cover
Contact Name
Eko Nur Hermansyah
Contact Email
ekonurhermansyah@unw.ac.id
Phone
+6287747838785
Journal Mail Official
widyaningsihari89@gmail.com
Editorial Address
Jl. Diponegoro No.186, Gedang Anak, Ungaran Timur 50512
Location
Kab. semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Community Empowerment (IJCE)
ISSN : 26571161     EISSN : 2657117x     DOI : 10.35473
Core Subject : Health,
Redaksi menerima sumbangan tulisan yang belum pernah dimuat di media lain. Naskah diketik rapi dengan spasi rangkap pada kertas kuarto. Panjang tulisan antara 8-15 halaman. Redaksi berhak melakukan perubahan sepanjang tidak mengurangi atau merubah maksud tulisan. Tulisan yang dimuat akan dikembalikan untuk dilakukan perbaikan.
Articles 243 Documents
Edukasi Manfaat Tablet Tambah Darah (Fe) dan Asam Folat pada Remaja Putri Ari Sasanti, Dewi; Pradea Wulandari; Yuni Setia Ningsih; Anisa Secha Aulia
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4454

Abstract

The adolescent stage of life is marked by physical development, cognitive growth, and emotional well-being, laying the foundation for lifelong health and well-being. Although adolescence is considered a healthy time, many health issues are of concern, including mental health issues. Reports indicate that one in five adolescents experiences a mental health problem, most commonly depression or anxiety.This education aims to increase the understanding of young women about the importance of consuming iron (Fe) and folic acid tablets every month. This community service program was held at SMK Muhammadiyah 1 Balikpapan, and involved distributing educational booklets to 34 participants, followed by a question-and-answer session. Through education and counseling, the young women were given an understanding of the benefits, how to use them, and the importance of regularly consuming iron and folic acid tablets. The results of the community service demonstrated increased knowledge and awareness among young women about the importance of maintaining reproductive health and preventing anemia. Therefore, this service is expected to have a positive impact on the health of young women and reduce the risk of anemia in this group.   ABSTRAK Tahap kehidupan remaja ditandai dengan perkembangan fisik, pertumbuhan kognitif dan emosional, meletakkan landasan bagi kesehatan dan kesejahteraan yang baik seumur hidup. Meskipun masa remaja dianggap sebagai masa yang sehat, banyak kesehatan masalah menjadi perhatian termasuk masalah kesehatan mental. Menurut laporan, satu dari lima remaja mengalami gangguan mental masalah kesehatan, paling sering depresi atau kecemasan.  Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja putri pentingnya mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe) dan asam folat setiap bulan nya. Pengabdian Masyarakat ini dilaksanakan di SMK Muhammadiyah 1 Balikpapan dengan edukasi melalui booklet yang di bagikan kepada 34 peserta dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Melalui edukasi dan penyuluhan, remaja putri diberikan pemahaman tentang manfaat, cara penggunaan, dan pentingnya konsumsi tablet Fe dan asam folat secara teratur.  Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pengetahuan dan kesadaran remaja putri tentang pentingnya menjaga Kesehatan reproduksi dan mencegah anemia. Dengan demikian, pengabdian ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan remaja putri dan mengurangi risiko anemia pada kelompok ini
Pemanfaatan Instrumen DASS dan EPDS Guna Deteksi Dini Penyimpangan Psikologis Ibu Bersalin dan Pasca Salin pada Bidan Kabupaten Semarang Moneca Diah Listiyaningsih; Isri Nasifah; Ari Widyaningsih; Ari Andayani
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4476

Abstract

Postpartum mental disorders are a global health problem with the prevalence of postpartum depression reaching 17.22% globally. The level of knowledge of midwives in Semarang Regency regarding the Depression Anxiety Stress Scales (DASS) and Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) instruments is still low, with approximately 65% ​​of midwives not understanding the use of these instruments comprehensively. This Community Service aims to empower midwives in Semarang Regency to utilize and apply the DASS and EPDS instruments for early detection of psychological abnormalities during labor and postpartum. Community Service is carried out by providing health education about the DASS and EPDS Instruments for early detection of psychological abnormalities in mothers during labor and postpartum, involving 34 midwives working at the Delima Midwifery Center (TPMB) in Semarang Regency. The implementation of the activity was carried out in five systematic stages including location surveys, material preparation, pre-tests, socialization and training, and post-test evaluation. The results of the community service show a significant increase in midwives' knowledge from an average pre-test score of 7.97 to 9.59 in the post-test, an increase of 20.3%. The percentage of respondents with good knowledge increased from 38.2% to 94.1%. The analysis showed a highly significant difference (p < 0.001). The Community Service Program significantly improved midwives' competency in using the DASS and EPDS instruments. It is recommended to replicate the program across all TPMB in Semarang Regency and other regions, as well as develop an ongoing monitoring system to ensure program sustainability.   ABSTRAK Gangguan mental pascamelahirkan merupakan permasalahan kesehatan global dengan prevalensi depresi postpartum mencapai 17,22% secara global. Tingkat pengetahuan bidan di Kabupaten Semarang tentang instrumen Depression Anxiety Stress Scales (DASS) dan Edinburgh Postnatal Depression Scale (EPDS) masih rendah yaitu sekitar 65% bidan belum memahami penggunaan instrumen tersebut secara komprehensif. Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan bidan di Kabupaten Semarang dalam memanfaatkan dan menerapkan instrumen DASS dan EPDS untuk deteksi dini penyimpangan psikologis pada masa persalinan dan pascasalin. Pengabdian kepada Masyarakat dilakukan dengan memberikan pendidikan kesehatan tentang Instrumen DASS dan EPDS guna deteksi dini penyimpangan psikologis ibu bersalin dan pasca salin dengan melibatkan 34 bidan yang bekerja di TPMB Bidan Delima Kabupaten Semarang. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam lima tahap sistematis meliputi survei lokasi, persiapan materi, pretest, sosialisasi dan pelatihan, serta evaluasi posttest. Hasil pengabdian kepada masyarakat menunjukkan peningkatan pengetahuan bidan yang signifikan dari rata-rata skor pretest 7,97 menjadi 9,59 pada posttest dengan peningkatan 20,3%. Persentase responden dengan kategori pengetahuan baik meningkat dari 38,2% menjadi 94,1%. Hasil analisis menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan (p < 0,001). Program Pengabdian kepada Masyarakat berhasil meningkatkan kompetensi bidan dalam menggunakan instrumen DASS dan EPDS secara signifikan. Disarankan untuk melakukan replikasi program ke seluruh TPMB di Kabupaten Semarang dan wilayah lain, serta mengembangkan sistem monitoring berkelanjutan untuk memastikan sustainability program.
Pemberian Terapi Akupresur sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Tidur pada Wanita Menopouse di Puskesmas Wates Tahun 2025 Hikmah Ifayanti; Anissa Syafitri Almufaridin; Hellen Febriyanti; Maulia Isnaini; Inggit Primadevi; Nurheti; Leni Winarni; Purnamasari; Rapih Mijayanti; Riyanti; Yana Novita; Anindyra Pertiwi; Citra Afrina; Eka Yuni Setiawati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4477

Abstract

The decline in estrogen hormone during menopause causes decreased sleep quality. Sleep quality affects physical and psychological health which can reduce the quality of life of menopausal women. This study aims to prove that acupressure therapy can improve sleep quality and estrogen hormone in menopausal women. The study design was Quasi-experimental, using an existing group. The total sample of 20 respondents, 6 of whom experienced insomnia, was selected using the Consecutive Sampling technique. The intervention group was given acupressure therapy at HT 7, PC 6, and GV 20 points six times for one month. Sleep quality was measured using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire and estrogen levels were measured using the ELISA method. Data analysis used Paired Sample Test, Independent T-Test. Data analysis showed changes in the mean score of sleep quality and estrogen levels in the intervention group after being given acupressure therapy intervention. The results of this study showed differences in the mean score of sleep quality and estrogen levels before and after being given acupressure. The conclusion of this study is that acupressure therapy at HT 7, PC 6, and GV 20 points can improve sleep quality and estrogen levels in menopausal women. This study implies that acupressure therapy interventions can be implemented as part of midwifery care for menopausal women. ABSTRAK Penurunan hormon estrogen pada masa menopause menyebabkan kualitas tidur menurun. Kualitas tidur berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan psikologi yang dapat menurunkan kualitas hidup menopause. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk membuktikan pemberian terapi akupresur dapat meningkatkan kualitas tidur dan hormon estrogen pada wanita menopause. Desain pengabdian kepada masyarakat ini adalah Quasi experiment yaitu dengan menggunakan satu kelompok dengan Pre test dan Post Test. Jumlah sampel sebanyak 20 responden 6 diantaranya mengalami insomia, dipilih menggunakan teknik Consecutive Sampling. Kelompok intervensi diberikan terapi akupresur titik HT 7, PC 6, dan GV 20 sebanyak 6 kali selama 1 bulan. Kualitas tidur diukur dengan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan kadar estrogen diukur dengan metode ELISA. Analisis data menggunakan Paired Sampel Test, Independent T-Test dengan pre test dan post test.. Analisis data menunjukkan adanya perubahan rerata skor kualitas tidur dan kadar estrogen pada kelompok intervensi setelah diberikan intervensi terapi akupresur. Hasil dari penelitian ini terdapat perbedaan rerata skor kualitas tidur dan skor kadar estrogen sebelum dan sesudah diberikan akupresur. Simpulan dari penelitian in adalah Terapi akupresur pada titik HT 7, PC 6 dan GV 20 dapat menigkatkan kualitas tidur dan hormon estrogen pada wanita menopause. Pengabdian masyarakat ini mengimplikasikan bahwa intervensi terapi akupresur dapat diterapkan sebagai bagian dari asuhan kebidanan pada wanita menopause.  
Empowering Pelajar Melalui Pelatihan Kewirausahaan : Pengembangan Pengemasan dan Pelabelan Produk Lossava Laela Nur Rokhmah; Binardo Adi Seno Mawarno; Jayanti Rahayu; Evida Agustina Sari
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4485

Abstract

Students are potential group for fastering entrepreneurial spirit from an early age. However, limited skills in packaging and product labeling pose challenges in developing that potential. This community service activity aimed to enhance student’s entrepreneurial spirit through entrepreneurship training focused on packaging and labeling of Lossava (long cassava), a cassava-based product developed as part of the Pancasila Student Profile Strengthening Project (P5). The methods used were pretest, lecture-based counceling, hands-on practice and posttest. The results showed an increased in partisipants’ understanding, with an average score improvement from 8.0 to 9.5. Students successfully selected functional and attactive packaging designs and created labels in accordance with food labeling production costs and product pricing, with the simulation showing a viable selling proce and significant profit margin. This activity not only provided technical entrepreneurships skills but also instilled values of independence, critical thingking, and creativity in line with the Pancasila student profile. The results indicate that practical based training effectively improves students entrepreneurial competencies and is replicable in other educational settings.   ABSTRAK Pelajar merupakan kelompok potensial dalam membangun kewirausahaan sejak dini. Akan tetapi kurangnya ketrampilan dalam pengemasan dan pelabelan produk menjadi tantangan dalam mengembangkan potensi tersebut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan jiwa kewirausahaan pelajar melalui pelatihan kewirausahaan dengan fokus  pada pengemasan dan pelabelan produk Lossava (Long Cassava), produk olahan singkong yang dikembangkan dalam konteks Projek Penguatan Profil Pelajara Pancasila (P5).  Metode kegiatan meliputi pretest, penyuluhan, praktik langsung dan posttest. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta dari skor rata-rata 8,0 menjadi 9,5 setelah pelatihan. Pelajar mampu memilih desain kemasan fungsional dan menarik serta menyusun label sesuai standar informasi pangan. Selain itu, peserta juga dilatih menghitung harga pokok produksi dan harga jual. Simulasi menunjukkan produk layak dijual dengan margin laba yang signifikan. Kegiatan ini tidak hanya membekali pelajar dengan keterampilan teknis kewirausahaan, tetapi juga menanamkan nilai kemandirian, berpikir kritis dan kreatif sesuai profil pelajar Pancasila. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik efektif meningkatkan kompetensi kewirausahaan pelajar dan dapat direplikasi dalam konteks pendidikan lainnya.
Penatalaksanaan Senam Hamil untuk Mengurangi Keluhan Low Back Pain Intan Sari; Fitri Larasati; Serlly Destiana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4486

Abstract

Low back pain (LBP) is one of the most common complaints during pregnancy and can significantly affect maternal comfort and daily activities. Postural changes, weight gain, and shifts in the center of gravity are major contributing factors. Since medication use during pregnancy is limited, non-pharmacological interventions such as prenatal exercise offer a safe and effective alternative to reduce pain. The purpose of this community service program is to provide an intervention in the form of a community-based prenatal exercise program tailored to local conditions, involving health cadres, and complemented with education on the benefits of prenatal exercise in reducing lower back pain complaints. This community service program was conducted at Anisa Maternity Clinic, Sembawa District, Banyuasin Regency, South Sumatra, from September 2 to October 2, 2025, involving 35 pregnant women in their second and third trimesters. The activity consisted of three stages: (1) Preparation (coordination, baseline assessment, and module development), (2) Implementation (health education and structured prenatal exercise twice weekly for 4 weeks), and (3) Evaluation (pre–post assessment using VAS/NRS scale and participant satisfaction questionnaire). The results showed an increase in participants’ knowledge about back pain prevention, improved skills in performing correct prenatal exercise movements, and a reduction in average pain intensity by ≥2 points in 68% of participants. Moreover, 85% of participants reported satisfaction with the program and experienced improved daily function. Two partner midwives were successfully trained as facilitators to sustain the program within the community. The community-based prenatal exercise program at Anisa Maternity Clinic proved effective in reducing LBP complaints and enhancing maternal comfort. The involvement of midwives and the provision of educational materials and exercise videos ensure the program’s sustainability for future maternal health promotion activities.     ABSTRAK Nyeri punggung bawah (Low Back Pain/LBP) merupakan salah satu keluhan tersering selama kehamilan yang dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas ibu hamil. Perubahan postur tubuh, peningkatan berat badan, serta pergeseran pusat gravitasi menjadi faktor utama penyebab keluhan ini. Penggunaan obat-obatan terbatas selama kehamilan, sehingga intervensi non-farmakologis seperti senam hamil menjadi alternatif aman dan efektif untuk mengurangi nyeri. Tujuan pengabdian masyarakat ini diperlukan untuk intervensi berupa program senam hamil berbasis komunitas yang disesuaikan dengan kondisi lokal, melibatkan kader kesehatan, serta dilengkapi dengan edukasi tentang manfaat senam hamil untuk mengurangi keluhan nyeri punggung bawah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Klinik Bersalin Anisa Sembawa Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan pada tanggal 2 September–2 Oktober 2025 dengan melibatkan 35 ibu hamil trimester II–III. Kegiatan meliputi tiga tahap:(1) persiapan (koordinasi, survei awal, dan penyusunan modul), (2) pelaksanaan (edukasi kesehatan dan senam hamil terstruktur selama 4 minggu, 2 kali per minggu), dan (3) evaluasi  (penilaian pre–post intervensi menggunakan skala VAS/NRS dan kuesioner kepuasan). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta tentang pencegahan nyeri punggung bawah, keterampilan dalam melakukan senam hamil dengan benar, serta penurunan rata-rata intensitas nyeri sebesar ≥2 poin pada 68% peserta. Selain itu, 85% peserta menyatakan puas terhadap kegiatan dan merasa lebih nyaman dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Dua bidan mitra juga berhasil dilatih sebagai fasilitator agar program dapat berlanjut di masyarakat. Program senam hamil berbasis masyarakat di Klinik Bersalin Anisa terbukti efektif meningkatkan kenyamanan dan menurunkan keluhan LBP pada ibu hamil. Keterlibatan bidan dan penyediaan modul serta video panduan memungkinkan keberlanjutan program secara mandiri di posyandu dan kelas ibu hamil.
Pelatihan Inovasi Produk : Peningkatan Nilai Tambah Kopi Menjadi Kopi Celup dan Limbah Kulit Kopi Menjadi Teh Cascara di Desa Lanjan Diva Nasrani; Khoiriyah, Siti; Khilvy Salsabila Az-Zahra; Adelisya Fitriyani; Alya Dwi Cahyaningtyas; Riyan Adrian Wijayanto; Lu’lu’ Nafisatul Ulya
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4491

Abstract

Lanjan Village has significant potential for coffee development, both in terms of production and business development related to processed coffee products. However, most farmers in Lanjan Village still sell coffee as raw beans (green beans) or simply ground coffee, without further processing that could increase its selling value. The goal of this activity is to increase added value through the development of product innovations utilizing local coffee potential. The activity was carried out in Lanjan village and was attended by 25 participants. The offline activity began with the distribution of pre-test questionnaires, followed by counseling and training on innovative product creation, discussions, and concluded with the distribution of post-test questionnaires. The products produced included coffee bags made from robusta coffee, original cascara tea made from coffee husks, and spiced cascara tea made from coffee husks and spices. Based on the training results and analysis of the pre-test and post-test results, it was found that the participants' understanding of coffee product innovations increased by 92%. This indicates a significant increase in knowledge.   ABSTRAK Desa Lanjan memilki potensi besar dalam pengembangan kopi, baik dalam hal produksi maupun pengembangan usaha terkait produk hasil olahan kopi. Namun sebagian besar petani di Desa Lanjan masih menjual kopi dalam bentuk biji mentah (green bean) atau kopi bubuk sederhana, tanpa pengolahan lanjutan yang dapat meningkatkan nilai jualnya. Tujuan dari kegiatan ini yaitu meningkatkan nilai tambah pendapatan melalui pengembangan inovasi produk dengan peemanfatan potensi lokal kopi. Kegiatan dilakukan di Desa Lanjan dengan dihadiri oleh 25 peserta. Kegiatan dilakukan secara luring dan dimulai dengan pembagian kuesioner pretest, penyuluhan dan pelatihan pembuatan produk inovasi, diskusi serta diakhir dengan pembagian kuesioner post test. Produk yang dibuat meliputi kopi celup dengan bahan dasar kopi robusta, teh cascara original menggunakan kulit kopi, dan teh cascara rempah-rempah dengan bahan dasar kulit kopi ditambah rempah-rempah. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan dan dianalisis dari hasil pretest dan post test diketahui bahwa Tingkat pemahaman peserta pelatihan mengenai inovasi produk kopi mengalami peningkatan sebesar 92%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa pengetahuan peserta pelatihan secara siginifikan meningkat.
Program Edukasi Kesehatan Mental untuk Remaja: Pengabdian Masyarakat dengan MINDSTEP (Media Inovatif Ular Tangga) Sherkia Ichtiarsi Prakasiwi; Ariyani Lutfitasari; Siti Ni'amah; Wella Anggraini; Selasih Putri Isnawati Hadi; Eka Vicky Yulivantina; Irwan Budiono
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4493

Abstract

Adolescents are a group that is vulnerable to mental health problems due to biological, psychological, and social changes. Limited knowledge and existing stigma contribute to the low efforts in early detection and management of mental health issues. This community service program aimed to improve adolescents’ knowledge of mental health through educational activities using an innovative board game. The activity was conducted at SMK Bhakti Utama Pati on September 23, 2025, involving 32 students from grade XI as participants. The methods used included lectures, interactive discussions, and an educational board game. Evaluation was carried out through pre-test and post-test, as well as a satisfaction survey. Mental health problems among adolescents are increasing, as shown by the pre-test results, with an average score of 76.27, indicating that adolescents’ understanding of mental health is still relatively low. This condition highlights the importance of engaging and effective educational interventions to raise awareness and enhance stress management skills among adolescents. The community service activity aimed to increase adolescents’ knowledge and awareness of mental health through the innovative media “Mental Health Snake and Ladder” (MINDSTEP). The implementation methods included preparation, interactive education using the game, and evaluation through pre-test and post-test. The results showed a significant improvement in participants’ knowledge and understanding after the educational session. Participant satisfaction reached 93.75%, indicating that this game-based educational method was considered highly engaging and beneficial. The MINDSTEP program (“Mental Health Snake and Ladder”) proved to be an effective interactive educational tool in improving adolescents’ mental health literacy and can be replicated in various educational institutions as a promotive and preventive effort.   ABSTRAK Remaja merupakan kelompok usia yang rentan mengalami masalah kesehatan mental akibat perubahan biologis, psikologis, dan sosial. Minimnya pengetahuan dan stigma yang melekat menyebabkan rendahnya upaya deteksi dini dan penanganan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan mental melalui edukasi berbasis permainan edukatif ular tangga. Kegiatan dilaksanakan di SMK Bhakti Utama Pati pada 23 September 2025 dengan 32 siswa kelas XI sebagai peserta. Metode yang digunakan berupa ceramah, diskusi interaktif, dan permainan edukatif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test serta survei kepuasan. Permasalahan kesehatan mental pada remaja semakin meningkat, ditunjukkan oleh hasil pre-test yang menunjukkan rata-rata pengetahuan hanya sebesar 76,27, yang mengindikasikan masih rendahnya pemahaman remaja terhadap kesehatan mental. Kondisi ini menunjukkan pentingnya intervensi edukatif yang menarik dan efektif untuk meningkatkan kesadaran serta keterampilan pengelolaan stres di kalangan remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai kesehatan mental melalui media inovatif “Ular Tangga Kesehatan Mental” (MINDSTEP). Metode pelaksanaan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan edukasi interaktif dengan media permainan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta secara signifikan setelah mengikuti edukasi. Tingkat kepuasan peserta terhadap kegiatan mencapai 93,75%, menunjukkan bahwa metode edukatif berbasis permainan ini dinilai sangat menarik dan bermanfaat. Program MINDSTEP (Ular Tangga Kesehatan Mental) terbukti efektif sebagai media edukasi interaktif dalam meningkatkan literasi kesehatan mental remaja dan dapat direplikasi di berbagai institusi pendidikan sebagai upaya promotif dan preventif.
Inovasi Pengolahan Pangan Lokal Alpukat Berbasis Formula Modisco sebagai PMT Bergizi Tinggi pada Kelompok Wanita Tani Desa Lerep Kabupaten Semarang Sugeng Maryanto; Afiatna, Puji; Devi, Chindya Paramitha
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4520

Abstract

Lerep Village, located in West Ungaran District, Semarang Regency, has significant agricultural potential, particularly for avocado commodities that began harvesting in 2024. However, the utilization of the harvest is still limited to fresh fruit sales, making it vulnerable to post-harvest damage and price fluctuations. This community service program aims to empower the Rejomulyo Women Farmers Group (KWT) in Lerep Village through the innovation of processing avocados into nutrient-dense food products based on the MODISCO (Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil) formula as supplementary feeding (PMT) to support community nutrition improvement. The program also seeks to initiate entrepreneurship among KWT members through the production of avocado-based ice cream. The implementation methods included socialization, training on formulation and processing, application of appropriate technology, production assistance, and quality evaluation. The results showed increased knowledge and skills among KWT members in avocado processing technology, the establishment of an internal production team, and the successful production of high-nutrition MODISCO–avocado ice cream with labeled packaging. Commercialization has also begun through sales to local residents and participation in the village’s cultural and arts festival. This program supports local food security, women’s empowerment, and stunting prevention efforts through the diversification of functional food products.   ABSTRAK Desa Lerep di Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang, memiliki potensi pertanian yang besar terutama pada komoditas alpukat yang mulai panen sejak 2024. Namun, pemanfaatan hasil panen masih terbatas pada penjualan segar sehingga rentan terhadap kerusakan pascapanen dan fluktuasi harga. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) Rejomulyo Desa Lerep melalui inovasi pengolahan alpukat menjadi produk pangan bergizi tinggi berbasis formula MODISCO (Modified Dietetic Skimmed Milk and Coconut Oil) sebagai Pemberian Makanan Tambahan (PMT) untuk mendukung perbaikan gizi masyarakat, serta menginisiasi KWT dalam berwirausaha produk es krim. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan formulasi dan pengolahan produk, penerapan teknologi tepat guna, pendampingan produksi, serta evaluasi mutu. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan KWT dalam teknologi pengolahan alpukat, terbentuknya tim produksi internal, serta dihasilkannya produk es krim modisco-alpukat bergizi tinggi dalam kemasan berlabel, serta telah dilakukan komersialisasi dengan menjual es krim pada warga sekitas dan tampil dalam kegiatan gelar budaya dan seni Desa Lerep. Program ini mendukung ketahanan pangan lokal, pemberdayaan perempuan, dan upaya pencegahan stunting melalui diversifikasi pangan fungsional.
Penguatan Sanitasi dan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga di Kelurahan Kalisegoro Semarang Muzaqi, Lutfi; Fifti Istiklaili; Yofinia; Rifki Lukman Khakim; Muhammad Zaky Rinov Arkan; Zulfa Ayuningsih; Kartika Dian Pertiwi; Ismi Elya Wirdati
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4540

Abstract

Household waste management in Kalisegoro Village, Gunungpati District, Semarang remains a serious challenge that affects both the environment and public health. The lack of community awareness in waste sorting and limited sanitation infrastructure have led to soil and water pollution. This community service program aimed to improve residents' knowledge and skills in managing household waste independently through training in simple compost production. The implementation method included identification and problem analysis, socialization and education, training and practical demonstrations, implementation and mentoring, as well as program evaluation and sustainability. The program was conducted on August 5, 2025, involving 18 participants, the majority of whom were housewives. The materials covered the dangers of poorly managed household waste, alternatives for managing organic household waste through simple compost production, and the benefits of compost for the environment and household economy. Evaluation results showed an increase in participants' average knowledge scores from 7.88 to 8.75, with 37.5% of participants experiencing score increases, 43.8% maintaining their scores, and 18.7% experiencing score decreases. Participants were able to practice composting independently and expressed commitment to applying it in their households and sharing knowledge with other residents. This program successfully enhanced the community's capacity in managing organic household waste and created a potential multiplier effect through peer-to-peer learning. Therefore, the activity supports the achievement of Sustainable Development Goals (SDGs) 6 and 11, namely clean water and sanitation, and sustainable cities and communities.   ABSTRAK Permasalahan pengelolaan limbah rumah tangga di Kelurahan Kalisegoro, Kecamatan Gunungpati, Semarang masih menjadi tantangan serius yang berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kurangnya kesadaran warga dalam memilah sampah serta keterbatasan sarana sanitasi menyebabkan pencemaran tanah dan air. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga dalam mengelola limbah rumah tangga secara mandiri melalui pelatihan pembuatan kompos sederhana. Metode pelaksanaan meliputi identifikasi dan analisis permasalahan, sosialisasi dan edukasi, pelatihan dan demonstrasi praktik, implementasi dan pendampingan, serta evaluasi dan keberlanjutan program. Kegiatan dilaksanakan pada 5 Agustus 2025 dengan melibatkan 18 peserta yang mayoritas merupakan ibu rumah tangga. Materi yang disampaikan mencakup bahaya limbah rumah tangga yang tidak dikelola dengan baik, alternatif pengelolaan limbah organik melalui pembuatan kompos sederhana, serta manfaat kompos bagi lingkungan dan perekonomian rumah tangga. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 7,88 menjadi 8,75, dengan 37,5% peserta mengalami peningkatan skor, 43,8% peserta mempertahankan skor, dan 18,7% peserta mengalami penurunan skor. Peserta mampu mempraktikkan pembuatan kompos secara mandiri dan berkomitmen menerapkannya di rumah masing-masing serta menyebarluaskan pengetahuan kepada warga lain. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan limbah organik rumah tangga dan berpotensi menciptakan efek berantai (multiplier effect) melalui pembelajaran antarwarga. Dengan demikian, program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-6 dan ke-11, yaitu air bersih dan sanitasi layak serta kota dan komunitas berkelanjutan.
Pendampingan Optimalisasi Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) pada Kader Posyandu di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang Afiatna, Puji; Fiki Wijayanti; Abdul Rohman; Nopita Widayanti; Intan Febriyana
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 7 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2025
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v7i2.4549

Abstract

The Integrated Primary Service Posyandu (ILP) constitutes a transformation of primary healthcare delivery in Indonesia, shifting services previously provided at Community Health Centers (Puskesmas) to Posyandu at the village level. The ILP Posyandu emphasizes meeting healthcare needs across all life-cycle stages through promotive and preventive approaches. However, limited cadre knowledge and skills, coupled with insufficient equipment, have hindered optimal service delivery. Strengthening cadre competencies is therefore essential. This community empowerment program involved mentoring activities designed to enhance cadres’ knowledge and skills through lectures, discussions, demonstrations, and practical sessions. The program began with health education on the characteristics and nutritional needs of each stage of the life cycle. Subsequent training included anthropometric measurements, supporting health assessments, and the preparation of supplementary feeding (PMT) using locally sourced foods adapted to the nutritional requirements of each target group. The final phase included training on digitalized data reporting for ILP Posyandu implementation. Following the intervention, cadres’ average knowledge scores increased by 23.96 points. The number of cadres with good knowledge rose to 18 individuals (69.2%), and none remained in the poor-knowledge category. Improvements were also observed in cadres’ skills related to anthropometry, health assessments, PMT preparation, and digital reporting. High levels of curiosity and motivation to provide quality services to Posyandu participants served as an important foundation for their active engagement throughout the program.   ABSTRAK Posyandu Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan transformasi pelayanan primer kesehatan yang semula dilaksanakan di Puskesmas menjadi dilaksanakan pada tingkat Posyandu di Desa. Posyandu ILP mefokuskan pada pemenuhan kebutuhan pelayanan kesehatan di setiap fase siklus kehidupan melalui pendekatan promotif dan preventif. Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan kader diikuti peralatan yang tidak memadai yang dimiliki oleh setiap Posyandu menjadikan Posyandu belum dapat memberikan pelayanan secara optimal. Diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader sebagai pelaksana Posyandu ILP. Kegiatan pendampingan kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dilakukan dengan metode ceramah, diskusi, demonstrasi dan praktik. Kegiatan didahului dengan pendidikan kesehatan mengenai karakteristik setiap fase kehidupan dan kebutuhan gizinya. Selanjutnya dilakukan pelatihan pengukuran antropometri, pengukuran kesehatan pendukung, pembuatan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan dasar pangan lokal untuk setiap sasaran seluruh fase kehidupan sesuai dengan kebutuhan gizinya. Tahap akhir adalah pelatihan digitalisasi data pelaporan pelaksanaan Posyandu ILP. Hasil yang didapat adalah meningkatnya skor rerata pengetahuan kader sebesar 23,96 poin. Terjadi peningkatan jumlah kader yang memiliki pengetahuan baik, yaitu 18 orang (69,2%) serta tidak ada kader dengan pengetahuan masih kurang. Keterampilan kader dalam pengukuran antropometri, kesehatan, membuat PMT dan digitalisasi pelaporan meningkat. Keingintahuan dan motivasi yang tinggi untuk memberikan pelayanan yang baik kepada seluruh peserta posyandu menjadi modal awal untuk mengikuti kegiatan dan partisipasi diri secara dalam setiap sesi kegiatan.