cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6285641331367
Journal Mail Official
taulany27@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro no 186 Gedanganak - Ungaran Timur, Kab. Semarang Jawa Tengah
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Early Childhood : Jurnal Dunia Anak Usia Dini
ISSN : 2655657X     EISSN : 26556561     DOI : 10.35473
Core Subject : Education,
Focus and Scope of Indonesian Journal Of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini is research, study and analysis related to early childhood include; development of moral and religious values, physical motor development, emotional social development, cognitive development, language development, artistic and creative development, parenting, parenting, management institution of early childhood education, early child development assessment, child development psychology, child empowerment, ,learning strategy, Educational tool play, instructional media, innovation in early childhood education and various fields related to Early Childhood Education.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023)" : 25 Documents clear
Prinsip Kepemimpinan Moral Spiritual Sekolah Dalam Pembangunan Karakter PAUD di TK Nurul Hidayah Kabupaten Serdang Bedagai: Principles of School Spiritual Moral Leadership in PAUD Character Building in Kindergarten Nurul Hidayah, Serdang Bedagai District Hotni Sari Harahap; Armanila Armanila
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.1999

Abstract

Early childhood education is a fundamental educational process. Children at an early age will find it very easy to imitate or imitate what they see so that with the ability of the principal to display leadership that emphasizes the moral-spiritual aspect, it will be able to help early childhood in shaping their character. This study aims to find out how spiritual-moral-based principal leadership can improve character learning. The research method uses a descriptive qualitative approach. The results of the study show that through a moral-spiritual leadership approach there are three stages in the formation of character, namely moral knowing; moral feeling; and moral action is easier to implement through the learning process. As input material for school principals, they should choose a moral-spiritual leadership approach in forming character, namely moral knowing; moral feeling; and moral action is easier to implement through the learning process. The selection of the right spiritual-moral leadership approach can influence the formation of the character of student achievement.   ABSTRAK Pendidikan anak usia dini merupakan proses pendidikan yang fundamental. Anak di usia dini akan sangat mudah dalam meniru atau mencontoh apa saja yang dilihatnya sehingga dengan kemampuan kepala sekolah menampilkan kepemimpinan yang menonjolkan pada aspek moral spiritual akan mampu membantu anak usia dini dalam membentuk karakternya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kepemimpinan kepala sekolah berbasis moral spiritual mampu meningkatkan pembelajaran karakter. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kepemimpinan moral spiritual tiga tahapan dalam pembentukan karaktek yakni moral knowing; moral feeling; dan moral action    lebih mudah diimplementasikan melalui proses pembelajaran. Sebagai bahan masukan bagi kepala sekolah sebaiknya memilih pendekatan kepemimpinan moral spiritual dalam pembentukan karaktek yakni moral knowing; moral feeling; dan moral action    lebih mudah diimplementasikan melalui proses pembelajaran. Pemilihan pendekatan kepemimpinan moral spiritual yang tepat dapat berpengaruh terhadap dalam pembentukan karaktek pencapaian prestasi belajar siswa.
Literature Review Implementasi Bermain Peran untuk Perkembangan Kemampuan Sosial Emosional Anak di TK: Literature Review Implementation of Role Playing for the Development of Children's Social Emotional Ability in Kindergarten Ashar Arif Paggama; A. Rezky Nurhidaya; Sadaruddin
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2139

Abstract

Role-playing for early childhood is fun for students, so role-playing children need to pay attention to the interests and motivations of students. This study aims to analyze the implementation of role playing and describe the impact of emotional social development, this research was conducted using a literature review by collecting reference materials from various articles and journals based on the research objectives. The results of the literature review research related to the implementation of role playing while still requiring a foothold during role playing and paying attention to supporting factors by using the right media, educator creativity, teaching techniques and things that need to be anticipated by students' egocentrism and, undisciplined children and shy students. The impact of role playing obtained is courage, self-confidence, independence and communication as well as social interaction, and role playing has a significant influence on aspects of the development of social emotional skills of early childhood in kindergarten. Abstrak Bermain peran bagi anak usia dini merupakan hal yang menyenangkan bagi anak didik, sehingga anak bermain peran perlu memperhatikan minat dan motivasi anak didik. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis implementasi bermain peran dan menggambarkan dampak perkemabangan social emosional, penelitian ini dilakukan dengan menggunakan literature review dengan cara mengumpulkan bahan referensi dari berbagai artikel maupun jurnal dengan berdasar dengan tujuan penelitian. Hasil penelitian literature review terkait implementasi bermain peran dengan tetap memerlukan pijakan selama bermain peran dan memperhatikan faktor pendukung dengan menggunakan media yang tepat, kreativitas pendidik, teknik mengajar serta hal yang perlu diantisipasi egosentrisme anak didik dan, anak yang belum disiplin serta anak didik yang pemalu. Dampak bermain peran didapatkan ialah keberanian, percaya diri, kemandirian dan komunikas serta interaksi social, dan bermain peran memiliki pengaruh signifikan terhadap aspek perkembangan keterampilan sosial emosional anak usia dini di TK.
Pengembangan Game Edukasi Berhitung (GESIT) untuk Menstimulasi Kemampuan Berhitung Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun : Development of a Counting Educational Game (GESIT) to Stimulate Beginning Counting Ability of 5-6 Years Old Children Nanda Novia Dilla Safitri; Tomas Iriyanto; Nur Anisa
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2198

Abstract

Beginning numeracy skills are the initial basic abilities that learn understanding related to counting objects, simple addition and subtraction. The aim of this research is to produce an educational game product that is appropriate, effective and efficient according to media experts, material experts and practitioners, to stimulate early numeracy skills in children aged 5-6 years. This type of research uses research and development (R&D) and the development model used is ADDIE (analysis, design, development, implementation and evaluation). The media validation test results were 85%, the material validation test results were 90%, then trials on class teachers were 78%, and small group trials obtained 90%, from the four results it can be concluded that the GESIT game is suitable for use by children aged 5-6 years . While the results of the non-parametric statistical test using the Wilcoxon test 0.002 (p-value) with a significance level of 0.05 which means (0.002 (p-value) <0.05) then Ha is accepted and Ho is rejected, namely the influence of the GESIT game on learning outcomes counting the beginning in children aged 5-6 years. ABSTRAK Kemampuan berhitung permulaan merupakan kemampuan dasar awal yang mempelajari pemahaman terkait dengan menghitung benda, penjumlahan dan pengurangan sederhana. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk game edukasi yang layak, efektif dan efisien menurut ahli media, ahli materi dan praktisi, untuk menstimulasi kemampuan berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun. Jenis penelitian ini menggunakan research and development (R&D) serta model pengembangan yang digunakan yaitu ADDIE (analysis, design, development, implementasion dan evaluation). Hasil uji validasi media 85%, hasil uji validasi materi 90%, kemudian uji coba terhadap guru kelas 78%, dan uji coba kelompok kecil memperoleh 90%, dari keempat hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa game GESIT layak digunakan untuk anak usia 5-6 tahun. Sedangkan dari hasil uji statistik nonparametik menggunakan uji wilcoxon  0,002 (p-value) dengan taraf signifikansi sebesar 0,05 yang artinya (0,002 (p-value) < 0,05) maka Ha diterima dan Ho ditolak yaitu adanya pengaruh game GESIT terhadap hasil belajar berhitung permulaan pada anak usia 5-6 tahun.
Kunjungan ke Pusat Perbelanjaan sebagai Upaya Meningkatkan Keterampilan Sosial Anak Usia Dini di : Visits to Shopping Centers as an Effort to Improve Early Childhood Social Skills in TAAM Ihya Assunnah Tasikmalaya Faza Tsamrotul Apipah; Itsnawati Putri Fauziah; Indi Nurisma; Nuraly Masum Aprily
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2329

Abstract

This research is motivated by the importance of improving social skills for early childhood because social skills will become a provision for their activities as social beings in the surrounding environment. One of the learning methods in PAUD institutions is outing class. Outing class activities are learning activities carried out outside the classroom. One of the outing class activities organized by TAAM Ihya Assunnah is visiting shopping centers or supermarkets in the neighborhood around the school. This study aims to determine the effectiveness of visiting shopping centers in an effort to improve early childhood social skills. The research method used in this research is descriptive qualitative research method, where the research results are described descriptively. Research using data collection techniques of observation, interviews, and documentation. Observations were made to observe the activities of visiting shopping centers or supermarkets and their relation to early childhood social skills. The interview technique was conducted with one of the TAAM Ihya Assunnah educators to find out more about the concept of social skills development activities held at TAAM Ihya Assunnah. Documentation techniques are used as information materials to support research findings. Based on research, it can be seen that visiting shopping centers can improve early childhood social skills. Children can practice communicating, conversing, practicing a culture of queuing and interacting with other visitors, and developing an attitude of confidence and honesty in children making transactions. This can be an effort to improve social skills of early childhood. The importance of PAUD teachers to be more innovative and varied in organizing learning to improve early childhood social skills. Learning should be packaged in an attractive way so that it motivates children to improve their social skills. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya meningkatkan keterampilan sosial bagi anak usia dini sebab keterampilan sosial akan menjadi bekal dalam aktivitasnya sebagai makhluk sosial di lingkungan sekitar. Salah satu metode pembelajaran di lembaga PAUD adalah outing class. Kegiatan outing class merupakan kegiatan pembelajaran yang dilakukan di luar kelas. Salah satu kegiatan outing class yang diselenggarakan oleh TAAM Ihya Assunnah adalah mengunjungi pusat perbelanjaan atau supermarket yang berada di lingkungan sekitar sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kegiatan mengunjungi pusat perbelanjaan dalam upaya meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif deskriptif, dimana hasil penelitian dijabarkan secara deskriptif. Penelitian menggunakan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk mengamati kegiatan mengunjungi pusat perbelanjaan atau supermarket serta kaitannya dalam keterampilan sosial anak usia dini. Teknik wawancara dilakukan kepada salah satu pendidik TAAM Ihya Assunnah untuk mengetahui lebih dalam mengenai konsep aktivitas pengembangan keterampilan sosial yang diselenggarakan di TAAM Ihya Assunnah. Teknik dokumentasi dilakukan sebagai bahan informasi untuk menunjang temuan penelitian. Berdasarkan penelitian dapat diketahui bahwa kegiatan mengunjungi pusat perbelanjaan dapat meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Anak dapat melatih berkomunikasi, bercakap-cakap, melatih budaya mengantri, dan berinteraksi dengan pengunjung lain, dan mengembangkan sikap kepercayaan diri dan kejujuran anak dalam melakukan transaksi. Hal tersebut dapat menjadi upaya meningkatkan keterampilan sosial anak usia dini. Pentingnya guru PAUD untuk lebih inovatif dan variatif dalam menyelenggarakan pembelajaran bagi peningkatan keterampilan sosial anak usia dini. Pembelajaran hendaknya dikemas semenarik sehingga memotivasi anak untuk meningkatkan keterampilan sosialnya.
Implementasi Pembelajaran IPS Melalui Outing Class di TK Wanita Pui: Implementation of IPS Learning Through Outing Class in Pui Women's Kindergarten Virda Syaripatunisa; Nur Azizah; Adi Saputra; Nuraly Masum Aprily
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2336

Abstract

Social science is one of the important lessons for early childhood development, helping children to be able to understand how the world functions, starting from the environment they are in, culture and community. Through this learning children can develop an understanding of themselves and their relationships with others and build the social skills needed in everyday life. There are several methods for implementing social studies learning for early childhood, one of which is by using the outing class method. With this outing class method, children will get direct experience, such as visiting historical places, watching cultural performances and so on. This study uses qualitative methods with data collection techniques by observation and in-depth interviews. The results of the research that the researchers got were about the implementation of social science learning through outing classes in PUI Women's Kindergarten.   ABSTRAK Ilmu pengetahuan sosial merupakan salah satu pembelajaran penting untuk pengembangan anak usia dini, membantu anak untuk dapat memahami bagaimana dunia berfungsi, mulai dari lingkungan tempat mereka berada, kebudayaan dan komunitas. Melalui pembelajaran ini anak dapat mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri dan hubungan mereka dengan orang lain serta membangun keterampilan sosial yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Ada beberapa metode untuk mengimplementasikan pembelajaran IPS kepada anak usia dini, salah satunya dengan menggunakan metode outing class. Dengan metode outing class ini anak akan mendapatkan pengalaman langsung seperti mengunjungi tempat-tempat yang bersejarah, menonton sebuah pertunjukan budaya dan lain sebaginya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan Teknik pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam. Adapun hasil penelitian yang peneliti dapatkan yaitu tentang implementasi pembelajaran ilmu pengetahuan sosial melalui outing class di TK Wanita PUI.
Meningkatkan Kemampuan Mengenal Lambang Bilangan Melalui Media Pembelajaran Audio Visual pada Anak Usia 4-5 Tahun di TK Negeri Herlina Tikatukang Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Timur: Improving the Ability to Recognize Number Symbols Through Audio Visual Learning Media for Children Aged 4-5 Years at Herlina Tikatukang State Kindergarten, Adonara District, East Flores Regency Azriyani Mutalib; Ma’rup; Fadhilah Latief
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2351

Abstract

This study aims to improve the ability to recognize number symbols through audio-visual learning media in children aged 4-5 years at Herlina Tikatukang State Kindergarten, Adonara District, East Flores Regency. This type of research is classroom action research. The subjects in this study were 11 children. Methods of data collection in the form of observation and documentation. The instrument used is an observation sheet in the form of a checklist. Data analysis techniques use qualitative descriptive and quantitative descriptive. The results of observations before the action showed that children who had the ability to recognize number symbols in cycle I was 52.27%, increasing to 89.33% in cycle II and having achieved a success indicator of 80%. Based on these results it can be concluded that audio-visual learning media can improve the ability to recognize number symbols at the age of 4-5 years at TK Herlina Tikatukang  Adonara District, East Flores Regency. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan melalui media pembelajaran audio visual pada anak usia 4-5 tahun di TK Negeri Herlina Tikatukang Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Timur. Jenis penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 11 anak. Metode pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi yang berbentuk checklist. Teknik Analisis data menggunakan Deskriptif Kualitatif dan Deskriptif Kuantitatif. Hasil observasi sebelum tindakan menunjukkan bahwa anak yang memiliki kemampuan mengenal lambang bilangan pada siklus I adalah 52,27% meningkat menjadi 91,66% pada siklus II dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu 80%. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran audio visual dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada usia 4-5 tahun di TK Negeri Herlina Tikatukang Kecamatan Adonara Kabupaten Flores Timur.
Continuing Professionalisme Development (CPD) sebagai Upaya Mengembangkan Kompetensi Guru PAUD: Continuing Professionalism Development (CPD) as an Effort to Develop PAUD Teacher Competence Nurhusna Kamil; Erni Munastiwi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2359

Abstract

This article is a descriptive qualitative research with multiple objectives. First, to describe and analyze teacher perceptions about the advantages of the CPD program in developing competence. The second objective is to analyze the teacher's thinking after carrying out CPD activities on competency development which has implications for various advantages during learning for students. Empirical data in the form of interviews with the teacher concerned. The study used a purposive sampling sample with the criteria of teachers who have participated in various CPD activities as an effort to develop pedagogic competence. The data analysis technique used starts from identifying problems, reviewing literature, determining research objectives, collecting data, analyzing data, interpreting data and reporting followed by conclusions. The results of the research from the interviews conducted obtained information that the CPD program is very effective and useful in providing opportunities for teachers to develop teacher competencies so as to provide very qualified accessibility of learning services for students in their growth and development period. ABSTRAK Artikel ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan tujuan ganda. Yang pertama, untuk mendeskripsikan dan menganalisis persepsi guru tentang keuntungan program CPD dalam mengembangkan kompetensi. Tujuan kedua, untuk menganalisis pemikiran guru setelah melakukan kegiatan CPD terhadap pengembangan kompetensi yang berimplikasi pada berbagai keuntungan selama pembelajaran terhadap siswa. Data empiris berupa hasil wawancara dengan guru yang bersangkutan. Sampel yang digunakan diambil dengan teknik purposive sampling dengan pengklasifikasian guru yang telah mengikuti berbagai kegiatan CPD sebagai upaya mengembangkan kompetensi pedagogik. Teknik analisis data yang digunakan dimulai dari mengidentifikasi masalah, literature review, menentukan tujuan penelitian, mengumpulkan data, menganalisis data, interpretasi data serta pelaporan yang diikuti dengan kesimpulan. Hasil penelitian dari wawancara yang dilakukan didapat informasi bahwa program CPD sangat efektif dan bermanfaat dalam memberikan kesempatan kepada guru dalam mengembangkan kompetensi guru sehingga memberikan aksesibilitas layanan belajar yang sangat mumpuni bagi peserta didik dalam masa pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Pengenalan Bangun Datar dalam Mengembangkan Aspek Kognitif Melalui Permainan Papan Geometri Pintar (Papingeo) pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun di TK Pratama Widya Pasraman Gurukula : Introduction of Flat Shapes in Developing Cognitive Aspects Through Smart Geometry Board Games (Papingeo) in Early Childhood 5-6 Years in Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten Anggreni Putri Komang Sri; I Made Gede Anadhi
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2368

Abstract

Papingeo is a game that uses a geometric board used as an educational game tool that stimulates the development of cognitive aspects of early childhood. Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten utilizes this game as a cognitive aspect learning process. The purpose of the research is to explore the extent to which this game is useful and effective for early childhood in Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten. The method used is qualitative with a descriptive approach. Sources of data are teachers and 43 students aged 5-6 years Widya Pasraman Gurukula Primary Kindergarten. Data collection techniques through observation, interviews and documentary studies. Data analysis was carried out using Jean Piaget's cognitive theory and Lev Vygotsky's constructivist learning theory. The results showed that the introduction of flat shapes through the Papingeo game was effective in developing children's cognitive aspects. Through this game, children can become familiar with geometric shapes, strengthen their understanding of size and shape, and develop problem-solving skills, logical thinking, and creativity. In addition, this game also involves social interaction, improves concentration, and creates a fun learning experience. The conclusion of this study is that the Papingeo game can be used as an effective approach in the introduction of flat shapes in children aged 5-6 years, with the potential to improve overall cognitive development. ABSTRAK Papingeo adalah permaianan yang menggunakan papan geometri digunakan sebagai alat permainan edukasi yang menstimulasi perkembangan aspek kognitif anak usia dini. TK Pratama Widya Pasraman Gurukula memanfaatkan permainan ini sebagai salah satu proses pembelajaran aspek kognitif. Tujuan penelitiaan adalah untuk menggali sejauh mana permainan ini bermanfaat dan efektif bagi anak usia dini di TK Pratama Widya Pasraman Gurukula. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Sumber data adalah guru dan 43 siswa usia 5-6 tahun TK Pratama Widya Pasraman Gurukula. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan studi dokumantasi. Analisis  data dilakukan dengan teori kognitif Jean Piaget dan teori pembelajaran konstruktivis Lev Vygotsky  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan bangun datar melalui permainan Papingeo efektif dalam mengembangkan aspek kognitif anak-anak. Melalui permainan ini, anak-anak dapat mengenal berbagai bentuk geometris, memperkuat pemahaman mereka tentang ukuran dan bentuk, serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah, pemikiran logis, dan kreativitas. Selain itu, permainan ini juga melibatkan interaksi sosial, meningkatkan konsentrasi, dan menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan.  Kesimpulan penelitian ini adalah  permainan Papingeo dapat digunakan sebagai pendekatan yang efektif dalam pengenalan bangun datar pada anak usia 5-6 tahun, dengan potensi untuk meningkatkan perkembangan kognitif  secara menyeluruh.
Pengembangan APE Rare Hat untuk Meningkatkan Konsentrasi Belajar pada Anak Usia Dini: Development of Rare Hat APE to Increase Learning Concentration in Early Childhood Meta Orilia Santi Ni Wayan; Septiari Dewi Putu Ayu; Suardika I Komang
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2374

Abstract

A PAUD teacher is required to have competence in creativity and innovation in addition to other basic early childhood competencies. Creativity and innovation will move teachers to be able to develop educational game tools (APE) as early childhood learning media. APE Rare Hat is a game tool in the form of a hat which is innovated in such a way as a learning medium. This research aims to develop APE Rare Hat which can be used by children in the learning process. This study used development research methods with the ADDIE model approach including the stages: analysis, design, development, implementation, evaluation. Sources of data on teachers and principals of the State Kindergarten in Jumpai Village, Klungkung. Data collection techniques were carried out by observation and interviews. The research material was analyzed descriptively qualitatively using the theory of child development. The results of the research show that at the stage; analysis found analysis of needs, curriculum and characteristics of children. The design stage is carried out by making a design, the APE development stage is made concretely, the implementation stage gets input from the validator to evaluate material that is not in accordance with the child's age stages. Validation was carried out by 2 learning material experts and 5 learning media experts. The data obtained were analyzed by descriptive qualitative and quantitative analysis using the Aiken's V content validity coefficient technique. From the results of the material expert's assessment using Aiken's V content validity coefficient, a calculated value of 1 (0.99) was obtained. Based on media expert data calculations using Aiken's V content validity coefficient, a value of 0.86 was obtained so that Rare Hat media was declared valid. Based on the results of the study, it can be concluded that Rare Hat media is very suitable for the development of children's ages and is suitable for use as a medium in the learning process in kindergarten.   ABSTRAK  Seorang guru PAUD dituntut untuk memiliki kompetensi dalam kreativitas dan inovasi selain kompetensi dasar kepaudan lainnya. Kreativitas dan inovasi akan menggerakkan guru untuk dapat mengembangkan alat permainan edukasi (APE) sebagai media belajar PAUD. APE Rare Hat adalah alat permainan berupa topi yang diinovasi sedemkian rupa sebagai media pembelajaran.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pengembangan APE Rare Hat yang bisa diaplikasikan oleh anak pada saat kegiatan pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan pendekatan model ADDIE meliputi tahapan : analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, evaluasi. Sumber data guru dan kepala sekolah TK Negeri Desa Jumpai Klungkung. Teknik  pengambilan data dilakukan dengan observasi dan wawancara. Bahan penelitian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menggunakan teori perkembangan anak. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada langkah; analisis ditemukan analisis kebutuhan, kurikulum dan karakteristik anak. Tahap perancangan dilakukan dengan pembuatan desain, tahap pengembangan APE dibuat secara nyata, tahap implementasi mendapat masukan dari validator untuk melakukan evaluasi materi yang belum sesuai dengan tahapan usia anak. Validasi dilakukan oleh 2 orang ahli materi pembelajaran dan 5 orang ahli media pembelajaran. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kualitatif dan analisis kuantitatif menggunakan teknik koefisien validitas isi Aiken’s V. Dari hasil penilaian ahli materi menggunakan koefisien validitas isi Aiken’s V diperoleh nilai perhitunga sebesar 1(0,99). Berdasarkan perhitungn data ahli media menggunakan koefisien validitas isi Aiken’s V diperoleh nilai sebesar 0,86 sehingga media Rare Hat dinyatakan valid. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa media Rare Hat sangat sesuai dengan perkembangan usia anak  dan layak digunakan sebagai media dalam proses pembelajaran di TK.
Inovasi Pengembangan Kurikulum Hilda Taba Berbasis Pendidikan Islam (Studi Kasus di TK Kartini): Hilda Taba Curriculum Development Innovation Based on Islamic Education (Case Study in Kartini Kindergarten) Nurhusni; Intan Permata Putri; Sukiman
Indonesian Journal of Early Childhood: Jurnal Dunia Anak Usia Dini Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijec.v5i1.2377

Abstract

Curriculum is one of the important elements in the education system. In the learning process to keep abreast of the times, the curriculum needs to be innovative development. There are many types of curriculum development models, one of which is the Hilda Taba development model. Hilda Taba's development model focuses more on teacher attention in developing the educational curriculum used in an educational institution. The research method used in this study is a qualitative form with a case study approach. The research subjects were the principal and teachers at Kartini Kindergarten as informants. Methods of data collection using in-depth interviews. The data analysis technique uses the Miles and Huberman method with several stages, namely data reduction, data presentation, drawing conclusions and verification. The triangulation used to test the validity of the data is source and method triangulation. The results of the study show that Kartini Kindergarten has used the Hilda Taba development model in carrying out curriculum development by paying attention to several aspects such as diagnosing needs, formulating educational goals, selection and organization of content as well as selection and organization of learning experiences.   ABSTRAK Kurikulum sebagai salah satu elemen penting dalam sistem pendidikan. Dalam proses pembelajaran agar terus mengikuti arus perkembangan zaman maka kurikulum perlu dilakukan inovasi pengembangan. Ada banyak jenis model pengembangan kurikulum salah satunya yaitu model pengembangan Hilda Taba. Model pengembangan Hilda Taba lebih memfokuskan kepada perhatian guru dalam mengembangkan kurikulum pendidikan yang digunakan dalam sebuah lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah bentuk kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subyek penelitian adalah Kepala Sekolah dan guru di TK Kartini sebagai informan. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam. Adapun teknik analisis data menggunakan metode Miles dan Huberman dengan beberapa tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan dan verifikasi. Triangulasi yang digunakan untuk menguji keabsahan data adalah triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di TK Kartini telah menggunakan model pengembangan Hilda Taba dalam melakukan pengembangan kurikulum dengan memperhatikan beberapa aspek seperti diagnosis kebutuhan, merumuskan tujuan pendidikan, seleksi dan organisasi isi serta seleksi dan organisasi pengalaman belajar.

Page 1 of 3 | Total Record : 25