cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 269 Documents
Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Eco-Dish Soap Berbasis Eco-Enzyme untuk Meningkatkan Kesadaran Pengelolaan Limbah Organik Devi Mardiyanti; Al Hajar Fuadatus Zurroh; Ariyanti; Willi Wahyu Timur
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5108

Abstract

The increase in organic waste has become an environmental issue that requires addressing through education and the sustainable utilization of waste. This community service activity aims to enhance the community’s knowledge and skills in processing fruit waste into eco-enzymes, which are used as the base material for making eco-friendly dish soap. The activity was conducted in the form of outreach sessions, demonstrations, and hands-on training on product production for school students. Evaluation was carried out using pretest and posttest methods to measure participants’ level of understanding before and after the activity. The evaluation results showed that the educational and training activities had a positive impact on increasing the community’s knowledge regarding household organic waste management and the utilization of eco-enzymes. A total of 40 participants were involved in this activity, and 92.4% of participants experienced an increase in knowledge after participating. In addition to raising environmental awareness, this training also provided practical skills in producing safer and more environmentally friendly cleaning products. Thus, this activity is expected to encourage the independent and sustainable implementation of organic waste management within the school environment.   ABSTRAK Peningkatan jumlah limbah organik menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang memerlukan penanganan melalui edukasi dan pemanfaatan limbah secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah limbah buah menjadi eco-enzyme yang dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan eco-dish soap ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk penyuluhan, demonstrasi, dan pelatihan praktik pembuatan produk kepada siswa sekolah. Evaluasi dilakukan menggunakan metode pretest dan posttest untuk mengukur tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan edukasi dan pelatihan memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga dan pemanfaatan eco-enzyme. Sebanyak 40 peserta terlibat dalam kegiatan ini, dan 92,4% peserta mengalami peningkatan pengetahuan setelah mengikuti kegiatan. Selain meningkatkan kesadaran lingkungan, pelatihan ini juga memberikan keterampilan praktis dalam menghasilkan produk pembersih yang lebih aman dan ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong penerapan pengelolaan limbah organik secara mandiri dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Apoteker Cilik Sahabat Sehatku : Belajar Hidup Bersih dan Mengenal Tanaman Obat Keluarga di PAUD Labschool UNNES Yehezkiel Alexander Umbu Pati; Nancy Celine sicilia Tuasela; Angelina S.E.B.Kopong; Maulidahul Amina; Salsabiela Dwiyudrisa Suyudi
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5114

Abstract

Clean and Healthy Living Behavior (CHLB) plays an important role in promoting health among early childhood populations, particularly in preventing environmental-based diseases such as Dengue Hemorrhagic Fever (DHF). However, limited knowledge regarding hygiene practices, proper medication use, and the utilization of family medicinal plants remains a challenge. This study aimed to improve children’s health knowledge through an integrated educational program. This community service activity was conducted at PAUD Labschool UNNES Semarang involving 15 children. The intervention included interactive learning methods such as videos, storytelling, discussions, and hands-on demonstrations, including proper handwashing practices, introduction to basic drug dosage forms, and planting of family medicinal plants. A pretest–posttest design was applied to evaluate the effectiveness of the program. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge, with the mean score increasing from 2.06 (pretest) to 5 (posttest). Statistical analysis using the Wilcoxon test indicated a significant difference (p < 0.05), with all participants demonstrating improved scores. These findings suggest that the educational intervention was effective in enhancing children’s understanding of hygiene practices, DHF prevention, safe medication use, and medicinal plant utilization. In conclusion, this program effectively improved health knowledge among early childhood participants through an engaging and participatory approach. The program has the potential to be implemented as a sustainable model for health education in early childhood settings.   ABSTRAK Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memiliki peran penting dalam meningkatkan derajat kesehatan, khususnya pada anak usia dini dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti demam berdarah dengue (DBD). Namun, pengetahuan mengenai praktik kebersihan, penggunaan obat yang benar, serta pemanfaatan tanaman obat keluarga masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan anak melalui program edukasi yang terintegrasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di PAUD Labschool UNNES Semarang dengan melibatkan 15 anak. Intervensi dilakukan melalui metode edukasi interaktif berupa pemutaran video, bercerita, diskusi, serta demonstrasi langsung seperti praktik cuci tangan yang benar, pengenalan bentuk sediaan obat, dan penanaman tanaman obat keluarga. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest untuk menilai efektivitas program. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan nilai rata-rata meningkat dari 2,06 (pretest) menjadi 5 (posttest). Analisis statistik menggunakan uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,05), di mana seluruh peserta mengalami peningkatan skor. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman anak mengenai PHBS, pencegahan DBD, penggunaan obat yang aman, dan pemanfaatan tanaman obat. Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan anak usia dini melalui pendekatan yang edukatif dan partisipatif, serta berpotensi menjadi model edukasi kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan pendidikan anak usia dini.
Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sebagai Upaya Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular di Dusun Sendang Putri Desa Nyatnyono Suwanti; Novian Laras Kinanti; Salma Nadia; Yuga Setyawan; Puji Lestari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5115

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) such as Diabetes Mellitus and Hypertension are now a major health threat in Indonesia. NCDs develop slowly and often go undetected until they reach a serious stage. As a result, the economic and social burden also increases for individuals, families, and the National Health System. These diseases not only reduce the quality of life but are also a leading cause of death in Indonesia. Without serious prevention efforts, such as public education, early detection, and lifestyle changes, NCDs will continue to increase and threaten the productivity of future generations. Therefore, collective awareness and concrete action are key to facing this health challenge. One concrete action is through preventive measures: early detection through free health checks. Based on secondary data from the Lerep Community Health Center and interview data from health volunteers, the most common diseases in the Lerep Community Health Center area are diabetes mellitus (DM) and hypertension. Dusun Sendang Putri  is one of the hamlets in Nyatnyono Village. This community service aims to early detection of non-communicable diseases, especially diabetes mellitus (DM) and hypertension. A participatory approach from residents involved 78 respondents. The instruments used were a glucometer and an sphygmomanometer. The approach involved DM and hypertension examination by door-to-door visits to residents' homes for five days, including free health checks. Results showed 5,6% with diabetes and 9%  with hypertension. The conclusion of the community service activity demonstrated that the participatory and door-to-door approach for free health checks is more effective in early detection of diabetes and hypertension and can be adopted as a strategy for early detection of NCDs.   ABSTRAK Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti Diabetes Mellitus dan Hipertensi kini menjadi ancaman kesehatan utama di Indonesia. PTM berkembang secara perlahan dan sering kali tidak terdeteksi hingga mencapai tahap serius. Akibatnya, beban ekonomi dan sosial juga meningkat baik bagi individu, keluarga, maupun Sistem Kesehatan Nasional. Penyakit ini tidak hanya menurunkan kualitas hidup, tetapi juga menjadi penyebab utama kematian di Indonesia. Tanpa upaya pencegahan yang serius, seperti edukasi masyarakat, deteksi dini, dan perubahan gaya hidup, PTM akan terus meningkat dan mengancam produktivitas generasi mendatang. Oleh karena itu, kesadaran kolektif dan tindakan nyata menjadi kunci untuk menghadapi tantangan kesehatan ini. Salah satu tindakan nyata melalui tindakan preventif: Deteksi dini melalui cek kesehatan gratis. Berdasarkan data sekunder dari Puskesmas Lerep dan data wawancara dari kader kesehatan menyatakan bahwa penyakit yang paling banyak di wilayah Puskesmas Lerep yaitu DM dan hipertensi. Dusun Sendang Putri adalah salah satu dusun di Desa Nyatnyono. Pengabdian ini bertujuan untuk deteksi dini penyakit tidak menular khususnya penyakit DM dan hipertensi. Pendekatan partisipatif warga dengan melibatkan 78 responden. Instrumen yang digunakan adalah glucometer dan sphygmomanometer. Pendekatan yang dilakukan dengan melakukan pengecekan gula darah dan hipertensi  door to door ke rumah warga selama 5 hari yaitu cek kesehatan gratis. Hasil menunjukkan sebanyak 5,6% dengan DM dan 9% dengan hipertensi. Simpulan: Membuktikan Pendekatan partisipatif dengan cara  door to door untuk cek kesehatan gratis lebih efektif dalam upaya deteksi dini penyakit DM dan hipertensi dan  dapat diadopsi sebagai strategi untuk deteksi dini penyakit PTM.
Skrining Faktor Risiko Terjadinya Kanker Cerviks Melalui Pemeriksaan IVA Tes Ernawati; Fitria Endah Purwani; Huzaimah; Nurohmah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5135

Abstract

Cervical cancer is a leading cause of death in women, particularly in developing countries, largely due to delayed early detection. Preventive measures through risk factor screening and early detection are crucial to reducing the incidence and mortality from cervical cancer. This community service activity aims to screen for cervical cancer risk factors through Visual Inspection with Acetic Acid (VIA) and to increase knowledge and awareness among women of childbearing age regarding the importance of early detection. The methods used in this activity included health education, interviews regarding risk factors, and VIA testing for women of childbearing age. The target group was women aged 20–45 attending the Maria Bunda Karmel Catholic Church in West Jakarta. The data obtained were analyzed descriptively to describe the distribution of risk factors and VIA test results. The results showed that most participants had one or more risk factors, such as early marriage, multiparity, and lack of knowledge about cervical cancer. The VIA test revealed several participants with positive results who were then referred for further examination. Furthermore, participants' knowledge increased after receiving health education. The conclusion of this activity is that screening through the VIA test is effective as an early detection method for cervical cancer in the community and can increase women's awareness of the importance of regular screenings. It is hoped that this activity can be carried out continuously to reduce the incidence of cervical cancer.   ABSTRAK Kanker serviks merupakan salah satu penyebab utama kematian pada perempuan, khususnya di negara berkembang, yang sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan deteksi dini. Upaya pencegahan melalui skrining faktor risiko dan deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka kejadian dan kematian akibat kanker serviks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan skrining faktor risiko terjadinya kanker serviks melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) serta meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai pentingnya deteksi dini. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan kesehatan, wawancara terkait faktor risiko, serta pemeriksaan IVA Test pada wanita usia subur sebanyak 38 orang. Sasaran kegiatan adalah wanita usia 20–45 tahun yang berada di Gereja Katolik Maria Bunda Karmel Jakarta Barat. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan distribusi faktor risiko dan hasil pemeriksaan IVA. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian besar peserta memiliki satu atau lebih faktor risiko, seperti usia pernikahan dini, multiparitas, dan kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks. Pemeriksaan IVA menunjukkan adanya beberapa peserta dengan hasil positif yang kemudian dirujuk untuk pemeriksaan lanjutan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 20% setelah diberikan edukasi kesehatan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah skrining melalui IVA Test efektif sebagai metode deteksi dini kanker serviks di masyarakat serta dapat meningkatkan kesadaran wanita terhadap pentingnya pemeriksaan rutin. Diharapkan kegiatan ini dapat dilakukan secara berkelanjutan untuk menurunkan angka kejadian kanker serviks.
Emo Demo Pencegahan Gizi Kurang pada Balita dengan Pemanfaatan Pangan Lokal di Kecamatan Kaliwungu Selatan Ardian Candra Mustikaningrum; Sulastri; Atala Rania Insyira
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5140

Abstract

The problem of malnutrition in toddlers remains a public helath challenge that requires educational interventions based on behavioral change. The low nutritional knowledge of mothers regarding toddler feeding and the less than optimal utilization of local foods are factors that affect children’s nutritional status. The Emotional Demonstration (Emo Demo) activity is an educational method based on behavioral change that uses an emotional approach and interactive demonstrations to improve the understanding of toddler mothers. This community service activity aims to improve the knowledge and practice of toddler mothers regarding the prevention of malnutrition through the Emo Demo method by utilizing local foods in Kaliwungu District. The implementation method uses participatory education through demonstrations, educational games, toddler finger food simulations, and local food processing practices such as dragon’s feet. The activity participants were 40 toddler mothers and helath cadres. Evalutions was carried out using a pretest and posttest of knowledge. Data analysis used a paired t-test. The results showed an average knowledge score increased from 60,85 ± 9,74 to 83,10 ± 7,92 with a p value  0,001 (p= <0,05). Furthhermore, the practice of utilizing local food increased from 52,5% to 80 %. The Emo Demo activity proved effective in increasing mother’s understanding of toddler’s malnutrition prevetion and the use of local food as a nutritious food source for toddlers.     ABSTRAK Masalah kurang gizi pada Balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang memerlukan intervensi edukasi berbasis perubahan perilaku. Rendahnya pengetahuan gizi ibu mengenai pemberian makan Balita dan kurang optimalnya pemanfaatan pangan lokal menjadi faktor yang mempengaruhi status gizi anak. Kegiatan Emotional Demonstration (Emo Demo) merupakan  metode edukasi berbasis perubahan perilaku yang menggunakan pendekatan emosional dan demonstrasi interaktif untuk meningkatkan pemahaman ibu Balita. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan praktik ibu Balita mengenai pencegahan gizi kurang melalui metode Emo Demo dengan pemanfaatan pangan lokal di Kecamatan Kaliwungu. Metode pelaksanaan menggunakan edukasi partisipatif melalui demonstrasi, permainan edukatif, simulasi finger food balita, dan praktek pengolahan pangan lokal berupa kaki naga. Peserta kegiatan sebanyak 40 ibu balita dan kader kesehatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest pengetahuan. Analisis data menggunakan uji paired t-test. Hasil menunjukkan rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 60,85 ± 9,74 menjadi 83,10 ± 7,92 dengan nilai p= 0,001 (p= <0,05).  Selain itu, praktik pemanfaatan pangan lokal meningkat dari 52,5% menjadi 80%. Kegiatan Emo Demo terbukti efektif meningkatkan pemahaman ibu Balita mengenai pencegahan gizi kurang dan pemanfaatan pangan lokal sebagai sumber makanan bergizi bagi Balita.
Edukasi Penyakit dan Penggunaan Obat Dispepsia pada Lansia Prolanis Rejosari Dawe Kudus Istianatus Sunnah; Muhammad Khudzaifi; Indriati Hapsari; Fadli Akbar Faizin; Sofiana Nur Mardhiyah; Titis Yunita Erditia; Faizal Ardiansyah
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5149

Abstract

Dyspepsia is a digestive tract disorder that almost everyone experiences, but some people still do not understand the symptoms that arise. Therapies used are generally over-the-counter and restricted-prescription drugs. Some drugs for dyspepsia disorders have specific uses such as being taken before meals, chewed. The lack of information on the use of dyspepsia drugs will result in less than optimal dyspepsia recovery. The purpose of this activity is to provide education and evaluate the level of understanding of the Rejosari elderly regarding the disease, use and storage of dyspepsia drugs. The initial stages of the activity include observation, licensing, implementation of activities and evaluation. This Community Service activity was attended by 30 Prolanis Rejosari elderly, who completed a questionnaire about dyspepsia, then delivered material and evaluated understanding of the material with a post-test. The questionnaire results showed that the Community Service activity was dominated by elderly women aged 76.7%, housewives (60%), and the highest education level was elementary school (40%). The level of understanding of dyspepsia among the elderly was good (63.3%), and their understanding of the use and storage of dyspepsia medication was good (93.33%). There was no significant relationship between age, gender, and education levels and understanding of dyspepsia (p>0.05). Education through PPT and poster media can improve knowledge and understanding of dyspepsia (p<0.05).   ABSTRAK Dispepsia merupakan gangguan saluran cerna yang hampir dialami oleh semua orang, tetapi beberapa masyarakat masih belum memahami gejala-gejala yang timbul. Terapi yang digunakan umumnya obat-obat golongan bebas dan bebas terbatas. Beberapa obat untuk gangguan dispepsia memiliki penggunaan secara khusus seperti diminum sebelum makan, dikunyah. Minimnya informasi penggunaan obat-obatan dispepsia akan menyebabkan tidak optimalnya kesembuhan dispepsia. Tujuan kegiatan ini untuk memberikan edukasi serta mengevaluasi tingkat pemahaman lansia Rejosari terhadap penyakit, penggunaan dan penyimpanan obat dispepsia. Tahapan awal kegiatan dengan melakukan observasi, perizinan, pelaksanaan kegiatan serta evaluasi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini diikuti 30 lansia Prolanis Rejosari, dengan pengisian kuesioner tentang dyspepsia , kemudian penyampaian materi dan evaluasi pemahaman materi dengan postes. Hasil kuesioner menunjukkan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat didominasi lansia perempuan usia (76,7%), status pekerjaan ibu rumah tangga (60%), tingkat pendidikan paling banyak SD (40%). Tingkat pemahaman lansia terhadap penyakit dispepsia kategori baik (63,3%) dan pemahaman tentang penggunaa dan penyimpanan obat dispepsia kategori baik (93,33%). Tidak terdapat hubungan signifikan antara usia, jenis kelamin, pendidikan terhadap pemahaman tentang dispepsia (p>0,05). Edukasi melalui media ppt dan poster dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penyakit dispepsia (p<0,05).
Gerakan “Smart Eating Teen" Membangun Kebiasaan Makan Sehat pada Remaja Akhir Isfaizah; Risma Aliviani Putri; Ida Sofiyanti
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5161

Abstract

ABSTRAK Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat, termasuk kebiasaan makan. Namun, rendahnya literasi gizi, tingginya konsumsi Ultra-Processed Food (UPF), serta kebiasaan melewatkan sarapan masih menjadi permasalahan utama pada remaja sekolah menengah kejuruan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa mengenai pola makan sehat melalui program “Gerakan Smart Eating Teen”. Kegiatan dilaksanakan di SMKN 1 Jambu dan SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga dengan melibatkan 114 siswa kelas XI dan XII serta 7 guru pendamping. Metode pelaksanaan meliputi pre-test, edukasi interaktif berbasis literasi gizi, kampanye optimalisasi pangan lokal, pemberdayaan guru sebagai health monitor, sesi tanya jawab, dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa yang ditunjukkan dari kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 62 menjadi 88 pada post-test. Selain itu, siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam memahami pentingnya pemilihan makanan sehat, pembatasan konsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, serta pentingnya sarapan untuk mendukung konsentrasi belajar. Keterlibatan guru juga menjadi faktor pendukung keberhasilan program dalam mengawasi perilaku konsumsi siswa secara berkelanjutan. Program “Gerakan Smart Eating Teen” terbukti efektif dalam meningkatkan literasi gizi dan membangun kesadaran makan sehat pada remaja akhir di lingkungan sekolah. Kata kunci: smart eating, remaja, literasi gizi, pola makan sehat, ultra-processed food ABSTRACT Adolescence is an important period in the development of healthy lifestyle behaviors, including eating habits. However, low nutritional literacy, high consumption of Ultra-Processed Food (UPF), and the habit of skipping breakfast remain major problems among vocational high school students. This community service activity aimed to improve students’ knowledge and awareness of healthy eating patterns through the “Smart Eating Teen Movement” program. The program was implemented at SMKN 1 Jambu and SMK-SPP Dharma Lestari Salatiga involving 114 students from grades XI and XII and 7 accompanying teachers. The implementation methods included pre-tests, interactive nutrition literacy-based education, local food optimization campaigns, teacher empowerment as health monitors, question-and-answer sessions, and post-tests. The results showed an increase in students’ knowledge, indicated by the improvement in the average pre-test score from 62 to 88 in the post-test. In addition, students demonstrated high enthusiasm in understanding the importance of healthy food choices, limiting foods high in sugar, salt, and fat, and the importance of breakfast to support learning concentration. Teacher involvement also became a supporting factor for the success of the program in continuously monitoring students’ eating behaviors. The “Smart Eating Teen Movement” program proved effective in improving nutritional literacy and building healthy eating awareness among late adolescents in the school environment. Keywords: smart eating, adolescents, nutritional literacy, healthy eating patterns, ultra-processed food
Edukasi Pijat Common Cold untuk Meningkatkan Pengetahuan Siswa Jurusan Layanan Kesehatan dan Caregiver di SMK Darussalam Bergas Ida Sofiyanti; Luvi Dian Afriyani; Heni Setyowati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5164

Abstract

Common cold is one of the upper respiratory tract disorders that frequently occurs in children and adolescents. The management of common cold can be carried out pharmacologically and non-pharmacologically, one of which is through common cold massage therapy. Based on the situational analysis conducted at SMK Darussalam Bergas, it was found that most students of the Health Services and Caregiver Department had limited understanding regarding the benefits and techniques of common cold massage as a complementary therapy to help relieve cough and cold symptoms. Therefore, the community service team from the Midwifery Study Program of Universitas Ngudi Waluyo conducted a community service activity in the form of education and training on common cold massage on December 16, 2025. The methods included situational analysis, health education using PowerPoint (PPT) media, massage demonstrations using x-banners and dolls, and direct practice by participants. Evaluation was conducted through pretests and posttests using questionnaires consisting of 10 questions related to common cold and common cold massage. The evaluation results showed an increase in the average participants’ knowledge score from 58.9% in the pretest to 95.8% in the posttest after the education and common cold massage practice sessions. Participants also demonstrated high enthusiasm throughout the activity. This program is expected to improve the competence of Health Services and Caregiver students in providing simple complementary therapy for common cold cases.   ABSTRAK Common cold merupakan salah satu gangguan saluran pernapasan atas yang sering terjadi pada anak dan remaja. Penatalaksanaan common cold dapat dilakukan secara farmakologis maupun nonfarmakologis, salah satunya melalui terapi pijat common cold. Berdasarkan hasil analisis situasi di SMK Darussalam Bergas, ditemukan bahwa sebagian besar siswa jurusan Layanan Kesehatan dan Caregiver belum memahami manfaat dan teknik pijat common cold sebagai terapi komplementer untuk membantu mengurangi keluhan batuk pilek. Oleh karena itu, tim pengabdian dari Program Studi Kebidanan Universitas Ngudi Waluyo melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi dan pelatihan pijat common cold pada tanggal 16 Desember 2025. Metode kegiatan meliputi analisis situasi, penyuluhan menggunakan media PowerPoint (PPT), demonstrasi pijat menggunakan x-banner dan boneka, serta praktik langsung oleh peserta. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest menggunakan kuesioner berisi 10 pertanyaan terkait common cold dan pijat common cold. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rerata pengetahuan peserta dari 58,9% pada pretest menjadi 95,8% pada posttest setelah diberikan edukasi dan praktik pijat common cold. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kompetensi siswa Layanan Kesehatan dan Caregiver dalam memberikan terapi komplementer sederhana pada kasus common cold.
Pelatihan dan Pendampingan Kebugaran dan Kesehatan untuk Anak Penyandang Disabilitas di SKh 01, Kabupaten Lebak Dena Widyawan; Mochamad Derry Prasaja; Rizki khoirul Yakin; Sul Abidin; Weny Widyawati Bastaman
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 8 No. 1 (2026): Indonesian Journal of Community Empowerment Mei 2026
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v8i1.5170

Abstract

Low physical activity participation and the lack of structured fitness programs in special schools (SKh) lead to a high risk of secondary health problems among children with disabilities. This community service activity aimed to improve physical fitness and health knowledge of children, as well as to equip teachers and parents with adaptive exercise facilitation skills at SKh 01 Lebak Regency, Banten. The method used a participatory approach with four stages: preparation, training, implementation mentoring, and evaluation. The intervention included adaptive gymnastics, circuit games, game-based nutrition and personal hygiene education, and the development of a daily exercise program. Results showed significant improvements in flexibility, muscle strength, cardiorespiratory endurance (p<0.001), and health knowledge scores (from 51.2 to 79.8; p<0.001). Teachers' and parents' capacity to guide adaptive physical activity increased, and the school has integrated the program into its regular schedule. This model has proven effective and has the potential to be replicated in other special schools.   ABSTRAK Rendahnya partisipasi aktivitas fisik dan minimnya program kebugaran terstruktur di sekolah khusus (SKh) menimbulkan risiko kesehatan sekunder yang tinggi pada anak penyandang disabilitas (tunagrahita ringan, tunadaksa ringan, tunarungu, tuna netra). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kebugaran jasmani dan pengetahuan kesehatan anak, serta membekali guru dan orang tua dengan keterampilan pendampingan latihan adaptif di SKh 01 Kabupaten Lebak, Banten. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif dengan empat tahapan, yaitu persiapan, pelatihan, pendampingan implementasi, dan evaluasi. Intervensi meliputi senam adaptif, permainan sirkuit, edukasi gizi dan kebersihan diri berbasis permainan, serta penyusunan program latihan harian. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada fleksibilitas, kekuatan otot, daya tahan kardiorespirasi (p<0.001), serta skor pengetahuan kesehatan (dari 51.2 menjadi 79.8; p<0.001). Kapasitas guru dan orang tua dalam memandu aktivitas fisik adaptif meningkat dan sekolah telah mengintegrasikan program ke dalam jadwal rutin. Model ini terbukti efektif dan berpotensi direplikasi di SKh lain.