cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 933 Documents
Strategi Digital Marketing untuk Meningkatkan Penerimaan Mahasiswa Baru STMIK Borneo Internasional Melalui Platform Media Sosial, SEO, dan Konten Kreatif Syariyan Nor; Icsan Madani; Maulida Sari; Komputerio Akbar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12215

Abstract

Persaingan antarperguruan tinggi dalam memperoleh mahasiswa baru menuntut adanya strategi pemasaran yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan teknologi digital dan perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi pendidikan. STMIK Borneo Internasional sebagai salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Balikpapan perlu mengoptimalkan pemanfaatan media digital untuk meningkatkan efektivitas promosi dan memperluas jangkauan calon mahasiswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi digital marketing yang dapat diterapkan untuk meningkatkan penerimaan mahasiswa baru melalui pemanfaatan media sosial, Search Engine Optimization (SEO), konten kreatif, WhatsApp marketing, iklan berbayar, dan email marketing. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus pada STMIK Borneo Internasional. Data diperoleh melalui observasi terhadap aktivitas digital kampus, studi literatur, analisis kompetitor, serta wawancara tidak terstruktur dengan mahasiswa dan alumni. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan SWOT digital yang dipadukan dengan model SOSTAC dan konsep content marketing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi berbagai saluran digital secara terencana dan konsisten mampu meningkatkan visibilitas institusi, memperkuat brand awareness, memperluas jangkauan promosi, serta meningkatkan peluang konversi calon mahasiswa menjadi pendaftar. Implementasi strategi didukung oleh penyusunan rencana kerja 90 hari, indikator kinerja utama (Key Performance Indicators/KPI), dan estimasi anggaran sehingga pelaksanaannya lebih terukur dan berkelanjutan. Penelitian ini memberikan rekomendasi praktis bagi STMIK Borneo Internasional dalam mengembangkan sistem pemasaran digital yang efektif guna meningkatkan daya saing perguruan tinggi pada era transformasi digital.
Hubungan Kepatuhan Penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) dengan Kejadian Penyakit Akibat Kerja pada Tenaga Kesehatan: Systematic Literature Review Nenden Nurfitriyani; Dewi Purnamawati
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12217

Abstract

Penyakit akibat kerja masih menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi tenaga kesehatan karena tingginya risiko paparan bahaya biologis, kimia, fisik, dan ergonomi selama memberikan pelayanan. Penggunaan alat pelindung diri (APD) merupakan upaya penting untuk mengurangi risiko tersebut, namun tingkat kepatuhan tenaga kesehatan dalam menggunakan APD masih bervariasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kepatuhan penggunaan APD dengan kejadian penyakit akibat kerja pada tenaga kesehatan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelitian dilaksanakan mengikuti pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA 2020). Penelusuran literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, ScienceDirect, Google Scholar, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ) untuk artikel yang diterbitkan pada tahun 2014–2025. Seleksi artikel menggunakan pendekatan PICO serta penilaian kualitas dilakukan dengan Joanna Briggs Institute (JBI) Critical Appraisal Tools. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi dan dianalisis secara sistematis. Hasil kajian menunjukkan bahwa kepatuhan penggunaan APD berhubungan secara signifikan dengan penurunan kejadian penyakit akibat kerja, termasuk infeksi COVID-19, tuberkulosis, hepatitis, infeksi nosokomial, dermatitis kontak, dan gangguan saluran pernapasan. Kepatuhan penggunaan APD dipengaruhi oleh berbagai faktor, meliputi pengetahuan, sikap, persepsi risiko, budaya keselamatan kerja, ketersediaan APD, kenyamanan penggunaan, pelatihan, pengawasan, serta dukungan organisasi. Disimpulkan bahwa kepatuhan penggunaan APD merupakan faktor penting dalam menurunkan risiko penyakit akibat kerja pada tenaga kesehatan. Oleh karena itu, fasilitas pelayanan kesehatan perlu memperkuat penyediaan APD, pelatihan berkelanjutan, pengawasan, serta budaya keselamatan kerja guna meningkatkan perlindungan tenaga kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan.
Pengaruh Jiwa Kewirausahaan Terhadap Keberhasilan Usaha Dengan Kemampuan Usaha Sebagai Variabel Mediasi Pada Studi Kasus UMKM Bidang Kuliner Di Kecamatan Medan Johor Jihan Laili; Ade Indah Sari; Annisha Suvero Suyar
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Jiwa Kewirausahaan terhadadap Keberhasilan Usaha, serta menguji peran Kemampuan Usaha sebagai variable mediasi pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di bidang kuliner di Kecamatan Medan Johor. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya karakter kewirausahaan dalam meningkatkan kinerja UMKM, namun disadari bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh semangat wirausaha semata, melainkan juga oleh kemampuan teknis dan manajerial dalam menjalankan usaha. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Jumlah sampel sebanyak 108 Responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan meliputi analisis regresi linear berganda dan uji Sobel untuk menguji efek mediasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Jiwa Kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap Kemampuan Usaha. (2) Jiwa Kewirausahaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha. (3) Kemampuan Usaha berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Usaha, (4) Kemampuan Usaha memediasi secara signifikan hubungan antara Jiwa Kewirausahaan dan Keberhasilan Usaha. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan oleh karakter kewirausahaan, tetapi juga bergantung pada kemampuan praktis dalam mengelola usaha.
Reaktualisasi Makna Jihad dalam QS. Al-Ankabut Ayat 69: Integrasi Jihad Spiritual dan Intelektual sebagai Basis Harmoni Sosial di Era Digital Muhammad Nabil; Komarudin Sassi
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12255

Abstract

Perkembangan pesat teknologi digital telah mengubah cara masyarakat Muslim memperoleh pengetahuan keagamaan, berkomunikasi, dan membangun relasi sosial. Pada saat yang sama, ekosistem digital memperkuat spiritualitas yang dangkal, disrupsi epistemik melalui disinformasi dan narasi post-truth, serta polarisasi sosial akibat ruang gema algoritmik. Penelitian ini bertujuan mereaktualisasikan makna jihad dalam QS. Al-Ankabut ayat 69 dengan mengintegrasikan dimensi spiritual, intelektual, dan sosial sebagai landasan normatif bagi harmoni sosial di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif melalui studi kepustakaan, metode tafsir tematik, analisis linguistik-semantik, serta perbandingan penafsiran mufasir klasik dan kontemporer, termasuk Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Hamka, dan M. Quraish Shihab. Hasil kajian menunjukkan bahwa jihad dalam ayat tersebut tidak terbatas pada konfrontasi fisik, tetapi bermakna kesungguhan berkelanjutan dalam ketaatan, pengendalian diri, pengembangan ilmu, dan kontribusi terhadap kebaikan publik. Reaktualisasinya dirumuskan melalui jihad spiritual berupa penguatan iman, pengendalian nafsu, dan etika digital; jihad intelektual berupa literasi kritis, tabayyun, dan epistemologi Qur'ani; serta jihad sosial berupa komunikasi inklusif, moderasi, dan tanggung jawab sosial. Secara konseptual dan praktis, penelitian menyimpulkan bahwa kerangka integratif tersebut dapat memperkuat kewargaan digital, mengurangi disinformasi dan polarisasi, serta membangun harmoni sosial Muslim yang inklusif, etis, bertanggung jawab, dan berkelanjutan tanpa mengabaikan dasar teologis penafsiran Al-Qur'an dalam kehidupan masyarakat Muslim kontemporer secara luas.
Evaluasi Struktur Organisasi Berbasis Ergonomi Makro: Studi Persepsi Karyawan Pada Industri Pupuk Imaduddin Bahtiar Efendi; Rahmadina Sabrina Putri; Iqbal Tafaqur Rahman; Muhammad Ardhi Wijaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12259

Abstract

Struktur organisasi merupakan elemen penting dalam mendukung efektivitas sistem kerja karena berperan dalam mengatur pembagian tugas, hubungan kewenangan, koordinasi, dan mekanisme komunikasi dalam organisasi. Struktur organisasi yang kurang efektif dapat menyebabkan ketidakjelasan peran, hambatan koordinasi, serta rendahnya efisiensi operasional. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas struktur organisasi Pada industri pupuk berdasarkan persepsi karyawan dalam perspektif ergonomi makro. Pendekatan ergonomi makro digunakan untuk memahami organisasi sebagai suatu sistem sosioteknik yang melibatkan keterkaitan antara manusia, struktur, teknologi, tugas, dan lingkungan kerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner tertutup menggunakan skala Likert lima tingkat. Sampel penelitian menggunakan teknik sampling jenuh dengan jumlah responden sebanyak 42 karyawan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif melalui nilai rata-rata, standar deviasi, serta pengujian validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh item pernyataan dinyatakan valid dengan nilai signifikansi <0,05 dan instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang baik dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,733. Persepsi karyawan terhadap struktur organisasi memperoleh nilai rata-rata sebesar 4,45 yang termasuk kategori sangat baik. Hasil wawancara menunjukkan bahwa struktur organisasi telah mendukung koordinasi, pengambilan keputusan, dan pencapaian target kerja, meskipun masih terdapat peluang perbaikan pada aspek fleksibilitas dan komunikasi antar departemen. Penelitian ini menyimpulkan bahwa struktur organisasi pada industri pupuk telah berjalan efektif dalam mendukung sistem kerja, namun diperlukan penguatan fleksibilitas organisasi untuk meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap kondisi operasional yang dinamis.
Penguatan Kelembagaan Karang Taruna Dalam Pengembangan Generasi Muda Di Rw 08 Kelurahan Kebraon Surabaya Calvin Saputra Taragusti; Fierda Nurany; Bagus Kurniawan
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12261

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penguatan kelembagaan karang taruna dalam pengembangan generasi muda di RW 08 Kelurahan Kebraon Surabaya, mengidentifikasi faktor-faktor yang menjadi penghambat, serta menjelaskan upaya dilakukan organisasi dalam meningkatkan peran kelembagaan. Penelitian ini memakai pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Informan penelitian terdiri atas Ketua Karang Taruna, Sekretaris, Bendahara, Pembina, anggota Karang Taruna, serta tokoh masyarakat yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan kelembagaan Karang Taruna RW 08 Kelurahan Kebraon dilakukan melalui pengembangan kapasitas individu pengurus, penguatan sistem organisasi, serta pengembangan kemitraan dengan berbagai pihak. Pengembangan kapasitas individu terlihat dari pemahaman pengurus terhadap tugas dan fungsi organisasi serta keterlibatan aktif dalam pelaksanaan program kerja. Penguatan sistem organisasi diwujudkan melalui koordinasi, pembagian tugas, dan penerapan musyawarah dalam pengambilan keputusan. Selain itu, organisasi juga menjalin kemitraan dengan RT, RW, Kelurahan, Karang Taruna Kota Surabaya, UMKM, dan pihak swasta untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Meskipun demikian, penguatan kelembagaan masih menghadapi berbagai kendala berupa keterbatasan sumber daya manusia dan anggaran organisasi. Oleh karena itu, Karang Taruna terus melakukan berbagai upaya melalui peningkatan koordinasi, regenerasi anggota, penerapan sistem demokrasi, serta pengembangan jaringan kerja sama agar organisasi mampu menjalankan fungsi sosialnya secara berkelanjutan dalam pengembangan generasi muda.
Modal Sosial dan Komunikasi Risiko Bencana: Analisis Praktik Sosial Masyarakat Jeneponto dalam Menghadapi Ancaman Ibnu Hajar; Syukurman Syukurman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran modal sosial dan komunikasi risiko bencana dalam membentuk praktik sosial masyarakat Jeneponto dalam menghadapi ancaman bencana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka. Data diperoleh dari berbagai sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, buku, tesis, disertasi, dan dokumen yang relevan dengan tema penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi dengan mengkaji hubungan antara modal sosial, komunikasi risiko, dan praktik sosial masyarakat dalam konteks kebencanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal sosial yang tercermin dalam nilai gotong royong, solidaritas sosial, kepercayaan, dan jaringan sosial berperan penting dalam mendukung kesiapsiagaan masyarakat. Komunikasi risiko bencana berfungsi sebagai sarana penyebaran informasi dan pembentukan kesadaran kolektif terhadap ancaman bencana. Interaksi antara modal sosial dan komunikasi risiko menghasilkan berbagai praktik sosial, seperti penyebaran informasi peringatan dini, kerja sama dalam mitigasi, evakuasi, pengelolaan bantuan, dan pemulihan pascabencana. Praktik-praktik tersebut berkontribusi terhadap terbentuknya kapasitas adaptasi, kesiapsiagaan, dan ketangguhan masyarakat Jeneponto dalam menghadapi berbagai ancaman bencana.
Perlindungan Hukum bagi Nasabah dalam Penggunaan Layanan Perbankan Digital di Indonesia: Analisis terhadap Peran Bank, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan Lily Masseleng
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12272

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi layanan perbankan di Indonesia menuju sistem digital yang lebih efisien, cepat, dan mudah diakses. Meskipun memberikan berbagai kemudahan dalam bertransaksi, layanan perbankan digital juga menimbulkan berbagai risiko hukum, seperti penyalahgunaan data pribadi, kejahatan siber, penipuan digital, dan pembobolan rekening yang berpotensi merugikan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi nasabah pengguna layanan perbankan digital di Indonesia serta mengkaji peran bank, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dalam mewujudkan sistem perbankan yang aman dan tepercaya. Penelitian menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan, buku, jurnal ilmiah, dan dokumen resmi yang berkaitan dengan hukum perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum bagi nasabah telah diatur dalam berbagai regulasi, antara lain Undang-Undang Perbankan, Undang-Undang OJK, Undang-Undang LPS, Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan, serta berbagai peraturan OJK mengenai perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Namun, efektivitas implementasinya masih menghadapi tantangan berupa meningkatnya kejahatan siber, rendahnya literasi digital masyarakat, serta pesatnya perkembangan teknologi yang melampaui kecepatan pembentukan regulasi. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara bank, regulator, dan masyarakat melalui penguatan sistem keamanan, peningkatan literasi keuangan digital, serta pengawasan yang berkelanjutan guna mewujudkan perlindungan hukum yang efektif dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan perbankan digital.
Smart Searching Pada Agenda Dan Perpustakaan Berbasis Web Menggunakan Algoritma Trie Dan Jaro-Winkler Distance Nurendro Hardjo Judanto R; Asrul Sani; Bambang Pramono
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12274

Abstract

Pengelolaan agenda kegiatan dan perpustakaan di Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menghadapi kendala karena pencatatan dan pencarian data belum sepenuhnya terintegrasi, sedangkan pencarian berbasis pencocokan teks langsung tidak toleran terhadap kesalahan pengetikan, perbedaan ejaan, atau kata kunci yang tidak lengkap. Penelitian ini bertujuan merancang dan membangun SIGAP (Sistem Informasi Agenda dan Perpustakaan), yaitu aplikasi web dengan mekanisme smart searching yang mengombinasikan algoritma Trie untuk autosuggestion dan Jaro-Winkler Distance untuk fuzzy search. Sistem dikembangkan menggunakan Rational Unified Process melalui fase inception, elaboration, construction, dan transition, dengan Laravel, PHP, Tailwind CSS, JavaScript, Python, MySQL, serta layanan pencarian hibrida sebagai komponen utama. Data uji terdiri atas 500 data buku dan 21 data agenda. Evaluasi dilakukan melalui pengujian kecepatan, white box, precision-recall, dan User Acceptance Testing. Hasil menunjukkan waktu pencarian rata-rata turun dari 25,0 detik pada pencarian manual menjadi 239,1 milidetik atau sekitar 0,24 detik pada sistem hibrida, setara percepatan sekitar 104,5 kali. Seluruh 17 kasus white box lulus, sedangkan evaluasi terhadap 12 kueri menghasilkan Recall 100% dan Precision 89,41%. Pengujian penerimaan pengguna terhadap 10 responden memperoleh rata-rata 86,76% dengan kategori sangat baik. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi Trie dan Jaro-Winkler Distance mampu meningkatkan kecepatan, relevansi, toleransi terhadap kesalahan input, dan penerimaan pengguna dalam pencarian data agenda dan perpustakaan.
Perspektif Agama di Indonesia terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga: Analisis Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Kontrol Sosial Emile Durkheim Adzra Bilah Syazwina
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12275

Abstract

Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) masih menjadi permasalahan sosial yang serius di Indonesia meskipun masyarakat dikenal religius dan menjadikan agama sebagai pedoman dalam kehidupan berkeluarga. Penelitian ini bertujuan menganalisis perspektif enam agama yang diakui di Indonesia, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu terhadap KDRT, serta mengkaji bagaimana nilai-nilai keagamaan dikonstruksikan dan berfungsi sebagai kontrol sosial melalui Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger dan Thomas Luckmann serta perspektif Emile Durkheim. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan sumber primer berupa kitab suci masing-masing agama dan sumber sekunder berupa buku, artikel ilmiah, serta dokumen resmi. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dan dianalisis menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh agama secara konsisten menolak segala bentuk KDRT serta menempatkan kasih sayang, penghormatan terhadap martabat manusia, dan tanggung jawab sebagai dasar kehidupan keluarga. Analisis Berger dan Luckmann menunjukkan bahwa kesenjangan antara ajaran normatif dan praktik KDRT dipengaruhi oleh proses konstruksi sosial, terutama penafsiran parsial terhadap ajaran agama yang dipengaruhi budaya patriarki. Sementara itu, perspektif Durkheim menunjukkan bahwa agama berfungsi sebagai kontrol sosial dan pembentuk moral kolektif, meskipun efektivitasnya belum optimal dalam masyarakat Indonesia yang majemuk. Penelitian ini merekomendasikan penguatan reinterpretasi ajaran agama, pendidikan keluarga, serta sinergi antara nilai keagamaan dan penegakan hukum untuk mencegah KDRT.