cover
Contact Name
-
Contact Email
kopula@unram.ac.id
Phone
+6287865122881
Journal Mail Official
kopula@unram.ac.id
Editorial Address
Jalan Majapahit No 62 Mataram Nusa Tenggara Barat
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 29878446     EISSN : 29875307     DOI : https://doi.org/10.29303/kopula
Core Subject : Education,
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan adalah suatu jurnal terbit dua kali setahun (Maret dan Oktober) yang dipublikasikan oleh Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram. Kopula pertama diterbitkan pada tahun 2019 sebagai wadah untuk mempublikasi hasil pemikiran dan penelitian tentang Bahasa, Sastra, dan Pendidikan. Jurnal ini menerapkan sistem open access peer-reviewed journal baik untuk artikel yang berbahasa Indonesia maupun Inggris dalam versi cetak dan elektronik yang masing-masing memiliki ISSN
Articles 228 Documents
Makna Simbolik Kasih Orang Tua Terhadap Lagu “Anakku Naburju”: Kajian Semiotika Marpaung, Jonathan; Johannes Pandiangan; Imanuel Silaban
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7270

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna yang terkandung dalam lirik lagu Anakku Naburju dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Lagu ini dipilih karena merupakan salah satu bentuk sastra lisan dalam budaya Batak Toba yang kaya akan nilai-nilai moral, emosional, dan spiritual. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik analisis semiotik yang meliputi tiga level: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara denotatif, lirik lagu ini menyampaikan pesan kasih sayang dan dukungan orang tua kepada anaknya yang sedang merantau atau menuntut ilmu. Pada tingkat konotatif, ditemukan makna yang lebih dalam seperti kekuatan mental, doa sebagai penguat spiritual, dan kecemasan orang tua dalam melepas anaknya. Sementara itu, pada level mitos, lagu ini merepresentasikan pandangan hidup masyarakat Batak, antara lain pentingnya perantauan, peran doa, serta nilai kekeluargaan dan kebersamaan. Lagu Anakku Naburju tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai budaya antar generasi. Melalui analisis semiotika, penelitian ini menegaskan bahwa teks lagu dalam masyarakat tradisional memiliki peran penting dalam membentuk identitas budaya dan menyampaikan ideologi sosial. Dengan demikian, lagu ini merupakan refleksi dari struktur nilai dan pandangan hidup masyarakat Batak Toba yang tetap relevan hingga kini.
Makna Simbolis Upacara Adat Nurun-Nurun Dalam Sistem Kepercayaan Masyarakat Batak Karo Pasaribu, Jefri Harniko; Trynanda Sianipar; Alpiani Lubis; Jekmen Sinulingga; Lusiani Sitorus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7272

Abstract

Upacara Nurun-Nurun merupakan salah satu ritual penting dalam kehidupan masyarakat Batak Karo yang mengandung dimensi spiritual, sosial, dan simbolik. Upacara ini dipraktikkan sebagai bentuk pemulihan keseimbangan antara manusia, alam, dan dunia roh, yang diyakini sebagai elemen saling terkait dalam kosmologi Karo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji secara mendalam makna simbolis dari berbagai elemen dalam pelaksanaan upacara Nurun-Nurun, serta menempatkannya dalam kerangka sistem kepercayaan tradisional masyarakat Batak Karo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi, melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh adat dan pelaku ritual, serta studi literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol seperti air suci (la sura), dedaunan tertentu, asap kemenyan, mantra, dan struktur partisipan dalam upacara memiliki fungsi sebagai medium penyembuhan, penghubung antara manusia dan leluhur, serta sebagai cerminan sistem nilai dan struktur sosial masyarakat Batak Karo. Upacara ini tidak hanya berperan dalam menyembuhkan secara spiritual, tetapi juga menegaskan identitas budaya kolektif dan memperkuat relasi antar kelompok kekerabatan seperti kalimbubu, anak beru, dan senina. Namun, praktik ini mengalami tantangan akibat modernisasi dan pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Kajian ini merekomendasikan pelestarian simbolisme Nurun-Nurun melalui pendidikan budaya dan dokumentasi antropologis yang berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi dalam memahami dinamika simbolisme budaya lokal sebagai warisan tak benda yang bernilai tinggi.
Pola Asuh Orang Tua Pada Anak Gangguan Berbahasa: Studi Kasus Pada Anissa Dan Hana Aqilatul Lathifah; Eka Septiawati; Sundawati Tisnasari
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7317

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek psikolinguistik terkait masalah berbicara yang dialami anak-anak pada usia dini yang dipicu oleh cara orang tua berkomunikasi. Tujuan dari studi ini adalah untuk menilai bagaimana cara berkomunikasi, kebiasaan berbahasa, dan pola didik orang tua berdampak pada perkembangan kemampuan berbahasa anak, khususnya yang berusia antara 3 hingga 5 tahun. Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan melaksanakan wawancara kepada anak-anak dan orang tua, lalu hasil wawancara tersebut dianalisis melalui transkrip dari interaksi verbal yang terjadi. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang memiliki komunikasi yang aktif, responsif, serta rangsangan verbal yang cukup, cenderung mengalami perkembangan bahasa yang lebih optimal, baik dalam hal kosakata, struktur kalimat, mau pun keterampilan bernegosiasi. Di sisi lain, pola pengasuhan yang bersifat otoriter, terbuka, serta gaya komunikasi yang satu arah atau penggunaan kosakata yang tidak standar secara terus-menerus dapat berakibat pada keterlambatan berbicara, terbatasnya kosakata, dan gangguan dalam kemampuan berbahasa anak. Oleh sebab itu, peranan orang tua sangat krusial sebagai penggerak utama dalam membentuk kebiasaan berbahasa yang baik, sementara pencegahan dan intervensi terhadap masalah bahasa perlu diawali dari lingkungan keluarga. Berkomunikasi dengan orang lain tentu harus menggunakan kaidah yang benar dan tepat sesuai Kamus Besar Bahasa Indonesia. Anak mulai mengenal bahasa sejak mereka lahir yang tentu bertahap dalam perkembangan setiap kata sesuai dari pembicaraan yang mereka tangkap.
Bentuk, Makna, dan Fungsi Bahasa Gaul Remaja Desa Mekar Jaya Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muaro Jambi Citra Adea Darna; Akhyaruddin; Hilman Yusra
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7443

Abstract

Penelitian ini membahas bentuk, makna, dan fungsi bahasa gaul yang digunakan oleh remaja di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada maraknya penggunaan bahasa gaul sebagai bentuk ekspresi identitas, solidaritas, dan kreativitas linguistik remaja di tengah pesatnya arus globalisasi dan media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiolinguistik dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui observasi langsung dan dokumentasi terhadap percakapan remaja berusia 12–21 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bahasa gaul terdiri atas singkatan, pemenggalan, kontraksi, akronim, dan bentuk campuran yang menunjukkan modifikasi kreatif. Secara semantik, terjadi berbagai perubahan makna seperti perluasan, penyempitan, pergeseran, penguatan/pelemahan, dan asosiasi makna. Fungsi bahasa gaul yang ditemukan mencakup fungsi emotif, referensial, fatik, dan konatif. Temuan ini mengungkap bahwa bahasa gaul tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai refleksi dinamika sosial, budaya populer, dan strategi komunikasi kelompok remaja dalam membentuk identitas sosial mereka. Bahasa gaul menjadi media penting dalam interaksi sosial antar remaja sekaligus penanda eksistensi generasi muda di era digital.
Analisis Multimodal Iklan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Katolik Santo Thomas Medan 2025 Di Media Sosial Instagram Nababan, Liska Roada Nababan; Dairi Sapta Rindu Simanjuntak; Cindy Henike Berutu; Santa Gracia Sihombing; Surabina Br Barus
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.7591

Abstract

Tulisan ini membahas tentang analisis multimodal pada brosur Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Brosur sebagai media informasi cetak memiliki kekompleksitasan makna yang tidak hanya disampaikan melalui bahasa verbal, tetapi juga melalui unsur visual, tata letak, tipografi, dan simbol-simbol nonverbal lainnya. Kekayaan makna dalam brosur PMB menuntut adanya pendekatan analisis yang mampu mengungkap berbagai lapisan pesan yang disampaikan. Oleh karena itu, analisis multimodal menjadi pendekatan yang relevan untuk memahami bagaimana makna dibentuk melalui kombinasi berbagai moda semiotik. Tulisan ini menggunakan teori linguistik sistemik fungsional (LSF) sebagai landasan teoretis. Model analisis multimodal dikembangkan dari perpaduan teori multimodal oleh Anstey & Bull (2010) dan kerangka kerja analisis visual oleh Kress dan Van Leeuwen (1996–2006). Hasil analisis menunjukkan bahwa brosur PMB mengandung sistem semiotik multimodal yang mencakup unsur linguistik, visual, gestural (melalui ekspresi dan posisi tokoh), serta spasial (melalui penataan elemen dalam halaman). Temuan ini menunjukkan bahwa pemaknaan brosur PMB tidak dapat dilepaskan dari interaksi antar moda semiotik yang saling mendukung dalam menyampaikan pesan promosi dan ajakan kepada calon mahasiswa.
Makna Denotatif dan Konotatif Lagu ”Bergema Sampai Selamanya” oleh Nadhif Basalamah dalam Kajian Semantik Aulia, Nur; Avida Alfi Atuzzahro; Dinar Thahira Handatika; Anisa Yogi Noviana; Ulul Fadli Zakiyatul Badriyah
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 7 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v7i2.8008

Abstract

Lirik lagu merupakan bentuk ekspresi sastra yang sarat makna dan dapat dianalisis secara semantik untuk mengungkap nilai-nilai emosional serta budaya yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna denotatif dan konotatif pada lirik lagu “Bergema Sampai Selamanya” karya Nadhif Basalamah dengan pendekatan semiotik Roland Barthes. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan data utama berupa lirik lagu yang dianalisis berdasarkan teori dua lapis makna: denotatif sebagai makna literal dan konotatif sebagai makna kultural yang dibentuk oleh konteks sosial. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan telaah literatur, sedangkan analisis dilakukan dengan mengidentifikasi representasi makna pada setiap bait lagu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lirik lagu ini menggambarkan pengalaman kebersamaan, keintiman emosional, serta kesadaran akan kefanaan secara denotatif, dan pada saat yang sama menyiratkan makna konotatif berupa relasi yang tulus, sederhana, serta penuh refleksi terhadap waktu dan kehidupan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa lirik lagu tidak hanya bersifat estetis, tetapi juga menjadi medium representasi budaya dan sosial yang menggambarkan relasi emosional dalam masyarakat kontemporer.
Prinsip Kerja Sama Dalam Percakapan Tayangan Catatan Najwa Episode Susahnya Jadi Perempuan Wiryandanu, Jihana; Mahsun, Mahsun; Burhanuddin, Burhanuddin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i1.3489

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan wujud penerapan dan pelanggaran prinsip kerja sama serta menyimpulkan kecenderungan antara salah satunya di dalam sebuah percakapan pada tayangan Catatan Najwa Episode Susahnya Jadi Perempuan. Jenis penelitian ini adalah kualitatif. Bentuk penelitiannya adalah deskriptif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan yang mengandung prinsip percakapan berupa penerapan dan pelanggaran prinsip kerja sama. Sumber data dalam penelitian ini adalah tayangan video dari kanal youtube Najwa Shihab yang berjudul “Susahnya Jadi Perempuan” yang dirilis pada tanggal 8 November 2021. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode simak dan teknik lanjutan yakni teknik simak bebas libat cakap (SBLC) dan teknik catat. Metode analisis data yang digunakan adalah metode padan intralingual dan padan ekstralingual. Hasil analisis data yang berupa deskripsi disajikan melalui dua metode yakni informal dan formal. Hasil dari penelitian ini ditemukan 63 data yang menerapkan prinsip percakapan berupa penerapan prinsip kerja sama sebanyak 9 data, dan pelanggaran prinsip kerja sama yang berjumlah 54 data. Standar prinsip kerja sama dalam komunikasi mengacu pada empat jenis maksim, yaitu maksim kuantitas, maksim kualitas, maksim relevansi, dan maksim cara. Telah ditemukan 9 data contoh percakapan maksim kuantitas yang terbagi dalam 6 data pematuhan prinsip dan 3 data pelanggaran prinsip. Kemudian 9 data contoh percakapan maksim kualitas yang terbagi dalam 7 data penerapan prinsip dan 2 data pelanggaran prinsip. Di dalam maksim relevansi, ditemukan 27 data contoh percakapan yang terdiri dari 18 data penerapan prinsip dan 9 data pelanggaran prinsip. Terakhir ditemukan 18 data contoh percakapan maksim cara yang terbagi dalam 10 data penerapan prinsip dan 8 data pelanggaran prinsip. Selanjutnya hasil analisis disimpulkan memiliki kecenderungan pada pelanggaran prinsip kerja sama dengan data sebanyak 54 dibandingkan dengan penerapan prinsip kerja sama yang hanya berjumlah 9 data.
Kejahatan Berbahasa Warganet dalam Kasus KDRT Lesti Kejora oleh Rizky Billar di Instagram Lambe Turah Periode Oktober 2022: Kajian Linguistik Forensik Butsainah, Hurriyatun; Mahsun, Mahsun; Asyhar, Muhammad
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i1.3514

Abstract

Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengekspresian kejahatan berbahasa bermuatan penghinaan, pencemaran nama baik, dan ancaman yang terdapat di dalam kolom komentar Instagram Lambe Turah terkait kasus KDRT Lesti Kejora oleh Rizky Billar periode Oktober 2022. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi kejahatan berbahasa bermuatan penghinaan, pencemaran nama baik, dan ancaman yang terdapat di dalam kolom komentar Instagram Lambe Turah terkait kasus KDRT Lesti Kejora oleh Rizky Billar periode Oktober 2022. Penelitian ini menggunakan kajian linguistik forensik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data yang dikumpulakan pada penelitian ini yaitu berupa ungkapan kejahatan berbahasa warganet dalam bentuk kata, frasa, dan klausa. Sumber data penelitian ini adalah kolom komentar Instagram Lambe Turah khususnya pada kasus KDRT Lesti Kejora oleh Rizky Billar periode Oktober 2022. Metode dan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dokumentasi dengan teknik tangkap layar dan metode simak dengan teknik catat. Metode dan teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode padan intralingual dan padan ekstralingual dengan teknik HBS, HBB, dan HBSP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 2 bentuk lingual pada kejahatan berbahasa bermuatan penghinaan yaitu kata dan frasa. Ada 3 bentuk lingual pada kejahatan berbahasa bermuatan pencemaran nama baik yaitu kata, frasa, dan klausa serta ada 2 bentuk lingual pada kejahatan berbahasa bermuatan ancaman yaitu kata dan klausa. Wujud leksikal dalam penelitian ini berupa kata tabu dan kata bermuatan negatif. Masing-masing bentuk lingual dan wujud leksikal memiliki makna tersendiri.
Sarkasme Bentuk-Baru dalam Bahasa Sasak Lana, Elsa Setia; Mahsun, Mahsun; Saharudin, Saharudin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i1.3523

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk sarkasme baru dalam bahasa Sasak di Desa Peteluan Indah, Kec. Lingsar, Kab. Lombok Barat dan untuk mengetahui fungsi sarkasme-baru dalam bahasa Sasak. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis data yakni metode padan intralingual dan metode padan ekstralingual.Adapun bentuk sarkasme baru dalam bahasa Sasak tersebut dibagi menjadi dua yakni bentuk dasar dan bentuk kompleks. Sarkasme bentuk dasar dibagi menjadi dua yakni bentuk dasar dan polimorfemik, sedangkan bentuk kompleks dibagi menjadi dua yakni bentuk idiom dan kata majemuk. Fungsi bentuk sarkasme tersebut adalah fungsi kebiasaan, fungsi lontaran, fungsi penghalus, fungsi candaan, dan fungsi bahasa kasar.
Variasi Bahasa Dalam Kumpulan Puisi Mata Damar Karya Lamuh Syamsuar: Kajian Sosiolinguistik via, Silvia Lestari; Burhanuddin; Kaharuddin
Kopula: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pendidikan Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/kopula.v6i1.3530

Abstract

Penelitian ini bertujuan ini mengidentifikasi masalah variasi bahasa dari segi penuturnya, variasi bahasa dari segi pemakaiannya, dan variasi bahasa dari segi sarananya pada buku kumpulan puisi Mata Damar yang ditulis oleh Lamuh Syamsuar menggunakan kajian sosiolinguistik Chaer dan Agustina. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah buku kumpulan puisi Mata Damar karya Lamuh Syamsuar, diterbitkan oleh penerbit Bening Pustaka Yogyakarta pada Maret 2019. Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah metode simak dengan teknik dasar yang berwujud teknik sadap. Adapun penyadapan dilakukan dengan teknik lanjutan berupa teknik simak bebas libat cakap dengan menggunakan teknik catat. Data penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode padan ekstralingual yaitu dengan cara menganalisis unsur yang bersifat ekstralingual, seperti menghubungkan masalah bahasa dengan hal yang berada di luar bahasa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat penggunaan variasi bahasa dalam buku kumpulan puisi Mata Damar, yaitu: (1) variasi bahasa dari segi penutur ditemukan variasi idiolek, dialek, kronolek, dan sosiolek, (2) variasi bahasa dari segi pemakaian ditemukan variasi bahasa bidang kegunaan ilmu keagaaman Islam dan sastra, dan (3) variasi bahasa dari segi sarana ditemukan variasi ragam tulis. Kata kunci: Variasi bahasa, Latar Belakang Penutur, Puisi Language Variations in the Poetry Collection Mata Damar by Lamuh Syamsuar: Sociolinguistic Study Abstract: This research aims to identify the problem of language variations in terms of speakers, language variations in terms of use, and language variations in terms of means in the poetry collection Mata Damar written by Lamuh Syamsuar using the sociolinguistic study of Chaer and Agustina. This type of research is qualitative descriptive research. The data source for this research is the poetry collection Mata Damar by Lamuh Syamsuar, published by the publisher Bening Pustaka Yogyakarta in March 2019. The data collection technique for this research is the listening method with basic techniques in the form of tapping techniques. The wiretapping was carried out using advanced techniques in the form of skilled free-involved listening techniques using note-taking techniques. This research data was analyzed using the extralingual equivalent method, namely by analyzing extralingual elements, such as connecting language problems with things outside of language. The results of this research show that there is use of language variations in the Mata Damar poetry collection, namely: (1) language variations in terms of speakers found idiolect, dialect, chronolect and sociolect variations, (2) language variations in terms of usage found language variations in terms of use Islamic religious knowledge and literature, and (3) variations in language in terms of means found variations in writing. Keywords: Language Variations, Speaker Background, Poetry