang diteliti belum sesuai dengan ketentuan penyimpanan Panduan di RS X Nusa Dua. Ketentuan kedelapan yaitu “Penyimpanan obat NORUM/LASA dipisahkan dalam kompartemen yang berbeda dan tidak diletakkan bersebelahan serta kompartemen penyimpanan obat harus diberikan label LASA”, dari jumlah total 26 item, ditemukan hanya 20 item (76,92%) yang sesuai. Ketidaksesuaian tertinggi pada ketentuan kedua terkait label "High Alert" dimana dari jumlah total 64 item hanya 39 item (60,94%) yang sesuai dan 25 item (39,06%) tidak sesuai dengan Panduan. Kesimpulan: Secara keseluruhan, profil penyimpanan high alert medication di Instalasi Farmasi RS X Nusa Dua didapatkan hasil kesesuaian penyimpanan high alert medication sebesar 92,23% yang sesuai dengan ketentuan pada Panduan Pengelolaan High Alert Medication di RS X Nusa Dua.
Case study on the management of anti-tuberculosis drugs at the Pembina primary health centre and at Siti Fatimah Hospital South Sumatra Province Simamora, Sarmalina; Tedi, Tedi; Rulianti, Mona Rahmi
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2662

Abstract

According to the standard of pharmaceutical services at health centres and hospitals, the management of pharmaceutical supplies includes planning, procurement, control, storage and distribution as well as recording and reporting. This study is a descriptive observational study by taking data retrospectively. Data collection was carried out in May - June 2024. Data were collected by giving a drug management questionnaire to the person in charge of drugs in hospitals and health centres and then matching the drug management checklist with the available documents. The results of drug management which includes planning, procurement, storage, distribution, recording and reporting have been carried out properly at the Primary Health Care (PHC), but not all have been carried out properly at the hospital, especially the absence of stock recording cards and the absence of annual reports, there are no documents and lists of drugs destroyed due to expiration. According to the manager, the management has been effective, but this is not in accordance with the observation of the availability of documents.
Mini Review Pharmacy Oncology: Current Trends and Future Directions Mangunsong, Sonlimar; Ramadhiani, Aninditha Rachmah; Astuti, Vera
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2714

Abstract

Abstract Pharmacy Oncology has made significant strides in improving cancer care through the development of targeted therapies, immunotherapies, pharmacogenomics, and nanotechnology. However, challenges remain in optimizing drug efficacy, managing adverse events, and ensuring equitable access to these advanced treatments. The evolving role of pharmacists in oncology will be crucial in addressing these challenges, ensuring that patients benefit from the latest advancements in cancer care. Pharmacy oncology plays a critical role in advancing cancer treatment by improving the efficacy, safety, and accessibility of therapies. This review highlights current trends in pharmacy oncology, including the emergence of targeted molecular therapies, immunotherapy innovations, nanoparticle-based drug delivery, and the integration of personalized medicine. Key challenges such as high treatment costs, drug resistance, and access disparities are explored alongside their implications for patient care. Future opportunities are identified, emphasizing advancements in pharmacogenomics, digital health technologies, and collaborative approaches to address unmet needs. This review underscores the necessity for continuous innovation to enhance therapeutic outcomes and improve the quality of life for cancer patients. Keywords: Oncology Pharmacy ; targeted therapies, immunotherapy, pharmacogenomics, Review
GAMBARAN PENYIMPANAN OBAT DI RW 008 KELURAHAN JATIMAKMUR KECAMATAN PONDOK GEDE BEKASI Brahmono, Umul Angga; Handono, Bayu Dwi; Amelia, Fani
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2732

Abstract

Latar Belakang: Penyimpanan obat harus menjadi perhatian khusus, mengingat obat memiliki stabilitas pada suhu tertentu. Manfaat penyimpanan obat yang sesuai untuk mencegah penurunan mutu obat dalam masa penyimpanan dan mencegah kerusakan obat. Obat dapat menjadi cepat rusak bila terpapar sinar matahari, kelembapan udara dan udara yang sangat kering, sehingga perlu dilakukan penyimpanan obat yang baik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran penyimpanan obat RW 008 Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondok Gede Bekasi. Metode: Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan proportional random sampling, sehingga diperoleh 333 responden. Hasil: Hasil penelitian diperoleh 129 responden paling banyak menyimpan 2 item obat, 102 responden menyimpan obat bebas sebanyak 217 item obat, 184 responden menyimpan obat dengan status sisa pemakaian, 208 responden memperoleh obat dari apotek, 21 responden menyimpan obat tidak diketahui tanggal kedaluwarsanya dan sebanyak 155 responden menyimpan obat dimeja tanpa wadah. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan paling banyak 129 responden menyimpan 2 item obat; paling banyak 102 responden menyimpan obat bebas; paling banyak 184 responden menyimpan obat dengan status sisa pemakaian; paling banyak 208 responden memperoleh obat dari apotek; paling banyak 309 responden menyimpan obat belum kedaluwarsa; paling banyak 155 responden menyimpan obat di meja tanpa wadah.
EFEKTIVITAS EKSTRAK METANOL RUMPUT KNOP (HYPTIS CAPITATA JACQ.) SEBAGAI AGEN ANTI-INFLAMASI: STUDI IN VIVO Pakaya, Devina A.p; Abdulkadir, Widy Susanti; Aman, La Ode
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2734

Abstract

Latar Belakang: Pengembangan agen antiinflamasi yang efektif sangat penting, dan tanaman obat menjadi sumber yang menjanjikan untuk mengatasi peradangan. Hyptis capitata, yang mengandung berbagai senyawa bioaktif, dipilih sebagai objek penelitian untuk mengevaluasi aktivitas antiinflamasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efek ekstrak metanol daun Hyptis capitata pada mencit yang diinduksi inflamasi dengan karagenan. Metode: Pengujian dilakukan secara in vivo dengan menggunakan hewan uji mencit. Perlakuan yang diberikan yakni ekstrak metanol dengan konsentrasi 5%, 10%, dan 20%, serta kontrol negatif (vaselin) dan kontrol positif (hidrokortison asetat 2,5%). Pembengkakan diukur dengan mengamati tebal lipatan edema pada punggung mencit setiap jam selama 5 jam, dan persentase inhibisi radang dihitung untuk menilai pengurangan inflamasi. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun Hyptis capitata memiliki efek antiinflamasi yang signifikan, dengan dosis 10% dan 20% memberikan penurunan edema dan inhibisi radang yang hampir setara dengan hidrokortison asetat. Ekstrak dengan dosis 5% menunjukkan efek yang lebih rendah tetapi tetap signifikan dalam mengurangi inflamasi. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa ekstrak metanol daun Hyptis capitata memiliki potensi sebagai agen antiinflamasi alami dan dapat digunakan sebagai alternatif terapi untuk inflamasi ringan hingga sedang.
Standarisasi Parameter Spesifik Dan Non Spesifik Simplisia Rumput Knop (Hyptis capitata Jacq.) Yambese, Alpiani; Abdulkadir, Widy Susanti; Hutuba, Ariani H.
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk tanaman herbal seperti daun rumput knop ( Hyptis capitata Jacq. ), yang secara tradisional digunakan untuk mengobati luka terbuka, demam, dan diabetes. Melihat potensi dari tumbuhan tersebut memiliki peran penting dalam bidang kesehatan, maka perlu dilakukan upaya peningkatan kualitas dari obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan standarisasi parameter spesifik dan nonspesifik simplisia daun rumput knop ( Hyptis capitata Jacq).Metode: Metode Penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian eksperimental. Parameter spesifik yang diuji meliputi identitas simplisia, uji makroskopik, mikroskopik, serta penentuan kadar senyawa terlarut dalam pelarut tertentu (air dan etanol). Parameter nonspesifik meliputi susut pengeringan, kadar air, kadar abu total, dan kadar abu tidak larut asam.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk simplisia rumput knop memiliki warna cokelat tua, rasa yang pahit dengan bau khas kopi. Hasil uji kadar sari larut air dan etanol masing-masing sebesar 16,206% dan 42,56%. Untuk parameter nonspesifik, pengeringan susut sebesar 6,413%, kadar air 6,42%, kadar abu total 9,985%, dan kadar abu tidak larut asam 0,53%.Kesimpulan: Semua parameter memenuhi standar yang ditetapkan oleh Depkes RI dan WHO, menandakan kualitas dan keamanan simplisia ini sebagai bahan baku obat tradisional.
Uji Aktivitas Antidiare Kombinasi Ekstrak Metanol Daun Jambu Biji (Psidium guajava) Dan Daun Sirih (Piper betle) Pada Mencit Jantan( Mus muscullus ) Kahar, Putri Kartika Adhilia; Abdulkadir, Widy Susanti; Hiola, Faramita
Jurnal Kesehatan Farmasi Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Kesehatan Farmasi
Publisher : Jurusan Farmasi, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkpharm.v7i1.2736

Abstract

Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Sirih (Piper betle L.) merupakan salah satu tanaman herbal atau obat tradisional yang digunakan untuk mengobati diare atau mencret, disentri dan kolesterol. Komponen aktif yang banyak terdapat pada kedua tanaman ini yang memiliki efek antidiare adalah tanin dan flavonoid dimana flavonoid dapat menghambat pengeluaran asetilkolin dan kontraksi usus, tanin memiliki efek mengurangi peristaltik usus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas daun jambu biji dan daun sirih terhadap antidiare pada mencit. Daun Jambu Bij dan daun Sirih diekstraksi dengan metode maserasi. Aktifitas antidiare menggunakan metode proteksi yaitu tikus diberi 1 ml oleum ricini secara oral, kemudian didiamkan selama 1 jam. Selanjutnya masing-masing kelompok diberi perlakuan, yaitu kelompok I diberi suspensi Na-CMC 1% sebagai kontrol negatif, kelompok II diberikan suspensi Loperamid HCl sebagai kontrol positif, Kelompok III mencit diberi kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 1:1, kelompok IV mencit diberi kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 1:2 dan kelompok V mencit diberi kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 2:1. Berdasarkan hasil uji statistic One Way Anova diperoleh bahwa ekstrak yang memiliki aktifitas antidiare palin baik yaitu pada kombinasi ekstrak metanol daun Jambu Biji : dan daun Sirih 2:1.

Page 10 of 13 | Total Record : 122