cover
Contact Name
Arif Mudi Priyatno
Contact Email
arifmudi@ilmudata.co.id.
Phone
+6282390449323
Journal Mail Official
ijmst@ilmudata.co.id
Editorial Address
Jln HR Soebrantas KM 16.5, Rimba Panjang, Kec. Tambang, Kabupaten Kampar, Riau 28293
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology
Published by PT Ilmu Data Indonesia
ISSN : 29866790     EISSN : 29866782     DOI : https://doi.org/10.69693/ijmst
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology dimaksudkan sebagai media kajian ilmiah hasil penelitian, pemikiran, dan kajian kritis-analitik mengenai penelitian di bidang Multidisiplin Sosial dan Teknologi. Hal ini merupakan bagian dari semangat menyebarluaskan ilmu yang dihasilkan dari penelitian dan pemikiran untuk pengabdian kepada masyarakat luas. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerbitkan makalah secara berkala tiga kali setahun, pada bulan Februari, Juni, dan Oktober. Semua publikasi di jurnal IJMST bersifat terbuka, memungkinkan artikel tersedia online secara gratis tanpa berlangganan. Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology menerima artikel ilmiah dengan ruang lingkup penelitian pada: Ekonomi Akutansi Manajemen Ekonomi Islam Perbankan Islam Ilmu Komputer Teknik Informatika Sistem Informasi Teknologi Informasi Kewirausahaan Teknik Elektro Teknik Industri Topik kajian lain yang relevan Catatan: Artikel memiliki kutipan utama dan belum pernah dipublikasikan secara online atau cetak sebelumnya.
Articles 933 Documents
Peran FOMO dalam Memediasi Availability Bias dan Risk Tolerance pada Keputusan Investasi Gen Z Wangi Safrin Maulani; Fatimah Fatimah
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12129

Abstract

Jumlah investor muda di Indonesia tumbuh sangat pesat, dengan Generasi Z mendominasi populasi investor pasar modal. Data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat 20 juta Single Investor Identification hingga Desember 2025, dengan 54,24% di antaranya berusia di bawah 30 tahun. Pertumbuhan ini belum diimbangi literasi keuangan yang memadai, sehingga keputusan investasi investor muda lebih rentan dipengaruhi faktor psikologis seperti availability bias, risk tolerance, dan Fear of Missing Out (FoMO), terutama pada aktivitas investasi saham yang dilakukan melalui platform digital dan media sosial. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh availability bias dan risk tolerance terhadap keputusan investasi saham Generasi Z di Jabodetabek dengan FoMO sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data primer dari 150 responden valid yang dipilih melalui purposive sampling, dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan seluruh tujuh hipotesis diterima: availability bias dan risk tolerance masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap FoMO maupun keputusan investasi saham, FoMO berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi saham, serta FoMO terbukti memediasi kedua hubungan tersebut sebagai complementary partial mediation. Temuan ini menempatkan FoMO sebagai mekanisme psikologis penting yang menyalurkan pengaruh bias kognitif dan disposisi risiko ke dalam perilaku investasi generasi muda yang lahir dan tumbuh di era digital.
Implementasi Algortima Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) Pada Sistem Informasi Manajemen Pertandingan Taekwondo Untuk Otomatisasi Bagan Pertandingan Nur Fadillahh; Jumadil Nangi; Asa Hari Wibowo; Isnawaty Isnawaty; Bambang Pramono; Erich Nov Putra Razak
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12132

Abstract

Penyelenggaraan pertandingan taekwondo memerlukan pengelolaan administrasi dan penyusunan bagan pertandingan yang efektif agar kompetisi dapat berlangsung secara terstruktur, objektif, dan efisien. Namun, proses tersebut masih banyak dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan ketidakteraturan pengelolaan data, keterlambatan penyampaian informasi, serta belum mendukung pembentukan bagan pertandingan secara otomatis berdasarkan karakteristik atlet. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Sistem Informasi Manajemen Pertandingan Taekwondo dengan menerapkan algoritma Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) sebagai dasar pembentukan bagan pertandingan secara otomatis. Pengembangan sistem menggunakan metode Rational Unified Process (RUP) yang terdiri atas tahapan Inception, Elaboration, Construction, dan Transition. Proses pengelompokan atlet dilakukan menggunakan algoritma AHC berdasarkan atribut tingkat sabuk, tahun lahir, dan berat badan, sedangkan kualitas hasil clustering dievaluasi menggunakan Silhouette Index (SI) dan Davies-Bouldin Index (DBI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem berhasil mengelola data pertandingan serta membentuk bagan pertandingan secara otomatis berdasarkan hasil pengelompokan atlet. Pengujian pada beberapa kelas tanding menunjukkan bahwa kualitas clustering bervariasi sesuai karakteristik data pada setiap kategori. Hasil terbaik diperoleh pada kelas Junior Putra Under 45 dengan enam klaster, nilai Silhouette Index sebesar 0,8179, dan Davies-Bouldin Index sebesar 0,0486 yang menunjukkan kualitas pengelompokan yang sangat baik. Dengan demikian, implementasi algoritma AHC pada sistem informasi manajemen pertandingan mampu menghasilkan pengelompokan atlet yang representatif sebagai dasar penyusunan bagan pertandingan secara otomatis, sehingga mendukung proses pengelolaan pertandingan yang lebih sistematis, objektif, dan berbasis data.
Perlindungan Hukum Bagi Jurnalis Digital dalam Menyampaikan Kritik terhadap Pemerintah Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Ahmad Fajar Siddiq Affandi; Dara Puspitasari; Dinda Heidiyuan Agustalita
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12134

Abstract

Transformasi teknologi informasi telah menggeser praktik jurnalistik ke platform digital, menjadikan jurnalis digital agen krusial dalam diseminasi informasi publik dan pengawasan sosial terhadap pemerintah. Kendati demikian, ekspansi ruang siber ini diiringi eskalasi risiko kriminalisasi terhadap opini kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum bagi jurnalis digital dalam menyampaikan kritik terhadap pemerintah serta mengidentifikasi hambatan normatif dan praktis dalam penerapannya berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan Pendekatan Perundang-Undangan (Statute Approach) dan Pendekatan Konseptual (Conceptual Approach). Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun UU ITE mengintroduksi pembaruan regulasi, antinomi normatif tetap ada akibat keberadaan pasal-pasal elastis (seperti Pasal 27A) yang memicu diskresi interpretatif dan criminalization of expression. Kondisi ini memperjelas celah hukum ganda khususnya bagi jurnalis warga dan pers mahasiswa yang belum terakomodasi secara optimal di bawah UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. Selain itu, praktik penegakan hukum yang cenderung positivistik-formalistik serta minim sensitivitas terhadap fungsi sosiopolitik pers mengonstruksi chilling effect di ruang siber. Penelitian ini menyimpulkan perlunya rekonseptualisasi sistem perlindungan hukum yang mengintegrasikan skema preventif (kejelasan norma, kepatuhan atas Putusan Mahkamah Konstitusi, dan reformasi paradigma penegak hukum) dengan skema represif. Langkah ini penting guna menyeimbangkan tata kelola ruang digital dengan penjaminan kemerdekaan pers sebagai mekanisme check and balances dalam negara hukum demokratis.
Efektivitas pengelolaan RTH DPUTRPRKPLH Kabupaten Tasikmalaya di Singaparna Dela Aura Kartini; Ani Heryani; Acep Hilman
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12135

Abstract

Alih fungsi lahan hijau menjadi kawasan terbangun di pusat administratif Kecamatan Singaparna menuntut pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang efektif dari otoritas daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas pengelolaan RTH publik oleh Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRPRKPLH) Kabupaten Tasikmalaya di Kecamatan Singaparna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara mendalam dengan informan dinas dan masyarakat, serta studi dokumentasi regulasi tata ruang daerah. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang distrukturkan menggunakan pisau analisis Teori Efektivitas Duncan dengan tiga dimensi utama, yaitu pencapaian tujuan, integrasi, dan adaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan RTH di Kecamatan Singaparna belum efektif. Dari dimensi pencapaian tujuan, target minimal tiga puluh persen RTH dari luas wilayah kota (dua puluh persen RTH publik dan sepuluh persen RTH privat) sesuai Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 belum terpenuhi akibat laju urbanisasi, dan secara kualitatif fungsi ekologis serta sosial belum optimal. Dari dimensi integrasi, sosialisasi kebijakan masih minim dan koordinasi lintas dinas serta partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan taman masih sangat terbatas. Dari dimensi adaptasi, respons dinas masih bersifat reaktif karena kendala anggaran pemeliharaan aset taman, meskipun terdapat potensi adaptif dalam penggunaan teknologi pemetaan spasial modern. DPUTRPRKPLH disarankan menerapkan tata kelola kolaboratif multipihak dan pemetaan RTH berbasis sistem informasi geografis secara presisi.
Pengaruh Perceived Value Terhadap Pengguna Freemium Pada Aplikasi Youtube Music Melalui Attitude Sebagai Mediasi Marsya Mutia; Syti Sarah Maesaroh; Muhammad Rizki Nugraha
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12137

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perceived value (emotional value, social value, quality value, dan price value) terhadap purchase intention pengguna freemium pada aplikasi YouTube Music, dengan attitude sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan kausal. Data dikumpulkan dari 196 responden melalui kuesioner daring menggunakan teknik purposive sampling dan dianalisis dengan pendekatan Partial Least Square Structural Equation Modeling (SEM-PLS) menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social value (O = 0,133; p < 0,022), quality value (O = 0,279; p < 0,000), dan price value (O = 0,496; p < 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap attitude, sedangkan emotional value (O = -0,011; p < 0,870) tidak berpengaruh signifikan. Social value (O = 0,395; p < 0,000) dan price value (O = 0,319; p < 0,000) berpengaruh signifikan secara langsung terhadap purchase intention, sedangkan emotional value (O = 0,029; p < 0,645) dan quality value (O = 0,064; p < 0,271) tidak berpengaruh signifikan secara langsung. Attitude (O = 0,278; p < 0,000) berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention serta memediasi pengaruh social value (O = 0,037; p < 0,036), quality value (O = 0,078; p < 0,001), dan price value (O = 0,138; p <  0,001) terhadap purchase intention, namun tidak memediasi pengaruh emotional value (O = -0,003; p < 0,874).
Keterbatasan PjBL Konvensional dalam Kelas Pemrograman yang Padat Andi Prayudi; Supriyaddin Supriyaddin; M.Nur Imansyah; Burhanuddin Burhanuddin; Mahdin Mahdin
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12140

Abstract

Project-Based Learning (PjBL) merupakan salah satu model pembelajaran yang banyak diterapkan dalam pendidikan tinggi karena mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Namun, implementasi PjBL pada mata kuliah pemrograman masih menghadapi berbagai tantangan akibat karakteristik materi yang kompleks, membutuhkan latihan berulang, serta keterbatasan waktu pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai keterbatasan penerapan Project-Based Learning (PjBL) konvensional pada pembelajaran pemrograman di Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi STKIP Yapis Dompu. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian mahasiswa Semester IV yang mengikuti mata kuliah pemrograman. Data diperoleh melalui observasi proses pembelajaran, wawancara dengan dosen dan mahasiswa, serta dokumentasi hasil belajar. Hasil observasi menunjukkan bahwa implementasi PjBL konvensional masih menghadapi beberapa kendala, yaitu rendahnya penguasaan logika pemrograman mahasiswa, keterbatasan waktu pelaksanaan proyek, ketimpangan kontribusi dalam kerja kelompok, rendahnya capaian hasil belajar individu, serta tingginya kebutuhan pendampingan dosen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa PjBL konvensional belum sepenuhnya mampu mengakomodasi karakteristik pembelajaran pemrograman yang memerlukan latihan bertahap, umpan balik cepat, dan evaluasi berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan inovasi model pembelajaran yang mampu mengombinasikan keunggulan Project-Based Learning dengan pendekatan lain agar pembelajaran pemrograman menjadi lebih efektif.
Keindahan Bahasa Dalam Kisah Si Kancil Sebagai Sastra Anak: Analisis Stilistika Terhadap Diksi Dan Majas Yusril Izha Haendrawan; Hertiza Amelia; Muh Ali Bastomi; Rani Puspita Sari; Andri Saputra
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12142

Abstract

Kisah Si Kancil merupakan salah satu karya sastra anak yang tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga sebagai sarana pembentukan karakter melalui penyampaian nilai-nilai moral. Selain kandungan moralnya, cerita ini memiliki keindahan bahasa yang dibangun melalui pemilihan diksi dan penggunaan majas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penggunaan diksi, mengidentifikasi jenis-jenis majas, serta menganalisis fungsi stilistika keduanya dalam membangun keindahan bahasa pada kisah Si Kancil. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif dan pendekatan stilistika. Sumber data berupa teks kisah Si Kancil, sedangkan data penelitian meliputi kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang mengandung unsur diksi dan majas. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi dengan teknik baca dan catat (close reading), kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, klasifikasi, interpretasi, dan penarikan simpulan berdasarkan teori stilistika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kisah Si Kancil didominasi oleh penggunaan diksi yang sederhana, konkret, komunikatif, dan sesuai dengan perkembangan bahasa anak. Diksi yang berkaitan dengan alam, hewan, tumbuhan, dan aktivitas sehari-hari memudahkan pembaca memahami isi cerita sekaligus membangun suasana yang hidup. Selain itu, ditemukan penggunaan majas personifikasi, hiperbola, repetisi, simile, dan onomatope yang berfungsi memperkuat karakter tokoh, memperjelas suasana, merangsang imajinasi pembaca, meningkatkan nilai estetis cerita, serta mempertegas penyampaian pesan moral. Dengan demikian, perpaduan diksi dan majas menjadikan kisah Si Kancil sebagai karya sastra anak yang efektif dalam mengembangkan literasi, apresiasi sastra, dan pembentukan karakter peserta didik.
Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka di MAS Darussolihin NW Kalijaga Kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur NTB Meliya Meliya; Fizian Yahya; Sri Shanti Ariani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12145

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya implementasi manajemen Kurikulum Merdeka sebagai upaya meningkatkan mutu pembelajaran dan kualitas pendidikan di sekolah. Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat ditentukan oleh perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, serta faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi manajemen Kurikulum Merdeka di MAS Darussolihin NW Kalijaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Perencanaan manajemen Kurikulum Merdeka dilakukan melalui analisis kondisi sekolah, pembentukan tim implementasi, penyusunan Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP), peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan dan workshop, serta penyediaan sarana dan sumber belajar. 2) Pelaksanaan Kurikulum Merdeka telah berjalan dengan baik melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, penerapan pembelajaran terdiferensiasi dan berbasis proyek, pendampingan antar guru, serta dukungan kepala sekolah, komite, dan orang tua. 3) Evaluasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan secara berkala melalui supervisi kelas, rapat evaluasi, monitoring pembelajaran, pemeriksaan administrasi, dan refleksi bersama guru sebagai dasar perbaikan program pembelajaran. 4) Faktor penghambat implementasi meliputi proses adaptasi dan perubahan pola pikir sebagian guru terhadap Kurikulum Merdeka serta perbedaan kesiapan guru dalam menerapkan strategi pembelajaran. Adapun faktor pendukung meliputi kerja sama seluruh warga sekolah, dukungan orang tua dan komite madrasah, pelaksanaan pelatihan dan workshop, serta keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran.
Implementasi Kebijakan Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) Di Dinas PPKBP3A Kota Tasikmalaya Indry Fitriyani; Arifah Rosmayudi; Ari Ramdani
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12146

Abstract

Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA) merupakan inisiatif nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas, kemandirian ekonomi, serta partisipasi sosial perempuan yang berperan sebagai kepala keluarga dalam kondisi rentan secara ekonomi, sosial, dan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program PEKKA di Kota Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, dengan data yang diperoleh berupa informasi kualitatif yang dianalisis secara mendalam sesuai dengan dinamika temuan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program PEKKA di Kota Tasikmalaya secara umum telah berjalan sesuai dengan kerangka kebijakan yang ditetapkan. Program telah memiliki standar dan sasaran yang jelas, sumber daya yang relatif memadai, mekanisme komunikasi antarorganisasi yang berjalan, struktur pelaksana yang sesuai, serta sikap pelaksana yang cenderung positif. Dukungan kondisi sosial dan politik daerah juga cukup kondusif dalam menunjang pelaksanaan program. Meskipun demikian, masih terdapat kendala seperti keterbatasan jumlah pendamping, variasi tingkat keaktifan kelompok, keterbatasan anggaran, serta tantangan sosial ekonomi penerima manfaat yang memengaruhi optimalisasi hasil program. Secara keseluruhan, implementasi Program PEKKA di Kota Tasikmalaya dapat dikategorikan cukup baik, namun masih memerlukan penguatan pada aspek sumber daya, koordinasi, dan pemerataan pelaksanaan agar tujuan pemberdayaan perempuan kepala keluarga dapat tercapai secara lebih optimal dan berkelanjutan.
Hubungan Masa Kerja, Pelatihan, dan Upaya Pencegahan Kondisi Tidak Aman dengan Kesiapsiagaan Kebakaran pada Pekerja Proyek Konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026 Oktaviani Nur Zarini; Rizqi Ulla Amaliah; Juhanda Kartika Wijaya
Indonesian Journal of Multidisciplinary on Social and Technology Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - Oktober
Publisher : PT Ilmu Data Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijmst.v4i3.12151

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu keadaan darurat berisiko tinggi pada proyek konstruksi karena adanya sumber api, material mudah terbakar, dan aktivitas kerja yang dinamis. Kesiapsiagaan kebakaran pekerja diperlukan untuk meminimalkan risiko kerugian dan korban jiwa. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan masa kerja, pelatihan, dan upaya pencegahan kondisi tidak aman dengan kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 60 pekerja dan seluruhnya dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05). Hasil analisis univariat menunjukkan sebagian besar responden memiliki masa kerja <1 tahun (55%), pelatihan kategori baik (63,3%), upaya pencegahan kondisi tidak aman kategori baik (60%), dan kesiapsiagaan kebakaran kategori siaga (51,7%). Hasil analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan antara masa kerja dengan kesiapsiagaan kebakaran (p-value=1,000), sedangkan pelatihan (p-value=0,038) dan upaya pencegahan kondisi tidak aman (p-value=0,010) berhubungan signifikan dengan kesiapsiagaan kebakaran. Disimpulkan bahwa pelatihan dan upaya pencegahan kondisi tidak aman berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran, sedangkan masa kerja tidak berhubungan dengan kesiapsiagaan kebakaran pada pekerja proyek konstruksi di PT X Kota Batam Tahun 2026. Perusahaan disarankan meningkatkan pelaksanaan pelatihan kebakaran secara rutin dan memperkuat pengawasan terhadap kondisi kerja tidak aman.