cover
Contact Name
Mufarizuddin
Contact Email
pengabdianpmsdu@gmail.com
Phone
+6282165028412
Journal Mail Official
zuddin.unimed@gmail.com
Editorial Address
Jl. Tuanku Tambusai No. 23 Bangkinang, Kabupaten Kampar Provinsi Riau-Indonesia
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
PMSDU
ISSN : -     EISSN : 29868629     DOI : https://doi.org/10.37985/pmsdu.v1i1
PMSDU : Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul di terbitkan oleh LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala empat kali selama setahun pada bulan Maret, Juni, September dan Desember.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
Pengembangan Kepemimpinan Visioner dalam Pelayanan Publik: Peningkatan Peran UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) di Masyarakat Dewi Sartika Situmorang; Herman Herman; Sudung Simatupang; Richard Berlien; Nelly Ervina; Riny Riny; Juli Antasari br Sinaga; Sabar Dumayanti Sihombing
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i1.1789

Abstract

Adapun yang menjadi tujuan penting dilakukannya sosialisasi perlindungan perempuan dan anak adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, mencegah kekerasan (seperti kekerasan fisik, psikis, seksual, eksploitasi, dan diskriminasi), mendorong masyarakat untuk berani melapor, memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak serta layanan pendampingan bagi korban dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dan aparat penegak hukum untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkeadilan bagi perempuan dan anak. Selain hal di atas, sosialisasi juga membahas tentang pernikahan anak usia dini sesuai dengan Undang-undang No. 16 Tahun 2019, perubahan Undang-undang No. 1 Tahun 1974. Adapun sosialisasi tersebut dilaksanakan di Kantor UPTD. Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Simalungun dengan jumlah peserta 20 orang. Setelah Narasumber menyampaikan pemaparan dengan metode ceramah, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Banyak masyarakat kita menjadi korban kekerasan dan mengalami trauma serta depresi karena dianggap aib bagi keluarga maupun masyarakat. Perlu keberanian yang besar bagi korban untuk bisa bangkit dan membentuk diri yang lebih kuat. Oleh karenanya dukungan dari masyarakat sekitar sangat diharapkan untuk tidak mengucilkan mereka, karena mereka adalah korban. Untuk itu, marilah kita bersama-sama memberikan lingkungan yang aman dan tentram bagi setiap korban kekerasan terlebih lagi bagi anak-anak calon generasi bangsa. Pada tahun 2045, dalam merayakan 100 Tahun Kemerdekaan RI, Indonesia memiliki visi yakni Indonesia Emas, yang mana dapat dicapai apabila generasinya menjadi generasi emas yakni generasi muda yang berkualitas, berkompeten, dan berdaya saing tinggi. Oleh karenanya, marilah kita bersama-sama mendukung visi Bangsa Indonesia tersebut dengan menciptakan lingkungan yang aman dan tentram bagi tumbuh kembang anak-anak kita sehingga tercipta Generasi Emas ke depannya.
Bootcamp Literasi Digital Berbasis Platform Merdeka Mengajar: Studi Kasus Peningkatan Kompetensi Digital Guru SDN 2 Jungjang Kecamatan Arjawinangun Kabupaten Cirebon Nurdinah Hanifah; Riana Irawati
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.1967

Abstract

Digital competency of elementary school (SD) teachers is a primary prerequisite for effective Merdeka Curriculum implementation, particularly the utilization of the Merdeka Mengajar Platform (PMM). However, most SD teachers still face technical and psychological barriers in operating PMM functionally and pedagogically. This community service aims to describe the implementation process, dynamics of competency change, and challenges of the PMM-Based Digital Literacy Bootcamp at SDN 2 Jungjang, Arjawinangun, Cirebon. A descriptive qualitative method with a single case study design was employed. Data were collected through participatory observation (3-day bootcamp), in-depth interviews (8 teacher informants), focus group discussions (24 teachers, 2 sessions), and document analysis of teacher-produced work. Results show competency transformation in three dimensions: technical PMM navigation, pedagogical-digital lesson planning integration, and reflective-critical awareness of PMM data relevance. The program produced 24 digital teaching modules, 24 PMM-integrated learning objective pathways, and an active school-level digital learning community sustained 6 weeks post-program. Key barriers included infrastructure limitations, techno-anxiety among senior teachers, and administrative workload.
Sosialisasi Pencegahan Perundungan dan Penguatan Budaya Kampus yang Aman dan Inklusif Bagi Mahasiswa Mufarizuddin Mufarizuddin; Putri Hana Pebriana; Nurhaswinda Nurhaswinda
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 1 (2026): Volume 4 Nomor 1 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perundungan di lingkungan perguruan tinggi masih menjadi tantangan yang dapat mengganggu kenyamanan belajar, kesehatan mental, dan interaksi sosial mahasiswa. Rendahnya pemahaman mahasiswa mengenai bentuk, dampak, dan strategi pencegahan perundungan menjadi salah satu faktor yang menyebabkan perilaku tersebut masih ditemukan di lingkungan kampus. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman mahasiswa tentang pencegahan perundungan serta memperkuat budaya kampus yang aman dan inklusif. Mitra kegiatan adalah 50 mahasiswa Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, diskusi interaktif, studi kasus, dan refleksi bersama. Evaluasi dilakukan melalui angket sebelum dan sesudah kegiatan serta observasi partisipasi mahasiswa selama kegiatan berlangsung. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa tentang perundungan dari 67% menjadi 91%, peningkatan kesadaran pentingnya budaya kampus inklusif dari 70% menjadi 92%, dan peningkatan komitmen mahasiswa dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dari 72% menjadi 94%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kesadaran mahasiswa serta memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan kampus yang bebas dari perundungan.
Sosialisasi Kepemimpinan Visioner dalam Meningkatkan Kualitas Pelayanan Publik di SMA Plus Efarina Rodearni Sinurat; Herman Herman; Muktar Bahruddin Panjaitan; Junita Batubara; Sherly Sherly; Marto Silalahi; Sudung Simatupang
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepemimpinan visioner merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di lingkungan pendidikan. Sekolah sebagai lembaga pelayanan publik dituntut untuk mampu memberikan layanan pendidikan yang berkualitas, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada kebutuhan peserta didik dan masyarakat. Namun, masih terdapat berbagai tantangan dalam implementasi kepemimpinan visioner, seperti rendahnya pemahaman mengenai visi organisasi, keterbatasan pemanfaatan teknologi digital, serta kurangnya keterlibatan seluruh warga sekolah dalam mendukung pengembangan organisasi. Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam mendukung kualitas pelayanan publik pendidikan. Kegiatan dilaksanakan di SMA Plus Efarina dengan menggunakan metode sosialisasi partisipatif yang melibatkan 51 peserta, terdiri atas kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Materi yang diberikan mencakup konsep kepemimpinan visioner, strategi implementasi dalam lingkungan sekolah, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya kepemimpinan visioner dalam membangun budaya organisasi yang kolaboratif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan prima. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan kesadaran peserta mengenai pentingnya komunikasi, kerja sama, dan pemanfaatan teknologi dalam mendukung efektivitas pelayanan pendidikan. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini memberikan kontribusi positif terhadap penguatan kapasitas warga sekolah dalam mewujudkan pelayanan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.
Sosialisasi Penggunaan Kata Sifat (Adjective) Sebagai Upaya Peningkatan Pemahaman Pengetahuan Bahasa Inggris Ruth Cahayani Simanungkalit; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan sosialisasi peningkatan penggunaan grammar adjective kepada mahasiswa semester 2 di stie sultan agung pematangsiantar. Permasalahan yang melatarbelakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan mahasiswa dalam memahami dan menerapkan adjective secara tepat dalam kalimat bahasa inggris, baik dalam konteks menulis maupun berbicara. Banyak mahasiswa mengalami kebingungan mengenai posisi adjective dalam kalimat, perbedaan fungsi antara attributive dan predicative adjective, serta kesulitan membentuk kalimat deskriptif yang efektif menggunakan simple present tense. Penelitian ini menerapkan metode deskriptif kualitatif yang berfokus pada pemahaman yang mendalam mengenai proses sosialisasi dan pengaruhnya terhadap kemampuan mahasiswa. Data diperoleh dari 12 mahasiswa semester 2, pengajar mata kuliah bahasa Inggris, serta dokumen pendukung seperti lembar kerja dan hasil observasi kelas. alat yang dipakai mencakup panduan pengamatan, formulir wawancara semi-terstruktur, dan koleksi hasil tulisan mahasiswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan metode analisis tematik dalam tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil riset menunjukkan bahwa sosialisasi yang dilakukan dalam tiga tahap, yaitu persiapan, pelaksanaan, dan penilaian, secara signifikan meningkatkan pemahaman serta kepercayaan diri mahasiswa dalam menggunakan kata sifat dalam kalimat bahasa Inggris. Temuan utama menunjukkan bahwa metode kontekstual yang didasarkan pada contoh konkret dan latihan kerja sama adalah kunci sukses dalam sosialisasi. Kesimpulannya, sosialisasi yang dirancang dengan baik dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dapat secara efektif meningkatkan keterampilan gramatikal mahasiswa, terutama dalam penggunaan kata sifat.
Sosialisasi Pengajaran Spelling di Sekolah TK Asy-Syuhada Yovia Agustin; Herman Herman
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2035

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan spelling bahasa Inggris pada murid TK Asy-Syuhada, Kec. Tapian Dolok, Kab. Simalungun. Permasalahan yang melatar belakangi kegiatan ini adalah rendahnya kemampuan murid dalam mengenal huruf alfabet, di mana sekitar 70% dari 37 murid belum mengenal seluruh huruf alfabet dengan baik dan kesulitan menghubungkan bunyi huruf (phonics) dengan bentuk tulisannya, sementara metode pengajaran sebelumnya dirasa kurang menarik bagi anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data primer berupa 37 murid TK Asy-Syuhada, serta sumber data sekunder dari guru kelas dan dokumentasi kegiatan. Instrumen yang digunakan meliputi panduan observasi dan catatan lapangan. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif dan dokumentasi foto, sementara analisis data menggunakan metode analisis tematik mengacu pada tahapan Braun dan Clarke (2006). Kegiatan dilaksanakan melalui tiga fase yaitu persiapan, penerapan, dan evaluasi, dengan pendekatan bermain sambil belajar (play-based learning) berupa nyanyian alfabet bersama, demonstrasi langsung di papan tulis, serta sesi tanya jawab interaktif dalam formasi duduk melingkar (circle time). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 78% dari 37 murid mengalami peningkatan kemampuan mengenal dan mengeja huruf alfabet, sementara seluruh murid tanpa terkecuali menunjukkan peningkatan antusiasme dan motivasi belajar dibandingkan kondisi awal. Dapat disimpulkan bahwa metode kualitatif deskriptif yang dipadukan dengan pendekatan demonstrasi visual dan circle time efektif dan signifikan dalam meningkatkan kemampuan spelling murid usia dini.
Strengthening English Grammar Competence through Comparison Degree Instruction for Management Students at STIE Sultan Agung Pematangsiantar Elvina Saragih; Herman Herman; Bobby Pramjit Singh Dhillon
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan dan meningkatkan pemahaman mahasiswa Manajemen di STIE Sultan Agung Pematangsiantar tentang tingkat perbandingan dalam tata bahasa Inggris. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami penggunaan tingkat positif, tingkat perbandingan, dan tingkat superlatif dalam kalimat bahasa Inggris. Kegiatan ini melibatkan 27 mahasiswa semester enam Kelas B Manajemen Pagi yang terdiri dari 19 mahasiswi dan 8 mahasiswa laki-laki. Kegiatan ini dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama adalah tahap persiapan, di mana peneliti menyiapkan materi, media, dan latihan yang berkaitan dengan tingkat perbandingan. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan, di mana peneliti menjelaskan definisi tata bahasa, tingkat perbandingan, jenis tingkat perbandingan, pola kalimat, dan contoh tingkat positif, tingkat perbandingan, dan tingkat superlatif melalui presentasi PowerPoint dan diskusi. Tahap ketiga adalah tahap evaluasi, di mana mahasiswa diberi kesempatan untuk bertanya dan menyelesaikan beberapa latihan yang berkaitan dengan materi tingkat perbandingan. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa mahasiswa berpartisipasi aktif dan antusias selama proses sosialisasi. Sebagian besar mahasiswa mampu memahami penggunaan tingkat perbandingan dan menjawab latihan dengan benar. Mahasiswa juga menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan tata bahasa Inggris dalam kalimat sederhana. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa kegiatan sosialisasi ini telah dilaksanakan dengan sukses dan membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang tingkat perbandingan dalam tata bahasa Inggris.
Salam Formal dan Informal: Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Bahasa Inggris Mahasiswa dalam Konteks Sehari-hari dan Akademik Raga Hansdewo; Herman Herman; Mery Chris Isabella Saragih
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/pmsdu.v4i2.2116

Abstract

Kemampuan menggunakan bahasa Inggris secara tepat tidak hanya berkaitan dengan penguasaan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga pemahaman terhadap konteks komunikasi. Salah satu aspek penting dalam komunikasi bahasa Inggris adalah penggunaan formal and informal greetings yang berfungsi sebagai bentuk awal interaksi serta mencerminkan kesopanan dalam berbagai situasi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai perbedaan, fungsi, dan penggunaan salam formal dan informal dalam komunikasi sehari-hari maupun akademik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah pendekatan deskriptif melalui kegiatan sosialisasi yang terdiri atas penyampaian materi, diskusi, latihan, dan simulasi percakapan. Peserta kegiatan merupakan mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Sultan Agung Pematangsiantar. Materi yang diberikan mencakup pengertian greetings, karakteristik salam formal dan informal, contoh penggunaan, serta penerapannya dalam berbagai konteks komunikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai pentingnya memilih ungkapan salam yang sesuai dengan situasi dan lawan bicara. Melalui metode interaktif seperti diskusi dan praktik percakapan, mahasiswa menjadi lebih percaya diri dalam menggunakan bahasa Inggris serta mampu membedakan penggunaan salam formal dalam lingkungan akademik dan profesional dengan salam informal dalam percakapan santai. Dengan demikian, pemahaman terhadap formal and informal greetings dapat membantu mahasiswa meningkatkan kemampuan komunikasi bahasa Inggris yang lebih efektif, sopan, dan sesuai konteks.
Peningkatan Kemampuan Menulis Paragraf Bahasa Inggris melalui Kegiatan Sosialisasi bagi Mahasiswa Program Studi Manajemen STIE Sultan Agung Ahmad Fadillah; Herman Herman; Elina Lulu Bimawati Rumapea
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan writing paragraph mahasiswa Program Studi Manajemen Semester 6, Kelas Pagi A di STIE Sultan Agung Pematangsiantar melalui pembelajaran Bahasa Inggris. Masalah yang ditemukan adalah masih banyak mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyusun paragraph Bahasa Inggris. Kesulitan tersebut meliputi penggunaan grammar, pemilihan kosakata, pengembangan ide, serta penyusunan struktur paragraf yang baik. Kegiatan ini dilaksanakan secara tatap muka menggunakan pendekatan metode kualitatif dengan teknik presentasi materi dan diskusi sederhana mengenai penulisan paragraf dalam Bahasa Inggris. Peserta kegiatan berjumlah 22 mahasiswa. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu tahap persiapan, tahap implementasi, dan tahap evaluasi. Pada tahap implementasi, mahasiswa diberikan penjelasan mengenai pengertian paragraf, struktur paragraf, topic sentence, supporting sentence, concluding sentence, serta teknik penyusunan paragraph yang baik dan benar. Selanjutnya pada tahap evaluasi, mahasiswa diberikan latihan menulis paragraf sederhana menggunakan Bahasa Inggris dengan topic yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari dan kehidupan kampus sehingga mudah dipahami. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mahasiswa mengikuti kegiatan dengan antusias dan mampu memahami dasar-dasar penulisan paragraf Bahasa Inggris dengan lebih baik. Selain itu, mahasiswa juga mampu menyusun paragraph sederhana sesuai dengan struktur penulisan yang telah dijelaskan. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran Bahasa Inggris ini dapat membantu meningkatkan kemampuan writing paragraph mahasiswa semester 6 Program Studi Manajemen.
Learning Strategy Implementation in Storytelling-based Training to Enhance Early Childhood Teachers’ Instructional Skills karnedi Karnedi; Lisda Hendrajoni
Pengabdian Masyarakat Sumber Daya Unggul Vol. 4 No. 2 (2026): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Publikasi Ilmiah, Yayasan Almahmudi Bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study employed a descriptive, quantitative program evaluation design to assess the effectiveness of training in storytelling-based learning strategies for early childhood teachers. The evaluation adopted a logic model framework comprising four components: input, process, output, and outcome. Data were collected through a structured evaluation instrument, a five-point Likert-scale satisfaction questionnaire, and open-ended questions completed by kindergarten teachers participating in the training. Descriptive statistics, including mean scores, were used to analyze quantitative data, while qualitative responses explored participants’ perceptions. The findings showed that the training was highly effective and positively received. Participants reported high satisfaction with the training materials (M = 4.38), lecturer capability (M = 4.51), training methods (M = 4.18), and learning strategy (M = 4.47). They valued the relevance of the materials, interactive learning activities, and the lecturer’s supportive approach. Open-ended responses indicated that storytelling demonstrations, collaborative discussions, and practical simulations enhanced teachers’ creativity, communication skills, and pedagogical competence. Overall, the training effectively strengthened instructional competence and promoted engaging, child-centered learning in early childhood education.